English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 08 November 2009 (Minggu Pagi)
bersamaan dengan Penataran Imam-imam dan Calon Imam

Menjelang kedatangan Yesus kedua kali, ada...

Ibadah Persekutuan Jakarta II, 09 Oktober 2013 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan Firman Tuhan....

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 April 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Raya Surabaya, 06 Maret 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 6-12
26:6. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,
26:7. datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 November 2008 (Senin Sore)
Matius 24: 26-31 -> nubuat ke-5, yaitu tentang kedatangan Tuhan Yesus yang...

Ibadah Raya Surabaya, 25 November 2012 (Minggu Sore)
Tema Ibadah di Ambon

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan....

Ibadah Doa Malang, 29 Januari 2013 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 10:38
10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak...

Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 10 Mei 2018 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Persekutan di Kartika Graha Malang II, 28 Juli 2011 (Kamis Pagi)
Tema: "Mempelai datang, songsonglah Dia"
Matius 25:6
25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang!...

Ibadah Doa Malang, 23 Agustus 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:20-25 adalah tentang makan Perjamuan Paskah. Dulu, makan Perjamuan Paskah adalah makan roti tidak...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Maret 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-36 tentang Yesus dimuliakan di atas...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 09 April 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:43b-45
9:43b Ketika semua orang itu masih...

Ibadah Raya Malang, 05 November 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:9-11
6:9 Dan...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 19 Oktober 2016 (Rabu Malam)
Puji TUHAN. Selamat malam semua. Kita menggunakan kesempatan untuk bertelut di bawah kaki TUHAN dan kita betul-betul...

Ibadah Raya Surabaya, 10 Juli 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 08 September 2013 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu
Kitab Wahyu yang terdiri dari 22 pasal dan 405 ayat merupakan kitab terakhir dari Alkitab. Sesudah kitab Wahyu, Tuhan tidak menyediakan kitab yang lain.
Kitab Wahyu adalah kitab yang didalamnya memuat kabar mempelai sepenuhnya.
Buktinya:

  1. Wahyu 19: 6-7, 9
    19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan
    pengantin-Nya telah siap sedia.
    19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke
    perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."


  2. Wahyu 21: 2, 9
    21:2. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
    21:9. Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu
    pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."

Jika Tuhan tidak menyediakan kitab yang lain sesudah kitab Wahyu, artinya: kabar mempelai adalah kabar terakhir yang harus kita perhatikan.

Matius 25: 6
25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

'Mempelai datang!'= satu-satunya suara yang dibutuhkan di tengah malam (akhir jama) adalah 'Mempelai datang! Songsonglah dia!' (kabar mempelai), yang berguna untuk menghadapi:

  1. 'tengah malam'= puncak kegelapan, yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
    Tidak ada yang bisa membendung hal ini. Hanya kabar mempelai yagn bisa membendung.


  2. 'tengah malam'= puncak kesulitan dan kegoncangan-kegoncangan di segala bidang sampai antikris berkuasa dibumi selama 3,5 tahun.
  3. 'tengah malam'= kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai (ayat ini bercerita tentang 10 anak dara), sekaligus menghadapi penghukuman Allah sampai neraka, sebab bumi ini akan dihukum 3x7 penghukuman.

2 Korintus 4: 3-4
4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa
4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat
cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Kabar mempelai sama dengan 'cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus'. Yaitu: injil yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga untuk membawa orang-orang selamat disucikan dan disempurnakan seperti Dia.
Kita sudah selamat, tetapi masih berbuat dosa. Sebab itu, perlu kabar mempelai untuk menyucikan kita sampai sempurna.

Ibrani 4: 12-13
4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Kabar mempelai juga sama dengan Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua yang menyucikan seluruh hidup kita mulai dari hati pikiran kita.

Ini yang kita butuhkan di tengah malam (diakhir jaman).

Jadi, kabar mempelai adalah satu-satunya kabar yang mempersiapkan gereja Tuhan menjadi mempelai wanita Surga yang SIAP SEDIA (dari 10 anak dara, hanya 5 yang siap sedia).
Banyak kali, kita merasa siap, padahal sebenarnya tidak siap.

Proses kabar mempelai mempersiapkan kita menjadi mempelai wanita yang sempurna dan siap menyambut kedatangan Tuhan kedua kali:
Matius 15: 19
15:19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat(1), pembunuhan(2), perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6) dan hujat(7).

Prosesnya: penyucian hati.
'hujat'= dimulai dengan suka menjelekan orang lain, memfitnah orang lain sampai akhirnya menghujat orang-orang suci (menghujat Tuhan/pengajaran benar).
Hati adalah pusat kehidupan rohani. Kalau hati disucikan, maka perbuatan/tabiat juga disucikan sampai perkataan juga disucikan (tidak berdusta).
Kalau tidak jujur, maka ular yang muncul, sehingga timbul kerusuhan/masalah dan tidak ada damai.

