English Language | Form Penggembalaan
KESAKSIAN: TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN
KESAKSIAN LAINNYA

Pertolongan Tuhan dan Keubahan Hidup Lewat 3 Macam Ibadah Pokok
Saya mau menyaksikan kebaikan dan kemurahan Tuhan yang saya alami selama...

Berserah Tuhan dan Jangan Menggunakan Kekuatan Sendiri
Puji Tuhan, saya ingin menyaksikan cinta kasih dan kemurahan Tuhan yang begitu besar dalam...

Pdt. Christian Noya
Shalom Pendeta...

Buluh yang terkulai takkan dipatahkanNya
Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk bersaksi bagi Tuhan....

Tuhan Sangat Baik Dalam Hidupku
Saya berterima kasih kepada Tuhan yang telah memanggil dan memilih...

Tergembala itu Indah
Beberapa hal yang akan kami saksikan:

Pada 18 Oktober tahun lalu, saya harus...

Tuhan Menjaga Hidupku
Tanggal 24-26 Juli 2007, oleh kemurahan Tuhan, saya bisa ikut...


Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari kesaksian:   
[versi cetak]
Tidak Ada yang Mustahil Bagi Tuhan
Oleh: Ibu Wita Mertes (Jerman)
Rabu, 31 Desember 2014
Tayang: 27 Januari 2015

Saya ingin menyaksikan bagaimana kemurahan dan pernyertaan Tuhan untuk saya dan nikah saya di sepanjang tahun 2014 ini.

Pada bulan Oktober 2013, saya mendapat kesempatan dari tempat dimana saya bekerja, untuk melanjutkan pendidikan selama 2,5 tahun (yang seharusnya 3 tahun). Oleh pertolongan Tuhan, saya tidak perlu mengulang dari semester 1, tetapi langsung mengikuti smester 2, sehingga saya harus mengejar pelajaran yang sebelumnya dalam jangka waktu 3 bulan dan membuat tema yang baru untuk persiapan ujian memasuki smester 3, yaitu ujian teori dan praktik pada bulan Januari - Februari 2014 yang lalu.

Waktu itu, hati saya merasa senang, karena lumayan studinya diperpendek selama setengah tahun, tetapi di sisi lain agak takut, apakah saya bisa menempuhnya, karena kalau hasil nilai saya tidak memenuhi target, maka saya dinyatakan gugur dan tidak bisa mengulang lagi. Begitulah persyaratannya.

Sementara, teman-teman sangat meremehkan saya dan mengatakan bahwa saya pasti tidak bisa mengejar pelajaran yang begitu banyak, apalagi mengikuti ujiannya.
Menghadapi semua ini, saya hanya banyak berdoa dan menyembah Tuhan.

Saya mengaku kepada Tuhan, 'memang benar Tuhan, bahwasanya, saya tidak bisa apa-apa tanpa kemurahan dan pertolongan Tuhan'.
Saat itu juga, firman Tuhan pada kebaktian tutup - buka tahun 2014 mengingatkan saya kembali tentang Tahun Kemenangan. Saya percaya dan meng-aminkan firman Tuhan itu.

Saat menghadapi ujian, saya hanya berserah kepada Tuhan. Karena saya percaya, kalau memang kehendak Tuhan bahwa saya harus melanjutkan pendidikan ini, PASTI Tuhan juga akan menolong semuanya.

Pada bulan Maret 2014, kami menerima hasil ujiannya. Puji Tuhan, saya bersyukur, ternyata nilai saya memuaskan. Dalam ujian teori, saya mendapat nilai B+ dan ujian praktek mendapat nilai A , sehingga saya bisa meneruskan pendidikan ini dan masuk smester 3. Waktu di smester 3, saya menjalani ujian lagi secara teori dan praktik, hasilnya juga memuaskan, sehingga saya bisa memasuki semester 4 dengan pertolongan Tuhan. Dan sekarang, saya dalam persiapan untuk menghadapi ujian praktik dan lisan pada bulan Februari 2015 untuk memasuki semester 5, dan kalau Tuhan mengizinkan, studi saya akan selesai pada bulan Maret 2016.
Biarlah lewat berkat pendidikan yang saya terima ini, nama Tuhan saja yg di permuliakan.

