Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.

Wahyu 21: 1-8 terbagi dalam tiga bagian:

  1. Ayat 1= langit yang baru dan bumi yang baru (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 29 Oktober 2023sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 November 2023). Tidak boleh ada hati bimbang.

  2. Ayat 2-3= manusia baru (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 19 November 2023).

  3. Ayat 4-8= suasana baru.

AD. 2
Wahyu 21: 2-3

21:2. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikanpengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
21:3. Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah,
kemah Allahada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.

'kemah Allah'= Tabernakel.
Manusia baru adalah pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Artinya: dihiasi--disucikan dan diubahkan--; sama dengan burung nasar yang membuat sarangnya di gunung yang tinggi. Dia membuat sarang, mengerami telur sambil mengganti bulu-bulunya dari yang tua menjadi bulu yang muda (pembaharuan orang muda), sehingga kita benar-benar dibaharui dan dihiasi bagaikan orang muda. Kalau banyak naik ke gunung Tuhan--menyembah Tuhan; menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan--sampai hati damai, kita akan awet muda. Kita tidak bergantung pada dunia.

Kemudian, manusia baru sama dengan Tabernakel yang permanen.
Dulu Tuhan memerintahkan Musa naik ke atas gunung untuk menerima dua hal, yaitu membuat Tabernakel di bumi dan menerima dua loh batu untuk ditempatkan di dalam Tabernakel.

Dulu Musa membangun Tabernakel secara jasmani, sekarang kita membangun Tabernakel secara rohani--mempelai wanita Tuhan--untuk menampung pribadi Yesus sebagai kepala.

Langkah-langkah membangun Tabernakel secara rohani:

  1. Keluaran 25: 8-9
    25:8.Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.
    25:9.Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya."

    Yang pertama: menurut contoh kerajaan sorga.
    Dulu Musa melihat kerajaan sorga di gunung Sinai, setelah itu Musa diperintahkan untuk membuat Tabernakel di bumi.

    Dulu Musa membangun Tabernakel jasmani menurut contoh kerajaan sorga, sekarang kita membangun menurut contoh atau meneladani Yesus yang sudah turun dari sorga ke dalam dunia.

    Jadi, kita membangun Tabernakel rohani lewat meneladani pribadi Yesus.
    Artinya:

    • 1 Petrus 2: 21-24
      2:21.Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
      2:22.Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
      2:23.Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
      2:24.Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

      Ayat 21 = kita harus meneladani jejaknya Yesus.
      Ayat 24 = Yesus mati di kayu salib dan kita mati terhadap dosa--jejak kematian. Yesus bangkit naik ke sorga untuk membenarkan kita dan kita hidup dalam kebenaran--jejak kebangkitan.

      Yang pertama: mengikuti jejak kematian dan kebangkitan Yesus.

      Jejak kematian= mati terhadap dosa, yaitu tidak berbuat dosa lagi; tidak ada dusta; tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi kebaikan.

      Jejak kebangkitan= hidup untuk kebenaran.

      Jejak kematian dan kebangkitan Yesus dimulai dari baptisan air yang benar--halaman Tabernakel.
      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dalam nama Bapa, Anak Laki-laki, dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus, dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu hidup dalam urapan Roh Kudus.

      Hidup dalam urapan Roh Kudus= hidup dalam kebenaran.
      Kalau belum dikuburkan dalam air, berarti belum dibaptis.

      'Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh'= kalau hidup dalam kebenaran, hasilnya:

      1. Kita akan mengalami kuasa kesembuhan dari bilur-Nya Tuhan. Penyakit sembuh, ekonomi sehat, keuangan sehat, nikahnya juga sehat.

      2. Kita selamat; tidak binasa tetapi diberkati Tuhan.
        Amsal 10: 2-3
        10:2.Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.
        10:3.
        TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.


    • 1 Petrus 2: 25
      2:25.Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembaladan pemelihara jiwamu.

      Setelah baptisan air--halaman tabernakel--, kita masuk ruangan suci.

