English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 Februari 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 penglihatan Yohanes di pulau Patmos.

Wahyu 1:9
1:9 Aku,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Oktober 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 02 Agustus 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 Juni 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 ... Dan ketahuilah, Aku...

Ibadah Natal Mojoagung, 09 Desember 2011 (Jumat Sore)
Tema: 1 Yohanes 4: 8
4:8. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

"ALLAH ADALAH KASIH"
Rasul Yohanes menampilkan...

Ibadah Raya Surabaya, 18 Agustus 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Februari 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:57-68 berjudul "SAKSI dan KESAKSIAN".

Ada 2...

Ibadah Raya Malang, 12 Agustus 2012 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

2 Korintus 6:14-17
6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang...

Ibadah Doa Malang, 24 Juni 2014 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6:27
6:27 “Tetapi...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 Juni 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28: 20b
28:20b ..... Dan...

Ibadah Ucapan Syukur Malang, 27 Desember 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

1 Tesalonika 5: 18
5:18. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 15 September 2018 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan peneguhan dan pemberkatan nikah

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Menikah merupakan panggilan, kepercayaan, dan...

Ibadah Persekutuan Ambon V, 17 November 2011 (Kamis Sore)
Tema: Yohanes 10: 10b
"Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. "

=...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Juni 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 November 2012 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 2:36-40
2:36 Lagipula di situ ada...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Persekutuan V di Tentena-Poso, 25 September 2014 (Kamis Malam)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Markus 13: 29
13:29. Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.

Tema: Markus 13: 29b= 'Waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu'.

Malam ini, kita masih membahas 'waktu sudah dekat'. Sedangkan 'waktu sudah di ambang pintu' masih belum dibahas, sebab ada pengertian lain.

Waktunya sudah dekat, artinya: waktu kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga (kepala/suami) di awan-awan yang permai sudah tidak lama lagi untuk mengangkat sidang jemaat yang sudah sempurna (mempelai wanita Surga) ke awan-awan yang permai, sehingga kita bertemu dengan Yesus untuk masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba (Wahyu 19: 9= nikah yang rohani.).
Setelah itu, kita masuk dalam kerajaan 1000 tahun damai (Firdaus yang akan datang= Wahyu 20). Sesudah itu, kita masuk Yerusalem Baru (kerajaan Surga selama-lamanya= Wahyu 21-22).

Tuhan sudah siap untuk datang kembali, sebab itu, kita harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya (tidak boleh lengah) dalam waktu yang sudah dekat ini untuk bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga di awan-awan yang permai.
Waspada! Kalau kita tidak bisa menyambut, itu sama dengan kita ketinggalan saat Tuhan datang kembali = penderitaan sampai binasa untuk selama-lamanya. Ini akhir pengikutan kita kepada Tuhan di dunia ini. Harus sampai terangkat di awan-awan permai.

Apa yang harus dipersiapkan pada waktu yang sangat singkat ini?

  1. kita harus banyak membaca, mendengar dan menuruti Firman nubuat (diterangkan pada Ibadah Persekutuan I di Tentena-Poso, 23 September 2014).


  2. menjaga perasaan hati supaya tidak ada ketakutan dan kekuatiran (diterangkan pada Ibadah Persekutuan II di Tentena-Poso, 24 September 2014-Pagi).


  3. menjaga perhatian supaya kita hanya memperhatikan kemurahan Tuhan dan pelayanan (diterangkan mulai dari Ibadah Persekutuan III di Tentena-Poso, 24 September 2014-Malam sampai Ibadah Persekutuan IV di Tentena-Poso, 25 September 2014-Pagi).

Malam ini, kita pelajari dari Markus 13: 28
13:28. Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.

Menggunakan waktu yang sudah dekat/singkat, yang kita persiapkan adalah belajar kepada pohon ara yang sudah melembut rantingnya dan berbuah.
Artinya: kita harus mengalami pembaharuan/keubahan hidup.
Berbuah= berubah.
Kita berlomba dengan waktu yang singkat, sebab itu, kita harus cepat berubah. Jangan menunda-nunda waktu!

Belajar dari pohon ara, ada 3 macam pembaharuan:

  1. pembaharuan nikah. Ini dipelajari dari pohon ara di Taman Eden.
    Di Taman Eden, daun pohon ara dipakai untuk menutupi ketelanjangan Adam dan Hawa. Tidak disebutkan ada buahnya, berarti pohon ara masih keras.

    Kejadian 2: 23-25
    2:23. Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."
    2:24. Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi
    satu daging.
    2:25. Mereka
    keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

    Tuhan menciptakan manusia yang mulia, telanjang tetapi tidak malu karena ada pakaian kemuliaan.
    Tuhan menciptakan nikah manusia adalah nikah yang mulia (telanjang tetapi tidak malu= tidak dipermalukan).

