English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Agustus 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 10 Januari 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:8-9
8:8 Lalu malaikat yang kedua...

Ibadah Kunjungan Singapura III, 15 Mei 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.


Tema: Kenaikan Yesus ke Surga membawa...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 24 November 2012 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 2:41-52 berjudul "Yesus pada umur...

Ibadah Doa Malang, 04 Agustus 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 adalah tentang sidang jemaat Filadelfia.
Wahyu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 November 2010 (Senin Sore)
Matius 25 : 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Agustus 2014 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat sore, selamat bersekutu di dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus...

Ibadah Raya Malang, 08 Januari 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:47-56 berjudul "Yesus ditangkap" dan masih terjadi di Taman Getsemani.

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Januari 2010 (Senin Sore)
segera diMatius 24: 45-51
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Tuhan yang tidak diduga waktunya, yaitu:
ay....

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 Juli 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:5-6
6:5 Dan ketika Anak Domba...

Ibadah Doa Malang, 8 Februari 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita, Yesus Kristus.

Wahyu 6:12-17
6:12 Maka aku melihat,...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 07 Mei 2011 (Sabtu Sore)
ad. 7. Sengsara salib mengenai pemakaman-Nya
Markus 15:47
15:47...

Ibadah Raya Malang, 07 April 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:1-12 tentang sangkakala yang kelima,...

Ibadah Pendalaman Akitab Malang, 04 Oktober 2012 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 7:8
7:8...

Ibadah Doa Surabaya, 25 Februari 2015 (Rabu Sore)
Dari siaran tunda Ibadah Doa Malang, 13 Mei 2014

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus....


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 02 Februari 2020 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Kita sudah mempelajari Wahyu 11: 1: tentang ukuran Tuhan. Firman penggembalaan--tongkat pengukur--mengukur dan meningkatkan kehidupan rohani kita sampai memenuhi ukuran Tuhan, yaitu daging tidak bersuara lagi--tirai terobek--; sama dengan kesempurnaan (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Desember 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 24 Januari 2020).

Kalau memenuhi ukuran Tuhan kita akan mengalami tutupan pendamaian--Wahyu 10-11 terkena pada tutupan pendamaian--, artinya pemeliharaan dan perlindungan Tuhan sampai kekal selamanya.

Tetapi kalau tidak memenuhi ukuran--daging masih bersuara; tidak mencapai kesempurnaan--, ia harus masuk masa antikris; aniaya antikris selama empat puluh dua bulan/tiga setengah tahun (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 26 Januari 2020).
Banyak kehidupan kristen yang merasa: 'yang penting ibadah', tetapi tidak memenuhi ukuran Tuhan. Bahaya!

Wahyu 11: 2
11:2. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

Ada dua kemungkinan yang terjadi pada masa aniaya antikris:

  1. Kalau bertahan, ia akan mengalami siksaan yang sangat dahsyat sampai dipancung kepalanya--daging tidak bersuara--, tetapi saat Tuhan datang kembali ia akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan dan ia juga terangkat untuk mengalami tutupan pendamaian di awan-awan yang permai.
    Kalau kita memenuhi ukuran Tuhan, kita sudah mengalami tutupan pendamaian mulai dari sekarang--antikris tidak bisa menjamah; kita tidak perlu masuk aniaya antikris.


  2. Kehidupan yang tidak tahan dengan aniaya antikris akan menyembah antikris, sehingga menjadi sama dengan antikris.

Siapa yang masuk aniaya antikris bahkan menjadi sama dengan antikris? Kehidupan yang ada di pelataran--'kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar'.
Tabernakel terdiri dari tiga ruangan:

  1. Halaman/pelataran--kebenaran.
    Ini adalah hasil dari pekerjaan firman penginjilan (kabar baik; susu).
    Firman penginjilan/Injil keselamatan adalah Injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia sebagai manusia yang tidak berdosa tetapi harus mati di kayu salib untuk menyelamatkan dan membenarkan manusia berdosa--kita percaya, dibaptis, dan diberkati.


  2. Ruangan suci--kesucian.
  3. Ruangan maha suci--kesempurnaan.

Kesucian dan kesempurnaan adalah hasil dari pekerjaan firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua--makanan keras/kabar mempelai.

Jadi, kehidupan yang masuk aniaya antikris bahkan menjadi sama dengan antikris adalah hamba/pelayan Tuhan yang berada di pelataran Bait Allah, yaitu

  1. Kehidupan yang hanya menerima firman penginjilan; kehidupan yang lamban dalam pertumbuhan rohani.
    Ibrani 5: 11-13
    5:11. Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
    5:12. Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
    5:13. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah
    anak kecil.

