Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 12:3
12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

[Wahyu 12:3-18] Penampilan naga atau setan secara jelas dan lengkap dengan enam kegiatan/ ulahnya pada akhir zaman:
  1. [Wahyu 12:4a] Ekor naga menyeret.
  2. [Wahyu 12:4b] Mulut naga menelan
  3. [Wahyu 12:7] Berperang
    [Wahyu 12:3-12] Terjadi pada saat setan masih bisa naik turun ke Sorga untuk mendakwa dan melancarkan tiga ulah.

  4. [Wahyu 12:13] Memburu, mengejar dengan cepat
  5. [Wahyu 12:15] Menghanyutkan perempuan/ gereja Tuhan
  6. [Wahyu 12:17] Memerangi/ menganiaya
    [Wahyu 12:13-18] Terjadi pada saat setan sudah dikalahkan dan dicampakan ke bumi (tidak mendapat tempat lagi di sorga selama-lamanya). Maka setan menggunakan waktu yang singkat sebelum dia dibelenggu dan dibinasakan untuk mencurahkan geramnya yang dahsyat ke bumi lewat tiga ulah.

Ad. 4. Memburu, mengejar dengan cepat.
Wahyu 12:13-14
12:13 Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.
12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Setan/ naga memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki. Perempuan yang melahirkan Anak yaitu gereja Tuhan sebagai terang dunia (mempunyai matahari, bulan, dan bintang). Setan memburu dengan sayap kekejian untuk membinasakan gereja Tuhan, memancung kepala, membinasakan gereja Tuhan.

[Wahyu 12:14] Tetapi puji syukur, Tuhan mengaruniakan dua sayap burung nasar yang besar untuk menyingkirkan gereja Tuhan ke padang gurun yang jauh dari mata ular yang berkuasa di bumi tiga setengah tahun. Sesudah itu untuk mengangkat gereja Tuhan ke awan-awan yang permai, bertemu dengan Yesus yang datang kedua kali di awan-awan permai. Kita bersama dengan Dia selama-lamanya.

Pertanyaannya: Di mana kita bisa mendapatkan dua sayap burung nasar yang besar?
Jawabannya di Ruangan Suci/ kandang penggembalaan/ ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
  • Meja Roti Sajian, yaitu ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran yang benar dan korban Kristus.
    Hasilnya adalah firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci mendarah daging dalam kehidupan kita, sehingga menyucikan kita, menebus kita dari dosa-dosa sampai pada penebusan yang sempurna (bulan di bawah kaki).

  • Pelita Emas, yaitu ketekunan dalam Ibadah Raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia Roh Kudus.
    Hasilnya adalah Roh Kudus membuat kita setia berkobar, Roh Kudus akan memberikan karunia-karunia yang bertambah-tambah kepada kita, sampai karunia yang sempurna (mahkota dua belas bintang).

  • Mezbah Dupa Emas, yaitu ketekunan dalam Ibadah Doa, persekutuan dengan Allah Bapa di dalam Kasih-Nya.
    Hasilnya adalah kasih bertabah-tambah sampai kasih yang sempurna (selubung matahari).

Jadi, dalam kandang penggembalaan/ ketekunan dalam tiga macam ibadah, maka gereja Tuhan tampil sebagai terang dunia/ perempuan dengan matahari, bulan dan bintang.

Wahyu 12:1,6,14
12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
12:6 Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.
12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Jika terang bertambah maka sayapnya bertambah besar. Sampai menjadi terang dunia, maka kedua sayap burung nasar sudah menjadi besar yang bisa menyingkirkan kita ke padang gurun jauh dari mata ular yang berkuasa di bumi tiga setengah tahun. Kedua sayap burung nasar yang besar juga mengangkat kita ke awan permai saat Yesus datang kedua kali. Kita masuk Firdaus, kita masuk Yerusalem Baru kekal selama-lamanya.

Proses perkembangan dua sayap burung nasar yang besar:
  1. Kita harus makan.
    Makan firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus = mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus. Di dada Imam Besar disebut Urim dan Tumim [Ibrani 4:12-13]. Sehingga kita mengalami penyucian yang bertambah-tambah, mulai dari penyucian hati dan pikiran, sampai tidak ada lagi akar dosa/ sumber dosa, yaitu keinginan jahat, najis dan pahit di dalam hati dan pikiran.

    Kisah Rasul 5:1-9
    5:1 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.
    5:2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
    5:3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
    5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."
    5:5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.
    5:6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya.
    5:7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.
    5:8 Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian."
    5:9 Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar."


