English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 31 Mei 2009 (Minggu Pagi)
Efesus 4:15 = BERTUMBUH KE ARAH KRISTUS SEBAGAI KEPALA (Tema ibadah kunjungan di...

Ibadah Raya Surabaya, 23 Agustus 2009 (Minggu Sore)
Yohanes 10:11, "AKULAH GEMBALA YANG BAIK".
Kalau Yesus menampilkan pribadiNya sebagai Gembala...

Ibadah Doa Malang, 22 Maret 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:21-22
3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama...

Ibadah Doa Malang, 07 Desember 2017 (Kamis Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 12 April 2016 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 6:27-29 sampai Keluaran 7:1-13 tentang kepemimpinan.
Dalam sidang jemaat...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Juli 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus Kristus.

Malam...

Ibadah Doa Malang, 12 Juni 2012 (Selasa Sore)
Matius 27 secara keseluruhan tentang 7 percikan darah di atas tabut perjanjian.
Sekarang artinya...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 11 Oktober 2011 (Rabu Dini Hari)
Yohanes 4:23-24
4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 15 Juni 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 4:31-37
4:31 Kemudian Yesus pergi ke...

Ibadah Persekutuan Ambon III, 13 November 2013 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 30 Oktober 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 47-56= PENANGKAPAN YESUS. Di Taman Getsemani, Yesus mengalami sengsara daging tanpa dosa sampai ditangkap. Di akhir jaman, gereja...

Ibadah Raya Malang, 03 Maret 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk tentang...

Ibadah Doa Malang, 27 Juli 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:5-6
6:5 Dan ketika Anak Domba...

Ibadah Persekutuan Jakarta II, 09 Oktober 2013 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan Firman Tuhan....

Ibadah Raya Malang, 26 April 2015 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

1 Petrus 1:3
1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Paskah Surabaya, 01 April 2018 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat paskah, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Kita masih belajar tentang METERAI ALLAH (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 28 Januari 2018).
Wahyu 7: 1-8= orang-orang yang dimeteraikan dari bangsa Israel. Ini adalah inti dari tubuh Kristus yang sempurna; inti dari mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai--Paskah terakhir; nanti saat Paskah terakhir kita terlepas dari dunia ini dan bertemu Tuhan di awan-awan yang permai, masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru, kerajaan sorga yang kekal selamanya.

Ayat 2-3= tentang meterai Allah.
Wahyu 7: 2-3
7:2. Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,
7:3. katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"

Jadi mempelai wanita/gereja sempurna adalah kehidupan yang menerima meterai Allah di dahinya sehingga menjadi milik Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat oleh apapun dan siapapun; bebas dari hukuman Allah (tiga kali tujuh penghukuman Allah Tritunggal di dunia, kiamat, sampai neraka).

Wahyu 7: 4-8
7:4. Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
7:5. Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,
7:6. dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari
suku Manasye dua belas ribu,
7:7. dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,
7:8. dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.


Siapa yang dimeteraikan dengan meterai Allah? Seratus empat puluh empat ribu orang dari dua belas suku Israel.

Tetapi kalau kita baca secara keseluruhan, dari dua belas suku Israel yang dimeteraikan, tidak ada suku Dan, dan digantikan oleh suku Manasye, anak dari Yusuf; cucu Yakub (ayat 6):

  1. Mengapa suku Dan tidak dimeteraikan oleh Allah? Karena suku Dan berubah dari keturunan Abraham--secara jasmani--menjadi keturunan ular beludak, dan kehilangan segalanya (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 09 Februari 2018 sampai Ibadah Doa Surabaya, 16 Maret 2018).

    Kejadian 49: 17
    49:17. Semoga Dan menjadi seperti ular di jalan, seperti ular beludak di denai yang memagut tumit kuda, sehingga penunggangnya jatuh ke belakang.

    Suka Dan berubah dari keturunan Abraham yang berhak menerima janji/meterai Tuhan menjadi keturunan ular beludak. Hati-hati! Ular tidak pernah lurus--gambaran dari hati yang tidak tulus. Kalau hati tidak lurus/tulus, kita akan kehilangan segala-galanya.

    Hati yang lurus/tulus= ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar. Inilah kehidupan yang layak menerima meterai/janji Tuhan.

    Menjadi keturunan ular beludak sama dengan setan; hatinya tidak tulus/lurus, kehilangan janji/meterai Tuhan, dan kehilangan segala-galanya.
    Hati ini menentukan kita menerima janji atau kehilangan janji.


  2. Mengapa suku Dan digantikan oleh suku Manasye? Karena ada pengangkatan dan pengakuan Yakub terhadap Manasye dan Efraim yang lahir di daerah kafir--Mesir--menjadi anak-anak Yakub, seperti Ruben dan Simeon (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 18 Maret 2018).