    Nikah juga menjadi satu daging= ada kesatuan nikah.
    Nikah yang mulia, tandanya:


    • telanjang tetapi tidak malu,
    • ada kesatuan nikah, tidak ada pertengkaran, perceraian dan lain-lain,
    • bersuasana Firdaus (kebahagiaan).


    Inilah nikah yang diciptakan Tuhan mula-mula.

    Tetapi sayang, Adam dan Hawa berbuat dosa, sehingga mereka telanjang (nikahnya ditelanjangi oleh setan). Dan ini terjadi sampai hari ini, di mana nikah yang mulia dirusak.
    Karena telanjang, Adam dan Hawa merasa malu setelah berbuat dosa karena kehilangan pakaian kemuliaan.
    Lebih celaka lagi, nikah-nikah sekarang dirusak oleh setan, termasuk nikah hamba Tuhan/pelayan Tuhan sampai jatuh bangun dalam dosa sampai puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan)= telanjang tetapi tidak tahu malu. Ini yang gawat!

    Telanjang tetapi tidak tahu malu= seperti anjing dan babi.
    Jangan sampai hamba Tuhan menjadi seperti anjing. Ini merupakan kerusakan yang sangat dahsyat.
    Pemain musik, zangkoor maju melayani, padahal 'maaf' seperti anjing dan babi, telanjang tetapi tidak tahu malu. Inilah yang terjadi sekarang ini.

    Karena telanjang dan malu, Adam dan Hawa berusaha menutupi ketelanjangannya dengan daun pohon ara.
    Kejadian 3: 7
    3:7. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

    Yesaya 64: 6
    64:6. Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.

    'kesalehan'= kebenaran (dalam bahasa Inggris).
    Jadi, daun ara adalah kebenaran tapi kotor, kebenararan tapi dosa = kebenaran diri sendiri, yaitu: kebenaran di luar Firman Allah yang menghancurkan/menelanjangi nikah.
    Kalau Firman mengatakan tidak boleh, maka harus dituruti, sekalipun seribu orang berkata itu benar, tetapi kalau tidak sesuai Alkitab jangan diikuti.

    Praktik kebenaran sendiri dalam nikah:


    • Kejadian 3: 6-7
      3:6. Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
      3:7. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

      Saat ular datang dan berbicara kepada Hawa supaya memakan buah pohon yang dilarang Tuhan, seharusnya, Hawa tahu bahwa ia harus tanya dulu pada suami saat mendengar suara ular. Tetapi Hawa langsung mengambil keputusan sendiri.

      Praktik pertama: susunan nikah yang salah, yaitu istri menjadi kepala dari suami= bagaikan memberi buah terlarang pada suami, sehingga nikah menjadi telanjang.

      Istri menjadi kepala, artinya:


      1. istri yang mengambil keputusan dalam rumah tangga.
      2. istri memerintah dan mengajar laki-laki/suami.
        Hati-hati di dalam ibadah juga terjadi!


      1 Korintus 11: 2-3
      11:2. Aku harus memuji kamu, sebab dalam segala sesuatu kamu tetap mengingat akan aku dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepadamu.
      11:3. Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus,
      kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.

      Struktur nikah yang benar adalah Kristus --> suami (laki-laki) --> istri (perempuan).
      Kalau istri yang menjadi kepala dalam rumah tangga, maka Kristus tidak bisa menjadi kepala dalam rumah tangga. Yang menjadi kepala adalah ular yang akan menelanjangi nikah.
      Begitu juga dalam ibadah. Kita harus hati-hati! Jangan ada wanita mengajar dan memerintah laki-laki.

      Kalau ular menjadi kepala, maka nikah akan ditandai dengan ketelanjangan = dusta yang ditutup-tutupi, kebencian dan sebagainya, sehingga nikah menjadi gelap.


    • Kejadian 3: 11-13
      3:11. Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"
      3:12. Manusia itu menjawab: "
      Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."
      3:13. Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "
      Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."

      Seharusnya, Adam cukup mengaku saat ditanya Yesus dan beres. Tetapi, Adam malah menyalahkan perempuan dan Tuhan yang memberikan perempuan kepada dia. Bahkan saat Hawa ditanya, ia juga menyalahkan setan. Inilah kebenaran diri sendiri.
      Sekarang banyak terjadi, suami-suami berselingkuh tetapi malah menyalahkan isteri. Begitu juga hamba Tuhan, dia yang berdosa tetapi jemaat dan hamba Tuhan lain yang disalahkan.

      Praktik kedua: menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain, bahkan menyalahkan Tuhan (pengajaran yang benar) sampai menyalahkan setan.
      Kalau sudah menyalahkan setan, kehidupan itu sudah tidak akan pernah bisa bertobat (jadi sama seperti setan).

      Jangan oper-oper dosa! Dosa bukan untuk dioper-oper, tetapi harus diselesaikan.


    Kejadian 3: 17-19
    3:17. Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
    3:18. semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
    3:19. dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan
    kembali menjadi debu."

