English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 08 Februari 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 dalam susunan Tabernakel menunjuk...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 Juli 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Lukas 7:11-17
7:11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Agustus 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 30-31
26:30. Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.
26:31. Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Juli 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 ... Dan ketahuilah, Aku...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Oktober 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:32-35 menunjuk nubuat yang ke-6 yaitu nubuat tentang pohon ara/ Israel.

Matius 24:32-33, pohon ara...

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 14 April 2017 (Jumat Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat merayakan Jumat Agung; kita marayakan kematian TUHAN...

Ibadah Doa Surabaya, 03 Februari 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Februari 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 Januari 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang jemaat Loadikia, gambaran dari jemaat akhir...

Ibadah Raya Malang, 08 Februari 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2:12-13
2:12 "Dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 April 208 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Juni 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Oktober 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 31-32
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam...

Ibadah Raya Malang, 16 Oktober 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:26-29 adalah tentang MAKAN PERJAMUAN SUCI.
Secara keseluruhan, Matius...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Desember 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8 menunjuk pada Pelita Emas. Dalam...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 04 Maret 2018 (Minggu Siang)

Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 4-8
7:4. Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
7:5. Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,
7:6. dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari
suku Manasye dua belas ribu,
7:7. dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,
7:8. dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.

Kita masih belajar tentang METERAI ALLAH (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 28 Januari 2018).

Siapa yang dimeteraikan dengan meterai Allah? Seratus empat puluh empat ribu orang dari dua belas suku Israel.
Ini yang disebut dengan INTI dari mempelai wanita sorga; kehidupan yang sempurna seperti Yesus.

Tetapi kalau kita baca secara keseluruhan, dari dua belas suku Israel yang dimeteraikan, tidak ada suku Dan, dan digantikan oleh suku Manasye.
Mengapa suku Dan tidak masuk? Karena suku Dan berubah dari keturunan Abraham--secara jasmani--menjadi keturunan ular beludak (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 09 Februari 2018).

Kejadian 49: 17
49:17. Semoga Dan menjadi seperti ular di jalan, seperti ular beludak di denai yang memagut tumit kuda, sehingga penunggangnya jatuh ke belakang.

Matius 3: 3, 7
3:3. Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."
3:7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

Ini merupakan nubuat dari nabi Yesaya tentang Yohanes Pembaptis yang akan mempersiapkan jalan yang lurus bagi Yesus, lewat baptisan air yang benar.
Karena itu lembah harus ditimbun; gunung diratakan; dan jalan yang berkelok diluruskan.

Ayat 7= kemudian datanglah orang Farisi dan orang Saduki--orang Israel; mewakili suku Dan--untuk dibaptis. Ini gambaran dari keturunan ular beludak, yaitu hatinya tidak lurus.
Jadi keturunan ular beludak adalah kehidupan yang memiliki hati nurani yang tidak lurus/tulus/jujur.

Ini dasarnya. Tadi di Malang, dasar melayani adalah iman kepada Tuhan. Kalau tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, untuk apa? Semua dasarnya adalah percaya Tuhan.
Sekarang, dasar untuk melayani adalah hati, bukan otak--Musa pintar, hebat, anak raja, kaya, tetapi tidak bisa melayani dua orang.

Kalau hatinya lurus/taat, barulah Yesus lewat di sana. Hanya itu jalannya Yesus, sederhana, dan kita menampung hadirat Tuhan, dan kita dipakai Tuhan. Kalau tidak ada hadirat Tuhan, mau apa kita?

Hati yang tidak lurus/rata= diisi dengan kejahatan, kenajisan, dan kepahitan/kebencian (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Februari 2018 sampai Ibadah Doa Surabaya, 02 Maret 2018).
Hati semacam ini akan dipakai dalam pembangunan Babel, mempelai wanita setan yang sempurna dalam kejahatan, kenajisan, dan kepahitan, yang akan dibinasakan selamanya.

Wahyu 18: 2
18:2. Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

'roh jahat'= kejahatan; terutama cinta akan uang yang membuat kikir dan serakah. Kalau hamba Tuhan sudah kikir dan serakah, semuanya akan menjadi ular. Dalam gerejapun berebut untuk perkara jasmani.
'roh najis'= kenajisan.
'dibenci'= kepahitan/kebencian tanpa alasan. Seringkali tidak kenalpun sudah benci karena dengar dari temannya. Orang benar dibenci, yang tidak benar malah didukung.

