English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Februari 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:18-19
3:18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya...

Ibadah Kunjungan Jakarta I, 14 Oktober 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 21:5
21:5 Ia yang duduk di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Juli 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Agustus 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 30-31
26:30. Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.
26:31. Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 April 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:12
26:12 Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat...

Ibadah Doa Malang, 20 November 2012 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdm. Dadang Hadi Santoso

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Mazmur 62:2-3
62:2 Hanya...

Ibadah Raya Surabaya, 14 Juni 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 14 Januari 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:5-25 menunjuk pada berita tentang kelahiran Yohanes Pembaptis.

Lukas 1:18-23
1:18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 November 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 27 Agustus 2014 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 30:22-25
30:22 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
30:23...

Ibadah Doa Surabaya, 22 April 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 31
Imamat 25: 9-10
= sangkakala juga ditiup pada tahun Yobel= tahun pembebasan. Pada tahun...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Juli 2012 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session II, 10 September 2009 (Kamis Tengah Malam)
Markus 14:35-36
Doa semalam suntuk = doa penyembahan disertai perobekan daging, sehingga kita bisa...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 06 Januari 2009 (Selasa Siang)
ad. 3. Perlengkapan dari Tuhan, yaitu nama 'AKU ADALAH AKU' dan uluran tangan...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 06 September 2016 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 27:3
27:3 Juga harus engkau membuat...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 11 Agustus 2014)
Tayang: 13 Oktober 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 10 Agustus 2014)
Tayang: 24 September 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 06 Agustus 2014)
Tayang: 20 September 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 29 Oktober 2017 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 12-17
6:12. Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.
6:13. Dan
bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.
6:14. Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya.
6:15. Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
6:16. Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."
6:17. Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?

Ini adalah pembukaan METERAI yang KEENAM; penghukuman yang keenam dari Allah Roh Kudus atas dunia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017), sehingga terjadi gempa bumi yang dahsyat.
Gempa bumi yang dahsyat secara rohani adalah dunia dengan segala pengaruhnya: kesibukan, kesukaan, kesusahan, kesulitan, kejahatan, kenajisan, kebencian dan lain-lain, yang mengakibatkan:

  1. Ayat 12-13: kegelapan--matahari menjadi hitam, bulan menjadi merah, dan bintang berjatuhan. Akibatnya: menghadapi badai dan batu sandungan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017) sampai Ibadah Doa Surabaya, 27 Oktober 2017).


  2. Ayat 14: kegoncangan--gunung-gunung dan pulau-pulau tergeser.
  3. Ayat 15-17: ketakutan.

AD. 2 KEGONCANGAN
Wahyu 6: 14
6:14. Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya.

Kegoncangan yang akan melanda dunia ini sudah dinubuatkan dalam kitab Hagai.
Hagai 2: 7-8, 22-23
2:7. Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat;
2:8. Aku akan
menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam.
2:22. "Katakanlah kepada Zerubabel, bupati Yehuda, begini: Aku akan
menggoncangkan langit dan bumi
2:23. dan akan menunggangbalikkan takhta raja-raja; Aku akan memunahkan kekuasaan kerajaan bangsa-bangsa dan akan menjungkirbalikkan kereta dan pengendaranya; kuda dan pengendaranya akan mati rebah, masing-masing oleh pedang temannya.

Dituliskan dua kali tentang kegoncangan yang akan melanda dunia, artinya:

  1. Dua kali dituliskan menunjuk pada kegoncangan jasmani (ekonomi) dan rohani (kesucian, kebenaran dan ibadah, termasuk nikah).
  2. Ditulis dua kali= dua saksi sudah sah, artinya kegoncangan ini pasti terjadi di dunia ini.

Mengapa Tuhan izinkan terjadi kegoncangan?

  1. Hagai 2: 8
    2:8. Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam.

    Yang pertama: supaya kita masuk dalam pelayanan pembangunan rumah Allah yang rohani (tubuh Kristus). Kalau dulu, setelah terjadi kegoncangan baru rumah Allah selesai; kalau tidak, rumah Allah jadi reruntuhan, dan rumah sendiri yang dipapani dengan baik.

