English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kunjungan Mangkutana II, 26 Juni 2013 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 4:19b
4:19 ... kamu akan Kujadikan penjala...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Maret 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 07 Maret 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:1-12 tentang peniupan sangkakala yang kelima, yakni...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 April 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:21-22
3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama...

Ibadah Raya Surabaya, 17 November 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Raya Surabaya, 17 Mei 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 20 September 2015 (Minggu Malam)
Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Mei 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Persekutuan V di Tentena-Poso, 25 September 2014 (Kamis Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 30 Januari 2011 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Lukas 2:10-14
2:10 Lalu...

Ibadah Raya Surabaya, 11 Oktober 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 21 Januari 2014 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita mempelajari Keluaran 3. Ada 3 pengalaman...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 23 Oktober 2013 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 09 Desember 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 36-44
= nubuat ke-7 tentang hukuman Tuhan atas dunia pada saat kedatangan Tuhan...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Juli 2012 (Minggu Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 03 Mei 2015 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam Wahyu 2-3, dalam susunan Tabernakel, menunjuk pada tujuh kali percikan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan penyucian terakhir yang dilakukan oleh TUHAN kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman), supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita Sorga yang layak untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan bersama TUHAN selamanya.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi TUHAN katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014).


  4. sidang jemaat di TIATIRA (Wahyu 2: 18-29) yang harus mengalami penyucian hati dan pikiran sampai pikiran yang terdalam (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2015).


  5. sidang jemaat di SARDIS (Wahyu 3: 1-6) disucikan untuk mengalami kebangunan rohani dan kuat rohaninya, supaya tetap berjaga-jaga (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 04 Maret 2015).


  6. sidang jemaat di FILADELFIA (Wahyu 3: 7-13) (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2015)

Kita mempelajari Wahyu 3: 7-13, sidang jemaat yang keenam, yaitu SIDANG JEMAAT FILADELFIA.
Kita masih berada pada ayat 7-8.
Wahyu 3: 7
3: 7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Ada 3 macam penampilan Yesus kepada sidang jemaat di Filadelfia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2015):

  1. Yang Benar,
  2. Yang Kudus,
  3. Yang memegang kunci Daud.

Kita masih mempelajari YESUS TAMPIL SEBAGAI 'YANG MEMEGANG KUNCI DAUD'.

Yesus tampil sebagai 'Yang memegang kunci Daud', untuk melakukan 3 perkara yang besar/dahsyat, bagi sidang jemaat Filadelfia; sekarang bagi kita:

  1. Wahyu 3: 8
    3:8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

    Pekerjaan besar yang pertama: membuka pintu-pintu yang tidak bisa ditutup oleh siapapun juga, sampai pintu sorga terbuka (sudah diterangkan diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Maret 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 15 April 2015).


  2. Wahyu 3: 9
    3:9 Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau.

    Pekerjaan besar yang kedua: untuk memberikan kemenangan atas jemaah iblis (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surbaya, 19 April 2015).


  3. Wahyu 3: 10
    3:10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

    Pekerjaan besar yang ketiga: melindungi kita dari hari pencobaan yang akan menimpa atas seluruh dunia.

AD.2 MEMBERIKAN KEMENANGAN ATAS JEMAAH IBLIS
Dalam setiap sidang jemaat, kita harus berhati-hati, sebab ada jemaah iblis.

Wahyu 3: 9
3:9 Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau.

Jemaah Iblis adalah:
'mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta'. Sekarang, jemaah iblis adalah hamba TUHAN, pelayan TUHAN, anak TUHAN yang adalah pendusta. Kita harus berhati-hati!

1 Yohanes 2: 4
2:4. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.

Pengertian pendusta adalah: hamba TUHAN, pelayan TUHAN yang tidak taat dengar-dengaran (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 29 April 2015).
"Dia memberitakan firman, mendengar firman, tetapi tidak melakukan/tidak taat dengar-dengaran."

Kita harus waspada! Sebab ketidak taatan melanda dari zaman ke zaman, sampai pada akhir zaman sekarang ini; menjelang kedatangan Yesus kedua kali yang sudah tidak lama lagi.

Ketidak taatan dari zaman ke zaman, yaitu:

  1. Zaman permulaan/zaman Allah Bapa (dihitung dari Adam sampai Abraham, kurang lebih 2000 tahun).
    Kejadian 3: 6
    3:6. Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

    Ketidak taatan diwakili oleh Adam dan Hawa. Mereka tidak taat dengar-dengaran kepada firman Allah--firman pengajaran benar--, yaitu memakan buah yang dilarang oleh TUHAN.

    Sekian lama mereka taat dan hidup di Firdaus; semuanya enak dan terpelihara, tetapi mendadak sontak tidak taat sampai terkutuk.
    Mengapa Adam dan Hawa mendadak sontak tidak taat dengar-dengaran?