Kalau terus disucikan, satu waktu, kita tidak salah dalam perkataan (sudah sempurna seperti Yesus).

Yakobus 3: 2
3:2. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

Tidak salah dalam perkataan= hanya bisa berkata 'haleluya' untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

Wahyu 19: 6-7, 9
19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang
diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Hari-hari ini, semakin kita disucikan, kita akan semakin banyak menyembah dengan 'haleluya'. Dan kita akan terangkat di awan-awan yang permai untuk menaymbut kedatangan Yesus kedua kali dan masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba.

Sesudah itu, kita masuk kerajaan 1000 tahun damai (Firdaus yang akan datang). Setelah itu, kita masuk Yerusalem Baru (kerajaan Surga) selama-lamanya, dimana kita hanya menyembah Tuhan.

Sementara sudah jelas bahwa kabar mempelai adalah satu-satunya kabar yang dibutuhkan,tetapi sayang, ada yang menolak.

2 Korintus 4: 3-4
4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah
dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Anak Tuhan/hamba Tuhan menolak kabar mempelai karena mempertahankan 'ilah jaman ini'= kekerasan hati dan dosa-dosa sampai puncaknya dosa.
'ilah jaman ini'= dimulai saat umat Israel menyembah lembu emas.
Akibatnya: menjadi mempelai wanita setan (sempurna dalam kejahatan dan kenajisan).

Jadi, untuk menerima kabar mempelai ini hanya bergantung pada HATI.
Kalau menolak kabar mempelai, berarti dalam hidupnya tidak ada rem untuk melawan dosa, sehingga terjadi pelanggaran-pelanggaran dan kehancuran.

Wahyu 17: 1-5
17:1. Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
17:2. Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya."
17:3. Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai
tujuh kepala dan sepuluh tanduk.
17:4. Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
17:5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "
Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

= perempuan babel yang kelihatannya sangat diberkati, tetapi tidak mengalami penyucian.
'tujuh kepala dan sepuluh tanduk'= antikris. Artinya: perempuan ini didukung oleh antikris.

Perempuan babel/gereja palsu, artinya:

  1. 'pelacur'= tidak setia pada seorang laki-laki seperti Hawa yang disesatkan dari kesetiaan yang sejati kepada Kristus= tidak berpegang teguh pada pengajaran benar dan tidak setia dalam ibadah pelayanan.

    Amsal 25: 13
    25:13. Seperti sejuk salju di musim panen, demikianlah pesuruh yang setia bagi orang-orang yang menyuruhnya. Ia menyegarkan hati tuan-tuannya.

    Kalau setia dalam ibadah pelayanan berdasarkan pengajaran yang benar, kita seperti air sejuk yang memuaskan hati Tuhan dan Tuhan akan memuaskan kita juga.

    Kalau kita puas, kita tidak akan mencari kepuasan didunia, sehingga kita tidak jatuh dalam dosa babel.
    Nasihat tertinggi adalah saat kita mengajak orang lain beribadah.

    'musim panen'= kegerakan penuaian= kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Pada kegerakan ini, yang dibutuhkan adalah orang yang setia dalam ibadah pelayanan dan pengajaran.
    Tubuh Kristus dimulai dari dalam rumah tangga.
    Jangan lengah! Sebab rumah tangga ini paling riskan (dua orang ditempat tidur, satu diangkat dan satu ditinggal).
    Kalau kita setia, dlaam rumah tangga, penggembalaan dan antar penggembalaan, kita akan dipakai oleh Tuhan.

    Semakin kita dipakai Tuhan, semakin besar 2 sayap burung nazar (semakin besar keuntungan yang tidak bisa dibeli dengan apapun) yang bisa mengatasi segala pencobaan sampai terangkat di awan-awan.


  2. kepalsuan:


    • ajaran palsu.
      Ajaran babel adalah ajaran tentang kemakmuran dan hiburan jasmani tanpa penyucian. Memang daging senang, tapi saat itu dosa babel bergentayangan.


    • dukungannya palsu (perempuan ini didukung oleh antikris dengan kekuatan mamon/kekayaan jasmani).

      Amsal 23: 4-5
      23:4. Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.
      23:5. Kalau engkau mengamat-amatinya,
      lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali.

      Perempuan babel ingin meniru seperti 2 sayap burung nazar. Padahal ini adalah sayap rajawali yang palsu, sebab hanya terbang untuk lenyap selamanya.

      Kalau pembangunan tubuh Kristus, dukungannya adalah 2 sayap burung nazar (pembukaan Firman pengajaran benar dan urapan Roh Kudus). Ini yang bisa membuat kita terbang ke mana saja sampai terbang ke Yerusalem Baru.


