Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Memasuki tahun 2020, kita mulai dengan firman Allah yang kekal supaya setiap langkah hidup kita menuju hidup kekal.

Wahyu 10:8
10:8 Dan suara yang telah kudengar dari langit itu, berkata pula kepadaku, katanya: "Pergilah, ambillah gulungan kitab yang terbuka di tangan malaikat, yang berdiri di atas laut dan di atas bumi itu."

Malaikat = gembala. Gulungan kitab yang terbuka = pembukaan rahasia firman Allah.
Jadi seorang gembala dipercaya pembukaan rahasia firman Allah oleh Yesus Gembala Agung. Firman penggembalaan adalah firman pengajaran benar yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, berkesinambungan/ teratur, dan diulang-ulang sehingga:
  • Menjadi komando bagi sidang jemaat sehingga sidang jemaat tahu apa yang harus diperbuat dan apa yang tidak boleh diperbuat, sehingga tidak tersandung atau terjatuh dalam dosa-dosa. Juga memberi arah dalam perjalanan rohani menuju Yerusalem baru, supaya tidak tersesat.
  • Menjadi makanan rohani bagi sidang jemaat dengan dua rasa yaitu rasa pahit dan manis, untuk menumbuhkan/ meningkatkan kerohanian sidang jemaat.

Wahyu 10:9
10:9 Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya, supaya ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Katanya kepadaku: "Ambillah dan makanlah dia; ia akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam mulutmu ia akan terasa manis seperti madu."

Wahyu 11:1
11:1 Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

Firman penggembalaan sama dengan tongkat gembala = tongkat pengukur untuk mengukur kerohanian diri sendiri supaya mencapai ukuran Tuhan, bukan untuk menghakimi orang lain. Ini sama dengan meningkatkan kerohanian kita supaya memenuhi ukuran Tuhan sampai kesempurnaan.

Mengapa kerohanian kita harus diukur (harus meningkat dalam kerohanian sampai sempurna)?
Wahyu 11:2
11:2 Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

Sebab kita akan menghadapi kegoncangan-kegoncangan di segala bidang di tahun-tahun yang akan datang, yang semakin meningkat sampai melampaui ukuran pikiran kita, sampai puncaknya saat antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun.

Jika tidak memenuhi ukuran (tidak meningkat rohani), maka pasti akan ikut tergoncang, hancur, sampai masuk aniaya antikris. Ada dua kemungkinan:
  • Sebagian kecil (sedikit) yang tidak mau menyembah antikris, tetap menyembah Yesus, maka akan diinjak-injak oleh antikris, mengalami siksaan yang di luar ukuran pikiran manusia, sampai dipancung kepalanya, tetapi akan dibangkitkan saat Yesus datang kedua kali.
  • Banyak yang menyangkal Yesus dan menyembah antikris, maka tidak diinjak-injak oleh antikris, malah menginjak-injak anak-anak Tuhan, sehingga menjadi sama dengan antikris dan akan dibinasakan saat Yesus datang kedua kali.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan supaya kita tidak tergoncang dan tidak masuk aniaya antikris selama 3,5 tahun, tidak binasa:
  1. Kita harus meminta dan memakan gulungan kitab yang terbuka.
    Wahyu 10:8-9
    10:8 Dan suara yang telah kudengar dari langit itu, berkata pula kepadaku, katanya: "Pergilah, ambillah gulungan kitab yang terbuka di tangan malaikat, yang berdiri di atas laut dan di atas bumi itu."
    10:9 Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya, supaya ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Katanya kepadaku: "Ambillah dan makanlah dia; ia akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam mulutmu ia akan terasa manis seperti madu."

    Meminta = berdoa untuk memohon pembukaan rahasia firman Allah/ firman penggembalaan sebagai makanan rohani.

    Meminta menunjuk suatu kebutuhan yang mendesak, seperti anjing menjilat remah-remah roti, sehingga yang pahit terasa manis, kita bisa menikmati firman penggembalaan, maka hidup kita berangsur-angsur menjadi manis.
    Jika kita meminta, maka Tuhan akan memberi pembukaan rahasia firman untuk dimakan.

