English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 04 Maret 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan yang kedua kali. Kita masih membahas ayat 30.
=...

Ibadah Paskah Persekutuan III di Square Ballroom Surabaya, 08 Juni 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Agustus 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:5-6
6:5 Dan ketika...

Ibadah Raya Malang, 17 Februari 2013 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

1 Samuel 2:26
2:26 Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai,...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 21 Januari 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:24-25
1:24 Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Juni 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:3-44 adalah tentang 7 nubuat.
Matius 24:32-36 adalah nubuat...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 23 Februari 2018 (Jumat Malam)
Bilangan 15: 32-36 => orang yang melanggar peraturan Sabat
15:32. Ketika orang Israel ada di padang gurun, didapati...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 Januari 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Februari 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 25 Maret 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11 tentang doa penyembahan.
Tuhan menghendaki...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 November 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8a
4:8 Dan keempat makhluk itu...

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 29 Maret 2013 (Jumat Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Juli 2012 (Minggu Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Doa Malang, 04 November 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2-3 menunjuk 7 kali percikan darah di...

Ibadah Doa Malang, 30 November 2010 (Selasa Sore)
Disertai penataran imam-imam dan calon imam-imam II

Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 28 September 2014 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Tema Ibadah Persekutuan di Tentena, Poso: Markus 13: 29b= 'Waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu'.

Markus 13: 29
13:29 Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.

Perikop: tentang kedatangan Anak Manusia (perumpamaan tentang pohon ara).
'Waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu', artinya: waktu kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga sudah dekat (sudah di ambang pintu) untuk mengangkat sidang jemaat yang sempurna ke awan-awan yang permai dan masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba (pertemuan di awan-awan yang permai antara Mempelai Pria dan mempelai wanita= nikah yang sempurna).

Wahyu 19: 9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Sebab itu, mulai dari nikah jasmani harus kita jaga supaya bisa masuk nikah yang sempurna.
Sesudah itu, kita masuk dalam kerajaan 1000 tahun damai (Firdaus yang akan datang= Wahyu 20). Kemudian masuk Yerusalem Baru/kerajaan Surga yang kekal (Wahyu 21-22).

Kita juga harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam waktu yang sudah dekat (waktu yang sudah singkat) untuk bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai= untuk bisa mengalami KELEPASAN dari dunia, sehingga kita bisa terangkat di awan-awan yang permai, masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan 1000 tahun damai sampai Yerusalem Baru.

Pada Ibadah Persekutuan di Tentena, Poso (tanggal 23-25 September 2014), sudah dijelaskan apa yang harus dipersiapkan pada 'waktu yang sangat dekat'.

Malam ini, kita mempelajari kaitan dengan 'waktunya sudah di ambang pintu'.
Apa yang harus dipersiapkan dalam 'waktu yang sudah di ambang pintu'?
Kalau ingat ambang pintu, kita ingat kelepasan bangsa Israel, di mana ambang pintu Israel diberi darah.
Jadi, yang harus dipersiapkan adalah kita belajar dari bangsa Israel pada saat keluar dari Mesir, yaitu ambang pintu atas, kiri dan kanan dari rumah-rumah bangsa Israel harus disapu dengan darah anak domba. Kalau tidak ada darah di ambang pintu, bangsa Israel tidak akan bisa lepas.

Ada 3 hal yang dipersiapkan dalam 'waktu yang sudah di ambang pintu':

  1. Keluaran 12: 21-23, 29-30
    12:21. Lalu Musa memanggil semua tua-tua Israel serta berkata kepada mereka: "Pergilah, ambillah kambing domba untuk kaummu dan sembelihlah anak domba Paskah.
    12:22. Kemudian kamu harus mengambil seikat hisop dan mencelupkannya dalam darah yang ada dalam sebuah pasu, dan
    darah itu kamu harus sapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu; seorangpun dari kamu tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi.
    12:23 Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi.
    12:29. Maka pada tengah malam TUHAN
    membunuh tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir, dari anak sulung Firaun yang duduk di takhtanya sampai kepada anak sulung orang tawanan, yang ada dalam liang tutupan, beserta segala anak sulung hewan.
    12:30. Lalu bangunlah Firaun pada malam itu, bersama semua pegawainya dan semua orang Mesir; dan kedengaranlah
    seruan yang hebat di Mesir, sebab tidak ada rumah yang tidak kematian.