    • KARENA MENDENGAR SUARA ULAR; SUARA ASING; AJARAN PALSU. Selama ini hanya mendengar suara TUHAN--suara pengajaran yang benar--, aman. Tetapi begitu berani membuka telinga untuk menerima ajaran yang tidak benar, 'Oh, saya bisa memilah-milah', maka akan terhilang. Yakinlah!

      Kejadian 3: 1
      3:1. Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"

      Hawa
      dulu yang mendengar suara ular/suara asing/ajaran palsu; ajaran yang tidak sesuai dengan alkitab/pengajaran benar.

      Ayat 1 = ular membolak-balikkan firman TUHAN. " TUHAN mengatakan semua buah pohon boleh dimakan, kecuali satu; tetapi ular berkata yang boleh dimakan hanya satu buah pohon--dibolak-balik--ini yang berbahaya. Kalau alkitab mengatakan 'tidak boleh', tetapi kita mengatakan, 'kalau sekarang tidak apa-apa, begini alasannya...'. Ini sudah suara ular. Jangan diikuti, baik dengan seribu satu alasan apapun!"


    • Lalu, Adam juga memakan buah yang dilarang, karena MENDENGAR SUARA ASING DARI ISTERINYA (Hawa).

      "Hati-hati! Keluarga juga bisa dipakai; anak, isteri, suami, bisa dipakai oleh ular. 'Pak, itu kuno, sudah dulu tahun '40-50-an. Sekarang lain. Kami sudah pandai, sudah sekolah'. Ini yang sering kali terjadi, anak-anak sudah sekolah, sudah pandai, mulai mempengaruhi orang tuanya. Kalau dulu, isteri mempengaruhi suami. Padahal orang tuanya dari dulu sampai sekarang bisa mempunyai gereja besar karena pengajaran benar, tetapi mau dipengaruhi."

      Kejadian 3: 17
      3:17. Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau
      mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:

      "Saat ini, Lempin-El 'Kristus Ajaib' juga sedang mendengarkan. Kalau mau menjadi hamba TUHAN, jangan salah pilih isteri! Sebab isteri sangat menentukan nasib pelayanan dari hamba TUHAN, apakah pelayanan mau menanjak atau menurun. Bukan sembarangan melihat-lihat, putih atau hitam, tinggi atau pendek, tetapi rohaninya yang betul-betul dilihat; apakah ada pengajarannya. Kita semua juga jangan salah memilih isteri; yang perempuan juga jangan salah pilih suami! Kalau salah pilih suami, nanti saudari dikira bola, ditendangi tiap hari. Biarlah kita berdoa pada TUHAN, sungguh-sungguh. Sebab nikah sangat menentukan nasib pelayanan kita, masa depan kita, sampai nasib kehidupan rohani kita, mau ke sorga atau ke neraka. Itu semua ditentukan oleh nikah rumah tangga."


    Adam dan Hawa adalah orang yang hebat:


    • Secara rohani: diciptakan segambar dengan TUHAN, bergaul erat dengan TUHAN.
    • Secara jasmani: hidup di Taman Eden. Tidak usah bekerja, tinggal makan saja selama 24 jam.


    Mereka hebat secara jasmani dan rohani, tidak ada kekurangan, tetapi bisa tidak taat. Apalagi kita, bangsa kafir yang tidak hebat secara jasmani; hanya anjing dan babi secara rohani. Kita harus ekstra hati-hati! Jangan mendengar suara asing dan jangan memberi kesempatan!

    Bukan fanatik! Fanatik adalah sudah tahu itu salah, tetapi tetap dilanjutkan. Justru kalau kita tidak mau mendengar yang lain, itu namanya tegas. Jangan dibolak-balik!

    "Istilah dari Om Pong adalah 'fanatik bodoh-bodoh'."

    Jangan memberi kesempatan satu kali pun untuk mendengar suara asing! Baik langsung dari ular/setan, maupun dari siapapun juga - dari isteri, anak, orang tua atau hamba TUHAN siapapun. Sebab akibat ketidaktaatan sungguh dahsyat.

    Akibat ketidak taatan Adam dan Hawa:


    • Kejadian 3: 7
      3:7. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

      Akibat pertama: Telanjang = hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa.
      Puncaknya dosa yaitu:


      1. dosa makan-minum: merokok, mabuk, narkoba.
      2. dosa kawin-mengawinkan: dosa seks dengan berbagai ragamnya.


      "Hati-hati, kaum muda! Kalau tidak taat, maka sebentar lagi pasti telanjang. Tidak ada lagi pakaian kebenaran dan kesucian."


    • Kejadian 3: 23
      3:23. Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.

      Akibat kedua: Adam dan Hawa DIUSIR dari Taman Eden ke dalam dunia, artinya kehilangan suasana Taman Eden dan masuk dalam suasana kutukan/duri-duri, yaitu kepedihan hati, kepahitan hati, susah payah, stress, letih lesu, beban berat, sengsara, dan lain-lain.