    Kita juga seringkali begitu. Kalau semua aman dan enak, kita tidak ingat Tuhan dan ibadah. Tetapi begitu menghadapi kegoncangan baru kita ingat Yesus.
    Sebenarnya tidak perlu menunggu kegoncangan, kita sudah aktif lebih dulu.


  2. Hagai 2: 9
    2:9. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.

    Yang kedua: untuk menetapkan kita sebagai milik Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat/digeser oleh siapapun dan apapun--bagaikan emas dan perak kepunyaan Tuhan selamanya.

Inilah maksud Tuhan mengizinkan terjadi kegoncangan. Bukan Tuhan bermaksud jelek, tetapi yang baik, yaitu supaya kita aktif dalam pembangunan tubuh Kristus sampai menjadi milik Tuhan selama-lamanya.

Jadi, dalam kegoncangan ini kita harus tampil sebagai EMAS DAN PERAK secara rohani. Ini yang dipakai dalam pembangunan rumah Tuhan, dan menjadi milik Tuhan selamanya.
Menghadapi kegoncangan, jangan pikir kegoncangannya, karena pasti terjadi, tetapi yang dipikir adalah tampil seperti emas dan perak. Biar goncang kita tetap jadi milik Tuhan; tidak tergeser oleh apapun sekalipun gunung dan pulau tergeser.

Pengertian emas dan perak secara rohani:

  1. 1 Petrus 1: 18-19
    1:18. Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
    1:19. melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

    'darah yang mahal'= emas dan perak secara rohani.

    Pengertian pertama emas dan perak secara rohani: penebusan oleh darah Yesus= kelepasan dari dosa oleh darah Yesus.

    Ini yang harus kita pikirkan! Kegoncangan pasti terjadi, tidak perlu dipikirkan kegoncangannya. Sekarang, mantapkan emas dan perak secara rohani! Ini yang kita pikirkan.

    1 Yohanes 1: 7, 9
    1:7. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
    1:9. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

    Proses menerima emas dan perak secara rohani: oleh dorongan firman pengajaran yang benar, kita bisa mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama dengan sejujur-jujurnya dan hancur hati, baik dosa pribadi maupun dosa warisan--jadi jangan pesimis kalau kita dulu keturunan dukun dan sebagainya, akui semua.

    Hasilnya: darah Yesus aktif dalam dua hal:


    • Ayat 9= mengampuni dosa kita; menutupi segala dosa kita sampai tidak ada bekasnya lagi; kita seperti tidak pernah berbuat dosa itu. Ini kekuatan darah Yesus.


    • Ayat 9= menyucikan kita dari segala dosa. Kadang kala kita sudah diampuni tetapi berbuat lagi sehingga pengampunan batal, dosa tetap ada, dan penghukuman tetap ada.
      Setelah diampuni, tidak ada bekasnya lagi, pertahankan.

      Darah Yesus menyucikan kita dari dosa; mencabut akar-akar dosa sehingga kita tidak berbuat dosa lagi, terlepas dari dosa; KITA HIDUP BENAR DAN MENJADI SENJATA KEBENARAN (imam dan raja; hamba/pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar).


    Oleh sebab itu, di dalam ibadah, kita harus mengutamakan firman pengajaran yang benar.

    Inilah emas dan perak secara rohani yaitu kehidupan yang mengalami penebusan sampai hidup benar dan menjadi senjata kebenaran.

    Sehebat apapun manusia, kalau ia berbuat dosa, hidup dan enjoy dalam dosa, kita justru hina; kalau bangsa kafir hanya seharga anjing dan babi, begitu rendah.
    Sebaliknya, biarpun kita rendah, tetapi kalau kita ditebus sampai hidup benar dan menjadi senjata kebenaran--melayani Tuhan dengan setia dan benar--, kita menjadi sangat berharga di hadapan Tuhan--seharga darah Yesus yang mahal.