      Yang kedua: kita tergembala dengan benar dan baik, yaitu selalu berada dalam kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--, dan hanya mendengar dan dengar-dengaran pada suara gembala.

      Kedudukan kita akan menjadi sama seperti lima ribu orang laki-laki yang disuruh duduk di atas rumput yang hijau, artinya: mantap dalam penggembalaan dan keselamatan. Kita tidak bisa diterkam oleh binatang buas dalam wujud dosa dan puncaknya dosa; kita tidak bisa disesatkan oleh ajaran palsu, gosip-gosip. Kalau duduk di atas rumput tidak akan bisa jatuh.
      Mantap dalam keselamatan sama dengan mantap dalam berkat Tuhan.

      Kalau hidup benar, Tuhan akan memberkati kita dengan kelimpahan--lima roti dua ikan untuk lima ribu orang, masih ada sisa dua belas bakul.
      Diberkati secara berkelimpahan artinya

      1. Kita selalu mengucap syukur pada Tuhan, bukan dilihat dari berapa jutanya; tidak pernah mengomel; bahkan menjadi berkat bagi orang lain.
        Jika suatu pekerjaan menawarkan keuntungan di luar sewajarnya--instan--, di situ ada jebakan maut, sebab keuangan dikuasai oleh Antikris. Tahan diri, mengucap syukur kepada Tuhan.

      2. 'pemelihara jiwamu' = kita tenang; damai sejahtera, enak dan ringan, sampai kita berkata: 'takkan kekurangan aku'--sempurna.

        Kalau kita duduk, Tuhan yang jalan. Kalau kita jalan, Tuhan yang duduk.

      Sudah masuk baptisan, hidup benar, dan diberkati, kalau tidak digembalakan Tuhan, pasti akan digembalakan maut.
      Mazmur 49: 15
      49:15.Seperti domba mereka meluncur ke dalam dunia orang mati, digembalakan oleh maut; mereka turun langsung ke kubur, perawakan mereka hancur, dunia orang mati menjadi tempat kediaman mereka.

      Tinggal pilih! Setelah ikuti teladan Yesus--jejak kematian dan kebangkitan--, sudah bagus, selanjutnya kita mau digembalakan Tuhan atau maut. Kalau digembalakan Tuhan, kita akan masuk dalam kandang penggembalaan dan hanya mendengar dan dengar-dengaran pada suara gembala. Ada jaminan tidak diterkam oleh maut; mantap semuanya.
      Kalau tidak mau tergembala, pasti akan digembalakan oleh maut--diterkam binatang buas--, sehingga hanya jatuh bangun dalam dosa dan puncaknya, terpengaruh oleh gosip dan ajaran palsu. Akibatnya: kehilangan berkat Tuhan dan keselamatan, sampai binasa selamanya.

  2. Keluaran 39: 32
    39:32.Demikianlah diselesaikan segala pekerjaan melengkapi Kemah Suci, yakni Kemah Pertemuan itu. Orang Israel telah melakukannya tepat seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah mereka melakukannya.

    Yang kedua: memperlengkapi Kemah Suci.

    Dulu Musa membuat pintu gerbang, mezbah korban bakaran, kolam pembasuhan dan sebagainya untuk memperlengkapi Kemah Suci.
    Sekarang, Tuhan memberikan perlengkapan-perlengkapan yaitu:

    • Ibrani 13: 18-21
      13:18.Berdoalah terus untuk kami; sebab kami yakin, bahwa hati nurani kami adalah baik, karena di dalam segala hal kami menginginkan suatu hidup yang baik.
      13:19.Dan secara khusus aku menasihatkan kamu, agar kamu melakukannya, supaya aku lebih lekas dikembalikan kepada kamu.
      13:20.Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita,
      13:21.kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.

      Yang pertama: hati nurani yang baik, yaitu hati yang taat dengar-dengaran.

      Jadi, membangun Tabernakel atau melayani pembangunan tubuh Kristus yang sempurna bukan berdasarkan otak tetapi hati.

