English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Persekutuan di Kartika Graha Malang II, 26 Oktober 2016 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah bahagia...

Ibadah Raya Malang, 31 Mei 2009 (Minggu Pagi)
Efesus 4:15 = BERTUMBUH KE ARAH KRISTUS SEBAGAI KEPALA (Tema ibadah kunjungan di...

Ibadah Raya Surabaya, 08 Januari 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Agustus 2016 (Kamis Sore)
Dari Rekaman Ibadah Pendalaman Alkitab di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan Yesus Kristus.

Kidung Agung 2: 3
2:3. --Seperti...

Ibadah Doa Malang, 04 Maret 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9
1:9 Aku, Yohanes, saudara...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Maret 2010 (Kamis Sore)
Matius 25 ini dalam Tabernakel terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga, dan...

Ibadah Doa Malang, 17 Januari 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8-11 ada 2 macam kegiatan di tahta...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Februari 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 26-31= Kita masih berada pada ayat 29-31= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus...

Ibadah Doa Malang, 31 Agustus 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:5-6
6:5 Dan ketika Anak...

Ibadah Kaum Muda Malang, 28 Februari 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13 dalam Tabernakel terkena pada dua loh batu (isi Tabut Perjanjian). Dua loh batu...

Ibadah Raya Malang, 01 Agustus 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:8-13
25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah...

Ibadah Raya Surabaya, 09 April 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 08 Juni 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 4:16-30 berjudul "Yesus ditolak di Nazaret".
Mengapa...

Ibadah Doa Malang, 24 April 2012 (Selasa Sore)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus:
Ayat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 November 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:31-32
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Paskah Persekutuan II Surabaya, 15 Mei 2014 (Kamis Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan ditengah-tengah kita sekalian.

Kita masih melanjutkan pembahasan tema didalam Injil Lukas 24: 34.

Lukas 24: 34
24:34 Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon."

Tema: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit".

"Sesungguhnya"= benar-benar demikian atau sebenar-benarnya.

Ada dua bukti utama/nyata bahwa Yesus sudah bangkit yaitu

  1. kubur Yesus kosong. Kubur Yesus kosong ini berarti mayatNya sudah tidak ada lagi.
  2. Yesus menampakkan diri kepada murid-murid.

Tadi malam, kita sudah pelajari Lukas 24: 1-12 tentang kubur Yesus yang kosong. Ada tiga pribadi yang berkaitan dengan kubur kosong (ditambah dengan Yohanes 20: 1-11), yaitu Maria Magdalena, Simon Petrus dan Yohanes yang muda (sudah dipelajari dalam Ibadah Paskah Persekutuan I Surabaya, 14 Mei 2014).

Pada kesempatan ini, kita mempelajari Lukas 24: 13-35= tentang Yesus menampakkan diri kepada dua murid di Emaus.

Lukas 34: 13-17
24:13. Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,
24:14 dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi.
24:15 Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.
24:16 Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.
24:17 Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram.

Ayat 16 "sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia"= mereka tidak dapat mengenal Yesus yang sudah bangkit.
Disini, mereka bercerita bahwa Yesus orang Nasaret yang diharapkan tetapi mati dan tidak ada apa-apa lagi sampai dengan sekarang.

Yesus menampakkan diri kepada dua murid di Emaus. Dua murid dalam keadaan muka muram, karena tidak bisa melihat Yesus yang sudah bangkit.

Pada kesempatan ini kita belajar tentang MUKA MURAM, sebab muka muram ini berlawanan dengan wajah berseri-seri/bercahaya (lawan kata dari kemuliaan). Wajah Yesus diatas gunung bersinar-sinar bagaikan matahari= wajah dalam kemuliaan.

Pengertian muka muram adalah

  1. kita belajar tentang muka muram dari Kain (belajar pada pria).
    Kejadian 4: 4-7
    4:4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,
    4:5 tetapi Kain dan
    korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
    4:6. Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?

    4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."

    "TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu", sekarang ini menunjuk ibadah pelayanannnya (tahbisannya).

    Kain ini adalah orang pertama yang mukanya muram.

    Pengertian pertama muka muram: ibadah pelayanan (tahbisan) yang tidak berkenan kepada Tuhan= ibadah pelayanannya ditolak oleh Tuhan.

    Kita harus hati-hati! Jangan pernah berkata "yang penting kita melayani", sebab dari cerita Kain dan Habel, peluangnya adalah 50% (yang satu diterima dan yang satunya lagi ditolak oleh Tuhan).

    Kita harus sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan. Jika ibadah pelayanan kita ditolak, muka menjadi muram (tidak bisa dipermuliakan).

    Mengapa ibadah pelayanan (tahbisan) Kain tidak berkenan ("tidak diindahkan oleh Tuhan")?


    • jawaban pertama: karena tidak ada tanda kesulungan.
      Dalam Kitab Kejadian disebutkan Habel mempersembahkan anak sulung kambing domba, tetapi Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah (tidak ada kesulungan dan tidak ada yang terbaik, tetapi hanya sebagian).
      Tidak ada tanda kesulungan artinya


      1. Yakobus 1: 18
        1:18 Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

        "firman kebenaran"= firman pengajaran yang benar.
        Ibadah pelayanan (tahbisan) dengan tanda kesulungan yaitu ibadah pelayanan berdasarkan firman pengajaran yang benar (komando yang benar dan tidak ngawur) yang sanggup untuk menyucikan dan mengubahkan hidup kita sampai menjadi sulung (yang utama) dari segala ciptaan-Nya (sempurna).

        Jadi, tahbisan yang tidak ada tanda kesulungan ini berarti ibadah pelayanan tanpa firman pengajaran yang benar, kesucian dan keubahan hidup= muka muram (tetap manusia daging).

        Jika fellowship tanpa pengajaran yang benar, lebih baik tidak usah datang dalam ibadah fellowship. Jika tanpa kesulungan, akan ditolak oleh Tuhan. Ini seperti ibadah pelayanan Kain yang ditolak oleh Tuhan, sehingga berbau busuk. Ibadah pelayanan Habel diterima oleh Tuhan, sehingga berbau harum.

        Demikian juga, bagi sidang jemaat yang beribadah melayani di gereja masing-masing, jika tanpa pengajaran yang benar, semua tidak akan ada artinya.

        Muka muram artinya banyak masalah, dalam kesulitan, dan tidak dipermuliakan, tetapi dipermalukan. Jika Ibadah pelayanan tanpa firman pengajaran yang benar, kesucian dan keubahan hidup, maka keluar masuk gereja biasa saja, mukanya tetap muram.


      2. Roma 8: 23-25
        8:23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.
        8:24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?
        8:25 Tetapi
        jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

        "yang telah menerima karunia sulung Roh"= ada dorongan Roh Kudus.

        Ayat 25= kita bisa mengharapkan supaya besok menjadi sarjana, besok mempunyai gereja besar, tetapi pengharapan tertinggi adalah harus menjadi sama dengan Tuhan, menjadi sempurna seperti Dia dan bisa menyambut kedatangan Yesus.

        Tahbisan dalam tanda kesulungan yaitu tahbisan dalam urapan Roh Kudus dan karunia-karunia Roh Kudus.

        Jadi, tahbisan yang benar ada firman pengajaran dan urapan Roh Kudus.

        Tahbisan dalam urapan Roh Kudus dan karunia Roh Kudus artinya tahbisan yang mempunyai pengharapan untuk menjadi sama mulia, sempurna seperti Yesus (bukan hanya mengharapkan uang, gereja besar, dapat keuntungan dan lain-lain).

        Tahbisan yang didorong oleh daging= yang penting mendapatkan uang (fellowship untuk mendapatkan uang). Apalagi sebagai pembicara dalam fellowship harus dikoreksi, supaya dalam urapan Roh Kudus.

        Kesaksian:
        "Saya betul-betul mengucap syukur kepada Tuhan dan menghormati pendahulu kami, Bapak Pendeta In Juwono, Bapak Pendeta Pong Dongalemba yang sudah mendidik kami. Kita menyampaikan firman kemanapun bayar sendiri semuanya, supaya bukan daging yang bicara, tetapi Roh Kudus yang berbicara."

