Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 12:3
12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

Wahyu 12:3-18 adalah tentang penampilan naga atau setan secara jelas dan lengkap dengan enam kegiatan/ ulahnya pada akhir zaman:
  1. [Wahyu 12:4a] Ekor naga menyeret.
  2. [Wahyu 12:4b] Mulut naga menelan.
  3. [Wahyu 12:7] Berperang.
    [Wahyu 12:3-12] Ini terjadi pada saat setan masih bisa ke Sorga untuk mendakwa dan melancarkan tiga ulah.

  4. [Wahyu 12:13] Memburu, mengejar dengan cepat.
  5. [Wahyu 12:15] Menghanyutkan perempuan/ gereja Tuhan.
  6. [Wahyu 12:17] Memerangi/ menganiaya.
    [Wahyu 12:13-18] Ini terjadi pada saat setan sudah dikalahkan dan dicampakan ke bumi (tidak mendapat tempat lagi di Sorga selama-lamanya). Maka setan menggunakan waktu yang singkat sebelum dia dibelenggu dan dibinasakan untuk mencurahkan geramnya yang dahsyat ke bumi lewat tiga ulah.

Ad.6. Memerangi/ menganiaya.
Wahyu 12:17-18
12:17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.
12:18 Dan ia tinggal berdiri di pantai laut.

Setan/ naga memerangi = menginjak-injak, menyiksa dan memancung kepala gereja Tuhan/ hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang tidak masuk penyingkiran ke padang gurun.
Siapa mereka?
  • Gereja Tuhan/ hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang memiliki hukum-hukum Allah (Meja Roti sajian).
  • Gereja Tuhan/ hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang memiliki kesaksian Yesus (Pelita Emas).
Tetapi tidak memiliki Mezbah Dupa Emas.
Artinya:
  • Gereja Tuhan/ hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang tidak mau menyembah Tuhan, terpaksa dalam menyembah Tuhan, tidak setia dalam menyembah Tuhan.
  • Gereja Tuhan/ hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang penyembahannya belum mencapai ukuran dari Tuhan yaitu tirai belum terobek, daging masih bersuara, belum mencapai ruangan maha suci/ kesempurnaan.
  • Gereja Tuhan/ hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang melakukan penyembahan palsu.

Wahyu 13:11-14
13:11 Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga.
13:12 Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh.
13:13 Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.
13:14 Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.

Penyembahan palsu adalah penyembahan kepada antikris, tandanya:
  • Didorong oleh ajaran palsu.
  • Hanya menuntut tanda-tanda ajaib secara jasmani/ mujizat jasmani/ perkara jasmani.
  • Tidak mengalami tanda rohani, yaitu mati dan bangkit seperti Yesus. Ini menunjuk gereja Tuhan/ hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang tidak mengalami keubahan hidup, tidak mengalami kelahiran baru dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Ini sama dengan keturunan yang lain, artinya bukan keturunan Illahi seperti Yesus.

Matius 3:7
3:7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

Farisi dan Saduki adalah gambaran gereja Tuhan/ hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang memegang/ mengajarkan ajaran palsu.
Ajaran Farisi mengajarkan kawin cerai.
Ajaran Saduki mengajarkan tidak ada kebangkitan.
Sehingga menjadi keturunan ular beludak, yang tidak memiliki hati nurani yang jujur/ tulus, baik tapi tidak benar, atau pura-pura baik.

Praktek hati nurani yang tidak tulus, tidak lurus, tidak jujur:
  1. Hati nurani yang cenderung jahat = cinta uang, serakah.
    Kejadian 6:5
    6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

    Maleakhi 3:7-8
    3:7 Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?"
    3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!

    Cinta uang, serakah yaitu menjadi penipu dan pencuri milik Tuhan, dan milik sesama. Milik Tuhan adalah perpuluhan dan persembahan khusus. Milik Tuhan yang kedua adalah rumah Tuhan (ibadah pelayanan, doa penyembahan). Milik Tuhan yang ketiga adalah Mempelai/ nikah.

    Kejadian 6:1-2
    6:1 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,
    6:2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.

  2. Hati nurani yang najis/ pezinah.
    Titus 1:15
    1:15 Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis.

  3. Pembunuh (kebencian tanpa alasan) dan pendusta.
    Yohanes 8:43-44
    8:43 Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku.
    8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Jadi, keturunan yang lain = bukan keturunan Illahi seperti Yesus = gereja Tuhan/ hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang menjadi pencuri, penipu, pezinah, pembunuh, pendusta. Ini yang akan mengalami aniaya dari setan/ antikris selama tiga setengah tahun sampai dipancung kepalanya, tetapi akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan seperti Yesus, mencapai ukuran kesempurnaan, tirai terobek. Tetapi ada juga yang tidak kuat atau menyembah antikris, sehingga menjadi sama dengan setan/ antikris dan akan dibinasakan waktu Yesus datang kedua kali.

Supaya tidak diinjak-injak oleh setan/ antikris maka kita harus menjadi keturunan Illahi seperti Yesus yang dilahirkan dari benih Illahi (firman Allah, Roh Kudus dan kasih Allah).
Oleh sebab itu kita harus berusaha sungguh-sungguh untuk mengalami keubahan hidup, kelahiran baru seperti Yesus yang lahir dari benih Illahi.

