English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 17 Mei 2011 (Selasa Siang)
Keluaran 14:27-31
14:27 Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 16 Agustus 2016 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 14:3-4
14:3 Maka Firaun akan berkata tentang...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 08 September 2009 (Selasa Siang)
Musa berpuasa di atas Gunung Sinai untuk menerima 2 hal, yaitu perintah untuk membangun Tabernekel...

Ibadah Doa Malang, 09 Juni 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-6 tentang sidang jemaat di...

Ibadah Doa Malang, 16 Mei 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:9-10
5:9 Dan mereka menyanyikan suatu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Mei 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:1
4:1 Kemudian dari pada itu...

Ibadah Kunjungan Jakarta III, 18 November 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Februari 2009 (Senin Sore)
Kebaktian Penataran Imam-Imam Surabaya IIMatius 24: 29-31
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus kedua kali.
ay....

Ibadah Doa Surabaya, 22 Oktober 2008 (Rabu Sore)
Matius 24: 26-31
= Nubuat yang ke-5; yaitu tentang kedatangan Yesus kedua kali.

Ibadah Raya Surabaya, 26 Agustus 2012 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah...

Ibadah Raya Surabaya, 11 Mei 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 26 Januari 2017 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Persekutuan di Medan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Medan II, 26 Oktober 2010 (Selasa Sore)
Wahyu 19:9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 14 September 2010 (Selasa Malam)
Kita mempelajari tentang PELITA EMAS
Keluaran 25: 37
25:37. Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu...

Ibadah Persekutan di Kartika Graha Malang I, 27 Juli 2011 (Rabu Sore)
Tema: "Mempelai datang, songsonglah Dia"
Matius 25: 6
25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

= satu-satunya berita yang dibutuhkan...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 Agustus 2016 (Senin Sore)

Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Selamat malam, salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera, kasih karunia, dan rahmat dari TUHAN Yesus Kristus yang sudah senantiasa dilimpahkan dalam kehidupan kita, akan terus melimpah memenuhi kehidupan kita sampai sempurna, sehingga kelak jika TUHAN Yesus datang kembali kedua kali, kitapun juga boleh berbahagia bersama-sama dengan Dia. Terpujilah nama TUHAN!

Markus 10: 17-23
10:17. Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
10:18. Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.
10:19. Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!"
10:20. Lalu kata orang itu kepada-Nya: "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku."
10:21. Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
10:22. Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.
10:23. Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Perikop: orang kaya sukar masuk kerajaan sorga.
Dalam injil Markus, mulai ayat 1-52 membahas tentang pakaian dan tahbisan. Ayat 16 tentang pakaian imam dan imam besar. Mulai ayat 17 tentang tahbisan.
Ditahbiskan artinya dipakai oleh TUHAN untuk melayani TUHAN.

Dalam pembacaaan kita tadi, ada orang kaya datang kepada Yesus dan bertanya tentang cara untuk mendapatkan hidup kekal/hidup sorgawi--di dalam kerajaan sorga.
Ada dua jawaban TUHAN Yesus:

  1. Ayat 19= enam hukum taurat; tentang mengasihi sesama--hubungan kasih dengan sesama manusia.
    Artinya: jawaban Yesus untuk bisa dapat hidup kekal adalah harus mengasihi sesama.

    Enam hukum taurat tentang mengasihi sesama, antara lain:


    1. Jangan membunuh= jangan ada kebencian. Membunuh = membenci. Kalau ada kebencian sedikit saja, kita tidak bisa mendapat hidup kekal--tidak bisa masuk dalam kerajaan sorga.

      1 Yohanes 3: 15
      3:15. Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

      Jadi, jangan membunuh dimulai dari tidak ada kebencian. Mari, jangan ada kebencian-kebencian dalam hidup kita. Kita beribadah, berkorban untuk TUHAN dan melayani TUHAN, tetapi menyimpan kebencian--seringkali sampai mengatakan: Sampai kapanpun tidak mau melupakan--, bahkan mungkin terlalu menyakitkan/merugikan hidup kita sampai kita menyimpan kebencian yang terlalu mendalam sampai pahit hati. Termasuk tidak boleh ada lagi iri hati dan dengki--kepahitan-kepahitan hati.


    2. Jangan berzinah = jangan ada dosa perzinahan.
    3. Jangan mencuri= jangan mengambil atau menikmati apa yang bukan jadi hak kita. Kalau bekerja--terima yang memang sepatutnya kita terima--, makanlah dari uang gaji kita, bukan dari uang perusahaan.