    Ananias dan Safira menolak penyucian Urim dan Tumim, tetap mempertahankan keinginan akan uang/ cinta akan uang, sehingga menjadi kikir (tidak bisa memberi) dan serakah (mencuri milik Tuhan yaitu perpuluhan dan persembahan khusus).
    Akibatnya Ananias dan Safira mati. Dulu mati secara jasmani, sekarang mati secara rohani, terutama hidup dalam dosa sampai kebinasaan selama-lamanya.

    Tetapi kalau kita mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran benar dalam urapan Roh Kudus, menerima pekerjaan Urim dan Tumim, maka kita terlepas dari keinginan akan uang/ cinta akan uang, sehingga kita bisa hidup dalam kesucian dan saling mengasihi. Prakteknya adalah lebih bahagia memberi dari pada menerima.

    Kisah Rasul 20:33,35
    20:33 Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.
    20:35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

    Mulai dari mengembalikan milik Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus), memberi untuk pekerjaan Tuhan, memberi untuk sesama yang membutuhkan.

    Jika hati suci dan saling mengasihi, maka sayap semakin besar dan kuat. Sampai tidak salah dalam perkataan, sempurna, tidak bercacat cela. Itulah gereja Tuhan dengan matahari, bulan dan bintang (terang dunia), tidak ada gelap sedikit pun. Maka akan dikaruniakan dua sayap burung nasar yang besar, yang mampu menyingkirkan ke padang gurun.

  2. Kita harus makan bangkai (korban Kristus) = makan Perjamuan Suci yang harus disertai penyucian oleh pedang firman (Urim dan Tumim).
    Matius 24:28
    24:28 Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun."

    Ini supaya kita menjadi kuat teguh hati, artinya tidak kecewa, tidak putus asa, tidak tinggalkan Tuhan, tidak terpisah dari Tuhan, tidak mundur setapak pun apa pun yang kita hadapi. Tetapi kita harus setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, setia dalam nikah, tidak berbuat jahat tetapi berbuat baik apa pun yang kita hadapi, sampai membalas kejahatan dengan kebaikan.

    Perkembangan sayap menjadi besar dan kuat adalah kuat teguh hati = hati setia dan baik.

    Matius 25:21
    25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

    Hasilnya adalah:
    • Mengalami kebahagiaan Sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh keadaan dunia = sayap yang kuat.
    • Dipercaya perkara besar, yaitu mengalami dua sayap burung nasar yang membesar.

  3. Kita harus mengalami ujian/ percikan darah di segala bidang.
    Ulangan 32:11-12
    32:11 Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya,
    32:12 demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.

    Burung nasar bersarang di puncak gunung. Setelah berulang-ulang memberi makan, maka induk burung nasar datang untuk menggoyangbangkitkan isi sarang sampai anak-anak burung nasar jatuh dari puncak gunung dan mulai belajar mengepakkan sayapnya sendiri. Tetapi jika belum mampu/ belum cukup kuat/ belum cukup besar, maka induknya mendukung anak-anaknya di atas kepak sayapnya dan dikembalikan ke sarang untuk diberi makan lagi. Sampai suatu waktu anak-anak burung nasar sudah lulus ujian, bisa terbang sendiri dengan dua sayap burung nasar yang besar.

    Perkembangan sayap sampai lulus ujian adalah sampai tidak ada berhala, yaitu hati damai sejahtera, hati yang diam dan tenang.
    Diam = menkoreksi diri, memeriksa diri oleh ketajaman pedang firman. Jika ditemukan dosa, harus diakui kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi, bertobat, dan dilanjutkan sampai tidak ada dosa yang tersembunyi/ tidak ada allah lain. Jika tidak salah, maka tidak boleh membela diri. Kita hanya berdiam diri, menyerahkan kepada Tuhan, tidak ada allah lain.
    Tenang = menguasai diri supaya jangan berharap orang lain, tetapi hanya percaya berharap Tuhan, sehingga kita hanya berdoa menyembah Tuhan, tidak ada allah lain.

    Jadi, perkembagan sayap menjadi kuat dan besar adalah lewat ujian. Kita memiliki hati damai sejahtera, diam dan tenang. Semakin diam dan tenang, semakin bertobat dan berdoa menyembah , maka sayap semakin besar dan kuat, sampai dua sayap maksimal untuk menyingkirkan kiita di padang gurun, sampai mengangkat kita ke awan-awan permai.

Kesimpulan: perkembangan dua sayap burung nasar adalah menjaga hati yang suci dan saling mengasihi, menjaga hati yang kuat teguh hati (setia dan baik), menjaga hati damai (diam dan tenang) dalam menghadapi apa pun juga.