Yesus adalah keturunan Illahi yang lahir dari benih Illahi sebagai berikut:
  1. Yesus dilahirkan dari firman Allah.
    Yohanes 1:1,14
    1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
    1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

    Jadi, Yesus adalah firman pengajaran yang benar yang lahir menjadi manusia atau Yesus dilahirkan dari firman pengajaran yang benar.
    Kita juga harus dilahirkan baru dari firman Allah/ firman pengajaran yang benar.

    1 Petrus 1:23-25
    1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.
    1:24 Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur,
    1:25 tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.

    Buktinya adalah kita selalu gemar untuk mendengar dan taat dengar-dengaran pada firman pengajaran benar sampai daging tidak bersuara lagi, apa pun yang harus kita korbankan. Seperti Abraham sampai mengorbankan anak, seperti Yesus sampai mati terkutuk di kayu salib.

    Hasilnya adalah:
    • Kita mendapatkan jenis kehidupan kekal, tidak dikuasai maut = hidup benar, hidup suci.
      Yohanes 8:51
      8:51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."

      Jika kita hanya makan nasi/ rumput, maka kita mendapatkan kehidupan seperti rumput, hanya berbuat dosa sampai puncak dosa, binasa. Memang ada semarak/ kemuliaan, tetapi seperti rumput, sebentar saja sesudah itu kering, layu, hancur dan binasa.

      Oleh sebab itu, kita harus makan firman pengajaran yang benar supaya mendapatkan hidup yang kekal, kemuliaan yang kekal.

      Jangan mengorbankan firman pengajaran benar untuk perkara jasmani/ rumput.
      Jangan bosan, jangan menolak firman pengajaran benar/ memuntahkan firman pengajaran, nanti hidupnya seperti muntah juga, najis, tak berharga.

    • Jika hidup benar dan suci akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, sehingga dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus sempurna.
      Efesus 4:11-12
      4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Jabatan pelayanan dan karunia itu jubah indah, semarak Sorga, sampai kemuliaan kekal selama-lamanya.

  2. Dilahirkan dari kasih Allah.
    1 Yohanes 4:7-9
    4:7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.
    4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
    4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.

    Yohanes 3:16
    3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

    Jadi, Yesus adalah kasih Allah yang lahir menajadi manusia. Yesus dilahirkan oleh kasih Allah, kita juga harus lahir oleh kasih Allah. Buktinya adalah saling mengasihi.

    Roma 13:8
    13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

    Jangan berhutang apa-apa, terutama hutang dosa. Tapi hutang yang lain juga harus selesai, hutang janji dan lain-lain.

    1 Yohanes 3:14-15
    3:14 Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.
    3:15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

    Tidak boleh ada kebencian sekalipun ada alasan, apalagi jika tidak ada alasan.

    Matius 7:12
    7:12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

    Tidak berbuat jahat, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Kita hanya berbuat baik, sampai membalas kejahatan dengan kebaikan. Sampai daging tidak bersuara, pintu tirai terobek, tidak bisa dilihat oleh antikris apalagi dijamah.

  3. Dilahirkan dari Roh Kudus.
    Matius 1:20-21
    1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
    1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

    Jadi, Yesus adalah Roh Kudus yang lahir menjadi manusia. Oleh sebab itu, kita juga harus dilahirkan baru dari Roh Kudus. Dalam perjanjian baru, mulai di loteng Yerusalem.

    Kisah Rasul 2:1-4
    2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
    2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
    2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
    2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

    Roma 12:11
    12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

    Bukti kita lahir dari Roh Kudus adalah:
    • Setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sesuai jabatan pelayanan dan karunia yang Tuhan percayakan kepada kita sampai garis akhir. Kita tidak mau dihalangi sampai suatu waktu tidak bisa dihalangi oleh apa pun, daging tidak bersuara, pintu tirai terobek.

      Kalau ibadah sudah kendor, sama dengan semangat patah, tulang kering sampai tidak ada harapan.

      Amsal 17:22
      17:22 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

      Saat Yesus ditangkap, Petrus mengikut dari jauh. Petrus berdiang, sudah dekat dengan api dunia/ setan, sampai menyangkal Yesus.

      Hidup suci, saling mengasihi, setia dan berkobar-kobar = keturunan Illahi. Itu hamba Tuhan/ pelayan Tuhan seperti nyala api, sama dengan biji mata Tuhan. Posisinya adalah seperti bayi baru lahir, menjadi kesayangan Tuhan sendiri, jantung hati-Nya Tuhan, ada di dada Imam Besar. Artinya Imam Besar selalu memperhatikan, memperdulikan, mengerti keadaan kita, sampai bergumul untuk kita semua.

    • Roh Kudus menolong kita untuk gemar menyembah Tuhan dengan keluhan tak terucapkan.
      Roma 8:26
      8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

      Artinya hancur hati, hanya menunjukan kekurangan dan kelemahan kita, jasmani dan rohani. Kita hanya memohon belas kasih Tuhan sampai berbahasa Roh seperti yang diajarkan oleh Yesus sendiri. Imam Besar yang berbelas kasih hadir melawat kita, memperhatikan, memperdulikan, mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita.