        Kalau mengharapkan yang belum kelihatan (kita mengharapkan kedatangan Yesus kedua kali dan kita mengharapkan menjadi sama dengan Dia dan saat Yesus datang kembali ke dua kali, kita akan bersama dengan Dia selamanya), itu pasti dikerjakan dengan ketekunan (ditandai dengan ketekunan).

        Kalau sebagai pemain musik berharap uang, saat tidak ada uang, tidak akan masuk melayani (tidak tekun). Jika gembala berharap uang dan berharap jemaat banyak, begitu melihat jemaat sedikit, maka tidak akan tekun. Jika ada daging yang berbicara, maka tidak akan tekun. Kalau ada urapan Roh Kudus, kita akan tekun sampai garis akhir.

        Untuk menantikan Tuhan, kita bertekun terutama didalam ruangan suci= ketekunan dalam kandang penggembalaan. Dahulu rasul-rasul ini juga bertekun.

        Kisah Para Rasul 2: 41-42
        2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
        2:42. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

        Tabernakel ini tidak pernah hilang. Memang tabernakel yang dibangun Musa, alat-alat yang jasmani sudah hancur semuanya, tetapi kurang lebih dalam beberapa ribu tahun pada zaman rasul hujan awal muncul tabernakel dalam arti yang rohani.

        Musa naik ke gunung Sinai untuk menerima dua hal yaitu petunjuk untuk membangun tabernakel dan dua loh batu. Tuhan memerintahkan Musa untuk membuat kerajaan surga di bumi itulah tabernakel. Lewat pengajaran tabernakel, kita yang berada di bumi yang penuh dengan kutukan bisa bersuasana surga.

        Tabernakel= miniatur kerajaan surga. Jadi tidak boleh ada beda sedikitpun dan harus sama persis.

        Ada tiga ruangan didalam tabernakel yaitu


        • Halaman (Percaya, bertobat, baptisan air).
        • Ruangan suci.
        • Ruangan maha suci (ada tabut perjanjian).


        "tiga ribu jiwa" masuk di halaman, tetapi setelah itu mau kemana? Masuk ke ruangan suci (ketekunan dalam ruangan suci).

        Didalam ruangan suci ada tiga macam alat:


        • Pelita emas. Pada zaman Musa, pelita emas ini dalam wujud yang jasmani, dibuat dari 34 kg emas.
          Waktu zaman rasul-rasul (hujan awal) ini menunjuk ketekunan dalam persekutuan.
          Sekarang (hujan akhir) menunjuk ketekunan dalam ibadah raya (termasuk persekutuan). Ini merupakan persekutuan dengan Allah Roh Kudus dengan karunia-karunia-Nya.

          Misalnya: ada pemain musik, berkhotbah. Jika hari Minggu berkotbah, ada karunia yang ditambahkan. Terlebih lagi dalam ibadah persekutuan seperti semacam ini.

          Kesaksian:
          "Bapak Pendeta Van Gessel almarhum menulis sangat jelas. Persekutuan yang benar merupakan tempat persemaian yang subur bagi karunia-karunia. Persekutuan yang benar: berdasarkan pengajaran yang benar, ada pokok yang benar. Karunia-karunia menimbang roh sebagai gembala, bermain gitar dan semua karunia akan dipertambahkan."


        • Meja roti sajian.
          Zaman gereja hujan awal menujuk ketekunan dalam pengajaran dan pemecahan roti.
          Zaman gereja hujan akhir menunjuk ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci. Ini merupakan persekutuan dengan Anak Allah didalam firman pengajaran dan kurban Kristus.

          Mengapa pendalaman Alkitab dan perjamuan suci?
          Pada meja roti sajian terdapat 12 roti yang disusun menjadi dua susun (6-6). 66 ini menunjuk Alkitab= pengajaran yang benar.

          Lalu, perjamuan sucinya bagaimana?
          Roti ("roti yang dipecah-pecahkan") adalah tubuh Kristus.
          Lalu, dimana darahnya?

          Keluaran 25: 29 (tentang meja roti sajian)
          25:29 Haruslah engkau membuat pinggannya, cawannya, kendinya dan pialanya, yang dipakai untuk persembahan curahan; haruslah engkau membuat semuanya itu dari emas murni.

          Khusus meja roti sajian (satu-satunya hanya ada di meja roti sajian, yang lain tidak ada) ada persembahan curahan (anggur). Ini menunjuk darah Yesus.

          Jadi, yang menunjuk perjamuan suci adalah meja roti sajian.


        • Mezbah dupa emas.
          Zaman gereja hujan awal menunjuk ketekunan dalam doa.
          Zaman gereja hujan akhir menunjuk ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Ini merupakan persekutuan dengan Allah Bapa didalam kasih-Nya.

          Dalam Keluaran 30, di mezbah dupa emas tidak boleh ada korban bakaran.


        Jadi, inilah ketekunan dalam tiga macam ibadah, sebab manusia juga terdiri dari tiga bagian juga (tubuh, jiwa dan roh). Lewat ketekunan dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa dan roh kita bersekutu dengan Allah Tritunggal (seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar), sehingga setan tidak ada tempat untuk menjamah.

        Jika carang melekat pada Pokok anggur yang benar, cepat atau lambat, kita akan berbuah manis. Jangan tidak tekun! Jika kita tekun terus, satu waktu pasti berbuah manis.

        Setan tidak bisa menjamah itu berarti tenang. Kalau pohon sudah tenang (jangan kesana sini), kita tinggal menunggu saja, nanti pasti akan berbunga dan berbuah manis.

        Kalau orang muda, daging dengan segala keinginannya masih banyak. Kalau orang tua mungkin sudah malas dan seringkali kita diganggu oleh ketuaan juga.

        Dalam kandang penggembalaan, daging dengan segala hawa nafsu keinginannya, dan ketuaannya dibendung, sehingga kita tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai Tuhan Yesus datang.
        Daging yang ingin ini itu, harus dibendung!

        Habel adalah seorang gembala, ini bukan berarti karena Kain seorang petani, maka pesembahannya tidak diterima oleh Tuhan. Ibadah sistem penggembalaan (kesulungan) itulah yang berkenan kepada Tuhan.


      Jadi, tahbisan tanpa tanda kesulungan adalah tanpa Firman pengajaran benar dan Roh Kudus. Jika tidak ada Roh Kudus, maka tidak ada penggembalaan, sebab Roh Kudus yang akan memimpin kita kepada sistem penggembalaan. Seperti bintang (Roh Kudus) + firman, membawa orang Majus ke kandang (kandang penggembalaan).

      Jadi, ibadah pelayanan tanpa sistem penggembalaan, itu merupakan ibadah tanpa tanda kesulungan, sehingga tidak berkenan kepada Tuhan ("tidak diindahkan")= ditolak oleh Tuhan. Jika tidak ada kesulungan, maka tidak ada kemanisan dan muka muram terus.


    • jawaban kedua mengapa ibadah pelayanan Kain ditolak Tuhan: karena tidak ada kasih.
      1 Yohanes 3: 11-12
      3:11. Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi;
      3:12 bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.

      Tadi dalam Kitab Kejadian 4: 4-6 "Kain hatinya panas".

      Jadi, tidak ada kasih= hati panas, yaitu penuh dengan iri hati, dendam, kepahitan, kebencian tanpa alasan, sampai membunuh (seperti Kain membunuh Habel). Jika hati panas, muka menjadi muram.

      Jika pelayanan ditandai dengan kasih, kita bisa saling mengasihi sesama dan mengasihi Tuhan lebih dari semua. Mengasihi Tuhan lebih dari semua yaitu taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar. Taat itu tidak dikurangi dan tidak ditambahi. Jika Alkitab bilang tidak boleh itu berarti tidak boleh. Contoh: Seperti Abraham yang taat kepada Tuhan untuk menyembelih anaknya sendiri dan tidak meminta Tuhan untuk mengganti dengan lembu dan sebagainya.

      Tuhan menilai pelayanan itu bukan dari kehebatan (bisa bangun gereja besar dan sebagainya) atau dari mujizat secara jasmani, tetapi diukur dari KETAATAN kepada firman pengajaran yang benar (sesuai Alkitab). Inilah ukuran dari Tuhan!