Kegunaan dua sayap burung nasar/ pelukan tangan belas kasih Tuhan:
  1. Kisah Rasul 27:20,22,33-34
    27:20 Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami.
    27:22 Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorangpun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.
    27:33 Ketika hari menjelang siang, Paulus mengajak semua orang untuk makan, katanya: "Sudah empat belas hari lamanya kamu menanti-nanti saja, menahan lapar dan tidak makan apa-apa.
    27:34 Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorangpun di antara kamu akan kehilangan sehelaipun dari rambut kepalanya."


    Rasul Paulus gambaran laki-laki, suami, gembala, seperti matahari redup, tidak terbit lagi, ada badai gelombang, tidak ada harapan, menghadapi kemustahilan.
    Sekalipun badai datang, kalau kita bisa makan, maka sayap akan membesar, dan sehelai rambut tidak hilang. Kita harus menjaga hati suci dan saling mengasihi, kuat teguh hati (setia dan baik), dan hati damai (diam tenang). Maka Tuhan mengaruniakan dua sayap burung nasar yang besar. Tuhan akan mengulurkan dua tangan belas kasihNya kepada kita, sehingga sehelai rambut tidak hilang.

    Uluran dua tangan Tuhan sehingga sehelai rambutpun tidak hilang artinya:
    • Sekalipun kita hanya seperti sehelai rambut, tidak berharga, tidak berdaya, tidak punya apa-apa, tetapi jika kita menjaga hati nurani baik, maka Tuhan yang memperhatikan, memperdulikan, memperhatikan sedalam-dalamnya, melindungi kita dari celaka mara bahaya, bencana, dari antikris. Sehingga kita selamat.
    • Memelihara kita yang kecil tak berdaya ditengah krisis dunia secara ajaib, secara berlimpah, sampai mengucap syukur dan menjadi berkat, sampai masa antikris berkuasa di bumi tiga setengah tahun.
    • Uluran tangan belas kasih Tuhan sanggup menolong kita, menyelesaikan masalah yang mustahil tepat pada waktunya.
    • Utuh menjadi satu kesatuan yang sempurna. Artinya yang mati dalam Tuhan akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan, kita yang masih hidup sampai Yesus datang akan diubahkan menjadi tubuh kemuliaan. Keduanya menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna untuk layak diangkat ke awan-awan permai dengan kekuatan dua sayap burung nasar, menyambut kedatangan Yesus kedua kali, masuk Yerusalem Baru kekal selama-lamanya.

  2. Kaum muda menghadapi badai dan gelombang seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, menghadapi api yang dipanaskan tujuh kali, sesuatu yang mustahil, masa depan yang hancur sampai menghadapi antikris/ kebinasaan.
    Kita harus tetap menjaga hati, hati suci dan saling mengasihi, setia dan baik, hati damai (diam dan tenang), bertobat dan berdoa.

    Daniel 3:27
    3:27 Dan para wakil raja, para penguasa, para bupati dan para menteri raja datang berkumpul; mereka melihat, bahwa tubuh orang-orang ini tidak mempan oleh api itu, bahwa rambut di kepala mereka tidak hangus, jubah mereka tidak berubah apa-apa, bahkan bau kebakaranpun tidak ada pada mereka.

    Sehelai rambut tidak hangus artinya Tuhan memperhatikan, memperdulikan, mengulurkan tangan untuk menyelesaikan masalah yang mustahil bagi kita yang kecil tak berdaya. Ada masa depan berhasil dan indah. Kita tidak bisa dijamah antikris, kita disingkirkan ke padang gurun, tidak binasa. Kita diangkat ke awan-awan permai.

    2 Tesalonika 1:5-7
    1:5 suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu.
    1:6 Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu
    1:7 dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala,

    Hanya kehidupan yang pernah kena nyala api, akan bisa tahan saat Yesus datang dengan nyala api kemuliaan.

  3. Lukas 7:36-38
    7:36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
    7:37 Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
    7:38 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

    Wanita/ ibu-ibu tercemar karena dosa sendiri sampai puncak dosa (makan-minum dan kawin-mengawinkan). Berbuat dosa berarti tidak tunduk dan harus dirajam batu, rambut digunting [1 Korintus 11], tidak ada mahkota lagi, sampai binasa selamanya.
    Tetapi jika mau makan firman, menjaga hati, mengaku dosa, bertobat dan berdoa, maka ada bau harum.