    'mencelupkannya dalam darah yang ada dalam sebuah pasu'= anak domba disembelih, kemudian darahnya ditaruh di pasu dan hisop dimasukan ke dalamnya.
    'darah itu kamu harus sapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu' = darah disapukan pada ambang atas dan disebelah kiri dan kanan. Mengapa tidak disapukan di sebelah bawah? Supaya darah anak domba (darah Yesus) tidak diinjak-injak.
    'seorangpun dari kamu tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi' = kalau keluar berarti mereka mati (musnah).

    ay. 29-30 = kalau tidak ada tanda darah anak domba, maka terjadi kematian anak sulung = terdengar seruan yang hebat yang belum pernah terjadi dan tidak akan pernah terjadi lagi di Mesir (Keluaran 11: 6).

    Persiapan pertama dalam 'waktu yang sudah di ambang pintu': harus ada tanda darah penebusan di ambang atas, kiri dan kanan pada pintu rumah.
    Jika tidak ada tanda darah penebusan (darah anak domba), maka akan terjadi penderitaan, tangisan, kematian anak sulung (kematian rohani/kering rohani) sampai kebinasaan kekal di neraka selama-lamanya (kematian yang kedua).
    Kering rohani bisa dideteksi dari perkataan-perkataan yang sia-sia/kering (dusta, fitnah, gosip yang tidak benar).

    Ambang atas, kiri dan kanan dari pintu rumah, artinya:


    • seluruh kehidupan kita= tubuh, jiwa dan roh kita secara pribadi.
    • pintu rumah tangga (ambang pintu rumah).


    Jadi, seluruh kehidupan kita dan pintu rumah tangga kita harus ada tanda darah penebusan.
    Artinya
    : kita harus mengalami KELEPASAN DARI DOSA-DOSA baik secara pribadi maupun dalam rumah tangga. Menghadapi waktu yang sudah di ambang waktu, yang mutlak kita lakukan adalah mengalami kelepasan dari dosa-dosa.
    Rumah tangga kita mau diisi dengan apapun boleh saja asalkan halal, tetapi apa yang kita miliki tidak ada gunanya jika tidak memiliki darah penebusan.

    1 Korintus 5: 7-8, 11
    5:7. Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
    5:8. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu
    kemurnian dan kebenaran.
    5:11. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang
    cabul(1),kikir(2), penyembah berhala(3), pemfitnah(4), pemabuk(5) atau penipu(6); dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

    'Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih' = kalau dulu anak domba binatang yang disembelih, tetapi sekarang Anak Domba Allah yang disembelih (Yesus Kristus).

    'yaitu kemurnian dan kebenaran' = kalau ada tanda darah, di belakangnya ada kemurnian dan kebenaran (kita harus terlepas dahulu dari dosa-dosa).
    'yang sekalipun menyebut dirinya saudara' = termasuk saudara seiman, satu darah Yesus.
    'penipu' = pendusta.

    Dalam waktu yang sudah di ambang pintu, kita harus mengalami kelepasan dari 6 dosa yang mendarah daging (menguasai tubuh, jiwa dan roh kita):


    • menguasai tubuh (jasmani):


      1. cabul (dosa kawin mengawinkan),
      2. mabuk (dosa makan minum).
        Dosa kawin mengawinkan termasuk juga dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks, nikah yang salah. Pintu rumah tangga harus diberi tanda darah dan dijaga supaya jangan ada nikah yang salah (nikah yang salah jangan dipertahankan).


    • menguasai jiwa (menjadi tabiat):


      1. kikir, artinya tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan. Kikir ini berpasangan dengan serakah.
      2. pemfitnah, artinya yang benar jadi salah, yang salah jadi benar.
        Sekarang fitnah ini sudah umum, bahkan di tempat-tempat mencari keadilan di dunia ini juga terjadi fitnah.


