Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 16: 1-21= ketujuh malapetaka; tujuh hukuman Allah yang terakhir; cawan dicurahkan kepada orang-orang yang menolak kasih Allah.
Tujuh meterai untuk orang-orang yang menolak urapan Roh Kudus.
Tujuh sangkakala untuk orang-orang yang menolak firman pengajaran yang keras.

Wahyu 16: 1
16:1. Dan aku mendengar suara yang nyaring dari dalam Bait Suci berkata kepada ketujuh malaikat itu: "Pergilah dan tumpahkanlah ketujuh cawan murka Allah itu ke atas bumi."
16:2. Maka pergilah
malaikat yang pertamadan ia menumpahkan cawannya ke atas bumi; maka timbullah bisulyang jahat dan yang berbahaya pada semua orang yang memakai tanda dari binatang itu dan yang menyembah patungnya.

Ayat 1= perintahuntuk menumpahkan tujuh cawan murka Allah di atas bumi.
Ayat 2= pencurahan CAWAN PERTAMApada manusia yang memakai tanda dari binatang buas, yaitu

  1. Efesus 2: 1-2
    2:1. Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
    2:2. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu
    mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

    Penguasa kerajaan angkasa adalah naga merah padam di udara--Setan.

    Yang pertama: tanda durhaka; sama dengan melawan Tuhan sehingga hanya berbuat dosa dan puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin mengawinkan (percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan).

  2. Wahyu 13: 5-6
    13:5. Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.
    13:6. Lalu ia membuka mulutnya untuk
    menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.

    Ini adalah binatang buas dari dalam laut, yaitu Antikris.
    'empat puluh dua bulan lamanya' = tiga setengah tahun.

    Yang kedua: tanda penghujatan; sama dengan menghujat nama Yesus yang seharusnya disembah, sehingga hanya menyembah Antikris--tidak mau menyembah Yesus.

  3. Wahyu 13: 13-15
    13:13. Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.
    13:14. Ia
    menyesatkan merekayang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.
    13:15. Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.

    Ini adalah binatang buas di darat, yaitu nabi palsu.

    Ayat 13 = yang dicari hanya tanda jasmani--semua yang di Alkitab hanya dinilai secara jasmani.

    Yang ketiga: tanda penyesatan--melawan firman pengajaran yang benar--, sehingga beralih pada ajaran-ajaran palsu karena mengejar tanda jasmani--kemakmuran, hiburan; mencari mujizat jasmani--tetapi tanpa penyucian.
    Ini juga mengarahkan pada penyembahan Antikris--kalau penyembahannya palsu berarti pengajarannya juga palsu.

Inilah pencurahan cawan pertama; malapetaka pertama kepada manusia daging yang memakai tanda dari binatang buas-- daging yang dikuasai pendurhakaan, penghujatan, dan penyesatan.

Dalam Perjanjian Lama ini sama seperti yang dilakukan oleh AMALEK.
Ulangan 25: 17-19
25:17. "Ingatlah apa yang dilakukan orang Amalekkepadamu pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir;
25:18. bahwa engkau didatangi mereka di jalan dan
semua orang lemah pada barisan belakangmu dihantam mereka, sedang engkau lelah dan lesu. Mereka tidak takut akan Allah.
25:19. Maka apabila TUHAN, Allahmu, sudah mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada segala musuhmu di sekeliling, di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dimiliki sebagai milik pusaka, maka haruslah engkau menghapuskan ingatan kepada Amalek dari kolong langit. Janganlah lupa!"

Ayat 17 = orang Israel keluar dari Mesir menuju ke Kanaan, tetapi dikejar oleh orang Amalek.
'semua orang lemah pada barisan belakangmu' =wanita termasuk wanita hamil dan anak kecil.

Daging dengan tanda pendurhakaan, penghujatan, dan penyesatan sama dengan bangsa Amalek yang menyerang wanita, wanita hamil, dan anak-anak; sama dengan manusia daging yang TIDAK ADA RASA TAKUT AKAN TUHAN; tidak hormat pada Tuhan.

Lukas 8: 18
8:18. Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."

'perhatikanlah cara kamu mendengar' = perhatikan apa yang didengar.