    4. Jangan mengucapkan dusta= tidak boleh ada dusta dalam hal apapun dalam hidup kita; menutupi sesuatu untuk menolong juga tidak boleh--tidak boleh dusta untuk kebaikan. Semua dusta itu dosa. Kalau dusta dipakai untuk menutupi sesuatu, justru menjerumuskan orang itu dalam dosa sampai maut selama-lamanya.


    5. Jangan mengingini hak sesamamu--jangan mengingini milik sesamamu--= jangan mengurangkan apa yang jadi hak sesama kita. Contohnya: kita sebagai atasan di kantor memberikan hak karyawan sepenuhnya. Jangan kita potong atau kurangi apa yang menjadi haknya! Kembalikan atau berikan hak orang lain!


    6. Hormati ayah dan ibumu= menghormati orang tua secara jasmani.


    Ini jawaban pertama dari Yesus saat orang kaya datang pada-Nya, yaitu harus mengasihi sesama seperti diri sendiri.

    Markus 10: 20
    10:20. Lalu kata orang itu kepada-Nya: "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku."

    Tentang jawaban Yesus yang pertama, orang kaya ini menanggapi bahwa ia sudah menuruti semuanya, berarti ia sudah mengasihi sesama, seperti diri sendiri. Tetapi masih ada jawaban kedua.


  2. Markus 10: 21
    10:21. Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."

    Jawaban Yesus yang kedua: untuk bisa hidup kekal harus mau ikut Yesus, sebab satu-satunya pribadi yang tahu jalan ke sorga adalah pribadi Yesus. Kita harus mengikuti Yesus, supaya Yesus menunjukkan jalan kepada kita sampai kita mendapatkan hidup kekal--sampai kerajaan sorga.

    Mau ikut Yesus= mau dipakai oleh TUHAN untuk melayani TUHAN.

    Syarat untuk dipakai TUHAN--tadi kita bicara tentang tahbisan; ditahbiskan artinya dipakai oleh TUHAN untuk melayani TUHAN--: 'juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku' = menjual semua harta, bukan sebagian.
    Artinya: harus ada penyerahan diri sepenuh kepada TUHAN; mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu yang ada di dalam hidup kita--lebih dari harta, pekerjaan, sesama dan sebagainya.

    Sudah mengasihi sesama, sudah hebat, tetapi masih ada jawaban TUHAN yang kedua, yaitu 'jual semua hartamu'; harus ada penyerahan diri sepenuh pada TUHAN.

    Markus 10: 22
    10:22. Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.

    Tanggapan orang kaya terhadap jawaban Yesus yang kedua adalah menjadi kecewa lalu pergi dengan sedih; sama dengan lebih memilih harta/perkara jasmani dari pada ikut TUHAN--berbeda dengan tanggapan atas jawaban Yesus yang pertama. Ia tidak jadi ikut TUHAN dan tidak jadi masuk sorga.

    Tidak salah kalau kita punya harta banyak, pekerjaan atau kedudukan yang tinggi, tetapi kalau kita dipakai TUHAN--melayani TUHAN--, harus ada penyerahan diri sepenuh pada TUHAN. Orang kaya ini lebih memilih uang/perkara jasmani dari pada ikut TUHAN.

Orang kaya ini memiliki banyak harta dan menuruti enam hukum Taurat--mengasihi sesama. Dalam pandangan manusia, orang ini merupakan orang yang berhasil secara jasmani dan orang yang sangat baik. Tetapi dalam pandangan TUHAN berbeda. Dalam pandangan TUHAN, ini adalah orang yang gagal total dalam keberhasilannya secara jasmani.
Mengapa? Karena tidak mau ikut TUHAN untuk dipakai oleh TUHAN dalam melayani TUHAN= tidak mau menyerahkan diri sepenuh kepada TUHAN--tidak mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu.

Ini yang kurang dan seringkali lupa. Seringkali kita puas hanya dengan berkat jasmani atau kalau sudah dipuji orang 'baik.' Tetapi kalau hanya kaya atau baik, kalau belum dipakai TUHAN, ia masih gagal di hadapan TUHAN--belum berhasil. Yang kurang--'hanya satu kekuranganmu'--adalah tidak mau ikut TUHAN; tidka mau mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu. Sudah mengasihi sesama, tetapi tidak mengasihi TUHAN, maka kasih itu tidak ada artinya--berdusta.

