English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 20 November 2016 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Doa Malang, 21 Juni 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:13-15a
7:13. Dan seorang dari...

Ibadah Doa Surabaya, 03 Agustus 2016 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Doa Malang, 17 Agustus 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:14-15
25:14. "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Agustus 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:5-6
6:5 Dan ketika...

Ibadah Doa Malang, 07 April 2015 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Markus 9 dalam susunan Tabernakel terkena pada Mezbah Dupa Emas.

Keluaran...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Mei 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Desember 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 36-44
= nubuat ke-7
Jaman Nuh, dunia sudah dihukum, tapi dunianya masih ada....

Ibadah Raya Surabaya, 25 Februari 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 16 April 2014 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 12:22-23
12:22 Kemudian kamu harus mengambil...

Ibadah Raya Malang, 06 Maret 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 adalah tentang sidang jemaat Laodikia...

Ibadah Raya Malang, 25 Juli 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:8-13
25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada...

Ibadah Raya Surabaya, 16 Maret 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 03 September 2013 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran...

Ibadah Doa Malang, 31 Maret 2015 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 April 2015 (Senin Sore)

Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat sore, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Kiranya bahagia, sukacita dan damai sejahtera dari TUHAN kita Yesus Kristus, senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih belajar dalam injil Markus 9.
Markus 9: 2, 4, 7
9:2 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka,
9:4 Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus.
9:7 Maka
datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia."

Di atas gunung, Yesus ditampilkan dalam kemuliaan dengan wajah bercahaya dan pakaian putih berkilau-kilauan; di sana juga ditampilkan Musa dan Elia bersama-sama dengan Yesus dalam kemuliaan.
Di atas gunung menunjuk pada kota di atas gunung, yaitu Yerusalem baru.
Jadi, di Yerusalem baru, Yesus ditampilkan dalam kemuliaan dengan wajah bercahaya dan pakaian putih berkilau-kilauan sebagai Mempelai Pria Sorga, dan gereja TUHAN--yang disucikan, diubahkan, dan dibaharui sampai sempurna-- ditampilkan dalam kemuliaan sebagai mempelai wanita Sorga.
Ini merupakan suatu nubuatan--belum terjadi, tetapi suatu waktu pasti akan terjadi.

Persekutuan Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga dengan kita sebagai mempelai wanita Sorga ditandai dengan awan kemuliaan (Markus 9: 7).
Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga, sudah berada di Sorga dan hanya menunggu kita. Jika kita sempurna, maka kita diangkat ke awan-awan yang permai; sehingga terjadi suatu pertemuan di udara.
Jika gereja TUHAN sudah ditampilkan sebagai mempelai wanita Sorga, maka pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sudah selesai.

Kita akan mempelajari di dalam kitab Keluaran 40, yaitu pembangunan tubuh Kristus dikaitkan dengan Tabernakel.
Keluaran 40: 33-34
40:33 Didirikannyalah tiang-tiang pelataran sekeliling Kemah Suci dan mezbah itu, dan digantungkannyalah tirai pintu gerbang pelataran itu. Demikianlah diselesaikan Musa pekerjaan itu.
40:34 Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci,

'Demikianlah diselesaikan Musa pekerjaan itu' = setelah pekerjaan pembangunan Tabernakel selesai, maka awan kemuliaan menutupi Kemah Pertemuan.
Demikian juga sekarang, penyelesaian pembangunan tubuh Kristus yang sempurna juga ditandai dengan awan kemuliaan.

Apa tanda penyelesaian pembangunan Tabernakel/pembangunan tubuh Kristus yang sempurna?
Keluaran 40: 33
40:33 Didirikannyalah tiang-tiang pelataran sekeliling Kemah Suci dan mezbah itu, dan digantungkannyalah tirai pintu gerbang pelataran itu. Demikianlah diselesaikan Musa pekerjaan itu.

Tanda penyelesaian pembangunan Tabernakel, yaitu saat tirai pintu gerbang digantungkan.
Pintu gerbang menunjuk pada pribadi Yesus sebagai Kepala.
Tirai pintu gerbang digantungkan, artinya menerima Yesus sebagai Kepala. Jika kita sudah bisa menerima Yesus sebagai Kepala, maka awan kemuliaan akan turun.