    Jadi kebenaran lebih mahal dari segala sesuatu di dunia karena kebenaran melepaskan kita dari maut; menyelamatkan kita dari hukuman Allah, kiamat dan neraka; kita hidup kekal selamanya.
    Hidup benar dan menjadi senjata kebenaran, itulah kehidupan yang dipakai Tuhan dalam pembangunan tubuh Kristus dan menjadi milik Tuhan. Di tengah kegoncangan kita bertahan! Jangan tinggalkan Tuhan/pelayanan!

    Amsal 11: 4
    11:4. Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut.

    Jangan pikir kegoncangannya, tetapi pikirkan untuk terlepas dari dosa, hidup benar dan jadi senjata kebenaran (imam dan raja). Sudah hidup benar, lanjutkan menjadi senjata kebenaran! Sudah cukup! Jangankan goncangan, mautpun tidak bisa mengalahkan kita, bahkan neraka tidak bisa menjamah kita. Luar biasa orang benar! Sangat mahal harganya, seharga darah Yesus; kita yang murahan menjadi mahal--darah Yesus adalah darah yang mahal di dalam 1 Petrus 1: 19.

    Tadi di dalam 1 Petrus 1: 19 juga ada istilah darah anak domba--'melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat'

    Istilah 'darah anak domba' menunjuk pada penggembalaan.
    Jadi, orang benar harus DIGEMBALAKAN DENGAN BENAR DAN BAIK; harus selalu berada di kandang penggembalaan.

    Amsal 12: 26
    12:26. Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.

    Kalau mempertahankan yang tidak benar, sulit untuk tergembala. Yudas Iskariot, gembalanya Yesus sendiri, Maha Baik dan sempurna, tetapi kalau mempertahankan dosa, tidak bisa tergembala, sampai matipun tidak tergembala. Jangan pertahankan dosa!
    Buktikan bahwa orang benar ada di dalam penggembalaan!

    Sebaliknya, kami gembala juga. Kalau gembala benar dan semua hidupnya benar, ia bisa menggembalakan, domba-domba tidak akan tercerai-berai.

    "Karena itu saya paling takut kalau domba tercerai-berai. Kalau domba tercerai-berai berarti sudah kacau, dan saya sudah tidak benar. Karena itu saat ada ancaman: Oh, gereja ini mau hancur. Saya hanya katakan: Terserah, yang penting aku koreksi diri. Kalau aku tidak benar, tidak usah diancam, akan hancur semua. Tetapi kalau aku benar, oleh kemurahan Tuhan, Ia bisa membela penggembalaan, sebab orang benar mendapati tempat penggembalaannya. Benar itu bukan berarti sudah benar 100%, tetapi ada yang salah, dibuang."

    "Dari guru dan gembala saya Pdt In Juwono dan Pdt Pong saya belajar, sampai matipun tetap utuh, kalau benar. Biar ada gosip dan goncangan, tidak peduli. Mari kita juga, buktikan bahwa kita orang benar untuk mendapati tempat penggembalaan. Buktikan kalau saya gembala yang dipercaya Tuhan, yang hidupnya juga benar, untuk bisa menggembalakan dengan sungguh-sungguh, supaya kita tidak tercerai-berai tetapi menjadi satu kandang penggembalaan."

    Di atas gunung Sinai Musa melihat kerajaan sorga, dan Tuhan perintahkan ia membuat sorga di bumi supaya di bumi sama seperti di sorga, itulah Tabernakel.
    Tabernakel terdiri dari tiga bagian: halaman--kebenaran--, ruangan suci, dan ruangan maha suci--kesempurnaan.

    Kita sudah hidup benar, tetapi belum sempurna, jadi kita berada di ruangan suci; sekarang menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--dari benar menuju sempurna transitnya di ruangan suci--:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya; domba diberi minum. Kita hidup di padang gurun yang tandus, harus minum air Roh Kudus, supaya tidak dehidrasi.