    • 'mulut yang palsu'= banyak berdusta, menyembunyikan sesuatu.
      Sebab itu, semua harus dibuka terang-terangan.


  3. 'pelacur'= dosa-dosa sampai puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan, termasuk nikah yang salah).
    Permulaan nikah juga harus diperiksa dan dijaga, jangan sampai tejradi kejatuhan-kejatuhan.
    Kalau permulaan nikah sudah baik, perjalanan nikah juga harus dijaga sampai akhir nikah. Kalau tidak, akan mengarah pada babel.

Wahyu 17: 1, 15
17:1. Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
17:15. Lalu ia berkata kepadaku: "
Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

'tempat yang banyak airnya'= lautan.
'bangsa-bangsa'= bangsa kafir.
SASARAN PEREMPUAN BABEL: bangsa kafir yang seperti lautan bebas.
Artinya: tidak tergembala, beredar-edar.

JALAN KELUARNYA: air yang banyak harus dimasukan dalam gentong.
Yohanes 2: 6-7
2:6. Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
2:7. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "
Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh.

Air dimasukan dalam tempayan, tetapi bukan sembarang tempayan, melainkan tempayan yang ada di pesta nikah.
Artinya: bangsa kafir harus tergembala pada kabar mempelai (pesta nikah), sehingga bisa melihat dan mengalami mujizat Tuhan, terutama mujizat rohani (keubahan hidup).
Kalau sudah ada dalam tempayan, kita tidak bisa diduduki lagi oleh perempuan babel.

Praktik tergembala: ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.
'6 tempayan'= 3 tempayan untuk suami (tubuh, jiwa dan roh) dan 3 tempayan untuk istri (tubuh, jiwa dan roh).
Artinya: lewat ketekunan dalam 3 macam ibadah, tubuh, jiwa dan roh kita diisi dengan Pribadi Allah Tritunggal, sehingga babel tidak ada kesempatan utnuk mengisi kita.

Proses pengisian Allah Tritunggal: mendengar Firman sungguh-sungguh sampai mengerti dan yakin pada Firman. Setelah itu, praktik Firman. Ini berarti seluruh hidup kita sudah diisi penuh. Babel tidak ada tempat untuk mengisi apalagi menguasai.

Yohanes 2: 8-10
2:8. Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya.
2:9. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki,
2:10. dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan
anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."

= praktik Firman apapun resikonya, sebab yang dicedok adalah air. Kalau tetap air, bisa dipecat. Tetapi inilah resikonya.
Kalau kita taat apapun resikonya, kita mengulurkan tangan pada Tuhan dan Tuhan mengulurkan Tangan belas kasihNya kepada kita, sehingga terjadi mujizat air menjadi anggur.
Sampai kita mengatakan 'terserah Kau, Tuhan', saat itulah terjadi mujizat.

Air menjadi anggur, salah satunya adalah ada rasa manis.
Artinya: mulut yang manis (perkataan yang manis) bagaikan air anggur.
Malam ini, Tuhan menunggu perkataan yang manis dari kita.

Kidung Agung 7: 9
7:9. Kata-katamu manis bagaikan anggur!" Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya, melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur!

Perkataan yagn manis= mengaku dosa, mengampuni, jujur, berkata benar dan baik, menjadi saksi dan berkat bagi orang lain (mengalir pada sesama) dan menyembah Tuhan (mengalir pada orang yang sedang tidur).
Kalau kita menyembah Yesus, maka Yesus yang tidur di kapal yang akan tenggelam akan tergairah untuk bangun.

Matius 8: 23-25
8:23. Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya.
8:24. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi
Yesus tidur.
8:25. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "
Tuhan, tolonglah, kita binasa."

'Tuhan, tolonglah, kita binasa'= perkataan manis yang bisa membangunkan Yesus.
Mugnkin perahu hidup kita sedang ditimbus angin gelombang dan hampir tenggelam. Dan rasanya tidak ada jalan keluar. Yang ditunggu oleh Tuhan adalah perkataan yang manis. Berubahlah dalam perkataan kita dan bisa menyembah pada Yesus. Dan yakin, ada kuasa kebangkitan Tuhan untuk meneduhkan lautan dan gelombang. Paling sedikit, kalau bisa menyeru Nama Yesus, kita bisa merasa damai sekalipun masalah kita belum ditolong.
Yang penting adalah hati damai.
Dan semua akan diselesaikan oleh Tuhan tepat pada waktuNya.

Diatas kayu salib, Dia juga sudah berteriak 'sudah selesai'. Artinya: semua bisa diselesaikan.
Dan jika Yesus datang kembali, kita diubahkan sampai sempurna, tidak salah dalam perkataan dan akan diangkat di awan-awan bersama Dia.

Sekalipun kita sudah tenggelam di dasar lautan seperti Yunus, kalau kita mau berseru Nama Tuhan, Tuhan akan menolong kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top