Nanti pada saat Yesus datang kedua kali, kita akan terangkat ke awan-awan yang permai dan bertemu dengan Yesus di dalam awan kemuliaan; selanjutnya kita akan masuk dalam kerajaan Sorga/Yerusalem baru. Di sana kita hidup dalam awan kemuliaan/ada kemuliaan TUHAN yang senantiasa menaungi kita.

Praktik menerima Yesus sebagai Kepala:

  1. Yohanes 1: 1, 14
    1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
    1:14
    Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

    Yesus sebagai Kepala adalah firman pengajaran yang benar/logos.

    Praktik pertama menerima Yesus sebagai Kepala yaitu berpegang teguh pada satu firman pengajaran yang benar.
    Firman pengajaran benar yaitu:


    • tertulis dalam alkitab,
    • diwahyukan oleh TUHAN; ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab.


    Bisa menerima firman pengajaran yang benar, sama dengan kita bisa menerima Yesus sebagai Kepala.
    Tetapi jika kita malas menerima firman, 'benar, tetapi..., tidak benar, tetapi...', ini bukan menerima Yesus sebagai Kepala, tetapi ada kepala yang lain.

    "Ada yang mengatakan, 'Ini yang benar, begitu yang benar', tetapi jika tidak bisa dijelaskan dengan ayat-ayat, maka itu bukan firman pengajaran yang benar."

    Jika kita sudah bisa berpegang teguh pada satu firman pengajaran benar--bisa menerima Yesus sebagai Kepala--, maka Kepala yang akan bertanggung jawab atas kehidupan kita. TUHAN tidak pernah menipu kehidupan kita, Dia selalu menepati janji-Nya. Firman yang kita pegang/yakini, akan bertanggung jawab atas kehidupan kita; baik pemeliharaan, perlindungan, penyucian, pembaharuan sampai kesempurnaan kita.


  2. Praktik kedua menerima Yesus sebagai Kepala, yaitu jika kita menyediakan tubuh-Nya= kita harus tampil sebagai tubuh Kristus yang sempurna, artinya masuk dalam pembangunan tubuh Kristus.

    Dasar pembangunan tubuh Kristus ada 2 yaitu:
    Efesus 2: 20-21
    2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
    2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.


    • Dasar yang pertama: para rasul--Perjanjian Baru--dan para nabi--Perjanjian Lama.
      Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama menunjuk pada firman pengajaran benar.


    • Dasar yang kedua: Kristus Yesus sebagai Batu Penjuru = kurban Kristus.


    Pembangunan tubuh Kristus, yaitu:


    • dimulai dari dalam nikah.
      Nikah yang bagaimana yang menempatkan Yesus sebagai Kepala?
      Yaitu nikah yang memiliki struktur yang sesuai dengan firman pengajaran benar.

      1 Korintus 11: 2-3
      11:2 Aku harus memuji kamu, sebab dalam segala sesuatu kamu tetap mengingat akan aku dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepadamu.
      11:3 Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu
      Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.

      Struktur nikah yang benar, yaitu:


      1. Isteri menempatkan suami sebagai kepala, sehingga Yesus menjadi Kepala dalam nikah rumah tangga.

        Efesus 5: 22, 24
        5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,
        5:24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah
        isteri kepada suami dalam segala sesuatu.

        Isteri harus tunduk pada suami dalam segala hal/segala sesuatu (tidak ada batasnya), artinya kepala/suami yang memutuskan segala sesuatu, berdasarkan firman pengajaran benar. Inilah nikah yang menempatkan Yesus sebagai Kepala.

        "Mungkin ada yang suaminya kurang pandai, kurang cakap dan lain-lain. Tidak jadi soal. Yang penting, yang mengambil keputusan adalah kepala/suami."


      2. Suami.
        Efesus 5: 23, 25
        5:23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
        5:25 Hai
        suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

        Suami yang menempatkan Yesus sebagai Kepala, yaitu mengasihi isteri seperti dirinya sendiri dan tidak berlaku kasar; apapun keadaan dan resikonya sampai berkorban nyawa. Kalau berlaku kasar, apalagi sampai memukul, suami akan sama seperti orang gila di Gadara yang memukuli dirinya sendiri.

        'mengasihi isteri seperti diri sendiri' = seperti kepala merawat dan memperhatikan tubuh.


      Jika nikah memiliki struktur yang benar/menempatkan Yesus sebagai Kepala, maka hasilnya: Yesus sebagai Kepala bertanggung jawab atas nikah rumah tangga kita, yaitu bertanggung jawab dalam hal penyucian kita.