      3. penipu (pendusta).
        Berdusta ini sekarang, banyak kali sudah menjadi dosa otomatis.


    • menguasai roh: penyembahan berhala.
      'berhala'=


      1. segala sesuatu yang menghalangi kita untuk mengasihi Tuhan lebih dari semuanya = segala sesuatu yang menghalangi kita untuk mengutamakan Tuhan.
        Yesus melepaskan kita dari dosa lewat mengorbankan darah Nya (Dia bagaikan domba yang disembelih di kayu salib). Demikian juga dengan kita, supaya kita terlepas dari dosa, maka harus ada pengorbanan.
        Kita harus mengorbankan segala sesuatu untuk bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua.


      2. ketidak taatan.
        Perhatikan kaum muda saat di dalam rumah tangga! (tanda darah dalam pintu rumah tangga).
        1 Samuel 15: 22-23
        15:22. Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.
        15:23. Sebab
        pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."

        'sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN' = taat dengar-dengaran.
        'Karena engkau telah menolak firman TUHAN' = ketidak taatan.
        Kalau tidak taat, kehidupan itu akan ditolak oleh Tuhan.

        Ketataan dalam sistem tabernakel:


        1. Halaman Tabernakel = ketaatan kepada orang tua yang benar.
        2. Ruangan Suci = ketaatan kepada gembala yang benar.
        3. Ruangan Maha Suci = ketaatan kepada Tuhan (taat kepada firman Tuhan).


        Jadi, ketaatan di mulai dari dalam rumah tangga, gembala, baru taat pada Tuhan.
        Kalau tidak taat, sama dengan pendurhakaan= penyembahan berhala.


    Jika kita bisa mengalami kelepasan dari 6 dosa yang mendarah daging, maka kita bisa hidup dalam kebenaran dan kemurnian.
    'kemurnian'= pengajaran yang benar.
    Kebenaran dan kemurnian merupakan batas pergaulan kita. Kalau ada tanda darah pada ambang pintu (dalam kehidupan kita), kita memiliki batas pergaulan. Di luar kebenaran dan kemurnian, yang ada hanya penderitaan sampai dengan kebinasaan. Ini yang dialami oleh Firaun dan rakyatnya, karena berada di luar tanda darah.
    Contoh: kita mungkin merasa senang saat hidup tidak benar (bisa mendapatkan nilai bagus saat menyontek di sekolah), tetapi sebenarnya, itu merupakan air mata dan penderitaan.

    Kita boleh bergaul, tetapi batasi dengan darah Yesus, sehingga batasnya jelas, yaitu kebenaran dan kemurnian. Begitu juga dalam pintu rumah tangga (harus diberi tanda darah), supaya seluruh penghuni rumah tangga berada dalam kebenaran dan kemurnian.
    Kalau ini terjadi, maka kita (secara pribadi dan dalam rumah tangga) mengalami suasana pesta dari Surga, sementara Firaun dan rakyatnya menangis dan berteriak-teriak.
    Mengalami suasana pesta dari Surga, sama dengan kita mengalami KELEPASAN DARI TANGISAN, PENDERITAAN, BENCANA SAMPAI KEBINASAAN YANG KEKAL.

    Jadi, sebelum lepas dari dunia ini untuk bertemu dengan Yesus di awan-awan permai, kita harus lebih dahulu terlepas dari air mata, penderitaan dan dosa.
    6 dosa ini harus lepas. Kalau tidak ada ini, semua akan percuma, tidak ada artinya. Ambang pintu inilah yang menentukan. Kita harus kembali seperti pada jaman Israel, yaitu ada tanda darah di ambang pintu. Kita menjaga kehidupan pribadi dan rumah tangga kita, sehingga kita bersuasana pesta. Kita lepas dari air mata, penderitaan, dosa dan bencana.


