English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 27 Oktober 2010 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang

Matius 11: 28-30
11:28. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi...

Ibadah Raya Surabaya, 12 Oktober 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Tutup Buka Tahun, 31 Desember 2008 (Rabu Malam)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, ada 3 keadaan:

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 April 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 1-13
= Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga yang akan segera datang...

Ibadah Raya Malang, 11 September 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:5
4:5 Dan dari takhta itu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 Februari 2016 (Kamis Sore)
Bersamaan Penataran III Imam dan Calon Imam

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:20

Ibadah Raya Surabaya, 06 Maret 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 02 April 2010 (Jumat Pagi)
Matius 25: 1
= penampilan Yesus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga yang akan datang kedua...

Ibadah Raya Malang, 02 Agustus 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 tentang sidang jemaat di...

Ibadah Raya Malang, 15 Mei 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:1
4:1 Kemudian dari pada itu...

Ibadah Raya Malang, 29 Maret 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 menunjuk tujuh kali percikan...

Ibadah Raya Malang, 13 Maret 2011 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Yesaya 49:14-16
49:14 Sion...

Ibadah Raya Malang, 24 Maret 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:1-12 tentang peniupan sangkakala yang kelima/...

Ibadah Doa Surabaya, 11 Juni 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Puji Tuhan, selamat malam dan selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 September 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 02 Mei 2010 (Minggu Pagi)

Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
25:13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

Yesus akan datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja di atas segala raja, sebagai Mempelai Laki-laki Sorga.
Kedatangan Yesus kedua kali ini tidak diketahui waktunya, oleh sebab itu gereja Tuhan harus selalu siap sedia, berjaga-jaga untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.

Yang harus dijaga adalah PELITA HARUS TETAP MENYALA.
Pelita yang padam dan gelap akan ketinggalan saat Yesus datang kedua kali, dan akan masuk kebinasaan untuk selama-lamanya.

Ada 2 syarat supaya pelita tetap menyala:
  1. Harus menerima Kabar Mempelai.
    Matius 25:6-7
    25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
    25:7 Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.

  2. Memiliki minyak persediaan.
    Matius 25:3-4
    25:3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
    25:4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.

Ad. 1. Harus menerima Kabar Mempelai.
Ada 2 macam pemberitaan Injil:
  1. Injil Keselamatan = firman penginjilan = susu = Kabar Baik [Efesus 1:13].
    Injil Keselamatan adalah injil yang memberitakan kedatangan Yesus pertama kali ke dunia untuk mati di kayu salib dan untuk menyelamatkan manusia berdosa, lewat percaya, bertobat, dan lahir baru lewat baptisan air dan baptisan roh, untuk menghasilkan hidup dalam kebenaran.

  2. Cahaya Injil Kemuliaan Kristus = firman pengajaran = makanan keras = Kabar Mempelai.
    2 Korintus 4:3-4
    4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Kabar Mempelai adalah injil yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, sebagai Mempelai Laki-laki Sorga untuk menyucikan dan menyempurnakan gereja Tuhan menjadi mempelai wanita yang siap sedia menyongsong kedatangan Tuhan kedua kali.

Mengapa harus menerima Kabar Mempelai?
Matius 25:6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Sebab gereja Tuhan berada pada suasana tengah malam, yaitu situasi paling gelap. Kabar Mempelai adalah cahaya Injil Kemuliaan Kristus yang menerangi kegelapan malam, supaya gereja Tuhan tidak hidup dalam kegelapan dunia tetapi hidup dalam terang, pelita tetap menyala.

Tanpa Kabar Mempelai, maka pelita pasti akan padam = bintang yang gugur.
Kabar Mempelai ini bukan hanya milik GPT, tetapi milik semua gereja, karena ada di dalam Alkitab.

Wahyu 12:3-4
12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

Penyebab bintang gugur:
  1. Apsintus = kepahitan hati, iri, marah tanpa sebab sampai marah tanpa kasih.
    Wahyu 8:10-11
    8:10 Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.
    8:11 Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.

  2. Angin pencobaan di segala bidang.
    Wahyu 6:13
    6:13 Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.

  3. Ekor naga, yang menunjuk pada dosa kenajisan, dosa makan-minum dan dosa seks (dalam ekor naga terdapat alat reproduksi); dan menunjuk pada ajaran sesat.

    Wahyu 12:4a
    12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi.

    Yesaya 9:14
    9:14 Tua-tua dan orang yang terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor.

    Salah satu ajaran sesat adalah:
    • Ajaran Izebel, yang mengijinkan wanita mengajar dan memerintah laki-laki.
    • Ajaran Farisi, yang mengijinkan orang Kristen kawin-cerai.
    • Ajaran Saduki, yang mengijinkan poligami (satu laki-laki dengan banyak wanita) dan poliandri (satu wanita dengan banyak laki-laki).

