English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 12 Maret 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 November 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 25 Maret 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 21 Mei 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2-3 menunjuk 7 kali percikan darah di...

Ibadah Raya Malang, 15 Februari 2015 (Minggu Pagi)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Doa Malang, 03 Februari 2015 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Wahyu 2:12-13
2:12. "Dan tuliskanlah kepada...

Ibadah Doa Malang, 10 Juli 2012 (Selasa Sore)
bersamaan Penataran II Calon Imam dan Imam-imam

...

Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 17 September 2014 (Rabu Malam)
Puji Tuhan. Tuhan memberi kesempatan pada malam hari ini. Kita menyatukan hati di hadapan Tuhan, kita bergumul...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 Oktober 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 5:27-32 berjudul Lewi pemungut cukai mengikut...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 November 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 05 Agustus 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:17
1:17 Ketika aku melihat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 Desember 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:47-56 berjudul "Yesus ditangkap" dan masih terjadi di Taman Getsemani.

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 Mei 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Doa Surabaya, 02 Maret 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 6-13
26:6. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,
26:7. datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 18 Januari 2009 (Minggu Pagi)

Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, yaitu:
  1. Ay. 29, terjadi kegelapan dan kegoncangan melanda bumi, atau badai maut melanda bumi di bidang jasmani maupun rohani. Puncak dari badai itu adalah antikris berkuasa di bumi dan terjadi penghukuman Tuhan (kiamat) atas bumi, sampai di neraka.
  2. Ay. 30, Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Raja di atas segala raja, sebagai Mempelai Pria Sorga, di awan-awan yang permai.
  3. Ay. 31.
Yoel 2:10-11. Wahyu 6:15-17.
Manusia di bumi ketakutan untuk memandang kemuliaan Tuhan yang disertai dengan murka Allah yang berakhir dengan kebinasaan. Supaya tidak takut memandang kemuliaan Yesus yang akan datang kembali kedua kali, maka mulai sekarang kita harus ada kerinduan untuk bisa memandang kemuliaan Tuhan, seperti yang dialami Musa dan Rasul Yohanes. Sehingga saat kedatangan Yesus kedua kali kita tidak binasa, tetapi memandang Yesus muka dengan muka di awan-awan yang permai.

Keluaran 33:18-23.
Musa memandang kemuliaan Tuhan dari belakang. Pada hari Kamis (Ibadah PA, 15 Januari 2009) kita sudah membahas proses melihat kemuliaan Tuhan. Pagi ini kita membahas tempat melihat kemuliaan Tuhan.

Ada 2 tempat di mana kita bisa melihat kemuliaan Tuhan:
  1. Berdiri di atas gunung batu.
    2 Samuel 22:31-32.
    Gunung batu menunjuk pada pribadi Allah yang kuat dan teguh.

    Kejadian 49:24.
    Gunung batu di sini menunjuk pada Gembala.

    Jadi, gunung batu itu adalah pribadi Tuhan yang kuat dan teguh sebagai Gembala.
    Kalau Musa mau melihat kemuliaan Tuhan, ia harus berdiri di atas gunung batu, artinya sekarang kehidupan kita harus tergembala untuk bisa melihat kemuliaan Tuhan.

    Lukas 7:11-13.
    Penggembalaan ini dalam Lukas 7 digambarkan sebagai kota Nain, ini menunjuk pada padang rumput, tempat yang menyenangkan. Jadi, kita harus menjadikan penggembalaan sebagai suatu tempat yang menyenangkan, bukan tempat yang membosankan, dll.

    Kota Nain ini punya pintu gerbang. Pintu gerbang untuk masuk penggembalaan adalah hati nurani yang baik. Sesungguhnya manusia sejak jaman Nuh memiliki hati nurani yang jahat. Ini bisa diubahkan menjadi hati nurani yang baik lewat baptisan air.

    I Petrus 3:20-21.
    Dalam baptisan air, kita dikuburkan dari hidup yang lama, dari hati nurani yang jahat, dan bangkit dalam hidup yang baru, yang memiliki hati nurani yang baik. Hati nurani yang baik adalah hati nurani yang taat dengar-dengaran. Hati yang taat dikaitkan dengan baptisan Yesus adalah hati yang tulus, di situ kita bisa menjadikan kandang penggembalaan sebagai tempat yang paling menyenangkan.