  2. Keluaran 12: 34-35
    12:34. Lalu bangsa itu mengangkat adonannya, sebelum diragi, dengan tempat adonan mereka terbungkus dalam kainnya di atas bahunya.
    12:35. Orang Israel melakukan juga seperti kata Musa; mereka meminta dari orang Mesir barang-barang emas dan perak serta kain-kain.

    ay. 33 = kalau ada tanda darah, setan (Firaun) tidak bisa menahan kita (Mesir berkata pada Israel 'keluar..keluar dari sini').
    ay. 34 = ini titik beratnya. Setelah terlepas dari Mesir, apa yang dibawa bangsa Israel?

    Persiapan kedua dalam 'waktu yang sudah diambang pintu': harus membawa adonan tanpa ragi yang terbungkus dalam kain dan ditaruh di bahu.

    'adonan tanpa ragi'= Firman pengajaran yang murni dan benar, yaitu:


    • tertulis dalam Alkitab. Waktu Yesus dicobai oleh setan, Yesus berkata 'ada tertulis ... ada tertulis ...', ini artinya kita harus kembali ke Alkitab supaya menang atas pencobaan.


    • diilhamkan/diwahyukan oleh Tuhan, dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab.
      Ayat merupakan perkataan Yesus, 'kamu memang sudah bersih oleh Firman yang Kukatakan kepadamu'.
      Jadi, Firman yang merupakan perkataan Yesus sendiri inilah yang mampu menyucikan kita.
      Kalau Firman diterangkan dengan lawakan-lawakan, tidak akan bisa menyucikan dan hanya membuat lucu saja. Inilah perbedaannya!


    • Firman yang berani mengungkapkan tentang nikah yang benar, supaya nikah kita dibenarkan, sebab tujuan kita adalah masuk pesta nikah Anak Domba di awan-awan.


    • Firman yang disampaikan tanpa pamrih.
      2 Korintus 2: 17
      2:17. Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.

      'tanpa pamrih'= tidak mencari keuntungan jasmani (keuangan dan sebagainya).
    • Firman pengajaran yang dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
      Seringkali, kita memalsukan pengajaran. Contoh:


      1. mengajarkan tentang perpuluhan, tetapi tidak melakukannya. Ini sama dengan memalsukan pengajaran.
      2. mendengar Firman A, tetapi melakukan yang B. Ini juga sama dengan memalsukan pengajaran.


    Firman pengajaran yang murni= Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua= Urim dan Tumim.

    'diletakkan di atas bahu'= bahu menunjuk pada tanggung jawab.
    Artinya:


    • kita harus bertanggung jawab untuk tetap berpegang teguh pada Firman pengajaran benar apapun resiko yang kita hadapi.
      Memang banyak resiko yang kita hadapi (bisa dikucilkan dan sebagainya), tetapi kita harus berani setelah menerima Firman pengajaran.

      Moto dari Lempin-El Kristus Ajaib, 'lebih baik ditolak bersama pengajaran yang benar daripada diterima tanpa pengajaran yang benar'.
      Inilah moto yang menguatkan kita untuk berpegang teguh pada Firman pengajaran yang benar.


    • kita harus bertanggung jawab untuk mempraktikkan firman pengajaran benar dan bertanggung jawab memberitakannya/menyaksikannya kepada yang lain.

      Praktik Firman terlebih dahulu, baru kita beritakan supaya arahnya jelas. Seperti Firman Tuhan 'siapa yang mendengar dan melakukan perintahKu, dia seperti orang yang mendirikan rumahnya diatas batu'= tahan uji (pembangunan tubuh Kristus yang tidak roboh).
      Kalau kita bagaikan rumah roboh (tidak praktik Firman), lalu kita beritakan, semuanya justru akan roboh.