    'anak kecil'= rohaninya sama seperti anak kecil.
    Lamban dalam pertumbuhan rohani artinya hanya mendengar Injil keselamatan; kabar baik/susu, dan menolak firman pengajaran, sehingga tingkat rohaninya hanya seperti anak kecil--anak kecil tidak boleh masuk nikah yang rohani pada saat kedatangan Yesus kedua kali.

    Dulu, pada waktu natal--kedatangan Yesus pertama kali ke dalam dunia--, Herodes mencari anak-anak bayi berumur dua tahun ke bawah untuk dibunuh. Nanti saat Yesus akan datang kedua kali, anak-anak kecil--kehidupan yang menolak pengajaran--akan masuk aniaya antikris. Dia harus berjuang sendiri--tidak ada lagi firman, Roh Kudus, dan kasih Allah karena sudah dibawa oleh gereja Tuhan ke padang gurun; ia berjuang sendiri seperti Yesus seorang diri di kayu salib--, tetapi Tuhan masih baik yaitu Ia masih mengirimkan dua saksi untuk memberikan kekuatan bagi mereka yang tertinggal di bumi. Sekalipun Tuhan sudah kirimkan dua orang saksi, hanya sedikit yang bisa bertahan; sebagian besar menyembah antikris, ia tidak disiksa tetapi menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan selamanya--disiksa selama-lamanya di neraka.

    Penginjilan sangat penting, tetapi setelah itu tingkatkan pada pengajaran, supaya kita tidak mengalami aniaya antikris.

    Tadi anak kecil adalah kehidupan yang hanya menerima firman penginjilan dan menolak firman pengajaran.
    Menolak pengajaran sama dengan menolak penyucian; tetap mempertahankan dosa dan puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Mempertahankan dosa juga termasuk tidak mau mengaku dosa. Ini yang akan masuk dalam aniaya antikris selama tiga setengah tahun.

    Oleh sebab itu kita harus menerima firman pengajaran hari-hari ini. Kita harus beralih dari firman penginjilan ke firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, sehingga kita mengalami penyucian dari dosa dan puncaknya dosa secara terus menerus sampai satu waktu bisa mencapai kesempurnaan--kedewasaan penuh. Ini yang akan disingkirkan ke padang gurun dengan kedua sayap burung nasar ke padang gurun untuk menantikan kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan masuk perjamuan kawin Anak Domba. Kita tidak bisa dijamah bahkan tidak bisa dilihat oleh antikris.

    Kalau anak kecil dipaksa menikah, berarti Tuhan salah. Karena itu anak kecil harus didewasakan lewat aniaya antikris.
    Tinggal pilih! Kita mau didewasakan lewat pedang antikris atau pedang firman. Lebih baik kita menerima pedang firman hari-hari ini.
    Karena itu, yang sudah ada di dalam pengajaran jangan kembali lagi pada penginjilan.

    "Seringkali kita tidak sadar. Misalnya sudah sarjana S1 lalu disuruh belajar di SD, tentu dia senang, karena gampang, tidak usah berpikir. Tetapi ijazahnya turun. Begitu juga kalau dari pengajaran ke penginjilan. Memang enak, tetapi statusnya sudah turun. Karena itu, yang masih dalam penginjilan harus beralih, yang sudah di dalam pengajaran harus meningkat sampai pada kesempurnaan."

    Tetapi sekalipun sudah di dalam firman pengajaran, masih harus hati-hati, karena masih ada goncangan.
    Yohanes 6: 60-61, 66
    6:60. Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
    6:61. Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
    6:66. Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

    'Perkataan ini keras'= firman pengajaran yang benar.
    Sesudah menerima firman pengajaran yang benar kita harus hati-hati karena akan terjadi kegoncangan-kegoncangan dalam pengajaran yang benar: baik pengajarannya maupun yang mendengar akan goncang.

    "Saya baru mendengar seorang berkata: 'Oh gampang pak wi untuk pengajaran ini, misalnya pengajaran soal baptisan: siapa yang setuju baptisan harus dikubur dalam air? Nanti kita voting. Untuk kayu lintang: Siapa yang setuju begini? Siapa yang setuju begitu? Kita ambil suara terbanyak.' Saya sampai mau pingsan, saya hanya berkata: 'Kamu tidak menjawab soal Yesus dan Barabas? Itu juga dilakukan voting, dan siapa yang dipilih? Yesus atau Barabas?' Ini sudah terjadi. Pengajarannya digoncang, orangnya juga digoncang lewat tekanan dan pencobaan sampai banyak yang mengundurkan diri dari pengajaran benar."

