Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 12:3-18
12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
12:5 Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.
12:6 Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.
12:7 Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,
12:8 tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.
12:9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.
12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
12:11 Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.
12:12 Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat."
12:13 Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.
12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
12:15 Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu.
12:16 Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya.
12:17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.
12:18 Dan ia tinggal berdiri di pantai laut. Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.


Wahyu 12:3-18 menampilkan enam ulah dari naga atau setan secara jelas dan lengkap:
  1. [Wahyu 12:4a] Ekor naga menyeret sepertiga bintang di langit.
  2. [Wahyu 12:4b] Mulutnya menelan.
  3. [Wahyu 12:7] Berperang.
  4. [Wahyu 12:13] Memburu, mengejar dengan cepat.
  5. [Wahyu 12:15] Menghanyutkan perempuan/ gereja Tuhan.
  6. [Wahyu 12:17] Memerangi = menyiksa/ menganiaya.

ad. 2. Mulutnya menelan anak laki-laki yang dilahirkan oleh perempuan/ gereja Tuhan.
Anak laki-laki = pelepas.

Dalam Alkitab, ada tiga pribadi pelepas yang ditampilkan sebagai anak laki-laki:
  1. Musa, sebagai pelepas bangsa Israel dari perbudakan Mesir.
    Keluaran 2:1-2
    2:1 Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi;
    2:2 lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya.

  2. Yesus, sebagai pelepas dari orang-orang percaya dari dosa-dosa.
    Matius 1:21
    1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

  3. Anak laki-laki sebagai pelepas gereja Tuhan/ Mempelai Tuhan di akhir zaman.
    Wahyu 12:4b-6
    12:4b untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
    12:5 Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.
    12:6 Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.


Ketiga pelepas mempunyai pengalaman yang sama, yaitu mau dibunuh tetapi selamat.
  • Musa mau dibunuh Firaun, tetapi selamat.
  • Yesus mau dibunuh Herodes, tetapi selamat.
  • Anak laki-laki mau dibunuh naga, tetapi selamat.
Mau dibunuh = pengalaman kematian. Tetapi selamat = pengalaman kebangkitan.
Jadi, ketiga pelepas mengalami pengalaman kematian dan kebangkitan.

Jadi, naga/ ular tua/ setan mau menelan anak laki-laki artinya:
  • Setan selalu menghalangi kelepasan dari anak Tuhan/ gereja Tuhan.
  • Gereja Tuhan/ hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang tidak mengalami kelepasan, tidak mengalami pengalaman kematian dan kebangkitan bersama Yesus, pasti ditelan oleh setan, binasa selamanya.
Contoh: Yudas Iskariot terikat akan uang, tidak mengalami kelepasan.

Oleh sebab itu, supaya kita tidak ditelan oleh naga/ setan, kita harus mengalami kelepasan/ pengalaman kematian dan kebangkitan bersama Yesus.

Praktek sehari-hari mengalami kelepasan (pengalaman kematian kebangkitan bersama Yesus):
  1. Mengikuti jejak Yesus/ jalan dengan tanda darah Yesus = jalan salib, jalan yang lurus, yang rata.
    1 Petrus 2:21-25
    2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
    2:22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
    2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
    2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
    2:25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

    Yesus harus rela mencucurkan darah sampai mati di kayu salib untuk melepaskan kita dari dosa-dosa sampai puncak dosa.
    Jalan salib adalah:
    • Mati terhadap dosa = percaya Yesus dan bertobat.
      Artinya tidak berbuat dosa, tidak berdusta, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi membalas kejahatan dengan kebaikan.

    • Bangkit dan hidup untuk kebenaran. Hidup untuk kebenaran berarti sekalipun ada kesempatan, ada keuntungan, ada ancaman, tetap tidak mau berbuat dosa.
      Hidup untuk kebenaran = kelepasan dari dosa.

      Amsal 12:26
      12:26 Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.

      Maka orang benar akan mendapati tempat penggembalaan yang benar, yaitu ada makanan rohani yang benar/ firman Pengajaran yang benar. Sehingga kita tidak tersesat, tidak berkelok-kelok jalannya, tetap lurus, tidak jatuh dalam dosa (kejahatan, kenajisan, kesombongan).

