|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah Raya Malang, 25 Juli 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:8-13 25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada... Ibadah Doa Surabaya, 24 November 2010 (Rabu Sore)
Pembicara:
Sdr. Gideon
Matius
25 : 31-34
25:31.
"Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua
malaikat bersama-sama dengan Dia, maka... Ibadah Doa Malang, 27 September 2011 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro
Matius 26:26-29 26:26. Dan ketika... Ibadah Kunjungan Ciawi V, 29 Juli 2010 (Kamis Sore)
Wahyu 21: 5 21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Oktober 2011 (Senin Sore)
Matius
26: 36-46=
GETSEMANE. 'Getsemane'=
tempat
pemerasan. Di
Getsemane, Yesus
mengalami pemerasan daging
(sengsara daging tanpa dosa= percikan darah). Di akhir jaman,
gereja
Tuhan
juga harus mengalami pemerasan
daging
(sengsara... Ibadah Doa Surabaya, 15 Februari 2012 (Rabu Sore)
Matius
26:69-75
PETRUS
MENYANGKAL YESUS.
Tiga
kali Petrus menyangkal Yesus yaitu
(Matius
26:69-70) Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea.
(Matius
26:71-72)
Petrus
menyangkal Yesus sebagai... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 November 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 36-44
= nubuat ke-7.
Tidak ada yang tahu akan kedatangan Tuhan. Karena itu,... Ibadah KKR Palangkaraya I, 24 Februari 2009 (Selasa Sore)
Ibrani 13: 1 "Peliharalah kasih persaudaraan" Mengapa kita harus mengasihi saudara atau sesama?1 Yohanes 4: 20-21 =... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 Juni 2010 (Senin Sore)
Matius
25: 1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal
Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan
pergi... Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 25 Juni 2011 (Sabtu Sore)
Pembicara:
Bpk. Antanusa
Markus
16
terbagi menjadi 2:
Ayat 1-8:
Kuasa kebangkitan Tuhan (Shekinah Glory) menyinari hati manusia
sehingga mengalami keubahan hidup/pembaharuan.
Ayat
9-20:
Kuasa... Ibadah Doa Surabaya, 30 Juni 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 2-4
25:2. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
25:3. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa... Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 Mei 2012 (Senin Sore)
Matius
27: =
dalam Tabernakel, terkena pada 7
kali percikan darah di
atas
tabut perjanjian/tutup pendamaian=
sengsara yang dialami oleh Yesus sampai... Ibadah Raya Surabaya, 01 Agustus 2010 (Minggu Sore)
Wahyu 21: 5 21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu
berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu
baru!"... Ibadah Doa Surabaya, 18 Maret 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 29-31
ay. 31= terjadi tiupan sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan gereja Tuhan dalam... Ibadah Doa Malang, 15 Mei 2012 (Selasa Sore)
Matius 27 dalam susunan tabernakel terkena pada 7 percikan darah di atas tabut perjanjian. Sekarang...
TRANSKRIP LENGKAP
Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 21 Oktober 2010 (Kamis Sore)
Matius
25:31-32 25:31. "Apabila
Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat
bersama-sama dengan Dia, maka Ia
akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. 25:32.
Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan
memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti
gembala
memisahkan domba dari kambing,
Pada
saat kedatangan Yesus kedua kali, Yesus tampil dalam 2 penampilan:
- sebagai
Raja atas segala raja yang memerintah (bersemayam) di atas
tahta kemuliaan, maka kita harus tampil sebagai raja-raja, yakni
kehidupan yang diurapi Roh Kudus, kehidupan yang selalu menang atas
dosa, dunia, daging, sehingga kita juga bisa sampai di tahta
kemuliaan.
- sebagai
Gembala Agung, maka kita harus tampil sebagai kehidupan yang
tergembala (domba-domba), supaya tidak tersesat/terhilang, kita bisa
mengikut Yesus (Gembala Agung) sampai berada di tahta kemuliaan.
Keluaran
3:1
3:1.
Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya,
imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke
seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung
Horeb.
Batas
Penggembalaan
adalah sampai di Gunung Horeb (= Gunung Sinai, Kisah
Para Rasul 7:30).
Di
Gunung Sinai, Musa menerima 2 hal:
- Perintah
dan petunjuk untuk membangun Tabernakel/Kemah
Suci/Rumah Allah.
Bagi
kita saat ini, dalam arti rohani menunjuk pada Pengajaran
Tabernakel, yakni Pengajaran tentang pembangunan/pembentukan Tubuh
Kristus.
- Dua
loh batu
= kasih.
Matius
22:34-39 22:34.
Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat
orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka 22:35. dan
seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai
Dia: 22:36. "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum
Taurat?" 22:37. Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah
Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan
dengan segenap akal budimu. 22:38. Itulah hukum yang terutama dan
yang pertama. 22:39. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu,
ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu
sendiri.