    Bukti penggembalaan menjadi tempat yang paling menyenangkan adalah ada ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok, disertai dengan ketaatan pada firman penggembalaan. Dalam Ruangan Suci ada 3 macam alat, yaitu:
    1. Pelita Emas : ketekunan dalam Ibadah Raya,
    2. Meja Roti Sajian : ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci,
    3. Medzbah Dupa Emas : ketekunan dalam Ibadah Doa.

    Ibrani 10:35-36.
    Banyak kebutuhan kita di akhir jaman, tetapi semuanya tercakup dalam ketekunan dan ketaatan. Tuhan Gembala Agung tidak akan pernah menipu kita, Dia yang akan memenuhi segala keperluan kita.

    Lukas 7:11-12.
    Tetapi hati-hati, jangan sampai keluar dari pintu gerbang, jangan sampai tidak tergembala. Gembala yang tidak tergembala, tidak tekun memberi makan domba = orang upahan, tidak ada tanggung jawab sama sekali. Jangan sampai kita ditipu! Orang yang tidak bisa ditipu oleh ajaran sesat yang menentang penggembalaan adalah orang yang hatinya tulus, yang tekun dan taat. Domba yang keluar dari penggembalaan = kuda liar, dikuasai oleh hawa nafsu daging yang tidak bisa dibendung oleh apapun juga. Arah orang yang tidak tergembala adalah ke kuburan, mati rohani, sampai kebinasaan kekal.

    Hari-hari ini kita harus tekun dalam penggembalaan, supaya jangan masuk kebinasaan, tetapi melihat kemuliaan Tuhan.

    Saat Natal, tiga orang Majus melihat kemuliaan Tuhan di kandang, yaitu penggembalaan.

  2. Keluaran 33:22-23, berada di celah gunung dan ditudungi oleh tangan Tuhan.
    2 Samuel 22:31-32.
    Gunung batu adalah pribadi Allah, Allah = firman (dalam Yohanes 1), berarti gunung batu adalah firman Tuhan yang murni. Firman Allah yang murni adalah Alkitab, tidak ditambah, tidak dikurang.

    Seluruh gunung batu = Alkitab.
    Celah-celah gunung = pasal-pasal dan ayat-ayat dalam Alkitab = pembukaan rahasia firman, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain = firman pengajaran yang benar.
    Ditudungi oleh tangan Tuhan = dalam urapan Roh Kudus.

    Jadi, berada di lekuk gunung dan ditudungi oleh tangan Tuhan berarti kita harus berpegang pada pembukaan rahasia firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus.
Jadi, tempat untuk melihat kemuliaan Tuhan adalah kita harus tergembala dalam firman pengajaran yang benar. Seperti Yesus lahir di kandang, tetapi harus di Betlehem (rumah roti).

Keluaran 33:23.
Musa melihat kemuliaan Tuhan dari belakang. Kalau kita sudah mantap, sudah senang, sudah duduk dalam sistem penggembalaan yang dibina oleh firman pengajaran yang benar, maka cepat atau lambat kita akan segera melihat kemuliaan Tuhan. Seringkali hamba Tuhan saat jemaat masih sedikit sudah ditinggal-tinggal, itu berarti belum mantap dalam penggembalaan. Tetapi kalau mau duduk sungguh-sungguh tergembala, cepat atau lambat akan melihat kemuliaan Tuhan. Hanya hati yang tulus dan taat bisa peka untuk membedakan mana pengajaran yang benar, tidak perlu diajar lagi. Tetapi hati-hati juga sebab banyak yang pura-pura tidak tahu.

Musa melihat kemuliaan Tuhan dari belakang sehingga dia bisa menulis 5 kitab permulaan (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan), sesuatu yang jauh terjadi sebelum dia lahir.
  • Kejadian : Musa melihat kemuliaan Tuhan dalam bentuk kebajikan dan kebaikan Tuhan.
  • Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan : Musa melihat kemurahan Tuhan.
Musa mengalami kebajikan dan kemurahan Tuhan dalam penggembalaan, demikian juga yang dialami oleh Raja Daud.

