English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 26 Maret 2013 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 12:3-4
12:3 Katakanlah kepada segenap jemaah...

Ibadah Raya Surabaya, 23 Juni 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Juli 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 01 Mei 2013 (Rabu Malam)
Malam ini kita berdoa menyembah kepada Tuhan.

Doa penyembahan, dalam tabernakel ini menunjuk alat Medzbah dupa emas.

Medzbah dupa emas ini...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 09 Maret 2016 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 4:10-12
4:10 Lalu kata Musa kepada TUHAN:...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 30 Juni 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 April 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 Februari 2011 (Kamis Sore)
Dari siaran tunda ibadah di Jayapura

Ibrani 4:12
4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 April 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:5-10
5:5 Lalu berkatalah seorang dari...

Ibadah Raya Malang, 04 November 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:1-5
8:1 Dan ketika...

Ibadah Raya Surabaya, 17 Mei 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 31
Supaya kita luput dari malapetaka dibumi ini, kita harus banyak mendengar sangkakala, itulah...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 20 Oktober 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12 terkena pada pintu tirai, penyaliban daging supaya...

Ibadah Doa Surabaya, 07 September 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 20 Juli 2010 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Matius 25:8-13

Ibadah Raya Malang, 23 Oktober 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:30-35 judulnya adalah PERINGATAN KEPADA PETRUS.

Matius 26:30-31


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 02 Februari 2014 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 1: 10-12

1:10 Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,
1:11 katanya: "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia."
1:12 Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.

Rasul Yohanes mengalami sengsara daging di Pulau Patmos bukan karena berbuat jahat, tetapi karena Firman Allah dan kesaksian Yesus, sehingga Rasul Yohanes bisa mendengar dan melihat bunyi sangkakala yang nyaring, yang menjadi 2 wujud nyata, yaitu:

  1. Tujuh kaki dian emas. Angka 7 menunjuk pada kesempurnaan => 7 sidang jemaat yang sempurna.
  2. [ayat 13-20] Pribadi Yesus dalam kemuliaan.

Jadi, Firman/bunyi sangkakala yang nyaring bisa didengar dan dilihat, tidak abstrak.

Begitu juga dengan kita, jika ibadah dan pelayanan kita ditandai dengan sengsara daging, maka kita bisa mendengar dan melihat suara sangkakala yang nyaring, yaitu Firman penggembalaan yang mengandung bobot Firman pengajaran yang benar, keras, dan tajam,yang disampaikan dengan setia dan berulang-ulang oleh seorang gembala, sehingga bisa meyucikan dan mengubahkan sidang jemaat menjadi wujud nyata yaitu tujuh kaki dian emas yang bercahaya = gereja Tuhan yang sempurna/mempelai wanita Tuhan yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai.

Ciri khas dari domba adalah memamah biak (Firman yang diulang-ulang). Kalau tidak mau memamah biak= binatang buas. Firman yang diulang-ulang merupakan karunia Tuhan kepada seorang gembala.

Kita akan mempelajari proses untuk membuat pelita emas/proses untuk menjadi gereja yang sempurna (mempelai wanita Tuhan).

Ada 2 bagian besar dari pelita emas:

  1. Kaki diannya dengan 6 cabangnya,
  2. 7 lampu= cahaya yang sempurna.

KAKI DIAN EMAS
Proses untuk membuat kaki dian emas, yaitu:
Keluaran 25:39
25:39 Dari satu talenta emas murni haruslah dibuat kandil itu dengan segala perkakasnya itu.

  1. Satu talenta artinya kesatuan/satu Roh.
    'angka 1'= kesatuan.
    Artinya: Roh Kudus yang satu, memenuhi dan memimpin semua gereja Tuhan untuk menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

    Efesus 4: 3-6
    4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
    4:4 satu tubuh(1), dan satu Roh(2), sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan(3) yang terkandung dalam panggilanmu,
    4:5
    satu Tuhan(4), satu iman(5), satu baptisan(6),
    4:6
    satu Allah dan Bapa(7) dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

    Gereja Tuhan harus satu tubuh dan satu roh.
    Satu tubuh= satu kepala, yaitu Yesus/Firman pengajaran benar yang lahir menjadi manusia.

