English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Malang, 29 Agustus 2009 (Sabtu Sore)
Pembicara: Bapak Antanusa

MARKUS 13:14-17
Yang masuk...

Ibadah Raya Malang, 20 Juli 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:16
1:16 Dan di tangan kanan-Nya...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Oktober 2012 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 05 Juni 2012 (Selasa Sore)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk tentang 7 percikan darah di atas...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Juni 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:3
4:3 Dan Dia yang duduk di...

Ibadah Raya Malang, 24 Maret 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 adalah perintah untuk memberitakan injil, sama...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 06 Agustus 2009 (Kamis Malam)
Yohanes 4:23-24
Doa penyembahan yang benar harus didorong oleh kebenaran dan roh.
Kebenaran= firman Tuhan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Februari 2016 (Kamis Sore)
Siaran Langsung dari Toraja

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: Imamat yang...

Ibadah Doa Malang, 17 Maret 2015 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ada 2 kali...

Ibadah Raya Malang, 17 Mei 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:31 adalah keadaan ketiga pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu terdengar...

Ibadah Raya Malang, 21 Juli 2013 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Bayi Yesus lahir di kandang, menunjukkan pentingnya penggembalaan.
Yesus sebagai Juru Selamat.
Matius 1:21
1:21 Ia...

Ibadah Raya Surabaya, 22 Februari 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah...

Ibadah Raya Surabaya, 08 April 2018 (MInggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 09 Oktober 2012 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27:57-61 percikan darah yang...

Ibadah Kaum Muda Malang, 06 Juni 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:14 adalah NUBUAT TENTANG ANTIKRIS.

Antikris ini berdiri di...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Persekutuan di Kartika Graha Malang IV, 27 Oktober 2016 (Kamis Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah bahagia dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Kita berada pada kebaktian yang keempat, sekaligus panamatan siswa/siswi Lembaga Pendidikan El-Kitab "Kristus Ajaib" angaktan XXXVIII.

Tema: Matius 25: 6
25: 6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Satu-satunya kabar atau berita yang dibutuhkan pada akhir zaman--tengah malam--adalah kabar mempelai, untuk menghadapi:

  1. Keadaan dunia yang paling gelap, yaitu paling jahat, najis, sulit sampai tampilnya antikris berkuasa di bumi selama 3, 5 tahun.
  2. Menghadapi keadaan gereja TUHAN yang tertidur rohaninya, supaya mengalami kebangunan rohani; tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN, sampai TUHAN Yesus datang kembali ke dua kali.


  3. Menghadapi kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai, sehingga kita bisa terangkat bersama Dia selamanya.

Satu-satunya yang dibutuhkan adalah kabar mempelai. Jadi, jika siswa-siswi bisa berada di Lempin-El "Kristus Ajaib", untuk menerima kabar mempelai yang diwahyukan TUHAN--dibukakan rahasianya--kepada Pdt van Gessel, ini merupakan:

  1. Anugerah TUHAN yang besar,
  2. Suatu kepastian dari TUHAN. Jangan ragu-ragu lagi!

    Di akhir zaman, dibutuhkan kabar mempelai, sedangkan Lempin-El "Kristus Ajaib" diajarkan--menekankan--kabar mempelai. Ini suatu kepastian dari TUHAN. Tidak usah bimbang lagi! Tidak perlu tambah lain-lainnya. Sudah cukup!

Matius 24: 30-31
24: 30 Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
24: 31 Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup
sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.

Kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai ditandai dengan peniupan sangkakala terakhir yang dahsyat bunyinya, untuk menampilkan gereja TUHAN yang sempurna seperti Yesus--mempelai wanita sorga dari seluruh dunia; suku bangsa apapun.

Jadi, kabar mempelai sama dengan firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua--sama dengan kilat; cahaya Injil. Kalau belajar tentang kabar mempelai tidak akan pernah selesai, tidak akan kekurangan bahan, malah kelebihan bahan, sampai banyak yang belum kita mengerti. Harus digali terus di bawah kaki TUHAN--universitas pengalaman kematian. Tidak ada universitas lain. Terus menggali kabar mempelai sampai TUHAN datang kembali.

Kabar mempelai sama dnegan firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua; sangkakala yang dahsyat bunyinya.
Jadi, mulai dari sekarang, kita semua harus menerima atau memberitakan kabar mempelai yang diulang-ulang--bunyi sangkakala yang diulang-ulang--, itulah FIRMAN PENGGEMBALAAN DALAM KABAR MEMPELAI, untuk menyucikan dan mengubahkan kita, melepaskan kita dari dosa-dosa hari lepas hari sampai bunyi sangkakala terakhir saat Yesus datang kembali, kita akan menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita sorga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

Mulai dari sekarang kita menerima dan memberitakan kabar mempelai untuk bisa menyucikan, mengubahkan, melepaskan kita dari dosa-dosa sampai kita sempurna dan siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

Imamat 25: 8-10
25: 8 Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun.
25: 9 Lalu engkau harus memperdengarkan
bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu.
25: 10 Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan
kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.

Sangkakala juga ditiup pada tahun Yobel.
Tahun Yobel adalah tanun penebusan/tahun kebebasan/tahun pembebasan.
Jadi, sangkakala yang dahsyat bunyinya--kabar mempelai yang diulang-ulang--MENGANDUNG KUASA PENEBUSAN/KEBEBASAN bagi kita. Setiap kali kita mendengar, kita mengalami penebusan/kebebasan dari dosa, masalah dan lain-lain. Sampai nanti benar-benar bebas, yaitu berada di awan-awan yang permai.

Imamat 25: 23-25, 28
25: 23 "Tanah jangan dijual mutlak, karena Akulah pemilik tanah itu, sedang kamu adalah orang asing dan pendatang bagi-Ku.
25: 24 Di seluruh tanah milikmu haruslah kamu memberi hak menebus tanah.
25: 25 Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga harus menjual sebagian dari miliknya, maka seorang kaumnya yang berhak menebus, yakni kaumnya yang terdekat harus datang dan menebus yang telah dijual saudaranya itu.
25: 28 Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk mengembalikannya kepadanya, maka yang telah dijualnya itu tetap di tangan orang yang membelinya sampai kepada tahun Yobel;
dalam tahun Yobel tanah itu akan bebas, dan orang itu boleh pulang ke tanah miliknya."