      Kesaksian:
      "banyak tempat-tempat yang membutuhkan Firman pengajaran ini. Yang baru pertama kali mendengarkan sudah langsung tergairah (antusias). Nanti benar-benar akan terjadi 'Yang terdahulu menjadi terkemudian dan Yang terkemudian menjadi terdahulu'. Yang terdahulu sudah seperti mak mertua Petrus yang sakit demam 'tidak apa-apa begini, begitu dan sebagainya'. Kalau dulu memuji-muji Firman pengajaran, tetapi sekarang sudah demam, bahkan mengecam Firman pengajaran yang benar. Mari kita yang sudah berada di dalam Firman pengajaran harus sungguh-sungguh semuanya (meletakkan di atas bahu)."


    'dibungkus dengan kain/pakaian'= jika kita mempraktikkan Firman pengajaran benar, maka kita mengalami penyucian dalam kelakuan hidup (solah tingkah) sehari-hari, yaitu:


    • Kisah Rasul 5: 1-5
      5:1. Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.
      5:2. Dengan setahu isterinya ia
      menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
      5:3. Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
      5:4. Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi
      mendustai Allah."
      5:5. Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.

      Yang pertama: penyucian hati dari keinginan/cinta akan uang (akar dari segala kejahatan).
      Keinginan akan uang membuat anak Tuhan/pelayan Tuhan ('Ananias dan Safira') menjadi kikir dan serakah.
      Kikir= tidak bisa memberi.
      Serakah= merampas haknya orang lain, terutama merampas haknya Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus).

      Kalau sudah disucikan, kita bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan, sehingga kita bisa dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.
      Pembangunan tubuh Kristus ini bagaikan memberi (semuanya memberi).
      Dalam pembangunan tubuh Kristus, seluruh bagian tubuh memberi (waktu, tenaga, uang dan sebagainya), sampai bisa memberikan seluruh kehidupan kita kepada Tuhan.
      Inilah penyucian 'Urim dan Tumim' (Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua)!

      Kalau menyembunyikan dosa kikir dan serakah, akibatnya mati seperti Ananias dan Safira. Dulu, mati secara tubuh seperti Yudas dan Ananias-Safira. Sekarang, mati rohani/kering rohani, bahkan binasa selamanya.
      Kalau orang mati, tidak akan bisa dipakai lagi. Contoh: seperti orang yang kering/mati sebelah tangannya (lumpuh) tidak bisa dipakai lagi.


    • Nehemia 7: 64-65
      7:64. Mereka itu menyelidiki apakah nama mereka tercatat dalam silsilah, tetapi karena itu tidak didapati, maka mereka dinyatakan tidak tahir untuk jabatan imam.
      7:65. Dan tentang mereka diputuskan oleh kepala daerah, bahwa mereka tidak boleh makan dari persembahan maha kudus, sampai ada seorang imam bertindak dengan memegang
      Urim dan Tumim.

      'tidak tahir untuk jabatan imam' = tidak boleh melayani.
      'sampai ada seorang imam bertindak dengan memegang Urim dan Tumim' = sampai mengalami penyucian.

      Yang kedua: penyucian dalam ibadah pelayanan/tahbisan, supaya ibadah pelayanan/tahbisan kita berkenan kepada Tuhan.
      Jangan sembarang melayani!


    • penyucian pakaian= penyucian perkataan dan solah tingkah laku kita (perbuatan).


    Jadi, seluruh kehidupan kita disucikan oleh Urim Tumim, mulai dari hati, pelayanan sampai perbuatan dan perkataan kita, sehingga seluruh kehidupan kita mengalami kelepasan dari dosa.
    Keluaran 12: 39
    12:39. Adonan yang dibawa mereka dari Mesir dibakarlah menjadi roti bundar yang tidak beragi, sebab adonan itu tidak diragi, karena mereka diusir dari Mesir dan tidak dapat berlambat-lambat, dan mereka tidak pula menyediakan bekal baginya.

    Saat Israel keluar dari Mesir, mereka hanya bisa menyiapkan adonan tanpa ragi sebagai bekal dan tidak bisa menyiapkan yang lainnya lagi.
    Artinya: menjelang kedatangan Yesus kedua kali yang sudah di ambang pintu, maka keadaan dunia dilanda dengan krisis total (krisis ekonomi dan krisis di bidang lainnya), sehingga tidak bisa mempersiapkan yang lain dan hanya bergantung pada adonan tanpa ragi (bergantung pada Firman pengajaran yang benar), seperti dulu Israel dipelihara dengan manna dari Surga.
    Kalau sudah terjadi krisis ekonomi, maka akan terjadi krisis lainnya, termasuk krisis kasih.