    'tanah kembali jadi tanah'= tidak pernah berubah.
    Kalau susunan nikah salah dan menutupi dosa, akibatnya:


    • suasana Firdaus jadi suasana kutukan, yaitu letih lesu, beban berat, susah payah, kepedihan, kepahitan, air mata mulai turun sampai debu kembali jadi debu.


    • Kejadian 3: 14
      3:14. Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.

      Kalau tetap jadi debu (= manusia daging yang mempertahankan dosa), maka kehidupan itu akan menjadi makanan ular/setan dan binasa untuk selama-lamanya.


    Kurang ajarnya setan adalah menggoda dan membalik-balik firman. Setelah manusia jatuh, ia akan dimakan dan habis.
    Jangan main-main dengan dosa dan ajaran palsu!
    Jangan merasa kuat! Salomo sudah hebat, tetapi jatuh karena ajaran palsu istrinya. Apalagi kita yang tidak hebat.

    Pembaharuan nikah yang benar adalah


    • struktur nikah diperbaiki= suami menjadi kepala dari istri.
      Anak-anak adalah anggota tubuh yang berfungsi untuk meringankan beban orang tua, bukan menjadi beban. Anak-anak hamba Tuhan harus meringankan pelayanan orang tua.

      Suami menjadi kepala dari istri, berarti


      1. suami yang bertanggung jawab atas kelangsungan hidup jasmani dan rohani dari istri dan anak-anak.
        Sekalipun gaji istri lebih tinggi, tetap suami yang bertanggung jawab. Inilah nikah yang sehat.


      2. secara rohani, kepala/suami dulu yang mengajak, bukan istri yang terus-terusan mengajak, nanti lama-lama jadi ekor ular.
      3. suami yang memutuskan segala sesuatu dalam rumah tangga.


      Kalau suami menjadi kepala dari istri, maka Kristus menjadi kepala atas rumah tangga kita. Rumah tangga kita terang dan Kristus bertanggung jawab penuh atas nikah kita.


    • suami istri bisa saling mengaku dan saling mengampuni.
      Yang salah, mengaku dengan ikhlas kepada Tuhan dan kepada suami, jika diampuni jangan berbuat lagi. Yang benar, mengampuni dengan ikhlas dan melupakannya, jangan diungkit-ungkit terus.
      Maka, darah Yesus (salib Kristus) menyelesaikan dosa-dosa, sehingga rumah tangga menjadi damai sejahtera, semua enak dan ringan.

      Yang membuat berat bukan kurang uang atau sakit. Tetapi, kalau ada dosa, sekalipun saling tertawa, itulah yang membuat berat.

      Kalau dosa diselesaikan, maka nikah menjadi satu.
      Tadi, di Taman Eden, dalam Kejadian 2 dituliskan 'keduanya menjadi satu daging', tetapi sayang, nikah manusia sudah ditelanjangi dan tercerai-berai. Tetapi syukur kepada Tuhan, setelah Yesus mati di kayu salib untuk menyelesaikan dosa dalam nikah, maka ayat ini ditulis lagi di Efesus. Artinya, nikah yang tercerai berai disatukan kembali oleh Tuhan.
      Dosalah yang membuat nikah menjadi berat dan tercerai-berai.

      Efesus 5: 31
      5:31. Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

      'keduanya menjadi satu'= satu suami ditambah satu isteri sama dengansatu daging.
      Di antara suami dan isteri hanya boleh ada tanda tambah (Yesus dengan salib-Nya), tidak boleh ada PIL (pria idaman lain)/WIL (wanita idaman lain), anak, orang tua, mertua dan sebagainya.


    Kalau malam ini nikah kita sudah telanjang, yang ada hanya saling menuduh antara suami-istri, mungkin masih satu ranjang/satu rumah tetapi hatinya sudah jauh, kita harus kembali kepada salib. Saling mengaku dan saling mengampuni, kembali pada struktur nikah yang benar.

    Matius 18: 19
    18:19. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

    'sepakat' = satu hati.
    Kalau nikah sudah menjadi satu, maka nikah itu menjadi rumah doa. Suami isteri sepakat berdoa dan doa itu akan dijawab oleh Tuhan. Betapa indahnya. Suami isteri menaikkan asap dupa yang harum, sehingga Tuhan turun untuk menyelesaikan masalah dan ada hadirat Tuhan dalam rumah tangga.

    Kalau kesatuan nikah diteruskan, nikah akan mencapai kesatuan yang lebih besar saat Yesus datang kedua kali di awan-awan.

    Efesus 5: 31-32
    5:31. Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
    5:32. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah
    hubungan Kristus dan jemaat.

    Nikah yang sudah menyatu siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai untuk masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba.
    Nikah yang sudah terlanjur salah, banyaklah berdoa kepada Tuhan. Hanya itu yang bisa kita lakukan sampai kita masuk dalam nikah yang sempurna. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.