Pada tahun Yobel, TUHAN mengembalikan apa-apa yang sudah hilang dari kehidupan kita. Pernah jual tanah--sudah hilang--, pada tahun Yobel kembali lagi. Tahun Yobel adalah tahun pembebasan, tetapi juga TUHAN SEDANG MENGEMBALIKAN APA-APA YANG SUDAH HILANG DARI KEHIDUPAN KITA.

Jadi, sangkakala yang dahsyat bunyinya--firman penggembalaan dalam kabar mempelai--mengandung kuasa kematian Yesus Mempelai Pria Sorga untuk mengembalikan apa-apa yang hilang dari kita.
Artinya: untuk mengembalikan yang hilang dari kita, Yesus harus membayar dengan nyawa-Nya--Yesus harus mati. Kalau jemaat banyak yang hilang, dengar saja sangkakala! Apa yang hilang akan dikembalikan oleh TUHAN.

Apa yang sudah hilang dari manusia?
Kejadian 3: 6-7
3: 6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
3: 7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa
mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

Buah yang dilarang oleh TUHAN untuk dimakan. Hati-hati! Mengikut atau melayani TUHAN jangan dengan logika dan panca indera. Panca indera, itu adalah logika, yang dunia tidak bisa menjangkau yang rohani. Kalau tidak sesuai firman, jangan! Kita mengikut TUHAN dengan iman. Kalau dengan iman, hanya akan melihat TUHAN--firman pengajaran yang benar; yang sesuai dengan alkitab. Kalau tidak sesuai firman, apa gunanya, hilang semuanya. Ini kesalahan kami hamba TUHAN, yaitu mengikut dan melayani TUHAN dengan logika dan panca indera. Untuk menarik jemaat, gereja dibuat seperti diskotik. Tidak sesuai firman, apa gunanya?

Ayat 7= karena pakai logika dan panca inderanya, akhirnya melawan TUHAN dan pakaiannya hilang.

Mungkin katanya bagus, tetapi setelah mencoba--melawan firman--, hilang. Akhirnya pakaiannya hilang--telanjang. Mau diberi mobil bagus, tetapi telanjang terus? Mau diberi gereja, tetapi telanjang terus? Tidak mau! Iman lebih tinggi dari pengetahuan. Biar dia dikatakan orang: bodoh, tidak punya wawasan, tidak masalah, yang penting ada iman kepada TUHAN--berpegang pada alkitab. Nanti akan diberikan yang terbaik. Memang rumusnya kematian dulu, baru bangkit dan naik ke sorga. Jangan cari yang luar biasa dulu, tetapi tidak sesuai firman, akan telanjang nanti!

Lebih baik miskin tetapi punya pakaian--tidak malu. Semakin mobilnya bagus, kalau telanjang, semakin kelihatan gilanya makin tinggi. Kita sering menggunakan logika dan panca indera, firman dibuat jadi pengetahuan, akhirnya mengarah pada duniawi, sampai telanjang.

Tetapi biarlah kita menggunakan iman. Biar kuno, tidak masalah. Dianggap kuno, tidak berkembang, kurang wawasan, seperti katak dalam tempurung, tidak masalah, yang penting berpakaian.

"Saya tetap tabah sekalipun dikatakan Lempin-El seperti katak dalam tempurung. Lebih baik, dari pada katak loncat-loncat di luar--bahaya, bisa dinjak. Lulusan Lempin-El, sungguh-sungguh, gunakan iman, bukan mata! Gunakan iman untuk memandang Yesus--pengajaran yang benar."

Saat Adam dan Hawa berbuat dosa--tidak taat; ikuti inderanya/logikanya--, mereka telanjang, sama dengan KEHILANGAN PAKAIAN KEMULIAAN--kehilangan segala-galanya.

Roma 3: 23
3: 23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Keturunannya mengikuti semua: menggunakan logika dan paca indera, sehingga melawan TUHAN--pengajaran yang benar--, sampai telanjang.
Sejak Adam dan Hawa berbuat dosa dan dibuang ke dalam dunia-dalam keadaan telanjang--, maka semua manusia di dunia juga berbuat dosa, bahkan meningkat sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum--merokok, mabuk, narkoba--dan kawin-mengawinkan, sehingga kehilangan kemuliaan Allah.

Kehilangan kemuliaan, artinya:

  1. Kehilangan pakaian kemuliaan; telanjang.
  2. Kehilangan gambar dan teladan Allah Tritunggal. Kalau gambar Allah Tritunggal hilang, yang ada adalah gambar setan.

Kejadian 1: 26
1: 26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Begitu kita meninggalkan pengajaran yang benar karena ikut logika--pengetahuan--dan panca indera--keinginan--, justru hilang semua, yaitu pakaian kemuliaan dan gambar dan teladan Allah Tritunggal.

'Kita'= Allah Tritunggal.
'menurut gambar dan rupa Kita' = gambar dan teladan Allah Tritunggal.

TUHAN menciptakan manusia menurut gambar dan teladan Allah Tritunggal, sehingga manusia dapat berkuasa atas

  1. Burung di udara (kitab kejadian)--di kitab wahyu, sudah menjadi naga merah padam (setan). Dosa itu berkembang.
    Wahyu 12: 3
    12: 3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

    Kalau ada gambar dan rupa Allah--ada pakaian kemuliaan--, setan ditaklukkan.


  2. Binatang melata di bumi atau di darat (kitab kejadian)--di kitab wahyu, sudah menjadi binatang buas yang keluar dari dalam bumi (nabi palsu).
    Wahyu 13: 11
    13: 11 Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga.

    Nampaknya seperti anak domba, tetapi begitu bicara, suaranya seperti naga. Ini palsu--nabi palsu.


  3. Ikan (kitab kejadian)--di kitab wahyu, sudah menjadi binatang buas yang keluar dari dalam laut (antikris).
    Wahyu 13: 1
    13: 1 Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.

TUHAN menciptakan kita dengan pakaian kemuliaan dan sama dengan gambar-teladan Allah, sehingga kita bisa menguasai burung, ikan, dan binatang melata, sekarang artinya bisa menguasai atau mengalahkan setan tritunggal. Ini pada awal penciptaan.