    "Saat ingat dulu waktu terjadi krisis ekonomi di jaman pemerintahan Bapak Presiden Habibie, terjadi penjarahan-penjaharan, ini benar-benar tidak ada kasih lagi. Karena kelaparan, mereka membuka tokonya orang lain dengan paksa, mengambil barang-barangnya. Kalau dulu masih membeli, tetapi saat krisis ekonomi sudah tidak ada kasih lagi. Inilah keadaan dunia menjelang kedatangan Tuhan Yesus kedua kali"

    Sekarang, banyak kali orang Kristen menghina Firman pengajaran (Firmannya terlalu lama, ke gereja seminggu tiga kali dan sebagainya), tetapi nanti mereka akan benar-benar membutuhkan Firman pengajaran, tetapi saat mencari, sudah tidak mendapatkan lagi.
    Ini kurang ajarnya setan. Saat Firman masih berkelimpahan, orang Kristen ditipu, sehingga tidak mau mencari Firman dan malah menghina Firman. Ia tidak tahu bahwa nanti semuanya tidak akan bisa mengatasi krisis. Seperti dulu Israel hidup dari manna selama 40 tahun, nanti ini akan terjadi lagi di padang gurun dunia.

    Hanya adonan tanpa ragi (Firman pengajaran yang benar) yang mampu memelihara kehidupan kita secara jasmani dan rohani di tengah krisis dunia di akhir zaman.
    Dengan kata lain:


    • kita hidup dari Firman pengajaran benar. Seperti ayat mengatakan 'manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari perkataan yang keluar dari mulut Allah'. Ini nanti akan terbukti!
      "Saya yakin semuanya akan mencari Firman pengajaran yang benar, sekalipun sekarang banyak yang menolak. Nanti mendekati krisis dan waktunya sudah di ambang pintu, orang-orang akan membutuhkan Firman pengajaran yang benar."


    • Firman pengajaran benar memberi KELEPASAN kepada kita DARI KRISIS EKONOMI DAN KRISIS TOTAL yang melanda dunia akhir jaman. Kita terpelihara secara jasmani dan rohani, bahkan sampai hidup kekal selama-lamanya.


    Inilah kelepasan kedua (kelepasan dari krisis ekonomi) oleh kekuatan adonan tanpa ragi. Tadi, kelepasan pertama oleh kekuatan darah adalah kita terlepas dari penderitaan, kesusahan dan air mata, sedangkan Firaun dan orang Mesir mengalami kematian anak sulungnya (hidup dalam kesusahan dan penderitaan). Apalagi bagi Firaun, anak sulung merupakan pewaris tahtanya.

    Sebab itu, hari-hari ini, jangan bergantung dari gaji, perusahaan dan sebagainya, tetapi kita belajar hidup bergantung dari Firman pengajaran yang benar.
    Artinya: kita hidup benar sesuai Firman.
    Contoh:


    • kalau Firman megajarkan tentang perpuluhan dan persembahan khusus, kita harus melakukannya.
    • kalau Firman mendorong kita untuk berkorban, kita harus melakukannya.
    • kalau Firman mengajarkan untuk hidup benar, maka kita tidak boleh korupsi dan sebagainya.


    Kalau untuk soal perpuluhan masih belum bisa, berarti masih bergantung pada uang, bukan bergantung pada pengajaran benar.


  3. Keluaran 12: 40-41
    12:40. Lamanya orang Israel diam di Mesir adalah empat ratus tiga puluh tahun.
    12:41. Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun,
    tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan TUHAN dari tanah Mesir.

    'tepat pada hari itu'= tepat pada waktuNya. Kita tinggal menunggu waktuNya Tuhan.
    Kalau masih 429 tahun 10 bulan, berarti belum lepas. Sampai tepat 430 tahun, baru lepas. Ini waktuNya Tuhan, jangan tentukan waktu sendiri!