  2. pembaharuan dalam ibadah pelayanan.
    Nikah dengan ibadah pelayanan adalah satu. Ini dua rahasia besar/agung dalam Alkitab, yaitu rahasia nikah dan rahasia ibadah. Ini kita pelajari dari pohon ara di pinggir jalan.

    Matius 21: 18-19
    21:18. Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar.
    21:19. Dekat
    jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!" Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.

    Dari Taman Eden sampai cerita Tuhan (kedatangan Yesus pertama kali ke dunia) disini sudah 2000 tahun, tetapi pohon ara masih berdaun saja.
    Disini, pohon ara sudah berdaun lebat, tetapi tidak ada satu buahpun.

    Kebiasaan pohon ara adalah kalau sudah berdaun lebat, berarti sudah musim berbuah dan ada buah permulaan satu dua buah. Yesus hanya butuh satu saja, tetapi tidak ada.

    'daun'= menunjuk pada aktivitas.
    Pohon ara berdaun lebat tetapi tidak berbuah= kehidupan yang sudah beribadah melayani, tetapi tidak memuaskan Tuhan. Ini adalah pelayanan yang tidak sepenuhnya/pelayanan asal-asalan. Ini sama seperti memberi makan Yesus dengan daun. Seringkali, kita sudah terlalu. Kita mau khotbah, tetapi tidak mau siap-siap, tidak mau berdoa, hanya cerita lawak-lawak.
    Kalau Tuhan tidak puas, kita semua juga tidak puas.

    Begitu juga saat mau main musik, dilakukan dengan sembarangan.
    Serius malam ini! Tuhan mau membaharui kita dan tidak mau menghukum karena waktunya masih ada sekalipun sudah dekat. Semoga, pulang dari tempat ini, nikah dan ibadah kita dibaharui.

    Kalau tidak memuaskan Tuhan, akibatnya: dikutuk oleh Tuhan menjadi kering rohani, mati rohani.
    Artinya:


    • tidak puas, selalu bersungut-sungut, saling menyalahkan dan lebih celaka lagi mencari kepuasan di dunia.

      Kesaksian:
      "Saya baru mendengar kesaksian dari hamba Tuhan. Seorang anak muda pandai dan dapat beasiswa di Jakarta. Kalau bapaknya telepon dan menanyakan ia ada dimana, ia ada di mall. Sekarang, setelah ikut ibadah di Kartika Graha, ia pindah ke Surabaya dan bapaknya telepon dan setiap kali bertanya ia ada dimana, ia ada di rumah. Bapaknya bingung dan anaknya berkata ia tidak mau lagi di mall tetapi mau dirumah saja. Jadi, kalau ibadah puas, maka semuanya puas."


    • tidak menyesal saat berbuat dosa, malah tertawa-tawa,
    • tidak merasa apa-apa saat ibadah, tidak merasa jamahan Tuhan, hanya biasa saja, malah mengantuk dan malas.


    Ini yang membawa pada kematian kedua, kebinasaan kekal di neraka.

    Mengapa sudah beribadah melayani, tetapi dikutuk oleh Tuhan?
    Yeremia 48: 10
    48:10. Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!


    • 'melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai'= beribadah melayani Tuhan, tetapi lalai.
      Artinya: tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, bahkan tinggalkan ibadah pelayanan.
      Seringkali sidang jemaat yang disorot, tetapi hamba Tuhan juga disorot. Hamba Tuhan sering himbau jemaat, tetapi dia sendiri ada di mana?
      Tuhan melihat kesetiaan kita.

      Kesaksian:
      "setelah pulang dari KKR, hari Sabtu sore saya langsung melayani kaum muda, hari Minggu pagi dan sore saya harus melayani. Tidak ada alasan untuk capek. Kalau tidak, tidak usah KKR, karena saya gembala. KKR ini merupakan kelimpahan dari dalam.Kalau gembala tidak mau berkhotbah di gereja sendiri, bagaimana mau KKR?
      Bapak Pdt In Juwono selalu mengatakan 'kalau kita gelas diisi air terus sampai meluber, pasti keluar'. Kita harus ingat kandang yang lain. Sebenarnya, saya sudah cukup dengan 2 jemaat (Malang dan Surabaya) ditambah Lempin-El. Satu hari saya khotbah dua kali, belum lagi jarak dari Malang ke Surabaya bisa 2-3 jam. Tetapi kalau air itu melimpah, harus ingat yang lain. Tetapi yang penting penggembalaan dulu, baru bisa melimpah.
      "

      Contoh: Yudas yang berhenti di tengah jalan.
      Waktu Yudas pergi setelah perjamuan terakhir, murid-murid masih mengagungkan Yudas. Banyak yang tidak tahu, mengira Yudas masih dipakai. Untung tidak ikut, kalau ikut, murid-murid juga ikut terkutuk.