Kalau kita mengasihi TUHAN , kitaharus mengasihi sesama, begitu juga sebaliknya. Tidak boleh kalau hanya mengasihi sesama, tetapi tidak mengasihi TUHAN.
1 Yohanes 4: 20-21
4:20. Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
4:21. Dan perintah ini kita terima dari Dia:
Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

'Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya' = atau barangsiapa mengasihi sesama, ia harus mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu.

Mengasihi sesama, tetapi tidak mengasihi TUHAN, maka kasih itu tidak ada artinya--pendusta--; sama dengan tidak punya kasih.

Mari, yang TUHAN tekankan adalah hanya satu kekurangan kita. Yang jasmani, mungkin sudah berhasil dan baik, tetapi satu yang TUHAN tuntut, yang masih seringkali kurang, yaitu kurang menyerahkan diri sepenuh pada TUHAN; kurang mengikut TUHAN. Orang yang tidak mau mengikut TUHAN bukanlah orang yang tidak beribadah. Ia beribadah, tetapi tidak mau menyerahkan diri--tidak mau dipakai untuk melayani TUHAN; sama dengan tidak mengasihi TUHAN.

Jadi, yang punya harta lebih jangan sombong; yang belum punya harta lebih jangan minder, karena bukan yang jasmani ukuran keberhasilan di hadapan TUHAN, tetapi yang rohani, yaitu kehidupan yang mau ikut TUHAN; menyerahkan hidup sepenuh pada TUHAN untuk dipakai melayani TUHAN.
Dalam ayat alkitab dituliskan, hartanya sudah bertumpuk-tumpuk, makan dan tidurlah, tetapi kalau malam ini TUHAN mau mengambil nyawamu, mau apa? Tidak ada artinya lagi, sebab itu jangan sombong.
Kaya atau miskin, kalau tidak mau ikut TUHAN, ia sama dengan orang gagal di hadapan TUHAN, sampai puncak kegagalan adalah tidak bisa masuk dalam kerajaan sorga.

Markus 10: 22-23
10:22. Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.
10:23. Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Kita boleh punya uang--harta secara jasmani--, tetapi itu semua tidak bisa membuat kita masuk kerajaan sorga. Jawaban TUHAN: penuhi hukum taurat--kasihi sesama--dan ikut Aku--serahkan hidup sepenuh kepada TUHAN; layani TUHAN; kasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu. Tetap orang kaya ini pergi dan tidak jadi ikut TUHAN. Orang kaya dan miskin sama, kalau tidak mau dipakai untuk melayani TUHAN, ia sama dengan orang gagal di hadapan TUHAN dan tidak bisa masuk kerajaan sorga.

Perumpamaan tentang perjalanan Yesus menuju Yerusalem; keledai ditunggangi oleh TUHAN untuk masuk Yerusalem, itulah keberhasilan. Kalau belum dipakai TUHAN, sekalipun sudah didandani, hidup itu belum berhasil dan belum indah--seperti beli mobil baru, tetapi tidak pernah dipakai, tidak ada gunanya kalau belum dipakai.

"Saya dulu mengemudi mobilnya pak Wi, satu power steering, satu tidak. Goncang mobilnya, tetapi sampai. Ini perjuangan. Mungkin sederhana (tidak mewah, tidak mahal), tetapi kalau bisa mengantarkan tuannya sampai ke tujuan dan selamat, itu berguna (dipakai oleh TUHAN)."

Sekali lagi, bukan yang jasmani, tetapi yang rohani. Tidak salah kalau punya harta banyak, kedudukan tinggi, tetapi kalau belum dipakai TUHAN, masih belum berhasil. Apalagi yang belum punya apa-apa. Jangan menolak kalau TUHAN mau memakai hidup kita!

Tanda kehidupan yang tidak mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu--tidak mau mengikut TUHAN; tidak mau menyerahkan diri seepnuh pada TUHAN--: kuatir. Jawaban Yesus yang kedua: 'Juallah hartamu dan ikut Aku.' Logika mulai jalan, kalau harta dijual semua lalu mengikut dan melayani TUHAN, nanti isteri makan apa, anak makan apa? Kecewa dan ia pergi. Inilah kekuatiran.
Jadi, orang kaya juga bisa kuatir kalau tidak mengasihi TUHAN; tidak mau dipakai oleh TUHAN.