Penggembalaan
bukan hanya untuk menyelamatkan kita (selamat - percaya Yesus)
tetapi sampai membawa kehidupan kita masuk pembangunan Tubuh
Kristus, yakni:
- kita
bisa mengasihi
sesama seperti diri sendiri
/menyatu dengan sesama = kesatuan Tubuh.
- kita
bisa mengasihi
Tuhan lebih dari segala sesuatu
= kesatuan Tubuh dengan Kepala, kesatuan Mempelai Wanita dengan
Mempelai Pria Surga dalam Pesta Nikah Anak Domba Allah, untuk
selanjutnya masuk dalam Kerajaan 1000 Tahun Damai (Firdaus di bumi)
dan Kerajaan Surga yang kekal (tahta kemuliaan).
Syarat
Penggembalaan:
- Yohanes
10:1-2
10:1.
"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam
kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat
tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; 10:2.
tetapi siapa
yang masuk melalui pintu,
ia adalah gembala domba.
Syarat
pertama: masuk
kandang penggembalaan, sekalipun memang harus melalui pintu
sempit.
Kandang
penggembalaan menunjuk pada ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok (3
macam alat dalam Ruangan Suci):
Mulai
dari seorang
gembala harus masuk pintu sempit
= tekun dalam kandang penggembalaan. Kalau melompat tembok
(sebentar ada, sebentar tidak ada) = pencuri dan perampok, pembunuh.
Demikian gembala-gembala yang melalaikan tugasnya. Kita harus
hati-hati!
Domba-domba
juga harus tekun di kandang penggembalaan.
Kalau domba tidak tekun dalam kandang penggembalaan, akibatnya:
- dimangsa
binatang buas.
- dibunuh
pencuri/perampok (yakni gembala-gembala yang tidak setia).
- Yohanes
10:4-5
10:4.
Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan
mereka dan domba-domba
itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. 10:5.
Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari
dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka
kenal."
Syarat
kedua: mendengar
dan dengar-dengaran pada suara Gembala (Firman
Penggembalaan). JANGAN
DENGAR SUARA ASING! Suara
asing:
- gosip-gosip
yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
- ajaran-ajaran
asing yang berbeda dari yang sudah kita terima.
Suara
asing mencerai-beraikan dan menyesatkan domba-domba, sampai menuju
kebinasaan.
Dalam
penggembalaan, kita mengalami 3 hal:
- Penyucian
oleh api yang dari Tuhan.
Keluaran
3:2-5 3:2.
Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api
yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak
duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. 3:3. Musa berkata:
"Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan
yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?" 3:4.
Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya,
berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa,
Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah." 3:5. Lalu Ia
berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu
dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah
yang kudus."
Musa
melihat nyala api keluar dari semak duri namun semak duri itu tidak
terbakar, tidak hancur, tidak rusak. semak
duri
(kayu) = manusia daging yang berdosa. api
= api dari Surga (buktinya tidak menghancurkan semak duri), yakni
api Firman Pengajaran benar, api Roh Kudus, dan api Kasih
Allah.
Manusia daging yang berdosa mengalami penyucian tubuh,
jiwa, roh lewat:
- api
Firman Pengajaran benar= ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab
dan Perjamuan Suci.
- api
Roh Kudus= ketekunan dalam Ibadah Raya.
- api
Kasih Allah= ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.
Hasilnya:
- Menanggalkan
kasut
= menjadi seperti bayi yang baru lahir.
1
Petrus 2:1-2 2:1.
Karena itu buanglah
segala kejahatan(1), segala tipu muslihat(2) dan segala macam
kemunafikan(3), kedengkian(4) dan fitnah(5). 2:2.
Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin
akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu
bertumbuh dan beroleh keselamatan,
Tandanya:
- membuang
dosa,
mulai dari 5 dosa utama:
- segala
akar kejahatan (cinta uang, kikir dan serakah) dan kenajisan
(dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan).
- segala
tipu muslihat/dusta.
- segala
macam kemunafikan.
- segala
kedengkian.
- segala
fitnah.
Waspada!
Banyak hamba Tuhan seperti Pilatus, menyalibkan (menolak) Yesus
yang sudah jelas benar, serta membebaskan Barabas yang sudah jelas
bersalah. Kita harus sungguh-sungguh tergembala untuk bisa
disucikan.
- Keinginannya
hanya satu yakni rindu Firman Pengajaran benar
(bisa menikmati, mendengar dan dengar-dengaran) sehingga mengalami
pertumbuhan ke arah kesempurnaan.
- Kayu
dengan nyala api
= Mempelai Wanita dengan selubung matahari, bulan di bawah kaki,
dan mahkota 12 bintang di atas kepalanya.
Wahyu
12:1 12:1.
Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan
berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah
mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
Menubuatkan:
kehidupan kita terus disucikan (seperti bayi), bertumbuh, sampai
dewasa/sempurna, tidak bercacat cela, menjadi terang dunia seperti
Yesus. Penyucian dengan api Firman, Roh Kudus, dan kasih
menghasilkan terang bulan, bintang, dan matahari (terang
dunia). Memang proses keubahan hidup pelan-pelan, sedikit demi
sedikit. Tidak mungkin 3 macam ibadah sia-sia! Firman
Allah tidak akan kembali dengan sia-sia!
Kesaksian/pemandangan
hebat yang ditunggu seluruh dunia
adalah jika seorang berdosa bisa digembalakan (tekun dalam 3 macam
ibadah pokok), disucikan, sampai disempurnakan. Ini penglihatan
hebat yang tidak bisa ditiru/dipalsu setan.
Kalau bukan lewat
pekerjaan Firman Pengajaran, tidak mungkin kita bertekun dalam 3
macam ibadah pokok.
- Panggilan
dengan suara.
Keluaran
3:4 3:4.
Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya,
berserulah
Allah dari tengah-tengah semak duri
itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya,
Allah."
Panggilan
Tuhan berasal dari kesucian,
bukan karena kita pandai, kaya, ataupun hebat. Musa harus
tergembala dan disucikan terlebih dulu baru kemudian dipanggil
Tuhan.
Jadi, semakin kita disucikan, panggilan Tuhan semakin
jelas dan teguh. Jangan
main-main, kita harus sungguh-sungguh!
Panggilan
Tuhan: "Musa, Musa!" Artinya:
- Panggilan
Tuhan datang secara pribadi,
tidak bisa dimengerti oleh orang lain, hanya dia sendiri.
Misalnya:
panggilan untuk melayani Tuhan, panggilan untuk masuk dalam 3 macam
ibadah pokok, panggilan untuk masuk Baptisan Air.
- Tuhan
mengenal dengan jelas
setiap kehidupan yang dipanggilNya. Jangan kita ragu!
Selain
itu, Tuhan juga menunjukkan teladan bagaimana kita harus sopan dalam
memanggil sesama, menggunakan nama masing-masing pribadi.
Tuhan
memanggil kita untuk dipakai dalam kegerakan Pembangunan Tubuh
Kristus yang sempurna. Misalnya: dalam kebaktian kunjungan, ada
yang dipanggil untuk turut serta secara langsung (berperang
langsung), ada pula yang tinggal dan bertugas untuk tetap mendukung
dalam doa (tetap satu tim melayani Tuhan).
Jawaban
yang tepat untuk setiap panggilan Tuhan: "YA,
ALLAH." (Jangan
menunda-nunda apalagi menolak!) Artinya: taat dengar-dengaran
pada kehendak Tuhan - maka segala resikonya menjadi tanggung jawab
Tuhan.
Sebaliknya, kalau menolak panggilan Tuhan - maka
segala resiko ditanggung sendiri. Contohnya: Saul yang tidak taat
dan kehilangan segala-galanya.
Roma
8:28-30 8:28.
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu
untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu
bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 8:29.
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga
ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran
Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara
banyak saudara. 8:30. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula,
mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka
itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu
juga dimuliakan-Nya.
Tuhan
tidak sembarangan memanggil kita,
semuanya sesuai dengan rencana Allah.
- Kalau
kita menjawab "Ya" maka suatu waktu kita akan melihat kebaikan
Tuhan dan kita mengucap syukur selalu.
- Kalau
kita menolak panggilan Tuhan maka segala sesuatu yang tadinya hebat
menjadi hancur.
Jika
kita tetap berada di rel/jalur kehendak Allah, tidak perlu takut
sekalipun banyak tantangan dan rintangan. Kita akan mengalami 2 hal:
- Ayat
28: Tuhan
turut bekerja untuk menjadikan semua baik/indah
pada waktuNya, termasuk untuk masa depan kita.
- Ayat
30: Tuhan
sedang membenarkan, menyucikan, sampai mempermuliakan.
Kita sempurna seperti Dia untuk duduk bersama-sama di tahta
kemuliaan.
- Tuhan
memberi perlengkapan: "AKU ADALAH AKU".
Keluaran
3:13-14 3:13.
Lalu Musa berkata kepada Allah: "Tetapi apabila aku mendapatkan
orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah
mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana
tentang nama-Nya? --apakah yang harus kujawab kepada mereka?" 3:14.
Firman Allah kepada Musa: "AKU
ADALAH AKU."
Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu:
AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."
Salah
satu perlengkapan kita adalah nama "AKU ADALAH AKU". "AKU
ADALAH AKU"
adalah salah satu nama Tuhan dalam Perjanjian Lama. Tuhan Yesus
Kristus yang kita kenal dalam nama Yesus adalah nama Tuhan dalam
Perjanjian Baru.