      Efesus 5: 26-27
      5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
      5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

      Kita makin disucikan, sampai kita menjadi sempurna, tanpa cacat/kerut, sehingga kita masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna/nikah yang rohani.

      Efesus 5: 32
      5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

      'Rahasia ini besar' = tidak semua orang tahu, termasuk anak TUHAN dan hamba TUHAN. Rahasianya yaitu jika suami mengasihi isteri dan isteri tunduk pada suami, maka Yesus menjadi Kepala atas nikah rumah tangga kita, dan kita masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna/nikah yang rohani

      Kalau yang rohani TUHAN pelihara, maka yang jasmani PASTI TUHAN pelihara. Tidak mungkin TUHAN tidak memelihara. Dia sudah menyerahkan nyawa-Nya sendiri untuk penyucian kita, sampai kita sempurna.


    • Persekutuan tubuh Kristus yang lebih besar, yaitu dalam penggembalaan dan antar penggembalaan.

      PENGGEMBALAAN
      Yaitu jika kita tergembala pada satu firman pengajaran yang benar; bagaikan carang yang melekat pada pokok anggur yang benar, sehingga kita disucikan terus-menerus sampai menghasilkan buah-buah yang berkenan pada TUHAN.

      Dasar persekutuan adalah firman pengajaran benar. Tanpa firman pengajaran benar, sekalipun kita sudah tergembala, itu sama dengan belum menempatkan pribadi Yesus sebagai Kepala, tetapi pribadi lain yang menjadi kepala.

      "Jika kita mengatakan, 'Saya tergembala di sana karena gembala manusianya', berarti gembala manusia yang jadi kepala. Jika kita mengatakan, 'Saya tergembala di sana karena gedungnya', maka gedung yang menjadi kepala. Jika kita mengatakan, 'Saya tergembala di sana karena AC-nya', maka AC-nya yang menjadi kepala."

      Tempat penggembalaan adalah dalam kandang penggembalaan = ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok. Jika kehidupan kita sudah tergembala pada firman pengajaran benar, maka tidak sulit untuk bertekun dalam 3 macam ibadah pokok.

      "Saya pernah berbincang-bincang dengan seseorang, dia mengatakan, 'Kami juga benar'. Sekalipun sudah diterangkan tentang 3 macam ibadah pokok yang benar, dia masih berkata, 'Yang benar cuma yang ini/yang itu'. Malah timbul perdebatan. Jadi, kehidupan yang tergembala pada firman pengajaran benar, tidak sulit untuk tekun dalam 3 macam ibadah pokok. Tetapi kalau belum tergembala, sekalipun mengatakan, 'kami tergembala, kok', tetapi tidak mau kalau disuruh datang 3 macam ibadah pokok, banyak sekali alasannya."

      Yohanes 10: 5
      10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."

      Musuh dalam penggembalaan adalah suara asing. Domba yang benar-benar tergembala, akan lari terhadap suara asing.
      Suara asing yaitu suara-suara yang tidak senada dengan firman penggembalaan/firman pengajaran benar yang sudah kita terima. 'Bedanya cuma sedikit, kok', memang hanya sedikit, tapi itu merupakan suara asing. Kalau kita benar-benar tergembala pada pengajaran benar, maka jika ada suara asing yang berbeda sedikit, kita tidak akan mau.

      Jika menerima Yesus sebagai Kepala di dalam penggembalaan, hasilnya:
      Yohanes 10: 9
      10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.


      1. Hasil pertama: Kita menemukan pintu yang terbuka.

        "Kalau kita mendapatkan pintu yang tertutup, pasti akan stress. Kita ingat kisah Lot, semalam-malaman mencari pintu tetapi tidak mendapati."

        Artinya, jika kita tergembala dengan baik, maka kita akan menemukan pintu-pintu yang terbuka, yaitu:


        • pintu sorga terbuka,
        • pintu-pintu di dunia terbuka, yaitu pintu masa depan, pintu kesehatan, pintu pekerjaan, pintu keuangan, pintu pendidikan; semuanya terbuka bagi kita.


        Pintu terbuka = TUHAN memberikan pembukaan jalan dan kita selamat.

        "Hari-hari ini kalau saya mendengar berita, ada yang mendapat proyek sekian; seolah-olah pembukaan pintu, tetapi terakhirnya tidak selamat. Mengapa tidak selamat? Karena dikejar-kejar oleh KPK. Ini berarti bukan pembukaan pintu penggembalaan yang benar."