      "Karena itu Lempin-El Kristus Ajaib itu unik. Ada muridnya ada yang tidak tamat SD, ada yang tidak tamat SD, ada yang tamat SMP, ada yang tidak tamat SMP, ada yang S1, S2, S3 dan sebagainya. Semuanya satu bangku, karena melayani Tuhan bukan berdasarkan otak tetapi hati. Iman lebih tinggi dari pengetahuan."

      Kalau melayani dengan hati nurani yang baik--taat dengar-dengaran--, semua pasti akan menjadi baik di dalam hidup, nikah, ibadah pelayanan, pekerjaan dan masa depan.
      Hati ini adalah dasarnya.

      Tetapi kalau hati tidak baik--ada iri hati, kebencian--, akan kacau, bahkan pelayanan bisa berhenti.

      Sebelum digembalakan, Musa adalah anak raja, sekolah di Mesir 40 tahun, ia kaya, pandai, dan hebat, tetapi tidak bisa melayani dua orang, malah membunuh. Artinya: melayani nikah saja tidak bisa.
      Tetapi ketika dikejar Firaun, ia pergi ke Midian dan digembalakan, sudah berbeda. Hatinya yang dibentuk oleh Tuhan sehingga jadi hati nurani yang baik. Ia hanya menjawab:'Ya, Tuhan.'--hati taat dengar-dengaran. Dan Musa benar-benar berhasil dipakai oleh Tuhan.

      Begitu juga dengan kita. Siapkan hati! Mau nikah dan pelayanan jadi baik, jaga hati nurani yang baik! Kalau hati nurani baik, ada uang atau tidak, semuanya akan baik.

      Jadi, perlengkapan pertama membangun Kemah Suci adalah hati taat dengar-dengaran.
      1 Petrus 1: 22
      1:22.Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihidengan segenap hatimu.

      Kalau hati taat dengar-dengaran kepada firman pengajaran yang benar, kita akan hidup suci dan saling mengasihi. Kita tidak berbuat jahat--tidak merugikan--, tetapi hanya berbuat baik, bahkan membalas kejahatan dengan kebaikan.
      Kita melayani dalam kesucian dan saling mengasihi.

    • Efesus 4: 11-12
      4:11.Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12.untuk memperlengkapi orang-orang kudusbagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Ayat 11 = lima jabatan pokok--jubah maha indah dari Yusuf. Jika dijabarkan ada banyak jabatan pelayanan--zangkoor, pemain musik, grup koor, tim doa, tidak besuk dan sebagainya.

      Kalau suci pasti saling mengasihi. Kalau tidak suci, akan saling menyakiti.

      Yang kedua: kalau sudah ada dasar yang baik--hati taat, suci, dan saling mengasihi--, kita akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudusuntuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

      Dulu, Musa membangun pelita emas begitu sulit karena emas harus dipanasi dan ditempa. Sekarang menunjuk pada jabatan guru.
      Dulu membangun meja roti sajian, sekarang jabatan gembala.

      Kalau dipakai Tuhan, hidup kita akan menjadi indah.
      Kalau belum melayani, berdoa kepada Tuhan. Firman yang menyucikan, menggerakkan kita dan kita diberi jabatan oleh Tuhan. Yang sudah melayani, bertahan. Sudah dipakai Tuhan, jangan sombong.

      Tadi perlengkapan pertama, hati nurani baik--taat kepada firman pengajaran--, hidup suci dan saling mengasihi. Perlengkapan kedua, kita dikaruniai jabatan pelayanan.

    • Efesus 6: 10-12, 18
      6:10.Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
      6:11.Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
      6:12.karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
      6:18.dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktudi dalam Roh dan berjaga-jagalahdi dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

      Ayat 11 = pertama lunak-lunak dulu dengan tipu muslihat, kalau tidak mau mulai ditekan--agak kasar--, kalau tidak mau lagi, dibunuh. Itulah Setan.

      Yang ketiga: banyak berjaga-jaga dan berdoa. Kita menggunakan senjata Allah untuk mengalahkan tipu muslihat dari Setan tritunggal.

