English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Juli 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 28 Januari 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:1-13 menunjuk pada Mezbah Dupa Emas,...

Ibadah Raya Malang, 10 April 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:6-13 menunjuk pada PERSIAPAN PASKAH.

Matius 26:12
26:12 Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku.

Persiapan Paskah...

Ibadah Raya Surabaya, 20 Juli 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan Ciawi II, 27 Februari 2013 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 21:5
21:5 Ia yang duduk di...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Juni 2018 (Jumat Sore)
Dari rekaman Ibadah Doa di Semarang

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan...

Ibadah Raya Malang, 20 Desember 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:36-44 adalah nubuat tentang hukuman atas dunia saat kedatangan Tuhan...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 19 Februari 2011 (Sabtu Sore)
ad. 6. Sengsara salib mengenai kematian-Nya
Markus 15:37-41
15:37 Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan...

Ibadah Doa Surabaya, 25 Juli 2012 (Rabu Sore)
Matius 27
Dalam susunan tabernakel ini menunjuk tentang 7 PERCIKAN DARAH DI ATAS TABUT PERJANJIAN, artinya sekarang adalah sengsara yang dialami...

Ibadah Doa Malang, 07 September 2010 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Matius 17:21

Ibadah Raya Malang, 30 Agustus 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 adalah tentang sidang jemaat di...

Ibadah Doa Malang, 26 Mei 2009 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 5:42-44, "Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 03 November 2015 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 28:7-15
28:7 Haruslah ada pada baju efod...

Ibadah Kunjungan Batam III, 29 Agustus 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 5:13
5:13 ôKamu adalah garam dunia....

Ibadah Pemberkatan Nikah Surabaya, 12 Agustus 2009 (Rabu Sore)
Yohanes 2: 1
= contoh tentang pernikahan.
Tuhan menciptakan nikah manusia itu mulia dan bahagia dan ditempatkan...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 15 Juni 2014 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita membahas tema ibadah persekutuan di Kandis Riau.
1 Korintus 3: 16
3:16. Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

Temanya adalah "kamu adalah Bait Allah".

"kamu adalah Bait Allah" artinya setiap pribadi/kehidupan yang ditebus oleh darah Yesus adalah Bait Allah.

Pengertian Bait Allah adalah tempatnya Roh Kudus. Kita harus waspada, sebab Tuhan mengeluh "rumah Ku adalah rumah doa, tetapi kamu jadikan sarang penyamun". Jika rumah doa (Bait Allah) dijadikan sarang penyamun, yang ada di dalamnya adalah roh-roh lain (roh najis, roh jahat, dan roh jual beli), bukan lagi tempat Roh Tuhan/Roh Kudus.

Matius 3: 16
3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

Salah satu syarat supaya Bait Allah (kehidupan kita) menjadi tempatnya Roh Kudus adalah kita harus memiliki hati merpati (hati mempelai).

Hati merpati yaitu

  1. hati yang tulus (merpati = ketulusan) = hati yang jujur "jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak, selebihnya itu dari si jahat/ular".

    Kejujuran ini terutama soal pengajaran (Tuhan). Jika soal pengajaran "ya, tetapi/namun....", ini bukan Roh Kudus, tetapi berasal dari si jahat/ular. Kalau Roh Kudus, itu ada ketegasan/ketulusan.


  2. hati yang damai sejahtera, artinya tidak ada kepahitan, iri hati, dendam, kenajisan, ketakutan, kekuatiran, dan tidak ada yang tidak beres. Kalau ada yang tidak beres, berarti tidak damai.

Roh Kudus itu aktif bergerak, tidak pasif. Jika Roh Kudus diam di dalam kehidupan kita, maka kita akan mengalami kegerakan dari Roh Kudus.

Ada dua macam kegerakan Roh Kudus yaitu

  1. Kisah Para Rasul 1: 8
    1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

    "kamu akan menjadi saksi-Ku" = ini bergerak/ada gerakan.

    Kegerakan Ini dimulai dari Loteng Yerusalem dan merupakan pertama kali Roh Kudus dicurahkan.

    Kegerakan pertama: kegerakan Roh Kudus hujan awal, yaitu kegerakan dalam injil keselamatan/firman penginjilan/kabar baik untuk membawa/memanggil orang-orang berdosa supaya percaya Yesus dan diselamatkan.

    Efesus 1: 13 = tentang Injil keselamatan, Amsal 25: 25 = tentang kabar baik.

    Jadi, injil keselamatan memberitakan kedatangan Yesus yang pertama kali dan mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa.

