English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 04 Oktober 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap...

Ibadah Doa Malang, 28 Februari 2012 (Selasa Sore)
Matius 26:59-68 adalah tentang SAKSI DAN KESAKSIAN.

Ada 2 macam...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 28 Februari 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8 menunjuk pada Pelita Emas. Dalam...

Ibadah Doa Malang, 28 Januari 2014 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 12:22-37
12:22 Kemudian dibawalah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Januari 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Doa Malang, 21 Maret 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:4
5:4 Maka menangislah...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Mei 2013 (Rabu Sore)
Matius 28 : 20b
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

INI TENTANG PENYERTAAN TUHAN.

Penyertaan Tuhan sampai kepada akhir...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 Maret 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 menunjuk tentang shekinah glory/ sinar kemuliaan.
Matius 28:16-20...

Ibadah Raya Malang, 18 April 2010 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
Yohanes 10:1-2,12
10:1. "Aku berkata kepadamu:...

Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 21 Mei 2009 (Kamis Pagi)
Matius 24: 31
= terdengar bunyi sangkakala yang dasyat untuk menampilkan gereja Tuhan dalam kemuliaan sebagai...

Ibadah Raya Surabaya, 26 Juli 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Natal Malang, 25 Desember 2009 (Jumat Sore)
Matius 24:43-44, merayakan Natal, yaitu memperingati kedatangan Yesus pertama kali di dunia, harus...

Ibadah Raya Malang, 26 Februari 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat di...

Ibadah Doa Surabaya, 10 Desember 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Juli 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:17-25 adalah tentang Hari Raya/Pesta/Perjamuan Paskah, terbagi menjadi 2 bagian:
Ayat 17-19: Persiapan Perjamuan Paskah.
Ayat 20-25: Makan Perjamuan Paskah.
Matius 26:17-19
26:17. Pada hari...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Persekutuan IV di Tentena-Poso, 25 September 2014 (Kamis Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Markus 13: 29
13:29. Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.

Tema: Markus 13: 29b= 'Waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu'.

Artinya: waktu kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga (kepala/suami) di awan-awan yang permai sudah tidak lama lagi untuk mengangkat sidang jemaat yang sempurna (Tubuh Kristus/Mempelai Wanita Surga) untuk bertemu dengan Dia di awan-awan yang permai dan masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba Allah (Wahyu 19: 9).
Setelah itu, kita masuk dalam kerajaan 1000 tahun damai (Firdaus yang akan datang= Wahyu 20). Sesudah itu, kita masuk Yerusalem Baru (kerajaan Surga selama-lamanya= Wahyu 21-22). Kita bersama-sama dengan Dia selamanya.

Tuhan sudah siap untuk datang kembali, sebab itu, kita harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya (tidak boleh lengah) dalam waktu yang sudah dekat ini untuk bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga di awan-awan yang permai.
Sebab kalau kita tidak bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali, itu sama dengan kita ketinggalan saat Tuhan datang kembali dan kita binasa untuk selama-lamanya.
Segala yang kita kumpulkan di dunia, tidak ada gunanya, hancur dan binasa jika kita tertinggal saat Tuhan datang kembali.

Apa yang harus dipersiapkan pada waktu yang sangat singkat ini?

  1. kita harus banyak membaca, mendengar dan menuruti Firman nubuat (diterangkan pada Ibadah Persekutuan I di Tentena-Poso, 23 September 2014).


  2. menjaga perasaan hati supaya tidak ada ketakutan dan kekuatiran (diterangkan pada Ibadah Persekutuan II di Tentena-Poso, 24 September 2014 - Pagi).

Pagi ini, kita masih mempelajari dalam 1 Korintus 7: 29-34 (diterangkan mulai dari Ibadah Persekutuan III di Tentena-Poso, 24 September 2014-Malam).
1 Korintus 7: 29-34

7:29. Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;
7:30. dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;
7:31. pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.
7:32. Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri
memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.
7:33. Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya,
7:34. dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.

'seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya'= tidak terikat. Kalau terikat, tidak akan bisa naik.
'dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu'= dunia akan musnah.
ay. 32= yang dipersiapkan adalah perhatian kita.
Artinya: kita harus memusatkan perhatian pada perkara Tuhan/perkara Surga dan tidak boleh terikat pada perkara dunia.