    Kalau sudah meninggalkan yang benar, berarti ia tidak lagi mengikuti Yesus, tetapi mengikuti:


    • Keinginan telinganya sendiri yang suka mendengar dongeng.
    • Keinginan dagingnya sendiri yang rakus akan keuangan, kedudukan dan lain-lain.
    • Ajaran palsu.
    • Pergaulan-pergaulan/sistem dunia. Sekarang banyak cara politik masuk dalam rumah Tuhan.
    • Sampai mengikuti Setan dan binasa untuk selamanya.


    Inilah kehidupan yang masuk aniaya antikris yaitu kehidupan yang hanya menerima firman penginjilan tetapi menolak firman pengajaran; tidak mau disucikan.
    Yang sudah menerima pengajaranpun tetap hati-hati, karena masih menghadapi kegoncangan terhadap pengajaran dan orangnya, sampai banyak yang mengundurkan diri dari pengajaran yang benar--tidak lagi mengikuti Yesus. Hati-hati!

    Mari, di setiap langkah hidup kita kalau mengikuti yang tidak benar berarti kita tidak mengikut Yesus sekalipun berkata: Aku hamba Tuhan. Ini yang seringkali tidak disadari. Tuhan tolong kita semua.
    Yang masih dalam penginjilan, tingkatkan. Yang sudah dalam pengajaran tetap berjuang! Jangan sampai mengundurkan diri dari pengajaran yang benar!


  2. Yang kedua: kehidupan yang masuk aniaya antikris bahkan menjadi sama dengan antikris adalah kehidupan tanpa Roh Kudus; sama dengan antikristus--Kristus artinya 'yang diurapi'.
    Galatia 4: 1-6
    4:1. Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;
    4:2. tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya.
    4:3. Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia.
    4:4. Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.
    4:5. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.
    4:6. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

    'belum akil balig'= anak kecil.
    Tanpa urapan Roh Kudus kehidupan kita tidak akan bisa dewasa tetapi menjadi hamba yang diperbudak--anak kecil rohani.
    Diperbudak oleh apa?


    • Pergaulan dunia yang membuat serupa dengan dunia.
      Contoh: penampilan atau cara berpakaian masih sama seperti orang dunia, padahal Tuhan berkata: Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini!
      Hati-hati, jangan ikuti segala hal dari dunia yang tidak sesuai dengan firman; hanya menonjolkan daging; tidak ada nilai rohani tetapi hanya mengarah pada kehancuran dan kebinasaan.

      "Karena itu saya paling anti kalau ada yang membuat gereja menjadi seperti diskotik. Itulah anak kecil: Yang penting di gereja, om, dari pada dia ke diskotik. Tetapi nilainya sama saja, yaitu tidak ada nilai rohaninya."

      Hati-hati dengan mode! Bukan tidak boleh mengikuti mode, tetapi jangan menjadi orang pertama yang memakai mode baru! Jangan berlomba-lomba memakai mode baru! Periksa dulu itu cocok sebagai anak Tuhan atau tidak. Bukan tidak boleh, tetapi cari yang cocok dan ada nilai rohani, jangan ada roh dunia. Kalau tidak cocok, berarti menjadi serupa dengan dunia, sampai akhirnya tidak setia dalam ibadah pelayanan--roh dunia ini membuat kita tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

      Yakobus 4: 4
      4:4. Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

      Inilah kehidupan yang tidak mau masuk ruangan suci dan ruangan maha suci tetapi hanya di pelataran, sehingga tidak ada minyak urapan--suci dan urapan adalah satu (Imamat 21: 12).
      Kalau tidak suci, tidak akan ada urapan; kalau suci, pasti ada urapan.


    • Keinginan dan hawa nafsu daging yang membuat tidak taat dengar-dengaran--anak kecil rohani.
    • Diperbudak oleh dosa dan puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan, terutama dosa dusta.
      Kalau sudah dusta, tidak akan bisa bertobat, malah berkembang sampai puncaknya dosa.

      1 Yohanes 2: 22
      2:22. Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

      Kalau sudah berdusta, sudah tidak ada harapan untuk ditolong. Bukan berarti saya setuju dosa berzinah dan lain-lain, tetapi kalau sudah berzinah kalau jujur masih bisa ditolong. Sebaliknya, sekalipun suci kalau berdusta, pasti habis, tidak bisa tertolong; tidak ada urapan lagi, sehingga dosa yang berkembang sampai pada puncaknya dosa.
      Jangan berdusta dalam segala hal.