    Kejadian 48: 5
    48:5. Maka sekarang kedua anakmu yang lahir bagimu di tanah Mesir, sebelum aku datang kepadamu ke Mesir, akulah yang empunya mereka; akulah yang akan empunya Efraim dan Manasye sama seperti Ruben dan Simeon.

    Sekarang bagi kita artinya: pengakuan dan pengangkatan Tuhan kepada bangsa kafir untuk menjadi anak-anak Allah, yang berhak menerima janji dan meterai Allah.

Roma 11: 25-26

11:25. Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.
11:26. Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.

Sebenarnya hanya bangsa Israel yang diselamatkan oleh Tuhan. Tetapi karena sebagian dari Israel telah menjadi tegar hati (menolak Yesus sebagai Juruselamat), maka terbuka kesempatan dan kemurahan Tuhan bagi bangsa kafir untuk bisa diselamatkan, sehingga seluruh Israel (Israel rohani yang terdiri dari bangsa kafir dan Israel asli) diselamatkan dan dimeteraikan oleh Tuhan, tidak dihukum dan dibinasakan.

Efesus 2: 13-16
2:13. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
2:14. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah
mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
2:15. sebab dengan
mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
2:16. dan untuk
memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

'"yang dekat"'= bangsa Israel.
Lebih lanjut, kematian Yesus di kayu salib adalah untuk memperdamaikan atau menyatukan bangsa Israel--"yang dekat"--dengan bangsa kafir--"yang jauh"--menjadi satu tubuh Kristus. Ini sama dengan merubuhkan tembok pemisah.

Tidak boleh ada lagi pertengkaran, iri, kebencian. Yang ada hanya saling mengasihi sebagai satu tubuh bahkan mengasihi musuh, dan mengasihi Tuhan lebih dari semua (hidup dalam kasih).
Jadi kematian Yesus membuat kita hidup dalam kasih; tidak ada lagi perseteruan (sudah diterangkan pada Ibadah Jumat Agung Surabaya, 30 Maret 2018).

Kalau masih ada rasa tidak enak hati antara suami-isteri, anak-orang tua, kakak-adik, lewat jumat agung--kematian Tuhan--sudah tidak boleh ada lagi. Harus ada pendamaian hari-hari ini! Harus saling mengasihi sampai mengasihi musuh, dan mengasihi Tuhan--menjadi satu tubuh. Itulah tubuh Kristus/mempelai wanita Tuhan.
Kita harus berdamai, kalau orang lain tidak mau, terserah dia. Yang penting kita sudah berusaha untuk berdamai, jangan sampai ada musuh, rasa tidak enak hati, iri. Rubuhkan semua, apalagi antara suami-isteri, anak-orang tua, kakak-adik, menantu-mertua, ipar. Kalau yang dekat-dekat saja masih ada tembok perseturuan--bertengkar terus--, apalagi dengan yang jauh (Israel dan kafir), tidak mungkin. Mulai belajar dari yang dekat-dekat! Tembok perseteruan sudah rubuh semua, kita mengalami damai sejahtera, dan ada kesatuan (hidup dalam kasih).

Kesempatan ini kita memperingati kebangkitan Yesus.
Kebangkitan Tuhan untuk membangun tembok yang baru. Tembok yang lama sudah dirubuhkan oleh kematian Yesus, sekarang kebangkitan-Nya untuk membangun tembok Yerusalem baru; mempelai wanita sorga; tubuh Kristus yang sempurna, yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai--Paskah terakhir--, masuk perjamuan kawin Anak Domba--sekarang perjamuan suci-, sesudah itu masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya.

Langkah-langkah membangun tembok Yerusalem baru:

  1. Wahyu 21: 14
    21:14. Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.

    Langkah pertama membangun tembok Yerusalem baru: membangun dasar.

    Dasar dari tembok Yerusalem baru adalah dua belas rasul--Yudas Iskariot sudah digantikan Matias.
    Artinya:


    • Pengajaran rasul-rasul--dalam kitab kisah para rasul dituliskan: mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan pemecahan roti--, yaitu pengajaran dalam perjanjian baru sebagai kegenapan dari apa yang dinubuatkan oleh para nabi di dalam perjanjian lama.

      Jadi perjanjian lama jangan diartikan secara tulisan tetapi harus diartikan secara rohani. Contohnya, dulu berdoa di menara kota, sekarang mencari-cari menara. Itu namanya dijasmanikan, karena kotanya sudah lain. Jangan begitu! Padahal kalau dibukakan, Yunus berdoa di dasar laut juga diterima.

      Dinubuatkan= dibukakan rahasianya dari jasmani menjadi rohani. Ini adalah pengajaran yang benar.