    Memakan = mendengar firman penggembalaan dengan sungguh-sungguh, dengan suatu kebutuhan, sampai mempraktikkan. Jika kita bisa mendengar sampai dengar-dengaran pada firman penggembalaan, berarti kita sudah tergembala dengan benar dan baik.

    Syarat tergembala dengan benar dan baik:
    • Selalu berada dalam kandang penggembalaan (ruangan suci), ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:
      • Pelita emas = ketekunan dalam kebaktian umum.
      • Meja roti sajian = ketekunan dalam kebaktian pendalaman Alkitab dan perjamuan suci
      • Mezbah dupa emas = ketekunan dalam kebaktian doa penyembahan.
    • Mendengar dan dengar-dengaran pada firman penggembalaan.

    Maka kita mengalami penyucian perut hati (batin) dan mulut (lahir) = penyucian tubuh, jiwa, roh kita.

    1 Korintus 5:11
    5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang (1)cabul, (2)kikir, (3)penyembah berhala, (4)pemfitnah, (5)pemabuk atau (6)penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

    Ini sama dengan penyucian dari 6 dosa yang mendarah-daging:
    • Dosa yang mengikat tubuh: cabul (kawin-mengawinkan, percabulan, nikah yang salah), mabuk (dosa makan minum: merokok, mabuk, narkoba).
    • Dosa yang mengikat jiwa: kikir (tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan, untuk sesama yang membutuhkan), pemfitnah (benar jadi salah, salah jadi benar), penipu (dusta, memperdaya).
    • Dosa yang mengikat roh: penyembah berhala (percaya/ berharap pada sesuatu selain Tuhan: uang, kedudukan, manusia, setan, dll).
    Jadi penyucian tubuh, jiwa, roh oleh firman penggembalaan yang diulang-ulang dalam kandang penggembalaan, sampai tidak ada berhala lagi, kita hanya percaya berharap Tuhan, hanya mengandalkan Tuhan, hanya melihat Tuhan.

    Ulangan 32:10-12
    32:10 Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.
    32:11 Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya,
    32:12 demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.

    Seperti bangsa Israel menuju Kanaan (negeri perjanjian) harus melintasi padang gurun, maka Tuhan ijinkan juga gereja Tuhan di akhir jaman hidup di dalam dunia seperti padang gurun, untuk menuju Yerusalem baru.

    Sebenarnya Tuhan menciptakan dunia yang baik, tetapi dirusak oleh setan sehingga menjadi padang gurun yang tandus dan banyak binatang buas.

    Tuhan ijinkan semua terjadi supaya kita bisa tergembala dengan benar dan baik. Kita bisa berada di kandang penggembalaan (ketekunan dalam 3 macam ibadah) serta mendengar dan dengar-dengaran pada firman penggembalaan, sehingga tubuh, jiwa, roh kita disucikan sampai tidak ada berhala, hanya mengandalkan Tuhan, hanya percaya berharap Tuhan, hanya melihat Tuhan. Maka Tuhan juga melihat kita, memperhatikan kita seperti biji mata-Nya sendiri sehingga Tuhan mendukung kita di atas kepak sayap burung nasar yang besar (= pelukan tangan belas kasih Tuhan).

    Dari mana kita mendapatkan sayap burung nasar yang besar? Lewat ujian/ kegoncangan/ badai di lautan dunia. Seperti anak burung nasar yang digoyangbangkitkan sarangnya sampai jatuh dari sarangnya supaya belajar terbang, sampai mendapat dua sayap burung nasar yang besar.

    Tuhan akan mendukung kita diatas kepak sayap burung nasar yang besar untuk membawa kita melintasi badai di lautan dunia, yaitu pencobaan-pencobaan dalam bentuk:
    • Dosa-dosa sampai puncak dosa (makan-minum dan kawin-mengawinkan) yang datang sekonyong-konyong. Kita tetap hidup benar dan suci.
    • Kehancuran nikah dan buah nikah, mulai dari pertengkaran, kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan, perceraian, dll.
      Menghadapi kegoncangan dalam nikah, hadapi dengan kesetiaan, saling mengaku dan saling mengampuni. Maka ada ketenangan dalam rumah tangga, berkat Tuhan akan datang. Jika bertengkar, air bah yang datang.
    • Ajaran palsu, gosip-gosip, hadapi dengan berpegang teguh pada firman pengajaran benar (= memihak Tuhan).
    • Masalah-masalah yang mustahil, yang di luar pikiran manusia. Tuhan sanggup menyelesaikan masalah mustahil tepat pada waktunya. Tuhan sanggup menjadikan yang hancur menjadi baik.