    Inilah kehidupan yang tidak masuk ukuran Allah; hanya berada di pelataran Bait Suci; tingkat rohaninya hanya seperti anak kecil, artinya:


    • Hanya menerima penginjilan tetapi menolak pengajaran--hanya minum susu--; tidak mau disucikan.
      Hati-hati, yang sudah di dalam pengajaran kalau keluar lagi, ia akan kembali di pelataran karena mengalami goncangan. Jangan! Harus teguh! Pengajaran digoncang, jangan sampai kita ikut goncang. Bertahan supaya kita dapat disucikan sampai dewasa rohani.


    • Antikristus= hamba/pelayan Tuhan tanpa urapan Roh Kudus. Kalau tanpa kesucian pasti tanpa urapan, sehingga diperbudak oleh roh dunia, keinginan dan hawa nafsu daging, dan dosa.


    Jadi, gereja Tuhan mutlak membutuhkan urapan Roh Kudus untuk mendewasakan rohani kita.
    Tadi, gereja Tuhan mutlak membutuhkan firman pengajaran untuk mendewasakan/menyucikan kita sampai sempurna--lolos dari antikris dan tinggal menunggu kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba (nikah rohani bersama Tuhan).
    Sekarang, gereja Tuhan mutlak membutuhkan urapan Roh Kudus untuk mendewasakan rohani kita. Harus ada urapan Roh Kudus!

    Tadi, pemberitaan di Malang juga tentang Roh Kudus. Gunung batu harus dipukul supaya keluar air. Air menunjuk pada Roh Kudus.
    Gunung batu menunjuk pada kehidupan kita yang keras hati. Sebenarnya kita tidak perlu dipukul karena Yesus sudah dipukul, dilukai, diludahi, dan dibunuh di kayu salib--Ia meneteskan darah.

    Yesus tidak rela kalau kita dipukul Setan. Jangan tunggu dipukul dulu di bidang ekonomi dan sebagainya! Rugi! Cukup ditetesi darah, melembut saja; taruh setetes darah Yesus di hati kita, pasti bisa melembut.

    Yohanes 16: 7
    16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

    'Aku pergi'= Yesus mati di kayu salib--gunung batu dipukul--, bangkit dalam tubuh kemuliaan, dan naik ke sorga untuk mencurahkan Roh Kudus kepada kita.

    Biarlah pada kesempatan ini kita mengambil setetes darah Yesus; kita tidak usah dipukul oleh Setan untuk datang kepada Tuhan, sehingga hati yang keras bisa melembut yaitu mengakui segala dosa dan keadaan kita hari ini kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.

    Saat kita mengaku dosa, saat itu kita memberi minum Yesus anggur asam bercampur empedu, dan Ia akan memberi kita minum air kehidupan--api Roh Kudus--kepada kita--kita mengalami baptisan Roh Kudus--seperti yang terjadi di loteng Yerusalem dan dilanjutkan sampai hari ini.

    Hasilnya: api Roh Kudus sanggup membakar manusia daging sampai menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari lidah.
    Kisah Rasul 2: 3-4
    2:3. dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
    2:4. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

    Biarlah kesempatan ini ada lidah-lidah api Roh Kudus yang dicurahkan di tengah-tengah kita.

    Lidah diubahkan menjadi:


    • Jujur.
    • Berkata benar dan baik.
    • Bersaksi.
      Yohanes 15: 25-27
      15:25. Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.
      15:26. Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
      15:27. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

      Kita bisa bersaksi sekalipun menghadapi kegelapan, kebencian dan lain-lain, bukan marah.
      'Mereka membenci Aku tanpa alasan'= ini yang kita hadapi yaitu pra aniaya antikris. Kita semua harus menghadapi pra aniaya antikris/Getsemani yaitu kebencian tanpa alasan. Tidak ada apa-apa kita dibenci: warisan diambil, dipecat dan sebagainya, tetapi kita tetap harus bersaksi. Saat itu api Roh Kudus yang menolong kita, sehingga lidah kita tidak memaki-maki tetapi tetap bersaksi tentang Yesus.

      Kita bersaksi tentang kabar baik--penginjilan--bagi jiwa-jiwa yang belum percaya Yesus supaya percaya Yesus dan diselamatkan.
      Kemudian kita bersaksi tentang kabar mempelai kepada jiwa-jiwa yang sudah ada di pelataran--sudah selamat--, supaya mereka jangan mengalami aniaya antikris, tetapi digembalakan dan disucikan sampai sempurna--memenuhi ukuran Tuhan; tidak perlu masuk aniaya antikris.