"Saya dulu tahun 2002 sudah bernazar pada TUHAN. Ada pengalaman masa lalul yang tidak baik, saya sampai hampir mati karena over dan sudah di alam tidak sadar. Saya janji pada TUHAN: 'Kalau Engkau izinkan saya hidup, saya mau jadi hamba TUHAN.' Tahun 2000 (saya di Kalimantan), om saya bilang: 'Nanti kamu pasti masuk Lempin-El.' Dalam hati: 'Ah, tidak mungkin.' Tetapi tahun 2002 ada kejadian yang menimpa saya. Akhirnya saya hidup lagi, tetapi adik saya katakan: 'Kamu jadi hamba TUHAN mau makan apa?' Saya kuatir dan tidak jadi masuk Lempin-El, kerja dulu sampai 2004. Baru 2004 saya menyerah dan mau jadi hamba TUHAN. Ada dua formulir (yang pertama dari lainnya, kedua yang dari Malang), yang pertama sudah saya isi dan mau saya kirim, tiba-tiba yang dari Malang datang. Mungkin sudah kehendak TUHAN, yang pertama dibatalkan, akhirnya yang diisi yang di Malang. Lalu saya kirim ke Malang dan bisa bertemu bapak/ibu. Luar biasa berkat TUHAN, terutama bertemu pengqajaran yang benar. Namanya orang desa, persepuluhannya banyak berupa singkong, tebu dan lain-lain. Tetapi jemaat mengerti dan dijual dulu, baru persepuluhannya untuk hamba TUHAN."

Kekuatiran ini adalah tentang:

  • Kehidupan sehari-hari: makan-minum, sandang, papan (Matius 6).
  • Masa depan.

    "Kalau nanti saya sunguh-sungguh menjadi hamba TUHAN, mau bagaimana nanti? Saya tidak pernah punya bayangan untuk menjadi hamba TUHAN. Saya dulu tidak pernah membaca alkitab. Bagaimana kalau khotbah di mimbar? Ini kuatir tentang masa depan."

    Masa depan termasuk juga jodoh. Kuatir soal jodoh, sampai soal kematian.

    "Saya sampaikan juga kepada jemaat di Ngawi. Jangan takut kalau nanti meninggal dunia, tidak usah berpikir: Nanti siapa yang menguburkan. Kalau mati pasti dikuburkan, apalagi punya KTP. Saya tanggung jawab."

Banyak kekuatiran sampai tidak bisa mengasihi TUHAN; tidak mau dipakai TUHAN; tidak mau menyerahkan diri sepenuh kepada TUHAN.
Matius 6: 31-33
6:31. Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
6:33. Tetapi
carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Praktik kekuatiran:

  1. Tidak bisa mengutamakan TUHAN lewat ibadah pelayanan kepada TUHAN. Katanya mau masuk kerajaan roga, tetapi tidak mau mencari kerajaan sorga terlebih dahulu.
    Tidak mau mengutamakan TUHAN lewat ibadah pelayanan= tidak setia dalam ibadah pelayanan; selalu terhalang--sedikit-sedikit terhalang.


  2. Tidak bisa hidup benar.
    Hidup benar dimulai dari firman pengajaran yang benar. Firman pengajaran yang benar adalah pribadi Yesus--kepala. Kalau kepalanya tidak benar--pengajarannya tidak benar--, semuanya tidak benar. Karena kuatir, hidupnya tidak bisa benar--pengajarannya tidak bisa benar.

    Contohnya kuatir: nanti dikucilkan, tidak punya teman, kalau mati hamba TUHAN tidak ada yang melayat. Mulai dari pengajaran tidak bisa benar, campur sana sini. Kemudian seluruh hidupnya tidak benar--nikah tidak benar, aktifitas pekerjaan tidak benar, sekolahnya tidak benar--, sampai langkah-langkahnya juga tidak benar, tidak bisa memuliakan TUHAN.
    Kalau hamba TUHAN kuatir, soal pengajaran pasti tidak benar. Sudah tahu mana yang benar, lalu bilang: 'Tetapi ....' dan tahu yang tidak benar, lalu bilang: 'Tetapi ...., ini kan begitu...' Akhirnya tahbisan juga menjadi tidak benar.

Mengapa tidak bisa mengutamakan TUHAN dan hidup benar? Karena mengejar perkara jasmani lebih dari yang rohani--kuatir.

"Saya dulu pertama di Ngawi jalan kaki ke mana-mana. Ada berkat, beli sepeda biasa.. nikmati saja, karena ajaran di Lempin-El (Motto di Lempin-El): Lebih baik ditolak bersama dengan pengajaran yang benar, dari pada diterima tanpa pengajaran yang benar. Lalu diberkati lagi, beli sepeda motor. Itu berkat TUHAN. Jangan kejar perkara jasmani lebih dari TUHAN!"