Kita sudah mendengar bahwa gadis/perjaka, termasuk janda/duda, itu yang mendapat kesempatan besar untuk memusatkan perhatian kepada perkara Tuhan, sebab perhatiannya tidak terbagi-bagi pada suami/istri dan anak-anak.
Tetapi, suami istri harus berjuang keras untuk memusatkan perhatian kepada perkara Tuhan dan tidak boleh saling mengikat/mengganggu. Masing-masing berusaha keras memusatkan perhatian kepada Tuhan, sekalipun tetap harus memperhatikan suami/istri dan anak-anak.
Kita bisa katakan bahwa menikah itu enak, tetapi untuk perkara Tuhan, justru harus berjuang keras.

Kolose 4: 17
4:17. Dan sampaikanlah kepada Arkhipus: Perhatikanlah, supaya pelayanan yang kauterima dalam Tuhan kaujalankan sepenuhnya.

Memusatkan perhatian kepada Tuhan adalah memperhatikan atau memusatkan perhatian pada ibadah dan pelayanan yang diterima dari Tuhan/dipercayakan Tuhan kepada kita supaya kita jalankan sepenuhnya, tidak boleh setengah-setengah.

Dijalankan sepenuhnya, artinya:

  • dalam kesucian. Kalau tidak suci, berarti pelayanannya tidak penuh,
  • dalam kesetiaan dan berkobar-kobar, bukan asal melayani,
  • sampai garis akhir= sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan datang kembali.

Kesimpulan: memusatkan perhatian kepada perkara Tuhan, artinya: kita harus beribadah melayani Tuhan sesuai jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita dengan kesucian, setia dan berkobar-kobar sampai garis akhir.

Kalau ini sudah dilakukan, kita tinggal memetik hasilnya, yaitu:

  1. 2 Petrus 1: 10-11
    1:10. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
    1:11. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan
    hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

    'tidak akan pernah tersandung'= melayani sepenuhnya.
    Hasil pertama: kita menerima hak penuh untuk masuk kerajaan Surga yang kekal dan kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali.
    Kalau kita tidak setia, maka ini seperti tiket yang dirobek, semakin tidak setia, tiket semakin dirobek, sehingga kita tidak bisa masuk kerajaan Surga.


  2. Ibrani 1: 7
    1:7. Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api."

    = kalau kita melayani Tuhan dengan setia, berkobar-kobar dan dalam kesucian, maka kita menjadi pelayan Tuhan bagaikan nyala api (ada api kesucian dan api setia berkobar-kobar).

    Wahyu 1: 14
    1:14. Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.

    Pelayan Tuhan= nyala api.
    Mata Tuhan= nyala api.
    Jadi, pelayan Tuhan sama dengan biji mata Tuhan sendiri.

    Hasil kedua: kita menjadi biji mata Tuhan sendiri.
    Hati-hati! Jangan menjamah orang yang menjadi biji mata Tuhan sendiri dengan omongan-omongan tidak baik, karena itu sama dengan menjamah biji mata Tuhan dan cepat atau lambat akan berhadapan dengan Tuhan yang bagaikan nyala api untuk menghukum.
    Biji mata Tuhan ini dipelihara secara khusus oleh Tuhan.

    Daniel 7: 9
    7:9. Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;

    Pengelihatan Daniel sama dengan pengelihatan rasul Yohanes di Pulau Patmos. Kalau rasul Yohanes melihat mata Tuhan dari nyala api, Daniel melihat takhta Tuhan dari nyala api.
    Pelayan Tuhan= nyala api.
    Takhta Tuhan= nyala api.
    Jadi, pelayan Tuhan yang suci, setia, berkobar-kobar dan melayani sampai garis akhir adalah takhta Tuhan di bumi ini. Tidak main-main!
    Kita melayani Tuhan bukan untuk disiksa. Kalau Tuhan percayakan pelayanan, Tuhan angkat kita menjadi biji mata Tuhan dan kita menjadi takhta Tuhan di bumi ini.
    Kalau sudah dekat takhta, kita akan enak sekali. Yang lain mungkin paceklik, tetapi kita tidak.