    • 'menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah'= menghambat pedang Firman dari penumpahan darah.
      Memang, kalau ada pedang tajam, tangan yang mencuri akan dipedang dan berdarah (terasa sakit). Kita sudah datang jauh-jauh, Firman yang diberitakan anjing dan babi. Sakit bagi daging. Kalau saat kita datang, kita dipuji-puji, waktu pulang kita menjadi sombong dan merasa hebat. Lebih baik kita dikatakan anjing-babi, tetapi waktu pulang kita menjadi tunduk.

      Kesaksian:
      "Nomor satu orang yang tidak pernah memuji saya adalah isteri saya. Kalau saya menyimpang sedikit, dia katakan 'tidak lucu'. Tetapi saya bersyukur, kalau saya dipuji-puji, sekarang saya tidak ada di Tentena. Jangan dipuji-puji oleh orang, tetapi biarlah Tuhan yang memuji. Banyak hamba Tuhan dipakai Tuhan, tetapi istri memuji-muji, akibatnya malah jatuh dan hancur."

      Menghambat pedang dari penumpahan darah, artinya:


      1. menolak Firman,
      2. mendengar Firman, tetapi tidak taat dengar-dengaran/tidak melakukan.
        Seringkali hamba Tuhan mengajar untuk setia, tetapi ia sendiri tidak setia.


      Akibatnya: tidak mengalami penyucian (tidak ada tanda darah) dan pembaharuan.


    Inilah penyebab terjadi kutukan yaitu karena tidak setia dan tidak suci.
    Jika kita melayani dengan tidak setia dan tidak suci, kita seperti carang terlepas dari pokok anggur yang benar, sehingga kita tidak akan pernah berbuah.
    Tetapi, hati-hati! Carang kering ini juga dikumpulkan di tempat sampah, bukan persekutuan, tetapi persekongkolan. Persekutuan carang kering di tempat sampah terlihat erat sekali, tetapi dikumpulkan hanya untuk dibakar.

    Yohanes 15: 6
    15:6. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

    Jangan terkecoh! Persekutuan = ada pokok yang benar (pengajaran benar) dan kesucian.

    Persekongkolan= yang dibicarakan hanya sampah.
    Orang yang kering, lidahnya juga kering. Ini deteksinya.

    Persekutuan yang benar itu bukan organisasi, tetapi organisme dan berjalan dengan wajar, tidak perlu dipaksa, karena persekutuan itu seperti makan bersama.
    Jaga lidah!
    Perkataan kering= perkataan sia-sia, gosip, dusta dan lain-lain.

    Yohanes 15: 3
    15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    Apa yang disucikan?


    • Yohanes 13: 10-11
      13:10. Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."
      13:11. Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "
      Tidak semua kamu bersih."

      Sebenarnya, tapak kaki dari pemberita kabar baik sangat indah, apalagi pemberita kabar mempelai. Tetapi Yudas, kakinya paling kotor, yaitu:


      1. Pencuri. Ia mencuri milik Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus).

        Kesaksian:
        "Bagi kita hamba Tuhan dari GPT, seharusnya perpuluhan dimasukkan ke kas pusat supaya kita jangan mencuri. Ada 70-100 hamba Tuhan mau perpuluhan kepada saya, karena menerima makanan Firman. Saya katakan, 'Saya terima, tapi kembalikan ke pusat'. Kalau saya mau, saya bisa goyang kaki, tetapi setelah itu jatuh. Perpuluhan itu bukan pada hamba Tuhan, tetapi kepada Tuhan, harus dikembalikan kepada Tuhan, karena hamba Tuhan bukan hidup dari jemaat."


      2. Pendusta. Yudas selalu berkata 'bukan aku'. Kalau pendusta, pasti
      3. Pendakwa.
        Yesus mengatakan 'siapa mencelupkan roti bersama Aku, dialah itu', tetapi Yudas berkata 'bukan aku', berarti ia salahkan 11 murid lainnya.


      4. Pura-pura. Di Taman Getsemani, murid-murid lari, tetapi Yudas mencium Yesus, seolah-olah kasihnya luar biasa.
        Hati-hati! Jangan lihat hamba Tuhan dari luar, kita bisa terkecoh habis-habisan, tetapi lihat pengajarannya dan kita tidak akan terkecoh.
        Manusia bisa pura-pura baik, tetapi hanya untuk menutupi dosa atau kesalahannya dalam pelayanan.


      5. Pengkhianat. Yudas tidak setia sampai tinggalkan jabatan pelayanan dan diganti Matias.
        Kalau sudah diganti Matias, berarti Yudas sudah tidak dipakai lagi oleh Tuhan.
        Akhirnya, ia binasa selama-lamanya.


      Dosa Yudas inilah yang harus disucikan.


    • Yesaya 27: 1
      27:1. Pada waktu itu TUHAN akan melaksanakan hukuman dengan pedang-Nya yang keras, besar dan kuat atas Lewiatan, ular yang meluncur, atas Lewiatan, ular yang melingkar, dan Ia akan membunuh ular naga yang di laut.

      Satu hal lagi yang harus disucikan, yaitu penyucian atas Lewiatan yang menguasai laut.