      Lukas 7:13-17
      7:13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"
      7:14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"
      7:15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
      7:16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya."
      7:17 Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

      Terjadi mujizat rohani, yang mati jadi hidup secara rohani. Secara jasmani, tangan belas kasih Imam Besar sanggup memelihara kehidupan kita di tengah kesulitan dan kemustahilan dunia, sampai antikris berkuasa di bumi tiga setengah tahun, sampai hidup kekal. Tuhan menolong, menyelesaikan segala masalah yang mustahil, menghapus air mata, memberi kebahagiaan Sorga, sehingga kita selalu mengucap syukur. Tuhan memulihkan nikah dan buah nikah yang hancur menjadi nikah yang benar dan satu, bahagia sampai perjamuan kawin Anak Domba. Ada masa depan berhasil dan indah. Jika Yesus datang kedua kali, kita diubahkan sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya di awan permai sampai di Yerusalem Baru, tidak ada air mata lagi disana.



Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 21 Juli 2015 (Selasa Pagi)
    ... sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu. Dalam Perjanjian Lama angka terdapat pada mata air terjadi pada awal perjalanan bangsa Israel dari Mesir menuju Kanaan menunjuk rasul hujan awal. Yosua dan perintahkanlah kepada mereka demikian Angkatlah dua ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 20 April 2018 (Jumat Sore)
    ... sesuai dengan tahbisan yang benar firman pengajaran yang benar. Praktiknya Sekalipun beribadah tetapi tidak terlepas dari Mesir tetap diperbudak sekalipun beribadah melayani tetapi tidak terlepas dari dosa tidak bertobat. Ibadah pelayanan semacam ini bukan kepada Tuhan tetapi kepada setan. Setan benar-benar menggunakan kecerdikannya. Dihalangi ibadah kalau tidak bisa boleh ibadah tetapi dengan sistem ...
  • Ibadah Doa Malang, 10 April 2012 (Selasa Sore)
    ... Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. Nazaret adalah tempat Yesus menjadi dewasa secara daging. Jika digabungkan Nazaret adalah tempat permulaan Yesus menjadi daging sampai menjadi dewasa. Yohanes Pada mulanya adalah Firman Firman ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 November 2018 (Jumat Sore)
    ... pandangan daging duniawi tidak memandang Tuhan mengandalkan sesuatu di dunia lebih dari Tuhan. Lidah dusta--'lidah bercabang' terjemahan lama -- suka berubah-ubah dalam perkataan terutama dalam hal pengajaran. 'Tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah' perbuatan yang tidak adil--tangan. Tidak adil berarti tidak mewarisi sorga. Contoh kebun anggur Nabot yang diminta raja ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 20 Januari 2018 (Sabtu Sore)
    ... TAKUT KEPADA ALLAH BAPA. Allah Bapa dengan kasih-Nya bertabiat Maha kasih maha pemurah yaitu mengasihi orang berdosa sehingga Ia juga mengampuni dosa-dosa manusia lewat mengorbankan Anak-Nya yang tunggal untuk mati di kayu salib. Bukan dosanya yang dikasihi tetapi orangnya karena Tuhan tahu bahwa orang yang berdosa pasti binasa. Maha adil. Artinya ...
  • Ibadah Persekutan di Kartika Graha Malang IV, 29 Juli 2011 (Jumat Pagi)
    ... sampai ke barat demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia. Arah kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna adalah dari timur menuju ke barat sampai ke Yerusalem. Kalau Yerusalem sudah menerima Yesus yang akan datang kedua kali maka kita akan masuk Yerusalem Baru. Kegerakan Roh Kudus hujan akhir ini secepat kilat. Salah ...
  • Ibadah Doa Malang, 19 April 2012 (Kamis Sore)
    ... Hati-hati sebab Petrus yang hebat bisa menyangkal panggilan dan pilihan Tuhan Petrus yang hebat bisa menyangkal pengajaran yang benar. Kita harus waspada. Petrus - Yang terutama harus kamu ketahui ialah bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. Kata mereka Di ...
  • Ibadah Natal di Jatipasar, 23 Desember 2011 (Jumat Pagi)
    ... kedua kali. Ibrani demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka yang menantikan Dia. Yesus akan datang kembali kedua kali dalam kemuliaan bukan lagi sebagai bayi yang harus sengsara sampai ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja, 10 Maret 2012 (Sabtu Sore)
    ... adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya. Elisabet adalah wanita yang ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Februari 2009 (Senin Sore)
    ... berpindah juga ke dalam terang dan hidupnya mengalami keubahan. Petrus mempersembahkan persembahan rohani yang berkenan kepada Tuhan. Jadi setiap pelayanan kita harus bernilai rohani. Yaitu sesuai dengan Firman Tuhan dan dalam urapan Roh Kudus. Seringkali kita salah dengan menyangka bahwa kalau sudah berkenan pada manusia pasti berkenan pada Tuhan. Jangan melayani dengan ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.