        Selain itu, baik saat kita masuk maupun keluar, kita akan menemukan padang rumput.
        Rumput artinya:


        • secara rohani = makanan firman.
          Artinya: kehidupan kita selalu dipelihara oleh pembukaan firman, sehingga merasa puas dan ada ketenangan.

          "Di Nganjuk, ada satu jemaat yang memelihara domba. Kalau pemiliknya belum datang dan tidak membawa makanan/rumput, lalu orang lain yang datang, domba-domba itu berteriak-teriak. Tetapi kalau pemiliknya yang datang dan membawa rumput, mereka tenang."


        • Secara jasmani = pemeliharaan TUHAN untuk kehidupan jasmani kita.
          Jika kehidupan kita bisa menempatkan Yesus sebagai Kepala/tergembala dengan baik, maka kita pasti dipelihara oleh TUHAN.

          "Dalam satu istilah Jawa: 'Sak tibo malange, tansah diberkahi'. Padahal kalau sudah 'tibo' (jatuh) dan 'malang' (melintang), itu tidak enak, tetapi diberkati."


      2. Yohanes 10: 11
        10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

        Yesus sudah memberikan nyawa-Nya, artinya kita mendapat jaminan kepastian dari TUHAN.
        Hasil kedua: kita mendapat jaminan kepastian, untuk kehidupan sekarang dan masa depan; baik secara jasmani maupun rohani.

        "Mulai malam ini, kita harus jadi kehidupan yang tergembala dengan baik. Dimulai dari seorang gembala harus tergembala dengan baik. Jangan hanya melihat orangnya/figurnya! Tetapi kita harus betul-betul tergembala pada satu firman pengajaran yang benar."


      3. Yohanes 10: 14
        10:14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku

        Hasil ketiga: kehidupan kita mendapat perhatian khusus, yaitu gembala mengenal domba-domba dan domba-domba mengenal gembala.

        "Tentang mengenal dan dikenal, adalah suatu hal yang banyak orang mengaku-aku, 'Aku kenal..., aku dikenal....'. Padahal sebenarnya tidak kenal dan tidak dikenal. Kalau tidak tegembala, bagaimana mau dikenal?"

        Yehezkiel 20: 37
        20:37 Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.

        Selain mengenal dan dikenal, kita juga dihitung, artinya mendapat perhatian khusus; diperhatikan, dipedulikan, dikenal dan dihitung oleh TUHAN.


      ANTAR PENGGEMBALAAN.
      Yohanes 10: 16
      10:16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

      Dasar persekutuan antar penggembalaan adalah firman pengajaran yang benar dan persekutuannya tidak sendiri-sendiri, tetapi persekutuan dari berbagai kandang penggembalaan dan melibatkan seluruh gembala dan sidang jemaat.

      Jadi, saat kita datang bersekutu, kita diperiksa. Apa dasarnya? Mau mencari apa di dalam persekutuan?
      Jika dasar kita benar, yaitu firman pengajaran benar, maka kita menempatkan Yesus sebagai Kepala dan ada awan kemuliaan.


    • Persekutuan yang terbesar, yaitu Israel dengan kafir.
      Efesus 2: 16
      2:16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

      Ini disebut persekutuan tubuh Kristus internasional.


    Jadi, persekutuan tubuh Kristus dimulai dari dalam nikah, kemudian meningkat dalam penggembalaan dan antar penggembalaan, sampai satu waktu Israel dengan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

    Tanda persekutuan menempatkan Yesus sebagai Kepala, yaitu:


    • Diperdamaikan = tidak ada permusuhan/peperangan, iri hati, kebencian, kepahitan hati.
    • Melenyapkan perseteruan/permusuhan.
      Lukas 23: 12
      23:12 Dan pada hari itu juga bersahabatlah Herodes dan Pilatus; sebelum itu mereka bermusuhan.

      Lawan kata dari perseteruan/permusuhan yaitu persahabatan.
      Jadi, tanda persekutuan yang menempatkan Yesus sebagai Kepala adalah kita bisa bersahabat; yaitu antara suami-isteri, dalam penggembalaan, antar penggembalaan, Israel dengan kafir.

      Yohanes 15: 13
      15:13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

      Hubungan persahabatan adalah rela berkorban apa saja, bahkan sampai berkorban nyawa.
      Jika antara suami isteri tidak ada perseteruan, maka suami bisa berkorban apa saja untuk isterinya, sampai berkorban nyawa.
      Demikian juga, isteri.
      Di dalam penggembalaan, gembala bisa berkorban apa saja untuk jemaat; begitu juga sidang jemaat bisa berkorban apa saja untuk gembala.