      Jadi dasar persekutuan tubuh Kristus yang benar adalah firman pengajaran yang benar. Persekutuan tubuh Kristus dimulai dari dalam nikah, dasarnya adalah firman pengajaran yang benar. Kemudian mau tergembala di mana, dasarnya juga firman pengajaran yang benar, bukan uang. Itu dasar yang benar-benar kokoh.

      Sehancur dan senajis apapun hidup kita, kalau kita masuk dalam persekutuan yang benar--mulai dari dalam nikah--, lama kelamaan kita akan dibentuk; ada harapan untuk disucikan sampai disempurnakan seperti Yesus--firman pengajaran yang benar mampu menyucikan kita; kita punya pedang dan hidup suci.

      Ini dasar pertama yaitu MEMEGANG PEDANG DAN HIDUP SUCI.

      Sebaliknya, sehebat apapun kita--seperti Salomo--kalau masuk persekutuan yang salah karena uang, suami, sungkan dan lain-lain--dasarnya ajaran yang salah; isteri-isteri Salomo punya ajaran sendiri yang beda dengan pedang Salomo--, pasti menuju kehancuran untuk selamanya. Salomo yang hebat bisa hancur, apalagi yang tidak hebat, lebih hancur lagi.

      Jadi persekutuan ini menentukan.; dasar ini menentukan. Nikah, penggembalaan, dan fellowship kita apa dasarnya? Kalau pengajaran yang benar, kita akan sampai ke Yerusalem baru, kalau tidak benar, akan hancur di tengah jalan. Tuhan tolong kita.


    • Dasar kedua: rasul, nabi, gembala dan sebagainya, ini adalah JABATAN PELAYANAN; tempat kita dalam tubuh Kristus.
      Efesus 4: 11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Kalau sudah suci, pasti diberi jubah/jabatan pelayanan--pedang dengan jubah adalah satu.
      Kalau kita sudah mantap memegang pedang--kita disucikan--, sebentar lagi kita akan menerima jubah. Tetapi kalau kita masih ragu-ragu memegang pedang--seperti Salomo--, semua akan habis. Mantap untuk pegang satu saja!

      Bisa kita lihat, orang yang mantap dalam firman akan disucikan, dan pasti dapat jubah karena jabatan pelayanan ini untuk memperlengkapi orang kudus, sehingga dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna/tembok Yerusalem baru.

      Jubah indah/jabatan pelayanan adalah tempat kita dalam tubuh Kristus. Kalau tidak punya jabatan berarti tidak punya tempat. Mau jadi apa? Tidak ada!
      Sekali lagi, yang belum melayani, berdoa, supaya bisa ditambahkan kesetiaan oleh Tuhan sampai bisa memegang pedang dengan mantap, kemudian disucikan, setelah itu pasti bisa menerima jabatan pelayanan.


    Tadi ada lima jabatan pokok--seperti lima jari: ibu jari: rasul, telunjuk: nabi, jari tengah: penginjil (paling menonjol), jari manis: gembala, kelingking: guru--, artinya: jika kita melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan dan dalam kesucian, maka ADA TANGAN TUHAN di dalam sidang jemaat untuk:


    • Membangun kerohanian sidang jemaat ke arah kesempurnaan
    • Membuat semua menjadi indah pada waktunya.
    • Menyelesaikan masalah dalam sidang jemaat.


    Mulai dari gembala sebagai penentunya.
    Gembala memiliki karunia menimbang roh untuk membedakan makanan yang benar dan tidak benar, untuk bisa memberi makan sidang jemaat.

    Kalau bukan gembala tetapi memaksa jadi gembala karena dia punya uang untuk membangun gereja atau bukan gembala tetapi dipaksa jadi gembala, kacau, bukan tangan Tuhan yang ada, tetapi tangan setan yang bekerja.

    Contoh: 2 Tawarikh 26: 16-19
    26:16. Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mazbah pembakaran ukupan.
    26:17. Tetapi imam Azarya mengikutinya dari belakang bersama-sama delapan puluh imam TUHAN, orang-orang yang tegas;
    26:18. mereka berdiri di depan raja Uzia dan berkata kepadanya: "Hai, Uzia, engkau
    tidak berhak membakar ukupan kepada TUHAN, hanyalah imam-imam keturunan Harun yang telah dikuduskan yang berhak membakar ukupan! Keluarlah dari tempat kudus ini, karena engkau telah berubah setia! Engkau tidak akan memperoleh kehormatan dari TUHAN Allah karena hal ini."
    26:19. Tetapi Uzia, dengan bokor ukupan di tangannya untuk dibakar menjadi marah. Sementara amarahnya meluap terhadap para imam,
    timbullah penyakit kusta pada dahinya di hadapan para imam di rumah TUHAN, dekat mazbah pembakaran ukupan.