Jalan keluarnya: lewat baptisan air yang benar.
Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu pembaharuan dari hati nurani yang jahat, najis, dan pahit, menjadi hati nurani yang baik, itulah hati nurani yang lurus dan rata. Ini yang akan dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Sekali lagi, untuk membangun rumah dasarnya harus diperhatikan. Kalau dasarnya tidak kuat, semakin hebat dibangun, akan semakin hebat kerusakan/kehancurannya.
Dasarnya adalah hati yang tulus, tempat untuk menampung hadirat Tuhan sehingga terjadi pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Sejarah pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--dimulai dari pembangunan secara jasmani--:

  1. Pembangunan Tabernakel
    Musa diajak Tuhan naik ke gunung Sinai, lalu Tuhan memperlihatkan kerajaan sorga kepada Musa, dan Ia perintahkan kepada Musa untuk membuat sorga di bumi, itulah Tabernakel/Kemah Suci.

    Keluaran 40: 33-34
    40:33. Didirikannyalah tiang-tiang pelataran sekeliling Kemah Suci dan mezbah itu, dan digantungkannyalah tirai pintu gerbang pelataran itu. Demikianlah diselesaikan Musa pekerjaan itu.
    40:34. Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan
    kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci,

    Tabernakel menampung hadirat Tuhan/kemuliaan Tuhan. Mengapa begitu? Karena dibangun dengan dasar hati yang tulus/rata sehingga bangsa Israel bisa bertemu Tuhan dan Ia berdiam di tengah-tengah mereka; mereka menikmati kemuliaan Tuhan.

    Keluaran 25: 1-2
    25:1. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
    25:2. "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu.

    (terjemahan lama)
    25:1. Hata, maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa, firman-Nya:
    25:2. Suruhlah segala bani Israel mengambilkan Aku suatu persembahan tatangan. Maka dari pada segala orang yang datang dengan
    ridla hatinya hendaklah kauambilkan Aku persembahan tatangan itu.

    'ridla hatinya'= HATI YANG RELA; hati yang rela berkorban untuk Yesus, itulah hati yang lurus/tulus.
    Jadi, dasar pembangunan Tabernakel adalah hati yang rela.

    Hati yang rela berkorban untuk Tuhan dimulai dengan mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus, milik Tuhan, sampai lebih berbahagia memberi dari pada menerima.
    Ini adalah suatu pembangunan.

    Kisah Rasul 20: 33-35
    20:33. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.
    20:34. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.
    20:35. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan:
    Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

    Kita memberikan semua untuk pekerjaan Tuhan.
    Inilah dasar membangun Tabernakel, yaitu rela, tidak ada paksaan, pamrih atau maksud-maksud tertentu. Kita bisa lebih berbahagia memberi dari pada menerima.

    Tuhan tidak pernah menipu kita. Apa yang kita korbankan untuk Tuhan dengan hati yang rela/tulus, tidak hilang semua, tetapi akan dikembalikan lewat hadirat-Nya--kepada Abraham Ia tampil sebagai Jehovah Jireh, Allah yang menyediakan.
    Ibrani 13: 5-6
    13:5. Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
    13:6. Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"

    'hamba uang'= kikir dan serakah; tidak bisa memberi, malah mencuri milik Tuhan dan sesama. Ini adalah hati yang tidak rata/hatinya ular; tidak ada hadirat Tuhan.
    Kita memberi bukan dengan emosi, tetapi kerelaan hati. Mulai dengan mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus, milik Tuhan, sampai lebih berbahagia memberi dari pada menerima dengan hati yang rela; tidak ada paksaan dan pamrih apapun; setulus hati untuk Tuhan.

