English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 15 April 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:4-8
7:4 Dan aku mendengar...

Ibadah Raya Malang, 26 Juni 2016 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Mazmur 23:1,6
23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:6 Kebajikan dan kemurahan...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Juli 2009 (Rabu Sore)
Pembicara: Sdr. Budiman Tampubolon Matius 24: 32-33
Kedatangan Yesus kedua kali sudah dekat waktunya dan sudah diambang...

Ibadah Doa Surabaya, 31 Agustus 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 30-35
26:30. Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.
26:31. Maka berkatalah Yesus kepada mereka:...

Ibadah Doa Malang, 23 Agustus 2016 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:5
4:5...

Ibadah Doa Malang, 09 Desember 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2:9
2:9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu...

Ibadah Doa Malang, 08 Maret 2011 (Selasa Sore)
Matius 26 menunjuk tentang BULI-BULI EMAS BERISI MANNA.

Matius 26:1-5 menunjuk tentang...

Ibadah Raya Surabaya, 22 Juli 2012 (Minggu Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Raya Surabaya, 10 Mei 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 31
= terdengar tiupan sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan gereja Tuhan dalam kemuliaan...

Ibadah Doa Malang, 09 Oktober 2012 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27:57-61 percikan darah yang...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Februari 2019 (Jumat Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Kaum Muda Malang, 18 April 2009 (Sabtu Sore)
Dalam Markus 13 ada 7 nubuatan, yaitu segala sesuatu yang akan terjadi di akhir zaman.

Ibadah Kaum Muda Malang, 11 April 2009 (Sabtu Sore)
Dalam Markus 13 ada 7 nubuatan, yaitu segala sesuatu yang akan terjadi di akhir jaman....

Ibadah Doa Malang, 19 Mei 2015 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita...

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 30 Maret 2018 (Jumat Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Persekutuan I di Square Ballroom Surabaya, 02 April 2019 (Selasa Malam)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Tema: Wahyu 22: 20
22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

'Ya, Aku datang segera!'= Tuhan Yesus sudah siap sedia untuk segera datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Kepala--Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga--di awan-awan yang permai.
'Amin, datanglah, Tuhan Yesus!'= kesiapan dari gereja Tuhan yang sempurna--isteri; mempelai wanita sorga--untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, sehingga terjadi pertemuan di udara, kita masuk perjamuan kawin Anak Domba (Wahyu 19: 9).

Wahyu 19: 9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Alkitab dibuka dengan nikah jasmani yang sudah hancur, tetapi ditutup dengan nikah rohani antara Kristus dengan sidang jemaat.
Sesudah itu kita masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang) (Wahyu 20), dan Yerusalem baru, kerajaan sorga kekal selamanya (Wahyu 21-22).

Kita bicara tentang persiapan-persiapan.
Bagaimana PERSIAPAN Yesus? Ia harus datang ke dunia untuk mati di kayu salib, kemudian bangkit dan naik ke sorga dalam kemuliaan--menjadi Mempelai Pria Sorga dan raja segala raja untuk menyediakan tempat bagi kita. Sesudah itu Dia segera datang kembali kedua kali.

Wahyu 22: 18-19
22:18. Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
22:19. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."

PERSIAPAN dari gereja Tuhan adalah mendengarkan firman nubuat.
Bayangkan, Yesus harus mati, tetapi persiapan kita sederhana yaitu mendengar firman nubuat.

Ada dua macam pemberitaan firman yang diteladankan oleh Yesus dan diajarkan oleh rasul Paulus:

  1. Efesus 1: 13
    1:13. Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    Amsal 25: 25
    25:25. Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh.

    Orang berdosa bagaikan orang haus di padang gurun, yang hanya butuh air seteguk. Itulah kabar baik.

    Yang pertama: Injil keselamatan; firman penginjilan; susu; kabar baik, yaitu firman Allah yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia sebagai satu-satunya manusia yang tidak berdosa, tetapi harus mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa.