    Melayani tetapi justru menimbulkan celaka; ada penyakit kusta, bukan kemuliaan Tuhan. Nantinya Uzia dikuburkan juga di luar pekuburan karena kusta--diasingkan--, artinya: diasingkan dari tubuh Kristus.
    Ini sebagai contoh, kalau melayani tanpa pengajaran yang benar/kesucian dan tidak sesuai dengan jabatan pelayanan dari Tuhan, maka yang ada adalah tangan setan di dalam sidang jemaat sehingga merusak tubuh Kristus--ada penyakit kusta, artinya: kebenaran sendiri, kenajisan dan sebagainya--; terasing/terpisah dari tubuh Kristus.

    Sungguh-sungguh! Di sini dulu yang diperiksa, apa pantas gembala seperti saya? Kalau tidak, harus tegas, jangan lihat orangnya tetapi harus sesuai dengan pengajaran yang benar/kesucian dan jabatan.

    Melayani Tuhan tanpa kesucian dan tidak sesuai jabatan hanya menimbulkan kerusakan-kerusakan. Soal uang saja--masalah terkecil--gereja sudah terpecah belah. Bayangkan! Tuhan katakan: uang adalah perkara terkecil, tetapi sudah terpecah belah karena tanpa pedang dan jabatan pelayanan yang benar; hanya menghancurkan tubuh Kristus, bisa rebutan, bukan melayani.

    "Saya sedih sekali karena difitnah di Malang, padahal kami keluar karena gereja tidak boleh lagi. Kami bersama jemaat yang membangun gereja itu, sedangkan tanahnya ada orang yang berkorban. Saya tidak mau merebut. Karena dia mengomel: Itu isteri saya dipaksa, akhirnya saya kembalikan. Orang ribut semua, tetapi saya tidak peduli. Setelah kami dikeluarkan, malah dikatakan kami merebut. Om Pong berkata: 'Jangan rebut-rebut! Kalau kamu mau rebut itu boleh dihancurkan, tetapi untuk apa? Berikan saja!' Tidak usah berebutan, apalagi sampai ke pengadilan, itulah tangan setan karena tidak sesuai pengajaran dan jabatan. Akhirnya semua dibuat profesi atau perusahaan. Sudah saya serahkan, ternyata bisa buka di Surabaya, Medan, dan Jakarta. Puji Tuhan! Jemaat-jemaat di Malang yang dulu terpecah, kembali semua. Kalau dulu saya rebut, saya hanya di Malang. Itulah, santai saja, yang penting sesuai dengan firman (kesucian), jabatan, dan motornya kasih, di situ ada tangan Tuhan."

    Kalau kita melayani sesuai dengan jabatan pelayanan yang benar dan dalam kesucian, maka motor dari pelayanan adalah kasih Allah.
    Tiga hal ini tidak bisa dipisahkan--Allah Tritunggal--:


    • Jabatan pelayanan= dari Anak Allah.
    • Karunia= dari Allah Roh Kudus.
    • Kasih= dari Allah Bapa.


    Kalau yang dua sudah ada, yang ketiga pasti ada. Motor penggerak pelayanan kita adalah kasih. Kasih itu kekal, berarti ibadah pelayanan kita kekal sampai di Yerusalem baru.

    Persekutuan tubuh Kristus/tembok Yerusalem baru dimulai dari rumah tangga. Mari, tanggung jawab! Suami mengasihi isteri, isteri tunduk, anak taat, di situ ada tangan Tuhan. Di dalam penggembalaan juga, betapa indahnya.
    Dasarnya harus kuat!


  2. Langkah kedua membangun tembok Yerusalem baru: memperhatikan keadaan tembok yang dibangun.
    Ada dua macam keadaan tembok Yerusalem baru:


    • Wahyu 21: 12a
      21:12a. Dan temboknya besar lagi tinggi

      Yang pertama: temboknya besar lagi tinggi, artinya: tidak rubuh.

      Hati-hati! Kalau tembok rubuh, semua akan masuk, hancur semua. Jaga tembok besar lagi tinggi! Di rumah tangga, penggembalaan ada tembok rubuh.
      Amsal 24: 30-31
      24:30. Aku melalui ladang seorang pemalas dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi.
      24:31. Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan
      temboknya sudah roboh.

      'tidak berakal budi'= tidak bijaksana.
      Tembok rubuh= malas dan jahat; kalau malas pasti jahat (Matius 25)= tidak setia dan bijaksana. Kalau suami jahat dan malas--tembok rubuh--, nikah akan terlantar; isteri jahat dan malas--tembok rubuh--, nikah akan terlantar; anak-anak malas dan jahat, nikah akan rubuh.