    Yohanes 1: 1, 14
    1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
    1:14
    Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

    'Pada mulanya'= kepala.
    Gereja Tuhan harus satu tubuh dan satu Roh = satu pengajaran dan satu Roh.
    Pengajaran yang benar yaitu tertulis di Alkitab dan diwahyukan Tuhan/dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain.

    Kalau sudah satu tubuh (satu pengajaran) dan satu Roh, maka akan memiliki 7 kesatuan [Efesus 4: 3-6]:


    • satu tubuh,
    • satu Roh,
    • satu pengharapan,
    • satu Tuhan,
    • satu iman,
    • satu baptisan.
      Baptisan air bukan peraturan gereja, tetapi menentukan kita masuk satu Tubuh Kristus yang sempurna (mempelai wanita) atau tidak. Hanya satu baptisan yang menyelamatkan, yaitu baptisan yang benar.
      Satu baptisan/baptisan air yang benar yaitu sesuai dengan Alkitab/kehendak Tuhan dan seperti Yesus dibaptis kita dibaptis.

      Roma 6: 2, 4
      6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
      6:4 Dengan demikian kita telah
      dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Syarat baptisan air yang benar
      : mati terhadap dosa/bertobat.
      Pelaksanaan baptisan yang benar: kita yang sudah mati terhadap dosa harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, dan sesudah itu keluar dari air/bangkit bersama Yesus untuk mendapat hidup baru yaitu hidup dalam kebenaran.


    • satu Allah Bapa.


    Kalau ada 7 kesatuan, kita bisa mencapai tubuh Kristus yang sempurna.


  2. Satu talenta= 34 kilo (suatu jumlah yang sangat besar untuk nilai dari emas). Ini menunjukkan kekayaan Surga, yaitu:


    • 9 karunia Roh Kudus,
    • 9 jabatan pelayanan,
    • 9 perbuatan kasih,
    • 9 buah-buah Roh Kudus.


    Dari sini kita bisa belajar, kalau mau menjadi gereja Tuhan yang sempurna, maka kita harus memiliki jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, sehingga kita bisa menjadi imam-imam dan raja-raja yang melayani Tuhan dengan kasih.
    Jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus merupakan kekayaan Surga yang tidak bisa dibeli dengan apapun juga, karena seharga darah Yesus.


  3. Kaki dian emas begitu indah, ada kelopak, tombol dan bunga (bentuknya indah dan tidak membosankan ). Ini menunjuk pada kemuliaan Surga.
    Bunga badam adalah pengharapan untuk menghasilkan buah. Buah yang terbesar dan tetap adalah menjadi mempelai wanita Surga dan ini buah yang dipersembahkan pada Mempelai Pria Surga.


  4. Keluaran 25: 31
    25:31 "Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya -- dengan tombolnya dan kembangnya -- haruslah seiras dengan kandil itu.

    Kaki dian emas terbuat dari emas tempaan. Ini menunjuk pada penderitaan daging= nyala api siksaan= percikkan darah= ujian dalam segala bidang.
    Kalau mau menjadi mempelai, harus siap ditempa.
    Maksud dari tempaan bukan untuk menghancurkan, tetapi untuk membuat kita menjadi lebih indah dan bisa bercahaya di hadapan Tuhan dan sesama.

    PERHATIKAN! SAAT DITEMPA, JANGAN LARI/MUNDUR! TETAPI TETAP SETIA DAN BERTAHAN SAMPAI AKHIR, SAMPAI TERBENTUK MENJADI KAKI DIAN EMAS.
    Kalau lari, tempaan tidak akan pernah selesai dan justru akan dibuang.