Mazmur 23:6.
Dalam penggembalaan, kita merasakan kebajikan dan kemurahan Tuhan seumur hidup kita.
Kalau sekarang kita berdiri di atas gunung batu dan berada di celah-celah gunung = tergembala dalam pengajaran yang benar, maka kita akan merasakan kebajikan dan kemurahan Tuhan sampai Yesus datang.
Memang naik gunung itu capek dan susah, merupakan suatu perobekan daging, tetapi kita akan merasakan kebajikan dan kemurahan Tuhan. Daripada nanti saat Tuhan Yesus datang justru takut melihat kemuliaan Tuhan, lari ke gunung, tetapi untuk ditimpa gunung batu dan masuk dalam kebinasaan. Lebih baik sekarang kita mau naik gunung sampai nanti bisa melihat kemuliaan Tuhan di awan-awan saat kedatanganNya kedua kali.

Dalam penggembalaan firman pengajaran yang benar, posisi kita sekarang adalah bagaikan domba sembelihan yang tidak berdaya, tetapi berada dalam pelukan tangan Gembala Agung, atau seperti bayi yang menangis, tetapi dalam tangan kebajikan dan kemurahan Tuhan. Kita hanya merasakan dan mengandalkan kebajikan dan kemurahan Tuhan, pengalaman dan kepandaian tidak akan mampu. Petrus semalaman mencari ikan tetapi tidak mendapat apa-apa, gagal. Tetapi saat firman datang, di situ ada tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan, yang mungkin bagi dunia tidak masuk akal.

Hasil berada dalam tangan kebajikan dan kemurahan Tuhan:
  1. Keluaran 2:6, permulaan hidup Musa: bayi Musa ada di tangan Putri Firaun seharusnya mati tetapi tidak mati.
    Artinya:
    1. Tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan sanggup melindungi kita menghadapi badai maut.
      Di situ bayi Musa menangis, menunjuk pada hanya memohon kebajikan dan kemurahan Tuhan.
      Orang tergembala hanya menangis, memohon kebajikan dan kemurahan Tuhan. Tanpa kemurahan dan kebajikan Tuhan = nol. Kita harus tetap berusaha, tetapi harus ditambah kemurahan dan kebajikan Tuhan.

    2. Tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan mengangkat kita menjadi imam dan raja (Musa diangkat menjadi anak raja).
      Pengangkatan menjadi imam dan raja ini lebih dari pengangkatan apapun di dunia. Meninggalkan jabatan imam dan raja = meninggalkan istana Kerajaan Sorga dan lari ke kuburan untuk menguburkan diri sendiri, seperti Sebna dalam Yesaya 22.

  2. Bilangan 16:1-2,4, perjalanan hidup Musa: tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan diulurkan untuk membela kita, memberi kemenangan atas musuh yang lebih kuat, pencobaan yang dahsyat, masalah.

  3. Bilangan 20:8,11-12, akhir hidup Musa: tangan kebajikan dan kemurahan Tuhan mengangkat kita dari segala kegagalan dan menghapus segala kemustahilan.

    Musa di akhir hidupnya gagal total, sebab ia tidak taat lagi, tidak menjadi bayi lagi, sehingga dia tidak bisa masuk Kanaan. Tidak taat dalam penggembalaan = merasa tidak butuh kebajikan dan kemurahan Tuhan.

    Matius 17:1-3.
    Gunung ini adalah gunung di Kanaan. Tetapi lewat doa penyembahan, Musa kembali menjadi seperti bayi, hanya butuh tangan kebajikan dan kemurahan Tuhan. Di situ tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan mengangkat Musa dari kegagalan total, mampu menghapus segala kemustahilan, baik jasmani maupun rohani. Sampai menghapus kemustahilan tertinggi, Tuhan menjadikan kita sama mulia dengan Dia.
Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 30 April 2019 - 01 Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan di Malaka)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Medan)

  • Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top