English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 01 Desember 2010 (Rabu Sore)
Disertai penataran imam-imam dan calon imam-imam III
Tema di Jakarta "Wahyu 21: 5"
21:5. Ia yang duduk...

Ibadah Doa Malang, 13 November 2012 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 adalah tentang 7 percikan...

Ibadah Kunjungan Jakarta II, 18 November 2015 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera dilimpahkan...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Desember 2013 (Minggu Sore)
Disertai dengan Ibadah Doa Ucapan Syukur

Salam sejahtera dalam kasih sayangNya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan...

Ibadah Persekutuan di Semarang I, 20 September 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema:
I Korintus 3:9b
3:9b kamu adalah...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 22 Mei 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:26-27
14:26 Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke Bukit...

Ibadah Doa Malang, 06 Desember 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:36-46 adalah tentang GETSEMANI.
Di Getsemani, Yesus mengalami pemerasan daging/sengsara daging...

Ibadah Raya Surabaya, 22 Mei 2011 (Minggu Sore)
Tema ibadah di Pematang Siantar
Mazmur 31: 16a
31:16a. Masa hidupku ada dalam tangan-Mu

= pengakuan raja Daud yang hebat dan...

Ibadah Kaum Muda Malang, 25 Oktober 2008 (Sabtu Sore)
Markus 12: 18, ajaran Saduki adalah ajaran yang mengajarkan bahwa tidak ada kebangkitan,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 September 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:5
4:5 Dan dari takhta itu...

Ibadah Doa Surabaya, 14 Juni 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 15 Februari 2011 (Selasa Pagi)
Kebenaran hanya ada di dalam firman Tuhan. Di luar firman tidak ada kebenaran.
Di luar...

Ibadah Ciawi IV, 04 Desember 2008 (Kamis Pagi)
Wahyu 21: 5-6
ay. 6='semuanya telah terjadi'= semuanya sudah genap (terjemahan lama).
...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 02 November 2010 (Selasa Siang)
Keluaran 1: 1-7
1:1. Inilah nama para anak Israel yang datang ke Mesir bersama-sama dengan Yakub; mereka datang dengan keluarganya masing-masing:
1:2....

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 14 Juni 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Agustus 2018 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Tema ibadah kunjungan di Palangka Raya: Kemerdekaan--Keluaran 21: 1-11

Siapa yang bisa memerdekakan kita? Yesus satu-satunya yang bisa memerdekakan kita dari dosa, karena hanya Ia satu-satunya manusia yang tidak berdosa, tetapi harus mati di kayu salib untuk memerdekakan kita dari dosa.
Galatia 5: 1
5:1. Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Setelah dimerdekakan, jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. Ini bukti Yesus yang memerdekakan kita; kita tidak mau lagi menjadi hamba dosa.

Mengapa Yesus memerdekakan kita dari dosa? Karena upah dosa adalah maut, kebinasaan selamanya. Tuhan tidak rela jika manusia ciptaan-Nya terutama anak Tuhan harus binasa di dalam neraka, karena itu Ia mau memerdekakan kita dari dosa, sampai hidup kekal bersama Dia selamanya.

Bagaimana cara Yesus memerdekakan kita dari dosa?

  1. Lewat darah Yesus, yaitu kita harus mengakui dosa-dosa kita.
    1 Yohanes 1: 7, 9
    1:7. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
    1:9. Jika kita
    mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

    Prosesnya: kita mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama--kayu salib--, sehingga darah Yesus aktif dalam dua hal:


    1. Mengampuni segala dosa kita; menutupi segala dosa kita, sampai tidak berbekas lagi--kita seperti tidak pernah berbuat dosa.
    2. Menyucikan segala dosa; mencabut akar-akar dosa, sehingga kita tidak mengulangi dosa lagi. Kalau dosa diulang, pengampunan akan batal, dan penghukuman jalan.

      Tidak berbuat dosa lagi= terlepas dari dosa-dosa; kita mengalami kemerdekaan dari dosa, terutama dosa-dosa masa lalu--yang di belakang selesai.


  2. 2 Korintus 3: 17
    3:17. Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.

    Yang kedua: Yesus memerdekakan kita lewat kuasa Roh Kudus.

    Roma 8: 13
    8:13. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

    Roh Kudus sanggup mematikan perbuatan daging/perbuatan dosa, bakteri dosa, virus dosa, ulat-ulat dan bangkai dosa, sehingga kita bisa hidup benar--menyucikan kita dari dosa masa sekarang.


  3. Yohanes 8: 31-32
    8:31. Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku
    8:32. dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan
    kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

    'firman-Ku; murid-Ku'= firman pengajaran.

    Yang ketiga: Yesus memerdekakan kita lewat kebenaran--firman pengajaran yang benar; firman yang menyucikan kita.