    Takhta Tuhan di bumi, artinya: pelayan Tuhan harus menampilkan suasana takhta Surga di tengah-tengah sidang jemaat setiap kali melayani.
    Ini tugas yang berat!
    Lain kali, kita hamba Tuhan sepertinya hebat, tetapi seringkali menampilkan takhta setan sehingga sidang jemaat hancur.

    Kalau ada takhta Tuhan di tengah sidang jemaat, semua persoalan sidang jemaat akan terjawab oleh Tuhan. Ini tugas utama dari gembala-gembala, termasuk kita pelayan-pelayan Tuhan. Kalau kita menampilkan takhta Tuhan di tengah sidang jemaat, maka sidang jemaat yang hancur akan menjadi baik, sidang jemaat yang baik menjadi semakin baik, sampai sempurna.

Tanda-tanda ibadah pelayanan yang menampilkan suasana takhta Surga di tengah-tengah kita:

  1. Wahyu 4: 5
    4:5. Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.

    Tanda pertama menampilkan takhta Surga: '7 obor menyala-nyala'= MOTOR PENGGERAK ibadah pelayanan takhta Surga adalah kuasa Roh Kudus. Ini pelayanan yang menampilkan takhta Surga.
    Kalau motor penggeraknya uang, perkara jasmani, jodoh, kedudukan, dan lain-lain, maka tidak akan pernah ada takhta Surga, tetapi yang ada hanya takhta setan.

    Dalam Tabernakel, Roh Kudus ditunjukan dengan alat Pelita Emas.
    Dulu, ini menunjuk pada ketekunan dalam persekutuan pada gereja hujan awal. Sekarang (zaman gereja hujan akhir), menunjuk pada ketekunan dalam Ibadah Raya atau Ibadah Persekutuan yang benar semacam ini.
    Persekutuan yang benar adalah persekutuan yang berdasarkan pengajaran benar (= pokok anggur yang benar).
    Kalau tidak ada pengajaran yang benar, persekutuan itu bukanlah persekutuan, tetapi persekongkolan.
    Kaum muda, kalau menikah tanpa pengajaran benar, itu hanya merupakan persekongkolan yang tidak lama lagi akan menimbulkan pertengkaran sampai perceraian.

    Persekongkolan = politik/negatif dengan negatif berkumpul menjadi satu hanya untuk kepentingan masing-masing sesaat, setelah itu tercerai-berai.
    Tetapi, kalau persekutuan, semua akan menyatu untuk selama-lamanya.

    Bersekongkol itu untuk membunuh persekutuan yang benar, seperti orang Herodian dan orang Farisi yang bersekongkol untuk membunuh Yesus.

    Ibadah Raya/Kebaktian Umum = persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karunia-karuniaNya.

    Praktik kalau kita sudah diurapi Roh Kudus:


    • 'seperti kilat'=


      1. cepat, tidak berlambat-lambat, tidak menunda-nunda waktu sebab kita berpacu dengan waktu kedatangan Yesus kedua kali yang sudah dekat.

        "Termasuk ibadah persekutuan ini, saya merasakan. Kalau dulu, saya digembalakan oleh Om Yo (almarhum) dan Om Pong (almarhum). Kalau dulu jaman Om Yo, satu tahun mungkin 3-4 kali. Jaman Om Pong lumayan. Tetapi sekarang ini, 1 bulan bisa 2 kali. Ini kilat. Secara logika, berapa biayanya. Tetapi Tuhan sediakan semuanya. Kalau ini takhta Surga, tidak ada masalah dan tidak kekurangan."

        Kalau berlambat-lambat, itu suara daging, karena terlalu banyak perhitungan.


      2. Matius 5: 23-25
        5:23. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
        5:24. tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan
        pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
        5:25.
        Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.

        ay. 25= 'lawanmu'= Tuhan.
        Sebelum Tuhan datang kembali kedua kali dan Tuhan melemparkan orang-orang berdosa ke dalam neraka, ayo kita segera berdamai.

        Yang kedua: cepat juga berarti segera berdamai dengan Tuhan ('lawanmu') dan sesama ('saudaramu').
        Kita harus cepat mengaku dosa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.

        Hasilnya: kita akan mengalami damai sejahtera. Kalau sudah damai sejahtera, semua menjadi enak dan ringan.
        Pelayanan paling kecil adalah pelayanan dalam nikah. Setelah itu, dalam penggembalaan dan persekutuan.