1 Timotius 6: 9-10
6:9. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
6:10. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Akibat kekuatiran--ingin cepat kaya secara jasmani, tetapi tidak mau mengikuti TUHAN; tidak mengasihi TUHAN--:

  1. Jatuh dalam pencobaan. Masalah terus terjadi.
    Kemudian Jatuh ke dalam jerat--pencobaan menjadi jerat atau mengikat dalam hidup kita--menjadi nafsu, sampai celaka.

    Contohnya: pegawai negeri ingin cepat kaya (tidak bisa hidup benar), lalu korupsi. Inilah jatuh dalam pencobaan, akhirnya dikejar KPK, Polisi.


  2. Tenggelam dalam dosa, yaitu dosa cinta akan uang, sampai puncaknya dosa: dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan--dosa babel.
  3. Runtuh rohaninya; gugur dari iman yang benar. Tadinya beribadah melayani TUHAN, tetapi karena kuatir, rohaninya runtuh atau gugur dari iman yang benar--tinggalkan ibadah pelayanan dan pengajaran benar untuk mengejar yang jasmani--; kehilangan keselamatan--kehilangan segala-galanya.

Sebagai contoh dalam alkitab adalah Petrus. Petrus sudah menerima panggilan dan pilihan TUHAN--dari penjala ikan diangkaat menjadi menjadi rasul; pelayan-pelayan TUHAN. Tetapi karena kuatir, setelah Yesus mati--tidak ada yang memecah-mecahkan roti; 5 roti untuk 5000 orang; 7 roti untuk 4000 orang--, akhirnya ia kembali menjadi penjala ikan ('aku pergi menangkap ikan'); kuatir tentang hidup sehari-hari, masa depan dan lain-lain.

Yohanes 21: 1-3, 7
21:1. Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut.
21:2. Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain.
21:3. Kata Simon Petrus kepada mereka: "
Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.
21:7. Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

(terjemahan lama)
21:3. Maka kata Simon Petrus kepada mereka itu, "Aku
hendak pergi menangkap ikan." Maka sahut mereka itu kepadanya, "Kami pun hendak pergi besertamu." Maka pergilah mereka itu berperahu; maka pada malam itu suatu pun tiada yang didapatinya.

'hendak' (kehendak daging)= keinginan; nafsu.
'mereka tidak menangkap apa-apa' = gagal total.
'terjun ke dalam danau'= jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa--kesegaran dunia.

Petrus kembali menjadi penjala ikan, karena kekuatiran. Kalau kuatir sudah menguasai dalam hidupnya, benar-benar muncul kehendak daging. Kalau sudah ada kehendak daging, sudah tidak peduli lagi, sudah kuat sekali kuatirnya dan tidak bisa dihalangi. Petrus ini murid paling tua.

Kaum muda, kalau sudah kuatir, hati-hati, nanti kehendak daging muncul begitu kuat dan tidak bisa dihalangi siapapun. Tidak peduli pada ibadah pelayanan, tahbisan, pengajaran yang benar dan TUHAN. Karena itu, tadi murid-murid sampai tidak kenal TUHAN yang selama ini sudah memberi makan, menuntun, mengangkat, memberkati mereka. Mereka sampai tidak mengenal TUHAN; tidak bisa melihat TUHAN, karena kuatir dan kehendak daging yang begitu kuat. Ini bahayanya kalau kuatir.

Kalau TUHAN saja tidak dikenal--tidak dipedulikan--, apalagi cuma gembala atau orang tua. Soal apapun, asalkan dapat ikan--jodoh, pekerjaan dan lain-lain--, sudah tidak peduli dengan apapun--tidak peduli benar atau salah--, tidak bisa dibatasi dan sulit untuk dikendalikan.

"Saya ingat perumpamaan di Lempin-El, ada 'persekutuan tahi kambing' Inilah kalau sudah keluar, sudah tidak menyatu dalam pengajaran yang benar, yang penting dapat ikan, tidak peduli pengajarannya benar atau tidak. Sudah tidak peduli lagi."