    Yohanes 17: 17
    17:17. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

    Kebenaran adalah sesuatu yang menyucikan. Firman adalah kebenaran.
    Jadi, kebenaran adalah firman yang menyucikan kita yaitu firman penyucian/firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Mazmur 119: 9
    119:9. Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

    Yohanes 15: 3
    15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    'firman yang telah Kukatakan kepadamu'= firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab= firman pengajaran yang benar, yang mampu menjaga supaya kita tetap hidup suci. Ini sama dengan menyucikan kita dari dosa masa depan--kemerdekaan dari dosa yang akan datang, yang mau masuk dalam kehidupan kita.

Jadi, kita mengalami kemerdekaan dari dosa masa lalu lewat darah Yesus--mengaku--, kemerdekaan dari dosa masa sekarang lewat kekuatan Roh Kudus yang mematikan perbuatan daging/dosa, dan kemerdekaan dari dosa yang akan datang lewat firman pengajaran yang benar.
Dosa yang akan datang adalah dosa yang menjerat. Hati-hati! Kita belum berbuat tetapi sudah ditaruh oleh setan, tinggal sedikit kita akan jatuh, karena itu perlu pedang.

Masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang, semuanya dimerdekakan oleh Yesus lewat darah-Nya, Roh Kudus, dan pedang firman. Firman pengajaran yang benar menyucikan masa depan kita sampai menyempurnakan kita, seperti Yesus. Betul-betul kemerdekaan sepenuh dari dosa-dosa; kita mengalami kemerdekaan sepenuh dari dunia untuk terangkat ke awan-awan dan bertemu dengan Yesus selama-lamanya.

Efesus 5: 25-27
5:25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
5:26. untuk
menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
5:27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya
jemaat kudus dan tidak bercela.

'memandikannya dengan air dan firman'= baptisan air dan firman pengajaran yang benar.

Inilah kemerdekaan yang Tuhan kerjakan bagi kita karena Ia tahu upah dosa adalah maut, Dia tidak rela kita binasa selama-lamanya, karena itu Ia berusaha memerdekakan kita dari dosa masa lalu, masa sekarang, dan yang akan datang, sampai mencapai kesempurnaan.

Untuk apa kemerdekaan dari dosa? Keluaran 21: 1-11 terbagi menjadi dua bagian:

  1. Ayat 1-6= kemerdekaan budak laki-laki. Dulu kalau membeli budak laki-laki, akan disuruh bekerja.
    Artinya: kemerdekaan untuk menjadi hamba Tuhan/imam dan raja.


  2. Ayat 7-11= kemerdekaan budak perempuan.
    Dulu kalau membeli budak perempuan, ia dianggap isterinya sendiri.

    Kemerdekaan budak perempuan artinya: kemerdekaan untuk menjadi mempelai wanita Tuhan yang sempurna, yang siap untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan.

Malam ini kita bicara tentang KEMERDEKAAN BUDAK LAKI-LAKI.
Keluaran 21: 1-3
21:1. "Inilah peraturan-peraturan yang harus kaubawa ke depan mereka.
21:2. Apabila engkau membeli seorang budak Ibrani, maka haruslah ia bekerja padamu
enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang merdeka, dengan tidak membayar tebusan apa-apa.
21:3. Jika ia datang seorang diri saja, maka keluarpun ia seorang diri; jika ia mempunyai isteri, maka isterinya itu diizinkan keluar bersama-sama dengan dia.

Kemerdekaan budak laki-laki= kemerdekaan dari dosa untuk menjadi hamba Tuhan.
Roma 6: 18
6:18. Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

Hamba/pelayan Tuhan--imam dan raja--adalah hamba kebenaran.
Yudas Iskariot menjadi hamba uang; beribadah melayani hanya untuk mencari uang--perkara jasmani--, sampai mengorbankan kebenaran--pengajaran atau tahbisan yang benar dikorbankan.

Juga ada hamba manusia. Rasul Paulus tegas mengatakan: Janganlah kamu menjadi hamba manusia.
Hamba manusia artinya mengikuti manusia yang salah--mengorbankan kebenaran. Hati-hati!
Mulai dari saya, jadi hamba uang atau hamba manusia? Kita semua juga.

Yang benar adalah menjadi hamba kebenaran--mencari yang benar.

Syarat untuk menjadi hamba/pelayan Tuhan--hamba kebenaran--: harus bekerja selama enam tahun, dan pada tahun ketujuh merdeka.
Bagi kita sekarang, kita harus memiliki ANGKA ENAM DAN ANGKA TUJUH.

Angka enam sama dengan manusia daging yang berdosa--manusia diciptakan pada hari keenam.
Angka tujuh menunjuk pada kesempurnaan.

Jadi, untuk bisa hidup benar, seorang hamba Tuhan harus bergumul melawan angka enam--daging dengan segala hawa nafsu, keinginan, dan tabiatnya--sehingga mengalami perobekan daging sampai tirai terobek--waktu Yesus mati, tirai Bait Allah terbelah.