      3. selain ada kecepatan, kilat juga memiliki terang.
        Artinya: kita melayani dengan terang-terangan= jujur.
        Mulai dengan jujur soal Tuhan (jujur soal pengajaran benar). Kalau soal Tuhan tidak jujur, tidak akan bisa jujur dalam soal yang lain.Jujur soal pengajaran benar artinya kalau benar katakan 'benar', kalau tidak benar katakan 'tidak benar'. Jangan berkata 'benar, tetapi..., salah, tetapi....', ini sama dengan tidak jujur.

        Kalau hamba Tuhan tidak jujur soal pengajaran, ia adalah ular (takhta setan).
        Ukuran kebenaran firman adalah sesuai dengan Alkitab.

        Kalau sudah jujur soal Tuhan, dilanjutkan dengan jujur soal nikah dan keuangan.

        Kalau 3 kejujuran ini ada, maka kita bisa diharapkan untuk jujur dalam segala hal.
        Inilah pelayan Tuhan bagaikan kilat.


    • 'seperti guruh yang dahsyat'= tidak mau dan tidak bisa dihalangi oleh apapun juga, bahkan oleh setan sekalipun (kita bisa mendengar bunyi guruh sekalipun ada di dalam rumah, tidak bisa dihalangi), sehingga kita tetap setia.
      Kalau pelayanan daging, justru mencari-cari alasan untuk terhalang/dihalangi.
      Kalau ada Roh Kudus, kita tidak akan mau menyerah sekalipun ada halangan, bahkan halangan yang mustahil dalam pelayanan.


    • '7 obor menyala-nyala'= selalu berkobar-kobar.

      Kalau digabung (yang kedua dan ketiga), hamba Tuhan dan pelayan Tuhan harus melayani Tuhan dengan setia dan berkobar-kobar.


    Damai sejahtera, jujur, ditambah setia berkobar-kobar, itulah kehidupan yang menampilkan takhta Surga. Yang hancur jadi baik, yang baik jadi sempurna.
    Di luar itu, hanya menampilkan takhta setan. Yang baik jadi hancur sampai binasa.


  2. Wahyu 4: 6-8
    4:6. Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.
    4:7. Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.
    4:8. Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

    Tanda kedua menampilkan takhta Surga: 'berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."'= DASAR pelayanan takhta Surga adalah kesucian yang tiada hentinya (siang dan malam).
    Bukan soal pandai/bodoh, yang pandai jangan sombong dan yang bodoh jangan minder, atau soal kaya/miskin. Dasar pelayanan takhta Surga adalah kesucian.
    Siang dan malam = tiada henti.
    Bukan cuma suci di gereja karena ada gembala atau ada sidang jemaat, bukan cuma suci di rumah karena ada suami/isteri, tetapi nanti di kantor atau di jalan sudah tidak suci.

    Yesaya 4: 1
    4:1. Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"

    Kesucian= mengambil aib.
    Hamba Tuhan/pelayan Tuhan jangan membuat aib di dalam rumah tangga, organisasi gereja, penggembalaan, kantor, sekolah dan di manapun!
    Anak-anak hamba Tuhan, jangan membuat aib.
    Dalam organisasi, jangan membuat aib. Baru pemilihan pengurus sudah kacau. Yang salah jadi benar dan yang benar jadi salah.
    Jabatan dalam organisasi adalah amanah dari Tuhan, kita tidak boleh minta dan kita tidak boleh cari.

    Kalau di gereja suci, tetapi di organisasi sudah tidak suci, berarti ia hanya sok suci, hanya kelihatan suci. Kalau kesucian takhta Surga, tidak ada henti-hentinya di manapun, kapanpun dan situasi apapun tetap suci.
    Jadi, jangan gampang-gampang menilai hamba Tuhan. Coba lihat saat di organisasi. Kalau bikin kacau, berarti tidak suci. Kalau satu waktu dia tidak suci, berarti ia hanya sok suci.

    Yesaya 4: 1= merupakan nubuat akhir jaman.
    '7 perempuan memegang 1 laki-laki'=


    • arti secara negatif: memang perbandingan antara perempuan dan laki-laki di dunia ini akan mencapai 7:1.
      Hati-hati! Jaga kesucian!
      Wanita jangan sampai memburu laki-laki!
      '7'= kesempurnaan. Kalau wanita memburu pria, wanita masuk pada kesempurnaan dalam kenajisan.