      Kalau sudah dipakai oleh Tuhan, jangan sombong dan lengah, tetapi berjaga-jaga dan berdoa untuk menghadapi tipu muslihat setan.
      Doa yang diteladankan Tuhan adalah doa puasa 40 hari 40 malam--angka 40 sekarang artinya perobekan daging sampai daging tidak bersuara lagi, bukan waktunya--, doa semalam suntuk, dan doa satu jam.
      Ini yang harus kita tekuni.

      "Bersyukur, sejak Pdt In Juwono dan Pdt Pong saya diajarkan doa puasa. Jadi sebelum pelayanan keluar saya selalu doa puasa dan doa semalam suntuk dulu, supaya jangan sombong, jangan lengah untuk melawan tipu muslihat dari Setan tritunggal."

      Kita berdoa supaya kita tetap setia berkobar-kobar dan taat dengar-dengarandalam ibadah pelayanan sekalipun kita banyak kekurangan dan kelemahan.

      "Ada hamba Tuhan menyampaikan kepada saya (tahun 2003-2004): 'Kami makan dari bapak, kami sudah bertekat ada 50 sampai 100 hamba Tuhan mau memberikan persepuluhan ke Malang, supaya bapak bisa lancar dalam pelayanan.' Saya bilang: 'Jangan salah, kalau dalam GPT sudah ada peraturannya ke kas pusat. Kalau bapak, silakan ikuti aturan organisasi masing-masing, jangan ke saya.' Saya hanya pesuruh Tuhan (urusannya Tuhan) dan sampai hari ini dicukupkan oleh Tuhan (saya tidak pernah minta tiket). Kalau pandangan manusia: 100 hamba Tuhan persepuluhan, berapa yang saya terima 1 bulan? Kalau saya terima waktu itu, akan hancur dan sudah dialihkan kepada yang lain. Ini tipu muslihat Setan. Kita jangan lengah, Setan bisa masuk lewat logika dan memakai siapa saja termasuk hamba Tuhan."

      Wahyu 3: 8
      3:8.Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku(taat)dan engkau tidak menyangkal nama-Ku(setia).

      Taat dan setia, Tuhan akan berikan kunci Dauduntuk membuka pintu-pintu di dunia sampai pintu sorga terbuka bagi kita.
      Kunci Daud = kemurahan dan kebajikan Tuhan.

      Jangan kena tipu muslihat dan kekasaran Setan.

      "Saya juga pernah kena kekasaran Setan, saat baru melayani. Saya masih pengerja di Johor, tetapi harus melayani ke Gending. Pertama Om Pong bilang: Kamu ambil kas setiap berangkat ke Gending. Tetapi lama-lama saya ingat perkataan Om In Juwono: Kalau pegawai mau berangkat ke mana-mana diberikan ongkos, kalau hamba Tuhan, tidak demikian. Lama-lama saya berhenti ambil uang kas apapun yang terjadi. Tiba-tiba nol, saya tidak bisa berangkat ke Gending. Saya berdoa terus, sebentar lagi Om Pong telepon: Ada orang mau meresmikan kantornya di Perak, kamu mewakili Om berdoa ke sana. Lalu saya melayani seperti biasa, saat mau pulang saya diberi untuk ongkos (padahal saya sudah menolak). Akhirnya bisa ke Gending, tidak usah minta ataupun berhutang, Tuhan tolong semuanya."


  3. Keluaran 40: 1-2
    40:1.Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
    40:2."Pada hari yang pertama dari bulan yang pertamaharuslah engkau mendirikan Kemah Suci, yakni Kemah Pertemuan itu.

    Membangun Kemah Suci ada waktunya.

    Yang ketiga: 'tanggal satu bulan satu'= tahun baru= pembaharuan.
    Artinya: pembangunan tubuh Kristus adalah pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, yang puncaknya sampai di Yerusalem baru.

    Pembaharuan Yerusalem baru ditandai dengan tidak ada lagi yang lama:

    • Wahyu 21: 1
      21:1.Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.