    Wahyu 10:11
    10:11 Maka ia berkata kepadaku: "Engkau harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja."

    Setelah meminta dan memakan firman penggembalaan, kita harus bersaksi kepada yang lain sebab masih banyak orang yang belum mengenal penggembalaan/ firman pengajaran yang benar.

  2. Kita harus memenuhi ukuran bait suci Allah (rumah Allah).
    Wahyu 11:1
    11:1 Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

    1 Korintus 3:16
    3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

    Bait suci Allah (rumah Allah) adalah kehidupan kita yang sudah dibeli/ ditebus oleh darah Yesus yang mahal.

    1 Korintus 6:19-20
    6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
    6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

    Rumah Allah adalah rumah doa [Matius 21:13a] = tempat ibadah pelayanan kepada Tuhan. Jadi kita ditebus oleh darah Yesus yang mahal untuk beribadah melayani Tuhan. Hidup kita bukan milik kita sendiri tetapi haknya Tuhan. Ibadah pelayanan adalah haknya Tuhan atas kehidupan kita dan merupakan kewajiban kita kepada Tuhan.

    Jika kita mengabaikan ibadah pelayanan, tidak mau beribadah melayani Tuhan, sama dengan hutang darah yang tidak bisa dibayar oleh apa pun juga (berarti hukuman dan kebinasaan), sama dengan membuat Tuhan cemburu.

    Keluaran 20:4-5
    20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
    20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

    Kidung Agung 8:6
    8:6 --Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati (alam barzakh, TL), nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!

    Cemburu Tuhan bagaikan api neraka. Jadi mengabaikan ibadah pelayanan, tidak beribadah melayani Tuhan, sama dengan memasukkan diri ke dalam api neraka.

    Ibadah pelayanan adalah meterai atau janji kepada Tuhan, sama dengan tandatangan kontrak dengan Tuhan. Mulai pelayanan dalam nikah, dalam penggembalaan, dst. Jika kita abaikan (= ingkar janji), sama dengan tandatangan kontrak dengan maut.

    1 Timotius 6:6
    6:6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.

    Ukuran ibadah pelayanan adalah harus disertai rasa puas/ senang (memberi keuntungan besar), yaitu jika dalam ibadah pelayanan kita bisa memuaskan/ menyenangkan Tuhan, maka Tuhan akan memuaskan/ menyenangkan kita.

    Lukas 17:7-8
    17:7 "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
    17:8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    Tanda ibadah pelayanan yang memuaskan Tuhan:
    • Berikat pinggang = ibadah pelayanan dengan setia dan benar.
      Yesaya 11:5
      11:5 Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    • Tidak menuntut hak, hanya melakukan kewajiban.

    Ini sama dengan memberi makan minum Tuhan, memuaskan/ menyenangkan hati Tuhan dan sesama. Maka Tuhan juga akan mengikat pinggang-Nya (melayani kita dengan setia dan benar) untuk memberi keuntungan besar, yaitu dua sayap burung nasar (tangan belas kasih Tuhan) yang besar, untuk menaungi kita.

    Mazmur 17:7-8
    17:7 Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
    17:8 Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

    Pelukan tangan belas kasih Tuhan sanggup memelihara kita yang kecil tidak berdaya di tengah kesulitan/ ketandusan padang gurun dunia, secara ajaib, dari tidak ada menjadi ada.
    Contoh: Yusuf dipenjara di liang tutupan, tetapi bisa terpelihara, bahkan mendapat kedudukan tinggi.

    Pelukan tangan Tuhan juga menghangatkan, membahagiakan kita.

  3. Kita harus memenuhi ukuran mezbah dupa emas (doa penyembahan).
    Wahyu 11:1
    11:1 Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah (sembahyang, TL) di dalamnya.