Tuhan memperhatikan perasaan kita sedalam-dalamnya--sampai kedalaman hati bahkan ginjal--, apakah kita takut akan Tuhan atau tidak, terutama mulai dari saat-saat pemberitaan firman Tuhan.

Kalau ada rasa takut akan Tuhan; ada rasa hormat kepada Tuhan, maka:

  • Kita hanya akan mendengar firman pengajaran yang benar; firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab--tertulis dalam alkitab.

    "Dalam tempat ibadah kita juga harus diperiksa. Doakan gembala supaya benar-benar mengajar berdasarkan alkitab. Kalau ada satu saja yang tidak sama--soal penyembahan, nikah, wanita boleh mengajar laki-laki--, ini berarti relnya sudah jauh. Selisih sedikit saja lama-lama tidak akan bisa bertemu.
    Rasa takut akan Tuhan, mulai dari apa yang kita dengar.
    "

  • Kita akan mendengar firman pengajaran yang benar dengan sungguh-sungguh dan dengan suatu kebutuhan---tidak mengantuk, tidak malas--, sehingga kita mengerti dan percaya--menjadi iman di dalam hati. Saat itu, iman kita akan bertambah-tambah menjadi iman yang sempurna; tidak bisa hancur, tidak bisa rusak oleh apapun juga ('siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi')--buli-buli emas berisi manna.
    Kita juga mengalami pertumbuhan rohani, mulai dari keselamatan sampai pada kesempurnaan.

Kalau mendengar firman yang tidak benar, semuanya akan gagal. Permulaannya yaitu perhatikan cara mendengar, kemudian apa yang didengar. Kalau ini sudah bisa; kita berada di rel kehendak Tuhan, kita tidak akan anjlok. Jika di luar kehendak Tuhan sedikit saja, akan anjlok; hancur--semakin hebat keretanya akan semakin hebat kehancurannya.

"Saya memperhatikan firman Tuhan; saya perhatikan pendahulu-pendahulu. Mereka secara duniawi bukan orang hebat, tetapi bisa hebat di dalam Tuhan. Ini karena hidup dalam kehendak Tuhan. Lurus saja! Ikuti rel kehendak Tuhan."

Kalau tidak punya rasa takut akan Tuhantetapi dikuasai pendurhakaan, penghujatan, dan penyesatan, akan jadi sama dengan orang Amalek, ia tidak akan mau bahkan tidak bisa mendengar firman pengajaran yang benar, malah kalau firmannya salah ia senang.

Akibatnya: imannya diambil oleh Tuhan, sehingga rohaninya tidak bertumbuh, bahkan menjadi sandungan--penghalang--terbesar dari pertumbuhan rohani. Dagingnya juga akan menjadi sasaran dari pendurhakaan, penghujatan, dan penyesatan. Ini adalah daging yang sangat lemah. Ia dikuasai oleh binatang buas sampai sama dengan binatang buas, yang akan dihukum dengan bisul--malapetaka pertama--sampai kebinasaan selamanya; kehilangan keselamatan.

Dalam alkitab kita membaca 'roh penurut, daging lemah,' Apa itu daging yang lemah? Daging yang tidak diisi dengan perkara rohani, sehingga menjadi sasaran dari pendurhakaan--setan--, penghujatan--antikris--, dan penyesatan--nabi palsu. Daging yang sangat lemah, contohnya sedikit saja bisa bicara dusta, sedikit saja bisa berzinah--dikuasai oleh setan tritunggal.

Jalan keluarnya: berjaga dan berdoa.
Markus 14: 38
14:38. Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah."

Doa penyembahan adalah proses perobekan daging sepenuhnya. Justru dalam keadaan daging lemah--mengantuk, berbuat dosa, kecewa, putus asa dan sebagainya--, kita harus memaksa daging untuk tetap menyembah Tuhan, sehingga Roh Kudus membawa kita dalam kemenangan.
Saat mengantuk, berdoa, Roh Kudus membuat kita tidak tertidur. Saat kecewa, putus asa, paksa daging menyembah Tuhan, Roh Kudus akan memberikan kemenangan.

Contoh: Musa saat berhadapan dengan Amalek.
Keluaran 17: 8, 11
17:8. Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim.
17:11. Dan terjadilah, apabila
Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.