      Bagi pria, jangan obral supaya tidak jatuh pada kesempurnaan dalam kenajisan.

      Kesaksian:
      "Dulu, bapak Pdt In Juwono mengatakan, 'nanti, nikah akan dibuka dan dipertontonkan'. Dan sekarang, memang dipertontonkan di facebook, sehingga menjadi sandungan bagi orang lain karena menuliskan kata-kata seperti 'hatiku kecewa karena patah hati dan sebagainya'. Saya katakan pada kaum muda, 'gunakan facebook untuk menyebarkan Firman, jangan gunakan untuk hal-hal yang tidak baik'."


    • arti secara positif:
      1 laki-laki = Yesus.
      7 perempuan = 7 sidang jemaat bangsa kafir.
      Jadi, 7 perempuan memegang 1 laki-laki, artinya: sidang jemaat harus berpegang teguh pada SATU pengajaran yang benar dan menghargai kurban Kristus, sebab Yesus adalah pribadi yang berkorban segalanya untuk kita.
      Jangan berzinah/berselingkuh!

      Kalau kita katakan pengajarannya sama tapi hanya beda sedikit, itu seperti 2 laki-laki kembar, tetapi satu ada tahi lalat, yang satu tidak = 2 laki-laki yang berbeda = berzinah.
      Firman pengajaran benar = ayat menerangkan ayat.
      Dalam Tabernakel, mulai dari pintu gerbang sampai tabut perjanjian, ada semua dalam Alkitab.
      Pengajarannya berbeda sedikit (misalnya tentang iman), sekarang diajarkan iman karena melihat seperti Tomas, padahal iman yang benar berasal dari mendengar Firman (Roma 10: 17). Iman karena melihat itu tidak sehat = tidak bahagia (Tuhan berakata kepada Tomas, 'Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya').

      Kalau pintu gerbangnnya berbeda sekalipun model dan catnya sama semua, tetapi gemboknya beda sedikit, satu gemboknya kecil hitam, satunya kecil putih, kalau 2 orang masuk ke dalam 2 pintu gerbang tersebut, 2 orang itu tidak akan pernah bertemu.

      Sebab itu, sangat penting untuk berpegang pada satu pengajaran yang benar.
      Hari-hari ini, kita harus ada ketegasan untuk menampilkan takhta Surga.


    Dalam Tabernakel, ini menunjuk pada Meja Roti Sajian= ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci= persekutuan dengan Anak Allah dalam Firman pengajaran benar dan kurban Kristus.
    Kalau kita mau memegang 1 laki-laki (Yesus), tekuni Ibadah pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.

    Mazmur 119: 9
    119:9. Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

    Firman seperti apa yang dapat menyucikan kita?

    Yohanes 15: 3
    15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    'firman yang telah Kukatakan kepadamu'= Firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab, sehingga seluruh Firman adalah perkataan Tuhan. Inilah firman yang mampu menyucikan kita.
    Kalau perkataan manusia, tidak akan mampu menyucikan kita.

    Jadi, kesucian dapat dijaga dengan Firman yang merupakan perkataan Yesus (Firman pengajaran benar) yang disajikan dengan perjamuan suci.
    Inilah yang perlu kita tekuni untuk benar-benar menjaga kesucian. Tidak ada jalan lain!
    Kalau kita tekun dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, maka ada jaminan bahwa kesucian kita dijaga.
    Urusan kita adalah supaya kita hidup suci.

    Kalau sudah suci, hasilnya:


    • Yesaya 4: 1
      4:1. Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"

      Bangsa kafir selalu kuatir soal apa yang dimakan, diminum dan dipakai.

      Hasil pertama: 'Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri'= berarti sudah ada, tidak perlu minta-minta.
      Artinya:


      1. jika kita hidup dalam kesucian, maka urusan makan, minum, pakaian dan masa depan adalah urusan Tuhan.
      2. bangsa kafir disucikan dari tabiat bangsa kafir, yaitu kekuatiran, sehingga kita benar-benar hidup dari iman. Inilah keledai yang akan ditunggangi Yesus dalam kegerakan hujan akhir (keledai yang ke Yerusalem).
        Saat keledai ditunggangi Yesus ke Yerusalem, pakaian tidak dicari lagi, tetapi justru pakaian dilemparkan ke jalan semua. Ranting-ranting hijau (makanan keledai) juga dilemparkan ke jalan.
        Kalau mau mengadakan ibadah persekutuan seperti ini, masih tanya tiket dan tempat menginapnya, berarti ia sendiri belum hidup dari iman. Lalu, mau membangun iman siapa?
        Kalau masih ada kekuatiran, jangan mengadakan ibadah persekutuan!