    KALAU KITA SUDAH BERANI MENDENGAR SUARA ASING/AJARAN LAIN, BERARTI SUDAH BERANI BERALIH DARI FIRDAUS MENUJU SUASANA KUTUKAN; SUDAH SIAP MENUJU KETELANJANGAN.

    "Bukan berarti fanatik, atau hanya di sini yang paling benar. Tidak. Harus diperiksa, apakah sesuai Alkitab atau tidak. Kalau Alkitab mengatakan: tidak boleh, ya tidak boleh. Jangan mengatakan: boleh! Alkitab mengatakan: harus, tetapi dikatakan: tidak boleh; yang tidak boleh menjadi boleh."

    Inilah akibat ketidak taatan di zaman permulaan. Dari suasana Firdaus beralih pada suasana kutukan. Sudah di dunia, manusia masih terus tidak taat. Itulah sebabnya disebutkan, ketidak taatan melanda dari zaman ke zaman.


  2. Zaman pertengahan/zaman Anak Allah (dihitung dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali, kurang lebih 2000 tahun).
    Diwakili oleh Raja Saul, raja yang hebat. Dari sekian manusia di Israel, hanya Saul yang dipilih. Jika dilihat dari postur tubuhnya, orang-orang hanya setinggi bahunya. Tetapi sayang, tidak taat.

    Dua kali Saul tidak taat:


    • 1 Samuel 13: 6-10, 12-13
      13:6. Ketika dilihat orang-orang Israel, bahwa mereka terjepit--sebab rakyat memang terdesak--maka larilah rakyat bersembunyi di gua, keluk batu, bukit batu, liang batu dan perigi;
      13:7. malah ada orang Ibrani yang menyeberangi arungan sungai Yordan menuju tanah Gad dan Gilead, sedang Saul masih di Gilgal dan seluruh rakyat mengikutinya dengan gemetar.
      13:8. Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia.
      13:9. Sebab itu Saul berkata: "Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu." Lalu ia mempersembahkan korban bakaran.
      13:10.
      Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya.
      13:12. maka
      pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran."
      13:13. Kata Samuel kepada Saul: "Perbuatanmu itu
      bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya.

      Ayat 10: 'baru saja'= kalau mau menunggu sebentar lagi, m aka akan selamat dan mendapat berkat yang besar. Ini yang sering kali terjadi. Sering kali kita tidak sabar.

      Ayat 12: 'pikirku'= Saul menggunakan logika.
      Ketaatan harus menggunakan iman, tidak bisa menggunakan logika. Kalau menggunakan logika, pasti tidak taat.
      Seperti Petrus disuruh TUHAN menebarkan jala di siang hari. Kalau menggunakan logika, pasti tidak taat.

      Ketidak taatan Saul yang pertama: Raja Saul tidak taat saat dalam keadaan terjepit.
      Dalam keadaan terjepit, banyak kali kita MENGGUNAKAN LOGIKA/PIKIRAN DAGING, yang bahasanya sederhana: 'nanti kalau....'; 'nanti kalau saya tidak menyontek, bagaimana?'; 'nanti kalau saya tidak menurut bos untuk korupsi, lalu dipecat, bagaimana?' dan sebagainya. Inilah bahasa daging yang harus kita waspadai.

      Ayat 12 = 'sebab itu aku memberanikan diri'= Saul nekat.
      Ayat 13 = 'Perbuatanmu itu bodoh'= dalam keadaan terjepit, sering kali menggunakan pikiran daging, sehingga tidak taat dengar-dengaran. Ini sama dengan melakukan tindakan bodoh dan nekat.

      Akibatnya: ayat 13: 'sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu'= Saul kehilangan kerajaan.


    • 1 Samuel 15: 13-16, 23
      15:13. Ketika Samuel sampai kepada Saul, berkatalah Saul kepadanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN; aku telah melaksanakan firman TUHAN."
      15:14. Tetapi kata Samuel: "Kalau begitu apakah bunyi kambing domba, yang sampai ke telingaku, dan bunyi lembu-lembu yang kudengar itu?"
      15:15. Jawab Saul: "Semuanya itu dibawa dari pada orang Amalek, sebab rakyat menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik
      dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu; tetapi selebihnya telah kami tumpas."
      15:16. Lalu berkatalah Samuel kepada Saul: "Sudahlah! Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang difirmankan TUHAN kepadaku tadi malam." Kata Saul kepadanya: "Katakanlah."
      15:23. Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka
      Ia telah menolak engkau sebagai raja."

      Ayat 15: 'dengan maksud'= perasaan daging. Sekalipun maksudnya baik, tetapi kalau melawan firman--TUHAN perintahkan untuk menumpas semuanya, baik rajanya, manusianya dan semua binatangnya--, tidak ada gunanya.