Perikop: kemenangan orang Israel melawan orang Amalek.

Menghadapi Amalek, bukan bergantung pada kuat tidaknya musuh, tetapi mengangkat tangan atau tidak.
Saat Musa mengangkat tangan--menyembah--, Israel menang atas daging yang dikuasai tiga binatang buas--pendurhakaan, penghujatan, dan penyesatan.
Kalau Musa menurunkan tangan--tidak menyembah--, Israel kalah.
Harus berjaga dan berdoa. Karena itu daging harus dipaksa untuk menyembah Tuhan! Tidak akan bisa kalau daging tidak dipaksa menyembah.

Kemenangan orang Israel atas Amalek dengan dua cara:

  1. Keluaran 17: 8-12
    17:8. Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim.
    17:9. Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku."
    17:10. Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit.
    17:11. Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.
    17:12. Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam.

    Yang pertama: Musa, Harun, dan Hur naik ke atas gunung--gambaran dari penolong yang di sorga; Yesus mati di kayu salib, bangkit dan naik ke sorga--, yaitu Yesus sebagai Imam Besar, Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa, sedang menaikkan doa syafaat bagi kita semua. Ia berdoa supaya kita tidak jatuh, tidak kalah--Dia berdoa terus, mata-Nya tidak pernah berkedip.

    Ini sama dengan Tuhan sebagai Pembela kita.
    Roma 8: 33-34
    8:33. Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?
    8:34. Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah
    menjadi Pembela bagi kita?

    'Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka?' = Dia menaikkan doa syafaat untuk mempertahankan kebenaran--- supaya kita tidak jatuh, tidak kalah, tetapi tetap dalam kebenaran.

    Tuhan menaikkan doa syafaat supaya kita tidak dihukum--tidak binasa. Sampai detik ini Dia tetap berdoa. Saat mendengarkan firman, jangan jatuh. Kalau mengantuk bisa jatuh.

    Keluaran 17: 11
    17:11. Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.

    Kita menang adalah hasil dari doa Yesus sebagai Imam Besar, bukan usaha kita.

    Karena itu kalau kita menang saat menghadapi pencobaan, jangan sombong, tetapi mengucap syukur pada Tuhan.

  2. Keluaran 17: 9-10, 13
    17:9. Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku."
    17:10. Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit.
    17:13. Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya
    dengan mata pedang.

    Yang kedua: Yosua dengan mata pedang firman pengajaran yang benar berperang langsung melawan Amalek--daging yang tidak takut akan Tuhan; dikuasai pendurhakaan, penghujatan, dan penyesatan--, sehingga bangsa Israel menjadi takut akan Tuhan--membenci dosa.
    Ini artinya terlepas dari tiga binatang buas dan terlepas dari hukuman bisul--bisul terletak pada daging.

Bangsa Amalek hidup di luar negeri Kanaan, artinya daging yang MENGHALANGI KITA UNTUK MASUK KANAAN--KEGERAKAN ROH KUDUS HUJAN AKHIR--; sama dengan tidak takut akan Tuhan.
Karena itu kita harus takut akan Tuhan, yaitu membenci dosa-dosa. Kita akan dipakai Tuhan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, tidak terhalang oleh apapun.
Perjalanan Musa melalui dua tahap yaitu dari Mesir ke Gunung Sinai dan dari Gunung Sinai sampai tapal batas Kanaan--di tepi Sungai Yordan. Setelah itu dilanjutkan Yosua, menyeberangi Sungai Yordan sampai masuk Kanaan. Ini adalah tahap terakhir; kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

Tidak takut akan Tuhan harus dilawan dengan takut akan Tuhan--bukan dilawan dengan kehebatan, kekayaan--, artinya kita membenci dosa sampai membenci dusta. Jangan sembunyi-sembunyi, tetapi buka terang-terangan; kalau ada salah kita mengaku salah, kalau benar mengaku benar.