    Bukti kita diselamatkan:


    • Percaya--iman kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat.
    • Bertobat; mati terhadap dosa.
    • Lahir baru dari air dan Roh--baptisan air dan Roh Kudus. Kita menjadi bayi rohani; tidak berbuat dosa; sama dengan hidup dalam kebenaran sehingga kita selamat dan diberkati.


    Inilah pekerjaan dari Injil keselamatan. Tetapi masih bayi. Untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali harus didewasakan. Perlu pemberitaan firman yang kedua.


  2. 2 Korintus 4: 3-4
    4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Matius 25: 6
    25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

    Yang kedua: cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus; kabar mempelai; makanan keras; firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yaitu firman Allah yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga untuk menyucikan--mendewasakan--orang-orang yang sudah selamat dan diberkati Tuhan, sampai sempurna--dewasa penuh--seperti Dia; sama dengan menjadi mempelai wanita sorga yang sempurna dan siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali, untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru.

    Inilah yang disebut dengan firman nubuat.

Jadi ada penginjilan, tetapi juga ada pengajaran.
Penginjilan menjadikan kita bayi-bayi rohani, tetapi tidak cukup untuk berada di awan-awan saat Yesus datang kembali. Oleh sebab itu harus ada pemberitaan firman pengajaran untuk menyucikan--mendewasakan rohani kita.
Kedewasaan bukan diukur dari berapa lama ikut Tuhan, tetapi dari kesucian.

Jadi, persiapan kita untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali adalah mendengar firman nubuat, itulah kabar mempelai; firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
Firman nubuat= firman yang memberitakan tentang segala sesuatu yang belum terjadi tetapi pasti terjadi terutama tentang penghukuman atas dunia dan kedatangan Yesus kedua kali.

Sikap terhadap firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua:

  1. Wahyu 22: 18-19
    22:18. Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
    22:19. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."

    Sikap yang negatif: menambah dan mengurangi firman.
    Sikap terhadap firman menentukan bagaimana nasib kita.

    Jangan menambah dan mengurangi firman; sama dengan jangan merubah firman nubuat/firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
    Contoh kehidupan yang menambah dan mengurangi firman:


    • Hawa.


      1. Kejadian 2: 16
        2:16. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

        Kejadian 3: 2
        3:2. Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,

        Hawa mengurangi kata 'bebas'.
        Artinya: pemberitaan firman Allah tanpa kebebasan dari Roh Kudus, sehingga terikat waktunya, isinya, sehingga sidang jemaat tetap terikat dalam dosa-dosa; tidak pernah mengalami pembebasan dari dosa.

        Kalau terikat oleh waktu untuk ibadah, pasti terikat oleh dosa.


      2. Kejadian 2: 17
        2:17. tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

        Kejadian 3: 3
        3:3. tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

        Hawa menambah kata 'raba'.
        Artinya: firman Allah ditambah dengan lawak, dongeng, ilustrasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, sehingga emosi sidang jemaat diraba oleh pendeta, bukan Tuhan.
        Contoh: Simson disuruh melawak di kuil Dagon, dan tiga ribu orang mati. Kalau melawak, itu bukan di Bait Allah tetapi di kuil Dagon.

        Angka 3000 menunjuk pada ruangan suci dan ruangan maha suci. Tiga ribu mati, berarti tidak bisa suci dan sempurna.

        Minta urapan Roh Kudus supaya tidak mengantuk saat mendengarkan firman Tuhan. Rasul Paulus menyampaikan firman sampai fajar menyingsing, yang mengantuk hanya satu orang karena ia duduk di jendela, dengar sana-sini sehingga mati rohaninya.

        Hatinya tidak pernah dijamah oleh Tuhan sehingga tidak pernah suci; sidang jemaat tetap menjadi manusia darah daging yang berbuat dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin mengawinkan (percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, hubungan sejenis, nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan).
        Hati-hati antar pelayan Tuhan! Jaga kesucian!