    Fungsinya: untuk menambah jumlah (kuantitas) anggota tubuh Kristus sampai jumlah yang ditentukan oleh Tuhan terpenuhi. Mulai dari 12 murid, 70 orang, 120 orang di loteng Yerusalem, 3000 orang, 5000 orang, sampai dengan sekarang.

    Prosesnya: percaya, bertobat (berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan), lahir baru dari air dan roh (baptisan air dan Roh Kudus)= hidup baru/hidup dalam kebenaran (keselamatan).
    Jadi, benar = selamat. Tidak benar = tidak selamat.

    Arahnya: dari Yerusalem menuju Yudea, Samaria, negara-negara Barat, sampai ujung bumi (bangsa kafir).
    Keselamatan ini semestinya hanya untuk bangsa Israel (dari Yerusalem), tetapi karena Israel menolak, maka menuju Yudea, Samaria, negara barat, sampai ke ujung bumi (bagian Timur, terutama di Papua). Di Papua masih banyak suku primitif sampai hari ini.


  2. Matius 24: 27
    24:27 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.

    Kegerakan kedua: kegerakan Roh Kudus hujan akhir, yaitu kegerakan dalam cahaya injil tentang kemuliaan Kristus (2 Korintus 4: 34)/firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua/kabar mempelai untuk memilih orang-orang yang sudah selamat ("banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih"), disucikan dan disempurnakan seperti Yesus atau untuk dibawa masuk ke dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna (mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang pemai).

    Jadi, cahaya injil tentang kemuliaan Kristus memberitakan kedatangan Yesus yang kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Surga untuk menyucikan dan menyempurnakan kita.

    Fungsinya: menambah kualitas dari anggota tubuh Kristus sampai dengan sempurna. Jadi ada firman penginjilan dan ada pengajaran.
    Firman penginjilan = kabar baik/susu. Kita yang baru lahir memang minum susu, tetapi kalau sudah lama ikut Tuhan masih minum susu terus, maka pertumbuhannya akan abnormal. Jadi, susu harus dilanjutkan dengan makanan keras (firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/kabar mempelai).

    Penginjilan (kuantitas) ini harus ada, setelah itu harus dibawa kepada pengajaran sampai kita menjadi sempurna seperti Yesus.

    Jadi, kuantitas harus cukup dan terpenuhi, kualitas juga harus dipenuhi sampai dengan sempurna.

    Contohnya:


    • kuantitas: jari tangan ini ada lima, tetapi kalau jumlahnya ada empat, sekalipun memakai cincin berlian semua, maka ini tidak sempurna jumlahnya.
    • kualitas: sekalipun sudah ada lima jari, tetapi ada yang cacat jarinya, ini juga tidak sempurna.


    Arahnya: dari timur (bangsa kafir) menuju ke negara-negara Barat, ke Samaria, ke Yudea, sampai Yerusalem.
    Bukan kebetulan, kalau Pdt. F.G van Gessel yang mendapatkan wahyu dari Tuhan tentang pengajaran/kabar mempelai dimakamkan di Papua.

    Jika bangsa Israel menerima Yesus sebagai Juruselamat Raja dan Mempelai Pria Surga, maka bangsa Israel dan bangsa kafir menjadi satu tubuh yang sempurna, Yesus akan segera datang kembali ke dua kali dan kita masuk ke Yerusalem baru.

    Jadi kegerakan Roh Kudus hujan akhir tidak hanya berhenti di Yerusalem (Timur Tengah), tetapi sampai Yerusalem Baru. Berita inilah yang ditunggu oleh bangsa Israel.
    Dulu, Yesus yang sudah lahir dan mati di kayu salib, ditolak oleh bangsa Israel (menganggap Yesus anak tukang kayu), sampai akhirnya bangsa kafir menerima Yesus.

    Sekarang, kalau kita ke Yeusalem memberitakan Yesus sudah datang dan sudah mati, itu akan ditolak oleh bangsa Israel.

    "Saya sudah pengalaman dengan guidenya "kalau Yesus bagaimana?" "itulah perbedaan kita", semuanya sama (perjanjian lama semuanya sama)", tetapi kalau sudah bicara tentang Yesus, mereka tidak mau. Jadi mereka ini masih menunggu."

    Kalau kita membawa berita kabar mempelai/firman pengajaran bahwa Yesus akan datang sebagai Raja dan Mempelai Pria Surga untuk menyucikan dan menyempurnakan, maka mereka (Israel) akan menerima. Jika mereka sudah menerima Yesus, maka bangsa Israel dan kafir akan menjadi satu tubuh yang sempurna (menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Yesus ke dua kali di awan-awan permai dan masuk ke Yerusalem baru).