Tadi Amalek menghantam bagian yang lemah--tidak takut akan Tuhan. Harus dilawan dengan takut akan Tuhan, dan kita akan dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Kita menang dengan pedang firman dan urapan Roh Kudus. Ada Tuhan yang berdoa di atas, di bawah ada pedang firman dan urapan Roh Kudus. Kita akan menang atas daging yang tidak takut akan Tuhan, sehingga kita takut akan Tuhan. Kalau berbuat dosa, kita mengaku, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Membenci dosa adalah kelepasan, tidak bisa diganggu gugat lagi. Kita harus bertekad, supaya bisa dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

Di tanah Kanaan ada satu bangsa lain yang juga mengganggu dengan cara halus, yaitu BANGSA GIBEON.
Yosua 9: 3-5
9:3. Tetapi ketika terdengar kepada penduduk negeri Gibeon apa yang dilakukan Yosua terhadap Yerikho dan Ai,
9:4. maka
merekapun bertindak dengan memakai akal: mereka pergi menyediakan bekal, mengambil karung yang buruk-buruk untuk dimuatkan ke atas keledai mereka dan kirbat anggur yang buruk-buruk, yang robek dan dijahit kembali,
9:5. dan kasut yang buruk-buruk dan ditambal untuk dikenakan pada kaki mereka dan pakaian yang buruk-buruk untuk dikenakan oleh mereka, sedang segala roti bekal mereka telah kering, tinggal remah-remah belaka.

Ayat 3 = Israel sudah menang atas Yerikho dan Ai; sudah masuk ke tanah Kanaan.

Gibeon menggunakan akal kelicikan--cerdik seperti ular tetapi tidak tulus seperti merpati--, sehingga dagingnya dikuasai ROH DUSTA. Tadi daging yang tidak takut akan Tuhan--orang Amalek. Harus takut akan Tuhan dan membenci dosa sampai membenci dusta.

Tuhan berkata: 'cerdik seperti ular, tulus seperti merpati.' Kalau tidak tulus berarti merpatinya sudah dijual; sama dengan tidak ada Roh Kudus. Ini sama dengan licik.

Sekarang kita menghadapi Gibeon. Hati-hati, DI TENGAH-TENGAH KEGERAKAN HUJAN AKHIR, ada daging berdusta. Tidak takut kepada Tuhan pasti berpasangan dengan berdusta.

Daging yang dikuasai roh dusta, artinya

  1. Berkata tidak benar, tidak jujur sampai nanti menyangkal Yesus.
    1 Yohanes 2: 22
    2:22. Siapakah pendustaitu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.
    'Kristus' = Yang diurapi.
    'antikristus' = anti urapan.

    Tadi saat mau masuk Kanaan menghadapi roh tidak takut akan Tuhan. Sekarang di dalam kegerakan menghadapi roh dusta. Hati-hati!
    Menyangkal Yesus= tanpa urapan Roh Kudus= tanpa bintang--gelap karena tidak ada sinar bintang. Nanti Roh Kudus menjadi mahkota dua belas bintang.

    Tadi, siapa yang berdusta berarti belum menjadi manusia baru-- masih yang buruk-buruk; sepatu buruk, pakaian buruk; manusia lama. Kalau masih berdusta, tidak bisa dibaharui. Dosa apa saja: berzinah dan sebagainya, kalau mengaku bisa dibaharui. Jika berdusta; dosa yang kecil, tidak akan bisa dibaharui.

  2. Tidak taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar---melawan.
    1 Yohanes 2: 4
    2:4. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendustadan di dalamnya tidak ada kebenaran.

    Ini sama dengan tanpa penebusan= tanpa bulan. Kalau tidak taat, berarti tetap dalam dosa; tidak ada kelepasan dari dosa. Saat kita taat kepada firman, ada kelepasan dari dosa.

    "Dalam ibadah kaum muda tadi malam, ada orang tangan kanannya mati, diperintahkan mengulurkan tangannya, dan dia mengulurkan tangan kanannya--ada kelepasan."

    Kalau firman dipraktikkan, akan ada penyucian, penebusan, dan kelepasan dari dosa.

  3. Membenci sesama apapun alasannya.
    Kita tidak boleh membenci sesama, tetapi harus mengasihi musuh.
    1 Yohanes 4: 20-21
    4:20. Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
    4:21. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

    Ini sama dengan tanpa kasih= tanpa matahari. Kasih, nanti akan berkembang menjadi selubung matahari.

Jadi, pendusta adalah kehidupan tanpa bintang, bulan, dan matahari.
Akibatnya:

  1. Hidup dalam kegelapan, dan dihantam badai gelombang.
    Kisah Rasul 27: 20
    27:20. Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami.

    'Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan' = bulan juga tidak ada.

    Jika tidak ada matahari, bulan dan bintang, kita akan bagaikan kapal di lautan dunia yang dihantam badai gelombang--pencobaan-pencobaan.

  2. Tidak bisa sempurna; hidup dalam kegelapan yang paling gelap mulai di dunia--zaman Antikris. Harus berjuang melawan antikris, sampai dipancung kepalanya dan dibangkitkan lagi. Kalau menyembah Antikris akan masuk kegelapan paling gelap di neraka untuk selamanya.
    Wahyu 12: 1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulandi bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintangdi atas kepalanya.

    Ini adalah gereja Tuhan yang sempurna--terang dunia. Yesus sebagai terang dunia, gereja Tuhan juga menjadi terang dunia. Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga, gereja Tuhan sebagai mempelai wanita yang sempurna.

Inilah pendusta; berkata tidak benar sampai menyangkal Yesus--tanpa urapan--, membenci sesama--tanpa kasih. Harus mengasihi musuh, hanya berbuat baik kepada orang lain, sampai membalas kejahatan dengan kebaikan. Mulai kita dahulu yang sudah mendengarkan firman. Yang tidak mengerti firman, ditunggu sampai kapanpun tidak akan bisa. Selanjutnya, tidak taat---tanpa pengajaran; tanpa kelepasan. Akibatnya, masuk dalam kegelapan, tidak bisa sempurna; ketinggalan saat Yesus datang kedua kali sampai masuk kegelapan yang paling gelap di neraka.

Yosua 9: 14
9:14. Lalu orang-orang Israel mengambil bekal orang-orang itu, tetapi tidak meminta keputusan TUHAN.

Saat orang Gibeon datang, mereka menunjukkan roti-roti kering. Yosua 9: 5: 'sedang segala roti bekal mereka telah kering' = roti kering artinya firman tanpa urapan; yang lucu-lucu tetapi tanpa urapan.

Daging dengan roh dusta mengganggu pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan--, sehingga tidak sesuai dengan kehendak Tuhan--'tidak meminta keputusan TUHAN'--; tidak sesuai dengan firman pengajaran yang benar, akibatnya menuju kebinasaan.

"Kalau menikah tidak sesuai dengan firman pengajaran yang benar, untuk apa? Mau menyatu atau bercerai? Tidak ada gunanya. Dibenarkan dahulu yang tidak benar.
Kalau sudah pernah menikah dengan orang lain, tidak boleh dinikahkan. Kalau pendetanya mau memberkati, berarti menjerumuskan orang lain dan diri sendiri ke neraka. Keputusan hamba Tuhan itu sampai di akhirat, bukan cuma di dunia. Sebab itu saya sebagai gembala berhati-hati. Harus dibenarkan dahulu; sesuai kehendak Tuhan; sesuai firman pengajaran yang benar, sehingga nanti akan mencapai kesempurnaan. Kalau tidak sesuai kehendak Tuhan, binasa.
"

Setelah mengetahui orang Gibeon berdusta, mereka tidak boleh dibunuh, sebab sudah terlanjur bersumpah.
Berdusta itu mengganggu persekutuan tubuh Kristus. Jangan menutup-menutupi segala sesuatu, tetapi terang-terangan, supaya menjadi terang dunia.

Bagaimana cara Yosua mengatasi Gibeon--pendusta--?Memperhambakan daging yang berdusta.
Yosua 9: 19, 27
9:19. Berkatalah pemimpin-pemimpin itu kepada seluruh umat: "Kami telah bersumpahkepada mereka demi TUHAN, Allah Israel; oleh sebab itu kita tidak dapat mengusik mereka.
9:27. Dan pada waktu itu
Yosua menjadikan mereka tukang belah kayu dan tukang timba airuntuk umat itu dan untuk mezbah TUHAN, sampai sekarang, di tempat yang akan dipilih-Nya.