Memang disepanjang tahun 2014, banyak kemustahilan yg saya hadapi, baik secara jasmani dan rohani. Apalagi semenjak saya meneruskan studi ini. Waktu begitu cepat berjalan, saya harus membagi waktu dengan baik, supaya semua tugas-tugas dan kewajiban di dalam rumah tangga dan ibadah pelayanan, bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya. Karena saya rindu menjadi saksi dirumah tangga dahulu, meskipun praktiknya tidak mudah. Banyak pengorbanan yang harus saya lakukan, baik waktu, tenaga, pikiran dan perasaan.

Terutama di dalam ibadah pelayanan saya, sangat terasa sekali. Semenjak saya tidak bisa mengikuti siaran langsung lagi pada hari Selasa dan Kamis, saya selalu mengikuti siaran tunda pada malam hari. Kalau sebelumnya, hanya hari Minggu saja saya mengikuti siaran langsung tengah malam dari sini, tapi sekarang jadi 3 kali seminggu harus beribadah pada waktu malam, bahkan waktu tidur saya juga sedikit.
Pada mulanya, saya sangat berat melakukannya, sering mengantuk, karena sudah capek sekali menjalankan semua aktivitas. Saya berdoa pada Tuhan, mengaku tidak sanggup lagi menjalankan semuanya.

Saya mau setia dan benar dalam semua hal, terutama di dalam hal beribadah dan melayani Tuhan, tetapi mempraktikannya di dalam situasi dan kondisi saya sekarang ini berat sekali, 'Kenapa tidak seperti sebelumnya? Lebih enak. tapi sekarang beribadahnya tambah berat?', inilah pikiran saya. Tapi untunglah, lewat firman penggembalaan yang saya tekuni, saya banyak dikoreksi, terutama pribadi saya yang dagingnya masih terus bersuara kalau diperhadapkan dengan situasi dan kondisi yang tidak cocok dengan keinginan daging.

Tuhan menegor saya waktu itu lewat Firman, 'Kalau dulu saya bisa lebih setia dan benar dalam beribadah melayani Tuhan, karena saya punya waktu yang banyak, itu baik. Tapi sekarang, saat waktu sudah tidak ada tinggal sedikit, apakah saya masih bisa tetap setia dan benar beribadah melayani Tuhan?'
Saat saya mendapat tegoran ini, saya minta ampun pada Tuhan, ternyata saya masih belum setia. Kalau itu cocok untuk daging saya, maka saya setia, tetapi sebaliknya, saya masih tawar menawar.

Sekarang saya mengerti, bahwaTuhan mengasihi saya, bukan untuk mempersulit serta memperberat kehidupan saya, tapi membuat saya lebih meningkat dalam kerohanian (mantap), yaitu percaya, praktik firman dan taat dengar-dengaran, apapun resiko yg saya akan hadapi.

Saya mulai membenahi semua yang masih belum baik, belajar lebih banyak berdiam diri, kalau ada persoalan apapun, saya hanya berdoa sambil berusaha lebih banyak lagi mempergunakan waktu yang ada untuk mendengarkan firman Tuhan, dalam situasi dan kondisi yang baik atau tidak baik, sehingga saya bisa lebih banyak menyembah di bawah kaki Tuhan. Inilah yg selalu saya lakukan. Akhirnya saya menjadi merasa lebih tenang dan damai sejahtera.


Saat-saat saya sudah mulai bisa menyerah kepada Tuhan, setanpun tidak senang dan berusaha untuk menganggu lewat persoalan buah nikah, yang pada waktu itu membuat suami saya bersungut-sungut. Putra kami membuat persoalan di sekolah dan divonis tidak akan lulus. Menghadapi ini, saya tenang dan berdoa. Kami mencoba utk menyelesaikan, minta maaf kepada gurunya dan menasehati putra kami untuk tidak selalu menyalahkan guru, dan pergi minta maaf ke sekolah, apapun resikonya. Nanti dia lulus atau tidak, terserah.

Suami saya waktu itu sangat marah, tapi saya diam saja dan hanya bisa berdoa. Saya berusaha mengigatkan kembali anak kami, supaya jangan main-main dengan ketidak taatan.
Untunglah, Tuhan menjamah hatinya, sehingga anak kami bisa mengakui semua kesalahnya. Puji Tuhan, Tuhan tidak pernah mempermalukan anak-anak-Nya. Tidak lama kemudian, anak kami dinyatakan lulus dengan nilai yang lebih baik dari sebelumnya. Dan oleh kemurahan Tuhan, pada bulan Agustus 2014, dia diterima di Ausbildung (Akademi) jurusan elektro.