      Ketidak taatan Saul yang kedua: Saul tidak taat dengar-dengaran saat diberkati--saat menang atas Amalek.

      Mengapa Saul tidak taat?:


      1. Sebab Saul lebih MENDENGAR SUARA RAKYAT/suara asing daripada suara TUHAN.

        1 Samuel 15: 20-21
        15:20. Lalu kata Saul kepada Samuel: "Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas.
        15:21. Tetapi
        rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal."

        Suara rakyat = suara banyak orang, suara banyak pendeta/jemaat.

        "Sering kali hamba TUHAN mendengar suara asing karena takut kehilangan uang dan kehilangan jemaat, sebab merasa hidupnya dari jemaat atau uang. Kalau hidupnya dari TUHAN, pasti mendengar suara TUHAN apapun yang harus dihadapi. Ini Saul, gambaran dari kita hamba TUHAN."

        Kita harus tetap memilih firman pengajaran benar, sekalipun ditinggal oleh rakyat/sidang jemaat. sekalipun kehilangan apapun di dunia ini, tetap pilih suara TUHAN. Bahkan, sampai ditinggalkan oleh keluarga besar, terserah, asal kita pilih suara TUHAN.
        Atau bahkan sampai ditinggalkan seorang diri seperti Ayub yang ditinggal isterinya, kita harus tetap memilih suara TUHAN.

        Jadikanlah pengalaman Saul ini sebgai pelajaran. Jangan mendengarkan suara mayoritas, tetapi salah dan melawan firman! Dengarkan suara TUHAN, meski kita seorang diri dan TUHAN tidak akan menigngalkan kita.


      2. Yang kedua, Saul tidak taat sebab Saul MENGGUNAKAN PERASAAN DAGING; sekalipun maksud hati baik, tetapi kalau melawan firman, tidak ada gunanya.

        "Contoh: saya kehausan saat khotbah, lalu saya suruh beli air minum seharga Rp 500,-. Tetapi maksud hati, 'masak saya kasih om 500? Lebih baik kuambilkan laptop, harganya 10 juta, lebih mahal'. Tetapi itu tidak berguna, sebab tidak taat. Saya haus malah diambilkan laptop. Saya terima laptop, tetapi pingsan, tidak ada gunanya."

        Sebaliknya, sekalipun sederhana, tetapi kalau kita taat, itu sangat berguna bagi TUHAN. TUHAN tidak lihat hebat atau tidaknya kita, tetapi TUHAN lihat ketaatan kita hari-hari ini.

        Perasaan daging sama dengan suara daging.
        Sering kali orang mengatakan suara daging beda tipis dengan suara TUHAN. Ini perkataan dari manusia daging. Padahal sebenarnya, bagi manusia rohani jelas beda jauh.

        Kalau hati kita tulus seperti merpati, maka kita sangat peka membedakan antara yang tidak benar dengan yang benar; antara suara TUHAN dengan suara daging. Ada firman dan kita tinggal membaca saja.


      Akibatnya: Saul kehilangan kerajaan dan ditolak menjadi raja. Artinya sekarang yaitu TIDAK BISA KEMBALI lagi ke Firdaus (Kerajaan 1000 Tahun Damai).


    Inilah setan yang benar-benar menghalangi rencana TUHAN. Manusia sudah ditaruh di Firdaus--Adam dan Hawa--, tetapi dibuat tidak taat oleh setan, sehingga dibuang ke dunia.
    Dari dunia, masih ada harapan untuk kembali ke Firdaus. Tetapi, di zaman pertengahan--diwakili oleh Saul--, manusia tidak taat lagi, sehignga tidak bisa kembali lagi ke Fridaus.

    Inilah usaha setan untuk terus menekan manusia dengan suara asing, supaya manusia tidak taat.


  3. Zaman akhir/zaman Allah Roh Kudus (dihitung dari kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali, kurang lebih 2000 tahun). Juga diwakili oleh orang hebat.
    Dari zaman ke zaman, semuanya diwakili oleh orang-orang hebat. Tetapi begitu mendengar suara daging atau suara asing, jatuh semuanya. Sebab itu, kita yang tidak hebat harus hati-hati. Hati-hati dengan telinga ini!

    Matius 7: 21-23
    7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
    7:22. Pada
    hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
    7:23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian
    pembuat kejahatan!"

    Pada zaman ini, diwakili oleh hamba TUHAN yang super hebat, tetapi karena tidak-taat, maka gugur juga.

    Ayat 22: gambaran dari hamba TUHAN yang hebat; menyampakan firman nubuat/kabar mempelai, mengusir setan dan mengadakan mujizat.

    'pembuat kejahatan'= hamba TUHAN yang hebat bisa menjadi pembuat kejahatan.
    Sedangkan penjahat di kayu salib yang seharusnya mati, bisa menjadi pelayan TUHAN dan kembali ke Firdaus.