"Semoga nanti dibukakan untuk ibadah selanjutnya, Saul membunuh orang Gibeon, akhirnya ada kelaparan. Inilah gangguan, kalau dibunuh, bagaimana? Kalau tidak dibunuh bagaimana? Serba sulit menjadi pemimpin karena sudah ada perjanjian antara Israel dan bangsa Gibeon.
Kalau dari awal sudah salah, akan sulit pada akhirnya. Tetapi Yosua dengan urapan Roh Kudus bisa tegas.
"

Yosua memperhambakan daging yang berdusta lewat:

  1. Menjadikan tukang belah kayu untuk mezbah korban bakaran.
    Artinya:

    1. Daging yang berdosa sampai puncaknya dosa harus dibakar, sehingga percaya Yesus dan bertobat--kalau imannya benar, akan ada pertobatan--, sehingga menghasilkan iman dan pertobatan.

    2. Daging harus dibawa untuk membakar roti yang baru, bukan roti kering.
      Artinya: kita bisa menikmati firman pengajaran yang benar, sehingga tanpa sadar rohani kita bertumbuh--mematangkan kerohanian kita.

      Ini sama seperti janda Sarfat yang membakar roti bundar kecil untuk menghadapi kelaparan yang akan datang--zaman antikris, termasuk kehancuran nikah dan buah nikah di akhir zaman. Anak janda Sarfat mati, tetapi bisa dibangkitkan kembali setelah membakar kayu bakar untuk membuat roti bundar kecil.

    3. Daging yang berdusta--seperti ranting-ranting kecil adalah tempat dari ular beludak.
      Kisah Rasul 28: 1-5
      28:1. Setelah kami tiba dengan selamat di pantai, barulah kami tahu, bahwa daratan itu adalah pulau Malta.
      28:2. Penduduk pulau itu sangat ramah terhadap kami. Mereka menyalakan api besar dan mengajak kami semua ke situ karena telah mulai hujan dan hawanya dingin.
      28:3. Ketika Paulus memungut seberkas
      ranting-rantingdan meletakkannya di atas api, keluarlah seekor ular beludakkarena panasnya api itu, lalu menggigit tangannya.
      28:4. Ketika orang-orang itu melihat ular itu terpaut pada tangan Paulus, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Orang ini sudah pasti seorang pembunuh, sebab, meskipun ia telah luput dari laut, ia tidak dibiarkan hidup oleh Dewi Keadilan."
      28:5. Tetapi Paulus mengibaskan ular itu ke dalam api, dan ia sama sekali tidak menderita sesuatu.

      'ia sama sekali tidak menderita sesuatu' = Paulus menulis surat-surat dengan tangannya sendiri untuk semua manusia di dunia.

      Seringkali dusta ini dianggap kecil, padahal ia adalah tempat ular beludak--Setan.
      Ranting kecil; tabiat dusta yang dianggap kecil, harus dibakar, supaya tidak menjadi tempat persembunyian ular beludak.

      Ular beludak menggigit tangan rasul Paulus, supaya ia tidak bisa melayani. Kalau dusta terus, nanti tidak bisa melayani--tidak takut kepada Tuhan, berbuat dosa, akhirnya tidak bisa melayani. Tetapi rasul Paulus mengibaskan ular itu, dan ia tetap menulis kitab-kitab. Artinya: kita tetap dipakai dalam jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.

  2. Menjadikan tukang timba air. Air menunjuk baptisan air dan air hujan firman pengajaran Sesudah dibaptis harus diselamkan dalam firman pengajaran. Penginjilan dahulu, sampai baptisan air dan baptisan Roh Kudus, baru meningkat pada firman pengajaran.

    Efesus 5: 25-27
    5:25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
    5:26. untuk menguduskannya, sesudah Ia
    menyucikannyadengan memandikannya dengan air dan firman,
    5:27.supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

    Menjadikan tukang timba air artinya:

    1. Air menunjuk pada baptisan air yang benar--kolam pembasuhan--yaitu orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan (diselamkan) dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu hidup dalam kebenaran.

      Dikuburkan itu dari ujung rambut sampai telapak kaki, supaya tidak busuk. Kalau orang mati tidak dikuburkan, akan busuk.

    2. Air hujan firman pengajaran (Ulangan 32: 1-2). Kita yang sudah diselamkan dalam baptisan air harus diselamkan dalam firman pengajaran yang benar--diperdalam dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci--, sehingga Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga menyucikan kitamulai dari hati, perbuatan, perkataan, dan seluruh kehidupan kita.