Yohanes 21: 15-17
21:15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
21:16. Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
21:17. Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka
sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Ayat 15= Yesus bertanya apakah Petrus mengasihi Dia lebih dari semua? Dijawab: tidak lebih.
Ayat 16= Yesus bertanya apakah Petrus mengasihi Dia (bukan lagi 'lebih mengasihi')? Jawaban Petrus: mengasihi Yesus dengan kasih sesama.
Ayat 17= Yesus bertanya ketiga kalinya kepada Petrus. Lalu sedih hati Petrus (Petrus tidak menjawab), berarti Petrus tidak mempunyai kasih.

Setelah dikoreksi lewat tiga kali pertanyaan Yesus, ternyata Petrus tidak punya kasih. Selama ini ia mengikut dan melayani TUHAN--kelihatannya saja melayani--, tetapi sebenarnya tidak punya kasih. Dalam 1 Korintus 13 segala sesuatu tanpa kasih, kosong, tidak ada faedahnya. Biarpun kita berbuat ini itu, kalau tidak punya kasih, tidak ada gunanya.

Petrus kelihatan melayani dan mengasihi TUHAN--saat Yesus di Getsemani dan mau ditangkap, ia tampil di depan memutus telinga Malkus, kelihatannya mengasihi TUHAN; kelihatannya membela pribadi TUHAN/pengajaran yang benar--, tetapi sebenarnya ia tidak punya kasih.
Kasih itu kekal. Kalau tanpa kasih, berarti tidak kekal. Petrus tinggalkan ibadah pelayanan untuk kembali mencari ikan, karena ia memang tidak punya kasih dan hidup dalam kekuatiran.

Kaum muda, kalau tidak punya kasih, tidak akan kekal. Sulit sedikit, akan kuatir dan kehendak daging yang bersuara.

Ini pelajaran yang penting bagi kita. Petrus kuatir dan hidup tanpa kasih, sehingga hidupnya gagal total dan telanjang. Kalau terus menerus hidup tanpa kasih, hidup itu akan hancur dan binasa untuk selamanya--hilang dari hadapan TUHAN dan jalan TUHAN.

Tadi, Yesus mengajukan tiga kali pertanyaan kepada Petrus. Ini menunjuk pada firman penggembalaan yang diulang-ulang lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
Inilah firman penggembalaan yang diulang-ulang pada kehidupan yang sudah gagal, telanjang dan mengarah pada kehancuran dan kebinasaan. Berarti TUHAN masih mau menolong. Kalau masih ada firman penggembalaan yang diulang-ulang, berarti TUHAN masih mau menolong kita; mau menjadikan kehidupan yang gagal dan telanjang bahkan mengarah pada kehancuran/kebinasaan, menjadi berhasil kembali dan diangkat TUHAN. Bergantung sikap kita, tinggal kita mau atau tidak. Kalau mau, kita tertolong; kalau tidak, akan hancur dan binasa. Apapun yang sudah kita lakukan, kalau sampai meninggalkan ibadah pelayanan, kita sudah mengarah kepada kehancuran.

Petrus memilih sikap yang positif--sikap Petrus terhadap tiga kali pertanyaan Yesus--, yaitu ia mau menanggapi firman; masih mau mendengar firman penggembalaan dengan sungguh-sungguh, dengan suatu kebutuhan, sampai sedih hati--pada pertanyaan yang ketiga, sedih hati Petrus.

Sedih hati= menerima tegoran firman penggembalaan, sampai sadar dan mau mengaku kesalahan, kekurangan dan dosa-dosa kita kepada TUHAN. Masih ada kesempatan untuk ditolong oleh TUHAN. Setelah pertanyaan Yesus yang ketiga kalinya, Petrus menjawab: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau."; Engkau tahu kekuranganku, kesalahanku, dosa-dosaku.

Mari, kalau hidup kita sudah ada yang mengarah pada kehancuran, sudah tinggalkan TUHAN untuk dapatkan ikan, memang dapat, tetapi malam ini, kalau mau menanggapi firman penggembalaan--sadar, menerima tegoran, mengaku kesalahan--, masih ada kesempatan untuk ditolong TUHAN dan bisa menerima kasih Allah dari sorga.

Jika kita sadar dan bisa mengaku dosa, maka kasih Allah dicurahkan dari sorga--dari tempat tinggi ke tempat yang rendah. Posisi orang yang mengaku dosa adalah merendahkan diri. Kalau kita merendahkan diri, maka kasih dari tempat tinggi akan dicurahkan kepada kita.
Tetapi, kalau selalu menolak firman--saat firman disampaikan, pertolongan TUHAN dinyatakan, tetapi ditolak--, satu waktu tidak ada lagi kesempatan untuk ditolong TUHAN.