Kalau tirai terobek, berarti kita bisa melihat ruangan maha suci, yang di dalamnya terdapat tabut perjanjian--menunjuk pada mempelai. Artinya: sampai kita menjadi mempelai.
Pada Tabernakel ada tiga pintu:

  • Pintu gerbang untuk masuk halaman.
  • Pintu kemah untuk masuk ruangan suci.
  • Pintu tirai untuk masuk ruangan maha suci--kesempurnaan.

Inilah pergumulan seorang hamba/pelayan Tuhan kalau mau menjadi hamba kebenaran, yaitu merobek angka enam supaya mendapat angka tujuh (kesempurnaan)--menjadi mempelai wanita Tuhan-; terus bergumul melawan daging dengan segala dosanya, sampai tirai terobek. Kita masuk ruangan maha suci--kesempurnaan--dan melihat tabut perjanjian--menjadi mempelai wanita Tuhan.

Praktik bergumul untuk merobek angka enam supaya mendapat angka tujuh:

  1. Markus 14: 33-36
    14:33. Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar,
    14:34. lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat
    sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah."
    14:35. Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.
    14:36. Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan
    apa yang Engkau kehendaki."

    Praktik pertama bergumul untuk merobek angka enam supaya mendapat angka tujuh: seperti Yesus bergumul di taman Getsemani untuk mengalahkan daging-Nya.

    'Ia sangat takut dan gentar'= bukti bahwa Yesus adalah manusia daging, karena itu Ia memberi teladan bagi kita.
    'Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya'= ada yang sedih? Kenapa sedih? Uang habis, ditinggal pacar? Kesedihan apa saja--di sini sedih sampai seperti mau mati rasanya; kesedihan yang luar biasa. Ini yang harus dirobek; kesedihan sampai mendekati putus asa tidak boleh ada lagi.

    Kehendak daging Yesus benar karena Ia tidak bersalah, tetapi tidak sesuai dengan kehendak Bapa. Ini yang harus dirobek.

    Dari contoh Yesus, tabiat daging yang harus dirobek adalah:


    • Kesedihan yang membuat kita hampir kecewa dan putus asa, atau sudah kecewa. Hati-hati!
      Kesedihan nomor satu adalah di dalam nikah. Tidak ada kebahagiaan yang melebihi nikah yang berkenan kepada Tuhan--seperti di sorga. Tetapi tidak ada penderitaan yang melebihi nikah yang gagal.

      Anak-anak, perhatikan, orang tua mungkin sudah sedih karena pekerjaan merosot, masih ditambah lagi dengan tingkah laku anak yang tidak baik. Jangan menambah kesedihan bagi orang tua! Anak-anak adalah penghiburan bagi orang tua.

      Kesedihan yang membuat kita kecewa dan putus asa harus dirobek menjadi selalu mengucap syukur apapun yang kita hadapi karena kita yakin apa yang Tuhan lakukan adalah yang terbaik bagi kita.

      Mengapa selalu terbaik? Misalnya Tuhan izinkan kita gagal, itu adalah yang terbaik dari Tuhan, supaya kita kembali kepada Dia.


    • Kehendak daging dirobek, supaya bisa menerima kehendak Tuhan yang bertentangan bagi daging.
      Kita menjadi taat dengar-dengaran kepada Tuhan.


    • Ketakutan; takut pada sesuatu di dunia sampai melawan Tuhan/firman dirobek menjadi takut akan Tuhan.


    Inilah angka enam yang dirobek--mencontoh Yesus di taman Getsemani.
    Jika TABIAT DAGING DIROBEK--angka enam dirobek--, kita akan menerima angka tujuh yaitu kita mengalami URAPAN ROH KUDUS DENGAN TUJUH MANIFESTASINYA.

    Yesaya 11: 1-3 => Yesus Raja Damai
    11:1. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
    11:2. Roh TUHAN
    (1) akan ada padanya, roh hikmat(2) dan pengertian(3), roh nasihat(4) dan keperkasaan(5), roh pengenalan(6) dan takut akan TUHAN(7);
    11:3. ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

    Tunas dari tunggul Isai= Yesus, raja damai.
    Tunggul adalah sisa hasil panen, hanya untuk dibajak atau kebanyakan dibakar.
    Yesus seperti tunggul, mati di kayu salib, tidak ada harapan, tetapi Ia bangkit dalam kemuliaan.

    Urapan Roh Kudus dengan tujuh manifestasinya:


    • Roh Tuhan. Bukan roh setan atau roh daging.
      Ciri Roh Tuhan adalah tertib dan teratur. Dulu pada zaman raja Salomo, saat tabut perjanjian dipikul, semua menjadi tertib, kemuliaan Allah turun, tidak bisa bergerak lagi, begitu tertib dan teratur. Ini yang utama.

      "Orang bertanya-tanya: Apakah Saul termasuk nabi? Karena katanya ia mengalami kepenuhan Roh Kudus, tetapi ia telanjang. Itu bukan Roh Kudus tetapi roh daging. Justru urapannya sudah hilang."

      Hati-hati, dalam kepenuhan Roh Kudus kalau sampai terjatuh-jatuh, itu bukan bagus, tetapi justru melawan Roh Kudus--dagingnya lebih kuat dari Roh Kudus.