    Doa penyembahan adalah puncak ibadah pelayanan, menjadi rumah doa. Kita harus banyak menyembah Tuhan.
    Jika tidak menyembah Tuhan, maka akan menjadi sarang penyamun, tempat roh jahat, najis, pahit.

    Ukuran doa penyembahan:
    • Di taman Getsemani, Yesus berkata: "Ya Abba, ya Bapa" = jujur. Jika 'ya' katakan 'ya', 'tidak' katakan 'tidak'; 'benar' katakan 'benar', 'tidak benar' katakan 'tidak benar'. Jangan sembunyi-sembunyi, jangan berpolitik.

    • Sunyi senyap = damai sejahtera, tenang.
      Wahyu 8:1-3
      8:1 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya.
      8:2 Lalu aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Allah, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala.
      8:3 Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu.

      Tidak merasa apa-apa lagi yang daging rasakan (kuatir, takut, pahit, benci, dll), hanya merasakan kasih Allah.

    Jika kita bisa menyembah Tuhan dengan kejujuran dan ketenangan, maka kita dekat dengan Tuhan.

    Mazmur 62:2-3
    62:2 Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.
    62:3 Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.

    Kita jauh dari antikris dengan sayap kekejian (keji = jahat, menipu, perbuatan hina, dll). Sayap ketenangan dalam doa penyembahan untuk melawan sayap kekejian dari antikris.

    Daniel 9:27
    9:27 Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."

    Kita dekat dengan Tuhan = berada di atas gunung batu, tempat burung nasar.

    Ayub 39:30-33
    39:30 Atas perintahmukah rajawali terbang membubung, dan membuat sarangnya di tempat yang tinggi?
    39:31 Ia diam dan bersarang di bukit batu, di puncak bukit batu dan di gunung yang sulit didatangi.
    39:32 Dari sana ia mengintai mencari mangsa, dari jauh matanya mengamat-amati;
    39:33 anak-anaknya menghirup darah, dan di mana ada yang tewas, di situlah dia."

    Kalau kita menyembah Tuhan, maka dua sayap burung nasar akan membubungkan kita ke gunung batu yang tinggi. Burung nasar terbang ke gunung yang tinggi dan membuat sarang untuk berkembang biak, menunjuk suatu kebutuhan. Biarlah doa penyembahan menjadi kebutuhan (kegemaran) kita di tahun-tahun mendatang. Tahun 2020 adalah tahun penyembahan, kita mengalami peningkatan rohani sampai di gunung Tuhan. Hasilnya:
    • Pembaharuan seperti kaum muda.
      Mazmur 103:5
      103:5 Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.

      1 Petrus 5:5-6
      5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
      5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

      Yaitu rendah hati dan taat dengar-dengaran.
      Rendah hati = kemampuan untuk mengaku dosa.
      Taat dengar-dengaran pada orang tua jasmani, orang tua rohani (gembala), taat kepada Tuhan. Maka tangan Tuhan yang kuat akan meninggikan kita, semua menjadi berhasil dan indah pada waktunya, di luar jangkauan pikiran kita.

    • Kita melihat (menghargai) korban Kristus.
      Ayub 39:32-33
      39:32 Dari sana ia mengintai mencari mangsa, dari jauh matanya mengamat-amati;
      39:33 anak-anaknya menghirup darah, dan di mana ada yang tewas, di situlah dia."

      Makanan burung nasar adalah bangkai, menunjuk korban Kristus.

      Yesaya 40:29-31
      40:29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
      40:30 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
      40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

      Kita membutuhkan korban Kristus untuk memberi kekuatan menghadapi sayap terkulai, artinya memberi kekuatan kepada yang letih lesu, beban berat, susah payah. Semua sudah ditanggung oleh Yesus di kayu salib. Serahkan semua kelemahan, ketidakberdayaan, kemustahilan, supaya kita bisa enak dan ringan.

      Yang tersandung, jatuh dalam dosa-dosa, bisa bangkit kembali, bisa hidup benar dan suci. Yang tersandung dalam pelayanan, bisa kembali setia dan berkobar.
      Yang kecewa, putus asa, mau tinggalkan Tuhan, bisa kembali kuat teguh hati.