    • Menyembah Tuhan. Menghadapi Getsemani kita harus banyak menyembah.
      Markus 14: 36
      14:36. Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

      Api Roh Kudus menolong kita untuk bisa menyembah Tuhan dalam suasana Getsemani--penderitaan, pencobaan tanpa dosa.
      Kita banyak pergumulan, sudah tidak bisa apa-apa lagi, tinggal menyembah Dia--taat sampai daging tidak bersuara lagi (tirai terobek; 'Ya Abba, ya Bapa').

      Inilah ukurannya, yaitu kita menyerah pada kehendak Tuhan.
      Kita mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan Roh Kudus untuk menghapuskan kemustahilan--'tidak ada yang mustahil bagi-Mu'.
      Semua masalah yang mustahil selesai; yang hancur jadi baik, gagal jadi berhasil dan indah, busuk jadi harum, dari tidak ada menjadi ada.

      Hari-hari ini terima pengajaran urapan yang membawa kita untuk banyak menyembah Tuhan. Semakin kita disucikan, penyembahan kita juga semakin meningkat, sampai kita menjadi jujur dan taat, sehingga tangan Tuhan diulurkan bagi kita.

      Tuhan mampu melakukan semuanya bagi kita, sampai nanti kita disingkirkan ke padang gurun, dan saat Dia datang kembali kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya di awan-awan yang permai. Kita bersorak-sorai: Haleluya bersama dengan Dia.

Jangan masuk di pelataran! Jangan menjadi seperti anak kecil lagi--hanya penginjilan tetapi tanpa pengajaran dan urapan Roh Kudus.
Yang sudah di dalam pengajaran jangan goncang apapun yang kita hadapi. Tuhan tolong.
Kemudian, kita membutuhkan urapan Roh kudus. Tanpa Roh Kudus kita hanya yatim piatu, tidak bisa apa-apa. Biar Roh Kudus yang menolong kita.

Banyak kekurangan dan kelemahan secara jasmani dan rohani, sudah tidak bisa semua, masih ada Roh Kudus. Jangan berharap pada yang lain!
Yang sudah berhasil jangan sombong! Kita semua menghadapi Getsemani, tiba-tiba kita diperlakukan tidak adil, itu pasti terjadi. Biar Roh Kudus yang menolong kita.

Ada Roh Kudus sekalipun kita masih lemah, masih berbuat dosa, dan menghadapi kemustahilan.
Roh Kudus bisa melakukan semuanya bagi kita.

Tuhan memberkati.


PENYERAHAN ANAK
Salah satu arti dari nama anak ini adalah 'kuat'. Biar kita mohon anak ini bersama keluarga ada kekuatan dari Tuhan; sama dengan kuat teguh hati, seperti pesan Tuhan kepada Yosua sebelum dia menembusi sungai Yordan menuju tanah Kanaan--etape terakhir, sekarang artinya perjalanan terakhir kita dalam mengikut Yesus.

Tuhan berpesan empat kali kepada Yosua: Kuatkan dan teguhkan hatimu!
Kuat teguh hati artinya:

  1. Taat dan setia:


    1. Tetap berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran, sehingga kita tetap hidup benar dan suci.
    2. Tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai Tuhan datang kembali.


  2. Kuat teguh hati menghadapi pencobaan-pencobaan jasmani di segala bidang--dulu Yosua menghadapi sungai Yordan, berhala-berhala di Kanaan, musuh--; tetap percaya dan berharap Tuhan.


  3. Kuat teguh hati menghadapi ajaran-ajaran palsu; tetap berpegang pada pengajaran yang benar. jangan beralih atau mengundurkan diri dari Yesus!


  4. Kuat teguh hati menghadapi dosa-dosa sampai puncaknya dosa, sehingga kita tetap hidup benar dan suci.

Kalau sudah kuat teguh hati, kita tinggal memetik hasilnya:

  1. 1 Tawarikh 19: 13
    19:13. Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."

    Hasil pertama: Tuhan berperang ganti kita untuk memberikan kemenangan atas musuh-musuh; semua masalah selesai.

    Yang penting ada landasan yang kuat--kuat teguh hati--, pesawat akan datang, dan semua beres. Semua masalah selesai, dan Tuhan menjadikan semua baik pada waktunya, tidak ada yang tidak baik. Dia rela menjadi buruk dan hancur di kayu salib, supaya semua baik pada waktunya.


  2. 1 Tesalonika 3: 13
    3:13. Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.

    Hasil kedua: kita disucikan dan diubahkan terus menerus sampai sempurna seperti Yesus; mempelai wanita sorga yang lolos dari antikris--selalu mengalami perlindungan dan pemeliharaan Tuhan--, sampai terangkat di awan-awan yang permai, kita melihat Dia muka dengan muka.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-27 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 18-19 Maret 2020
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • 31 Maret 2020 - 02 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top