English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 Mei 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Natal di Ngawi, 22 Januari 2010 (Jumat Sore)
Markus 10: 45
"Anak Manusia datang bukan untuk dilayani tapi untuk melayani". Ini Yesus memberi teladan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Juni 2009 (Kamis Sore)
Pembicara: PDT. ADRI YANI TUJU (Gending)

Wahyu 3:14-22
Ada 7 sidang jemaat yang menerima...

Ibadah Raya Malang, 21 Maret 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25 ini dalam Tabernakel terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga, dan...

Ibadah Raya Surabaya, 06 September 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah....

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Medan III, 27 Oktober 2010 (Rabu Pagi)
Wahyu 19:9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi...

Ibadah Raya Surabaya, 11 Mei 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 15 Januari 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:47-56 berjudul "Yesus ditangkap" dan masih terjadi di Taman Getsemani.

Di...

Ibadah Kunjungan Batam I, 28 Agustus 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 5:13
5:13 ôKamu adalah garam dunia....

Ibadah Doa Malang, 16 April 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:1-12, tentang peniupan sangkakala yang kelima/ hukuman...

Ibadah Raya Malang, 02 Juli 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Raya Malang, 17 April 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:21-22
3:21 Barangsiapa menang, ia akan...

Ibadah Doa Malang, 12 Juli 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 6:17
6:17 Tetapi apabila engkau berpuasa,...

Ibadah Raya Malang, 04 Mei 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:13-16 adalah 4 penampilan pribadi...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 Februari 2011 (Kamis Sore)
Dari siaran tunda ibadah di Jayapura

Ibrani 4:12
4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 20 Desember 2015 (Minggu Pagi)

IBADAH PENYERAHAN ANAK

Bukti bahwa anak merupakan karunia/ anugerah dari Tuhan:
  1. Mata hanya tertuju kepada Tuhan.
    1 Samuel 2:1-2
    2:1 Lalu berdoalah Hana, katanya: "Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu.
    2:2 Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita.

    Artinya tetap mengutamakan Tuhan lebih dari segala sesuatu.

  2. Bagaikan anak panah di tangan Tuhan.
    Mazmur 127:3-4
    127:3 Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.
    127:4 Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.

    Anak panah adalah senjata kebenaran dan kemuliaan. Anak akan dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus, setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, sesuai jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan.
    Setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sama dengan sedang memanah musuh, sehingga kita berkemenangan bersama Tuhan. Sebaliknya, kalau tidak setia dan tidak berkobar-kobar, itu berarti sedang dipanah oleh si jahat, sampai jatuh, celaka, dan binasa.
    Biar kita dipakai Tuhan, terus berkemenangan, sampai menjadi milik Tuhan saat kedatanganNya kedua kali.

Tuhan memberkati.


IBADAH RAYA

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat Laodikia atau sidang jemaat akhir jaman.
Wahyu 3:16-17
3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
3:17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

Keadaan jemaat Laodikia adalah dalam keadaan suam-suam kuku. Artinya, secara jasmani kaya, tidak kekurangan apa-apa, tetapi secara rohani kosong. Sidang jemaat Laodikia hanya mengutamakan perkara jasmani, tetapi tidak mau diisi dengan firman pengajaran yang benar. Akibatnya adalah hanya seperti sekam yang hanya untuk dibakar, dan dimuntahkan oleh Tuhan, terpisah dari Tuhan selamanya dan binasa.

Wahyu 3:18-19
3:18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
3:19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

Oleh sebab itu Tuhan menegor, menasihati, menghajar, supaya kita membeli harta Surga sehingga tidak suam-suam kuku dan tidak dimuntahkan, tetapi bisa dimakan, menyenangkan Tuhan. Ada 3 macam kekayaan Surga:
  1. Emas yang telah dimurnikan dalam api.
  2. Pakaian putih untuk menutupi ketelanjangan.
  3. Minyak untuk melumas mata.

ad. 3. Minyak untuk melumas mata.
Minyak untuk melumas mata adalah supaya tidak buta. Artinya kita harus memiliki minyak urapan Roh Kudus supaya bisa melihat pribadi Yesus.