      Wahyu 17: 15
      17:15. Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

      Siapa yang menguasai air laut? Perempuan Babel = Lewiatan yang menguasai bangsa kafir.
      Penyucian disini adalah penyucian terhadap dosa babel, yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.

      Dosa makan minum: merokok, mabuk, narkoba, termasuk judi.
      Dosa kawin-mengawinkan: dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks, nikah yang salah.


    • 1 Tawarikh 21: 1-2
      21:1. Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel.
      21:2. Lalu berkatalah Daud kepada Yoab dan kepada para pemuka rakyat: "Pergilah, hitunglah orang Israel dari Bersyeba sampai Dan, dan
      bawalah hasilnya kepadaku, supaya aku tahu jumlah mereka."

      =
      menunjuk kebanggaan/kesombongan. Ada yang membanggakan gereja besar, jemaat banyak, bangga mobilnya, kekayaannya dan lain-lain.
      Jangan bangga! Tetapi semua hanya kemurahan Tuhan. Jemaat boleh diberkati, boleh kaya, tetapi tidak boleh bangga/bergantung.
      Inilah penyucian dari kebanggaan. Bangga artinya bergantung pada sesuatu.

      1 Tawarikh 21: 12
      21:12. tiga tahun kelaparan atau tiga bulan lamanya melarikan diri dari hadapan lawanmu, sedang pedang musuhmu menyusul engkau, atau tiga hari pedang TUHAN, yakni penyakit sampar, ada di negeri ini, dan malaikat TUHAN mendatangkan kemusnahan di seluruh daerah orang Israel. Maka sekarang, timbanglah jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku."

      Kebanggaan= mengandalkan sesuatu di dunia lebih dari Tuhan.


    Carang itu kecil sekali. Biar kita ranting, kalau kita beribadah melayani Tuhan dengan suci dan setia berkobar-kobar, kita adalah ranting yang melekat pada pokok anggur yang benar dan pasti berbuah manis. Jangan pesimis kalau kita masih kecil, gaji kecil, jemaat sedikit, dan lain-lain. Cepat atau lambat, tinggal tunggu waktu Tuhan, pasti berbuah manis.

    Lebih baik pengerja yang setia daripada gembala yang tidak setia, sekalipun ia hanya mengepel, tetapi kalau setia, ia akan berbuah manis.
    Jangan ditipu!
    Kalau sudah berbuah manis, 'Bapakulah pemeliharanya'= kita ada dalam tanggung jawab Tuhan. Urusan makan minum, masa depan dan sebagainya adalah urusan Tuhan. Urusan kita hanya suci dan setia.

    "Saya tidak setuju kalau ada yang mengatakan 'ini tulang punggung gereja atau tiang penopang'. Hanya Yesus yang menjadi tiang penopang, bukan jemaat yang kaya,, dan lain-lain. Ini terlalu merendahkan Tuhan. Yang penting suci dan setia, tidak perlu tulang punggung dan sebagainya, sebab Tuhan pemeliharanya."

    Buah manis ini dimakan, artinya ada suasana Firdaus (dulu manusia makan buah di Taman Eden).
    Lewat pembaharuan ibadah pelayanan, semoga kita bisa berbuah.


  3. pembaharuan karakter. Kita belajar dari pohon ara yang sudah melembut dan berbuah.
    Markus 13: 28
    13:28. Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.

    Ini sama dengan kesempatan terakhir di akhir zaman.
    Pohon ara di taman Eden= zaman Allah Bapa (2000 tahun).
    Pohon ara di pinggir jalan= zaman Anak Allah (2000 tahun).
    Pohon ara yang melembut= zaman Allah Roh Kudus (2000 tahun). Sekarang tahun 2014. Ini sudah masa perpanjangan sabar dari Tuhan. Waktunya sudah dekat. Kesempatan terakhir, mau tidak mau, harus melembut. Kalau keras, akan telanjang dan kering. Tetapi malam ini, siapa tahu kita bisa melembut.
    Apapun yang kita hadapi, melembutlah.

    Ayub 32: 1-2
    32:1. Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.
    32:2. Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia
    menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,

    Ayub memakai cawat daun ara (kebenaran sendiri). Ayub adalah ranting yang keras, merasa lebih benar dari orang lain bahkan merasa lebih benar dari Tuhan (pengajaran benar).
    Hati-hati! Ayub menderita, tetapi saat menderita, ranting bisa menjadi keras. Orang yang diberkati juga bisa keras dan mempertahankan daun ara (kebenaran sendiri).

    Sebenarnya, sudah cukup Firman yang keras. Tetapi Tuhan masih baik. Kalau tidak mau lewat Firman, maka Tuhan ijinkan ujian habis-habisan supaya kita melembut.
    Sebab, kalau tidak melembut, kita akan hancur binasa. Lebih baik Tuhan uji habis-habisan supaya melembut.