    Selama 'empat ratus tiga puluh tahun' bangsa Israel dicambuk, dipukuli oleh Mesir (Israel menderita selama 430 tahun di Mesir), ini menunjuk pada percikan darah.

    Persiapan ketiga dalam 'waktu yang sudah diambang pintu': harus mengalami percikan darah/sengsara daging tanpa dosa/sengsara daging karena kehendak Tuhan/mengalami ujian.

    Mengapa harus mengalami percikan darah/mengalami ujian? Supaya mengalami peningkatan rohani, sampai kepada kesempurnaan.

    Yakobus 5: 7-11
    5:7. Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.
    5:8. Kamu juga harus
    bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!
    5:9. Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.
    5:10. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.
    5:11. Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah
    bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

    'meneguhkan hatimu'= kuat dan teguh hati.
    'Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan'= Yesus sebagai Imam Besar.

    Contohnya adalah Ayub.
    Ayub mengalami ujian habis-habisan supaya ia timbul sebagai emas= kita mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus (kayu disalut dengan emas murni).
    Tabut perjanjian yang terbuat dari kayu penaga (manusia daging) harus disalut dengan emas, salah satunya adalah lewat percikan darah/ujian.
    Tabut perjanjian yang terbuat dari kayu penaga dan disalut emas murni luar dan dalam menunjuk pada mempelai wanita.

    'emas murni' (manusia rohani), yaitu:


    • sabar=


      1. sabar dalam penderitaan, tidak bersungut, tidak saling menyalahkan, tetapi selalu mengucap syukur.
        Kalau kita banyak mengomel saat dalam penderitaan (tidak sabar), kita berhadapan dengan Hakim yang adil (malaikat maut) untuk menghukum dan membinasakan. Alangkah menderitanya, karena sudah ada dalam penderitaan, tetapi masih dihukum lagi.

        Sebaliknya, kalau kita sabar dan mengucap syukur, kita akan berhadapan dengan Imam Besar yang pengasih dan penyayang.


      2. sabar dalam menanti waktuNya Tuhan, seperti Petani yang bersabar menunggu hasil panen.
        Artinya: kita tidak membuat jalan sendiri di luar Firman Tuhan. WaktuNya Tuhan tepat, 'setelah empat ratus tiga puluh tahun, tepat hari itu juga Bangsa Israel keluar dari Mesir'.

        Jalan keluar di luar Firman Tuhan, itu bukan jalan keluar (hanya sepertinya saja selesai), tetapi sesungguhnya merupakan jalan buntu dan kebinasaan.
        Contoh: tidak punya uang, malah melakukan korupsi untuk membayar sesuatu. Sepertinya bisa membayar sesuatu, tetapi sebenarnya itu jalan buntu. Nanti dia akan terbentur dengan masalah-masalah yang lebih hebat lagi, di tambah dengan kebinasaan.


    • kuat teguh hati=


      1. tetap berpegang teguh ajaran yang benar apapun resikonya,
      2. tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan,
      3. tetap menyembah Tuhan.


    • Tekun:


      1. terutama ketekunan dalam kandang penggembalaan (ruangan suci)= ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


        1. pelita emas= ketekunan dalam Ibadha Raya,
        2. meja roti sajian= ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci,
        3. mezbah dupa emas= ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.


        Hasilnya: tubuh, jiwa dan roh kita bersekutu/melekat pada Allah Tritunggal, sehingga kita menjadi tenang dan bisa berdoa.
        Kalau tidak tenang, kita tidak akan bisa berdoa.


      2. saat dalam ujian, kita harus tetap bertekun.
      3. kita juga bertekun dalam menantikan kedatangan Yesus kedua kali.
        Kita jangan berhenti sampai Tuhan Yesus datang kembali ke dua kali.