      Matius 7: 21-23
      7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
      7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
      7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

      "bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?"= mujizat-mujizat (pelayanan yang hebat).

      "Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"= tadi dalam 1 Yohanes 3:12 disebutkan "Kain pembuat kejahatan"= inilah jika tidak taat (tidak sesuai dengan firman), yaitu menjadi pembuat kejahatan.

      Ukuran ibadah pelayanan yang berhasil (yang berkenan kepada Tuhan), bukan dari hal-hal yang jasmani, tetapi dari taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar.

      Jika kita beribadah melayani tanpa ketaatan pada firman pengajaran yang benar= tanpa kasih= "pembuat kejahatan" seperti Kain, sehingga ditolak oleh Tuhan ("Enyahlah engkau").
      Tanpa ketaatan= tanpa kasih.


  2. kita belajar tentang muka muram dari Ibu Hana (belajar pada wanita).
    1 Samuel 1: 15-18

    1:15 Tetapi Hana menjawab: "Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati; anggur ataupun minuman yang memabukkan tidak kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN.
    1:16 Janganlah anggap hambamu ini seorang perempuan dursila; sebab karena besarnya
    cemas dan sakit hati aku berbicara demikian lama."
    1:17 Jawab Eli: "Pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan memberikan kepadamu apa yang engkau minta dari pada-Nya."

    1:18 Sesudah itu berkatalah perempuan itu: "Biarlah hambamu ini mendapat belas kasihan dari padamu." Lalu keluarlah perempuan itu, ia mau makan dan mukanya tidak muram lagi.

    Ayat 15= Ibu Hana hidupnya benar dan baik, tetapi masih bersusah hati (mukanya muram).

    Pengertian kedua muka muram: Hana mukanya muram karena nikah dan buah nikahnya terganggu. Ibu Hana nikahnya terganggu karena tidak bisa punya anak (mandul), sementara madunya sudah mengandung.

    Biasanya yang banyak terganggu nikah dan buah nikahnya adalah para hamba Tuhan dan pejabat (sebab kesibukannya hampir sama). Hari-hari ini, banyak nikah yang bersusah hati, sakit hati, dan stres karena gangguan dalam nikah.

    Gangguan dalam nikah yaitu


    • pertengkaran dalam nikah,
    • kekerasan dalam rumah tangga,
    • perselingkuhan,
    • sampai perceraian.


    Ini semuanya yang membuat muka muram. Hamba-hamba Tuhan harus banyak berdoa kepada Tuhan!

    Kesaksian:
    "Saya berulang-ulang bersaksi, ini bukan berbohong. Sayalah hamba Tuhan yang paling takut punya anak. Maaf para hamba Tuhan yang lebih tua dari saya, sebab saya banyak melihat anak hamba Tuhan yang diganggu, tetapi Tuhan sudah mengaruniakan saya anak. Kita harus berjuang supaya nikah dan buah nikah jangan terganggu."

    Perhatikan anak-anak hamba Tuhan/pelayan Tuhan! Jika orang tua dipakai Tuhan, anak-anak jangan menjadi gangguan (jangan membuat hati susah dan muka muram). Gangguan dalam buah nikah yaitu anak-anak yang tidak taat dengar-dengaran dan menjadi beban bagi orang tua (terutama hamba Tuhan).

    Hamba Tuhan itu bebannya sangat berat, sebab menanggung semuanya, menanggung dirinya sendiri, keluarganya, dan sidang jemaat. Jika ditambah anak yang menjadi beban, bisa terjerembab. Kalau enak meringankan beban, menjadi enak. Misalnya: tanggungannya 100 kg, anak kuat menanggung 20 kg, sisanya tinggal 80 kg (anak bisa meringankan). Tapi kalau anak malah menambah lagi beban 20 kg, maka beban itu tambah berat (membuat jatuh terjerembab).


  3. kita belajar tentang muka muram dari dua murid di Emaus.
    Lukas 24: 19-22
    24:19 Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.
    24:20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.
    24:21
    Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.
    24:22 Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur,


    "Padahal kami dahulu mengharapkan"= dahulu berharap, tetapi sekarang Yesus sudah tidak ada= ada kekecewaan (muka muram).

    Pengertian ketiga muka muram: hati yang kecewa, putus asa, tidak percaya sampai tinggalkan Yesus, pengajaran dan pelayanan yang benar karena banyak masalah-masalah, pencobaan-pencobaan (loyo dalan pencobaan dan pengajaran).

    Kesaksian:
    "Dulu saya beberapa kali salah dalam berdoa. Yang pertama, soal tahbisan. Saya katakan 'pindahkan saya Tuhan dari Malang ke desa itu (saya tidak mau lagi)'. Yang kedua, saya berdoa untuk memendekkan firman. Saya katakan 'Tuhan ajarilah saya menyampaikan firman pendek-pendek saja'.
    Setelah itu saya datang ibadah fellowship dengan bapak Pendeta Pong Dongalemba, ternyata firmannya persis seperti ini. Banyak yang mengatakan 'firmannya terlalu panjang om, kalau dipendekan sedikit banyak jiwa yang datang'. Saat itu bapak Pendeta Pong bilang 'kan banyak yang butuh firman, jadi sesuai kebutuhan, tidak dipendekkan dan tidak dipanjangkan'.

    Banyak kali, selama beberapa tahun saya diundang di gereja yang mimbarnya ditulisi "paling maksimal 45 menit". Saya berkhotbah 1 jam 15 menit, 1 jam 30 menit, tetapi masih diundang lagi, sampai saya buka di Surabaya. Ternyata mereka butuh, yang diluar pengajaran merasa firmannya kurang sampai telepon-telepon, sedangkan kita yang dalam pengajaran sudah jenuh (minta firman yang pendek).

    Inilah jawaban dari Tuhan. Semuanya dari Tuhan, mau firmannya panjang atau pendek, semua terserah Tuhan.
    "

    Emaus artinya sumber air panas. Jika terkena panasnya pencobaan, banyak yang keluar dari pengajaran.

    Meninggalkan firman pengajaran yang benar, karena firmannya terlalu keras dan terlalu lama, sehingga banyak yang keluar dari gereja.
    Jika meninggalkan Yesus itu berarti kebinasaan untuk selamanya.

Inilah tiga macam pengertian
muka muram. Tadi sudah dijelaskan, muka muram karena tahbisan yang salah(1) (melayani tanpa firman, Roh Kudus dan kasih Allah). Tuhan itu adalah firman dan Roh Kudus. Pada mulanya adalah firman. Jadi firman terlebih dahulu. Jika ada firman, maka ada Roh Kudus. Muka muram karena nikah dan buah nikah terganggu(2) dan muka muram karena banyaknya masalah-masalah(3).

Kesaksian:
"Saya akan berbagi pengalaman sedikit, karena anak saya sudah agak besar. Jadi waktu anak-anak masih kecil, kita didik sungguh-sungguh, kalau mengganggu di kebaktian, jangan dibiarkan saja, sebab nanti kalau sudah besar menjadi tidak baik. Dulu mungkin mengganggu, nanti akan diganggu oleh setan dan menjadi monster. Mendidik agak keras dibolehkan, dalam Alkitab sampai dipukul dengan rotan. Kebanyakan kita salah. Jika anak kecil dipukul/dididik/dihajar, dianggap tidak ada kasih. Ini tidak demikian. Jika anak kecil salah tetapi dibiarkan saja, itulah yang tidak ada kasih (jahat)."

Nehemia 1: 1-3
1:1. Riwayat Nehemia bin Hakhalya. Pada bulan Kislew tahun kedua puluh, ketika aku ada di puri Susan,
1:2 datanglah Hanani, salah seorang dari saudara-saudaraku dengan beberapa orang dari Yehuda. Aku menanyakan mereka tentang orang-orang Yahudi yang terluput, yang terhindar dari penawanan dan tentang Yerusalem.
1:3 Kata mereka kepadaku: "Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam
kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar."