        Tetapi, sekalipun hanya ada sedikit, kalau ada iman, maka kita akan ditunggangi oleh Yesus (dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir) = kegerakan pembangunan Tubuh Kristus/Mempelai Wanita Surga yang sempurna untuk menuju Yerusalem Baru.

        Kesaksian:
        "saya bersyukur, saya diterjunkan di Lempin-El Kristus Ajaib. Sebelumnya, saya mau kuliah ke luar negeri. Tetapi orang tua saya melarang. Untung saya belajar di Lempin-el selama 7 bulan dan benar-benar iman saya ditempa. Sungguh-sungguh saya bisa mengerti saat ini. Kami mengurus visa, sudah tidak mungkin. Waktu saya diundang ke Amerika tahun 2009, kami diundang bersama penyanyi top Indonesia. Waktu saya sudah di Amerika, dia tidak datang. Tahun 2013, kami bertemu di Pertamina Surabaya dalam Ibadah Natal dan dia menyanyi. Lalu saya coba tegor 'yang dulu diundang ke Amerika ya? Kok tidak jadi datang?'. Managernya menjawab 'iya, 2 kali kami mengajukan, tetapi ditolak'. Waktu saya katakan bahwa saya hanya sekali dan bisa lolos, dia katakan 'bapak sakti ya, doanya kuat'. Inilah kegerakan iman yang lebih dari semua. Yakinlah!
        Waktu kami ke Jerman, yang mengundang 1 orang, tetapi yang berangkat 35 orang. Travel bilang 'mana bisa'. Tetapi bisa lolos. Setelah itu, tuan rumah ini mengundang keponakannya, malah ditolak beberapa kali. Inilah kegerakan iman, yang tidak ada menjadi ada.
        "

        Bangsa kafir perlu disucikan dari kekuatiran, tidak ada keinginan lagi, sehingga kita dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan iman.


    • 'hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami'= nama Yesus dilekatkan pada nama kita=


      1. kita menjadi mempelai Tuhan.
      2. Nama Yesus memberi kemenangan atas segala tantangan, rintangan.
      3. Nama Yesus memberikan keindahan dan kebahagiaan sampai mengangkat kita menjadi mempelai wanita-Nya.


      Hari-hari ini, betapa bahagianya pelayanan takhta Surga.


  3. Wahyu 4: 9-11
    4:9. Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
    4:10. maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:
    4:11. "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."

    Tanda ketiga menampilkan takhta Surga: PUNCAK pelayanan takhta Surga adalah mengucap syukur dan menyembah Tuhan.
    Dalam Tabernakel, ini ditunjukan dengan alat Mezbah Dupa Emas= ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan= persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.
    Ini merupakan puncak ibadah pelayanan yang harus kita tekuni.

    Kesaksian:
    "saya punya anak dan ikut pelayanan koor kaum muda dan main drum. Saya katakan 'biarpun kamu les dan belajar yang hebat, tetapi kalau mau melayani kamu tidak menyembah, kamu tidak bisa. Ini lain. Kalau di alun-alun, kamu bisa main tanpa menyembah. Tetapi kalau di rumah Tuhan, kamu tidak bisa menarik hadirat Tuhan tanpa menyembah lebih dulu'. Bahkan saya katakan pada pengerja 'kalau kamu menyembah dulu sebelum mengepel gereja, hasilnya akan berbeda'."

    Doa penyembahan, artinya:


    • 'ya Tuhan, Engkau layak' (Wahyu 4: 11)= berarti, kita tidak layak= mengaku bahwa Tuhan layak dan kita tidak layak untuk melayani Tuhan, banyak kesalahan dan kekurangan, sehingga Tuhan mengampuni kita dengan darahnya.
      Dosa itu bagaikan beban. Kalau kita melayani dengan memikul beban, memang bisa khotbah, tetapi tidak bisa dimengerti. Sebab itu, sebelum melayani, kita harus menyembah dulu supaya tidak ada beban.
      Kalau jemaat tidak bisa mengerti khotbah, jangan salahkan jemaat, tetapi koreksi diri.
      Begitu juga dengan pemain musik dan pelayan lainnya.