    Sebagai gantinya hadirat Tuhan kita rasakan; kita bisa menampung hadirat Tuhan sebagai Pembela dan Penolong. Tuhan yang memperhatikan, mengerti keadaan kita sekalipun tidak ada yang mengerti, bahkan tidak mau mengerti kita. Dia yang mempedulikan dan bergumul bagi kita untuk:


    • Membela kita yang lemah dan tak berdaya.
    • Melindungi kita dari celaka marabahaya di dunia, manusia jahat di dunia, dosa-dosa dan lain-lain. Dia memberikan kemenangan bagi kita.
    • Menyelesaikan semua masalah sampai yang mustahil--'Tuhan adalah Penolongku'.


    Inilah pembangunan Tabernakel, dasarnya adalah hati yang rela, itulah hati yang lurus; kita mempersiapkan jalan bagi Tuhan. 
    Dalam pekerjaan Tuhan kita rela memberi semuanya, dan Dia akan gantikan dengan hadirat-Nya. Kita menampung hadirat-Nya sebagai Pembela dan Penolong, yang menyelesaikan semua masalah. Jangan takut! Di kantor atau di mana, mungkin kita mau disingkirkan, Tuhan yang jadi Pembela kalau hati kita rela memberi. Dia juga melindungi kita dari orang jahat.


  2. Pembangunan Bait Allah Salomo.
    1 Raja-raja 8: 10-11
    8:10. Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus, datanglah awan memenuhi rumah TUHAN,
    8:11. sehingga imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab
    kemuliaan TUHAN memenuhi rumah TUHAN.

    Setelah pembangunan selesai, kemuliaan Tuhan ada di sana. Mengapa? Karena dasarnya benar. Setiap dasar yang benar, di sana Tuhan hadir.
    Kalau dasarnya tidak benar lalu dibangun, bangunan ini akan ambruk; dasarnya tidak benar lalu Tuhan hadir, justru tidak ada gunanya.

    "Seperti landasan pesawat, kalau landasannya tidak kuat, lalu memaksa pesawat datang, semua akan sia-sia, hancur kedua-duanya. Landasannya harus kuat."

    1 Raja-raja 6: 7
    6:7. Pada waktu rumah itu didirikan, dipakailah batu-batu yang telah disiapkan di penggalian, sehingga tidak kedengaran palu atau kapak atau sesuatu perkakas besipun selama pembangunan rumah itu.

    'tidak kedengaran palu atau kapak atau sesuatu perkakas besipun selama pembangunan rumah'= HATI DAMAI.
    Ini adalah dasar pembangunan Bait Allah Salomo.

    Hati damai, artinya:


    • Tidak ada lagi kekuatiran, ketakutan, kebencian, kepahitan, iri dan dendam, keinginan sendiri yang menggebu-gebu.
    • Hati yang tenang/teduh dan taat dengar-dengaran; tidak merasa apa-apa lagi yang daging rasakan: tersinggung, marah dan sebagainya, tetapi hanya merasakan kasih Allah.

      Hati tenang= tidak tertuduh dan menuduh. Kalau hati tidak tertuduh, kita bisa berdoa dan di situ Tuhan hadir untuk menjawab doa kita.
      1 Yohanes 3: 21-22
      3:21. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,
      3:22. dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.

      'kita menuruti segala perintah-Nya'= hati yang taat.
      Kalau orang tidak tertuduh--hatinya beres--, dia tidak akan menuduh orang lain. Sebaliknya, kalau hati tertuduh berarti ada dosa; ada yang tidak beres. Bahaya! Ini sama dengan setan. Kalau suka menuduh, juga sama dengan setan.

      Kalau hati tidak tertuduh dan menuduh, kita bisa mendekati Tuhan untuk berdoa kepada-Nya--menjadi rumah doa--, dan Ia akan memperhatikan, mengerti, mempedulikan, dan bergumul untuk:


      1. Memelihara kita secara jasmani--hidup sehari-hari--dan rohani--bisa hidup benar dan suci.
        Tuhan memelihara kita dengan kuasa penciptaan, dari tidak ada menjadi ada.


      2. Menghapus segala kemustahilan; mustahil menjadi tidak mustahil.
        Ini adalah kuasa untuk menghapus segala kemustahilan.


      Inilah rumah doa, yaitu ada kuasa penciptaan dan kuasa untuk menghapus kemustahilan.