Nehemia 2: 1-3
2:1. Pada bulan Nisan tahun kedua puluh pemerintahan raja Artahsasta, ketika menjadi tugasku untuk menyediakan anggur, aku mengangkat anggur dan menyampaikannya kepada raja. Karena aku kelihatan sedih, yang memang belum pernah terjadi di hadapan raja,
2:2 bertanyalah ia kepadaku: "Mengapa mukamu muram, walaupun engkau tidak sakit? Engkau tentu sedih hati." Lalu aku menjadi sangat takut.
2:3 Jawabku kepada raja: "Hiduplah raja untuk selamanya!
Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?"

"kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku"= kota Yerusalem.

KEADAAN orang yang berwajah muram (iri hati/panas hati seperti Kain, susah hati seperti Hana, dan kecewa/putus asa seperti murid-murid) yaitu seperti keadaan tembok Yerusalem yang runtuh dan pintu gerbangnya habis dimakan api.
Jangankan tembok, pintu gerbangnya pun sudah tidak ada lagi.

Hati-hati! Jangan bangga dan kecewa. Orang yang bangga itu gampang kecewa. Sebaiknya kita biasa saja.

Amsal 24: 30-31
24:30. Aku melalui ladang seorang pemalas dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi.
24:31 Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan
temboknya sudah roboh.

Ayat 30= pelayanan di ladang Tuhan (ladang anggur)= pelayanan di kabar mempelai. Pelayanan di kabar mempelai seringkali sudah malas.

Tembok runtuh (roboh) adalah tidak setia/malas dalam jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus, sehingga hidup dalam suasana kutukan (terkena duri= muram terus). Penggembalaan dalam kabar mempelai banyak temboknya sudah rubuh.
Misalnya: gembala sudah tidak setia lagi. Jika gembala tidak setia, semuanya akan runtuh.

Pintu gerbangnya terbakar artinya meninggalkan ibadah pelayanan karena mempertahankan sesuatu (mungkin karena pekerjaan, sakit hati dan lain-lain), terutama mempertahankan dosa/kesalahan.

Jika yang salah dipertahankan dan pelayanannya dibuang, ini salah besar! Seringkali kita sepertinya rendah hati, tetapi sebenarnya sombong (merasa tidak layak melayani lagi). Jika kita tidak layak melayani, kita harus mengaku dan diampuni. Jadi, dosanya yang dibuang dan pelayanannya tetap dilanjutkan, bukan mempertahankan dosa dan membuang pelayanannya.

Jika kita membuang pelayanan, maka pintu gerbangnya akan hilang (hilang keselamatan) dan binasa untuk selamanya. Pintu gerbang= keselamatan.

Ini yang membuat muram Nehemia dan keadaan orang yang muram (seperti tembok yang roboh dan pintu gerbang yang terbakar). 2 murid dalam keadaan demikian dan rubuh pertahanannya. Dulu berkata 'Yesus hebat, Yesus luar biasa'. Setelah Yesus mati, jadi kecewa. Ini terjadi karena mereka hanya terpaku pada yang jasmani dan tidak bisa melihat Yesus yang telah bangkit.

Lukas 24: 15-16
24:15 Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.
24:16 Tetapi
ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.

= wajah muram terjadi karena "tidak bisa melihat Yesus yang sudah bangkit"= tidak mengalami kuasa kebangkitan Yesus= tidak melihat Yesus yang sudah bangkit, padahal sudah berbincang-bincang.


Pada kesempatan ini, jika ada wajah yang muram, (tembok yang runtuh dan pintu gerbang yang terbakar), Tuhan tidak akan biarkan kita. Tuhan datang untuk menolong= kuasa kebangkitan Tuhan menolong kita.

Lukas 24: 30-33
24:30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.
24:31 Ketika itu
terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.
24:32 Kata mereka seorang kepada yang lain: "
Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"
24:33 Lalu
bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.

"Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem"= temboknya tidak runtuh lagi, tetapi mereka bangun dan kembali ke Yerusalem.

Untuk menolong kehidupan yang muka muram dan binasa, maka Yesus menampilkan kuasa kebangkitan dalam dua wujud yaitu

  1. Lukas 24: 32
    "Bicara soal Kitab suci"= jangan bicara soal lain apalagi tanya-tanya soal kitab suci. Kalau sudah tanya-tanya, berarti sudah runtuh dan hancur. Apalagi dalam fellowship ini, kalau kita mau bangun dari keterpurukan, mulai dari pembicara jangan bicara lain, tetapi bicara soal kitab suci (pengajaran yang benar/pembukaan firman).

    Yang pertama: kuasa kebangkitan dalam wujud menerangkan kitab suci (bukan menerangkan lawakan dan lain-lain). Kalau menerangkan lawakan, maka yang runtuh akan tambah tenggelam.

    Kitab suci (Alkitab)= pembukaan firman, wahyu/ilham dari Tuhan, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab (menerangkan kitab suci). Seperti kita ini dari tadi baca ayat terus, bukan baca yang lain. Inilah yang sanggup menolong tembok yang runtuh dan menolong apa saja yang terjadi sampai bisa bangun/bangkit lagi.

    Kesaksian:
    "Saya minimal satu bulan satu sampai dua kali. Ini bukan hanya membangun bapak ibu, saudara, tetapi nomor satu sayalah yang butuh untuk dibangun."

    Ini tergantung dari apa yang dibicarakan! Kalau kita bicara soal kitab suci, kita akan bangun/bangkit pelayanan. Jika kita bicara yang lain, kita yang sudah baik/benar akan lebih runtuh, bukan hanya cuma runtuh, bahkan sampai bumi terbuka seperti Korah. Mari kita bicarakan kitab suci baik di gedung pertemuan ini dan dimanapun.

    Kesaksian:
    "Saya masih sempat menikmati zaman bapak Pendeta In Juwono almarhum tahun 1986-1989. Sekalipun saya bukan fulltimer, tetapi saya sering bantu-bantu di jalan Johor untuk menulis. Kalau saya kebelakang saya selalu mendengar "uh firmannya", tetapi sekarang tidak ada, yang ada "berapa ongkosnya". Saya meminta maaf, termasuk juga pada fellowshuip kita. Inilah kekeliruan yang besar."

    Kalau kita pulang fellowship bawa ongkos dan sebagainya (hanya yang jasmani), maka yang rohani akan runtuh. Kalau kita bawa kitab suci (firman pengajaran yang benar), mungkin yang jasmani belum dapat, tetapi yang rohani akan terbangun dan yang jasmani ini hanya bonus (tidak mungkin tidak).

    Kesaksian:
    "Saya sebagai saksi, kalau dianggap sombong, saya minta ampun. Sejak sebagai pengerja, saya disuruh apapun oleh Om Pong, tidak pernah diberikan uang. Saya disuruh khotbah, malah tidak boleh ambil kolekte. Waktu itu saya diutus kotbah ke Malang, saat mau masuk peron terminal Arjosari, saya mencari uang 100 rupiah dulu. Bisa masuk terminal saja itu sudah senang (belum masuk bis). Tuhanlah yang tolong. Mungkin pengalaman Bapak Ibu banyak juga (lapar, tidak bisa makan). Mari itu jadikan pijakan kita bahwa Tuhan tidak pernah tinggalkan kita. Selama ada kitab suci (pembukaan firman), Tuhan tidak akan tinggalkan kita."

    Pembukaan firman (ayat menerangkan ayat)= firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua, itulah yang membuat hati berkobar-kobar. Jika wajah muram, hatinya "loyo" (tidak berkobar-kobar).

    Pagi hari ini, biar hati kita berkobar-kobar dan kembali kepada pengajaran yang benar.

    Kesaksian:
    "Maaf, karena ini sesuai dengan pembukaan Lempin-El. Para hamba Tuhan yang saya hormati, Lempin-El angkatan 1-36 termasuk pendengar, mari kembali kepada firman pengajaran yang benar, supaya firman ini bisa meledak. Sudah terlalu lama ini. Dimana-mana, satu kali di internet, satu kali mendengar dan mereka mencari dan mengundang.
    Sudah berapa ribu lulusan Lempin-El, dimana sekarang?