      'Aku tidak layak'= aku tidak mampu, sehingga Tuhan berikan karunia Roh Kudus yang lebih dari apapun.


    • 'dupa dibakar sampai hancur dan menjadi asap berbau harum'= proses perobekan daging, sehingga kita mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus (menjadi asap yang bisa naik ke tahta Surga).
      Kalau manusia daging, tidak bisa naik, malah jatuh. Tetapi manusia rohani bisa naik terus sampai ke Surga.
      Dan ini sudah dibuktikan bahwa Yesus sudah naik ke takhta Surga.

      Dalam Wahyu 4: 6 tadi, disebutkan ada 4 makhluk = manusia darah daging seperti kita yang pernah hidup di dunia, tetapi mereka melayani dengan pelayanan takhta Surga, ada Roh Kudus, kesucian, penyembahan dan pembaharuan, sehingga mereka naik ke Surga:


      1. Henokh.
        Kejadian 5: 22-24
        5:22. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
        5:23. Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun.
        5:24. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi,
        sebab ia telah diangkat oleh Allah.

        Keubahan hidup Henokh adalah bergaul dengan Allah = takut akan Tuhan, yaitu jujur.

        Amsal 3: 32
        3:32. karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat.


      2. Musa.
        Ulangan 34: 5-6
        34:5. Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN.
        34:6. Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.

        Musa meninggal, tetapi dibangkitkan.
        Yudas 1: 9
        1:9. Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: "Kiranya Tuhan menghardik engkau!"

        Hati-hati! Hamba Tuhan itu sampai matinyapun diperebutkan oleh setan, apalagi hidupnya, sehingga kita harus hati-hati.
        Sebab itu, melayani orang mati juga harus sungguh-sungguh, caranya yang sungguh-sungguh.
        Yesus mati dan dikuburkan, sebab itu, kalau ada orang mati, juga dikuburkan, jangan aneh-aneh.

        'sesuai dengan firman Tuhan'= mati hidupnya Musa sesuai dengan Firman (kebenaran). Inilah keubahan hidup Musa, yaitu hidup dalam kebenaran.


      3. Elia.
        2 Raja-raja 2: 11
        2:11. Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.

        Keubahan hidup Elia adalah setia berkobar-kobar.


      4. Yesus.
        Yesus taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib. Bagi kita sekarang, kita harus taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.



      Kalau sekarang, hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang melayani Tuhan sesuai dengan pelayanan takhta Surga, ada dorongan Roh Kudus, kesucian dan menyembah Tuhan, maka kalau Tuhan datang kedua kali, giliran kita yang kelima untuk terangkat ke Surga.

      Jangan asal melayani
      Kalau asal melayani, apalagi melayani dulu supaya bertobat = betul-betul menghina.

Sebelum terangkat, harus punya sayap, seperti 4 makhluk yang juga punya sayap. Kalau tidak punya sayap, tidak bisa naik.

Wahyu 4: 8
4:8. Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

Kalau kita melayani dengan dorongan Roh Kudus, kesucian dan menyembah Tuhan, ada keubahan hidup, maka Tuhan akan mengaruniakan 6 sayap kepada kita yang terus bertumbuh.

Sayap itu adalah:

  1. dua sayap induk ayam.
    Lukas 13: 34
    13:34. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

    'kamu tidak mau'= banyak yang tidak mau diberi sayap.
    Kalau ada anak ayam yang baru menetas, ia tidak bisa makan sekalipun ada banyak jagung di sana, masih butuh induk ayam.

    Kegunaan sayap induk ayam=


    • untuk memelihara kehidupan-kehidupan yang tidak berdaya. Tangan kasih karunia Tuhan memeluk dan memelihara kita yang kecil dan tidak berdaya, asal ada pelayanan takhta Surga.


    • untuk melindungi kita dari segala celaka marabahaya dan lain-lain.
      Bencana pasti ada, tetapi yang penting ada sayapnya.


    • untuk menghangatkan (membahagiakan) kita.