Jika ada Roh Kudus, tentu ada kegerakan dalam hidup kita. Kegerakan Roh Kudus hujan awal yaitu hidup dalam kebenaran. Jika ada hamba Tuhan (kita semuanya) sudah tahu tidak benar tetapi tetap dilakukan, itu berarti tidak ada Roh Kudus (roh daging). Contohnya:

  • menganggap tidak apa-apa dalam pekerjaan yang tidak benar.
  • menganggap idak apa-apa dalam nikah yang tidak benar.
  • menganggap tidak apa-apa dalam sekolah yang tidak benar (mencontek).
  • menganggap tidak apa-apa naik sepeda motor tanpa helm atau SIM C dengan alasan untuk pelayanan.

Kalau mempertahankan yang tidak benar, maka tidak ada Roh Kudus. Roh Kudus itu mendorong kegerakan ke arah kebenaran.
Kegerakan Roh Kudus hujan akhir yaitu Roh Kudus menyempurnakan kita (kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna).

Jika kehidupan kita (Bait Allah) menjadi tempatnya Roh Kudus, maka kita akan didorong untuk aktif masuk dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir (kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna).

Praktek pembangunan tubuh Kristus (Bait Allah yang rohani) adalah masuk dalam persekutuan (ada tangan, kaki, mata, semuanya menjadi satu).

Dalam Yohanes 15 persekutuan yang benar adalah seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar. Pokok anggur yang benar itulah pribadi Yesus ("Akulah pokok anggur yang benar") = firman pengajaran yang benar. Firman pengajaran yang benar artinya semua ada tertulis di Alkitab (ayat menerangkan ayat dalam Alkitab).
Jadi, persekutuan yang benar adalah persekutuan yang berdasarkan firman pengajaran benar (bukan melihat orangnya dan lain-lain).
Kita masuk dalam persekutuan dimulai dari yang terkecil, sampai kita masuk persekutuan tubuh internasional.

Ada tiga tingkatan persekutuan yang benar, antara lain:

  1. Matius 18: 19
    18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

    "sepakat" = satu hati.
    "dua orang" = suami dan istri.

    Tingkatan persekutuan yang pertama: persekutuan dalam nikah ("dua orang menjadi satu"). Jadi, suami dan istri harus satu hati.

    Suami dan istri ini berbeda (dua pribadi yang kontras), rambutnya, seleranya, semuanya berbeda, belum lagi kedalaman hati dan perasaannya berbeda semua. Bagaimana dua orang yang berbeda bisa menjadi satu hati? Kalau masing-masing pribadi (suami dan istri) diisi dengan satu pengajaran yang benar. Jangan beda dalam pengajaran!

    Dalam tabernakel ada alat bernama meja roti sajian (persekutuan).
    Meja menunjuk hati manusia.
    Diatas meja diletakkan 12 roti, tidak sembarangan (Imamat 24) dan diatur menjadi 2 susun, masing-masing susun ada 6 buah roti (6-6).

    Jika digabungkan menjadi angka 66, ini menunjuk Alkitab (firman pengajaran yang benar).
    Firman pengajaran yang benar yaitu tertulis di Alkitab, diwahyukan/diilhamkan oleh Tuhan, dibukakan rahasianya (ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab).

    Jika angka 66 dipisahkan satu-satu, akan menjadi 6 roti-6 roti.
    Artinya: angka 6 menunjuk manusia daging (hari ke 6 Tuhan menciptakan manusia), tetapi yang kelihatan adalah roti.


    • 6 roti pertama adalah manusia daging (suami) yang sudah diisi dengan satu firman pengajaran yang benar (tidak kelihatan lagi dagingnya) = sudah mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar, sehingga seluruh hidupnya sesuai dengan firman pengajaran yang benar (perbuatannya, perkataannya, pikiran dan isi hatinya sesuai dengan firman).


    • 6 roti kedua adalah manusia daging (istri) yang sudah diisi dengan satu firman pengajaran yang benar = sudah mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar, sehingga seluruh hidup sampai tabiatnya sesuai dengan firman pengajaran yang benar.


    Jika ini tercapai (suami dan istri menunjukkan Firman dalam seluruh hidupnya= sudah diisi dengan satu Firman pengajaran benar), PASTI menjadi satu hati (satu kesatuan).
    Diatas roti sajian ada cawan yang ada dupa yang dibakar. Artinya: jika suami istri sudah sepakat/satu hati, maka akan menaikkan asap dupa harum dihadapan Tuhan (menjadi rumah doa), sehingga Tuhan selalu memberkati dan membahagiakan nikah kita ("mintalah apa yang kamu butuhkan").