Tetapi, karena tidak taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar--perkataan TUHAN; firman yang dibukakan rahasianya--, manusia berbuat dosa, sehingga manusia kehilangan gambar dan teladan Allah Tritunggal.
Akibatnya: manusia dikuasai oleh setan tritunggal.

Kalau kehilangan gambar Allah Tritunggal, ia akan dikuasai oleh setan tritunggal, sehingga memiliki gambar dan teladan setan tritunggal. Ini yang terjadi. Dulu diciptakan sama mulia--satu gambar, satu teladan--dengan Allah Tritunggal dan mengalahkan setan tritunggal. Tetapi setelah menggunakan logika dan panca indera, akibatnya tidak taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar, berbuat dosa, dan kehilangan gambar-teladan Allah Tritunggal--dikuasai dan memiliki gambar-teladan setan tritunggal.

Logika dan panca indera sebenarnya jauh di bawah iman--kalau panca indera, melihat dulu. Kalau iman, tidak perlu melihat, percaya saja, maka bisa sembuh. Jangan ditukar dengan logika atau panca indera!

Adam dan Hawa di Firdaus sudah ditipu atau diperdaya: iman ditukar dengan logika/pengetahuan.

"Lempin-El, perhatikan! Kita iman, bukan logika pengetahuan."

Akhirnya Adam dan Hawa telanjang, dikuasai setan tritunggal dan dibuang ke bumi.

Di dalam bumi, ternyata dari zaman ke zaman ikut. Ini yang bahaya, sampai zaman kita. Justru ini sekarang melanda hamba TUHAN, pelayaan TUHAN, anak TUHAN--tadi dalam kitab kejadian terjadi pada manusia umumnya.
Hal ini--ketelanjangan, dikuasai setan tritunggal--menembusi dari zaman ke zaman terutama menimpa hamba TUHAN, pelayan TUHAN, anak TUHAN--termasuk lulusan Lempin-El Kristus Ajaib--:

  1. Zaman Allah Bapa--zaman permulaan: dihitung dari Adam sampai Abraham, sudah terjadi.
    Diwaikili oleh Kain.

    Kain ini bukan penjahat, tetapi hamba TUHAN--ia mempersembahkan korban. Habel juga hamba TUHAN. Mereka sama-sama beribadah.
    Kejadian 4: 3-5
    4: 3 Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;
    4: 4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,

    4: 5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.

    Manusia diciptakan menurut gambar dan teladan Allah Tritunggal, memiliki wajah yang mulia. Ditunjukkan oleh Yesus di atas gunung dalam penyembahan--wajah dari Allah Tritunggal bersinar bagaikan matahari.

    Tetapi setelah berbuat dosa, lihat bagaimana wajahnya Kain. Mukanya menjadi muram karena iri hati.
    Gambar dan teladan--wajahnya--Allah Tritunggal seperti matahari terik. Sedangkan setan, MUKANYA MURAM.

    Praktik muka muram:


    • Iri hati. Kalau sudah iri hati, pasti muram mukanya.
    • Kebencian tanpa alasan.
    • Membunuh hamba TUHAN lain, seperti Kain membunuh Habel. Ini adalah wajah dari antikris--binatang yang keluar dari laut.


      1. Membunuh sekarang bisa dalam bentuk perkataan--pembunuhan karakter--: lewat gosip-gosip yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hanya hamba TUHAN yang bodoh yang dengar gosip.
        Seperti lima gadis bodoh, kalau dengar gosip, malah tertidur dan tidak bangun-bangun. Hati-hati! Ini pembunuhan lewat perkataan, termasuk menjelek-jelekkan.


      2. Juga membunuh dengan perbuatan, yaitu menghambat atau menghalangi pekerjaan TUHAN yang mulia--yang benar.
        Hati-hati! Hamba TUHAN adalah pekerjaan yang benar dan mulia. Sekarang, menghambat, mengancam dan lain-lain.

        "Kemarin saya bacakan banyak pengurus gereja, bukan karena saya bukan pengurus gereja, tetapi dari dulu. Hati-hati! Mohon maaf biasanya yang punya kuasa yang mengancam. Kalau sudah mengancam mukanya berbeda. Kita saling mengasihi."

        Menghambat, mengancam, sampai nanti menganiaya dan membunuh hamba TUHAN yaitu pada zaman antikris. Dia dipakai di situ.
        Sekarang mulai dengan gosip, menjelek-jelekkan orang. Hati-hati! Mulai dari rumah tangga--hubungan suami-isteri, anak-orang tua. Banyak muka muram di sini--ini tadi Kain dan habel ada hubungan saudara. Lalu, dalam pelayanan. Kalau mukanya muram, berarti sudah tidak ingat lagi suaminya, isterinya, anaknya, orang tuanya, gembalanya. Semua dianggap musuh.


    Inilah muka muram sampai benar-benar menganiaya dan membunuh hamba TUHAN pada zaman antikris.

    Jadi, wajah muram sama dengan memiliki GAMBAR DAN TELADAN ANTIKRIS.

    Siapa sasaran dari antikris? Mengapa menjadi sasaran antikris?
    Wahyu 12: 17
    12: 17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

    'menuruti hukum Allah'= ada firman; meja roti sajian.
    'memiliki kesaksian Yesus'= ada pelita emas.
    Tetapi kurang satu, yaitu tidak ada doa penyembahan; mezbah dupa emas.

    Kalau suka gosip, pasti tidak suka dalam menyembah TUHAN. Sasaran dari antikris adalah orang yang tidak gemar menyembah TUHAN atau penyembahannya tidak mencapai ukuran, yaitu sampai daging tidak bersuara--tirai terobek. Berarti dagingnya masih bersuara. Daging bersuara yang paling keras adalah bersungut-sungut.

    Bersungut-sungut adalah tanda kalau punya iri, benci--kepahitan.
    Biarlah ktia banyak menyembah TUHAN, supaya kita kembali kepada gambar dan teladan Allah Tritunggal--dalam doa penyembahan Yesus menunjukkan gambar teladan Allah Tritunggal. Jangan gambar antikris!