Mengapa harus bisa melihat pribadi Yesus?
  1. Kalau sekarang kita bisa melihat pribadi Yesus lewat pemberitaan firman, maka ada pengharapan besar untuk bisa melihat pribadi Yesus di tahta Surga yang kekal selamanya.
    Wahyu 22:3-4
    22:3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
    22:4 dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.

  2. Jika tidak bisa melihat pribadi Yesus dalam pemberitaan firman, maka keadaan kita bagaikan murid-murid dengan pintu terkunci, artinya tidak ada jalan keluar dari masalah, letih lesu, berbeban berat, ketakutan, stres, tidak ada damai sejahtera.
    Yohanes 20:19-20
    20:19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
    20:20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.


    Ketakutan dan stres adalah pembunuh utama di akhir jaman, baik secara jasmani maupun secara rohani. Sehingga menjadi kering rohani, tidak bergairah dalam perkara rohani, sampai binasa selamanya.

    Puncak ketakutan adalah takut melihat kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Surga. Ini berarti ketinggalan dan binasa selamanya.
    Wahyu 6:15-17
    6:15 Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
    6:16 Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."
    6:17 Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?

Oleh sebab itu, kita sangat membutuhkan minyak urapan Roh Kudus untuk bisa melihat pribadi Yesus mulai sekarang.

Yohanes 20:20
20:20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.

Proses untuk melihat pribadi Yesus:
  1. Melihat lambungNya yang tertikam tombak.
    Yohanes 19:32-34
    19:32 Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
    19:33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
    19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    Sebenarnya Yesus sudah mati dengan empat luka utama sebagai wujud kasih Tuhan kepada bangsa Israel, umat pilihan Tuhan.
    Bangsa Kafir seharusnya tidak mendapat bagian. Tetapi prajurit bangsa Kafir membuat luka kelima di lambung Yesus dengan tombak. Ini adalah luka terbesar dan terdalam yang mengeluarkan darah dan air sebagai wujud anugerah kemurahan Tuhan kepada bangsa Kafir.

    Bukti bahwa bangsa Kafir bisa melihat lambung Yesus yang tertikam tombak adalah harus menerima tanda darah dan air.
    • Darah menunjuk pada Mezbah Korban Bakaran, yaitu bertobat, berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan.
      Yeremia 9:5
      9:5 Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorangpun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.

      Bertobat dimulai dengan tidak boleh ada dusta lagi.

    • Air menunjuk pada Kolam Pembasuhan, yaitu baptisan air.
      Roma 6:4
      6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Baptisan air yang benar adalah seperti Yesus dibaptis, demikian kita harus dibaptis. Kehidupan yang sudah bertobat harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, untuk bangkit dari air bersama Yesus dan menerima hidup baru, hidup Surgawi, yaitu hidup dalam kebenaran.

      Mazmur 112:6-9
      112:6 Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya.
      112:7 Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN.
      112:8 Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya.
      112:9 Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.


      Orang yang hidup dalam kebenaran sama dengan diingat oleh Tuhan dan mengingat Tuhan selalu. Artinya:
      1. Teguh hati, tidak goyah, sama dengan tidak kecewa, tidak putus asa, tidak takut, tidak tinggalkan Tuhan menghadapi apa pun juga. Kita hanya percaya dan berharap Tuhan.
      2. Kita diberkati oleh Tuhan sampai ke anak cucu dan menjadi berkat bagi orang lain.
      3. Memiliki tanduk keselamatan, artinya kita diselamatkan sampai dimuliakan oleh Tuhan.