      Juga antar sidang jemaat dan antar penggembalaan, sampai Israel dengan kafir.


  3. Matius 8: 20
    8:20 Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

    Praktik ketiga menerima Yesus sebagai Kepala: tidak boleh ada burung dan serigala.
    Selama masih ada burung dan serigala, berarti belum menerima Yesus sebagai Kepala.

    Serigala dan burung menunjuk pada dosa-dosa sampai puncaknya dosa.
    Puncaknya dosa yaitu dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan.

    SERIGALA
    Yaitu dosa/akar kejahatan = cinta akan uang.
    1 Timotius 6: 10
    6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

    Praktik cinta akan uang:


    • Praktik cinta akan uang yang pertama: meninggalkan ibadah pelayanan, hanya untuk mencari uang.

      "'Apa tidak boleh mencari uang, Om?' Boleh, mau mencari uang 24 jam sehari, tetapi jangan meninggalkan jam-jam ibadah. Kehidupan yang masih dikuasai serigala, cenderung untuk meninggalkan ibadah pelayanan, hanya untuk mencari uang. Bahkan dipas-paskan dengan saat-saat beribadah. Ini berarti serigala yang menjadi kepala. Biarlah kita semua berjuang, supaya jangan meninggalkan jam-jam ibadah."


    • Praktik cinta akan uang yang kedua: mencari uang dengan cara tidak halal.

      "Kita semua tahu, bagaimana di dalam dunia bisnis atau pemerintahan. Kita tahu mana yang salah dan mana yang benar. Yang salah, jangan! Yang bertentangan dengan peraturan atau dengan pemerintah, sama dengan tidak halal. Kalau kita paksakan, maka serigala yang menjadi kepala, sekalipun mendatangkan keuntungan."


    • Praktik cinta akan uang yang ketiga: beribadah melayani tetapi hanya untuk mencari perkara keuangan.

      "Kehidupan yang sudah beribadah melayani, menunjuk pada kami hamba-hamba TUHAN, juga pelayan-pelayan TUHAN. Yang jadi hamba TUHAN sepenuh, dulu sudah tinggalkan pekerjaan di dunia dan melayani TUHAN sepenuh, tetapi dalam melayani malah mencari perkara keuangan. Kalau tidak ada uang, pelayanannya sudah berbeda. Sekalipun sudah menjadi hamba TUHAN, serigala masih bisa menjadi kepala, sebab tujuan dalam beribadah melayani hanya untuk mencari uang."


    • Praktik cinta akan uang yang keempat: tidak mengembalikan milik TUHAN dan milik sesama.
      Milik TUHAN yaitu perpuluhan dan persembahan khusus.
      Milik sesama yaitu milik sesama yang membutuhkan.


    BURUNG
    Yaitu dosa kenajisan = dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan.


    • Dosa makan-minum: merokok, mabuk/minum minuman keras, narkoba.
    • Dosa kawin-mengawinkan: nikah yang salah.


    "Selama kehidupan itu mempertahankan nikah yang salah; maka yang menjadi kepala adalah burung. Selama kehidupan itu masih merokok, sekalipun sudah menjadi imam-imam, maka yang menjadi kepala adalah burung; belum menerima pribadi Yesus sebagai Kepala."

    Jika masih ada puncaknya dosa, maka Yesus tidak bisa menjadi Kepala. Jika masih ada dosa yang kita katakan, perbuat dan kita pertahankan, maka kita belum menerima Yesus sebagai Kepala.


  4. Ibrani 8: 1
    8:1 Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga,

    Praktik keempat menerima Yesus sebagai Kepala: kita menjadi imam-imam/pelayan-pelayan TUHAN.
    Yesus adalah Imam Besar; kepala dari imam-imam.
    Yesus menjadi Imam Besar menurut peraturan Melkisedek, bukan Harun.
    Jika menurut peraturan Harun, Yesus tidak bisa menjadi Imam Besar, sebab Yesus berasal dari suku Yehuda--sedangkan imam besar seharusnya dari suku Lewi dan keturunannya. Oleh sebab itu, Yesus menjadi Imam Besar menurut peraturan Melkisedek.