    Dulu saya mendengar kesaksian bapak Pendeta YS Adi Wijaya, sekarang anak dan menantunya di Mojokerto. Setelah bertemu om Yo, beliau bersaksi di lemah Putro "saya sudah lama meninggalkan pengajaran, saya ketinggalan dengan teman saya Pendeta In Juwono, tetapi sekarang
    saya akan mengejar dia dan kembali kepada pengajaran". Itulah kesaksian yang mendorong saya. Saya dulu dibawah pimpinan beliau (beliau ketua umum), saya dulu sekretaris kaum muda GSJP se-Indonesia. Saya pernah dipanggil dan disuruh membantu, akhirnya saya berkhotbah di Mojokerto 2-3 tahun setiap satu bulan satu kali."

    Kitab suci jangan diperdebatkan dan lain-lain, tetapi mari baca saja!


  2. Lukas 24: 30-31
    24:30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.
    24:31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.

    Yang kedua: Kuasa kebangkitan dalam wujud perjamuan suci (pemecahan roti).

    Jadi urutan yang benar adalah mendengar firman terlebih dahulu, berkobar-kobar, baru setelah itu ikut perjamuan suci. Ditengah jalan mendengar firman pengajaran yang benar terlebih dahulu, hati bisa bekobar-kobar, setelah itu baru bisa makan minum perjamuan suci. Jangan sembarangan!

    Jadi, makan minum perjamuaan suci harus didorong oleh pembukaan firman pengajaran benar yang membuat hati kita berkobar-kobar. Jika kita makan minum perjamuan suci tanpa dorongan firman pengajaran yang benar, maka bisa menjadi:


    • kebanggaan, bukan merendahkan diri.
    • kebiasaan, tidak merasakan apa-apa.
    • kecelakaan/celaka (inilah yang bahaya). Banyak yang lemah dan mati= rohani lemah, pelayanan lemah, mati, kering sampai binasa.


    Jika perjamuan suci didorong oleh firman, maka ada kekuatan baru. Mungkin kita sebagai hamba Tuhan agak sakit, tetaoi dengan adanya perjamuan suci didorong oleh firman pengajaran, maka ada kekuatan baru dan tidak menyerah untuk melayani.

    Perjamuan suci yang didorong oleh firman pengajaran yang benar membuat mata terbuka, sehingga:


    • bisa melihat Yesus yang bangkit= kita bisa mengalami kuasa kebangkitan.
    • "Yesus lenyap" (setelah dilihat, Yesus hilang). "Yesus lenyap" artinya Yesus masuk didalam hati kita, mendarah daging didalam kehidupan kita.

      Jika Yesus masuk dalam hati/mendarah daging dalam hidup kita, maka segala hati panas seperti Kain (iri hati dan benci tanpa alasan), hati yang susah seperti Hana dan hati yang kecewa/putus asa, juga dilenyapkan dan WAJAH KITA BERSERI-SERI (tidak muram lagi).

      Kesaksian:
      "Benci tanpa alasan ini tidak tahu salahnya tetapi ngomong kepada orang lain. Jika sudah tahu itu tidak benar, cuma tertawa saja. Bapak Pendeta Totaijs menerangkan ngerinya perkataan ini. Kalau mau mencabut perkataan, ini seperti naik ke lantai 7-8, bawa bantal isi kapuk, lalu bantal dikoyak dengan pisau dan isinya dibuang ke luar Jendela. Kalau bisa memilih dan mengambil kapuk untuk dimasukkan ke bantal, itu baru bisa mencabut perkataan. Kita jangan sembarangan benci tanpa alasan. Yang berkata tidak benar hanya tertawa-tawa saja, padahal orang lain yang bodoh yang sudah sudah mendengarkan, mungkin sudah tergeletak semuanya (sudah runtuh temboknya)."

Kita pulang dari sini dengan wajah berseri-seri, sekalipun masalah banyak, tetapi kalau mata kita sudah melihat Dia, pasti Tuhan bisa tolong kita.

Mungkin kita belum ditolong oleh Tuhan, tetapi wajah kita sudah berseri-seri. Wajah yang berseri-seri itu selangkah lagi masuk pada wajah kemuliaan bersama Tuhan. Jika wajah sudah berseri-seri, maka akan bangun pergi ke Yerusalem (tidak loyo lagi).

Lukas 24: 33
24:33 Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.

Kalau hati sudah dijamah oleh kuasa kebangkitan Yesus, hati yang panas, susah dan kecewa menjadi hati nurani yang baik, bahagia dan wajah berseri-seri, maka kita akan bangun. Bangun artinya aktif dalam pembanguan tubuh Kristus yang sempurna.

Pembangunan tubuh Kristus:

  • dimulai dari nikah rumah tangga. Kita harus pikirkan ini! Tugas sebagai orang tua menyekolahkan anak dan sebagainya, itu masih terlalu kecil. Tugas terbesar adalah masuk pembangunan tubuh Kristus. "Apakah saya, istri dan anak saya masuk dalam pembangunan tubuh Kristus?" Inilah yang harus dipikirkan.


  • dalam peggembalaan, bukan hanya jemaat banyak dan bisa membangun gereja, jemaat diberkati, ini semua masih terlalu kecil, tetapi untuk pembangunan tubuh Kristus.


  • dalam fellowship semacam ini, kalau hanya untuk memperbesar gereja, supaya ada jiwa baru, ini terlalu kecil, tetapi untuk pembangunan tubuh Kristus.

Aktif dalam pembanguan tubuh Kristus yang sempurna= membangun tembok Yerusalem yang runtuh (dalam kitab Nehemia).

Pagi ini, kita belajar bagaimana pembangunan tubuh Kristus (PEMBANGUNAN TEMBOK YERUSALEM YANG RUNTUH).

PERSIAPAN untuk membangun:
Sebelum membangun tembok Yerusalem (pembangunan tubuh Kristus) ada persiapannya.

Nehemia 2: 17-18
2:17 Berkatalah aku kepada mereka: "Kamu lihat kemalangan yang kita alami, yakni Yerusalem telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Mari, kita bangun kembali tembok Yerusalem, supaya kita tidak lagi dicela."
2:18 Ketika kuberitahukan kepada mereka,
betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka: "Kami siap untuk membangun!" Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu.

"Mari"= suatu ajakan. Nanti ada juga "Marilah" sampai ajakan ke pesta nikah Anak Domba.

"kita tidak lagi dicela"= tidak bercela sampai sempurna.

"betapa murahnya tangan Allahku"= persiapan membangun adalah kemurahan Tuhan. Banyak uang atau banyak jemaat belum tentu bisa mengadakan persekutuan 1 bulan 1-2 kali, tetapi kalau ada kemurahan Tuhan pasti bisa.


Persiapan membangun adalah kita MENERIMA KEMURAHAN TUHAN YANG BESAR dan lebih besar dari apapun terlebih dahulu (bukan menerima uang atau ada sponsor).

Kesaksian:
"Maafkan rekan hamba Tuhan, 'Om saya undang ke sini, nanti prosposalnya saya kirim'. Saya bilang 'proposal untuk apa? Jika ada proposal untuk biaya-biayanya, saya tidak akan datang'.
Om Pong pernah bilang, dia sendiri tidak punya iman, apanya yang mau dibangun. Kalau ada iman, mari kita saling membangun.
Yang luar biasa, panitia di Papua (Manokwari), padahal tidak ada jemaat ditempat itu dan tidak ada uangnya. Saat hotel menagih, lusa harus bayar 15 juta dulu, tetapi mereka bisa bayar. Kalau dia telpon saya 'pak Wi, kirim 15 juta', saya akan katakan 'tidak jadi ya, saya tidak datang'.
"

Kemurahan Tuhan itu tidak bisa dibeli dengan berapa pun. Kemurahan Tuhan itu lebih besar dari apapun di dunia ini.

Yang dipakai untuk membangun rumah rohani adalah imam dan raja (1 Petrus 2).

Keluaran 19: 6
19:6 Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."

Sebenarnya yang layak menjadi imam dan raja untuk masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna adalah bangsa Israel asli dan keturunannya. Secara jalur keturunan, kita (bangsa Kafir) tidak bisa dan tidak boleh masuk pembangunan tubuh Kristus. Tetapi Tuhan buka jalan lewat jalur kemurahan Tuhan (belas kasih Tuhan) yang besar seharga korban Kristus.