    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus; domba diberi makan supaya tidak jatuh.
      Mengapa banyak pelayan Tuhan jatuh? Karena tidak makan. Harus makan semuanya, supaya kuat, tidak tersandung dan terjatuh sampai Tuhan datang.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Alah Bapa di dalam kasih-Nya; domba bernafas dengan kasih Allah. Kasih itu kekal, berarti kita dipelihara sampai hidup kekal.


    Mengapa orang benar harus tergembala?


    • Supaya mantap dalam kebenaran dan keselamatan--seperti lima ribu orang laki-laki duduk; bahkan di kitab Mazmur, Daud mengatakan: berbaring. Kita tidak bisa jatuh dalam dosa dan disesatkan.


    • Supaya bertumbuh rohaninya  ke arah kesempurnaan.
    • 'takkan kekurangan aku'= supaya kita terpelihara sampai sempurna.


    Inilah perak dan emas secara rohani, yatiu mengalami penebusan sampai hidup benar dan menjadi senjata kebenaran. Tetapi jangan lupa, banyak yang gugur lagi, kembali menjadi anjing dan babi lagi; sudah mahal kembali lagi pada perkara murahan.

    Karena itu harus digembalakan, supaya mantap di dalam kebenaran, malah bertumbuh ke arah kesempurnaan. Kita tidak akan bisa jatuh lagi, tetapi jasmani dan rohani dipelihara sampai pada kesempurnaan.


  2. 2 Timotius 2: 20-21
    2:20. Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.
    2:21. Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

    'rumah yang besar'= rumah Allah; pembangunan tubuh Kristus.

    Pengertian kedua emas dan perak secara rohani: kehidupan yang disucikan; imam-imam yang disucikan oleh pedang firman Allah. Karena itu, harus ada pedang firman untuk menunjukkan dan menyucikan dosa-dosa kita.

    Dua hal yang harus disucikan, kalau tidak, bahaya, bisa jadi rumput dan kayu yang satu waktu akan dibakar:


    • 2 Timotius 2: 22
      2:22. Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

      Yang pertama: penyucian terhadap nafsu orang muda.

      Nafsu orang muda sama dengan singa muda. Dan singa muda ini banyak di kebun anggur--Simson lewat kebun anggur, dan ada singa muda di sana, tetapi untung dirobek oleh Simson.
      Kebun anggur menunjuk pada kabar mempelai. Sudah dibina oleh kabar mempelai, tetapi seringkali masih ada singa muda. Kita waspada hari-hari ini.

      Nafsu orang muda =


      1. Dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan, penyimpangan, sampai nikah yang salah).
        Justru banyak terjadi di dalam kabar mempelai.

        "Karena itu di Lembaga Pendidikan Elkitab 'Kristus Ajaib' tidak boleh pacaran selama masa pendidikan."


      2. Kejahatan:


        1. Keinginan akan uang, seperti Yudas Iskariot, yang membuat kikir dan serakah.
        2. Kepahitan: iri hati, kebencian.


      Ini banyak terdapat di kebun anggur, dan harus disucikan.

      Kalau sudah disucikan dari kenajisan, kejahatan dan kepahitan, hasilnya: (ayat 22) kita hidup dalam keadilan, kesetiaan, kasih dan damai sejahtera.
      Keadilan= tidak memihak siapapun tetapi Tuhan.

      Kalau mau adil sebagai gembala, orang tua, dan sebagainya, jangan memihak sana-sini. Kalau menoleh sana-sini akan jadi seperti Musa, yang akhirnya membunuh orang Mesir. Tetapi setelah Musa jadi pemimpin, ia naik ke gunung Sinai, sementara itu bangsa Israel menyembah berhala, lalu ia turun gunung, ia berkata: Siapa memihak Tuhan, sandang pedang! Waktu itu orang sudah tidak mau dengan Musa. Tetapi Musa hebat, ia berkata: Siapa memihak Tuhan, sandang pedang!
      Ini pemimpin yang adil.

      Memihak Tuhan= memihak pengajaran yang benar. Semua harus ditimbang dengan pengajaran yang benar, baru bisa adil. Mau jadi orang tua, pemimpin, jangan memihak sana-sini tetapi firman pengajran yang benar, pasti adil.