Kalau hati masih tertuduh saat firman diberitakan, berarti masih bisa ditolong TUHAN--ada kesempatan yang besar untuk ditolong oleh TUHAN. Tetapi kalau firman disampaikan, hati tidak tertuduh lagi, berarti tidak bisa ditolong TUHAN.

Petrus mengalami. Begitu ia sadar dan mengaku, ia dapatkan kasih Allah dari sorga; kasih yang sesungguhnya adalah kasih dari sorga. Ia terima dari TUHAN.

Bukti Petrus menerima kasih Allah dari sorga: Yohanes 21: 18-19
21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

'engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki' = mengikuti kehendak daging, tidak mau mengikuti kehendak TUHAN.

Akhirnya Petrus mengikuti TUHAN. Dalam Kisah Para Rasul diceritakan bagaimana pengikutan Petrus kepada Yesus. Luar biasa!
Tadinya Petrus tidak mau salib, tetapi setelah menerima kasih, ia berani menghadapi semua--penjara, siksaan, kebencian, fitnahan.

Jadi, bukti Petrus menerima kasih Allah dari sorga:

  1. Tidak ada kekuatiran lagi, yaitu bisa mengutamakan perkara rohani--ibadah pelayanan kepada TUHAN--dengan setia, tanggung jawab, benar dan baik, lebih dari segala perkara jasmani.
    Juga berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar sekalipun harus menghadapi kebencian, fitnah, penjara, bahkan sampai kematian.

    Firman pengajaran yang benar berkaitkan dengan tahbisan. Kalau firman pengajarannya tidak benar, tahbisannya juga tidak benar.
    Petrus mati disalib dengan kepala di bawah, padahal dulunya ia takut mati/takut salib TUHAN. Begitu Yesus mengatakan: 'Aku akan mati ke Yerusalem, menderita, dianiaya.' Petrus berkata: 'Jangan TUHAN.' Inilah takut salib!

    Saat Yesus mau disalib, Petrus ditanya: Apakah engkau murid-Nya. Petrus menjawab: 'Bukan aku'--menyangkal TUHAN.

    Setelah ditinggal Yesus mati, Petrus lebih takut dan kuatir lagi, sehingga kembali menjadi penjala ikan.

    Sesudah Petrus menerima kasih dari sorga, ia sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, bukan hanya kelihatan mengasihi TUHAN--tidak kuatir lagi, dan bisa utamakan perkara rohani lebih dari perkara jasmani.

    Mari, utamakan ibadah pelayanan kepada TUHAN dengan setia, benar dan bertanggung jawab, dan pegang teguh pengajaran yang benar apapun resikonya! Tetap berpegang pada pengajaran yang benar dan jangan ditukar dengan ikan apapun. Hati-hati sekarang pengajaran asing banyak dimasukkan dalam gereja TUHAN.


  2. Kisah Rasul 3: 6-7
    3:6. Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
    3:7. Lalu
    ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.

    Bukti kedua: bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri, yaitu mengulurkan tangan untuk membantu sesama yang membutuhkan. Bukan hanya supaya kelihatan baik, tetapi sungguh-sungguuh murni, karena kasih yang diterima dari sorga.


  3. Yohanes 21: 18
    21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."

    Bukti ketiga: bisa mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu, yaitu bisa mengulurkan tangan kepada TUHAN--taat dengar-dengaran pada TUHAN sampai daging tidak bersuara--, bukan lagi kehendak sendiri. Ini sama dengan menyerahkan diri sepenuh pada TUHAN ('membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki').

    Mari, kalau kita bisa mengulurkan tangan pada TUHAN; menyerah sepenuhnya kepada TUHAN--bukan karena butuh, dulu Petrus mengulurkan tangan karena butuh, yaitu saat dia tenggelam, tetapi sekarang ia mengulurkan tangan karena benar-benar mengasihi TUHAN--, Ia pasti mengulurkan dua tangan-Nya kepada kita untuk melakukan mujizat-mujizat dalam hidup kita. Kalau ada masalah, beban berat, kesulitan hidup, kesempatan bagi kita untuk menyerahkan hidup sepenuhnya kepada TUHAN: serahkanlah diri untuk dipakai melayani TUHAN, utamakan ibadah pelayanan, pegang teguh pengajaran yang benar, mengasihi sesama dan mengasihi TUHAN. TUHAN pasti melakukan mujizat-mujizat.

    Hasilnya:


    1. Keluaran 14: 16, 21
      14:16. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
      14:21. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka
      terbelahlah air itu.

      'angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu' = taat.

      Bangsa Israel dikejar oleh Firaun dan prajuritnya, tetapi Musa mengulurkan tangan--menyerah--, dan TUHAN melakukan mujizat; laut Teberau terbelah.

      Hasil pertama: laut Teberau terbelah, artinya tangan kasih TUHAN sanggup membuka jalan keluar dari segala masalah sampai yang mustahil dan ada jalan masa depan yang indah--menuju ke Kanaan; kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Kita dipakai oleh TUHAN dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir--ada yang dipakai di depan dan ada yang dipakai mendukung dari belakang. Itulah masa depan yang indah--hidup kita menuju masa depan yang indah.

      Biar punya kedudukan, kalau tidak ke Kanaan, akan tersesat. Kalau ke Kanaan, pasti indah. Semuanya harus dipakai. Di negeri Kanaan berlimpah susu dan madu, artinya, bukan hanya dipakai, tetapi TUHAN juga menyediakan hidup berkelimpahan--berkat-berkat jasmani untuk kita dan kita bisa selalu mengucap syukur pada TUHAN.

      Otomatis, kalau ada pemakaian TUHAN ke Kanaan, maka Ia juga menyediakan hidup yang berkelimpahan.

      "Waktu saya sudah menyerah untuk masuk Lempin-El, saya berangkat dari Banyuwangi, sampai malang jam setengah tiga pagi. Waktu itu musim hujan--dingin. Saya kedinginan. Saya ketok-ketok pagar tidak ada yang buka, karena pengerjanya tidur. Padahal sorenya, gembala saya telepon ke Pak Wi, kalau saya mau datang. Pak Wi menjawab: Ya, nanti ada pengerja yang jaga di depan. Saya tunggu-tunggu dan kuatir lagi, lalu saya katakan pada TUHAN kalau sampai jam empat tidak ada yang buka, saya pulang. Tiba-tiba, jam empat kurang, ada yang buka pintu. Ternyata saya tidak boleh pulang.

      Saya berangkat dari Banyuwangi, tidak ada bayangan apapun, saya sudah menyerah kepada TUHAN dan mau bayar nazar saya kepada TUHAN. Nanti mau apa, terserah Engkau TUHAN. Tapi di Malang, saya kuatir dan takut lagi, nego lagi sama TUHAN: Kalau jam 4 pagar tidak dibuka, saya pulang. Ternyata dibuka, dan tidak boleh pulang.
      Dan TUHAN nyatakan laut Teberau terbuka; TUHAN bukakan jalan-jalan keluar; TUHAN nyatakan semuanya, TUHAN tidak menipu asal kita menyerah sepenuh pada TUHAN, kehendak TUHAN yang jadi."


    2. Matius 12: 13
      12:13. Lalu kata Yesus kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka pulihlah tangannya itu, dan menjadi sehat seperti tangannya yang lain.

      Hasil kedua: tangan yang kering hidup kembali.
      Artinya: tangan kasih TUHAN sanggup memulihkan hidup kita. Yang mati--yang kering--jadi hidup kembali. Secara jasmani: bisa berhasil kembali. Secara rohani: bisa bergerak lagi--aktif kembali--untuk melayani TUHAN dan memuliakan TUHAN.
      Sakit jadi sembuh; yang mustahil jadi tidak mustahil.


    3. 1 Petrus 5: 5-7
      5:5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
      5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat,
      supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
      5:7. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

      Hasil ketiga: tangan kasih TUHAN sanggup meninggikan kita tepat pada waktunya. Secara jasmani: jadi berhasil, indah dan bahagia pada waktunya. Secara rohani: menyucikan dan mengubahkan kita sampai menjadi sempurna, sama seperti Yesus.

      Kita masuk dalam kebahagiaan dan masuk kota Yerusalem baru. Nama Petrus tertulis di Yerusalem baru--nama 12 rasul tertulis di Yerusalem baru, salah satunya adalah Petrus. Tadinya sudah di lembah--gagal total dan telanjang--, tetapi karena mau menanggapi firman, sampai sadar dan menerima kasih Allah, ia diangkat ke tempat yang paling tinggi, itulah Yerusalem baru.

      Demikian juga kita semuanya.
      Serahkan hidup kepada TUHAN; menyerahkan hidup sepenuh pada TUHAN; mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu dan Ia pasti mengulurkan tangan-Nya kepada kita untuk mengadakan mujizat-mujizat.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top