    Kalau kita sudah sabar, kuat hati dan tekun maka emasnya akan keluar. Sabar, kuat hati dan tekun= mengulurkan kedua tangan kepada Tuhan dan Yesus sebagai Imam Besar, Gembala Agung yang pengasih dan penyayang juga akan mengulurkan tanganNya kepada kita.
    Inilah yang ditunggu Tuhan yaitu sabar, kuat teguh hati dan tekun. Tidak peduli seberapa besar masalah kita dan seberapa mustahil masalah kita (sekalipun sudah hancur-hancuran seperti Ayub).

    Hasilnya:


    • Ibrani 4: 16
      4:16. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

      Keluaran 12: 41
      12:41. Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan TUHAN dari tanah Mesir.

      Hasil pertama: Tangan Imam Besar sanggup memberikan kelepasan dari segala masalah= menyelesaikan segala masalah yang mustahil tepat pada waktuNya.


    • Pengkhotbah 3: 11
      3:11. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

      Hasil kedua: Tangan Imam Besar sanggup untuk menjadikan semua indah dan berhasil pada waktuNya.
      Jangan berputus asa, tetapi kita harus bersabar, kuat teguh hati dan tekun, kita hanya berkata 'terserah, Kau Tuhan'.


    • 1 Petrus 5: 6
      5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

      Hasil ketiga: Tangan Imam Besar sanggup meninggikan kita tepat pada waktuNya. Artinya:


      1. Kita dipulihkan seperti Ayub dipulihkan 2 kali (jasmani dan rohani dipulihkan).
      2. Tuhan memakai kita dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir= pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
      3. kita disucikan dan diubahkan sampai satu waktu menjadi sempurna, sama mulia seperti Dia. Kita benar-benar diangkat dan ditinggikan di awan-awan yang permai untuk bertemu Yesus sebagai Mempelai Pria Surga= kita menjadi mempelai wanita yang siap mengalami KELEPASAN DARI DUNIA ini sampai ke awan-awan yang permai untuk bertemu dengan Yesus.

        Tadi, begitu terjadi kematian anak sulung (maut datang), di Mesir terjadi seruan yang hebat, sedangkan Israel bersorak sorai keluar dari Mesir.
        Nanti, ini akan terjadi juga. Gereja Tuhan keluar dari dunia ini dalam kesempurnaan. Salah satu kesempurnaan adalah lidah tidak bersalah (tidak salah dalam perkataan lagi), hanya menyeru 'Haleluya'.

        Kita menjadi sempurna atau menjadi mempelai wanita Tuhan yang terlepas dari dunia dan diangkat di awan-awan untuk bertemu dengan Yesus sebagai mempelai pria surga, dengan sorak sorai 'Haleluya'.
        Suara ini benar-benar dahsyat!

        Wahyu 19: 6-7
        19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
        19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari
        perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

        'telah menjadi raja' = Raja segala raja.
        'perkawinan Anak Domba telah tiba' = pertemuan di udara.

        Inilah satu tubuh yang sempurna dengan satu suara 'Haleluya' dari empat penjuru bumi.
        Sementara di dunia ini ('yang dbawah') terjadi seperti Mesir, yaitu terjadi seruan yang hebat menurut bahasa masing-masing. Tetapi, kita 'Yang di atas' hanya 1 kata yang sama 'Haleluya' (satu tubuh dengan satu suara).


    Biarlah di waktu yang dekat ini, kita sabar, kuat teguh hati dan tekun, maka Tuhan akan menolong, menjadikan semuanya indah dan meninggikan kita tepat pada waktuNya.

Serahkanlah waktu yang singkat ini kepada Tuhan!:

  1. diberi tanda darah supaya kita terlepas dari dosa,
  2. diberi adonan tanpa ragi supaya kita terlepas dari krisis dunia, sehingga kita bergantung pada Firman,
  3. kita memang akan mengalami percikan darah, tetapi kita harus berubah menjadi emas= kita harus sabar, kuat teguh hati dan tekun, sehingga kita terlepas dari dunia ini. Ini sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan dan Tuhan juga mengulurkan tangan kepada kita untuk membuat semua indah tepat pada waktuNya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top