      Mari kembali pada posisi yang benar! Temboknya besar lagi tinggi, mengagungkan Tuhan. Jangan jahat dan malas, itu adalah tembok rubuh!
      Malas= tidak setia.
      Jahat= tidak bijaksana/taat--orang yang taat adalah orang yang bijaksana ('siapa mendengar firman dan melakukannya, ia adalah orang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu').

      Kembali pada kesetiaan dan kebijaksanaan/ketaatan! Bangun tembok yang tidak rubuh, mulai di rumah tangga, penggembalaan, dan antar penggembalaan. Setiap pribadi kita harus menjadi hamba/pelayan Tuhan yang setia dan taat dengar-dengaran.

      1 Petrus 1: 22
      1:22. Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

      Kalau kita menjadi hamba/pelayan Tuhan yang setia dan bijaksana, kita bisa melayani dalam kesucian dan saling mengasihi sampai mengasihi musuh, itulah kasih yang tulus ikhlas, tidak akan ada tembok yang rubuh/kehancuran.

      Kalau orang mengasihi kita, apalagi ditambah dengan 'kasih-kasih', lalu kita mengasihi dia, belum tentu tulus. Satu waktu tidak memberi lagi,, apalagi dengar dia memberi kepada yang lain, kita sudah bermusuhan.
      Tetapi saat kita mengasihi orang yang memusuhi kita, minimal berdoa bagi dia supaya diampuni dan ditolong Tuhan, itulah kasih yang tulus ikhlas.

      Kalau banyak orang yang memfitnah kita, berarti kasih kita kurang juga. Harus ditingkatkan! Jangan-jangan banyak kasih pura-pura. Tuhan berkata: kalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, pemungut cukai juga bisa. Tetapi kalau mengasihi orang yang memusuhi kita, inilah pelajaran yang mungkin belum pernah selesai. Kita sama-sama belajar.

      Tembok besar lagi tinggi itu mengagungkan Tuhan. Kita melayani bukan karena gereja besar atau kecil tetapi untuk mengagungkan Tuhan. Kalau seisi rumah dan penggembalaan melayani dengan setia dan bijaksana; setia dan taat; suci dan saling mengasihi, kita pasti mengagungkan Tuhan, dan ada kemuliaan Tuhan di sana.
      Kalau tembok rubuh, habis.

      "Waktu ke Poso--masih ada peperangan--, sore hari kami datang, saya ingin tahu gereja GPT di sana yang terbakar. Saya mau menangis lihat keadaannya, temboknya rubuh. Saya mau menangis karena minggu itu terakhir saya khotbah di sana, sebelum terbakar--waktu itu om Pong di Tentena mulai hari senin, dan saya disuruh jadi pembicara di Poso hari minggunya. Setelah kami kembali, sudah hancur semua. Bahaya kalau tembok sudah rubuh. Kemudian kami berbincang-bincang di sana, lalu pulang. Besok paginya ada berita, selisih lima belas menit setelah kami pulang, ada orang ditembak di sana. Itu tandanya terlantar, tidak ada yang melindungi."

      Setia, taat, suci, dan saling mengasihi, itulah yang mengagungkan Tuhan; ada kemuliaan Tuhan yang melindungi/melingkupi kita semua. Kalau ada awan kemuliaan, jangankan mau menembak, berdiripun tidak mampu.

      Waktu Salomo mentahbiskan Bait Allah, saat tabut perjanjian dimasukkan, mereka berdiri memberi hormat, tidak bisa loncat-loncat. Tetapi begitu awan kemuliaan turun, mereka tersungkur, tidak kuat berdiri.
      Kalau ada awan kemuliaan, mau ada apapun, tidak peduli karena ada perlindungan Tuhan. Sungguh-sungguh!

      Sekali lagi, jangan terpancing pada yang jasmani! Untuk pekerjaan Tuhan, kita perhatikan yang rohani--arti rohani: pengajaran rasul adalah perjanjian lama yang diartikan secara rohani.


    • Wahyu 21: 18a
      21:18a. Tembok itu terbuat dari permata yaspis

      Yang kedua: terbuat dari permata yaspis--permata yang paling indah.

      Permata yaspis artinya: kerinduan yang menyala-nyala= setia berkobar-kobar dalam situasi apapun, menghadapi apapun, dan di manapun.


    Kalau digabungkan, kita harus melayani Tuhan dengan KESUCIAN, KESETIAAN, KETAATAN, DAN BERKOBAR-KOBAR. Ini sama dengan pelayan Tuhan bagaikan nyala api (Ibrani 1: 7); mata Tuhan bagaikan nyala api (Wahyu 1: 14). Jadi, KITA MENJADI BIJI MATA TUHAN SENDIRI. Ini keagungan Tuhan.