      Laut menunjuk pada kebimbangan.
      Yakobus 1: 6
      1:6.Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.

      Dalam pembangunan tubuh Kristus tidak boleh ada hati bimbang.

      Yang banyak terjadi adalah bimbang terhadap pribadi Tuhan--firman pengajaran yang benar--, karena ajaran palsu, dan bimbang terhadap kuasa Tuhan sehingga berharap pada yang lain.

      Tidak boleh ada hati bimbang! Tetapi tetap kuat teguh hati.
      Artinya: tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran sehingga tidak berbuat dosa. Ini yang penting. Menghadapi ajaran palsu dan pencobaan, jangan berbuat dosa.

      Kita tidak kecewa, putus asa, dan tinggalkan Tuhan tetapi tetap percaya dan berharap Tuhan.

    • Wahyu 22: 3
      22:3.Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

      Yang kedua: tidak ada lagi laknat/kutuk.

      Yeremia 48: 10
      48:10.Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!

      'lalai' = tidak setia.

      Tidak ada kutukan artinya kita beribadah melayani Tuhan dengan setia berkobar-kobarsampai garis akhir, dan kita menerima penyucianoleh pedang firman.

      Suci dan setia berkobar-kobar sama dengan pelayan Tuan bagaikan nyala api (Ibrani 1: 7).
      Mata Tuhan seperti nyala api.
      Jadi, suci dan setia berkobar-kobar sama dengan biji mata Tuhan sendiri. Tidak ada yang bisa mengganggu gugat bahkan oleh Setan tritunggal. Saat Antikris berkuasa di bumi tiga setengah tahun, kita sudah disingkirkan ke padang gurun, jauh dari mata Antikris yang berkuasa di bumi. Kita dipelihara langsung oleh Tuhan lewat firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci. Ibadah pendalaman alkitab sangat penting.

      Jangan sampai kita ketinggalan! Kalau ketinggalan di zaman Antikris, harus berjuang. Hanya sedikit yang bisa bertahan saat aniaya Antikris. Banyak yang menyangkal Yesus dan menyembah Antikris, tetapi kalau Tuhan datang kembali akan dibinasakan.
      Lebih baik ajak keluarga kita untuk ikut ibadah pendalaman alkitab.

    Inilah manusia baru; mempelai wanita yang berdandan untuk suaminya--burung nasar yang membuat sarang di puncak gunung, mengerami telurnya sambil mengganti bulunya (pembaharuan orang muda). Dan membangun Tabernakel rohani.

    Mulai dengan meneladani Yesus; jejak kematian dan kebangkitan, penggembalaan.
    Lalu mulai diperlengkapi dengan hati nurani baik; taat, hidup suci, saling mengasihi. Selanjutnya diperlengkapi jabatan pelayanan. Jangan lupa berdoa, supaya tidak dicopot dan ditipu oleh Setan.
    Terakhir, pembaharuan; kuat teguh hati, tidak kecewa, putus asa dan tersandung. Jangan ada lagi laknat; kita melayani Tuhan dengan setia berkobar-kobar dan suci bagaikan biji mata Tuhan sendiri. Setelah itu selesai.

  4. Keluaran 40: 33
    40:33.Didirikannyalah tiang-tiang pelataran sekeliling Kemah Suci dan mezbah itu, dan digantungkannyalah tirai pintu gerbang pelataran itu. Demikianlah diselesaikan Musa pekerjaan itu.

    Yang keempat: penyelesaian pembangunan Tabernakel, yaitu menggantungkan tirai pintu gerbang pada tiang-tiang pintu gerbang.
    Artinya: menerima Yesus sebagai Kepala. Tirai menunjuk pada pribadi Yesus.

    Syaratnya: tiang-tiang harus kuat--tiang iman--, artinya harus memiliki iman yang teguh; percaya dan mempercayakan diri sepenuh pada Tuhan; menyerahkan segala kekurangan dan kelemahannya kepada Tuhan.