    Ayub 42: 5-6
    42:5. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
    42:6. Oleh sebab itu aku
    mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

    Setelah melewati ujian habis-habisan, Ayub bisa melembut.
    'mencabut perkataanku'= artinya mencabut perkataan yang terlalu banyak mengomel dan sebagainya.
    Ayub yang hebat, sekarang ia melembut dan hanya mengaku bahwa ia debu tanah liat.
    Malam ini, mari kita melembut. Kita mengaku hanya debu tanah liat, artinya:


    • merasa tidak layak, banyak kesalahan, kekurangan dan kelemahan, terutama perkataan.
      Kalau sudah terlanjur berkata-kata tentang hamba Tuhan atau jemaat yang berupa fitnah/gosip, harus dicabut/diakui.

      Kesaksian:
      "Bapak Pdt Totajis memberi contoh. Ambil bantal dari kapuk dan pisau, bawa ke lantai 7, buka jendela, robek dengan pisau dan sebarkan kapuknya. Setelah itu turun dan pilih lagi kapuknya untuk dimasukan lagi. Itulah susahnya mencabut perkataan yang salah. Jangan main-main!"


    • mengakui kegagalan. Berapa lama kegagalan kita? Pohon ara gagal 6000 tahun tetapi bisa di tolong. Berapa lamapun kegagalan kita pasti bisa ditolong.


    • merasa tidak mampu dan tidak berdaya apa-apa,
    • merasa tidak berharga. Sehebat apapun debu, ia akan tetap diinjak.
      'diinjak-injak'= menginjak-injak harga diri.

      Kalau tanah liat diinjak, ia akan makin ke bawah. Kalau melawan, berarti ular.
      Sekarang, lebih baik kita banyak diam.

      Kesaksian:
      "Kalau dulu, saya tidak terima. Saya akan cari di mana dan siapapun orangnya, akan saya hadapi sampai orangnya malu, sehingga akhirnya bertengkar. Tetapi sekarang, saya belajar jadi tanah liat supaya tidak gagal terus. Saya sampai pernah mengeluh pada istri 'saya ini pendeta atau penjahat kok sampai seperti itu gosipnya?'. Kalau mau menolong orang, kita harus rela digantung karena untuk menolong kita, Yesus rela digantung di kayu salib. Ini pesan dari Om Pong Dongalemba. Dan banyak kali terjadi, terutama menolong kaum muda soal jodoh/nikah, saya memberi nasihat tetapi malah digosipkan dimana-mana."


    Kalau merasa tanah liat, kita bisa menyerah sepenuh pada Tuhan dan kita ada dalam tangan Sang Pencipta.
    Selama belum jadi tanah liat, kita tidak bisa berada di tangan Tuhan.
    Dan Tuhan akan membentuk kita dan menghembusi kita dengan Roh Kudus.

    Kejadian 2: 7
    2:7. ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

    Tanpa Roh Kudus, kita hanya tanah liat tak berharga.
    Tetapi, kalau kita mengaku sebagai tanah liat, maka Tuhan akan memungut kita, dimanapun posisi kita. Mungkin tanah liat sudah berada di selokan, Tuhan akan ambil dan Tuhan akan menghembusi kita kembali dengan Roh Kudus supaya kita menjadi makhluk hidup. Artinya:


    • Roh Kudus mampu memberi hidup jasmani/memelihara kehidupan jasmani kita di tengah kesulitan dan kemustahilan.
      Roh Kudus adalah Roh Tuhan. Kalau ada pada kita, kita pasti dipelihara dan kita pasti bisa hidup. Sesulit apapun toko kita, pekerjaan atau ladang kita, kalau ada Roh Kudus dihembuskan, maka Roh Kudus mampu memberikan kehidupan jasmani kepada kita secara ajaib.


    • Roh Kudus mampu memelihara kehidupan rohani kita, supaya tanah liat jangan berbuat dosa lagi, jangan keras lagi. Tetapi kita bisa hidup benar dan hidup suci.


    • Roh Kudus mampu memulihkan Ayub sampai dua kali lipat.
      Roh Kudus mampu memulihkan apa yang sudah hancur, baik secara jasmani dan rohani. Yang hancur jadi baik, yang gagal jadi berhasil, secara dobel.


    Tidak cukup Roh Kudus hanya dihembuskan dalam kitab Kejadian. Pada waktu Yesus sudah mati, murid-murid ketakutan. Yesus sudah bangkit, tetapi murid-murid tidak tahu, sehingga mereka takut dan mengunci pintu = bagaikan tanah liat yang lemah dan tak berdaya. Tiba-tiba Yesus masuk dan menghembusi murid-murid dengan Roh Kudus.

    Yohanes 20: 21-22
    20:21. Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
    20:22. Dan sesudah berkata demikian, Ia
    mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.