1 Petrus 2: 9-10
2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
2:10
kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

"Tetapi kamulah bangsa yang terpilih"= bangsa Kafir menjadi bangsa yang terpilih.
"imamat yang rajani"= imam-imam dan raja-raja.
"kamu, yang dahulu bukan umat Allah"= bangsa Kafir.

Tuhan membuka jalan lewat jalur kemurahan Tuhan yang besar, yang seharga korban Kristus (darah Yesus), untuk mengangkat bangsa Kafir menjadi imam-imam dan raja-raja yang dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Imam dan raja memiliki jabatan pelayanan dari Tuhan dan karunia-karunia Roh Kudus. Jadi sesuaikan dulu jabatan pelayanannya, sebab ini tidak sembarangan.
Misalnya:

  • banyak uang lalu mau membuka gereja dan menjadi gembala, tapi kalau bukan jabatan dari Tuhan tidak akan bisa.
  • banyak uang lalu mau kesana kesini, mau mengadakan KKR, tapi kalau bukan jabatan dari Tuhan, ini cuma kumpul-kumpul tidak ada artinya. Nanti akan terjadi pertengkaran-pertengkaran soal uang.

Jadi, kita harus terima dahulu kemurahan Tuhan yang besar, lewat jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus.

SIKAP kita dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna yaitu "Kami siap untuk membangun!" (Nehemia 2: 18) artinya

  • setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan (sesuai rencana Tuhan).

    Kesaksian:
    "Maafkan saya akan bersaksi sedikit. Pagi ini saya diingatkan oleh Tuhan, tentang 2 perkataan terakhir dari bapak Pendeta Pong Dongalemba saat hampir meninggal (tetapi saya tidak sadar waktu itu):
    Yang pertama,
    tentang Paskah persekutuan. Beliau berkotbah di Hotel Westin waktu itu, sekarang Hotel J.W.Mariot. Beliau selalu mengadakan Paskah tiap tahun di Hotel Westin, kemudian beliau berkotbah "ini Paskah terakhir". Saya selalu mendapatkan kemurahan di Hotel Westin, saya selalu dipanggil beliau untuk mendampingi bersama istri dan anak saya. Kemudian beliau bertemu dengan saya, lalu bertanya 'Pak Wi, catatan-catatan PPI lengkap?' Saya jawab 'lengkap, pa' dan beliau berkata 'bagus, sebab itu nanti akan berguna bagi kamu, itu harta mu nanti'. Saya ingat Paskah Persekutuan terakhir harus dilanjutkan.

    Yang kedua,
    tentang Lempin-El. Ini bukan ditepat-tepatkan, tapi baru ingat tadi. Beliau selalu berkata "Pak Wi kalau Lempin-El masih ada, kamu harus sungguh-sungguh", sebab saya waktu itu mengajarnya pulang-pulang, saya mengajar hari Senin, lalu hari Selasa pulang, karena saya harus kotbah. Beliau bilang, "sudah kamu disini saja", tetapi saya tidak menurut. Satu waktu murid-murid saya ajak ke Malang, lalu saya ajar pagi, siang, dan malam. Kemudian saya bilang ke beliau, 'pa, muridnya yang KO, tidak kuat lagi saya ajar pagi, siang dan malam'. Dan beliau senang sekali. Beliau berkata 'dia sudah mengerti enaknya jadi guru'.

    Dua inilah, Paskah dan Lempin-El, Pagi ini sudah terealisasi, Paskah dan Lempin-El. Semoga Tuhan memberikan kemurahan, kita siap terus untuk kebaktian Paskah dan pembukaan Lempin-El."


  • tidak bisa dihalangi oleh apapun.
  • "dengan sekuat tenaga"= dengan segenap tubuh, jiwa, roh kita dantanpa pamrih. Istilah Rasul Paulus "tidak menghiraukan nyawa", tadi malam istilah Rasul Petrus "cucuran air mata"/"cucuran keringat"/"cucuran darah".

Jika kita tidak setia, bosan, tidak seperti dulu lagi, dan asal-asalan melayani, baik didalam nikah, penggembalaan, ini berarti sudah mulai keluar dari kemurahan Tuhan.

Kesaksian:
"Saya pernah bersaksi, dulu menjadi zangkoor di Lemah Putro. Saya menyanyinya didepan podium, baru dipanggil "zang" saya sudah lari ke depan. Baru pertama melayani masih semangat, sesudah itu mau latihan zangkoor saja sudah susah, bosan, lalu Tuhan tegor."

Hati-hati! Kalau sudah bosan melayani, nanti akan najis= keluar dari kemurahan Tuhan. Jika keluar dari kemurahan Tuhan, maka menjadi murahan. Biarlah darah Yesus yang menolong kita.

PELAKSANAAN membangun
Nehemia 3: 1
3:1. Maka bersiaplah imam besar Elyasib dan para imam, saudara-saudaranya, lalu membangun kembali pintu gerbang Domba. Mereka mentahbiskannya dan memasang pintu-pintunya. Mereka mentahbiskannya sampai menara Mea, menara Hananeel.

"membangun kembali pintu gerbang Domba"= pelaksanaannya adalah MEMBANGUN DULU PINTU GERBANGNYA (bukan temboknya dulu dan sebagainya). Pintu gerbang itu ada pintu gerbang kuda dan ada pintu gerbang domba, tinggal pilih yang mana. Kalau pintu gerbang kuda itu enak bisa lari ke sana sini. Kalau pintu gerbang domba itu ketat sekali (tidak boleh ini dan tidak boleh itu).

Permulaan pelaksanaan pembangunan tubuh Kristus adalah mulai dengan membangun pintu gerbang domba (domba itu selalu tergembala). Artinya: pembangunan tubuh Kristus harus dalam sistem penggembalaan, baik secara kualitas maupun kuantitas. Kita harus berada didalam kandang penggembalaan (ruangan suci)= ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok. Jika kualitas terbangun, maka kuantitas juga terbangun.

Kesaksian:
"Waktu saya diterjunkan di Malang, saya sempat putus asa. Saya belum mengerti sistemnya Tuhan (sistem penggembalaan).
Saat itu, saya bingung mengapa belum ada baptisan, belum ada jiwa yang bertambah. Saya masih single waktu itu, tetapi saya tidak sadar kalau ibadah Selasa sudah ada jiwa yang bertambah, ibadah Kamis ada jiwa yang bertambah, bisa sekitar 70-80% ibadah Selasa, Kamis sampai Minggu. Saya lupa waktu itu. Jadi
kualitas dahulu, dikandang dahulu. Jika sudah mantap, baru jiwa-jiwa lain akan datang. Di Jalan W.R. Supratman Surabaya juga begitu. Awalnya dari 4 keluarga, yang 1 keluarga pindah ke Malang. Dulu saya bawa Lempin-El 30 orang tiap kali kebaktian, tetapi sekarang cuma bawa 2-3 orang Lempin-El, sudah dijatah, karena sudah tidak ada tempat lagi."

Dari 3 macam ibadah dulu, kalau sudah mantap, pasti kuantitas akan bertambah. Demikian juga bagi sidang jemaat, kalau belum diruangan suci, itu belum mulai membangun. Jadi baik gembala maupun sidang jemaat harus masuk dalam kandang penggembalaan. Jika kualitas sidang jemaat sudah dibangun, maka pekerjaan dan lain-lain merupakan urusan-Nya Tuhan (kuantitas pasti dibangun juga). Tuhan tidak penah menipu kita!

Perbedaan pintu gerbang kuda dan pintu gerbang domba adalah lebarnya. Pintu gerbang kuda itu lebar sekali, tetapi kalau pintu gerbang domba itu sempit. Pintu surga itu sempit, tidak enak bagi daging. Misalnya: coba saja rekan gembala kotbah 3 macam ibadah tambah kaum muda, jadi 4 kali dalam seminggu. Ini tidak enak bagi daging, tetapi disitulah kita menemukan kebahagiaan dalam Tuhan.

Dengan sistem penggembalaan, kita merasakan penampilan Yesus yang sudah bangkit sebagai Imam Besar dan Gembala Agung, untuk mengalahkan segala halangan/rintangan baik dari luar dan dalam.