    "Perhatikan Lempin-El, jangan sampai ada Kain! Kalau ada teman yang lebih baik, jangan gosip atau iri, tetapi datangi dan tanya bagaimana bisa maju--teladani. Kalau hanya bergosip, kita tidak akan bisa maju--jadi Kain; menghambat mengancam--, dan mukanya tetap muka antikris, tidak mungkin masuk Yerusalem baru."


  2. Zaman Allah Anak--zaman pertengahan: dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali.
    Diwakili oleh Hofni dan Pinehas.

    1 Samuel 2: 15-16
    2: 15 Bahkan sebelum lemaknya dibakar, bujang imam itu datang, lalu berkata kepada orang yang mempersembahkan korban itu: "Berikanlah daging kepada imam untuk dipanggang, sebab ia tidak mau menerima dari padamu daging yang dimasak, hanya yang mentah saja."
    2: 16 Apabila orang itu menjawabnya: "Bukankah lemak itu harus dibakar dahulu, kemudian barulah ambil bagimu sesuka hatimu, " maka berkatalah ia kepada orang itu: "Sekarang juga harus kauberikan, kalau tidak,
    aku akan mengambilnya dengan kekerasan."

    'mau yang mentah'= ini hamba TUHAN, maunya yang 'mentahan' saja.
    Hofni dan Pinehas memiliki MUKA BURUK. Tadinya memiliki muka seperti matahari, sekarang muka muram seperti Kain, dan muka buruk--tidak berseri lagi.

    Muka mulia, dimiliki oleh Yesus. Paling tidak, kita sekarang memiliki muka berseri--ke arah mulia.

    Praktik muka buruk:


    • Serakah--kejahatan--, yaitu hamba TUHAN yang beribadah melayani TUHAN hanya dinilai atau diukur dengan uang atau perkara jasmani.

      "Mau khotbah, 1 jam sekian. Main musik, sekian. Ini jahat! Bukan kasihan Hofni dan Pinehas, tetapi kasihan juga kita, kalau kita ukur pekerjaan TUHAN dengan uang."

      Kalau pekerjaan TUHAN diukur dengan uang, akan terjadi:


      1. Iri hati. Justru di ladang anggur--kabar mempelai--ini yang bahaya. TUHAN sudah janjikan 1 dinar, tetapi marah dan bersungut. Padahal 1 dinar merupakan kemurahan TUHAN yang bisa menembusi masa kelaparan. Bukan 5 dinar, 10 dinar atau sejuta dollar dan sebagainya, tetapi 1 dinar--upah bekerja di kebun anggur--inilah yang bisa menembusi kelaparan dan masa antikris.

        Wahyu 6: 6
        6: 6 Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

        'sedinar' = kemurahan TUHAN (dalam arti rohani).
        Pertahankan 1 dinar, sebab itu kemurahan TUHAN! Jangan dinilai dengan uang!


      2. Kalau diukur dengan yang jasmani, selain iri hati, juga bersungut-sungut. Seperti pekerja yang masuk jam 6 (pagi-pagi benar) iri hati kepada pekerja yang masuk jam 5 sore--hanya bekerja 1 jam, tetapi dapat 1 dinar. Dia lupa dengan janji TUHAN, bahwa upahnya satu dinar--padahal 1 dinar ini lebih dari berjuta-juta dinar secara uang. Dia menolak kemurahan TUHAN. Hati-hati!


      3. Kalau dapat banyak, akan bangga karena dihitung dengan uang. Ini bahaya! Ini serakah!

        "Hati-hati Lempin-El! Kalau jadi hamba TUHAN untuk dapat uang banyak, tidak cocok. Itu urusan TUHAN, yang penting ada 1 dinar, itulah kemurahan TUHAN. Makannya sama juga, hanya 1 piring."

        Biarlah kita mengukur pekerjaan TUHAN dengan kemurahan TUHAN--1 dinar. Ini yang membawa kita; jaminan kepastian sampai masa kelaparan pada zaman anitkris, kita tetap terpilihara oleh TUHAN. Kita sungguh-sungguh! Jangan tukar 1 dinar dengan apapun juga!


    • 1 Samuel 2: 22
      2: 22 Eli telah sangat tua. Apabila didengarnya segala sesuatu yang dilakukan anak-anaknya terhadap semua orang Israel dan bahwa mereka itu tidur dengan perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan,

      Hati-hati hamba TUHAN, pelayan TUHAN! Kalau bukan suami-isteri yang sah, jangan berdua-dua. Bahaya! Sebab ada jerat.

      Praktik muka buruk yang kedua: kenajisan--dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.


    2 Petrus 2: 17-22
    2: 17 Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat.
    2: 18 Sebab mereka mengucapkan kata-kata yang congkak dan hampa dan mempergunakan hawa nafsu cabul untuk memikat orang-orang yang baru saja melepaskan diri dari mereka yang hidup dalam kesesatan.
    2: 19 Mereka menjanjikan kemerdekaan kepada orang lain, padahal mereka sendiri adalah hamba-hamba kebinasaan, karena siapa yang dikalahkan orang, ia adalah hamba orang itu.
    2: 20 Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi
    terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula.
    2: 21.
    Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.
    2: 22.
    Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

    'hamba-hamba kebinasaan' = hamba kenajisan dan kejahatan.
    Hofni dan Pinehas bermuka buruk--jahat dan najis. Mereka mengajar orang--hamba TUHAN--, tetapi mereka sendiri serakah--jahat--, dan najis, ini sama dengan nabi palsu.

    "Ayat 20= saya tahu, jadi hamba TUHAN itu pengorbanan. Ada yang tinggalkan pekerjaan. Tetapi kalau sekarang menjadi hamba TUHAN lalu mau mencari uang lagi, nanti akan menjadi lebih buruk.
    Saya tinggalkan pekerjaan untuk masuk Lempin-El, saya seperti mati dan dipotong-potong. Saya sendiri mati: Aku nanti tidak punya uang. Bagaimana ibu dan adik saya? Adik saya sekolah sudah tingkat akhir, saya jadi pendeta, bagaimana? Waktu itu saya seperti dipotong-potong. Saya mau ngomong ke Ibu saya, tetapi saya tidak kuat. Lalu saya bilang ke adik saya: Saya sudah tidak bisa kirim lagi. Adik saya jawab: 'Kalau kamu tidak kirim, nanti orang lain yang kirim.' Saya menangis, tetapi senang. Coba dia merengek karena sudah hampir lulus, mungkin saya tidak jadi. Tetapi kalau sudah jadi hamba TUHAN, lalu kembali lagi cari uang, keadaannya akan jauh lebih buruk dari semula. Jadi hamba TUHAN adalah teken kontrak dengan TUHAN untuk mendapatkan 1 dinar--kemurahan TUHAN. Lempin-El harus sungguh-sungguh!"