    Ibrani 7: 17, 24
    7:17 Sebab tentang Dia diberi kesaksian: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek."
    7:24 Tetapi, karena Ia tetap selama-lamanya,
    imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain.

    'imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain' = imamat Yesus sebagai Imam Besar tidak dapat digantikan oleh orang lain; sekali menjadi Imam Besar, maka Dia tetap menjadi Imam Besar. Kalau imamat imam besar Harun, jika dia meninggal, maka digantikan oleh anak-anaknya.

    Begitu juga kita, jika kita menerima Yesus sebagai Kepala, maka kita menjadi imam-imam sampai meninggal dunia atau sampai Yesus datang kedua kali, bahkan sampai selama-lamanya.
    Jadi, kehidupan yang menerima Yesus sebagai Kepala yaitu kehidupan yang beribadah melayani TUHAN sampai garis akhir, bahkan sampai selama-lamanya; tidak ada pensiunnya.

    Kalau menurut peraturan Harun, menjadi imam-imam ada batasan umurnya. Tetapi menurut peraturan Melkisedek, jabatan imam-imam adalah untuk selama-lamanya.

    Malam hari ini, mari kita berjuang. Yang sudah melayani TUHAN, jangan pernah meninggalkan ibadah pelayanan apapun yang terjadi. Mungkin dulu yang sudah pernah meninggalkan, sekarang harus kembali dan mempertahankan jabatan pelayanannya. Yang belum melayani, mari memohon kemurahan TUHAN, supaya TUHAN berikan jabatan pelayanan untuk menjadi imam-imam dan raja-raja.

    Ibrani 4: 15-16
    4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
    4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

    Hasilnya, kita mengalami 2 pekerjaan Yesus sebagai Imam Besar, yaitu:


    • Yesus turut merasakan kelemahan-kelemahan kita.
      Artinya, Ia turut menanggung beban-beban dan kelemahan-kelemahan kita.


    • Sanggup menolong kita tepat pada waktunya, sehingga kita tidak kecewa, putus asa, mengomel dan terjatuh.


    Malam hari ini, mungkin kita sudah sekian lama menghadapi masalah yang tidak kunjung selesai. Mari, ambil keputusan untuk menjadi imam-imam. Tempatkan pribadi Yesus sebagai Kepala. Maka sebentar lagi pasti akan terjadi, bahwa TUHAN akan menolong kita tepat pada waktunya.

Inilah praktik menerima Yesus sebagai Kepala. Begitu pembangunan tubuh Kristus selesai, maka ada awan kemuliaan.

Yohanes 10: 22
10:22 Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.

Perlu diwaspadai!: Saat pembangunan bait Allah selesai/penyelesaian pembangunan tubuh Kristus, justru diperhadapkan pada musim dingin.
Musim dingin artinya:

  1. Arti yang pertama: kasih menjadi dingin.
    Matius 24: 12
    24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

    Kasih menjadi dingin akan menimpa seluruh dunia. Justru saat-saat kita menempatkan pribadi Yesus sebagai Kepala, kita akan diperhadapkan pada kasih yang menjadi dingin.

    Tanda kasih menjadi dingin, yaitu terjadi pendurhakaan.
    Ada 2 tempat yang biasa terjadi pendurhakaan:


    • Dalam nikah rumah tangga, yaitu saling membenci; menimpa mulai antar saudara, anak dengan orang tua, menantu dengan mertua, suami dengan isteri.

      Matius 24: 10
      24:10 dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.

      Jika saat-saat kita menempatkan pribadi Yesus sebagai Kepala, lalu kita diperhadapkan pada musim dingin dan kita kalah--kita ada kebencian--, maka pembangunan tubuh Kristus tidak akan pernah selesai.

      Bagaimana awal orang bisa membenci? Diawali dengan prasangka buruk. Kalau prasangka buruk tidak diselesaikan, maka lama-lama akan menjadi kebencian.
      Lebih baik, jika kita sudah berprasangka dan kita terganggu , kita bertanya dengan baik kepada orang itu. Sebab kalau terus disimpan, lama-lama akan timbul kebencian. Kalau sampai timbul kebencian, maka bisa dipastikan, bahwa kehidupan itu tidak ada awan kemuliaan.