    Kita harus hati-hati! Jangan menhghina-hina orang. Serahkan pada TUHAN. Pemakaian TUHAN hanya dilihat dari taat atau tidaknya.

    Hamba TUHAN yang hebat--bisa bernubuat, mengusir setan dan melakukan mujizat--, tetapi bisa tidak taat dengar-dengaran pada firman pengajaran benar, sebab mendengar suara daging, yaitu PENYAKIT "MERASA"--merasa dipakai.

    Jemaat Laodikia juga 'merasa'. Mereka merasa kaya, tidak butuh apa-apa, tetapi TUHAN katakan, 'engkau miskin, melarat, buta'.

    "Seperti orang mabuk, merasa tidur di istana padahal sebenarnya tidur di selokan. Mabuk berarti tidak bisa dikontrol oleh kepala/otak."

    Kepala adalah Yesus/pengajaran benar. Orang yang punya penyakit 'merasa', tidak bisa dikontrol oleh pengajaran benar, karena selalu mengatakan, 'buktinya...buktinya...hebat...luar biasa dan sebagainya', padahal sudah menyimpang dari pengajaran benar. Ini yang berbahaya dari penyakit 'merasa', tidak bisa dikontrol oleh Yesus/pengajaran yang benar. Sekalipun sudah menyimpang, yang penting baginya adalah 'merasa' sudah hebat dan sebagainya.

    "Mungkin memang benar gerejanya besar. Tetapi dia lupa, tempat parkir di mall lebih besar dari gerejanya. Dia lupa karena sudah mabuk. Banyak yang seperti itu, sudah gembar gembor, tetapi sebenarnya sudah menyimpang, tidak terkontrol lagi."

    Akibatnya:


    • salah dalam tahbisan; kalau komandonya salah, maka tahbisannya juga salah.

      "Maaf, saya hanya memberi contoh. Kalau kepala sudah terganggu, otaknya ada titik sedikit saja, tangannya sudah tidak terkontrol lagi."

      Salah dalam tahbisan= ibadah pelayanannya tidak benar, sehingga ditolak/tidak diakui oleh TUHAN ('Aku tidak kenal engkau'); dan dianggap sebagai pembuat kejahatan.

      Kain dan Habel sama-sama beribadah melayani TUHAN, tetapi hanya satu yang diterima dan satu ditolak. Inilah ibadah pelayanan yang tidak sesuai dengan pengajaran benar.

      'Pembuat kejahatan', artinya semakin melayani, semakin berbuat jahat. Serius malam ini! Bisa bahaya.

      "Satu waktu, sekitar tahun 1995. kalau sekarang, saya sudah ada tukang potongnya sendiri dari seorang jemaat. Saya tidak ke mana-mana. Kalau dulu, sebelum dibangun plasa elektronik, ada sungai dan gubuk kecil, di situlah saya potong rambut. Biasanya orang muda yang memotong. Satu kali, orang tua yang memotong. Ternyata benar, tangannya sudah bergoyang, dan saya hanya berdoa, 'Yesus...Yesus...'. Setelah itu, lebih ngeri lagi, siletnya tajam sekali. Waktu dipotong, saya berteriak, 'aduh..Yesus..Yesus...' Saya kira, ini gambaran dari pembuat kejahatan yang tepat. Kalau dia potong saya seperti itu, makin lama saya semakin berdarah. Ini gambaran dari semakin melayani semakin berbuat jahat."

      Sering kali kita tidak sadar dan merasa dipakai oleh TUHAN, padahal pelayanannya justru merugikan tubuh Kristus; hancur dan luka semua tubuh Kristus.
      Ini yang harus dijaga.


    • DIUSIR lagi oleh TUHAN ('Enyahlah kamu....').
      Ini kurang ajarnya setan. Orang yang sudah berada di Firdaus, dibuat menjadi tidak taat, sehingga diusir ke dunia. Sudah berada di dunia, masih dibuat tidak taat--Saul--, sehingga tidak bisa kembali lagi ke Firdaus. Dan di akhir zaman, tidak taat lagi, sehingga diusir lagi oleh TUHAN, sama dengan masuk neraka selama-lamanya.

Inilah pendusta! Mengatakn orang Yahudi, tetapi pendusta. Mengatakan hamba TUHAN, tetapi pendusta, yaitu mendengarkan dan menyampaikan firman, tetapi tidak taat dengar-dengaran. Perbuatannya berbeda dengan firman yang dia terima, karena dia mendengar suara asing/suara ular, suara diri sendiri (penyakit 'merasa').
Akibatnya: berpindah dari Firdaus ke dunia, tidak bisa kembali lagi, malah diusir untuk kedua kali; diusir ke neraka selama-lamanya. Serius malam ini!