      "Saya dulu begitu. Ketika pertama kali mau menerima kepenuhan, mulut mau bicara apa, saya lawan dengan berkata: Haleluya, sampai saya mau roboh. Untung doanya segera selesai. Lalu om saya mengatakan: 'Lain kali kalau kamu doa, lidahnya digerakkan apa, ikuti saja, jangan dilawan.' Selang beberapa waktu, saat doa pagi, mudah saja Roh Kudus memenuhi, karena saya tidak melawan lagi.
      Kalau sampai terjatuh-jatuh, itu bukan bagus karena kita baca di Kisah Rasul, tidak ada yang sampai terjatuh-jatuh saat menerima Roh Kudus.
      "


    • Roh hikmat= ada hikmat dari sorga. Yang masih sekolah mau belajar, les, silakan, tetapi juga mohon roh hikmat.

      "Satu kesaksian, anaknya tidak pandai bicara, padahal mau menghadapi ujian. Orang tuanya sudah bingung. Kalau diajak bicara, ditanya, dia tidak bisa lancar berbicara. Minta didoakan. Dosen pembimbingnya juga sudah putus asa. Tetapi waktu maju, dosennya kaget, karena dia bisa bicara tidak berhenti-henti, dan lulus. Saya percaya ada roh hikmat. Tetapi jangan tidak belajar! Tetap belajar tetapi minta roh hikmat, pasti bisa Tuhan tolong. Saya dalam kuliah banyak kali ditolong Tuhan, yang tadinya tidak bisa, ternyata satu kelas hanya saya yang bisa. Bukan karena saya, tetapi roh hikmat. Dalam perkara apapun minta hikmat Tuhan!
      Dulu saat gereja di Malang mau pasang AC, saya malah ditertawakan. Waktu itu retreat di Banyuwangi, saya menjadi salah satu pembicara bersama dengan om Pong. Sambil duduk-duduk, saya datang kepada orang yang mengerti soal AC: 'Om saya mau pasang AC.' Waktu itu sedang terjadi krisis moneter (tahun 1998). Saya ditertawakan: Sudah terlambat, mahal sekali. Lalu kumpulkan uang, lalu bendaharanya menyerahkan ke saya kembali. Kemudian datangkan insinyur untuk menghitung, habisnya empat ratus juta. Saya seperti mau pingsan rasanya. Saya doa, lalu beli sendiri AC split, pasang sendiri, aman sampai sekarang, hanya empat puluh juta. Bukan saya pintar, saya tidak mengerti juga, tetapi itulah hikmat.
      "


    • Roh pengertian.
    • Roh nasihat.
    • Roh keperkasaan.
    • Roh pengenalan.
    • Roh takut akan Tuhan.


    Inilah pengertian membuang angka enam supaya muncul angka tujuh. Hamba Tuhan harus berani membuang angka enam, maka angka tujuh akan membebaskan.

    Praktik takut akan Tuhan:


    • Tidak menghakimi orang lain tetapi banyak menghakimi diri sendiri lewat ketajaman pedang firman (mengoreksi diri).
      Dalam ibadah di Palangka Raya: 'Awasilah dirimu!' Kalau banyak mengawasi orang lain, akan hancur.


    • Amsal 8: 13
      8:13. Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

      Yang kedua: membenci dosa sampai dusta, sehingga pasti mengasihi sesama.

      Yang boleh dibenci hanya dosa dan dusta, musuhpun tidak boleh dibenci. Dalam perjanjian lama: 'bencilah musuhmu,' tetapi sekarang: 'kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.'

      Musuhpun tidak boleh kita benci, apalagi terhadap suami, isteri, anak, orang tua, kakak, adik, ipar. Kalau membenci manusia, pasti cinta dosa sampai dusta (ada dusta yang disembunyikan, tidak berterus terang). Kalau benci dosa sampai dusta, pasti mengasihi Tuhan dan manusia.

      "Seperti yang pernah saya ceritakan, ada jemaat berkata: 'Om, saya tidak boleh tidur oleh isteri saya.' Saya sudah mau marah. Isteri saya bertanya: 'Mengapa?': 'Karena mendengkurnya keras.' Inilah, ceritanya tidak lengkap. Ini sudah termasuk dusta. Orang yang mendengar hanya setengah sudah mendidih: Orang sudah bekerja, tidak boleh tidur, ngawur saja. Untung isteri saya bertanya: 'Mengapa?' Tuhan tolong kita semuanya. Ini merupakan pengalaman bagi saya. Kalau tanda komanya dihilangkan bisa gawat. Contohnya ada orang yang ketahuan mencuri, ia berkata: 'Saya diseret...' Tetapi, bagian 'karena mencuri'-nya dihilangkan. Ini termasuk dusta."

      Jujur hari-hari ini! Ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar terutama soal Tuhan. Kalau sudah jujur soal Tuhan/pengajaran, kita bisa jujur soal nikah (tempat tidur), keuangan, dan dalam segala hal.