      Kalau sudah adil, akan ada kasih, setia dan damai sejahtera.


    • 2 Timotius 2: 23-25
      2:23. Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,
      2:24. sedangkan
      seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar
      2:25. dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,

      Yang kedua: penyucian dari roh pertengkaran.

      Jadi, hamba Tuhan tidak boleh bertengkar baik di dunia nyata maupun dunia maya. Orang yang suka bertengkar juga tidak boleh menjadi hamba Tuhan. Ini ajaran kita.

      "Di Lempin-El kalau ada yang bertengkar, saya suruh pulang saja. Saya heran juga, saya bercerita, saya ini orang dari desa ke kota, kalau bertemu orang desa yang asalnya sama, senang sekali biar tidak kenal. Dulu saya suka menangis, ingin pulang terus. Kalau di Surabaya sini melihat bis dengan plat P--daerah rumah saya di Bondowoso--, saya sudah senang: Kapan saya pulang? Dulu tidak ada telepon. Tetapi sesama orang dari Sumatera bertengkar. Salah! Kalau ke luar negeri, ada orang berbahasa Indonesia, saya langsung datangi, senang sekalipun tidak kenal. Ini malah bertengkar, heran sekali. Aneh, saya cari teman, kamu malah bertengkar."

      Pertengkaran sumbernya dari kebenaran diri sendiri. Hati-hati! Kebenaran sendiri adalah menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain dan Tuhan/pengajaran yang benar, padahal dia sendiri yang salah.
      Di rumah tangga juga. Kalau suami isteri bertengkar, itu sama dengan membuka air bah (kitab Amsal). Begitu ruginya! Begitu bertengkar, berarti membuka jalan air bah. Rusak semua!

      Kalau gembala bertengkar, jemaatnya sudah ke mana-mana, dan kalau sudah pindah ke tempat lain, gembala bilang: Pencuri! Tambah salah lagi.

      Janganlah bertengkar! Itu semua berasal dari kebenaran sendiri. Kalau kebenaran dari Tuhan tandanya adalah saling mengaku dan mengampuni, beres, semua tenang dan diberkati oleh Tuhan.

      Inilah penyucian emas dan perak. Di dalam rumah tangga dan penggembalaan tidak usah bertengkar.
      Kalau ada tidak enak hati, datangi, beres semua dan tenang semua.
      Hasilnya: ramah, sabar, lemah lembut, dan cakap mengajar sehingga bisa menuntun orang yang suka melawan kepada kebenaran.

      2 Timotius 2: 24-25
      2:24. sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar
      2:25. dan dengan
      lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,

      "Ini yang selalu ditekankan gembala saya, pdt Pong: Melayani orang yang tidak bisa dilayani, itu yang luar biasa. Kalau melayani orang yang bisa dilayani, enak semua. Tetapi kalau melayani orang yang tidak bisa dilayani, kuncinya adalah penyucian. Kita belajar. Di sekolah minggu juga. Dulu saya pengalaman di sekolah minggu, baru tutup mata: Mari berdoa, Tuhan Yesus... Sudah hilang semua, di bawah bangku semua. Karena itu Pdt In Juwono berkata: Mengajar di sekolah minggu dulu kalau mau khotbah di ibadah umum. Kalau di ibadah umum mudah, tetapi di sekolah minggu kita ajak buka alkitab, anak-anaknya ribut sendiri, kita bingung untuk konsentrasi. Kita melayani, sampai melayani yang tidak mau dilayani. Luar biasa, itu benar-benar emas dan perak yang teruji. Ada emas dan perak biasa, tetapi ada emas dan perak yang teruji, itulah melayani orang yang tidak mau dilayani. Kalau kita bilang: Tidak bisa dilayani, om. Harus bisa!
      Dulu pdt In Juwono berkata pada satu murid Lempin-El: 'Kenapa pompa?': 'Rusak.': 'Perbaiki! Bagaimana kamu bisa membuka firman kalau tidak bisa memperbaiki pompa?' tidak masuk akal. Menangis dia, karena dia bukan lulusan STM. Tetapi dia coba, akhirnya bisa diperbaiki. Pdt In Juwono hanya menjawab: 'Ya begitu.' Tidak dipuji. Itu namanya melayani yang tidak bisa dilayani. Kalau sampai bisa dilayani, luar biasa, itulah emas dan perak yang teruji. Tuhan tolong kita semua.
      "