    Ayat 21: 'Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya' = lebih baik tidak usah menjadi hamba TUHAN sepenuh. Tetap bekerja, lalu melayani zangkoor, musik, silahkan saja. Tidak ada masalah, kalau memang bukan panggilan dari TUHAN. Jangan paksa-paksa!

    "Kami rekan-rekam hamba TUHAN jangan paksa-paksa anak-anaknya. Saya kepada anak, saya doakan: 'Semoga jadi hamba TUHAN.' Dulu dia mengeluh. Tetapi dia sekarang sudah diam. Kita bergumul, tetapi jangan paksa-paksa. Kalau tidak panggilan, bahaya, berat betul."

    Ayat 22= wajah anjing dan babi adalah wajah buruk, itulah nabi palsu--kembali pada kenajisan dan keserakahan. Muka buruk seperti anjing-babi adalah GAMBAR DAN TELADAN NABI PALSU, yaitu


    • Hamba TUHAN, pelayan TUHAN yang suka berdusta.

      "Sering dalam rapat, kami hamba TUHAN tidak jelas. Itulah anjing dan babi. Bukan kita melawan, tetapi yang benar saja: kalau ya, katakan ya, kalau tidak katakan tidak. Jangan karena ini ketua, wakil, lalu tidak berani menjawab. Kita sama saja di hadapan TUHAN--sama-sama hamba TUHAN."


    • Hamba TUHAN yang mengajarkan ajaran palsu. Alkitab katakan: tidak boleh, dia katakan: boleh.
    • Hamba TUHAN, pelayan TUHAN yang mengajarkan firman pengajaran yang benar, tetapi praktiknya berbeda. Dia mengajarkan persepuluhan, tetapi dia sendiri tidak persepuluhan. Itu namanya memalsukan pengajaran--nabi palsu; anjing dan babi. Serius! Sungguh-sungguh!

      "Seringkali mengaku persepuluhan, tetapi sebenarnya memberi seperlima puluh. Seperti Ananias dan Safira. Kami hamba TUHAN diperika. Hamba TUHAN yang hebat dalam kabar mempelai seringkali seperti anjing dan babi. Jemaat tidak usah disinggung-singgung, sudah tersingung sendiri. Karena itu ajak jemaat dalam kunjungan. Dalam Keluaran 4, biarlah ibadah persekutuan ini seperti Harun bertemu Musa disertai dengan tua-tua dan jemaat, menyembah dan mujizat terjadi."

      "Ajaran dari guru saya--pdt In Juwono dan pdt Pong--, kalau mau mengadakan KKR--jadi pembicara--, tetapi tanya: mana uangnya? Apa yang dibangun? Yang dibangun adalah orangnya, bukan imannya. Inilah menara babel, bahaya! Sejak dari pengerja--tidak ada jemaat--, saya disuruh om Pong khotbah kaum muda di Kalimantan, tidak diberi tiket kapal atau hotelnya. Om Pong tes, beliau sendiri bisa khotbah untuk kaum muda. Dia tes, kalau dari TUHAN, pasti sampai. Kalau tidak sampai--tidak dari TUHAN--, beliau sendiri yang khotbah. Pulangnya tidak dikasih. Om Pong katakan: 'Kalau kamu panggilan di Surabaya, pasti kembali, kalau tidak kembali, berarti panggilan di Kalimatan.' Ini hikmat--iman--, bukan logika. Tetapi setelah diutus ke mana-mana, beliau panggil saya: 'Pak Wi, sini, kamu sudah ke Malang? Sudah ke sana?': 'Sudah.': 'Pakai apa kamu? Dari mana uangnya?' Beliau jawab sendiri: 'Dari iman ya?' Saya jawab: 'Iya.' Setelah itu baru diberi uang dan saya bisa menghadiri wisuda adik saya. Sebelumnya, saya tidak punya uang juga saat adik saya mau wisuda. Lalu om Pong beri saya."

      Kalau hamba TUHAN sungguh-sungguh, tidak mungkin TUHAN lupakan! Di dunia saja, kalau masuk tidak masuk, akan dipecat. Untung saja kita hamba TUHAN masuk tidak masuk tidak dipecat. Mari, jangan sampai tidak sesuai firman pengajaran. TUHAN tolnog kita semua.

      Wajah anjing dan babi banyak melanda hamba TUHAN.

      "Dulu di Poso ada yang berkata: Gereja sampai digantungi kepala babi. Tetapi saya katakan: 'Ya itulah gambaran, berarti banyak babi-babi. Itu bukan hinaan, tetapi peringatan dari TUHAN: Kita diciptakan sama mulia dengan TUHAN.' Jangan ada muka muram atau muka buruk.
      Kita sungguh-sungguh sudah tinggalkan
      semuanya, jangan kembali lagi ke hidup lama. Yang masih bekerja di dunia dan sudah melayani TUHAN, berat juga. Karena itu saya tidak mau kalah. Mereka berat, masih kerja, kuliah, mereka juga ibadah. Mereka bisa berusaha, apalagi kita hamba TUHAN 100%, tidak ada alasan. TUHAN tolong."


  3. Zaman Allah Roh Kudus--zaman akhir: dari kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali.
    Diwakili oleh Petrus. Ini paling hebat, tetapi paling parah.

    Matius 16: 21-23
    16: 21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
    16: 22 Tetapi
    Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
    16: 23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "
    Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

    'enyahlah iblis!'= MUKA IBLIS.
    Petrus memakai logika, akhirnya menjadi seperti iblis.
    Petrus memakai pikiran manusia, bukan memakai iman, sehingga ia menjadi sombong. Sombong sama dengan menolak salib.
    Artinya:


    • Tidak mau sengsara atau berkorban untuk TUHAN, hanya mau yang enak-enak.