    Kalau sudah TAKUT AKAN TUHAN SAMPAI JUJUR--mengalami urapan Roh Kudus dengan tujuh manifestasinya--, biarpun kita hanya tunggul, kita bisa bertunas, berbunga, dan berbuah.
    Tunggul= sesuatu yang tidak berguna, tidak bisa apa-apa, tidak ada harapan apa-apa, tidak berharga apa-apa dan sebagainya. Tadi, Yesus bagaikan tunggul--mati--, tetapi Dia sudah bangkit dan dipermuliakan--dari tunggul keluar buah.


    • Bertunas= hidup.
      Secara jasmani kita dipelihara. Serahkan semua pada Tuhan! Kita berusaha, dan buang angka enam, lalu pasang angka tujuh, biar Roh Kudus yang memelihara kehidupan kita secara jasmani di tengah kesulitan dunia sampai zaman antikris.

      Secara rohani: hidup benar dan suci. buang semua dosa!


    • Berbunga= melayani Tuhan--kalau hidup suci, akan diberi jabatan pelayanan--, sehingga hidupnya menjadi berhasil dan indah.
      Sebelum melayani Tuhan, belum berbunga dan belum indah.

      Kaum muda yang belum melayani Tuhan, berarti belum berbunga, belum indah. Kalau tinggalkan pelayanan, berarti layu sebelum berkembang. Sungguh-sungguh! Yang penting adalah hamba kebenaran selalu memilih kebenaran. Kalau tidak benar, jangan. Tuhan tolong kita.
      Kalau tidak benar, akan menjadi hamba manusia dan hamba uang; bahkan menjadi hamba setan.


    • Berbuah manis= mengalami kebahagiaan sorga dalam kehidupan kita.


    Inilah praktik pertama. Bekerja enam tahun, tahun ketujuh bebas. Buang angka enam, angka tujuh akan muncul. Praktiknya seperti Yesus di taman Getsemani. Buanglah tabiat-tabiat daging (kehendak daging), sampai kita takut akan Tuhan--angka tujuh muncul; ada urapan Roh Kudus dengan tujuh manifestasinya


  2. Kolose 3: 5-9
    3:5. Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan (1), kenajisan(2), hawa nafsu(3), nafsu jahat(4) dan juga keserakahan(5), yang sama dengan penyembahan berhala(6),
    3:6. semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).
    3:7.
    Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.
    3:8. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah
    (1), geram(2), kejahatan(3), fitnah(4) dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu(5).
    3:9. Jangan lagi kamu saling mendustai
    (6), karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

    Ayat 5= membuang dan mematikan angka enam.
    Ayat 7: 'Dahulu kamu juga melakukan' = perbuatan dosa di luar--lahir.
    Ayat 8-9 = enam dosa di dalam--batin.

    Jadi ada enam dosa di luar dan enam dosa di dalam--lahir dan batin.

    Praktik kedua bergumul untuk merobek angka enam supaya mendapat angka tujuh: kita harus mematikan enam dosa lahir dan enam dosa batin.

    Enam dosa secara lahir yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, keserakahan, penyembahan berhala. Hati-hati dengan keserakahan, sebab ini berpasangan dengan kikir--tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan, malah mencuri milik Tuhan.

    Enam dosa secara batin yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah, kata kotor, dan dusta. Hati-hati dengan kata-kata kotor; kata sia-sia; kata yang menyakiti. Ini semuanya harus dibuang, supaya mendapatkan angka tujuh.

    Jangan mempertahankan angka enam! Kalau mempertahankan angka enam, tidak akan bisa merdeka.

    Membuang dosa lahir dan batin= MEMBUANG MANUSIA LAMA--manusia darah daging--, dan kita MENGALAMI PEMBAHARUAN menjadi manusia baru, yaitu manusia rohani seperti Yesus.
    Kolose 3: 10-14
    3:10. dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
    3:11. dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.
    3:12. Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan
    (1), kemurahan(2), kerendahan hati(3), kelemahlembutan(4) dan kesabaran(5).
    3:13. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain
    (6), sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
    3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih
    (7), sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

    Ayat 13 = 'ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian' = saling mengaku dan mengampuni.

    Inilah manusia baru dengan tujuh cirinya:


    • Belas kasih= tidak menghakimi orang berdosa, tapi juga tidak mengelus-elus dosa atau tidak menyetujui orang berbuat dosa, tetapi membawa orang berdosa kepada Tuhan lewat doa atau ibadah. Kalau tidak mau diajak ibadah, doakan terlebih dahulu, sampai satu waktu mau beribadah kepada Tuhan. Saat dia mendengarkan firman, dia akan ditolong oleh Tuhan.

    • Kemurahan = dermawan; bisa memberi.
    • Kerendahan hati= bisa mengaku dosa.
    • Kelemahlembutan= bisa menerima firman yang keras.
    • Kesabaran=


      • Sabar menunggu waktu Tuhan--tidak mencari jalan sendiri di luar firman.
        Jalan sendiri di luar firman adalah jalan buntu dan kebinasaan. Firman Tuhan adalah jalan keluar dari segala sesuatu.