      Akibatnya: manusia diusir dari Firdaus.


    • Sepuluh pengintai--gambaran dari laki-laki, suami, gembala.
      Bilangan 13: 27-28
      13:27. Mereka menceritakan kepadanya: "Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya.
      13:28.
      Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.

      Suami, gembala sudah mengalami firman pengajaran yang benar; sudah menjadi pengalaman hidupnya, benar-benar diberkati--'memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya'--, tetapi sayang, seringkali ditambah kata 'hanya'.
      Artinya: bersandar pada suara, perasaan, dan logika daging.

      "Saya dulu dipanggil guru agama saat masih menjadi guru di sekolah. Dia bertanya: Bapak percaya jalan satu-satunya ke sorga lewat Yesus?: Iya: Oh bapak tidak baca ini itu. Saya lari. Kalau tidak lari, saya tidak ada di sini. Sungguh ini terjadi."

      Jangan mendengar yang salah! Bahaya! Hawa satu kali mendengar suara ular, dan habis, tidak sadar sudah menambah dan mengurangi firman.

      Bilangan 13: 32
      13:32. Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: "Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.

      Sudah makan anggur dan minum susu--sudah dapat gereja dan lain-lain--tetapi memberikan kabar busuk. Bayangkan! Kabar mempelai ditambah suara lain yang tidak sama dengan firman nubuat (suara ular atau suara daging), akan menjadi kabar busuk.

      Akibatnya: mereka kehilangan Kanaan, sekarang gambaran dari kehilangan kerajaan sorga yang kekal.


    • Pada akhir zaman dinubuatkan oleh Tuhan, akan terjadi lagi, hamba/pelayan Tuhan menambah dan mengurangi firman nubuat, sehingga menjadi kabar busuk. Gereja Tuhan tetap menjadi manusia darah daging yang dicap 666--yang dipikirkan hanya daging semata sampai rela mengorbankan perkara rohani.
      Contoh: Esau.

      Dicap 666= perempuan bungkuk delapan belas tahun di Bait Allah; menjadi seperti antikris.

      Manusia darah daging hanya berbuat dosa dan puncaknya dosa, yang mengarah pada perempuan Babel, mempelai wanita setan.
      Akibatnya: ketinggalan saat Yesus datang kembali; tidak bisa berseru: 'Amin, datanglah Tuhan Yesus!'--kehilangan Firdaus sampai Yerusalem baru; binasa untuk selamanya.


  2. Sikap yang positif: kita harus mendengar firman nubuat, berpegang teguh pada firman nubuat dan mempraktikkannya dalam setiap hidup kita, sehingga kita disucikan dan disempurnakan, untuk menjadi mempelai wanita sorga yang sempurna, siap untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

    Wahyu 22: 18
    22:18. Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.

    Harus mendengar firman pengajaran yang benar! Kalau mendengar ajaran lain, pasti akan merosot semuanya, tidak mungkin tidak; tidak pernah maju-maju.

    Harus tegas, pegang teguh pengajaran yang benar dan praktikkan dalam hidup kita, sehingga kita semakin disucikan sampai sempurna.
    Kalau kita disucikan dan diubahkan, semua akan terangkat baik jasmani maupun rohani.

Dua macam pemberitaan firman Allah sama dengan dua macam makanan rohani, yang akan menimbulkan dua macam kegerakan rohani yang besar:

  1. Injil keselamatan; firman penginjilan yang menghasilkan kegerakan Roh Kudus hujan awal--kegerakan dalam firman penginjilan--untuk menjangkau orang-orang di luar Yesus--mulai dari loteng Yerusalem.
    Kisah Rasul 1: 8
    1:8. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

    Arah firman penginjilan dari mulai Yerusalem, karena ditolak ke Yudea, Samaria, sampai ke ujung bumi--banyak disebutkan ujung bumi adalah Papua karena (maaf) masih banyak suku primitif.