      Efesus 5:25-26
      5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
      5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,

      Setelah diselamkan dalam baptisan air, maka bangsa Kafir harus diselamkan dalam air hujan firman pengajaran yang benar. Ini sama dengan mendalam dalam firman pengajaran yang benar, terutama lewat Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci. Kita disucikan secara mendalam terutama dari tabiat kekafiran, yaitu:
      1. Tabiat anjing dan babi.
        Anjing menjilat kembali muntah, artinya perkataan sia-sia yang diulang-ulang, sampai menghujat Tuhan.
        Babi kembali ke kubangan, artinya perbuatan dosa yang diulang-ulang sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan dosa kawin-mengawinkan (dosa seks dengan aneka ragamnya, nikah yang salah), sampai menuju Babel.
        Tabiat anjing dan babi membuat bangsa Kafir tidak bisa menjadi domba yang tergembala. Kalau perkataan dan perbuatan disucikan sehingga benar, suci, dan baik, maka kita menjadi domba-domba yang digembalakan.

      2. Tabiat kekuatiran.
        Matius 6:31-34
        6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
        6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
        6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
        6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

        Kekuatiran membuat bangsa Kafir tidak bisa hidup benar dan tidak bisa setia dalam ibadah pelayanan, tidak bisa tergembala.

      Jika bangsa Kafir disucikan secara mendalam dari tabiat kekafiran, maka bangsa Kafir akan menjadi domba-domba yang tergembala dengan benar dan baik.

      Yehezkiel 20:37
      20:37 Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.

      Bangsa Kafir bisa menerima tongkat gembala, yaitu firman penggembalaan yang diulang-ulang, untuk membimbing domba-domba masuk kandang. Dalam Tabernakel, kandang menunjuk pada Ruangan Suci. Di dalamnya terdapat 3 macam alat:
      1. Pelita Emas, ketekunan dalam Ibadah Raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam karunia-karunia Roh Kudus.
      2. Meja Roti Sajian, ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, persekutuan dengan Anak Allah dalam firman pengajaran dan korban Kristus.
      3. Mezbah Dupa Emas, ketekunan dalam Ibadah Doa, persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasihNya.
      Dalam penggembalaan, tubuh, jiwa, roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga kita dihitung oleh Tuhan. Dihitung artinya dipelihara secara langsung oleh Tuhan lewat korban Kristus.


  2. Melihat tanganNya yang berlubang paku.
    Artinya kita beribadah melayani seperti Yesus, yaitu dalam ketaatan (kesetiaan), kesucian, dan kasih.

    1 Petrus 1:22
    1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

    Maka kita pasti melayani sampai garis akhir, yaitu sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan datang kedua kali.

    Efesus 4:11-12
    4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Kalau kita melayani dengan ketaatan, kesucian, dan kasih, maka kita akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus. Ini sama dengan jubah maha indah dari Yesus. Hidup kita menjadi indah.

    Wahyu 19:8
    19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

    Jubah harus dicelup dalam darah artinya kita harus mengalami sengsara daging karena Yesus dalam ibadah pelayanan. Ini supaya tidak ditelanjangi oleh setan, dan supaya jubah semakin berkilau sampai siap menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.


  3. Melihat wajahNya.
    Yohanes 9:35-38
    9:35 Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?"
    9:36 Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya."
    9:37 Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!"
    9:38 Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya.

    Melihat wajah Yesus dan berkata-kata dengan Dia sama dengan menyembah Yesus. Terutama saat seorang diri adalah saat yang paling tepat untuk menyembah Tuhan, berseru dan berserah pada Dia.

    Mazmur 136:4
    136:4 Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

    Maka Yesus seorang diri mampu melakukan keajaiban besar, yaitu mengubahkan hati kita sampai rendah hati, lemah lembut, dan sabar.
    Rendah hati adalah kemampuan untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
    Lemah lembut adalah kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain.
    Sabar dalam penderitaan, sabar dalam menanti waktu Tuhan, jangan mencari jalan keluar sendiri.

    Kalau keajaiban rohani terjadi, maka keajaiban jasmani juga terjadi, yang mustahil menjadi tidak mustahil.
    Sampai keajaiban terakhir saat Tuhan datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia. Kita memandang Dia muka dengan muka di awan-awan yang permai, sampai memandang Dia muka dengan muka selama-lamanya di tahta Kerajaan Surga.



Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top