    Jadi, harus dimulai dari persekutuan yang paling kecil dahulu. Bagaimana kita mau bersekutu di gereja atau dengan Israel, jika dalam rumah tangga saja tidak menjadi satu! Jadi, suami istri harus menjadi satu kesatuan.

    Kebahagiaan dalam rumah tangga tidak ditentukan jika ada uang! Jika meja diisi dengan uang (penukar uang), justru ditunggang balikkan oleh Tuhan (seperti meja-meja di Bait Allah yang diisi uang, dijungkir balikkan oleh Tuhan). Artinya, uang tidak bisa menjamin kebahagiaan rumah tangga.
    Jika meja diisi roti (firman pengajaran yang benar), barulah ada kebahagiaan.


  2. Jika nikah sudah menjadi satu, maka harus ditingkatkan untuk masuk persekutuan yang lebih besar lagi. Tingkatan persekutuan yang kedua: persekutuan dalam penggembalaan dan antar penggembalaan.

    Dimanakah kita harus tergembala? seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar. Kita harus tergembala pada satu firman pengajaran yang benar (pribadi Yesus).

    Jika kita tergembala pada pengajaran yang benar seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar, cepat atau lambat pasti berbuah manis. Jangan ragu-ragu, sebab Tuhan tidak pernah menipu kita! Kalau kita tergembala dengan benar (pada pribadi Yesus), Dia yang mengupayakan semuanya. Carang ini cuma menghisap saja, yang bekerja mencari makanan adalah akar dari pokok sampai satu waktu akan muncul bunga, bakal buah dan pasti berbuah manis.

    Jika kita tergembalanya salah (bukan melihat pengajarannya/pribadi Yesus, tetapi melihat gedungnya, orangnya dan lain-lain), tidak mungkin bisa berbuah manis.
    Sesudah kita tergembala dengan baik, kita harus ingat masih ada kandang-kadang yang lain, sebab itu perlu persekutuan antar penggembalaan.

    Yohanes 10: 16
    10:16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

    "domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini" = kandang/penggembalaan yang lain.
    "mereka akan mendengarkan suara-Ku" = satu firman.
    "mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala" = satu tubuh dengan satu kepala.

    Jika carang melekat pada ajaran yang palsu (salah memilih pokok), jangankan berbuah, hidup pun tidak bisa dan menjadi carang kering (tidak ada makanannya) yang akan dibakar.

    Setelah kita tergembala dengan benar dan baik, kita harus masuk persekutuan antar penggembalaan (ada waktunya kita dituntun ke luar) yang berdasarkan pada satu firman pengajaran yang benar, seperti carang-carang (lebih dari satu carang) melekat pada pokok anggur yang benar, sehingga bisa berbuah lebih lebat dan lebih manis lagi.

    Kesaksian:
    "Seperti tadi kesaksian, didalam penggembalaan kita sudah diberkati, tetapi didalam persekutuan antar penggembalaan akan lebih lagi diberkati. Saya merasa juga, didalam penggembalaan saya sudah diberkati, tetapi kalau saya bisa melayani antar penggembalaan, ini lebih lagi diberkati (berbuah lebih lebat dan lebih manis lagi)."

    Jika domba-domba tidak dibawa pada persekutuan antar penggembalaan, maka domba-domba bisa dimakan oleh gembala yang egois. Ini bahaya! Gembala yang makan domba, ini lebih dari binatang buas (binatang buas tidak makan bulu dan tulang domba, tetapi gembala 'makan' bulu domba untuk dibuat jas dan tulangnya juga dimakan).
    Kalau domba dan gembala sama-sama egois (tidak mau masuk persekutuan antar penggembalaan), dua-duanya akan habis.

    Contoh persekutuan antar penggembalaan adalah gembala dengan gembala, antar hamba Tuhan. Kalau hamba Tuhan sudah bisa bersekutu, nanti tua-tuanya diajak. Tua-tua bisa bersekutu, sidang jemaat diajak semuanya. Semuanya bisa bersekutu dan ini luar biasa, nanti akan terjadi penyembahan yang lebih besar lagi dan mujizat Tuhan juga akan terjadi.