Proses bintang gugur:
  1. Hati yang bimbang = pelita yang hampir padam.
    Bimbang adalah tidak tegas untuk menolak ajaran lain, sehingga tidak tegas untuk berpegang teguh pada ajaran yang benar, tidak tegas untuk berpegang teguh pada janji Tuhan.

    Kita harus tegas berpegang pada firman pengajaran yang benar. Alkitab adalah lebih pasti daripada ilmu pasti.

    Mengapa bimbang? Sebab hati nuraninya tidak baik.
    Kalau menolak pengajaran yang benar karena hati nurani yang tidak baik, maka akibatnya adalah tenggelam dalam air bah, masuk dalam kebinasaan.

    1 Petrus 3:20-21
    3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

    Roma 6:4
    6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Lewat baptisan air, hati nurani akan diubahkan menjadi hati nurani yang baik, yaitu hati nurani yang taat dengar-dengaran.
    Syarat baptisan air adalah bertobat.
    Pelaksanaan baptisan air yang benar adalah dikuburkan/ diselamkan.

  2. Gugur dari iman = pelita padam.
    Gugur dari iman adalah meninggalkan ajaran yang benar dan mengikuti ajaran lain = menyangkal Tuhan.
    Akibatnya adalah binasa untuk selama-lamanya.

Contoh bintang yang gugur adalah Petrus.
Petrus sudah bimbang, pelitanya hampir padam. Kemudian Petrus menyangkal Tuhan, pelitanya benar-benar padam.
Petrus ini adalah gambaran hamba Tuhan yang hebat.

Matius 14:28-30
14:28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
14:29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"

Saat menghadapi pencobaan, Petrus menjadi bimbang dan mulai tenggelam = pelitanya hampir padam.
Tetapi untunglah, saat pelitanya hampir padam, Petrus mengulurkan tangan kepada Tuhan.
Inilah yang ditunggu Tuhan, mengulurkan tangan = percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan, dan hanya berseru nama Tuhan.
Maka Tuhan juga akan mengulurkan tanganNya kepada kita, mengangkat kehidupan kita dari segala ketenggelaman.

Dulu Yesus datang berjalan di atas air, ini menunjuk pada kuasa pengangkatan, kuasa kemuliaan.
Sekarang, cahaya Injil Kemuliaan Kristus akan disinarkan pada kehidupan yang mau menerima Kabar Mempelai, untuk bisa mengangkat kita dari ketenggelaman.
Mengulurkan tangan pada Tuhan = percaya dan mempercayakan diri pada firman pengajaran yang benar.

Lukas 22:54-57
22:54. Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh.
22:55 Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka.
22:56 Seorang hamba perempuan melihat dia duduk dekat api; ia mengamat-amatinya lalu berkata: "Juga orang ini bersama-sama dengan Dia."
22:57 Tetapi Petrus menyangkal, katanya: "Bukan, aku tidak kenal Dia!"

Yohanes 18:25-26
18:25 Simon Petrus masih berdiri berdiang. Kata orang-orang di situ kepadanya: "Bukankah engkau juga seorang murid-Nya?"
18:26 Ia menyangkalnya, katanya: "Bukan." Kata seorang hamba Imam Besar, seorang keluarga dari hamba yang telinganya dipotong Petrus: "Bukankah engkau kulihat di taman itu bersama-sama dengan Dia?"

Tetapi Petrus masih diuji satu kali lagi. Petrus menyangkal Yesus.
Permulaan Petrus menyangkal Yesus adalah karena berdiang pada api asing ajaran-ajaran lain. Berdiang itu hangat; mungkin akan mendapat perkara yang jasmani, tetapi akan berakhir dengan kebinasaan.

Sebenarnya Petrus sudah menyangkal 3 kali, pelitanya sudah padam, dan seharusnya ia binasa.

Lukas 22:60-62
22:60 Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.
22:61 Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku."
22:62 Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

Yohanes 21:17-19
21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.
21:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
21:19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

Kokok ayam ini adalah firman penggembalaan yang diulang-ulang.
Firman penggembalaan dalam Kabar Mempelai = cahaya Injil Kemuliaan Kristus mampu membuat pelita yang padam menjadi nyala kembali.

Waktu ayam berkokok, hati Petrus menjadi sedih.
Kabar Mempelai akan menusuk sampai ke dalam hati supaya hati kita melembut, mengakui segala kekurangan dan kegagalan.
Kalau sudah melembut, maka pasti akan bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan, yaitu:
  • bisa mengasihi Tuhan lebih dari apapun juga
  • taat dengar-dengaran
  • percaya dan mempercayakan diri kepada Tuhan.
Maka Tuhan sebagai Gembala Agung, Mempelai Pria, akan mengangkat kita dari ketenggelaman sampai di awan-awan yang permai. Segala perkara yang mungkin sudah di titik nol akan diangkat menjadi positif, sampai diangkat di awan-awan saat kedatangan Tuhan kedua kali.

1 Petrus 5:6
5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.


Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top