      "Saya katakan: jemaat juga menjadi guru bagi saya. Saya melihat, dia masih lembur, tidak mandi, lalu masuk dalam ibadah. Luar biasa. Pulang masih kerjakan tugas. Bagaimana saya bisa bertanggung jawab kalau tidak datang? Jemaat jangan besar kepala ya? Yang jarak jauh sampai 3 jam, datang. Kalau saya tidak datang, seribu kali saya berpikir. Bersyukur pada TUHAN yang berikan jemaat jarak jauh. Tidak semuanya seperti itu. Jangan takut, lalu berkata: Nanti semua pindah. Tidak! Itu soal hati saja, yang dari kami juga ada yang pindah. Memang rumusnya begitu kalau jadi hamba TUHAN. Jadi tidak perlu takut. Itu soal hati, tidak bisa dipaksa mau bagaimanapun. Tokonya ditutup saat-saat ramai, lalu ibadah. Saya benar-benar belajar. Mari pikul salib sampai kemuliaan yang sesungguhnya."


    • Arti kedua: tidak mau mengaku dosa. Ini sombong. Sudah berbuat dosa, tidak mau mengaku dosa tetapi menyalahkan orang lain. Inilah Petrus; wajah iblis--iblis itu pendakwa. Setanlah yang nomor satu berbuat dosa, tetapi mendakwa terus. Setan memperdaya Adam dan Hawa, menyesatkan, mengajarkan ajaran lain, tetapi salahkan orang lain terus. Itu sombong.

      Juga termasuk tidak mau mengampuni dosa orang lain. Sombong! Coba kalau TUHAN juga seperti itu, sudah habis kita.


    • Dan akhirnya menyangkal TUHAN: menyangkal pengajaran yang benar--tidak setia dalam pengajaran yang benar. Tadinya bilang hebat, tetapi setelah diangkat--punya semuanya--, dia bilang: tidak benar. TUHAN tolong kita semua.

      Tidak setia dalam ibadah pelayanan juga termasuk menyangkal TUHAN.

      "Lempin-El, saya tantang terus. Setiap kali saya mengajar saya bilang: 'Siapa mau pulang?' Tetapi kalau sudah ditamatkan lalu berkata: 'Tidak benar,' itu berarti Petrus. Pernah angkatan berapa, ada satu yang mau pulang dan dibela. Saya bilang: 'Boleh, angkatan ini buyar saja, beres.' Akhirnya takut semuanya. Waktu Om Pong mau meninggal, beliau katakan kepada saya berulang-ulang: 'Kalau masih ada Lempin-El, kamu sungguh-sungguh.' Padahal beliau sendiri direktur. Tetapi beliau sudah tahu, bakal tidak ada Lempin-El. Sebab itu saya diberikan mandat. Waktu angkatan 26--masih di Jalan Johor--, saya bawa Lempine-El ke Malang. Disetujui oleh Pdt Pong--ini sudah penyerahan. Kalau di depan guru: Hebat, tetapi di luar: Apa itu? Itu munafik!"


    Inilah MUKA IBLIS.

Jadi, hamba TUHAN, pelayan TUHAN yang kehilangan gambar dan teladan Allah Tritunggal, ia memiliki gambar dan teladan setan tritunggal, seperti Kain, Hofni, Pinehas dan Petrus.

Akibatnya: bersama dengan setan tritunggal di dalam lautan api dan belerang--kehilangan segala-galanya.
Wahyu 19: 20 => antikris dan nabi palsu
19: 20 Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang.

'Keduanya dilemparkan ...' = antikris dan nabi palsu.
Wahyu 20: 10 => iblis.
20: 10 dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya."

Mari, pertahankan gambar Allah Tritunggal. Jangan sampai kehilangan gambar Allah Tritunggal!

TUHAN Yesus tidak rela kalau hamba TUHAN, pelayan TUHAN yang diciptakan-Nya hanya jadi sama dengan settan tritunggal dan binasa selamanya.

Bagaimana cara TUHAN menolong--jalan keluarnya--?

  1. Filipi 2: 8-10
    2: 8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    2: 9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan
    mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
    2: 10 supaya dalam nama Yesus
    bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

    'bertekuk lutut' = kalah.
    'yang ada di langit' = setan.
    'yang ada di atas bumi' = nabi palsu.
    'yang ada di bawah bumi' = antikris.

    Cara Yesus menolong yang pertama: Yesus taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib, sehingga mendapat nama di atas segala nama untuk mengalahkan setan tritunggal--sumber ketidaktaatan yang menguasai manusia, juga sumber dosa--, sehingga hamba TUHAN, pelayan TUHAN bisa terlepas dari setan tritunggal dan menjadi hamba TUHAN, pelayan TUHAN yang taat dengar-dengaran pada TUHAN sampai daging tidak bersuara.

    Inilah caranya. Tidak ada yang lain. Sebab itu tadi, di dalam sangkakala ada kuasa kematian Yesus untuk mengembalikan segala yang hilang.

    Ukuran keberhasilan menjadi hamba TUHAN, pelayan TUHAN adalah ketaatan. Bukan gereja besar atau kecil, uang banyak atau uang sedikit, itu keberhasilan dunia. Ayat mengatakan: Bukan yang berseru TUHAN...TUHAN yang masuk kerajaan sorga, tetapi orang yang melakukan kehendak-Ku. Sekalipun pelayanannya hebat--aku bernubuat; menyampaikan firman, aku menegusir setan-- kalau tidak sesuai firman--tidak taat--, akan dienyahkan oleh TUHAN--enyahlah, Aku tidak mengenal engkau. Harus taat dengar-dengaran!
    Seperti Hawa, mau seperti TUHAN, tetapi tidak taat--tidak sesuai firman--, akhirnya telanjang.

    Mari kembali kepada ketaatan! Kehilangan kita adalah ketaatan. Kita seringkali tidak taat pada firman pengajaran yang benar. Seringkali masih ragu, masih mendiskusikan.

    "Banyak orang menelepon saya untuk mengajak seminar. Saya katakan: 'Tidak ada seminar! Yang ada Ibadah persekutuan.' Saya tidak mau seminar, karena saya yakin kabar mempelai ini sudah benar. Sudah 80 tahun. Terbukti! Ajaran lain hanya bertahan berapa lama? Apa yang diragukan? Maaf hamba TUHAN, mungkin agak keras suara saya kalau katakan: 'Tdiak ada seminar.' Kalau seminar, itu diskusi, cari yang salah dan benar. Kalau seperti itu kapan praktiknya? TUHAN datang, baru mau praktik, terlambat. Sekarang sudah harus yakin dan harus dipraktikkan. Itu berarti sudah kembali pada TUHAN."