    "Rumput dan kayu memang lebih banyak. Saya selalu katakan: ibarat membeli emas dibandingkan dengan membeli rumput atau kayu, apalagi kayu bakar. Seringkali yang dilihat banyak sedikitnya. Rumput memang banyak tetapi terbakar. Ini yang tidak disucikan. Yang disucikan, ia seperti emas dan perak. Yang tidak disucikan, gampang saja mau melayani.
    Seringkali yang dilihat banyaknya--banyak mobilnya dan lain-lain--, padahal yang benar adalah kesucian. Pelan-pelan, semua ada waktunya Tuhan. Dulu saya jadi hamba Tuhan tugasnya menerima telpon, lulus, diangkat jadi ini itu, jadi guru kebersihan sampai guru pengganti, gembalapun caretaker. Om Pong bilang: 'Kamu caretaker sana.' Begitulah melayani, berjenjang, sesuai dengan kesucian. Tuhan pasti memakai. Kalau tidak disucikan, gampang melayani tetapi gampang terbakar saat ada api ujian. Tetapi kalau mau disucikan, saat ada api ujian, emas dan perak justru semakin murni; tambah mengkilap. Itu bedanya, apalagi saat zaman antikris, benar-benar terjadi pemisahan.
    "

    Kalau kita sudah mengalami PENYUCIAN dari nafsu orang muda dan roh pertengkaran, kita akan DIPAKAI DALAM PEMBANGUNAN TUBUH KRISTUS YANG SEMPURNA; kita menempatkan Yesus sebagai Kepala. Ini lebih dari segala harta di dunia; lebih dari emas dan perak di dunia. Dia yang bertanggung jawab atas hidup kita di dunia, akhirat, sampai hidup kekal selamanya. Dia mati di Bukti Tengkorak untuk membuktikan tanggung jawab-Nya kepada kita.

    Jadi, emas dan perak rohani adalah penebusan--hidup benar dan tergembala sungguh-sungguh. Yang kedua: penyucian dari singa muda dan pertengkaran, dan kita bisa dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus. Kita menempatkan Yesus sebagai Kepala. Jangan tukar Yesus dengan yang lain: emosi, pertengkaran, kenajisan dan lain-lain! Mari tempatkan Yesus sebagai Kepala! Hilangkan semua pertengkaran dan lain-lain! Tempatkan Yesus sebagai Kepala.


  3. Amsal 10: 20
    10:20. Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.

    Pengertian ketiga emas dan perak secara rohani: tabiat ilahi, yaitu:


    • Lidah yang benar= jujur/tulus--perak pilihan/perak teruji--; ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, selebihnya dari setan; benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar.


    • Ketaatan dan percaya--emas--; iman yang teruji.


    Jujur, percaya dan taat harus menjadi tabiat kita hari-hari ini.
    Kalau sudah jujur, percaya dan taat, kita hanya mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan untuk memberikan CINCIN METERAI kepada kita.
    Janda Sarfat jujur: Aku tidak punya, hanya ada ini, tetapi ia taat dan percaya untuk membuatkan roti dulu bagi Elia--hanya mengangkat dua tangan pada Tuhan.

    Hagai 2: 24
    2:24. Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, Aku akan mengambil engkau, hai Zerubabel bin Sealtiel, hamba-Ku--demikianlah firman TUHAN--dan akan menjadikan engkau seperti cincin meterai; sebab engkaulah yang Kupilih, demikianlah firman TUHAN semesta alam."