    Keluaran 4: 27-31
    4:27 Berfirmanlah TUHAN kepada Harun: "Pergilah ke padang gurun menjumpai Musa." Ia pergi dan bertemu dengan dia di gunung Allah, lalu menciumnya.
    4:28 Kemudian Musa memberitahukan kepada Harun segala firman TUHAN yang disuruhkan-Nya kepadanya untuk disampaikan dan segala tanda mujizat yang diperintahkan-Nya kepadanya untuk dibuat.
    4:29 Lalu pergilah Musa beserta Harun dan mereka
    mengumpulkan semua tua-tua Israel.
    4:30 Harun mengucapkan segala firman yang telah diucapkan TUHAN kepada Musa,
    serta membuat di depan bangsa itu tanda-tanda mujizat itu.
    4:31 Lalu percayalah bangsa itu, dan ketika mereka mendengar, bahwa TUHAN telah mengindahkan orang Israel dan telah melihat kesengsaraan mereka,
    maka berlututlah mereka dan sujud menyembah.

    Ayat 27 = Musa dan Harun bertemu = dua hamba Tuhan bertemu.
    Ayat 29 = tua-tua ikut juga (tadi hamba Tuhannya saja).
    Ayat 30 = bangsa Israel ikut (sidang jemaat ikut semuanya).
    Ayat 31 = "maka berlututlah mereka dan sujud menyembah" = terjadi penyembahan yang lebih besar.

    Jadi contoh persekutuan antar penggembalaan adalah Musa bertemu dengan Harun di padang gurun. Musa mendapatkan firman dari Tuhan dan Harun juga mendapatkan firman yang sama dari Tuhan, sehingga tidak sulit untuk bertemu (tidak dipaksa). Jadi pertemuan Musa dan Harun ini berdasarkan firman Tuhan (oleh dorongan firman pengajaran yang benar).

    Kesaksian:
    "Saya ke Kandis, nanti saya ke Medan, ini bukan karena apa-apa, tetapi karena firman pengajaran yang benar (bukan karena uang dan lain-lain). Kalau karena uang, celaka! Saya juga bayar sendiri. Hamba Tuhan yang dapat firman juga dari Tuhan, tidak sulit untuk bertemu. Jika satu firman, tidak sulit bertemu.
    Dulu saya ingat waktu saya masih di Malang, belum buka disini, saat Bpk Pdt Pong Dongalemba masih hidup, hampir setiap Jumat kami bersama-sama dengan jemaat satu-dua mobil datang. Kalau Pdt Pong Dongalemba punya firman, saya juga punya firman yang sama, tidak sulit untuk bersekutu. Kalau di Westin, seluruh paduan suara dan jemaat datang kalau ada kebaktian Paskah persekutuan.
    "

    Jika sulit bertemu, kita harus hati-hati, sebab ada yang benar dan tidak benar. Kalau sama-sama benar, tidak sulit bertemu. Jika ada yang benar dan tidak benar, tidak akan pernah bertemu (biarpun satu tempat tidur tidak akan pernah bertemu, bahkan nanti satu diangkat dan yang satunya lagi ketinggalan).

    Pertemuan Musa dan Harun ini berdasarkan firman Tuhan (oleh dorongan firman pengajaran yang benar) artinya persekutuan antar hamba Tuhan/antar penggembalaan juga harus didorong oleh firman pengajaran yang benar, sehingga persekutuan itu menjadi wajar (tidak dipaksa, tidak memaksa dan tidak terpaksa). Demikian juga suami istri, jika pria dan wanita sama-sama dalam pengajaran yang benar bertemu untuk masuk dalam nikah, maka tidak akan dipaksa, tidak terpaksa, dan tidak saling memaksa (wajar).

    "Saya di organisasi juga memiliki jabatan sebagai sekrretaris II. Tidak mau saya mengancam "awas kalau tidak datang ke Kandis, nanti kalau minta surat akan dipersulit". Bpk Pdt Pong Dongalemba sudah pesan kepada saya agar tidak seperti itu. Kalau berdasarkan pengajaran yang benar akan berlangsung dengan wajar. Yang butuh silahkan datang. Yang tidak butuh, tidak datang, tidak ada masalah. Tidak perlu juga kita saling menghakimi, yang wajar saja."

    Musa dan Harun ini bertemu di padang gurun yang jauh dari Mesir artinya persekutuan antar penggembaalaan/antar hamba Tuhan/antar sidang jemaat tidak dipengaruhi oleh keduniawian (menampilkan uang, artis, figur seseorang, karena sungkan dan lain-lain), tetapi menampilkan firman pengajaran yang benar sebagai pribadi Yesus.