    Jangan hanya puas kalau sudah dipulihkan, dipelihara dan diberkati! Tetapi sampai kita diutus.
    Sesudah dibenarkan, disucikan, dipelihara dan diberkati, jangan egois.
    Tuhan menghembusi 2 kali:


    • yang pertama untuk pemulihan dan berkat,
    • yang kedua untuk pengutusan.
      Murid-murid dalam keadaan ketakutan seperti tanah liat. Saat itu Tuhan menghembuskan Roh Kudus, sehingga mereka mengalami damai = tidak takut.
      Mungkin kita juga ada ketakutan, tetapi kalau Tuhan hembuskan Roh Kudus, kita tidak ada ketakutan lagi, tetapi merasa damai sejahtera.
      Artinya: kita tidak merasakan apa-apa yang daging rasakan, tetapi kita hanya merasa bahwa kita mengasihi Tuhan.
      Orang semacam ini yang akan diutus oleh Tuhan bagaikan angin yang membawa kesejukan dan damai sejahtera kemanapun Tuhan utus kita.

      Banyak tempat yang panas dan pengap, butuh angin segar.
      Kalau kita sudah damai, kita bisa diutus, kita membawa bau harum Kristus lewat kabar baik (untuk orang yang belum percaya Yesus) dan kabar mempelai (untuk orang yang sudah percaya Yesus dan diselamatkan) kepada orang lain.

      Kalau menjadi angin, sekalipun pintu dikunci, kita bisa masuk.


    Tidak cukup hanya dihembus, karena Petrus diutus (Yohanes 20), tetapi setelah itu, ia menjadi penjala ikan lagi (Yohanes 21).
    Petrus tinggalkan pelayanan dan lebih celaka, banyak hamba Tuhan muda yang ikut-ikut karena Petrus ini senior dan hebat, sehingga gagal semua.

    Tetapi, hamba Tuhan yang muda juga bisa kasih uang untuk mengikuti hamba Tuhan yang tua tanpa patokan Firman yang benar.

    Oleh sebab itu, Roh Kudus bukan hanya dihembus, tetapi ditiup dengan keras di loteng Yerusalem, seperti tiupan angin keras.

    Kisah Rasul 2: 1-2, 4
    2:1. Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
    2:2. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti
    tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
    2:4. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain,
    seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

    Inilah kegerakan Roh Kudus hujan awal. Roh Kudus ditiup dengan keras, sehingga Petrus dan kawan-kawan dipenuhi dengan Roh Kudus dan bisa berbahasa Roh sesuai dengan yang diberikan oleh Roh itu, bukan diajar oleh manusia (ay. 4).

    "Kemarin saya ajarkan, bahwa Roh Kudus membersihkan perut hati kita. Kalau sudah bersih, maka akan meluap ke lidah sehingga bisa berbahasa roh."

    Dulu, memang membuat minyak urapan kalau mau diurapi. Tetapi, sekarang, tidak perlu lagi, karena urapan sudah dari Yesus sendiri (pembaptis Roh dari Surga). Jadi jangan ditipu untuk beli minyak urapan.

    Murid-murid menjadi kuat untuk melayani sampai garis akhir bahkan namanya tertulis di Yerusalem Baru.

    Kita lebih lagi. Tuhan berjanji untuk mencurahkan Roh-Nya secara dobel di akhir jaman.
    Malam ini secara dobel, supaya kita tahan melayani Tuhan sampai garis akhir dan sampai Tuhan datang kembali, kita terangkat ke awan-awan permai sampai kita masuk Yerusalem Baru.

Apapun keadaan tanah liat, yang penting kita mengaku tidak layak, gagal, tidak mampu, banyak salah dan tidak ada arti apa-apa. Biarlah kita dipegang Tuhan, mulai dihembusi, mulai pulih semuanya, dipakai oleh Tuhan dan mulai ditiup supaya kita bergerak dalam kegerakan hujan akhir. Kita tidak akan berhenti sampai garis akhir dan kita mengalami keubahan hidup. Kalau mujizat rohani, mujizat jasmani juga akan terjadi.

Dulu, perjalanan Musa ke Kanaan menghadapi laut Kolsom dan Tuhan menyuruh Musa untuk mengulurkan tangan (= seperti tanah liat), maka Tuhan meniupkan angin Timur yang keras (gambaran dari kuasa Roh Kudus) untuk membelah lautan.

Perjalanan Musa ke Kanaan menggambarkan perjalanan kita dalam kegerakan hujan akhir. Kita akan menghadapi laut Kolsom dan Firaun seperti Musa. Mungkin kita kesulitan dalam ekonomi, serasa mustahil dan mati, tiupan angin keras mampu mengadakan mujizat untuk menolong kita sampai kita tiba di awan-awan dan Yerusalem Baru.

Ayub sudah hebat, tetapi tanpa Roh Kudus, tidak bisa apa-apa. Murid-murid hebat, kalau tidak ada Roh Kudus, tidak bisa apa-apa. Siapa kita bangsa kafir tanpa Roh Kudus?
Kita butuh Roh Kudus malam ini.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top