    Dimana kita bisa menerima sayap induk ayam? Yaitu di dalam ibadah persekutuan yang benar. Dalam persekutuan harus ada induk/pokok yang benar.

    Kita sering sombong. Ada induk/pengajaran yang benar, tetapi kita tidak mau seperti Yerusalem, sebab merasa dipakai ('aku bernubuat, aku mengadakan mujizat'), padahal tidak dipakai Tuhan, merasa diberkati ('aku kaya, tidak kekurangan apa-apa'), padahal miskin dan telanjang.
    Penyebab tidak mau masuk persekutuan yang benar adalah ada kepentingan daging di dalamnya.
    Seperti anak ayam ada di tengah-tengah induk ayam dan jagung yang banyak. Kalau kita anak ayam yang tidak berdaya, kita seharusnya memilih induk ayam. Tetapi seringkali, kita memilih jagung, sehingga mati.
    Kalau memilih induk, kita mendapatkan jagung selama-lamanya.

    Pilihlah sayap induk ayam! Ada Tuhan disana.


  2. dua sayap merpati.
    Mazmur 55: 7-9
    55:7. Pikirku: "Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang,
    55:8. bahkan aku akan lari jauh-jauh dan bermalam di padang gurun. Sela
    55:9. Aku akan segera mencari
    tempat perlindungan terhadap angin ribut dan badai."

    Kegunaan sayap merpati= untuk membawa kita terbang melintasi badai dan gelombang di tengah lautan dunia, sehingga kita merasa teduh dan damai sejahtera, semua enak dan ringan dan pertolongan Tuhan nyata. Tuhan menyelesaikan semua masalah yang mustahil.


  3. dua sayap burung nasar.
    Empat makhluk sudah ada di takhta Surga dan menunggu kita.
    Mari kita terus besarkan sayap kita. Semakin besar sayap kita dan semakin kita naik, dunia makin kecil, perhatian kita akan terpusat pada Tuhan, bukan pada perkara dunia lagi.

    Wahyu 12: 14
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    Kegunaan sayap burung nasar= untuk menyingkirkan kita ke padang gurun selama 3,5 tahun, jauh dari mata antikris. Kita dipelihara dan dilindungi secara langsung oleh Tuhan lewat Firman pengajaran dan perjamuan suci (makanan burung nasar). Semua akan menjadi fulltimer.
    Sebab itu, ibadah pendalaman Alkitab adalah belajar menyingkir. Ibadah pendalaman Alkitab itu lama, sebab nanti 3,5 tahun kita ibadah terus.

    Tetapi anehnya, hamba Tuhan yang fulltimer malah ingin kerja lagi. Apakah ingin tertinggal?
    Yang tidak fulltimer, bahkan yang kerjanya hebat-hebat, sudah rindu untuk fulltimer di padang gurun. Malah yang fulltimer ingin kembali lagi.
    Kita yang masih bekerja, jangan terikat pada itu dan itu berarti kita sudah mengarah pada fulltimer.

    Jika Yesus datang kembali, kita akan diubahkan jadi sama mulia dengan Dia dan dengan dua sayap burung nazar kita akan diangkat ke takhta Surga.
    Ini bukan dongeng, tetapi nubuat yang belum terjadi, namun pasti terjadi.

Inilah luar biasanya pelayanan kepada Tuhan. enam sayap tidak bisa dibandingkan dengan apapun.
Tetapi sayang, menjelang kedatangan Tuhan, banyak sayap terkulai.
Ini yang harus hati-hati.

Yesaya 40: 29-31
40:29. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
40:30.
Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
40:31. tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN
mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

'orang muda'= gambaran kekuatan. Kalau yang muda saja lemah, apalagi yang tua.
Hati-hati! Menjelang kedatangan Tuhan kedua kali yang sudah dekat, justru banyak sayap terkulai = letih lesu, beban berat, tidak semangat lagi melayani Tuhan, tersandung dalam pelayanan, mungkin karena penyakit dan sebagainya.
Pagi ini, saat ini, makanan burung nazar adalah bangkai (perjamuan suci).
Yesus rela tersalib di antara penjahat, jadi bangkai di kayu salib untuk menjadi makanan bagi kita. Kita mendapatkan kekuataan baru sampai nanti kita terangkat di awan-awan yang permai.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top