    Jika yang ditampilkan pribadi Yesus (pengajaran yang benar) dalam persekutuan antar penggembalaan, maka cepat atau lambat akan diikuti oleh tua-tua dan seluruh sidang jemaat, sehingga mendorong pada penyembahan benar yang lebih besar (mezbah dupa yang lebih besar, rumah doa yang lebih besar lagi) dan terjadi mujizat-mujizat.

    Mujizat yang terjadi, terutama adalah mujizat yang terbesar = keubahan hidup/pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Keubahan yang terutama adalah hati. Hati diubahkan menjadi rendah hati dan lemah lembut seperti Yesus.

    Matius 11: 28-30
    11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
    11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku,
    karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
    11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."


    Mengapa hamba Tuhan/pelayan Tuhan banyak yang letih lesu dan berbeban berat? sebab mempertahankan dosa dan kedagingan.

    Kesaksian:
    "Saya sudah pernah mengalami, diijinkan Tuhan tidak makan dan tidak minum, pertama memang berat, tetapi setelah menyerah "terserah Tuhan saja", akhirnya menjadi ringan, tidak ada pikiran-pikiran lagi."

    Jika mempertahankan dosa dan sifat tabiat daging, sekalipun kaya, miskin dan lain-lain, akan tetap letih lesu dan berbeban berat. Biarlah kita belajar kepada Yesus di kayu salib yaitu menjadi rendah hati dan lemah lembut.

    Rendah hati adalah kemampuan untuk mengaku dosa kepada Tuhan (vertikal) dan kepada sesama (horizontal), membentuk kayu salib. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
    Lemah lembut adalah kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya (tidak diungkit-ungkit lagi).

    Kalau dosa sudah diselesaikan (dosa sendiri sudah diakui dan dosa orang lain sudah selesai) oleh darah Yesus, maka kita akan mengalami ketenangan, kelegaan, damai sejahtera, sehingga semuanya menjadi enak dan ringan. INILAH KUNCINYA. Terutama mulai di dalam nikah menjadi enak dan ringan. Kita di dalam nikah harus bisa saling mengaku dan mengampuni supaya menjadi enak dan ringan.
    Kalau ada yang berbuat salah kepada kita, tetapi kita marah dan tidak mau mengampuni, kita rugi sendiri (orang lain yang berbuat dosa, tetapi kita yang menanggung).

    Jika sudah enak dan ringan di dalam nikah, kita tidak akan tinggalkan nikah. Jika sudah enak dan ringan di dalam pelayanan, kita tidak akan tinggalkan pelayanan.


  3. Wahyu 19: 6-7
    19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.


    Ayat 6 = dari empat penjuru bumi, bangsa Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

    Tingkatan persekutuan yang ketiga: persekutuan tubuh Kristus yang sempurna = persekutuan mempelai wanita surga yang sempurna.

    Kepala = suami = Yesus = Mempelai Pria.
    Tubuh = istri = mempelai wanita.

    Jika Yesus datang kembali kedua kali, kita akan disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Dia, menjadi mempelai wanita yang sempurna yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, dengan satu suara sorak sorai yang memuliakan Dia yaitu dengan kata "Haleluya" (tadi ditekankan satu pengajaran/satu kepala).

    Empat penjuru bumi ini jika berkata "Haleluya" akan sama semuanya (seluruh negara sama), tetapi kalau kata lain bisa berbeda-beda. Dulu manusia diciptakan oleh Tuhan dengan satu logat, tetapi karena manusia mendirikan menara babel (manusia sombong, mau bersatu dengan kekuatan sendiri), akhirnya dicerai beraikan dan menjadi bermacam-macam bahasa.

    Dengan satu firman pengajaran yang benar (satu kepala), akan mencapai satu tubuh dan kita akan dikembalikan pada satu suara yang besar yaitu "Haleluya".


    • mulai dari nikah: satu pengajaran, satu hati dan menjadi rumah doa.
    • dalam penggembalaan: rumah doa menjadi lebih besar lagi.
    • sampai nanti di awan-awan akan menjadi rumah doa yang terbesar yaitu satu suara "Haleluya" untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Kita berbicara tentang persekutuan (pembangunan tubuh Kristus), tetapi sayang, justru menjelang kedatangan Tuhan Yesus kedua kali, keadaan gereja Tuhan di akhir zaman seperti perempuan yang pendarahan 12 tahun.

Markus 5: 25-29
5:25 Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
5:26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
5:27 Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
5:28 Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
5:29 Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

Angka 12 tadi menunjuk persekutuan (12 roti), tetapi disini ada pendarahan. Ini berarti tidak ada persekutuan.