      "Tadi tidak janjian dengan yang bersaksi, menghadapi kemustahilan dalam rumah tangga. Di Malang tadi dalam hal pekerjaan. Orangnya sudah stres, mau pensiun dini, sudah tidak tertolong. Di titik tertentu dia ingat: Aku mau doa pagi. Dia memiliki pekerjaan yang lumayan, punya kedudukan tinggi, tetapi dia berharap pada satu orang bawahannya, itu yang urus semuanya. Dia lupa berharap Tuhan; tidak mengandalkan Tuhan lagi. Bawahannya sehat, selesai checkup, lalu meninggal dunia. Perusahaan mau didenda karena yang dilakukannya di laptpp tidak bisa dibuka. Dia bingung dan mau pensiun dini. Tidak kuat. Tetapi itulah titik nol, dia ingat: Siapa aku ini? Datang, jadi rumah doa. Di saat tidak bisa berbuat apa-apa, datang pada Tuhan, jadi rumah doa dengan hati damai. Jangan ada kekuatiran! Serahkan semua kepada Tuhan! Ada kuasa penciptaan di sana--tidak ada menjadi ada--, dan kuasa untuk menghapus kemustahilan."


  3. Pembangunan Bait Allah di Yerusalem selama empat puluh enam tahun. Ini yang tidak berkenan kepada Tuhan.
    Dasarnya sudah berbeda; Tuhan bukan datang dalam kemuliaan tetapi dengan cambuk karena orang berjualan di halaman Bait Allah, bahkan ada meja penukar uang--Tuhan bukan hadir sebagai Penolong dan Pencipta.

    Bait Allah di Yerusalem tidak bisa menampung hadirat/kemuliaan Tuhan, tetapi kutukan Tuhan, karena ada jual beli di sana.

    Hati-hati! Dasar pembangunan Bait Allah adalah hati kita. Kalau dasarnya salah, gawat; kalau benar, luar biasa: dasar hati yang rela untuk memberi, Tuhan akan tampil sebagai Penolong dan Pembela--Dia memperhatikan dan mempedulikan kita--; dasar hati damai, Tuhan tampil sebagai Pencipta, dari tidak ada menjadi ada--kita tinggal berseru kepada-Nya--, dan kemustahilan jadi tidak mustahil.

    Tetapi kalau dasarnya salah--jual beli--, yang ada adalah suasana kutukan, karena Bait Allah dikuasai dengan roh jual beli (keinginan akan uang); rohnya antikris sehingga Bait Allah menjadi pasar--DASAR HATINYA ADALAH KEINGINAN AKAN UANG.

    Hati-hati! Datang ke Bait Allah tidak sama dengan datang ke pasar/mall: cara berpakaian dan sebagainya tidak sama, jangan disamakan datang ke Bait Allah dengan ke mall, supaya orang bisa melihat kita mau ke Bait Allah.

    Bait Allah jadi pasar, artinya:


    • Datang beribadah melayani hanya untuk mencari keuntungan jasmani.
    • Pasar itu ramai= datang hanya untuk ramai-ramai--gereja dihias seperti gedung bioskop atau diskotik--, tanpa penyucian; tanpa firman dan urapan Roh Kudus. Untuk apa? Untuk menarik orang datang ke gereja, supaya keuntungannya lebih besar.


    • Kalau ke pasar, orang mencari yang murah= ibadahnya murahan.
      Sebenarnya, kalau bangsa kafir bisa beribadah melayani, itu adalah kemurahan.

      Tetapi sekarang dijadikan murahan: merokok tetapi berkhotbah, main musik, yang penting pintar, biarpun najis, berapapun isterinya, yang penting pintar main musik. Kalau perlu tidak seimanpun boleh, yang penting ahli; tidak seimanpun boleh berdiri di mimbar, yang penting hebat.

      Ini yang sekarang terjadi, murahan, tidak ada tahbisan yang benar, yang penting menguntungkan. Dan banyak kita tertipu.

      "Ada orang berkata: Hebat, om. Saya hanya tertawa. Saya tidak bicara, tetapi hanya di dalam hati: Tidak mengerti ya? Semoga Tuhan celikkan.
      Karena itu penggembalaan adalah yang paling murni, saudara tahu saya, dan saya tahu saudara; tahu isteri saya berapa, anaknya yang mana.
      "


    Kalau sistem pasar, hadirat Tuhan tidak akan ada; terpisah dari Tuhan, dalam suasana kutukan sampai kebinasaan selamanya.