      • Sabar dalam penderitaan--tidak mengomel dan bersungut, tetapi selalu mengucap syukur.


    • Saling mengaku dan mengampuni.
    • Kasih= mengasihi Tuhan lebih dari semua, mengasihi sesama seperti diri sendiri, sampai mengasihi orang yang memusuhi kita.
      Inilah manusia baru. Musuh di sini maksudnya bukan kita yang memusuhi orang lain, tetapi kita dimusuhi sekalipun tidak salah apa-apa.
      Musuh harus kita kasihi, apalagi di rumah tangga (suami bengis, isteri tidak tunduk-melawan terus). Mengasihi orang yang merugikan kita dimulai dari dalam rumah tangga, sampai ke luar (dalam penggembalaan, di kantor dan sebagainya). Memang berat, tetapi kalau mau dapat angka tujuh, harus.


    Buang enam dosa di dalam dan enam dosa di luar, maka kita akan menerima tujuh ciri manusia baru--tujuh tiang.

    Angka tujuh= tujuh tiang, artinya: kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Amsal 9: 1
    9:1. Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya,

    Kita menjadi tujuh tiang dari Rumah Allah, dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Sungguh-sungguh!

    Mengapa harus dipakai menjadi tujuh tiang dalam rumah Allah?


    • Kalau tidak dipakai dalam Rumah Allah, pasti akan dipakai dalam pembangunan tubuh Babel--mempelai wanita setan yang sempurna dalam kejahatan dan kenajisan. Tidak ada yang lainnya. Mari saling mendoakan dalam rumah tangga, supaya suami atau istri dipakai oleh Tuhan.


    • Amsal 9: 2
      9:2. memotong ternak sembelihannya, mencampur anggurnya, dan menyediakan hidangannya.

      Yang kedua: Kalau dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus, kita akan mengalami suasana pesta sorga; suasana pemeliharaan Tuhan dan kebahagiaan sorga. Kita tidak bergantung pada dunia. Tuhan tidak pernah menipu kita.

      Kita mengalami pemeliharaan Tuhan dari yang tidak ada menjadi ada--Jehovah Jireh. Seperti Abraham taat untuk mempersembahkan anaknya, dan ia dipakai dalam pembangunan Bait Allah Salomo--Bait Allah Salomo dibangun di gunung Moria, tempat Ishak akan dikorbankan.

      Yang bekerja, kuliah tetap, tetapi mari aktif dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus. Di situ ada jaminan dari Tuhan. Kita mengalami kepuasan sorga sehingga tidak perlu lagi mencari kepuasan di dunia, kita tidak jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa, tetapi selalu bersama dengan Dia.


    Tadi praktik pertama memiliki angka enam dan angka tujuh: tabiat daging-kehendak daging dirobek, sehingga kita menerima urapan Roh Kudus dengan tujuh manifestasinya sampai jujur dalam segala hal.
    Hasilnya: kita benar-benar bertunas, berbunga, dan berbuah.

    Yang kedua: membuang enam dosa lahir dan enam dosa batin, sehingga kita menerima tujuh ciri manusia baru--tujuh tiang. Kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
    Hasilnya: ada suasana pesta sorga; kita mengalami pemeliharaan Tuhan dan kebahagiaan sorga. Semuanya hanya sarana--gaji dan sebagainya--, tetapi Tuhanlah yang memelihara kita.


  3. Praktik ketiga bergumul untuk merobek angka enam supaya mendapat angka tujuh: tahun ketujuh bebas.
    Tahun ketujuh adalah tahun Sabat--perhentian dalam Roh Kudus; KETENANGAN DALAM ROH KUDUS.
    Seorang hamba kebenaran harus punya angka enam dan angka tujuh ini dengan ketiga praktiknya.

    Di mana kita bisa mengalami ketenangan/perhentian dalam Roh Kudus? Di dalam sistem penggembalaan.
    Mazmur 23: 1-2
    23:1. Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
    23:2. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau,
    Ia membimbing aku ke air yang tenang;

    Kita harus tergembala dengan benar dan baik yaitu memperhatikan dua hal:


    • Memperhatikan kandang penggembalaan--ruangan suci--= ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, di situ ada jaminan kesucian, dan kita tidak diterkam binatang buas:


      • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.

      • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.

      • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


      Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga kita tidak dijamah oleh setan tritunggal. Dan kita disucikan secara terus menerus--kesucian dan urapannya dijamin.

      Di luar penggembalaan tidak ada jaminan kesucian.


    • Memperhatikan suara gembala. Kita harus taat dengar-dengaran pada suara gembala (firman penggembalaan) yaitu firman pengajaran yang benar, yang diulang-ulang. Terhadap suara asing, kita lari.