Pendarahan artinya ada perpecahan (pembuluh darah pecah), nikah pecah, penggembalaan pecah, antar penggembalan pecah, tidak ada lagi kesatuan. Bagi manusia rasanya mustahil untuk terwujud satu tubuh Kristus yang sempurna, tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Mungkin di dalam nikah rumah tangga kita terjadi perpecahan dan terasa mustahil, tetapi bagi Tuhan ini tidak ada yang mustahil!
Yesus berdoa cuma satu kali saja untuk Lazarus yang sudah mati dan jadi bangkai 4 hari ("Lazarus keluarlah"). Dalam Yohanes 17, Yesus berdoa untuk kesatuan tubuh Kristus sebanyak empat kali ("satukanlah mereka"). Jadi memang ada kesulitan, tetapi juga harus ada kesungguhan (Yesus sampai empat kali berdoa). Persekutuan/pembangunan tubuh Kristus itu lebih sulit dari membangkitkan orang mati, sebab itu perlu kesungguhan (berdoa dengan sungguh-sungguh). Jika kita sudah sungguh-sungguh, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Perpecahan berarti tidak satu tubuh. Suami dan istri tidak satu tubuh, tetapi masing-masing, sampai nanti satu diangkat, satunya lagi ketinggalan. Mengapa terjadi perpecahan (tidak satu tubuh)? sebab tidak satu kepala (tidak satu pengajaran yang benar). Mungkin Alkitabnya sama, tetapi banyak yang ditambah dan dikurangi, ayat-ayat diputar balikkan. Misalnya: Alkitab bilang tidak boleh mencuri, nanti kalau dalam keadaan yang lain boleh dipertimbangkan, sehingga tidak termasuk mencuri. Ini sudah beda. Jika tidak satu tubuh = tidak satu kepala = tidak satu pengajaran yang benar.

Alkitab ini banyak kali ditafsirkan, tidak dibukakan rahasianya, akhirnya berbeda-beda. Yang seringkali terjadi adalah ragi Farisi (pengajaran kawin cerai). Misalnya: masih muda boleh kawin cerai, padahal Alkitab bilang tidak boleh (Bpk Pdt Totaijs terakhir-terakhir mengungkap soal ini dan saya catat).

Kita harus berdoa, mulai dari rumah tangga, penggembalaan dan antar penggembalaan supaya dalam satu pengajaran (harus satu kepala, jangan banyak kepala). Tadi "ada domba-domba dari kandang yang lain, harus Ku tuntun, supaya kamu menjadi satu kawanan dengan satu gembala" = satu tubuh dengan satu kepala.

Alkitab jangan ditambah dan dikurangi, sebab itulah kehancuran Hawa, bahkan sampai di akhir zaman. Kehancuran Salomo, karena mendengar yang benar dari Tuhan dan juga mendengar yang lainnya, akhirnya ikut yang lain. Kalau bukan pengajaran yang benar, alasan apapun, jangan diterima. Pertahankan satu pengajaran yang benar, supaya tidak hancur!


Keadaan gereja Tuhan (tubuh) tanpa kepala adalah seperti perempuan yang pendarahan 12 tahun artinya dalam kenajisan, kebusukan yaitu

  • dosa makan minum: merokok, mabuk, narkoba.
  • dosa kawin mengawinkan: dosa seks dengan berbagai ragamnya, nikah yang salah. Ini yang menghantam hamba Tuhan dan pelayan Tuhan, sebab setan mau menghancurkan dan memecah belah nikah kita.

    Kesaksian:
    "Ada kesaksian seorang wanita di Makau (China). Dia menemukan website kita di internet, dia bersaksi sudah hancur dan lain-lain, tetapi setelah mendengarkan firman, setelah membaca (di internet ada juga yang dibaca), saya diubahkan. Saya juga takut dan doakan saya."


  • letih lesu dan beban berat = dalam penderitaan (12 tahun pendarahan ini terkena kanker), air mata, ketidak berdayaan, tidak ada damai sejahtera.


  • menghadapi sesuatu yang lebih memburuk dan mustahil. Perempuan yang pendarahan 12 tahun ini sudah banyak usaha yang dilakukan dengan pergi ke tabib, tetapi semakin memburuk.

Mungkin banyak usaha secara jasmani
yang sudah dilakukan oleh gereja Tuhan (inilah letak kesalahannya), tetapi tidak bisa menolong, bahkan keadaannya semakin memburuk dan habis-habisan. Misalnya: menghadapi kenajisan dengan penataran, mendatangkan pakar-pakar, dengan ilmu pengetahuan => ini tidak bisa menolong.