    Kisah Rasul 13: 45-47
    13:45. Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu, penuhlah mereka dengan iri hati dan sambil menghujat, mereka membantah apa yang dikatakan oleh Paulus.
    13:46. Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi
    kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.
    13:47. Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi."

    Sebenarnya Injil keselamatan merupakan kasih Tuhan hanya untuk menyelamatkan bangsa Israel yang hilang; domba yang terhilang.
    Tetapi karena sebagian Israel menolak bahkan menghujat, maka bangsa kafir mendapat kesempatan dan kemurahan Tuhan untuk bisa diselamatkan.

    Hati-hati! Kalau pengajaran benar dikatakan salah atau pengajaran salah dikatakan benar, itu sama dengan menghujat.

    Yesus mati dengan empat luka utama--dua di tangan dan dua di kaki--, itulah kasih Tuhan kepada umat Israel.
    Luka kelima Tuhan di lambung adalah kemurahan-Nya bagi bangsa kafir.

    Roma 11: 25-26
    11:25. Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.
    11:26. Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.

    'bangsa lain'= bangsa kafir.


  2. Firman pengajaran yang benar menghasilkan kegerakan Roh Kudus hujan akhir, yaitu kegerakan dalam firman nubuat--kabar baik ditingkatkan menjadi kabar mempelai.

    Matius 24: 27
    24:27. Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.

    Penginjilan membutuhkan waktu sampai ribuan tahun, tetapi pengajaran secepat kilat sehingga banyak yang ketinggalan.
    Karena itu sekarang ada siaran internet, begitu cepat secara jasmani, digunakan untuk menyebarkan kabar mempelai. Dosa begitu cepat lewat internet, karena itu kabar mempelai juga harus cepat.

    Arahnya: dari timur ke barat--ujung bumi (bangsa kafir) ke negara-negara barat, kembali ke Samaria, Yudea, dan Yerusalem, bahkan Yerusalem baru.

    Roma 11: 30-31
    11:30. Sebab sama seperti kamu dahulu tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan mereka,
    11:31. demikian juga mereka sekarang tidak taat, supaya oleh kemurahan yang telah kamu peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan.

    Kegerakan Roh Kudus hujan akhir juga merupakan kegerakan dalam kemurahan.
    Dalam kegerakan ini bangsa kafir membawa kemurahan Tuhan yang sudah dia terima yaitu keselamatan--kabar baik--dan terutama kabar mempelai kepada bangsa Israel, bahkan Yerusalem baru. Israel menerima Yesus yang datang kembali kedua kali, sehingga Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga yang siap untuk masuk Yerusalem baru.

Jadi persiapan kita untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali adalah kita harus masuk kegerakan Roh Kudus hujan akhir, itulah KEGERAKAN KEMURAHAN TUHAN yang kita bawa kepada bangsa Israel sampai menjadi satu tubuh Kristus; sama dengan kita harus HIDUP DALAM KEMURAHAN TUHAN.

Praktik hidup dalam kemurahan Tuhan:

  1. Roma 2: 4
    2:4. Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?

    Praktik pertama hidup dalam kemurahan Tuhan: bertobat= berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan.

    "Saya banyak diprotes: Pak Wi itu bukan kabar mempelai, khotbahnya tentang bertobat terus. Kalau tidak bertobat bagaimana bisa jadi mempelai?"

    Mari, kita sering jatuh dalam dosa apa? Ada dosa kejahatan yang membuat kikir dan serakah; dosa kenajisan, dosa kepahitan--iri, kebencian tanpa alasan.
    Kebencian tanpa alasan= kebencian terhadap orang benar. Mari periksa apa dosa kita, biar pedang firman menusuk kita, dan pulang dari tempat ini kita berhenti berbuat dosa.

    2 Petrus 3: 9
    3:9. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

    Masih ada panjang sabar Tuhan yaitu:


    • Yesus belum datang kembali.
    • Kita masih diberi panjang umur; masih ada tubuh.