      Kalau sudah mendengar suara asing, kita tidak akan taat, dan mulai mengkritik yang benar, sampai meninggalkan yang benar dan ikut yang asing. Yakinlah, itu sudah terjadi sejak Adam dan Hawa. Bukan berarti hanya di sini yang benar, tetapi harus sesuai dengan Alkitab mulai dari pintu gerbang sampai tabut perjanjian. Mulai iman, pertobatan, penyembahan, pernikahan harus sesuai Alkitab. Kalau tidak sesuai, berarti sudah menyimpang, dan tidak akan pernah ketemu. Harus tegas hari-hari ini!

      "Saya gampang saja. Murid-murid Lempin-El Kristus Ajaib, ajarannya sama semua, catatannya mirip semua. Tetapi kenyataannya sekarang banyak yang menyimpang karena baca buku lain, mendengar suara asing: ajaran palsu, suara daging--belas kasih daging--dan sebagainya. Akhirnya yang benar ditinggalkan. Nanti yang benar malah dikatakan: sok benar. Kalau salah tetapi merasa benar, itu sok benar. Kalau salah, lalu mengkritik yang benar (mengaku dirinya benar), itu yang namanya sok benar."


    Kalau digembalakan, hasilnya:


    • Tenang--damai sejahtera--dan kenyang--'takkan kekurangan aku...'--, seperti bayi dalam gendongan tangan ibunya.
      Tenang artinya tidak stres, kuatir dan lain-lain.

      Kenyang = kita terpelihara sehingga selalu mengucap syukur kepada Tuhan.


    • Diam dan tenang.
      Yesaya 30: 14-17
      30:14. seperti kehancuran tempayan tukang periuk yang diremukkan dengan tidak kenal sayang, sehingga di antara remukannya tiada terdapat satu kepingpun yang dapat dipakai untuk mengambil api dari dalam tungku atau mencedok air dari dalam bak."
      30:15. Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan
      tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,
      30:16 kamu berkata: "Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat," maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: "Kami mau mengendarai kuda tangkas," maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi.
      30:17. Seribu orang akan lari melihat ancaman satu orang, terhadap ancaman lima orang kamu akan lari, sampai kamu ditinggalkan seperti tonggak isyarat di atas puncak gunung dan seperti panji-panji di atas bukit.

      'sampai kamu ditinggalkan seperti tonggak isyarat di atas puncak gunung' = ingat isteri Lot yang menjadi tiang garam.

      Menghadapi kehancuran apapun, sampai menghadapi badai lautan, kita harus diam dan tenang, seperti Yesus.
      Diam= mengoreksi diri lewat ketajaman pedang firman. Kalau ada dosa, diakui, kita diampuni, dan jangan berbuat dosa lagi. Kalau tidak salah, tetap berdiam diri--tidak membela diri. Ini sama dengan bertobat.

      Jadi,  bertobat artinya tidak melakukan dosa lagi dan tidak membela diri lagi.

      'Tetapi kamu enggan .... kami mau naik kuda dan lari cepat' = 'mau cepat-cepat'= cepat berdusta, menghakimi orang lain, dan cepat berbuat dosa--menyelesaikan masalah dengan berbuat dosa. Contohnya: tidak ada uang lalu korupsi, nilai jelek, menyontek. Akhirnya ia ditinggalkan sendirian, tidak tertolong, sampai binasa.

      Tenang= menguasai diri supaya bisa berdoa; tetap percaya dan berharap Tuhan---tidak berharap orang lain.
      Naik kuda berarti berharap pada yang lain, sehingga tidak ada jalan keluar, malah binasa.

      Jadi diam dan tenang sama dengan bertobat dan berdoa; mengangkat dua tangan kepada Tuhan:


      • Mata memandang Tuhan--mata bertemu mata.
      • Tangan diangkat kepada Tuhan; menyerah kepada Tuhan dan Tuhan mengulurkan tangan-Nya--tangan bertemu tangan.
      • Hati hanya percaya dan berharap Tuhan--hati bertemu hati.
      • Mulut menyeru nama Tuhan dan Tuhan menjawab doa kita--mulut bertemu mulut--, sampai di atas kayu salib Dia berseru: Sudah selesai!


      Mata bertemu mata, tangan bertemu tangan, hati bertemu hati, mulut bertemu mulut sama dengan kita berserah dan berseru kepada Tuhan. Itu saja diam dan tenang. Di tengah badai lautan Yesus memberi contoh: Diam, tenang!

      Di tengah kehancuran, bertobat! Kalau sudah bertobat, tidak akan dibanting lagi. Kalau belum bertobat, akan lebih dibanting lagi.
      Lalu berdoa untuk penyelesaian.

      Hasilnya:


      • Markus 4: 38-39
        4:38. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
        4:39.
        Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

        Yesus bangun dari tidurnya = mati jadi bangkit.

        Hasil pertama: kita mengalami kuasa kebangkitan Yesus untuk meneduhkan angin gelombang, artinya membuat semua menjadi damai sejahtera, enak, dan ringan.