Usaha terakhir yang ditunggu oleh Tuhan adalah menjamah ujung jubahnya Tuhan. Apa yang busuk dan hancur dalam bidang rohani dan jasmani (ekonomi, penyakit dan lain-lain), mungkin banyak usaha-usaha yang sudah kita lakukan, tetapi satu yang ditunggu oleh Tuhan adalah menjamah ujung jubah Tuhan.

Wahyu 19: 13, 16, 6-7
19:13. Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."
19:16. Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "
Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."
19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari
perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Ayat 13 = jubah adalah firman Allah.
Ayat 16 = "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan"= Mempelai Pria Surga.

Kesimpulannya: jubah yang ditulisi nama Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga adalah firman mempelai/firman pengajaran yang benar/kabar mempelai.

Mungkin sudah terjadi porak poranda, perpecahan, kebusukan, kehancuran, kemustahilan, air mata, penderitaan, satu yang ditunggu oleh Tuhan adalah kembali kepada kabar mempelai/firman pengajaran yang benar (memegang ujung jubah Tuhan).

Kesaksian:
"Saya sudah sering bersaksi, ketika Bpk Pdt Pong Dongalemba meninggal, saya dihantam untuk saya memegang ujung jubah Tuhan (memegang pengajaran). Say dihantam dari luar, tetapi saya masih tahan. Saat dihantam dari dalam, saya mulai tidak tahan "gereja di Malang pasti hancur", telepon itu sudah seringkali. Saya bertahan memegang ujung jubah, Tuhan lah yang menolong. Gereja di Malang tidak hancur, malah ditambah di Surabaya. Ini bukan sombong (minta ampun kalau sombong), tetapi inilah kenyataannya.
Sampai salah satu adik kandung saya juga menentang. Kalau ada kebaktian, pulang setengah sepuluh pagi, dia baru muncul di gereja jam setengah sepuluh, biar jemaat lihat "saya adiknya saja, tidak datang", tetapi saya tidak apa-apa, saya diam saja, saya tetap berpegang dan tidak mau ikut-ikut yang lain. Keluarga itu merupakan pukulan bagi saya, tetapi saya diam saja, yang penting Tuhan tahu kita berpegang pada ujung jubah Tuhan,
"

Memegang ujung jubah Tuhan artinya

  • merendahkan diri (ujung jubah itu di bawah) untuk berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran.
  • menyembah Yesus (menempatkan Yesus sebagai kepala), hanya percaya dan berharap Yesus satu-satunya (tidak berharap yang lain) sampai Tuhan berbelas kasih kepada kita.

Dulu, perempuan yang pendarahan ini berharap tabib, tetapi kita jangan berharap kepada yang lain. Kita berobat ke dokter, makan obat, boleh saja, tetapi itu semuanya hanya sarana saja dan pengharapan kita hanya pada Tuhan saja. Yang menentukan semuanya adalah Tuhan!

Jangan lepaskan ujung jubah Tuhan sampai Dia berbelas kasihan kepada kita, sehingga Tuhan ulurkan tangan kepada kita dan terjadi mujizat:

  • mujizat secara rohani: penyucian dan keubahan hidup (pendarahan berhenti), kita menjadi jujur dan percaya kepada Tuhan ("Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh").

    Kita jangan ragu dan bimbang sedikit pun, tetapi harus jujur untuk mengakui semuanya (kita akui segala kesalahan kita) dan percaya kepada Tuhan. Kalau masih bimbang, tidak akan terjadi pertolongan.


  • mujizat secara jasmani:


    • penyakit menjadi sembuh.
    • yang mustahil menjadi tidak mustahil.

Jika kita terus memegang ujung jubah Tuhan, maka mujizat rohani dan jasmani akan terus terjadi, sehingga sepanjang jalan hidup kita merupakan langkah-langkah mujizat.

Jangan melepaskan pengajaran yang benar sedikitpun, biar mau diapakan saja, jangan dilepaskan (ini adalah usaha kita), seperti perempuan12 tahun pendarahan yang berusaha menjamah ujung jubah Tuhan sekalipun berdesakan dengan banyak orang.

Sampai jika Yesus datang ke dua kali, terjadi mujizat yang terakhir yaitu kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia, kita menjadi mempelai wanita yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai dengan sorak sorai "Haleluya".

Mungkin nikah, ekonomi, kesehatan kita hancur, sudah bertambah buruk, tidak apa-apa, sebab saudara dan saya sudah mendengarkan firman. Kita tinggal kembali untuk memegang ujung jubah Tuhan/kembali kepada pengajaran dan penyembahan yang benar sampai Dia berbelas kasihan kepada kita dan mujizat akan terjadi.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top