    Kalau sudah menjadi biji mata Tuhan, kita akan benar-benar mengagungkan Tuhan. Kita akan dilindungi; ada naungan sayap. Ini adalah keuntungan besar, lebih dari uang yang banyak. Karena itu di dalam gereja jangan rebutan uang dan sebagainya, karena nanti justru kehilangan keuntungan besar.

    Keuntungan besar kalau diartikan sebagai uang, aset gedung dan lain-lain, ini berarti jadi profesi perusahaan.
    Keuntungan besar bukan itu, tetapi DUA SAYAP BURUNG NASAR YANG BESAR. Itu yang harus kita kejar hari-hari ini.
    Kita beribadah bukan mengejar uang, tetapi dua sayap burung nasar, yang tidak bisa dibeli dan dibandingkan dengan aset berapapun.

    Mazmur 17: 8
    17:8. Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

    Kalau kita sudah menjadi biji mata Tuhan, kita akan mengalami naungan sayap Tuhan; naungan dua sayap burung nasar yang besar.
    Artinya: kita kecil dan tidak berdaya--seperti anak ayam--di tengah kesulitan dunia, tetapi kita dipelihara oleh pelukan dua tangan anugerah Tuhan yang besar (dua sayap burung nasar yang besar), sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.

    "Saya benar-benar trenyuh. Saya lihat anak ayam apalagi yang baru menetas, sekalipun ada jagung, sampai besok tidak makan dia, apalagi jagungnya agak besar. Tidak bisa makan karena setiap mau makan, jagungnya malah terlempar, apalagi kalau tidak ada jagung. Tetapi kalau ada induknya, ada jagung atau tidak, dia tetap makan. Itulah penggembalaan, ada sayap burung nasar. Perlu ada induk. Induk menunjuk pada Tuhan, Gembala yang baik. Itu yang penting, bukan jagungnya. Kalau memilih jagungnya kita akan stres karena tidak bisa makan."

    Jangan bergantung pada dunia!
    Saat antikris berkuasa, semua tidak ada gunanya, kecuali menyembah antikris. Karena itu mulai sekarang kita belajar bergantung pada Tuhan. Boleh punya gaji, toko dan lain-lain, tetapi utamakan Tuhan lebih dari semua. Jangan ragu-ragu atau terlalu perhitungan seperti Yudas!

    "Gereja apa itu? Terlalu lama. Dari pada kita bergosip di luar, lebih baik di rumah Tuhan sampai bisa menyanyi dan mengalami: Lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain. Kita baru dua jam sudah tidak kuat. Jangan-jangan penciptanya juga. Ngerinya di situ. Karena itu lagu-lagu harus didoakan, jangan hanya menciptakan lagu sebagai profesi, bukan pengalaman hidupnya. Menciptakan lagu sederhana saja, tetapi merupakan pengalaman hidupnya sendiri. Itu yang penting, kita tidak berdusta."

    Jangan ragu berkorban apapun untuk Tuhan! Semua tidak akan kembali sia-sia, Dia yang bertanggung jawab, Dia akan kembalikan dengan keuntungan besar yaitu dua sayap burung nasar yang besar.

    Inilah keadaan tembok.


  3. Wahyu 21: 17
    21:17. Lalu ia mengukur temboknya: seratus empat puluh empat hasta, menurut ukuran manusia, yang adalah juga ukuran malaikat.

    Langkah ketiga membangun tembok Yerusalem baru: memperhatikan ukuran tembok.

    Inilah kuasa kebangkitan Tuhan. Kita merayakan Paskah supaya mengerti.
    Tadi, merayakan jumat agung, kita harus berdamai dan saling mengasihi--merubuhkan tembok pemisah--; kita hidup dalam kasih.
    Sekarang kebangkitan Tuhan, bangun tembok yang baru yaitu persekutuan yang benar sampai sempurna:


    • Dasarnya harus benar yaitu pengajaran yang benar/kesucian dan jabatan pelayanan. Ada tangan Tuhan di sana yang bekerja untuk kita semua.
    • Keadaan tembok: besar lagi tinggi, kita tidak rubuh artinya tidak malas tetapi setia, taat, suci, dan berkobar-kobar. Kita akan menerima dua sayap burung nasar yang besar; kita menjadi biji mata Tuhan.


    • Sekarang ukuran tembok.


    Ukuran tembok adalah 144.000 hasta; tadi yang dimeteraikan ada 144.000 orang. Ini ada kaitan dengan nubuatan di kitab kejadian.
    Kejadian 15: 13
    15:13. Firman TUHAN kepada Abram: "Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya.

    400 tahun= 360 hari x 400= 144.000 hari lamanya perbudakan; tadi yang dimeteraikan ada 144.000 orang.
    Jadi, setiap hari kita harus mengalami penebusan oleh darah Yesus.