    Kidung Agung 8: 5-6
    8:5. Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? --Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau.
    8:6. --Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!

    'melahirkan engkau'= melahirkan bayi.
    'cinta kuat seperti maut'= cincin meterai adalah kasih setia Tuhan yang sekuat maut, yang tidak bisa digeser oleh apapun sekalipun gunung bergeser. Percayalah!

    "Waktu penataran nikah, saya selalu ingat perkataan Pdt Totaijs: Jangan ragukan kasih Allah! Itu sudah cukup tergores. Apapun yang terjadi jangan ragukan kasih sekuat maut yang Tuhan buktikan di atas kayu salib. Kasih Tuhan kekal, tidak ada ujung pangkalnya. Sekali Dia memilih kita, tidak bisa digeser oleh apapun."

    Apapun keadaan kita saat ini, kalau kita mau mengulurkan tangan--jujur mengakui kekurangan dan kebusukan kita, dan percaya--, tidak masalah sampai saat ini. Jangan disalahartikan: Oh tidak apa-apa, busuk juga boleh. Sampai saat ini! Keluar dari gereja, saya tidak tanggung jawab. Sampai saat ini, sekalipun busuk, Tuhan mau menerima; saya menerima, Tuhan lebih lagi, karena ada cinta sekuat maut. Itulah uluran tangan Tuhan lewat pengorbanan-Nya di kayu salib.

    Kita mengulurkan tangan dan Dia mengulurkan tangan, berarti kita dipeluk--'Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu'. Tadi di ayat 5, ada kelahiran bayi--'ia mengandung dan melahirkan engkau'--, lalu ayat 6: 'Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu', berarti bayi ada di dalam pelukan.

    Inilah posisi kita, yaitu seperti bayi dalam gendongan tangan Tuhan. Cincin meterai adalah hamba/pelayan Tuhan yang hanya berharap sepenuh pada kasih setia Tuhan, tidak bergeser sedikitpun. Sama! Cincin meterai adalah kasih Tuhan yang tidak bergeser apapun keadaan kita, Dia tetap mengasihi kita; dari pihak kita, cincin meterai adalah hamba/pelayan Tuhan yang hanya bergantung sepenuh pada kasih sekuat maut dari kayu salib. Kita tidak digeser oleh harta atau apapun; kita hanya hidup dari kasih setia Tuhan sekalipun ada harta dan semuanya. Apalagi kalau tidak punya apa-apa, kesempatan untuk membuktikan: Aku hidup dari kasih setia Tuhan.

    "Satu kesaksian. Saat saya sampaikan: Kita tidak hidup dari gaji. Dia marah: Mana bisa? Kalau tidak ada gaji, hidup dari mana? Gajinya dua digit dalam juta. Tuhan izinkan tiga bulan nol. Dia datang pada saya dan minta ampun karena dia menghina firman. Tuhan izinkan nol selama tiga bulan. Saya tanya: 'Selama ini hidup dari mana?': 'Dari Tuhan.' Nah, sudah Tuhan kasih rasa."

    Kita hidup dari kasih setia Tuhan, seperti bayi dalam gendongan tangan Tuhan.
    Yesaya 49: 15-16
    49:15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
    49:16. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

    Kasih ibu sebenarnya gambaran lemah dari kasih Tuhan, tetapi sudah bergeser karena banyak bayi yang dibuang; sebelum lahirpun sudah dibuang. Ngeri sekali kalau kasih sudah bergeser. Kalau ibu terhadap anak kandungnya bisa begitu, bagaimana kasih kita pada yang lain? Sangat bergeser! Karena itu mulai dari rumah tangga, jangan sampai kasih itu bergeser! Apapun yang kita hadapi, ada kasih sekuat maut: Tuhan tidak bergeser dari aku, aku tidak bergeser dari isteriku; aku tidak bergeser dari suamiku; aku tidak bergeser dari anakku, mau apapun dia anakku; ini kakakku; ini adikku. Mari, kita berjuang bersama-sama.