      Kita harus betul-betul waspada! Menghadapi apapun juga, jangan sampai ada kebencian! Terutama dalam nikah rumah tangga; antara suami-isteri, anak-orang tua, antar saudara, menantu-mertua. Kebencian semacam ini sudah umum bagi dunia, sebab musim dingin melanda seluruh dunia, tetapi kalau kita kena, maka kita tidak bisa ditahbiskan.
      Mari kita berusaha. Kalau terjadi sesuatu, mari, segera diselesaikan. Jangan berlarut-larut menjadi suatu kebencian, bahkan kebencian tanpa alasan!


    • Durhaka pada TUHAN,artinya:


      1. Matius 24: 11
        24:11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.

        Arti pertama: Tersesat--saat diperhadapkan antara yang benar dengan yang palsu, malah memilih yang palsu.

        Dalam surat Timotius disebutkan bahwa pada akhir zaman, banyak orang yang memalingkan telinganya dari kebenaran kepada dongeng-dongeng. Justru menolak dan tidak mau mendengar yang benar.

        Pendurhakaan/penyesatan sudah umum untuk sekarang ini.
        Dalam Matius 24: 4-5, 11, 24, penyesatan dituliskan sampai empat kali. Artinya, penyesatan memang hebat dan banyak yang tersesat.

        Kalau kita hamba Tuha, anak TUHAN sudah tahu tentang yang benar, tetapi memilih yang tidak benar, maka sudah durhaka kepada TUHAN, sekalipun ajarannya hanya berbeda sedikit.

        Di akhir hidupnya, Salomo justru beralih kepada ajaran-ajaran yang lain, karena sering mendengar isteri-isterinya.
        Adam dan Hawa, hanya satu kali mendengar suara ular, lalu melepaskan pengajaran yang benar.

        "Di akhir zaman ini, kalau kita sudah tahu yang benar dengan yang tidak benar, lalu berkata, 'Sudah tidak apa-apa, sekalipun salah, tetapi...', sudah tidak ada waktu lagi. Sebentar lagi pentahbisan Bait Allah dan kita tidak pernah diselesaikan."

        Yeremia 36: 22-23
        36:22 Waktu itu adalah bulan yang kesembilan dan raja sedang duduk di balai musim dingin, sementara di depannya api menyala di perapian.
        36:23 Setiap kali apabila Yehudi selesai membacakan tiga empat lajur, maka raja
        mengoyak-ngoyaknya dengan pisau raut, lalu dilemparkan ke dalam api yang di perapian itu, sampai seluruh gulungan itu habis dimakan api yang di perapian itu.

        Ini juga menunjuk pada musim dingin rohani. Seharusnya mendengarkan pembacaan gulungan kitab adalah menyadari dosa, tetapi yang terjadi malah mengoyak-ngoyak gulungan kitab dan melemparkannya ke dalam api. Ini pendurhakaan kepada TUHAN.
        Kita harus waspada!

        Jangan sampai kita digoyahkan oleh ajaran-ajaran lain yang tidak tertulis dalam alkitab dan tidak bisa dijelaskan dengan ayat-ayat!


      2. Arti kedua: sengaja tidak mau beribadah dan melayani TUHAN.
        Ibrani 10: 25-27
        10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
        10:26 Sebab jika kita
        sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
        10:27 Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang
        durhaka.

        Dosa tidak beribadah, dimulai dari dosa kebiasaan, yaitu biasa meninggalkan ibadah pelayanan, lalu meningkat menjadi dosa sengaja.
        Banyak dosa-dosa yang kita ketahui, tetapi seringkali kita tidak tahu, bahwa dosa tidak beribadah merupakan suatu bentuk pendurhakaan kepada TUHAN. Oleh sebab itu, malam hari ini, menjelang hari TUHAN yang semakin mendekat/menjelang pentahbisan Bait Allah, jangan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah!

        "Nanti justru banyak yang meninggalkan ibadah pelayanan. Dulu rajin, apapun yang terjadi, mungkin hujan-badai, tetap datang. Tetapi sekarang, tidak ada hujan malah cari-cari alasan supaya tidak datang ibadah. Mari, segera kembali. Jangan terus-menerus mendurhaka! Sebab jika mendurhaka, maka kehidupan kita tidak akan pernah diselesaikan."


  2. Arti musim dingin yang kedua: penderitaan daging tanpa dosa.
    Kidung Agung 2: 11-12
    2:11 Karena lihatlah, musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah lalu.
    2:12 Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah musim memangkas; bunyi tekukur terdengar di tanah kita.

    Musim dingin/penderitaan tanpa dosa ditandai dengan:


    • tidak ada bunga = tidak ada keindahan, tidak ada pengharapan,
    • tidak ada bunyi tekukur, tetapi hanya ada lagu ratapan.