        Dalam ibadah, kita sudah mendengar firman, ada perjamuan suci, dan kita memeriksa diri--kita bertobat dan berdoa--, mungkin pertolongan belum ada, tetapi kita sudah mengalami damai sejahtera, itu berarti Tuhan sudah mengambil alih semuanya. Dan kita tinggal menunggu waktu Tuhan.

        Malam ini jangan sampai tidak damai! Serahkan semua kepada Dia sampai hati menjadi damai, dan sebentar lagi semua masalah selesai--Di atas kayu salib Yesus berteriak: Sudah selesai!--; Dia sanggup menyelesaikan semua masalah yang mustahil.

        Kalau lautan teduh, kapal bisa maju, artinya ada masa depan yang berhasil dan indah---perahu bisa lewat, sampai mencapai pelabuhan damai sejahtera.
        Kalau laut sudah teduh--damai, enak dan ringan--, kita sudah bergantung pada Tuhan langsung--tidak bergantung perahu lagi.


      • 2 Raja-raja 4: 32-35
        4:32. Dan ketika Elisa masuk ke rumah, ternyata anak itu sudah mati dan terbaring di atas tempat tidurnya.
        4:33. Sesudah ia masuk, ditutupnyalah pintu, sehingga ia sendiri dengan anak itu di dalam kamar, kemudian berdoalah ia kepada TUHAN.
        4:34. Lalu ia membaringkan dirinya di atas anak itu dengan
        mulutnya di atas mulut anak itu, dan matanya di atas mata anak itu, serta telapak tangannya di atas telapak tangan anak itu; dan karena ia meniarap di atas anak itu, maka menjadi panaslah badan anak itu.
        4:35. Sesudah itu ia berdiri kembali dan berjalan dalam rumah itu sekali ke sana dan sekali ke sini, kemudian meniarap pulalah ia di atas anak itu. Maka
        bersinlah anak itu sampai tujuh kali, lalu membuka matanya.

        Ini persoalan nikah dan buah nikah. Dulu perempuan Sunem ini tidak punya anak, lalu diberi anak oleh Tuhan, tetapi anaknya mati, dan ia datang kepada Elisa.

        Elisa yang diurapi Tuhan, bagaikan pribadi Tuhan sendiri.

        "Kalau saya mau menumpangkan tangan, saya selalu berdoa: Ampuni saya Tuhan, urapi saya, supaya tangan saya merupakan tangan Tuhan sendiri. Kalau hamba Tuhan diurapi, dia merupakan pribadi Tuhan sendiri; tangan Tuhan sendiri; wakil dari Tuhan."

        'mulutnya di atas mulut anak itu' = mulut bertemu mulut.
        'matanya di atas mata anak itu' = mata bertemu mata.
        'telapak tangannya di atas telapak tangan anak itu' = tangan bertemu tangan.
        'Maka bersinlah anak itu sampai tujuh kali' = angka tujuh menunjuk pada kesempurnaan.
        Bersin = kotor.

        Hasil kedua: nikah dan buah nikah yang serasa mati--dalam dosa dan sebagainya--bisa ditolong lewat hamba Tuhan (hamba Tuhan mendoakan).
        Anak itu bisa hidup kembali bahkan sempurna--'bisa bersin tujuh kali'--: dosa-dosa diselesaikan--kotoran-kotoran keluar--dan bisa hidup benar, nikah-buah nikah menjadi satu kembali, bisa bahagia kembali, dan yang mustahil menjadi tidak mustahil--mati jadi bangkit.

        Dan jika Tuhan datang kembali kedua kali, kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai--mengalami kemerdekaan yang sesungguhnya--, dan kita bersama dengan Dia untuk selamanya.

Mari kita menjadi hamba Tuhan; hamba kebenaran. Jangan menjadi hamba manusia atau hamba uang! Ikut kebenaran Tuhan--kebenaran firman! Bagaimana caranya? Buang angka enam supaya muncul angka tujuh:

  1. Buang tabiat daging, supaya kita menerima urapan Roh Kudus sampai takut akan Tuhan dan jujur.
    Hasilnya: biarpun tunggul, tetapi bisa bertunas, berbunga, dan berbuah.


  2. Buang enam dosa di luar dan enam dosa di dalam, supaya muncul tujuh tiang--sampai kasih. Kita dipakai Tuhan.
    Hasilnya: ada hidangan-hidangan: selalu ada pemeliharaan sorga dan kebahagiaan sorga yang tidak terpengaruh dunia lagi.


  3. Kemudian, tahun Sabat---bebas. Jaga ketenangan di dalam penggembalaan. Gembala dan domba bertekun, jangan mendengar suara asing, tetapi mendengar dan dengar-dengaran pada suara Tuhan, sampai kita tenang dan kenyang, diam dan tenang; kita berdoa, berseru, dan berserah kepada Tuhan.

    Hasilnya: di tengah badai gelombang dan kehancuran, Tuhan masih bisa menolong kita. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, sampai kita mengalami damai sejahtera; wajah berseri.

    Serahkan semua pada Tuhan dan kita tinggal menunggu waktu Tuhan, sampai Dia berkata: Sudah selesai!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top