    Kalau kasih di rumah tangga sudah bergeser, bagaimana di dunia ini nanti? Ngeri sekali! Sampai nanti zaman antikris: kebencian tanpa alasan.

    Tuhan selalu mengingat kita, dan kita juga selalu ingat kasih setia-Nya. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, tetapi Dia mengingat, mempedulikan, dan bergumul untuk kita. Di atas kayu saib Dia pergumulkan semuanya.

    Hasilnya:


    • Tangan kasih setia Tuhan yang sekuat maut sanggup memelihara kita secara jasmani di tengah kesulitan sampai zaman antikris, dan secara rohani--kita hidup kekal; maut tidak bisa menjamah.
      Nanti pada zaman antikris, nasi pecel seharga maut. Sekarang masih murah, tetapi nanti seharga maut--mau beli nasi disiksa dulu.


    • Kejadian 30: 14, 22
      30:14. Ketika Ruben pada musim menuai gandum pergi berjalan-jalan, didapatinyalah di padang buah dudaim, lalu dibawanya kepada Lea, ibunya. Kata Rahel kepada Lea: "Berilah aku beberapa buah dudaim yang didapat oleh anakmu itu."
      30:22. Lalu ingatlah Allah akan Rahel; Allah mendengarkan permohonannya serta membuka kandungannya.

      Hasil kedua: membuka kandungan, artinya pintu-pintu di dunia terbuka.

      Kalau kita tetap digendong dalam tangan Tuhan, tidak bergeser--tetap dalam penebusan, hidup benar, menjadi hamba Tuhan yang benar; kemudian mengalami penyucian sampai dipakai Tuhan; dan ada tabiat jujur, percaya dan taat--, maka Tuhan bisa membuka pintu-pintu di dunia: ada jalan keluar dari masalah yang mustahil; pintu masa depan yang berhasil dan indah terbuka.

      Pintu apa saja yang tertutup, berseru pada Tuhan! Bayi hanya menangis kepada Tuhan. Kalau sudah tidak bisa dipikir, mari berseru pada Tuhan. Tangan sekuat maut bisa membuka pintu-pintu. Pintu kuburpun bisa dibuka--Lazarus sudah mati empat hari bisa dibangkitkan.

      Kalau kita sudah najis dan kotor, sudah berada di alam maut dan kebinasaan, bisa dibuka dan dipulihkan kembali oleh Tuhan. Pintu apapun terbuka bagi kita.

      Yesaya 49: 16
      49:16. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

      'tembok-tembokmu'= tembok Yerusalem baru--Yerusalem baru memiliki tembok yang besar lagi tinggi.
      Sampai pintu Yerusalem baru juga terbuka, artinya kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Yesus, tidak salah dalam perkataan. Kita bersorak sorai di awan-awan yang permai untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali, sampai pintu Yerusalem baru terbuka bagi kita selamanya.

Kalau kita ingat kasih setia-Nya, Dia juga ingat kita.
Kegoncangan memang harus kita hadapi, tetapi Tuhan menolong kita, Dia memeluk kita, Dia membuktikan kasih sekuat maut kepada kita semua.

Apapun keadaan kita, asalkan kita tampil sebagai emas dan perak sampai mendapatkan cincin meterai--kita dipeluk tangan Tuhan--, sudah cukup, Dia selalu ingat kita dan kita ingat Dia. Ada yang sulit, tertutup, mustahil, busuk, atau berhasil, serahkan semua pada Tuhan! Semua bisa diatasi oleh kasih sekuat maut di atas Golgota; kasih setia yang tidak tergeser oleh apapun. Kita hanya bergantung pada kasih setia Tuhan yang sekuat maut.

Kaum muda, di mana engkau menggantungkan hidupmu? Kalau di dunia, semua akan goncang, dan binasa. Tidak bisa! Mari, berada di dalam tangan kasih sekuat maut, tidak akan tergoncang oleh apapun.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 22 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Sun Palace Trowulan (Pagi))

  • 24 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Kartika Graha Malang)

  • 25 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 16 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi (Pagi-Sore))

  • 17-18 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top