    Hasilnya kalau tetap di jalan rata/ jalan lurus, maka Yesus lewat sehingga kita menerima kuasa Tuhan.
    • [1 Petrus 2:25] Kuasa pemeliharaan sampai tidak kekurangan, secara rohani hidup benar, hidup suci sampai sempurna.
    • [1 Petrus 2:24] Kuasa bilur, kuasa kesembuhan penyakit jasmani, penyakit ekonomi, penyakit rumah tangga. Penyakit rohani (stress, pahit hati, sakit hati, dll) menjadi damai sejahtera, enak dan ringan.

  2. Kita harus mengutamakan/ menyulungkan ibadah pelayanan kepada Tuhan lebih dari segala perkara di bumi.
    Kolose 3:1-3
    3:1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
    3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
    3:3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.

    1 Timotius 4:7-10
    4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.
    4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
    4:9 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
    4:10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

    Jadi, ibadah pelayanan adalah suatu perjuangan yang membutuhkan banyak pengorbanan-pengorbanan.
    Bukan hanya kita yang berkoban, tetapi Yesus yang lebih dulu berkorban untuk kita.

    Ibrani 9:14
    9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

    Jadi, Yesus sebagai anak sulung Allah harus rela berkorban darah, berkorban nyawa di kayu salib untuk memperjuangkan, menyucikan bangsa kafir supaya layak beribadah melayani Tuhan.
    Oleh sebab itu kita bangsa kafir harus berkorban apa saja (waktu, tenaga, pikiran, dll, kecuali firman pengajaran yang benar) untuk berjuang supaya bisa setia berkobar-kobar, setia tanggung-jawab dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan. Kalau sudah setia berkobar, setia tanggung-jawab, maka kita mengalami kelepasan dari dunia dengan segala pengaruhnya.

    Yakobus 4:4
    4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

    Siapa yang bisa berkorban segala sesuatu untuk menyulungkan ibadah?
    • [1 Timotius 4:9] Hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang percaya yakin dan berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar/ perkataan Yesus.
    • Yang menghargai korban Kristus di kayu salib, yang selalu ingat/ sadar bahwa bangsa kafir bisa beribadah hanya karena korban Kristus di kayu salib.
    Kalau digabungkan, firman pengajaran dan korban Kristus itulah kebaktian Pendalaman Alkitab dan perjamuan Suci. Itulah yang mendorong kita berjuang untuk perkara rohani, untuk ibadah pelayanan, dan juga berjuang untuk yang lain (menghadapi pandemi, dll).

    Waspada! Ajaran sesat menyesatkan kita supaya tidak menyulungkan ibadah pelayanan kepada Tuhan, yaitu mengajarkan tentang ibadah pelayanan yang salah, beribadah melayani hanya untuk perkara jasmani, kemakmuran dan hiburan jasmani tanpa penyucian. Sehingga tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan terutama mulai dari gembala tidak setia, maka jemaat juga tidak setia.

    Keluaran 4:22-23
    4:22 Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;
    4:23 sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung."

    Akibatnya adalah kematian anak sulung, artinya:
    • Semua yang dibanggakan, semua yang diharapkan, semua yang disanjung lebih dari Tuhan, lebih dari ibadah pelayanan, maka pasti akan mati, akan hancur, tidak ada gunanya.
    • Kematian rohani, mati dalam dosa sampai puncak dosa, tidak bisa sampai di takhta Sorga.

    Sebaliknya jika kita menyulungkan ibadah pelayanan, setia dalam ibadah pelayanan, maka kita mendapat jamiman kepastian yang dobel (suasana takhta) baik untuk hidup sekarang di dunia ini sampai hidup kekal selamanya, sampai duduk di takhta Sorga selamanya.

    Wahyu 22:3
    22:3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

    Satu-satunya aktifitas yang bertahan mulai di dunia sampai di takhta Sorga adalah ibadah pelayanan, penyembahan kepada Tuhan.