    Penderitaan daging tanpa dosa, memang tidak enak bagi daging.
    Apa yang harus kita lakukan?
    1 Petrus 4: 14
    4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Saat menghadapi penderitaan daging tanpa dosa, jika kita bisa bertahan, maka di situ ada Roh Kemuliaan/ada awan kemuliaan.
    Bertahan = tidak kecewa dan mengomel sekalipun hidup tidak indah/karena menderita tanpa dosa.

    Jika ada awan kemuliaan, hasilnya:
    Kidung Agung 2: 11-12
    2:11 Karena lihatlah, musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah lalu.
    2:12 Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah musim memangkas; bunyi tekukur terdengar di tanah kita.


    • Mulai nampak bunga-bunga = menunjuk pada keindahan.
      Hidup, masa depan, pekerjaan, dan pelayanan kita menjadi indah.

      Jika sudah ada bunga, maka ada harapan untuk mengeluarkan buah. Bunga juga berarti kehidupan yang punya pengharapan dan bisa diharapkan.

      "Doakan kami, para hamba TUHAN, supaya bisa menjadi hamba TUHAN yang punya pengharapan dan bisa diharapkan. Hamba TUHAN yang bagaimana? Yaitu hamba TUHAN yang rela menderita daging tanpa dosa dan bisa bertahan dalam penderitaan daging tanpa dosa. Juga kita semua pada malam hari ini. Mungkin dalam pekerjaan, sekolah, dan bisnis kita; jika kita mampu bertahan dalam sengsara daging tanpa dosa, 'Ini benar, tetapi hasilnya sedikit', tidak apa-apa sekalipun menderita. Tetapi sebentar lagi, akan terlihat bunga. Tadinya mungkin pekerjaan tidak bisa diharapkan lagi, tetapi begitu musim dingin lewat, mulai muncul bunga, bisa diharapkan."


    • 'ada bunyi tekukur' = suara yang elok; yaitu nyanyian penyembahan/nyanyian ucapan syukur.
      Kalau kita bisa bertahan dalam penderitaan, maka kita bisa mengucap syukur dan menyembah TUHAN.
      Tetapi jika kita tidak tahan dalam penderitaan, maka tidak mungkin kita bisa mengucap syukur pada TUHAN.


    • Kidung Agung 2: 13-14
      2:13 Pohon ara mulai berbuah, dan bunga pohon anggur semerbak baunya. Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah!
      2:14 Merpatiku di celah-celah batu, di persembunyian lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu! Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!"

      Jika kita bisa bertahan dalam penderitaan daging tanpa dosa, maka ada awan kemuliaan, yaitu ada penampilan merpati.
      'merpati' adalah panggilan Salomo kepada Sulamit; panggilan mempelai pria kepada mempelai wanita.

      Ada penampilan merpati, artinya ada penampilan mempelai wanita TUHAN yang sempurna.
      Jadi, jika kehidupan kita bertahan dalam penderitaan daging tanpa dosa, maka ada Roh Kemuliaan/awan kemuliaan, sampai kita ditampilkan menjadi mempelai wanita TUHAN yang sempurna.

Apapun keadaan kita, justru saat penyelesaian, kita sudah mau mengasihi isteri kita, kita mau tunduk kepada suami kita, justru diperhadapkan pada musim dingin dan kebencian-kebencian.

Di dalam penggembalaan, saat kita mau berpegang teguh pada satu firman pengajaran benar, justru diperhadapkan pada musim dingin, yaitu banyak ajaran palsu, bahkan sampai dituliskan empat kali penyesatan.

Saat kita mau hidup benar, justru kita diperhadapkan pada penderitaan daging. 'Dulu waktu salah, aku tidak menderita. Sekarang, waktu benar malah menderita'. Mari, ini kesempatan untuk kita bisa bertahan. Jika kita bisa bertahan, maka ada Roh Kemuliaan:

  • membuat segalanya indah,
  • membuat kita bisa mengucap syukur dan menyembah TUHAN,
  • menampilkan kita menjadi mempelai wanita TUHAN yang sempurna.

Apapun yang terjadi, biarlah malam hari ini kita mohon kekuatan pada TUHAN. Kalau kita sudah merasa tidak kuat, kita pandang kurban Kristus. Yesus sudah menderita untuk kita semuanya.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 06 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top