    144.000 terdiri dari: 144 dan ribu.
    '144' menunjuk pada sengsara/aniaya/salib.
    'ribu' menunjuk pada kerajaan Seribu Tahun.

    Kalau digabung, 144.000= sengsara daging untuk mencapai kesempurnaan.
    Inilah ukuran tembok, yaitu sengsara/salib Yesus--bukan kehebatan--, untuk mencapai kesempurnaan.
    Jadi tubuh Kristus/mempelai wanita HARUS MENGALAMI PERCIKAN DARAH/ujian/salib/nyala api siksaan bersama Yesus untuk mencapai kesempurnaan dan masuk Yerusalem baru.

    Tadi, dasarnya sudah benar--pengajaran dan jabatannya benar--, sudah ada tangan Tuhan menolong. Bagus.
    Ditambah lagi temboknya besar lagi tinggi, sampai mempunyai dua sayap burung nasar yang besar. Bagus.
    Tetapi masih ada satu lagi yaitu harus mengalami percikan darah seperti Yesus.

    Kalau belajar dari tabut perjanjian, ada dua kali tujuh percikan darah: di depan tabut dan di atas tabut. Tujuh kali percikan darah di atas tabut= diterima oleh Yesus sampai sempurna--angka tujuh menunjuk pada kesempurnaan.
    Tujuh kali percikan darah di depan tabut= dialami oleh kita sidang jemaat sampai sempurna.

    Tanpa percikan darah Yesus--Dia tidak disalib--, Dia tidak akan bisa mulia/sempurna.
    Ukuran tembok adalah ukuran terakhir bagi kita.

    Mengapa kita harus mengalami sengsara--tidak salah disalahkan, dicaci-maki, hari libur masuk gereja, pulang kantor masuk gereja, pulang kuliah harus ibadah besok ujian dan lain-lain--? Supaya ROH KEMULIAAN DICURAHKAN KEPADA KITA.

    1 Petrus 4: 12-14
    4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Dulu memakai minyak urapan, tetapi di loteng Yerusalem sesudah Yesus mati, bangkit, dan naik ke sorga, pencurahan Roh Kudus langsung dari sorga--Yesus sebagai Pembaptis Roh--, tidak lagi menggunakan minyak urapan.

    Di loteng Yerusalem Roh Kudus turun bagaikan lidah-lidah seperti nyala api, untuk orang Israel saja. Sebenarnya Roh Kudus hanya untuk orang Israel di loteng Yerusalem.

    Barulah di kisah rasul 10: 45, Roh Kudus dicurahkan bagi bangsa kafir. Ini kemurahan Tuhan bagi bangsa kafir. Lewat percikan darah kita menerima Roh kemuliaan; Roh Kudus dicurahkan bagi kita.

    Kisah Rasul 10: 45
    10:45. Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,

    Roh Kudus yang membangkitkan Yesus--kuasa kebangkitan Roh Kudus.
    Jadi merayakan Paskah adalah kita membangun tembok dengan kuasa kebangkitan: dasarnya benar, keadaan temboknya benar--tidak miring--, dan ukurannya benar--percikan darah--, sampai kita menerima Roh kemuliaan. Inilah kemurahan Tuhan yang besar bagi bangsa kafir.

    Kegunaan Roh Kudus bagi bangsa kafir: menyucikan dan mengubahkan bangsa kafir; tadi Roh Kudus bagaikan nyala api, artinya: membakar bangsa kafir yang busuk seperti anjing dan babi, menjadi berbau harum di hadapan Tuhan.

    Roma 15: 16
    15:16. yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

    'bukan Yahudi'= bangsa kafir.

    Kalau ada salib, ada Roh kemuliaan, dan kita akan berubah. Itu saja. Begitu Yesus disalibkan, Ia mati, bangkit, dan langsung berubah pada tubuh kemuliaan, sehingga bisa naik ke sorga.
    Kita juga, ukuran terakhir tembok kerajaan sorga adalah salib. Kalau tidak disalib, kita tidak akan bisa melintasi tembok Yerusalem baru. Kita harus mengalami salib/percikan darah.

    Berbau harum= kita hanya berkata: Ya Abba, ya Bapa--jujur dan taat sampai daging tidak bersuara. Di luar itu, bau. Ada dusta, bangsa kafir akan bau seperti anjing menjilat muntah; tidak taat--berbuat dosa jahat dan najis--, akan bau seperti babi kembali ke kubangan.