    Yesus sebagai Kepala mati di bukit Tengkorak untuk menolong kita yang banyak kekurangan kelemahan. Jangan ragu! Dia bertanggung jawab atas kekurangan dan kelemahan hidup kita.
    Serahkan semua kepada Tuhan!

    Awan kemuliaan akan turun.
    Keluaran 40: 34
    40:34.Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHANmemenuhi Kemah Suci,

    Kalau merasa hebat, awan kemuliaan tidak akan pernah turun. Kalau kita merasa banyak kekurangan kelemahan, maka awan kemuliaan Tuhan turun.

    Kalau awan kemuliaan bekerja, hasilnya:

    • Keluaran 16: 7-8
      16:7.Dan besok pagi kamu melihat kemuliaan TUHAN, karena Ia telah mendengar sungut-sungutmu kepada-Nya. Sebab, apalah kami ini maka kamu bersungut-sungut kepada kami?"
      16:8. Lagi kata Musa: "Jika memang TUHAN yang memberi kamu makan daging pada waktu petang dan makan roti sampai kenyang pada waktu pagi, karena TUHAN telah mendengar sungut-sungutmu yang kamu sungut-sungutkan kepada-Nya--apalah kami ini? Bukan kepada kami sungut-sungutmu itu, tetapi kepada TUHAN."


      Dalam menghadapi krisis ekonomi; di padang gurun mau makan apa?

      Hasil pertama: kita hanya angkat tangan, dan awan kemuliaan sanggup memelihara kehidupan kitadi tengah kesulitan dunia sampai Antikris berkuasa di bumi.

      Secara rohani, awan kemuliaan menolong kita untuk memberi kepuasan sejati dari sorga, sehingga kita tidak bersungut tetapi selalu mengucap syukur pada Tuhan dan bersaksi.

    • Keluaran 14: 16, 18, 21
      14:16.Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
      14:18.Maka orang Mesir akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku memperlihatkan kemuliaan-Kuterhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda."
      14:21.Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

      Dalam menghadapi masalah yang sudah mustahil.

      Hasil kedua: awan kemuliaan mampu menyelesaikan masalah-masalah yang mustahil.

      Seperti bangsa Israel menghadapi Laut Kolsom, di belakang ada Firaun, di kiri dan kanan sudah tidak bisa lagi, hanya mati. Tetapi bangsa Israel masih bisa hidup.
      Kalau sudah tidak bisa, serahkan kepada Tuhan!

      Roh Kudus memberi masa depan berhasil dan indah--Laut Kolsom terbelah.
      Kita dipakai Tuhan dalam kegerakan yang lebih membesar--bangsa Israel menuju Kanaan.

    • Yohanes 11: 39-40
      11:39.Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
      11:40.Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

      Dalam menghadapi maut; kebusukan.

      Hasil ketiga: kemuliaan Tuhan untuk menghadapi kebusukan. Artinya mengubahkan kitamulai dari jujur dan taat. Kita menjadi rumah doa.

      Roh Kudus sanggup membangkitkan yang sudah mati empat hari. Segala kebusukan-kebusukan dijadikan bau harum di hadapan Tuhan.

      Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita masuk Yerusalem baru selamanya.