    Inilah tukang timba air, yaitu masuk dalam baptisan sehingga hidup benar, kemudian masuk firman pengajaran sehingga disucikan sampai mencapai kesempurnaan. Kalau sudah hidup suci, maka kita bisa menyembah Tuhan--'berbahagialah orang yang suci hatinya, karena akan melihat Tuhan'.

    Ini seperti Musa, begitu menang, ia mendirikan mezbah.
    Keluaran 17: 15-16
    17:15. Lalu Musa mendirikan sebuah mezbahdan menamainya: "Tuhanlah panji-panjiku!"
    17:16. Ia berkata: "Tangan di atas panji-panji TUHAN! TUHAN berperang melawan Amalek turun-temurun."

    'Tuhanlah panji-panjiku!' = Tuhanlah kemenanganku.
    'TUHAN berperang melawan Amalek turun-temurun' = termasuk Gibeon--pendusta.

    Jika kita hidup suci--dibaptis air dan dibasuh air hujan pengajaran--, maka kita bisa menyembah Tuhan; mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia mengulurkan tangan kasih-Nya kepada kita. Ini yang kita butuhkan. Tangan kasih Tuhan berperang ganti kita.

Mengapa kita butuh kasih Tuhan?
Karena sehebat apapun kita, kita hanya seperti domba sembelihan; satu langkah jaraknya dengan maut.
Roma 8: 36
8:36. Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."

Apa yang bisa kita andalkan? Kepandaian, kekayaan, semuanya tidak akan bisa. Kita hanya mengandalkan tangan kasih Tuhan, tidak ada yang lain. Tuhan akan menolong kita semuanya.

Hasilnya:

  1. Roma 8: 35
    8:35. Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

    Hasil pertama: belas kasih Tuhan memberikan daya tahan yang kuat kepada kita--kuat dan teguh hati--, sehingga kita tidak terpisah dari Dia; kita tidak mundur setapakpun, tidak kecewa, tidak putus asa, tidak tinggalkan Tuhan, tetapi tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Dia; tetap menyembah Dia; hanya percaya dan mempercayakan hidup dalam tangan kasih-Nya.

    Kalau kita ada apa-apa, banyak menyembah Tuhan--hidup kita hanya dalam tangan belas kasihan Tuhan.

  2. Roma 8: 37
    8:37. Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

    Hasil kedua: tangan kasih Tuhan berperang ganti kita, untuk menjadikan kita lebih dari pemenang, artinya kita tidak berdaya tetapi bisa menang atas musuh yang lebih hebat bahkan dari masalah yang mustahil.

    Tangan kasih Tuhan sanggup menyelesaikan semua masalah yang mustahil.
    Contoh:

    1. Daud melawan Goliat.
    2. Daud melawan orang Amalek.
      Waktu Ziklag sudah terbakar, dari luar, musuh sudah menjarah semuanya--istri, anak, dan harta benda diambil--, dari dalam, orang Israel mau melempari ia dengan batu. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan--menyerah sepenuh kepada Tuhan.

      1 Samuel 30: 6
      30:6. Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.

      'Daud sangat terjepit' = terjepit dari luar dan dari dalam.

      Perikop: Ziklag terbakar, pembalasan Daud kepada Amalek.

      Orang Amalek yang tidak takut akan Tuhan, bisa dikalahkan. Kalau sudah tidak ada jalan keluar, banyak dengar firman, menguatkan kepercayaan kepada Tuhan, dan banyak menyembah Tuhan, sampai Dia memberikan kemenangan--selesai semua masalah.

    3. Kolose 3: 14
      3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan

      Hasil ketiga: jika Yesus datang kembali kedua kali, tangan kasih Tuhan diulurkan untuk menyatukan dan menyempurnakan kitasebagai mempelai wanita sorga yang layak untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan yang permai. Kita bersorak-sorai: 'Haleluya'. Kita masuk Firdaus dan Yerusalem baru selamanya.