    Panjang umur dari Tuhan kalau hanya untuk kuliah, lebih baik mati, dan masuk sorga--kalau masuk sorga. Tetapi panjang umur gunakan untuk bertobat, setelah itu baru kuliah dan kerja yang keras, sehingga tidak sia-sia. Kalau tidak bertobat, apa yang kita kerjakan sampai beribadah melayanipun tidak ada artinya, sia-sia semuanya.

    Yeremia 9: 5-6
    9:5. Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorangpun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.
    9:6. Penindasan ditimbuni penindasan, tipu ditimbuni tipu! Mereka enggan mengenal TUHAN.

    Permulaan bertobat adalah tidak boleh berdusta. Kalau berdusta, tidak akan bisa mengaku, berarti tidak bisa bertobat.
    Tidak berkata dusta artinya berkata benar dan baik, sampai jujur, mulai dari jujur soal pengajaran yang benar.

    Titus 2: 7
    2:7. dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

    Kalau ajaran itu benar, mari dukung dan praktikkan. Kalau berkata: benar...tetapi, berarti tidak jujur; belum bertobat.
    Kalau sudah jujur soal pengajaran, pasti jujur dalam keuangan, nikah, sampai jujur dalam segala hal.

    Setelah jujur, kita akan dipakai menjadi saksi kabar baik--membawa jiwa-jiwa baru--dan kabar mempelai--membawa jiwa-jiwa yang sudah selamat supaya sempurna seperti Yesus.
    Itu rumusnya yaitu bertobat.

    Selama tetap berdosa, kita berada di luar kemurahan Tuhan--tanpa tanda darah.
    Orang Mesir hebat, tetapi rumahnya tidak ada tanda darah, akibatnya hanya tangisan.
    Ikuti kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Hidup dalam kemurahan Tuhan, mulai dari bertobat!

    Periksa, kalau selalu sengsara berarti tidak ada tanda darah. Ada dosa kejahatan, kenajisan, kepahitan--dalam bentuk dusta--harus diselesaikan.


  2. 2 Korintus 4: 1
    4:1. Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.

    Praktik kedua hidup dalam kemurahan Tuhan: tidak tawar hati; kuat teguh hati.
    Artinya:


    • Tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan ibadah pelayanan kepada Tuhan apapun yang sedang kita hadapi hari-hari ini. Kelaparanpun tidak akan memisahkan kita dari kasih Tuhan.


    • Setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali, bahkan selamanya.
      Tahan uji= tidak gampang absen dalam ibadah pelayanan.


    1 Tawarikh 19: 13
    19:13. Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."

    Kalau kuat teguh hati, Tuhan akan menjadikan semua baik pada waktunya.
    Yang dibutuhkan adalah kesetiaan dan tahan uji, ini yang Tuhan nilai.
    Ibadah pelayanan adalah peperangan, harus sampai garis akhir, itulah penentunya. Tuhan tolong kita semua.


  3. Mazmur 5: 8
    5:8. Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.

    (terjemahan lama)
    5:8. Tetapi oleh kebesaran kemurahan-Mu aku juga akan masuk ke dalam rumah-Mu; maka aku akan menundukkan diriku kepada istana kesucian-Mu dengan takut akan Dikau.

    Praktik ketiga hidup dalam kemurahan Tuhan: banyak dan gemar menyembah Tuhan, bukan terpaksa, dipaksa, dan memaksa.
    Inilah bukti kita berada dalam kemurahan Tuhan.
    Kalau terpaksa menyembah Tuhan, nanti akan dipaksa menyembah antikris.

    Kita semua harus berada dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir--kilat--, jangan sampai ketinggalan.
    Bertobat, layani sungguh-sungguh, dan banyak menyembah. Itulah kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

    Menyembah Tuhan artinya tersungkur di bawah kaki Tuhan; mengaku hanya tanah liat, bayi-bayi yang tidak berdaya, domba sembelihan yang tidak layak, banyak kekurangan dan kelemahan secara rohani--dosa-dosa--, tidak mampu, tidak berdaya apa-apa tetapi hanya layak diinjak-injak.