Sebab itu, jangan bangga kepada suami/isteri/anak/pekerjaan dan lain-lain--seperti jemaat Laodikia yang merasa kaya dan sebagainya--, sebab akan menjadi sandungan untuk tidak taat, justru di akhir zaman, karena terlalu berharap anak/suami dan sebagainya, tidak lagi berharap TUHAN.

Sandungan untuk tidak taat justru di akhir hidupnya dan tidak ada kesempatan untuk memperbaiki diri/untuk bertobat. Hanya diusir oleh TUHAN. Jangan bangga, tetapi juga jangan kecewa!
Kecea juga membuat kita tidak taat.

Yang benar adalah saat diberkati atau terjepit, kita harus selalu mengucap syukur kepada TUHAN, supaya kita bisa selalu taat dengar-dengaran.

Di akhir zaman ini, kita harus berusaha, supaya kita selalu taat dengar-dengaran kepada TUHAN.
Kejadian 6: 5
6:5. Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

Kita dituntut untuk selalu taat dengar-dengaran kepada perintah TUHAN, tetapi kenyataan yang ada, manusia memiliki hati yang cederung jahat; cenderung tidak taat dengar-dengaran, sehingga hanya menghasilkan kejahatan semata-mata.

Dari mana kita mendapat hati yang taat dengar-dengaran?
1 Petrus 3: 20-21
3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu
baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

Pada zaman Nuh, semua tidak taat, hanya 8 yang taat; sedikit yang taat. Hanya 8 orang yang masuk bahtera dan yang lain justru mengolok-olok, karena tidak ada angin, tidak ada hujan, tetapi membuat bahtera. Bahkan, Nuh sekeluarga masuk bahtera bukan saat hujan sudah turun. TUHAN berfirman, 'tujuh hari lagi, air bah akan datang. Kamu masuk bahtera dan bawa binatang-binatang yang tidak haram'.

Tidak ada hunan dan angin, Nuh sekeluarga masuk ke bahtera. Masih 7 hari lagi, itupun kalau hujannya datang. Kalau tidak? Tetapi inilah ujian ketaatan. Dari satu dunia, jangankan taat, tetapi justru mengolok-olok, karena memang hati manusia cenderung jahat.

Lalu ke mana kita untuk mendapatkan hati yang taat dengar-dengaran? Lewat baptisan air yang benar.
Hanya ada satu bahtera Nuh, berarti hanya ada satu baptisan air yagn benar. Kita harus masuk baptisan air yang benar, yaitu (Roma 6: 2, 4):

  • syaratnya: bertobat, mati terhadap dosa,
  • pelaksanannya: orang mati harus dikubur bersama Yesus di dalam air, sehingga ia akan bangkit dari air--keluar dari air--bersama Yesus, untuk mendapat hidup baru/hidup Sorgawi.

Hidup baru atau hidup Sorgawi, yaitu mempunyai hati nurani yang baik.
Jadi, baptisan air adalah pembaharuan dari hati nurani yang cenderung jahat; hati yang tidak taat menjadi hati nurani yang baik; hati yang taat dengar-dengaran, apapun resikonya.

Jangan salah masuk bahtera! Satu keluarga, harus satu bahtera. Kalau isteri Nuh masuk bahtera lain, maka ia akan terpisah.

Tadi, dari zaman ke zaman diwakili oleh orang-orang hebat. Tetapi sekarang, sekalipun kita tidak hebat, tetapi jika kita bisa taat dengar-dengaran, maka kita benar-benar mengalami mujizat dari TUHAN.
Seperti jemaat Filadelfia yang kita pelajari, 'kekuatanmu tidak seberapa, tetapi engkau taat', dan mereka mendapat kunci Daud. Kita juga akan mengalami kunci Daud; kemurahan dan kebajikan TUHAN. Tangan kemurahan dan kebajikan TUHAN akan melakukan mujizat-mujizat bagi kita, sekalipun kita tidak hebat malam ini. Memang untuk taat, kita akan diolok-olok, bahkan Yesuspun dianggap kerasukan setan, tetapi ada jaminan dari TUHAN.

Hasilnya (kita ambil contoh dari kehidupan-kehidupan yang tidak hebat):

  1. Nuh tidak hebat--Alkitab tidak menuliskan kehebatan dari Nuh--, tetapi hanya taat dengar-dengaran.
    Nuh mewakili bapak-bapak.
    Hasil yang dialami keluarga Nuh adalah mereka masuk ke dalam bahtera, sehingga lolos dari hukuman air bah.
    Artinya: mengalami perlindungan dan pemeliharaan TUHAN:


    • secara jasmani: TUHAN sanggup memelihara kita di tengah kemustahilan dunia; TUHAN sanggup melindungi kita dari celaka-marabahaya yang melanda bumi ini, dan dari hukuman TUHAN atas dunia sampai api neraka.

      Yang ada di dunia, semua mati karena kena air bah. Kalau gunung saja hilang karena kena air bah, kit amau hidup di mana? Sulit, bahkan mustahil. Tetapi terjadi perlindungan dan pemeliharaan TUHAN.