"AKU
ADALAH AKU"
berarti kekal, nama Yesus yang kekal dan tidak berubah dari dulu,
sekarang, sampai selama-lamanya.
Perlengkapan nama Yesus yang
kekal kita butuhkan untuk menghadapi tantangan dan rintangan dalam
pelayanan. Terutama, 2
tantangan-rintangan besar yang bisa dihadapi dengan nama "AKU
ADALAH AKU":
- Markus
6:48-51
6:48.
Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin
sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka
berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka. 6:49. Ketika
mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia
adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak, 6:50. sebab mereka
semua melihat Dia dan merekapun sangat terkejut. Tetapi segera Ia
berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan
takut!" 6:51. Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka,
dan anginpun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung,
=
menghadapi
angin ribut dan gelombang. angin
ribut = ajaran-jaran sesat. gelombang =
pencobaan-pencobaan.
Keduanya dilancarkan setan untuk
membimbangkan dan menggugurkan iman kita = menenggelamkan di lautan
api dan belerang (kebinasaan). Nama Yesus memberi ketenangan
(kita bisa percaya Yesus) di tengah angin ribut dan gelombang.
1
Petrus 4:7 4:7.
Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah
dirimu dan jadilah tenang,
supaya kamu dapat berdoa.
Kita
butuh ketenangan untuk kita bisa berdoa,
menyeru nama Yesus, dan segala angin ribut serta gelombang akan
diredakan.
Pembangunan
Tubuh Kristus memang bagai menyeberang lautan, menghadapi angin dan
gelombang, tetapi Tuhan sudah beri perlengkapan nama "AKU ADALAH
AKU". Kuasai
diri dan jadilah tenang
= percaya dan mempercayakan diri sepenuh pada nama Yesus. Kita
tetap maju dalam pelayanan bersama Tuhan.
Jangan justru lari
dan minta tolong sana-sini di tengah angin ribut dan
gelombang!
Matius
14:30-32 14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" 14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" 14:32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.
Bahkan,
Petrus yang sudah tenggelam, masih bisa terangkat lewat menyeru
nama Yesus.
- Yohanes
18:2,9
18:2.
Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus
sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya. 18:9. Demikian
hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: "Dari
mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorangpun yang
Kubiarkan binasa."
=
menghadapi
pengkhianatan. Dua
macam pengkhianatan:
- dalam
nikah: pertengkaran, kekerasan, perselingkuhan, perceraian.
- dalam
ibadah-pelayanan: seperti Yudas yang tidak sungguh-sungguh, tidak
setia, tidak berubah karena menolak (tidak mengutamakan) Firman,
tetap manusia daging dengan 18 tabiat daging = menerima cap
antikris.
2
Timotius 3:1-5 3:1.
Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang
sukar. 3:2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri(1) dan
menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan
diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak
terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak
mempedulikan agama(8), 3:3. tidak tahu mengasihi(9), tidak mau
berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang
diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14), 3:4. suka
mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17),
lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18). 3:5.
Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada
hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka
itu!
Yesus
dengan kasihNya (kasih Mempelai Pria Surga sampai rela mati di kayu
salib) membela kita supaya jangan seorangpun binasa.
Bagaimana
supaya kita bisa menerima kasih Allah? Amsal
28:13 28:13.
Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi
siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.
Caranya
adalah lewat
mengaku dosa pada Tuhan dan sesama,
jika diampuni jangan berbuat dosa itu lagi.
mengaku dosa =
menyeru nama Yesus. menghakimi orang lain (apalagi mendakwa
kehidupan yang tidak bersalah) = menyeru nama setan.
Zefanya
3:16-18 3:16.
Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: "Janganlah takut,
hai Sion! Janganlah
tanganmu menjadi lemah lesu. 3:17.
TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan
yang memberi kemenangan.
Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia
membaharui engkau dalam kasih-Nya,
Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai, 3:18. seperti
pada hari pertemuan raya." "Aku akan mengangkat malapetaka
dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung
cela.
Akui
dan tinggalkan dosa (menyeru nama Yesus), maka kita akan mengalami
kasih Allah yang besar untuk:
- menguatkan
tangan yang sudah lemah lesu,
sehingga kita tetap setia berkobar-kobar dalam beribadah dan
melayani Tuhan,
- memberi
kemenangan
atas dosa-dosa dan masalah (kita bisa hidup benar dan suci).
- membaharui
kita dari manusia daging menjadi manusia rohani,
sampai suatu waktu kita sama mulia dengan Tuhan Yesus, kita menjadi
Mempelai WanitaNya, terangkat di awan-awan permai untuk masuk hari
Pertemuan Raya (Pesta Nikah Anak Domba Allah), sampai di tahta
kemuliaan selama-lamanya.
Tuhan
memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|