Misalnya: kita membangun rumah dan gereja itu sudah beda. Kalau membangun rumah biasa, itu lebih mudah dan cepat. Kalau membangun gereja, baru ijinnya saja sudah susah. Inilah halangan secara jasmani, terlebih lagi dalam pembangunan tubuh Kristus.

Halangan dari luar.
Nehemia 4: 3
4:3 Lalu berkatalah Tobia, orang Amon itu, yang ada di dekatnya: "Sekalipun mereka membangun kembali, kalau seekor anjing hutan meloncat dan menyentuhnya, robohlah tembok batu mereka."

Halangan dari luar: "seekor anjing hutan meloncat".
'anjing hutan'= serigala= menunjuk antikris dan nabi palsu.

Antikris (serigala/binatang buas): tabiat daging (iri hati, marah, benci tanpa alasan, fitnah, sampai menganiaya, bahkan sampai pembunuhan). Pembunuhan karakter itu juga termasuk fitnah.

Nabi palsu: ajaran-ajaran palsu:

  • ragi Farisi: ajaran tentang kawin cerai.
    Hati-hati terhadap ragi Farisi! Sekarang ragi Farisi sedang melanda gereja Tuhan, bahkan homoseks dan lesbian harus diberkati di gereja.

    Kesaksian:
    "Kawin sudah diberkati dihadapan Tuhan (diteguhkan), kemudian bercerai dan kawin lagi dengan yang lain, sekarang ini pendeta sudah mau.
    Dulu, tahun 2009, saya ke Amerika, masih belum ada berita itu. Sebelum saya pulang, hamba Tuhan dan anak Tuhan disana minta didoakan, sebab RUU tentang homoseks dan lesbian mau diresmikan. Jadi homoseks dan lesbian harus diberkati di gereja, kalau tidak diberkati, pendetanya yang ditangkap dan dipenjara. Sekarang ini di koran, beberapa negara sudah menyetujui homoseks dan lesbian untuk diberkati di gereja."


  • ajaran babel (Wahyu 17: 5): yang dicari hanyalah kemakmuran daging dan hiburan daging di gereja tanpa penyucian oleh firman.
  • ajaran Izebel (salah tahbisan): wanita diperbolehkan mengajar dan memerintah laki-laki didalam nikah rumah tangga, maupun didalam ibadah pelayanan.

    Wahyu 2: 20
    2:20 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.
    Susunan yang benar adalah laki-laki kepala dari wanita dan Yesus kepala dari laki-laki. Jika wanita mengajar dan memerintah laki-laki (wanita menjadi kepala), maka laki-laki tidak menjadi kepala dan Yesus tidak menjadi kepala, melainkan ularlah yang menjadi kepala.

    1 Timotius 2: 11-14
    2:11 Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.
    2:12
    Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.
    2:13 Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.
    2:14 Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.

    Ini dikaitkan dengan "Adam dan Hawa": "semua buah pohon di taman, boleh kau makan buahnya dengan bebas, kecuali satu" artinya wanita boleh melayani apa saja, kecuali satu yang tidak boleh yaitu mengajar dan memerintah laki-laki. Hukum Taurat pun mengajarkan demikian dan ini sudah digenapkan dalam perjanjian baru.

    Tentang wanita yang tidak boleh mengajar ini banyak yang protes juga, tetapi biarlah Tuhan yang tolong kita.

Panitia dan pembicara dimanapun harus bertanggung jawab. Jangan sampai orang yang sudah membangun tembok, malah kita rubuhkan. Mari kita saling tolong menolong dan membangun tembok bersama-sama lewat kebaktian ini. Jangan ada serigala!

Halangan dari dalam
: berasal dari dalam diri kita sendiri.
Yohanes 5: 2-3
5:2 Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
5:3 dan di serambi-serambi itu
berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.

"Betesda"= rumah kemurahan.
Hati-hati! Dipintu gerbang domba (di penggembalaan), ternyata banyak orang yang sakit.

Kalau dipenggembalaan banyak orang sakit secara rohani, maka fellowshipnya juga sakit (mencari kepentingan diri sendiri/kepentingan jasmani). Begitu ada goncangan yang positif (berkat), bersikap 'saya nomor satu'. Jika ada goncangan negatif (Yesus disalib), lari duluan.

Halangan dari dalam, antara lain:

  1. buta.
    2 Korintus 4: 3-4
    4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini,
    sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    "cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus"= firman pengajaran/kabar mempelai.

    Firman penginjilan/injil keselamatan/susu: membawa orang berdosa untuk percaya Yesus, bertobat dan diselamatkan= kabar baik (Amsal 25: 25). Firman penginjilan memberitakan Yesus yang sudah datang pertama kali dan mati di kayu salib.

    Cahaya Injil Kemuliaan: memberitakan Yesus yang akan datang ke dua kali.

    Banyak yang buta (tidak bisa melihat kabar mempelai)= tidak bisa menerima kabar mempelai yang tajam, keras dan lama.
    Akibatnya: jika buta melihat Tuhan/firman (firman itu kepala), maka buta dalam pelayanan. Buta dalam pelayanan artinya tidak ada beban, asal-asalan dalam melayani dan tidak ada arah yang jelas= seperti orang buta menuntun orang buta dan keduanya masuk kedalam lubang.

    Jadi, harus melihat pengajaran/cahaya injil terlebih dulu (melihat pribadi Tuhan dulu), baru kita tahu apa yang harus kita lakukan. Melihat teladan Sang Kepala dulu, baru kita tahu mau melayani apa dan arahnya kemana.


  2. timpang yaitu mencampur pelayanan yang rohani dengan yang jasmani.
    Jika kita melayani tetapi mendapatkan gaji dan lain-lain, itu bukan melayani Tuhan (seperti bekerja di bank). Jika didalam Tuhan, ini pelayanan yang rohani saja, jangan dicampur yang jasmani.

    Mencampur pelayanan yang rohani dengan yang jasmani, artinya melayani dengan tujuan hanya mendapatkan hal-hal yang jasmani.

    Kesaksian:
    "Saya katakan kepada Lempin-El, jangan sampai masuk Lempinel karena tidak bisa masuk sekolah A, tidak bisa kerja, lalu lebih baik masuk Lempinel. Jika seperti inim nanti akan menjadi hamba Tuhan yang timpang dan buta. Justru kita masuk Lempin-El, kita rela kehilangan yang jasmani. Terus terang, saya masuk Lempin-El kehilangan ijazah dan pekerjaan.

    Dulu saya keluar dari Petra, dipikir saya sekolah S2, padahal saya masuk Lempin-El. Justru saya kehilangan, bukan mencari yang jasmani.
    "

    Jadi melayani Tuhan, apa yang kita miliki, serahkan kepada Tuhan, bukan lagi mencari.

    Jika timpang, akibatnya: selalu bersungut-sungut, tidak pernah puas, sampai akhirnya kepuasan dunia masuk di gereja.
    Lebih celaka lagi jika pengajaran dicampur dengan pengetahuan.


  3. lumpuh: tidak aktif dalam pelayanan.
    Lumpuh ini ditempat tidur= dosa seks dan keuangan. Dua hal ini duet (najis dan jahat).

    Ini seperti Eneas lumpuh 8 tahun. Eneas artinya yang terpuji. Banyak orang yang terpuji (hamba Tuhan ini paling dipuji), tetapi lumpuh, baik lumpuh soal nikah..

Hati-hati terhadap dosa makan minum
(merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (dosa seks dengan berbagai ragamnya, nikah yang salah/yang hancur dipertahankan).

Anak-anak hamba Tuhan, perhatikan! Jangan membuat lumpuh pelayanan hamba-hamba Tuhan. Kalau orang tua kita sudah tua, saat mau jalan harus dipegang supaya cepat jalannya. Jadi anak-anak harus mendorong semuanya dan jangan menjadi beban. Imam-imam jangan menjadikan pelayanan lumpuh dengan adanya kenajisan.