    Yang menentukan kuat tidaknya kita menghadapi tempaan/ujian adalah panggilan Tuhan dan penyerahan sepenuh kepada Tuhan. Kalau ada panggilan Tuhan dan menyerah sepenuh pada Tuhan, kita bisa setia dan tetap bertahan dalam pelayanan sampai garis akhir.
    Jangan coba-coba melayani tanpa panggilan Tuhan! pasti tidak kuat, menjadi pelarian dan berhenti di tengah jalan.
    Sebaliknya, jangan coba-coba lari dari panggilan Tuhan! Pasti akan hancur.

    Mari kita perhatikan panggilan Tuhan dan penyerahan hidup kita pada Tuhan.

TENTANG LAMPU/PELITA
Keluaran 25: 37
25:37 Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu haruslah dipasang di atas kandil itu, sehingga diterangi yang di depannya.

Yang paling penting pada pelita adalah harus ada minyak dan api= kuasa Roh Kudus.
Minyak dan api harus ada bersama-sama. Kalau hanya ada api, tetapi tidak ada minyak, api tidak bisa menyala. Kalau hanya ada minyak, tidak ada api, juga tidak bisa menyala.

Ada 3 aktifitas api:

  1. memberi panas, artinya api Roh Kudus dan api kasih Allah selalu menghangatkan kerohanian kita (tidak akan pernah suam-suam rohani seperti jemaat Laodikia). Kekurangan jemaat Laodikia adalah suam-suam rohani yang mengarah pada dingin rohani/beku rohani.

    Hasilnya: selalu setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

    Hati-hati ! Kalau suam-suam rohani, akan menjadi seperti jemaat Laodikia yang hidupnya seperti muntah di hadapan Tuhan= najis dan kotor.

    Lukas 22: 54-57
    22:54 Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh.
    22:55 Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka.
    22:56 Seorang hamba perempuan melihat dia
    duduk dekat api; ia mengamat-amatinya, lalu berkata: "Juga orang ini bersama-sama dengan Dia."
    22:57 Tetapi
    Petrus menyangkal, katanya: "Bukan, aku tidak kenal Dia!"

    Kalau dingin rohani, akan menjadi seperti Petrus yang menyangkal Tuhan.
    Dimulai dari Petrus mengikut Yesus dari jauh, artinya tidak setia dalam ibadah pelayanan, dan akhirnya berdiang pada api dunia= dekat dengan api dosa, api hawa nafsu.
    Akibatnya: menyangkal Yesus.
    Dulu, Petrus menyangkal Tuhan lewat perkataan. Tetapi sekarang, banyak penyangkalan lewat perbuatan dosa yang memilukan hati Tuhan.

    Titus 1: 16
    1:16 Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

    Menyangkal Yesus lewat perbuatan yaitu perbuatan jahat dan najis, perbuatan yang memilukan hati Tuhan, memedihkan hati orang tua dan membuat keluh-kesah gembala. Ini membawa kepada kebinasaan.

    Kita memerlukan api Roh Kudus dan api kasih Allah supaya kita tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir. Sekalipun umur kita makin bertambah/kesehatan menurun, tetapi kalau urapan Roh Kudus bertambah, kita makin setia dan berkobar-kobar melayani Tuhan.

    Kalau sudah mulai suam atau dingin, biarlah kita mohonkan api Roh Kudus dalam hidup kita.


  2. memberi terang, sehingga tidak ada yang tersembunyi.
    Artinya: jangan menyembunyikan sesuatu dalam kehidupan kita atau dalam ibadah pelayanan (tahbisan) kita kepada Tuhan, dan dalam nikah kita.
    Kalau ada Roh Kudus, tidak ada yang disembunyikan= terang-terangan.
    Contoh:


    • Perjanjian Lama.
      2 Samuel 12: 12-13
      12:12 Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan."
      12:13 Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.

      Raja Daud yang hebat jasmani dan rohaninya bisa menyembunyikan sesuatu, yaitu:


      1. dosa seks (mengambil Betsyeba sebagai isteri/mengambil isteri orang)= dosa percabulan/nikah yang salah= kenajisan.
      2. dosa pembunuhan (Daud memerintahkan untuk menempatkan suami Betsyeba di depan pasukan supaya terbunuh)= kejahatan.