  3. Mengalami pembaharuan hidup/ mujizat terbesar, dari manusia darah daging menjadi manusia rohani seperti Yesus = kelepasan dari manusia daging, menjadi manusia sempurna seperti Yesus.

    Mengapa kita mutlak harus mengalami mujizat terbesar/ pembaharuan hidup dari manusia daging?
    1 Korintus 15:50-52

    15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.
    15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
    15:52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

    Sebab manusia daging tidak mewarisi kerajaan Sorga.
    Dengan apa kita bisa mengalami pembaharuan hidup?
    • Lewat baptisan air yang benar.
    • Suara sangkakala, yaitu firman pengajaran benar yang diulang-ulang oleh seorang gembala = firman penggembalaan.

    Efesus 4:21-25,29
    4:21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
    4:22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
    4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
    4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
    4:25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
    4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

    Apa yang dibaharui?
    • Pembaharuan tubuh/ lahir, yaitu perkataan jujur, terutama jujur soal pengajaran benar, soal Tuhan, baru bisa jujur dalam segala hal. Perkataan yang benar dan baik, memuliakan Tuhan, menjadi berkat bagi sesama, seperti bintang-bintang bercahaya.
      Efesus 4:26-28
      4:26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu
      4:27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.
      4:28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

      Juga pembaharuan perbuatan. Tidak boleh marah tanpa tanpa sebab/ tanpa kasih. Boleh marah tetapi harus ada sebabnya, dan dengan kasih untuk mendidik dan menolong orang yang dalam kesalahan.

    • Pembaharuan batin.
      Efesus 4:30-32
      4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
      4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
      4:32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

      Kita menjadi ramah, penuh kasih mesra/ lembut, saling mengaku, saling mengampuni sampai taat dengar-dengaran sampai daging tak bersuara lagi. Kita bisa berseru "ya Abba, ya Bapa".

      Efesus 5:1-2
      5:1 Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih
      5:2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

      Kita bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan, menyerah sepenuh kepada Tuhan, seperti korban api-apian, korban timangan, korban unjukan.

      Keluaran 29:24-25
      29:24 Haruslah kautaruh seluruhnya ke atas telapak tangan Harun dan ke atas telapak tangan anak-anaknya dan haruslah kaupersembahkan semuanya sebagai persembahan unjukan di hadapan TUHAN.
      29:25 Kemudian haruslah kauambil semuanya dari tangan mereka dan kaubakar di atas mezbah, yaitu di atas korban bakaran, sebagai persembahan yang harum di hadapan TUHAN; itulah suatu korban api-apian bagi TUHAN.

      Sekarang seperti bayi di dalam tangan belas kasih Yesus sebagai Imam Besar, Gembala Agung.

      Yesaya 49:15-16
      49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
      49:16 Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

      Mata Tuhan memonitor kita, selalu memperhatikan, mempedulikan, bergumul untuk kita semua.

      Hasilnya adalah:
      1. Tangan belas kasih Tuhan sanggup memelihara, melindungi kita yang kecil tak berdaya di zaman yang susah hari-hari ini, sampai zaman antikris berkuasa di bumi.

      2. Tangan belas kasih Tuhan menanggung segala letih lesu, beban berat, susah payah, menghapus air mata, semua enak ringan, semua bahagia.
        Tangan belas kasih Tuhan menghangatkan kita, artinya kita tetap mengasihi Tuhan dan kita mengasihi sesama seperti diri sendiri. Kita bisa saling mengasihi, jangan menyakiti, bahkan sampai mengasihi musuh.

      3. Tangan belas kasih Tuhan mengerjakan segala sesuatu yang bayi tidak bisa lakukan, yang tidak ada menjadi ada, yang mustahil menjadi tidak mustahil.

      4. Tangan belas kasih Tuhan menuntun kita ke masa depan berhasil indah, menuntun kita sampai sempurna seperti Yesus.
        Wahyu 21:12
        21:12 Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.

        Jika Yesus datang kedua kali kita terangkat, bersama Dia selamanya, siang malam menyembah Tuhan selama-lamanya.



Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Surabaya, 10 April 2013 (Rabu Sore)
    ... sampai sempurna seperti Yesus menjadi mempelai wanita surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali diawan-awan yang permai. Dua macam kegerakan ini arahnya jelas yaitu untuk menjadikan kehidupan kita menjadi mempelai wanita surga. Hubungan antara mempelai pria surga dan mempelai wanita surga ditunjukkan oleh alat dalam tabernakel yang namanya TABUT ...
  • Ibadah Doa Malang, 17 Agustus 2010 (Selasa Sore)
    ... ia dilahirkan buta Jawab Yesus Bukan dia dan bukan juga orang tuanya tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku selama masih siang akan datang malam di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja. Istilah 'kita' Yohanes artinya Yesus dengan manusia ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 Juli 2013 (Kamis Sore)
    ... boleh dipersembahkan kepada Tuhan sama dengan kehidupan yang jahat dan najis tidak ada hubungan dengan Tuhan berada di luar tangan Tuhan dan binasa selamanya. nbsp nbsp nbsp Jadi bangsa kafir mutlak harus tergembala supaya berada dalam tangan Tuhan. Di mana kita tergembala Kita tergembala seperti carang melekat pada pokok anggur ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Maret 2015 (Sabtu Sore)
    ... Tiga pribadi ini juga menunjuk pada ketekunan iman. Saat pembuatan Pelita Emas emas ditempa sampai berbentuk Pelita Emas yang indah. Kita mempelajari ketekunan iman yang ketiga ketekunan iman dari kaum muda. Lukas - Ketika Yesus masih berbicara datanglah seorang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata Anakmu sudah mati jangan ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 12 Maret 2014 (Rabu Sore)
    ... logam Ad. . seperti sabun tukang penatu Kegunaan sabun tukang penatu yaitu Untuk menyucikan pakaian kita dari kotoran-kotoran dan noda-noda. Pakaian ini berbicara tentang solah tingkah laku perbuatan kita dalam kehidupan sehari-hari yang tampak kelihatan diluar. Jadi perbuatan-perbuatan kita sehari-hari harus disucikan supaya perbuatan kita merupakan perbuatan yang benar dan ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 02 Februari 2020 (Minggu Siang)
    ... hanya menerima firman penginjilan kehidupan yang lamban dalam pertumbuhan rohani. Ibrani - . Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan tetapi yang sukar untuk dijelaskan karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. . Sebab sekalipun kamu ditinjau dari sudut waktu sudah seharusnya menjadi pengajar kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas ...
  • Ibadah Paskah Blitar, 23 April 2010 (Jumat Sore)
    ... yang menghasilkan kehidupan baru jenis kehidupan Surga itulah hidup dalam kebenaran. Keselamatan adalah kebenaran. Kalau tidak benar maka tidak selamat. Inilah Firman penginjilan yang harus kita mantapkan hari-hari ini. Firman nubuat firman pengajaran yaitu makanan keras. Artinya firman yang memberitakan menubuatkan kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 06 Januari 2013 (Minggu Sore)
    ... murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus . dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. kita dipakai dalam kegerakan yang besar sesuai dengan amanat agung Tuhan. Malam ini kita mempelajari syarat untuk dipakai ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Mei 2016 (Senin Sore)
    ... pelita emas yang terang dan tujuh obor yang menyala. Ukuran diberkati bukan kaya raya tetapi tidak pernah memalukan TUHAN--tidak pernah menipu dan sebagainya-- melainkan memuliakan TUHAN. Jemaat Makedonia miskin--dicobai-- tetapi bisa menjadi berkat. Bukan hanya diberkati sampai anak cucu tetapi sampai hidup kekal. Amsal . Bila taufan melanda lenyaplah orang fasik tetapi ...
  • Ibadah Raya Malang, 12 Agustus 2012 (Minggu Pagi)
    ... rumah Tuhan untuk mengalami terang firman Roh Kudus dan kasih Allah supaya kita bisa tampil sebagai terang yang meningkat sampai terang dunia. Kita hidup dalam terang kebenaran terang kesucian sampai terang kesaksian. Matius - Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.