    Karena itu kalau dihina atau difitnah, diam, serahkan pada Tuhan.
    Kita menyerah sepenuh kepada kemurahan dan belas kasih Tuhan; kita bergantung sepenuh kepada Dia; mengulurkan tangan kepada Dia, maka Dia akan mengulurkan tangan kepada kita--Dia melawat kita--sehingga apa yang tidak bisa kita perbuat, Dia mampu perbuat untuk kita. Itulah belas kasih Tuhan.

    Hasilnya:


    • Lima roti dua ikan untuk lima ribu orang= tangan belas kasih Tuhan mampu memelihara kita di tengah kesulitan dunia hari-hari ini sampai berkelimpahan--selalu mengucap syukur--sampai antikris berkuasa di bumi, bahkan hidup kekal.

      "Saya katakan: Tidak bergantung gaji, tetapi dari kemurahan Tuhan. Ada jemaat yang punya gaji di atas sepuluh juta, dia berkata: Mana bisa? Tuhan izinkan gajinya dipotong-potong sampai minus. Setelah beberapa bulan, dia datang kepada saya dan minta maaf karena sudah menghina firman. Bisa hidup? Ya, dia akui dia hidup dari Tuhan. Saya doakan, berangsur-angsur sudah pulih. Jangan main-main dengan firman!"

      Semua hanya kemurahan Tuhan. Dia sudah mati, tetapi lambung-Nya ditusuk, tulang-Nya tidak dipatahkan--kuasa kebangkitan mampu melakukan apa saja bagi kita.


    • Matius 20: 34
      20:34. Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia.

      Malam ini khusus penyakit.

      "Saya sudah mengalami, sejak senin malam, perut saya sakit. Rabu harus doa puasa karena sudah diumumkan, jadi tidak minum obat dokter. Kemudian ada doa semalam suntuk, dan terus khotbah sampai minggu. Saya tidak sempat ke Medan lagi minggu kemarin. Sudah lemas, tidak kuat. Tapi Tuhan tolong, sekarang segar. Saya disembuhkan."

      Yang sakit juga pasti ada kemurahan Tuhan malam ini. Semua boleh, tetapi hidup kita adalah dari lambung yang tertikam.
      Penyakit dalam pelayanan, mari datang, bertobat, layani dengan baik, dan tersungkur malam ini; mohon kemurahan Tuhan.

      Hasil kedua: kita mengalami kuasa kesembuhan.


    • Lukas 7: 13-15
      7:13. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"
      7:14. Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu,
      bangkitlah!"
      7:15. Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.

      Yang penting bisa menggerakkan hati Tuhan.

      Hasil ketiga: kuasa untuk membangkitkan orang mati, artinya ada kuasa untuk menghapus segala kemustahilan.

      Kesusahan apapun akan dihapus oleh Tuhan, dan kita bahagia. Kehancuran nikah dan buah nikah, datang minta kemurahan Tuhan. Kehancuran pelayanan, sudah tidak mungkin lagi, siapa tahu ada kemurahan Tuhan. Dia bisa melakukan semua. Yang mustahil jadi tidak mustahil.

      Kuasa kebangkitan sama dengan kuasa untuk menyucikan dan mengubahkan dari manusia berdosa menjadi manusia rohani.
      Ingat! Setelah anak ini hidup, ia mulai berkata-kata. Perkataan ini menentukan mati hidup jasmani dan rohani kita, termasuk pelayanan dan masa depan.

      Biar ada kata-kata iman, menyeru nama Yesus malam ini, apapun yang terjadi. Saya percaya Tuhan tolong. Sampai tidak salah dalam perkataan, kita hanya bersorak Haleluya untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai.

Ada kemurahan Tuhan malam ini--di atas segala-galanya. Segala yang tidak mungkin, masih ada lambung-Nya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 30 April 2019 - 01 Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan di Malaka)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Medan)

  • Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top