    Kalau mau berbau harum cukup dengan jujur dan taat sampai daging tidak bersuara lagi, tidak usah yang macam-macam. Ini sama dengan mengangkat dua tangan kepada Tuhan: Terserah Engkau, Tuhan, saya tidak bisa apa-apa. Kita bangsa kafir tidak bisa apa-apa menghadapi yang jasmani dan rohani. Kita hanya mengulurkan tangan dan Tuhan akan mengulurkan tangan Roh Kudus di tengah kita, sehingga mujizat terjadi.

    Contoh: Musa menghadapi laut Kolsom di depan, Firaun di belakang, dan kiri kanan gunung pasir. Jawabannya hanya satu: mati! Mungkin secara jasmani: penyakit, ekonomi sudah tidak bisa lagi, mungkin rohani sudah najis, hancur, masa depan hancur. Angkat dua tangan kepada Tuhan; berserah dan berseru kepada Tuhan, jujur dan taat. Tuhan akan mengulurkan tangan-Nya, sehingga laut Kolsom terkuak.

    Keluaran 14: 21
    14:21. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

    Selain seperti nyala api untuk membakar, Roh Kudus juga bagaikan tiupan aning yang keras, untuk membelah laut Kolsom. Yakinlah!
    Apa saja yang sudah tidak bisa lagi secara jasmani, rohani, dan rumah tangga, secara manusia mati, tetapi masih ada kuasa Roh Kudus menolong kita. Roh Kudus yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati juga mampu membangkitkan kita yang mati. Mau usaha apa, silakan, tetapi banyaklah mengangkat tangan.

    Laut Kolsom terbelah artinya:


    • Ada jaminan kepastian dari Tuhan untuk memelihara hidup kita secara jasmani di tengah kemustahilan, dan secara rohani: begitu laut terbuka benar-benar ada ketenangan, damai sejahtera, semua enak dan ringan; semua terbuka.

      Jaga damai sejahtera! Jangan berseru-seru (mengomel), tetapi kalau waktu Tuhan belum tiba, tetaplah tunjukkan bahwa kita bergantung pada Tuhan. Ada apa-apa, jujur dan taat, Tuhan pasti hadir dan mengulurkan tangan-Nya.


    • Masa depan berhasil dan indah Tuhan berikan.
    • Bangsa Israel menuju ke Kanaan= kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir/pembangunan tubuh Kristus sampai tubuh Kristus sempurna.


    Dan jika Tuhan datang kedua kali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia. Kita tidak salah dalam perkataan; kita hanya menyeru: Haleluya. Pintu Yerusalem baru benar-benar terbuka bagi kita.

Apa yang tertutup pasti terbuka kalau kita jujur dan taat; kita berbau harum di hadapan Tuhan.
Tanpa Roh Kudus, sehebat apapun bangsa kafir, kita hanya seperti anjing dan babi--bau. Kalau ada Roh Kudus, semua itu akan dibakar sehingga berbau harum. Kita bisa jujur dan taat.

Mulai banyak menyembah Tuhan, bukan bergosip dan lain-lain. Biarlah Roh Kudus yang membukakan semua bagi kita.
Biar Roh Kudus menjamah kita semua.

Ada kegagalan, kejatuhan dan lain-lain, mari jujur dan taat. Tanpa Roh Kudus kita tidak bisa apa-apa.
Sumbernya ada di hati. Melembut! Jujur dan taat, itu sudah melembut; kalau keras, anjing dan babi. Melembut di hadapan Tuhan, dan Roh Kudus akan dicurahkan.
Tunjukkan kegagalan, kejatuhan, dan kehancuran kita! Tunjukkan jalan buntu yang kita hadapi, kemustahilan, dan apa saja yang kita hadapi, tetapi juga keberhasilan dan lain-lain! Mohon supaya Tuhan tetap memegang kita, jangan kita hancur di dunia.

Mungkin kita keras, kecewa, putus asa, tidak tenang, penuh tanda tanya, kalau disentuh Roh Kudus, sudah lain. Kita bisa jujur mengaku keadaan kita, dan menyerah kepada Tuhan. Jangan curhat pada orang lain, tetapi berseru pada Tuhan!
Mungkin kaum muda tidak tahu soal masa depan, perjodohan, ada penyakit dan lain-lain, berseru kepada-Nya, biar Roh Kudus menjamah kita semua.

Apapun keadaan kita, jujur dan taat! Hati itu akan dijamah Roh Kudus; ada kuasa kebangkitan. Yesus yang mati bisa dibangkitkan, berarti apa yang sudah mati dari diri kita juga bisa dibangkitkan. Apa yang mustahil jadi tidak mustahil--seperti batu penutup kubur Yesus yang terguling oleh kuasa kebangkitan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:45 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 01-02 Mei 2018
    (Ibadah Kunjungan di Malaka, Malaysia (tgl 1 jam 09.00 dan 18.00, tgl 2 jam 18.00 wkt Malaka))

  • 29-30 Mei 2018
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top