Ini semua adalah Bait Allah secara jasmani.
Karena Bait Allah jasmani sudah tidak bisa menampung hadirat Tuhan, maka Tuhan beralih dari Bait Allah jasmani ke Bait Allah rohani--pembangunan tubuh Kristus.
Mengapa demikian?

  • Karena ada roh jual beli di dalam Bait Allah.
  • Karena Bait Allah jasmani adalah sistem Taurat--dibangun 46 tahun; menunjuk pada dua loh batu (4 hukum pada loh batu pertama, dan 6 hukum pada loh batu kedua)--, di mana hanya berlaku untuk bangsa Israel sedangkan bangsa kafir tidak bisa masuk.
    Karena itu sistem Taurat harus dirombak.

Yohanes 2: 19-21

2:19. Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."
2:20. Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"
2:21. Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

Inilah sejarahnya pembangunan tubuh Kristus yang sempurna: seharusnya Bait Allah jasmani, tetapi karena tidak bisa menampung hadirat Tuhan--ada roh jual beli; jadi pasar--, maka terjadilah pembangunan Bait Allah rohani/pembangunan tubuh Kristus.

Tiga hari= kematian dan kebangkitan Yesus; sistem kemurahan.
Sekarang, dasar pembangunan tubuh Kristus adalah KEMURAHAN/KURBAN KRISTUS sehingga bangsa kafir boleh masuk di dalamnya. Ini adalah kemurahan Tuhan yang harus kita gunakan sungguh-sungguh.

Apa yang harus dirombak? Hati.
'Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini'= kebanggaan/hati yang sombong, artinya:

  1. Membanggakan/mengandalkan sesuatu di dunia: logika, kepandaian, kedudukan, kekayaan. Musa mau melayani dengan kepandaian, tetapi malah jadi pembunuh.
  2. Kebenaran sendiri.
    Ini yang bahaya.
    Kebenaran sendiri=


    1. Kebenaran di luar alkitab; alkitab bilang: tidak boleh, kita bilang: boleh. Ini sombong, dan menghancurkan tubuh Kristus.

      Misalnya: alkitab berkata: tidak boleh kawin cerai, tetapi kita katakan: ini kan masih muda, kita harus berbelas kasih, jangan hanya firman saja--sudah menyalahkan Tuhan.
      Ini yang terjadi sekarang. Baca alkitab dan ikuti!

      Kalau boleh jadi tidak boleh, tidak boleh jadi boleh, ular yang akan datang, bukan hadirat Tuhan. Kalau lurus--boleh katakan: boleh, tidak boleh katakan: tidak boleh--, Tuhan yang akan hadir di situ apapun yang kita hadapi.


    2. Dia yang bersalah, tetapi menutupi dosanya dengan cara menyalahkan orang lain.
    3. Menyalahkan Tuhan: firmannya terlalu keras--karena tidak mau disucikan.
    4. Menyalahkan setan--seperti Hawa. Kalau sudah menyalahkan setan, tidak akan bisa bertobat.

Contoh kebenaran sendiri: Ayub.
Ayub 1: 1-3
1:1. Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
1:2. Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan.
1:3. Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.

Ayub hebat secara jasmani, rumah tangga, dan rohani, tetapi sayang ada kebenaran sendiri. Kalau dibiarkan ia tidak akan bisa masuk tubuh Kristus.
Ini kekurangan Ayub, dia terlalu sombong; ada kebanggaan dan kebenaran sendiri.

Ayub 32: 1-2
32:1. Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.
32:2. Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,

Kebenaran sendiri sama seperti kusta, artinya: terasing, tidak boleh tinggal di kemah; tidak boleh berada di dalam tubuh Kristus. Di dalam tubuh Kristus tidak boleh saling menyalahkan, tetapi saling mengaku dan mengampuni.

Inilah Ayub, dia kusta, dan harus diusir dari perkemahan, tidak boleh masuk kesatuan tubuh Kristus. Di rumah tangga saja, kalau saling menyalahkan, susah.