Kita mohon satu, yaitu belas kasih-Nya. Kita mungkin sudah kehilangan seperti Daud--kehilangan harapan dan sebagainya--, masih ada belas kasih Tuhan di tengah-tengah kita, Tuhan akan tolong kita semuanya.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Surabaya, 22 Juli 2009 (Rabu Sore)
    ... sebagian besar Israel. Tetapi secara rohani ranting melembut ini juga menunjuk pada Israel yang mengalami keubahan hidup. Pohon ara melembut berarti kedatangan Yesus kedua kali sudah dekat. Jadi kedatangan Yesus kedua kali identik dengan keubahan hidup. Jadi kalau mau menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali kita harus mengalami keubahan hidup. Kolose - jelas bahwa yang ...
  • Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 03 September 2014 (Rabu Dini Hari)
    ... suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri tetapi isterinya. Harus mengikuti menuruti panggilan dan kehendak Tuhan seperti lembu yang dicocok hidungnya. Contohnya adalah Abraham. Kejadian Berfirmanlah TUHAN kepada Abram Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu Abraham taat dan rela Meninggalkan sanak ...
  • Ibadah Raya Malang, 04 Juni 2017 (Minggu Pagi)
    ... bersama-sama. Keinginan hawa nafsu daging yang memuncak pada dosa makan-minum merokok mabuk narkoba dan kawin-mengawinkan dosa seks dengan aneka ragamnya kawin campur kawin cerai . Yeremia Mereka adalah kuda-kuda jantan yang gemuk dan gasang masing-masing meringkik menginginkan isteri sesamanya. Pengertian rohani. Raja-raja Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata tiba-tiba datanglah kereta berapi ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 10 Desember 2017 (Minggu Siang)
    ... di laut atau di pohon-pohon. . Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut . katanya Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami ...
  • Ibadah Raya Malang, 31 Mei 2020 (Minggu Pagi)
    ... berpesta dan saling mengirim hadiah karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi. Kehidupan semacam ini hanya berbuat dosa kejahatan menghina dan menolak firman pengajaran yang benar sampai menyakiti orang benar tidak adil pada orang benar bahkan menganiaya orang benar dan kenajisan dosa makan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Agustus 2016 (Senin Sore)
    ... yang benar mendarah daging dalam hidup kita. Itu gunanya perjamuan suci. Kita mengalami PENYUCIAN TABIAT daging sehingga tabiat Yesus menjadi tabiat kita. Inilah kegiatan di sorga yaitu kegiatan penyucian. Mulai dengan penyucian yang dikaitkan dengan 'yang sudah sedia ada' penyucian oleh firman pengajaran yang menjadi tabiat mendarah daging dalam hidup ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 September 2021 (Selasa Sore)
    ... tidak bercela. Ada tujuh fakta pengikutan terhadap Yesus sampai ke bukit Sion Bagaikan desau air bah tidak bisa dibendung diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang Agustus sampai Ibadah Doa Malang September . Bagaikan deru guruh yang dahsyat kekuatan firman pengajaran diterangkan pada Ibadah Raya Malang September . Bagaikan bunyi kecapi diterangkan ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 29 Maret 2010 (Senin Sore)
    ... Firman nubuat Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua Ibrani - . Perhatian kita hari-hari ini harus pada Firman nubuat Praktik memusatkan perhatian pada Firman adalah bisa mendengarkan Firman pengajaran yang benar dengan sungguh-sungguh dan dengan suatu kebutuhan. Ini seperti memperhatikan pelita di tempat yang gelap. Di tempat yang ...
  • Ibadah Doa Malang, 26 Maret 2020 (Kamis Sore)
    ... untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan masuk Firdaus dan Yerusalem baru. Mengapa Musa dan Elia yang dipakai oleh Tuhan menjadi saksi-Nya untuk menghadapi penyembahan antikris Karena Musa sudah punya pengalaman menghadapi bangsa Israel yang menyembah anak lembu emas dan Elia sudah mempunyai pengalaman menghadapi orang Israel yang menyembah ...
  • Ibadah Doa Malang, 26 Juli 2011 (Selasa Sore)
    ... pelayan Tuhan memiliki kelakuan hidup sehari-hari yang suci. Kalau kita sudah punya kelakuan hidup yang suci maka seluruh urusan hidup kita adalah urusan Tuhan. Wahyu - Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga aku mendengar makhluk yang ketiga berkata Mari Dan aku melihat sesungguhnya ada seekor kuda hitam dan ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.