    Filipi 2: 11
    2: 11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan, " bagi kemuliaan Allah, Bapa!

    Kalau sudah taat sampai daging tidak bersuara buktinya adalah lidah mengaku Yesus. Artinya:


    1. Mengaku dosa. Orang taat itu mengaku dosa--kalau salah mengaku. Orang tidak taat, begitu salah dan telanjang, bukannya mengaku, tetapi:


      1. Menutupi dengan daun seperti Adam dan Hawa.
      2. Saat ditanya TUHAN: 'Adam apakah engkau memakan buah yang dilarang?' Semestinya jawabannya: 'Ampuni!' Sudah beres. Tetapi jawabannya: 'Perempuan yang Kau tempatkan ....'

        Inilah orang tidak taat; tidak pernah mengaku dosa. Dia yang berbuat dosa, malah menyalahkan orang lain dan TUHAN--salahkan pengajaran.


      Kalau taat, lidah bisa mengaku dosa pada TUHAN dan sesama dengan sejujur-jujurnya, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Kalau taat, berarti di rel dan tidak akan jatuh. Kalau tidak taat, akan miring dan jatuh.

      Kembali pada ketaatan!


    2. Yang kedua: lidah mengaku Yesus artinya bersaksi tentang kebenaran, bukan diskusi atau gosip. Apa yang sudah kita alami, kita saksikan. Orang taat itu bersaksi.

      "Saya diajar guru saya: Jangan berhutang! Saya praktik. Waktu terbentur dalam bangunan, disuruh ambil dulu, bayar nanti. Tetapi saya tidak mau, dan ternyata TUHAN limpahkan. Saya setor semua uang, tidak beli sepatu dan lain-lain. Setelah terakhir saya telepon, saya ambil 1 meter dan seterusnya, setelah selesai ternyata uang saya lebih. Biar ada profesor katakan: Bisa pakai uang ini dulu. Saya tidak mau karena sudah menjadi praktik dan saya akan bersaksi. Ini bukan sombong, tetapi bukti kalau taat--praktik--, kita bisa bersaksi."


    3. Yang ketiga: lidah mengaku Yesus, artinya kita bisa menyembah TUHAN--mengucap syukur--: Hanya karena Engkau, TUHAN.


    Mari, kita taat sampai mulut mengaku dosa, bersaksi dan hanya untuk menyembah.

    Kalau bergosip dan lain-lain, itu adalah orang yang tidak taat. Kalau taat, akan bersaksi.

    "Kecuali kalau saya yang berubah, jangan panggil: guru--jangan anggap guru--lagi. Silahkan! Tetapi kalau murid-murid yang berubah, jangan maju saat Alumni Lempin-El dipanggil."


  2. Yesaya 52: 13-14
    52: 13 Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
    52: 14 Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia--
    begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi--

    'Bukan seperti manusia lagi'= bermuka anjing, babi, dan setan. Untuk apa? Untuk menanggung wajah-wajah kita di atas kayu salib dan Dia pancarkan sinar matahari kepada kita.

    Cara Yesus menolong yang kedua: lewat kurban Kristus. Tidak ada lagi cara lain!

    Kalau mau kembali yang sudah hilang: taat kepada pengajaran--jangan diragukan-, dan kembali pada kurban Kristus!
    Yesus yang berwajah mulia--bersinar bagaikan matahari--rela menjadi buruk--seperti anjing, babi, setan--di kayu salib untuk menanggung segala dosa kita dan memancarkan sinar kemuliaan kepada kita semua. Ada firman pengajaran dan perjamuan suci; ada kesempatan untuk kembali pada TUHAN.

    Apa yang sudah hilang, bisa dikembalikan lagi.

    "Lempin-El, menjadi hamba TUHAN jangan ikut-ikutan, tetapi lihat yang benar. Kalau bilang: sama saja itu bukan hamba TUHAN."

    Hasilnya:


    1. Mazmur 84: 12
      84: 12 Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.

      (terjemahan lama)
      84:12. Karena Tuhan Allah bagaikan matahari dan perisai; Tuhanpun akan mengaruniakan anugerah dan kemuliaan, tiada Ia akan menahankan kebajikan dari pada orang yang berjalan dengan tulus hatinya.

      'kasih dan kemuliaan' = anugerah dan kemuliaan (dalam terjemahan lama).
      'orang yang hidup tidak bercela' = jujur (dalam terjemahan lama); tulus.

      Jadi, kalau kita taat dan tulus, kita akan bersama Allah Tritunggal.

      Hasil pertama: matahari sama dengan kemurahan dan kebaikan TUHAN yang disinarkan kepada kita, sehingga setiap langkah hidup kita--denyut nadi kita--adalah langkah kebajikan dan kemurahan TUHAN--sekalipun kita ada di lembah, tidak masalah. Sekalipun ada di lembah yang gelap, kalau matahari masih bisa masuk, di sana ada kehidupan dan pertolongan.

      Mari saat ini, di lembah mana kita berada? Kalau ada sinar matahari--kemurahan kebajikan TUHAN--, langkah-langkah hidup kita adalah langkah mujizat dari TUHAN. Ini adalah kunci Daud; kerberhasilan Daud.

      Mazmur 23: 6
      23: 6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

      Setiap denyut nadi adalah kemurahan kebajikan TUHAN. Kalau sudah susah--putus asa--hirup nafas dan hembuskan, masih ada kemurahan kebajikan TUHAN--ada mujizat TUHAN. Begitu juga kalau bangga dengan sesuatu, semua dari kemurahan dan kebajikan TUHAN. Kita tidak akan pernah jatuh.

      Tidak usah bingung apa-apa, cukup taat dan tulus. Itu sudah bersama dengan Allah.

      Jadi hamba TUHAN, banyaklah hirup nafas. Itu saja kuncinya. Semua dari kemurahan dan kebajikan TUHAN.