      'Nuh sekeluarga'= doakan keluarga kita, supaya terjadi perlindungan dan pemeliharaan TUHAN.


    • Secara rohani:


      1. Air bah gambaran dari dosa-dosa.
        Artinya: TUHAN melindungi kita dari dosa-dosa sampai puncaknya dosa yang melanda di mana-mana seperti air bah, bahkan sampai di punggung dan saku, sehingga kita tetap hidup benar dan suci.

        "Ini sama seperti dulu, waktu Mesir dihukum oleh TUHAN. Salah satu hukuman adalah katak. Katak ini memanjati punggung. 'di punggung ada katak, om?': 'ada, yaitu laptop'. Tas laptop banyak menggunakan tas di punggung, jarang yang diangkat biasa. Di punggung ini ada kataknya. Begitu dibuka, katak-katak berlompatan."

        Puncaknya dosa adalah dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan (dosa seks dengan berbagai ragamnya sampai penyimpangan seks).

        "Saya pernah bercerita, kawin cerai sudah diakui oleh orang-orang yang percaya Yesus. Kemudian homoseks dan lesbian di beberapa negara juga minta harus diberkati di gereja. Tinggal kawin mengawinkan yang belum. Kalau kawin mengawinkan seks bebas, termasuk salah satunya (maaf) prostitusi sudah disetujui, maka tidak lama lagi Tuhan datang. Saya baru lihat di televisi, satu pemuka agama sudah menyetujui. Justru dia yang setuju. Diibaratkand engan membuang kotoran dan sebagainya. Itulah logika. Saya katakan kepada Markus, 'hati-hati ya, kalau ini sampai tembus semuanya, dilegalkan semuanya, berarti TUHAN sudah mau datang.' Hati-hati! Air bah secara rohani sudah datang."

        Air bah juga berarti ajaran-ajaran palsu yang melanda dunia.
        Kita dilindungi, sehingga kita tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar.

        TUHAN juga melindungi kita dari pergaulan yang tidak baik; baik pergaulan di dunia nyata maupun dunia maya.


      2. Yang masuk bahtera adalah 4 pasang suami isteri.
        Artinya: TUHAN memelihara dan melindungi nikah dan buah nikah kita, supaya mencapai perjamuan kawin Anak Domba Allah saat Yesus datang kembali kedua kali.
        Anak-anak Nuh baik semua dan masuk dalam nikah yang benar.


  2. Janda Sarfat--mewakili ibu-ibu--yang hanya memiliki segenggam tepung dan sedikit minyak dalam buli-buli.
    Kemudian dia mengatakan kepada nabi Elia, 'aku akan membuat roti kecil untuk aku dan untuk anakku, sesuah itu mati'. Tetapi nabi Elia berkata, 'buatlah untuk aku dahulu'; 'buatlah untuk TUHAN dulu'.

    Ini ujian ketaatan.
    Seharusnya, janda ini marah. Tetapi, jika kita taat, maka resiko ditanggun oleh orang yang menyuruh. TUHAN yang menanggung resikonya bagi kita, asal segenggam tepung di tangan kita.

    'tepung'= firman.
    Segenggam ini seperti jantung; jantung besarnya sekepalan tangan.
    Taat dengar-dengaran= firman Allah berada dalam genggaman tangan kita; firman/pribadi TUHAN sudah mengisi jantung hati kita, tidak ada yang lain.

    Menghadapi masa paceklik selama 3,5 tahun--zaman antikris--, janda ini dipelihara oleh TUHAN.

    1 Raja-raja 17: 12-13, 15
    17:12. Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
    17:13. Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi
    buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
    17:15. Lalu pergilah perempuan itu dan
    berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.

    'beberapa waktu lamanya'= 3,5 tahun zaman antikris. Nanti ijazah, tabungan, deposito semua dikuasai antikris. Hanya bisa hidup kalau mau menyembah antikris.
    Pada saat itu, TUHAN akan menyingkirkan kita ke padang gurun dan kita dipelihara langsung oleh TUHAN, seperti janda ini. Mulai dari ketaatan!

    Apa yang ada di genggaman kita? Kalau yang ada di genggaman kita orang tua, anak, ijazah dan lain-lain, kita akan kecewa. Yang paling tepat adalah menggenggam firman pengajaran benar.

    Hasilnya:


    • TUHAN memelihara kita mulai sekarang sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun.

      Mari, anak-anak muda, anak-anak kecil, belajar menggenggam tepung; hanya mempercayakan hidup kepada firman. Bukan berarti membuang orang tua, tetapi jangan berharap pada orang tua, melainkan berharap pada TUHAN, itulah yang menjamin hidup kita.