    Sehelai rambutpun tidak akan dicukur/ tidak akan gundul. Tuhan memperhatikan, mengulurkan tangan untuk memulihkan yang berbau busuk menjadi bau harum. Kita dipakai menjadi saksi Tuhan sampai menjadi terang dunia. Kita mendapatkan dua sayap burung nasar yang besar untuk disingkirkan ke padang gurun, untuk diangkat waktu Yesus datang kembali kedua kali di awan-awan permai.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Kunjungan Mangkutana IV, 27 Juni 2013 (Kamis Pagi)
    ... seperti burung nasar yang sedang terbang. Di Surga ada makhluk yang mengelilingi takhta Allah maka di bumi ada murid yang mengelilingi Yesus. Jadi pelayanan Yesus di bumi sesuai dengan pola Kerajaan Surga atau pola Tabernakel. Pelayanan kita di bumi juga harus sesuai dengan pola Kerajaan Surga atau Tabernakel. Pola Kerajaan Surga ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 28 April 2019 (Minggu Siang)
    ... menempatkan Yesus sebagai Kepala lewat meningkatkan pengikutan kita kepada Tuhan sampai pengikutan mempelai. Pengikutan mempelai artinya kita harus aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna kita mempersiapkan tubuh untuk menempatkan Yesus sebagai Kepala. Tubuh Kristus dimulai dari nikah--layani nikah untuk menjadi tubuh Kristus-- penggembalaan antar penggembalaan sampai Israel dan kafir menjadi ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 09 September 2017 (Sabtu Sore)
    ... Celakalah kamu sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda orang-orang yang berjalan di atasnya tidak mengetahuinya. Jika kehidupan kita tidak mengutamakan firman pengajaran kehidupan kita menuju ke kuburan ke kebinasaan. Ada suasana nikah atau pribadi hamba Tuhan yang seperti kuburan Orang kerasukan roh jahat di Gerasa. Markus - Lalu sampailah ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Oktober 2014 (Senin Sore)
    ... tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Oleh sebab itu sekarang ini kita harus memelihara kasih Allah dalam kehidupan kita supaya kita tidak ditimpa hujan es ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 08 Agustus 2010 (Minggu Sore)
    ... itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. . Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta katanya Tuan lima talenta tuan percayakan kepadaku lihat aku telah beroleh laba lima talenta. . Maka kata tuannya itu kepadanya Baik sekali perbuatanmu itu hai hambaku yang baik dan setia ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Agustus 2010 (Senin Sore)
    ... yang menganggapnya sebagai kelalaian tetapi Ia sabar terhadap kamu karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Kesabaran Tuhan adalah Tuhan belum datang sampai hari ini dna kita masih diberi panjang umur sehingga kita bisa bertobat. Kesabaran Tuhan ini juga ada batasnya. Sebab itu jangan ...
  • Ibadah Persekutuan I di Square Ballroom Surabaya, 29 Mei 2018 (Selasa Sore)
    ... HARUS MENGALAMI PENYALIBAN DAGING--angka empat puluh-- untuk menerima keselamatan lewat korban Kristus. Dia yang sudah mati disalib kita sekarang hanya menerima. Kami sekeluarga bukan dari keluarga hamba Tuhan bukan dari keluarga orang Kristen. Dulu kami mencari keselamatan di kuburan minum air bunga setelah menerima penginjilan Injil keselamatan kami bisa percaya ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 19 Juni 2011 (Minggu Sore)
    ... tidak binasa. Manusia darah daging HANYA cocok untuk hidup dan berkarir di dunia tetapi tidak bisa mewarisi kerajaan Surga binasa untuk selama-lamanya . Jadi jika kita hanya dilahirkan secara jasmani oleh ibu kita dan bisa sukses di dunia baik secara jasmani maupun rohani tetapi jika TIDAK MENGALAMI PEMBAHARUAN maka semuanya akan sia-sia ...
  • Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 26 Oktober 2017 (Kamis Malam)
    ... Yohanes Setiap orang yang berbuat dosa melanggar juga hukum Allah sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. Ini sama dengan melanggar hukum Allah berbuat dosa diperhamba oleh dosa. Contohnya Adam dan Hawa tidak melakukan perintah semua buah pohon dalam taman boleh dimakan buahnya dengan bebas dan melanggar larangan Tuhan memakan buah ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 April 2018 (Rabu Sore)
    ... angkuh yaitu mengandalkan sesuatu di dunia ini lebih dari Tuhan mengesampingkan Tuhan ibadah pelayanan kepada Tuhan. Kalau kuliah bekerja semangat tetapi untuk ibadah biasa-biasa saja. Itulah tabiat bangsa kafir. Bukan tidak boleh punya kepandaian silakan tetapi jangan sampai sombong. Harus ditebus supaya kita bisa mengutamakan Tuhan. Bangsa Amori. Amori artinya pandai bicara ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.