      Wahyu 12:14
      12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

      Sampai sayap burung nasar menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris. Sayap burung nasar juga akan mengangkat kita ke awan-awan yang permai, sama dengan menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Yesus, kita bersama Dia sampai masuk Yerusalem baru selama-lamanya.



Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Paskah Ngunut, 01 April 2011 (Jumat Sore)
    ... DEKAT SEKALI. Dibuktikan dengan kali disebutkan 'Aku datang segera' di dalam Wahyu Wahyu . Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini 'Aku datang segera' dikaitkan dengan Firman nubuat. macam pemberitaan Firman Efesus . Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran yaitu Injil keselamatanmu--di ...
  • Ibadah Natal Persekutuan II di Batam, 03 Desember 2014 (Rabu Pagi)
    ... dan menguatkan iman. Kalau ayat diterangkan dengan yang lain lawakan pengetahuan dan lain-lain justru memudarkan atau menghilangkan iman dan kehilangan keselamatan gugur dari iman . Salah satu contoh laut Kolsom terbelah karena Tuhan yang membelah angin Timur adalah Roh Kudus yang bekerja saat itu sehingga iman yang tumbuh. Kalau diterangkan dengan pengetahuan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 April 2020 (Selasa Sore)
    ... yang diberikan mereka adalah kesia-siaan. Oleh sebab itu bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala. Kekeringan juga terjadi pada zaman Zakharia. Ayat nasihat. Ayat tegoran. Keadaan bangsa Israel saat itu adalah tetap menyembah berhala yaitu terafim. Praktik menyembah terafim Berbuat dosa tetap mempertahankan dosa enjoy dalam dosa yaitu dosa ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 31 Januari 2013 (Kamis Sore)
    ... akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun. Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya. ay - Roh jual beli membuat gereja Tuhan menjadi pasar murahan bebas dan sarang penyamun. ay Roh jual beli membuat gereja Tuhan menjadi buta dan timpang ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 06 April 2018 (Jumat Sore)
    ... dan Manasye sama seperti Ruben dan Simeon. Tawarikh - . Anak-anak Ruben anak sulung Israel. Dialah anak sulung tetapi karena ia telah melanggar kesucian petiduran ayahnya maka hak kesulungannya diberikan kepada keturunan dari Yusuf anak Israel juga sekalipun tidak tercatat dalam silsilah sebagai anak sulung. . Memang Yehudalah yang melebihi ...
  • Ibadah Raya Malang, 14 Oktober 2012 (Minggu Pagi)
    ... akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan. Yusuf Arimatea meminta mayat Yesus dan mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih. Lenan halus yang putih bersih menunjuk perbuatan-perbuatan yang benar dan suci juga perbuatan-perbuatan baik. Keduanya berasal dari hati yang suci dan baik. Kejadian - Ketika dilihat TUHAN bahwa kejahatan manusia besar di ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 09 Mei 2016 (Minggu Sore)
    ... firman ini dikatakan oleh Yesus keluar dari mulut TUHAN sendiri. Inilah tujuh obor yang menyala sama dengan pelita emas dengan tujuh lampu yang bersinar kalau di Yohanes sama dengan ranting-ranting yang berbuah. Kita belajar syaratnya supaya menjadi pelita emas yang bercahaya menjadi kehidupan yang diurapi Roh Kudus--berbuah. Syarat pertama jaga hubungan kita ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Juni 2015 (Sabtu Sore)
    ... dalam hidup kita akan terus dilanjutkan. Markus - Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias isteri Filipus saudaranya karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegor Herodes Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu Karena itu Herodias menaruh dendam pada ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 19 Oktober 2014 (Minggu Sore)
    ... suasana tanpa maut tidak ada perkabungan duka cita tangisan . ay. - suasana kepuasan oleh air kehidupan dari Surga orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan . ay. suasana kemenangan Barangsiapa menang ia akan memperoleh semuanya ini . ay. suasana kesucian dan kesempurnaan. Malam ini ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 Maret 2017 (Kamis Sore)
    ... puncaknya dosa. Akibatnya Terpisah dari Tuhan. Yesaya - Sesungguhnya tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu sehingga Ia tidak mendengar ialah segala dosamu. Sebab ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.