      Mazmur 136: 1-4
      136: 1 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
      136: 2
      Bersyukurlah kepada Allah segala allah! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
      136: 3
      Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
      136: 4 Kepada
      Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

      (terjemahan lama)
      136:4. Akan Dia, yang sendiri berbuat segala ajaib yang besar-besar, karena kemurahan-Nya itu kekal selama-lamanya.

      'kasih setia-Nya' = kemurahan-Nya (dalam terjemahan lama).

      'Bersyukurlah kepada TUHAN' => diulangi tiga kali, menunjuk pada Allah Tritunggal.
      Seorang diri di kayu salib, Dia memancarkan sinar kemuliaan untuk melakukan mujizat-mujizat.

      "Lempin-El, jangan bergantung pada siapapun! Jangan lihat siapapun! Dia Seorang Diri mampu--tidak usah andalkan orang lain--untuk mengadakan mujizat di tengah kita sekalian, yaitu yang mustahil jadi tidak mustahil. Kita ada masalah masing-masing."

      "Jangan pikir saya di kota sudah enak. Kami mau memperluas gereja, butuh 3 milyar. Tetapi ini bukan minta. Tetapi saya percaya, Seorang Diri, Dia bisa. Biasanya saya cari orangnya sulit. Tetapi sekarang dia yang SMS mau kirim suratnya. Ini salah satu berkat KKR bagi saya. Jangankan untuk bayarnya, baru urus orangnya saja susah. Kalau di desa, uang 3 milyar bisa beli satu desa, di kota hanya dapat 900 meter. Sama kita. Yang penting, baik di desa atau di kota kita andalkan Dia seorang diri di kayu salib. Yang mustahil jadi tidak mustahil."


    2. Mazmur 84: 12
      84: 12 Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.

      Hasil kedua: matahari sama dengan perisai--perlindungan. Di lembah apapun, Dia sanggup melindungi kita.

      Matius 10: 30=> penganiayaan yang akan datang dan pengakuan akan Yesus.
      10: 30 Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya

      Ini bicara tentang zaman antikris. Ini lembah, kita benar-benar dihadapkan pada antikris--kesulitan, kenajisan, kejahatan, aniaya--tetapi satu rambutpun tidak dibiarkan oleh TUHAN.

      Sinar kemurahan kebajikan TUHAN sanggup melindungi kita sampai sehehlai rambut tidak hilang--sekalipun kita kecil, tidak berdaya, ada di lembah, hina, tidak dlihat orang--satu rambut--, tetapi Yesus mau melindungi dan memelihara kita dari celaka marabahaya sampai antikris.

      Tidak dilihat oleh manusia tidak apa-apa, asal dilihat oleh TUHAN. Untuk apa dilihat 1000 orang, tetapi tidak dilihat TUHAN? Tidak ada artinya.
      Petrus hebat, tetapi saat ia menyangkal, Yesus tidak melihat dia. Untung ada ayam berkokok--firman--, baru Yesus berpaling untuk melihat Petrus.
      Kalau ada firman, Yesus akan kembali melihat kita pada saat ini.
      Sekalipun kita bagai sehelai rambut, Dia akan melindungi dan memelihara kita sampai hidup kekal selamanya.


    3. Mazmur 84: 12
      84: 12. Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.

      Hasil ketiga: matahari dan kemuliaan TUHAN; sinar kemuliaan TUHAN untuk mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani--dari wajah anjing, babi, dan setan menjadi wajah Allah Tritunggal.

      Buktinya: TAAT DENGAR-DENGARAN DAN TULUS HATI--JUJUR--, TERMASUK PERCAYA. Itu saja!

      Jujur, taat, dan percaya, apa yang hilang bisa didapat kembali.
      Contohnya: anak bungsu, sudah meninggalkan ladang bapa, dan sampai di ladang babi--hilang semua; kekayaan dan keselamatannya hilang. Tetapi dia ingat lewat makanan. Karena itu makanan harus diulang. Kalau ada jemaat ada yang terhilang, besok-besok dia bisa ingat akan makanan itu: dulu firman diulangi, jangan lari dari TUHAN, aku mau kembali.
      Si bungsu kembali dengan kejujuran: 'Saya tidak layak jadi anak, saya mau jadi hamba.' Hamba itu taat dengar-dengaran. Dan bapanya katakan: 'Apa yang hilang telah ditemukan kembali.' Ini kemuliaan TUHAN.

      Lukas 15: 16-20, 22-24
      15: 16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
      15: 17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang
      berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
      15: 18
      Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
      15: 19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa;
      jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
      15: 20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
      15: 22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari
      jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
      15: 23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
      15: 24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali,
      ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.

      Yang mengingatkan--mendekatkan--kita pada TUHAN adalah makanan. Karena itu tugas gembala adalah memberi makan domba-domba.
      TUHAN bertanya kepada Petrus: Simon adakah engkau mengasihi Aku? Gembalakanlah domba-domba Ku--beri makan domba-domba Ku. Nyanyian penting, tetapi makanan dulu yang utama.

      'Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa' = jujur--tulus. Mengaku semuanya.
      'jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa'= taat; namanya orang upahan--budak belian--itu taat.
      'Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya'= setelah itu, pakaiannya dikembalikan--tadinya ia sudah telanjang.

      Jujur, percaya dan taat, yang hilang bisa didapat kembali; yang mati bisa bangkit. Apa yang sudah hilang? Mungkin pelayanan, jemaat, secara ekonomi dan lain-lain. Jujur, taat, dan percaya! Dia mampu menolong kita.

      Sampai kita mendapatkan jubah--pakaian matahari; pakaian mempelai--, cincin meterai--mahkota dua belas bintang--, sepatu; alas--bulan di bawah kaki; penebusan.
      Kita disinari terus, apa yang hilang dikembalikan; yang mati bangkit. Kita terus diubahkan, sampai satu waktu kita menjadi mempelai wanita (Wahyu 12: 1); kita punya pakaian matahari, mahkota dua belas bintang--cincin meterai--, dan bulan di bawah kaki--kasut; alas kaki--, kita menjadi sempurna seperti Dia dan layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Mari, sungguh-sungguh, ada kemurahan dan kebajikan TUHAN. Biar di lembah apapun, tarik nafas, hembuskan. Masih ada sinar matahari. Masih ada pertolongan TUHAN bagi kita semua.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top