      Akibatnya: menuju Babel/mempelai wanita setan.
      Kalau Daud yang hebat saja, bisa menyembunyikan sesuatu, apalagi kita!

      Tetapi Tuhan menegor Daud, kalau Daud melakukan dosa dengan sembunyi-sembunyi, maka Tuhan akan menyatakan secara terang-terangan dan Daud dipermalukan. Tetapi untung, Daud menerima tegoran Tuhan yang keras (Firman pengajaran yang keras), sehingga mengaku dosa-dosanya dan Daud diampuni/diselamatkan oleh Tuhan.
      Begitu juga dengan kita, jangan melakukan sesuatu secara sembunyi-sembunyi dalam kehidupan kita, sebab nanti Tuhan akan menyatakan secara terang-terangan dan kita akan dipermalukan. Sebab itu, sebelum Tuhan menyatakan secara terang-terangan, biarlah Firman menyatakan terang-terangan apa yang tersembunyi, sehingga kita bisa mengaku dosa dan diselamatkan.


    • Perjanjian Baru (Yudas).
      Yudas menyembunyikan keinginan akan uang dalam perut hatinya, yaitu mencuri milik Tuhan secara sembunyi-sembunyi (mencuri perpuluhan dan persembahan khusus). Salah satu buktinya yaitu, mencuri tetapi ditutupi dengan pura-pura berbuat baik.

      Yohanes 12: 3-6
      12:3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
      12:4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
      12:5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
      12:6 Hal itu dikatakannya
      bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

      Saat perjamuan suci, Yudas sudah ditegor, tetapi tidak mau mengaku dosa ("Bukan aku, ya Tuhan"). Maka satu-waktu dosa-dosanya dinyatakan secara terang-terangan oleh Tuhan, yaitu Yudas menggantung diri, terjatuh tertelungkup dan perutnya pecah, isi perutnya terburai keluar= dinyatakan terang-terangan dan tidak ada pengampunan lagi, binasa selamanya.


  3. memberi energi/kekuatan untuk:


    • bisa melakukan apa saja dalam pelayanan, di mana saja, kapan saja, situasi apa saja.
    • Supaya kita bisa kuat dan teguh hati. Artinya:


      1. hati nuraninya tidak lemah, tidak gampang tersandung/tersinggung, dll.
      2. selalu mengucap syukur kepada Tuhan.
      3. tidak bimbang oleh ajaran lain tetapi tetap berpegang teguh pada pengajaran benar.
      4. tidak bimbang terhadap kuasa Tuhan tetapi tetap berharap dan percaya pada kuasa Tuhan, tidak berharap yang lain.
      5. tidak kecewa/putus asa, tidak tinggalkan Tuhan, tetapi selalu menyembah Tuhan= percaya dan mempercayakan diri kepada Tuhan= mengulurkan tangan pada Tuhan dan Tuhan mengulurkan tangan kepada kita.

        Hasilnya:
        1 Tawarikh 28: 20
        28:20 Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

        Tuhan bisa menyelesaikan segala sesuatu tepat pada waktu-Nya dan ada mujizat terjadi.
        Mujizat jasmani: Tuhan sanggup menyelesaikan segala masalah sampai masalah yang mustahil tepat pada waktu-Nya.
        Mujizat rohani: Tuhan sanggup menyelesaikan pembangunan Rumah Allah yang rohani/pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna= kita disucikan dan diubahkan sampai menjadi sama sempurna dengan Dia. Kita menjadi mempelai wanita yang layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali.

        Tidak penting pencobaannya. Yang penting kita ada dalam Tangan Tuhan (seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang dimasukan ke dalam dapur api dan seperti Daniel yang dibuang ke gua singa).

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-04 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 23-24 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 05-10 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 22-24 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 10-12 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top