Hati-hati terhadap kejahatan= keinginan akan uang (kikir dan serakah).
Kikir yaitu tidak bisa memberi.
Serakah yaitu merampas haknya orang lain (korupsi, hutang tidak bayar), terutama merampas hak-Nya Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus). Jika kikir dan serakah, maka lumpuh.

Kesaksian:
"Saya bersyukur diajar oleh Om Pong, hamba Tuhan jangan sampai berhutang."

Bagaimana penyembuhannya?
Untuk mengalahkan halangan dari luar dan dalam, kita perlu kuasa kebangkitan untuk mengalahkan halangan dari dalam dan dari luar.

Matius 15: 30

15:30 Kemudian orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.

Dibawah kaki Yesus, kita disembuhkan. Dalam Ibadah Paskah Persekutuan I kemarin, kuasa kebangkitan membawa kita MENGULURKAN TANGAN KEPADA TUHAN: Ibu Maria Magdalena percaya dan menyembah Tuhan, Petrus mengulurkan tangan sampai mati, kaum muda juga mengulurkan tangan (taat).
Pagi hari ini, kuasa kebangkitan membawa kita ke tempat yang paling indah yaitu DIBAWAH KAKI YESUS. Mungkin kita banyak berusaha sendiri, akhirnya lumpuh, timpang dan buta. Pagi hari ini, kalaupun kita sudah lumpuh, buta dan timpang, sudah tidak bisa apa-apa lagi baik jasmani, rohani atau nikah rumah tangga, biarlah kita datang dibawah kaki Tuhan.

Kuasa firman dan perjamuan suci= kuasa kebangkitan. Datang dibawah kaki Tuhan itu dimulai dari pintu gerbang domba (tergembala).

Dibawah kaki Tuhan kita akan mengalami kesembuhan, penyucian dan dibawah kaki Tuhan kita bisa TERSUNGKUR MENYEMBAH DIA= hanya mengaku tanah liat.

Contoh-contoh kehidupan yang mengaku tanah liat:

  1. Yunus 3: 6-9
    3:6 Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.
    3:7 Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: "Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba
    tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air.
    3:8 Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya.
    3:9 Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa."


    Yunus 4: 11
    4:11 Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?"

    Raja saja mengaku tanah liat, terlebih lagi kita!

    Raja Niniwe menghadapi dosa-dosa, sampai puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan) dan tidak bisa membedakan tangan kanan dan kiri (tidak bisa membedakan yang benar dan tidak benar). Terutama tidak bisa membedakan pengajaran yang benar dan tidak benar (menganggap semua sama saja atau berkata sama, tapi ada beda sedikit saja). Inilah keadaan yang parah, sudah membabi buta hidupnya. Ini soal rohani.

    Raja yang kaya dan hebat, tidak bisa menanggulangi/menghadapi masalah, dosa sampai puncaknya dosa, sehingga ada ancaman hukuman dari Tuhan (kebinasaan). Raja tidak bisa menyelesaikan dosa artinya kepandaian dan kekayaan tidak bisa menyelesaikan dosa-dosa.

    Jalan keluarnya: kita harus datang dibawah kaki Tuhan dan menyembah Tuhan dengan puasa= merendahkan diri serendah-rendahnya dan hanya mengaku tanah liat yang banyak kekurangan/dosa-dosa dan jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.

    Apapun keadaan kita, mungkin mengadapi dosa sampai puncaknya dosa atau ancaman kebinasaan (hukuman Tuhan), masih ada tempat yang paling indah dibawah kaki Tuhan, kita harus mengaku semua dosa-dosa dan jika diampuni jangan berbuat dosa lagi= kita melunakkan hati Tuhan dan tidak terjadi hukuman, tetapi terjadi pemulihan.

    Jangan putus asa, sebab masih ada pemulihan. Lewat firman dan perjamuan suci ada pemulihan dibawah kaki Tuhan.


  2. Ayub 42: 5-6
    42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
    42:6 Oleh sebab itu
    aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

    Ayub menghadapi ujian habis-habisan. Mungkin kita dalam pelayanan dan ekonomi habis-habisan seperti Ayub. Tidak ada tempat lain, kecuali dibawah kaki Tuhan, kita menyembah Tuhan, merendahkan diri serendah-rendahnya dan mengaku bahwa kita hanya tanah liat yang tidak bisa apa-apa dan mencabut kebenaran diri sendiri.

    Dosa Ayub adalah kebenaran diri sendiri. Ayub ini kehidupan yang saleh, baik dan jujur, tetapi sayang masih ada kebenaran diri sendiri.

    Ayub 32: 1-2
    32:1. Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.
    32:2 Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub,
    karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,

    Jika kita mengalami ujian habis-habisan mungkin didalam ekonomi, pelayanan atau didalam apa saja, kita harus merendahkan diri untuk mencabut kebenaran sendiri ("aku mencabut perkataanku"). Banyak perkataan kita yang salah.

    Kebenaran sendiri adalah


    • menutupi dosa dengan menyalahkan orang lain lewat kata-kata. Dia yang berbuat dosa, tetapi tidak mengaku, malah menyalahkan orang lain. Kita menyalahkan orang lain ini lewat perkataan, sebab itu, kita harus mencabut perkataan tersebut. Dosa kebenaran sendiri ini sering tidak disadari.


    • menutupi dosa dengan menyalahkan Tuhan (menyalahkan firman pengajaran yang benar). Mungkin salah dalam tahbisan, tetapi malah menyalahkan pengajaran. Tidak bisa sesuaikan dengan firman pengajaran, tetapi malah menyalahkan pengajaran.


    • kebenaran diluar firman Allah.
      Jangan salah!
      Misalnya, Yesus seorang diri di kayu salib mempertahankan firman. Itu bukanlah kebenaran sendiri.
      Biarpun dia sendiri, tetapi kalau dia sama dengan firman, itu merupakan kebenaran dari Tuhan.

      Tetapi, biarpun seribu sampai sejuta pendeta berkumpul (koferensi), tetapi tidak cocok dengan firman (Alkitab), itulah kebenaran diri sendiri yang harus dicabut, supaya tidak habis-habisan.


    Akhirnya, Ayub mencabut semuanya dan terjadi pemulihan.

Kalau kita berada dibawah kaki Tuhan dan mengaku hanya tanah liat, maka tanah liat akan mengalami kuasa kebangkitan Tuhan Sang Pencipta. Hasilnya:

  • Ayub mengalami pemulihan dobel, jasmani dan rohani dipulihkan oleh Tuhan.
  • tanah liat dibentuk menjadi bejana kemuliaan.
    Artinya: kita dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna= untuk memuliakan Tuhan (jangan memalukan atau memilukan Tuhan).

    Siapapun kita, jika ada bejana yang sudah rusak pun, masih bisa dipulihkan dan ditolong oleh Tuhan.


  • tanah liat dibentuk menjadi sempurna seperti Dia, menjadi ciptaan yang semula.
    Kejadian 1: 26a
    1:26. Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,

    Tanah liat dibentuk oleh Sang Pencipta menjadi ciptaan baru, sempurna dan sama mulia untuk layak menyambut kedatangan Yesus. Ini mujizat terbesar dan mujizat-mujizat yang lain juga akan terjadi (ada kesembuhan).

Jangan lari kemana-mana, tetapi dibawah kaki Tuhan. Jika kita sudah tidak bisa apa-apa, kemarin kita ulurkan tangan kepada Tuhan, sekarang berlututlah dibawah kaki Tuhan. Biarlah kuasa kebangkitan-Nya yang bekerja pada tanah liat.

Kesaksian:
"Untuk menyelenggarakan ibadah Paskah Persekutuan ini saya tidak bisa berpikir, semuanya protes karena dekat dengan ibadah yang di Malang, tetapi saya bawa dibawah kaki Tuhan. Yang saya kaget, surat ijin belum ada sampai kemarin, karena dulu di Malang, sempat kami hampir batal karena masalah surat ijin, tetapi dalam sekejab saja, pagi-pagi sudah selesai semuanya dan berjalan baik semuanya."

Jika sudah habis-habisan, hancur-hancuran, nikah rumah tangga hancur, anak-anak kita hancur dan lain-lain seperti Raja Niniwe dan Ayub, biarlah Tuhan yang tolong dan pulihkan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top