    • 1 Raja-raja 17: 17-19, 21-22
      17:17. Sesudah itu anak dari perempuan pemilik rumah itu jatuh sakit dan sakitnya itu sangat keras sampai tidak ada nafasnya lagi.
      17:18. Kata perempuan itu kepada Elia: "Apakah maksudmu datang ke mari, ya abdi Allah? Singgahkah engkau kepadaku untuk mengingatkan kesalahanku dan untuk menyebabkan anakku mati?"
      17:19. Kata Elia kepadanya: "Berikanlah anakmu itu kepadaku." Elia mengambilnya dari pangkuan perempuan itu dan membawanya naik ke kamarnya di atas, dan membaringkan anak itu di tempat tidurnya.
      17:21. Lalu ia mengunjurkan badannya di atas anak itu tiga kali, dan berseru kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, Allahku! Pulangkanlah kiranya nyawa anak ini ke dalam tubuhnya."
      17:22. TUHAN mendengarkan permintaan Elia itu, dan nyawa anak itu pulang ke dalam tubuhnya, sehingga
      ia hidup kembali.


      Bukan hanya memelihara, tetapi juga terjadi keajaian; yang mati menjadi bangkit.
      Artinya:


      1. secara jasmani: yang mustahil menjadi tidak mustahil.
      2. Secara rohani: yang sudah busuk bahkan mati rohani dipulihkan kembali oleh TUHAN.


    Mari, suami genggam tepung, isteri genggam tepung.
    Mulai dari isteri dulu (janda Sarfat) yang menggenggam tepung demi nasih nikah dan buah nikah.
    Sekalipun anak itu sudah mati rohani, tetapi kalau ada ibu yang menggenggam tepung--jantung hatinya hanya berisi firman--, tidak mustahil TUHAN akan mengadakan mujizat untuk anak kita.


  3. 1 Petrus 5: 5-6
    5:5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
    5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu
    ditinggikan-Nya pada waktunya.

    Yang ketiga: anak muda, dalam keadaan tidak dianggap, direndahkan, tidak punya apa-apa, dalam keadaan gagal. Jangan takut dan putus asa! Asalkan tunduk/taat dengar-dengaran pada TUHAN; kita mengulurkan tangan pada TUHAN dan TUHAN juga mengulurkan tangan pada kita semua, maka akan terjadi kuasa pengangkatan. Semua bisa berhasil dan indah pada waktunya. Kita hidup dalam tangan TUHAN.

Mari bapak-bapak, masukanlah keluarga kita ke dalam bahtera, kita taat dengar-dengaran, supaya terjadi mujizat. Keselamatan keluarga ini penting baik secara jasmani maupun rohani.

Ibu-ibu, termasuk janda, jangan pegang yang lain, tetapi pegang tepung biarpun hanya segenggam--firman yang sudah mengisi jantung hati kita, sudah mendarah daging dalam hidup kita--, pegang betul-betul. TUHAN sanggup mengadakan mujizat untuk menghadapi antikris dan kematian-kematian--kemustahilan-kemustahilan secara jasmani dan rohani. TUHAN tolong semuanya.

Dan kaum muda, yang sudah gagal, jatuh, hancur berkeping-keping bahkan hancur dalam dosa, mari kembali pada ketaatan, sehingga terjadi pengangkatan, semua berhasil, indah, dan dipulihkan oleh TUHAN. Kita bisa hidup benar dan suci, berguna bagi TUHAN--dipakai oleh TUHAN--dan berguna bagi orang tua.

Sampai nanti, jika TUHAN datang kembali, mujizat terakhir terjadi, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan TUHAN, kita terangkat ke awan-awan bersama TUHAN.
KITA KEMBALI KE FIRDAUS, sampai masuk kerajaan Sorga yang kekal selama-lamanya.

Setan berusaha untuk membuang manusia dari Firdaus ke dalam dunia, tidak boleh kembali, terus dikejar supaya tidak taat, malah diusir kembali. Sudah jadi hamba TUHAN yang hebat, tetapi diusir, binasa selama-lamanya.

Tetapi, TUHAN rindu supaya kita bisa taat dengar-dengaran lewat baptisan air. Yang sudah baptisan air, tinggal hasilnya, yaitu taat dengar-dengaran. Yang belum dibaptis, berdoa kepada TUHAN untuk masuk dalam baptisan.

Dan lewat ketaatan ini, maka suami, isteri, dan anak-anak akan mengalami mujizat dan pengangkatan-pengangkatan sampai diangkat di awan-awan yang permai.

Serahkan semua pada TUHAN! Sekarang taat, mungkin harus menunggu, seperti Nuh menunggu 7 hari. Seharusnya, Saul hanya menunggu 7 hari saja. Tetapi, sering kali kita tidak sabar. Mari, sekarang kita taat. Mungkin diolok seperti Nuh. Tetap sabar. Mungkin kaum muda dalam kegagalan dan kesulitan, mari taat dan sabar menunggu waktu TUHAN.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top