Kesaksian yang terakhir adalah bagaimana Tuhan sudah menolong perusahan kami.
Pada tahun 2010, kami mendapat berkat warisan perusahaan keluarga dari mertua saya. Semenjak mertua saya meninggal, suami saya yang menjalankannya sendiri. Memang banyak hal yang harus dibereskan oleh suami saya supaya perusahaan bisa berjalan. Pendek kata, oleh kemurahan dan pertolongan dari Tuhan sajalah, perusahan ini mulai ada perubahan.

Kami mempunyai beberapa pegawai, tapi saya memperhatikan, semenjak mertua saya tidak ada lagi, beberapa pegawai kami mulai tidak benar. Saya berusaha untuk mengingatkan suami supaya tegas dan hati-hati.
Tapi waktu itu, suami saya malah marah dan dia katakan bahwa dia mengenal mereka sudah lama, tidak mungkin mereka begitu. Akhirnya, saya diam saja, saya hanya berdoa kepada Tuhan dan memohon campur tangan Tuhan di dalam perusahan ini. Biar Tuhan yang menyeleksi semua. Saya rindu perusahan ini dipakai menjadi berkat buat banyak orang, terutama untuk kemulian bagi nama Tuhan.

Setelah beberapa lama, suami saya menghadapi kesulitan, tetapi dia tidak pernah mau membicarakannya pada saya. Hati saya merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Akhirnya, saya memberanikan diri untuk bertanya, ternyata benar, seperti apa yang saya katakan sebelumnya pada suami, itu terjadi. Saya mencoba menenangkan pikirannya, saya katakan 'kita doa saja, biar Tuhan yang membereskan', karena saya juga rindu, supaya perusahan ini dipakai oleh Tuhan.
Puji Tuhan, akhirnya semua masalah diselesaikan. Sampai akhirnya, beberapa pegawai mengundurkan diri, tapi Tuhan sudah menggantikan dengan yang lebih baik lagi.

Dan mulai saat itu, suami saya banyak berubah; ia lebih berhati-hati dan mulai percaya pada Tuhan. Sekian lama perusahan ini berjalan dg baik, tetapi kemarin pada bulan Oktober 2014, suami saya datang dengan wajah yang pucat. Dia katakan bahwa pegawai kami yang sudah 30 tahun bekerja pada kami (kepercayaan kami) dan kami menyekolahan dia sampai bisa seperti ini, ternyata mau keluar, karena mendapat tawaran pekerjaan lain yang gaji dan posisinya luar biasa. Kalau dia keluar, memang pengaruhnya besar bagi perusahaan kami. Untuk mendapatkan pegawai yang baru sangat mustahil dan sulit, sementara perusahaan harus tetap berjalan.

Akhirnya, suami saya mengatakan, dia mau minta tolong pada pamannya yang juga mempunyai perusahan yang cukup besar dan sangat terkenal di kota lain. Tapi hati saya ragu-ragu, saya hanya berdoa, 'terserah Tuhan'. Kemudian suami saya berkata lagi, 'Ah, tidak usah. Sampai sekarang, semua persoalan bisa diselesaikan'.
Akhirnya, kami memutuskan tidak jadi minta tolong. Satu hari setelah kejadian ini, kami mendapat telepon, bahwa pamannya mendadak meninggal dunia.
Kami terkejut, saya langsung teriak, 'Yesus ampuni kami !', karena kemarin kami sempat mau meminta pertolongan kepada manusia, tetapi Tuhan langsung menjawab, 'Jangan berharap pada manusia, sekalipun persoalan itu mustahil bagi manusia'.

Puji Tuhan, tepat seperti yang dijanjikan lewat firman-Nya, kalau kita percaya dan taat dengar-dengaran pada kehendak Tuhan, maka kita bisa melihat mujizat dan kuasa Tuhan bisa berkerja, untuk menjadikan yang tidak ada menjadi ada, yang mustahil menjadi tidak mustahil, kemenangan akan diberikan kepada kita, sampai kita menjadi sempurna seperti Yesus.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 30 April 2019 - 01 Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan di Malaka)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Medan)

  • Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top