"Guru saya pernah bercerita: ada yang bercerai hanya gara-gara lampu. Suami datang, lampu dinyalakan, isteri datang lampu dimatikan. Akhirnya bercerai, itulah kebenaran sendiri."

Bersyukur, Tuhan izinkan Ayub mengalami ujian habis-habisan untuk mengubahkan dari hati yang sombong menjadi RENDAH HATI DAN LEMAH LEMBUT.
Tuhan tidak pernah merugikan kita. Ayub mengalami ujian habis-habisan tetapi dia menemukan hati yang baru, itulah hati yang tulus--rendah hati dan lemah lembut. Biarpun habis semua, kalau hatinya sudah benar, Tuhan akan hadir di sana, dan Dia kembalikan dua kali lipat. Tidak usah takut!

Kalau kita sudah terlanjur mengandalkan sesuatu bahkan diri sendiri, merasa benar sendiri, dan Tuhan izinkan kita mengalami ujian habis-habisan mari kita merendahkan diri.

Ayub 42: 5-6
42:5. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
42:6. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

Tuhan mengakui Ayub saleh dan jujur, tetapi di sini Ayub duduk di debu, mengaku hanya debu yang mudah bangga, rapuh, mudah kecewa dan berbuat dosa--'aku mencabut perkataanku'.
Kesempatan ini, apapun yang Tuhan izinkan terjadi, Dia tidak merugikan, tetapi Dia mau mempersiapkan jalan yang lurus bagi Dia. Kalau Dia bisa lewat, luar biasa. Apapun yang tidak pernah kita pikirkan, Dia bisa melakukannya.

Tidak usah takut! Yang penting urusan kita adalah siapkan jalan lurus untuk Tuhan, yang lain urusan Tuhan. Serahkan pada Tuhan! Pasti Dia lakukan yang terbaik bagi kita.

Banyak kekurangan dan kelemahan kita; kita tidak mampu apa-apa, tidak bisa apa-apa, tidak berharga. Kita hanya memandang Tuhan, mulut menyeru nama-Nya, dan tangan diangkat kepada-Nya; hanya berseru dan berserah kepada Tuhan, mohon belas kasih-Nya, apalagi kita bangsa kafir. Dan Tuhan akan mengulurkan tangan anugerah-Nya yang besar untuk memulihkan dua kali lipat:

  1. Secara rohani kita dipulihkan; ada kejatuhan, ketidaksetiaan, rohani yang terpuruk, bisa dipulihkan. Kita bisa hidup benar dan suci, setia berkobar-kobar.
  2. Secara jasmani dipulihkan.
  3. Rumah tangga juga dipulihkan oleh Tuhan. Semua akan bahagia.
  4. Jika Yesus datang kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali.

Dalam ujian, asalkan kita duduk di tanah--rendah hati dan lemah lembut--, mengakui bahwa kita hanya tanah liat, di situ Tuhan hadir. Dia sedang memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk mengulurkan tangan-Nya dan memulihkan kita dua kali lipat: jasmani, rohani, rumah tangga, sampai kesempurnaan saat Dia datang kembali.

Mungkin tidak ada yang tahu keadaan kita, tetapi Allah yang memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk kita.
Yang penting siapkan jalan yang lurus:

  1. Hati yang rela memberi. Tuhan akan tampil sebagai Pembela dan Penolong.
  2. Hati yang damai. Tuhan akan tampil sebagai Pencipta, tidak ada menjadi ada, mustahil menjadi tidak mustahil.
  3. Rendah hati dan lemah lembut. Tuhan akan datang di tengah kita. Dia Gembala yang baik menolong kita semua.

Jangan bangga dengan sesuatu! Jangan kecewa dan putus asa dengan sesuatu! Yang benar adalah berserah kepada Tuhan. Isteri tidak tahu, suami tidak tahu, anak tidak mau tahu, orang tua tidak tahu, jangan marah. Ada Tuhan yang bergumul untuk kita.

Kaum muda, tidak usah ragu! Siapkan jalan lurus!
Apa yang perlu dipulihkan, dirombak, dijamah, dan dibangun kembali, serahkan kepada Dia! Mujizat pasti terjadi.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:45 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-29 Juni 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Semarang)

  • 17-19 Juli 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Tentena, Poso)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top