Inilah pembangunan tabernakel. Serahkan kekurangan dan kelemahan kepada Tuhan! Menghadapi krisis ekonomi, kemustahilan, maut; atau apapun juga, Tuhan tolong kita.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Surabaya, 10 Mei 2009 (Minggu Sore)
    ... kehidupan manusia yaitu pakaian kemuliaan jadi telanjang . damai sejahtera jadi ketakutan . Kejadian berkat Tuhan jadi kutukan . Galatia - cara Tuhan merubah kutukan menjadi berkat. Sebenarnya berkat Abraham ini hanya untuk Israel tapi disini bisa sampai pada bangsa kafir. Jadi Tuhan menjadi terkutuk dikayu salib untuk bisa membawa ...
  • Ibadah Raya Malang, 10 Mei 2020 (Minggu Pagi)
    ... Kereta Firaun dan pasukannya dibuang-Nya ke dalam laut para perwiranya yang pilihan dibenamkan ke dalam Laut Teberau. . Samudera raya menutupi mereka ke air yang dalam mereka tenggelam seperti batu. Jadi untuk menghadapi kesulitan dan kegelapan akhir zaman sampai antikris berkuasa di bumi kita harus menjadi saksi Tuhan. Ini yang ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 15 Agustus 2018 (Rabu Sore)
    ... supaya tidak mencelakakan kita. Tetapi jangan puas hanya sampai pada doa permohonan sekalipun sudah dikabulkan Tuhan luar biasa diberkati dan ditolong Tuhan karena kalau hanya sampai di sini kita akan menjadi seperti Bartimeus yang minta-minta artinya kehidupan kristen yang minta-minta. Diberkati tetapi tidak tahu jalan ke sorga. Harus ditingkatkan Doa syafaat. ...
  • Ibadah Doa Malang, 06 Oktober 2009 (Selasa Sore)
    ... pengalaman kematian. Prakteknya Petrus - Sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan hidup menurut kehendak Allah taat dengar-dengaran. Sengsara daging untuk beribadah melayani Tuhan. Dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan kita diijinkan mengalami penderitaan pencobaan halangan dll. Berdoa dan berpuasaSama dengan sengsara daging untuk mengalami keubahan hidup pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani ...
  • Ibadah Doa Malang, 11 Agustus 2009 (Selasa Sore)
    ... menyatu dengan Tuhan. Ketika ada jarak antara kita dengan Tuhan setan dapat masuk dan mencobai kita. Ketika kita sudah menjadi satu dengan Tuhan tidak ada lagi kesempatan bagi setan untuk mencobai kita. Hasil berpuasa terjadi pembaharuan keubahan hidup Markus - . Ada macam pembaharuan dalam puasa Pembaharuan pakaian pembaharuan perbuatan. Yaitu dari perbuatan ...
  • Ibadah Persekutuan Malang II, 23 Maret 2023 (Kamis Pagi)
    ... Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga maka ia tertutup untuk mereka yang akan binasa yaitu orang-orang yang tidak percaya yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus yang adalah gambaran Allah. Waspada pada akhir zaman banyak hamba Tuhan pelayan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 April 2018 (Selasa Sore)
    ... dan bagi Anak Domba itu. Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta mereka tidak bercela. Yang menerima meterai nama Tuhan adalah kehidupan yang mengalami penebusan oleh darah Yesus sampai sempurna dan tidak bercacat cela. Dalam Perjanjian Lama bangsa Israel mengalami kelepasan dari perbudakan Mesir lewat penebusan oleh darah anak domba. Kejadian ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Agustus 2019 (Jumat Sore)
    ... diakui dan diampuni. Seorang yang memegang jabatan pelayanan. Seorang yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan dari Tuhan. Kita harus menjadi imam dan raja supaya berada pada arus yang benar. Syarat untuk masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna syarat untuk menjadi mempelai wanita sorga harus dewasa rohani. Anak kecil ...
  • Ibadah Paskah Persekutuan I di Square Ballroom Surabaya, 07 Juni 2016 (Selasa Sore)
    ... mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Ketakutan atau stres melanda semua bangsa dan negara di dunia baik negara maju negara berkembang dan negara miskin. Semua dilanda ketakutan. Dan ketakutan ini di dalam ayat 'Orang akan mati ketakutan' akan mengakibatkan kematian secara ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Desember 2011 (Senin Sore)
    ... imam dan raja Sebab Tuhan menghendaki pelayan Tuhan yang selalu menang raja memiliki sifat berkemenangan seperti sudah dijelaskan pada Ibadah Raya Surabaya Desember dan tidak tercemar oleh dosa serta tidak terhalang oleh apapun selalu siap setia dan berkobar-kobar untuk melayani . Imam-imam dan raja-raja kedudukan rohani kedudukan Surga warga Surga. Jika seseorang ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.