Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949

Yohan

Sabtu, 27 Februari 2010
Versi Cetak Download Download
Tanggal 23 Februari 2010 lalu, saya harus menjalani pencabutan kawat yang ada di wajah saya. Kawat ini dipasang akibat kecelakaan yang saya alami pada tahun 2009 lalu. Awalnya dokter mengatakan bahwa kawat yang menajadi 1 dengan kawat gigi akan di lepas dari mulut. Kalau tidak bisa, baru dilakukan operasi kecil lewat dekat mata saya.
Pada waktu proses berjalan, ternyata tidak bisa di tarik dari mulut dan harus dilakukan operasi kecil. Saya sudah merasa kesakitan karena memang kawatnya agak terbenam masuk, sehingga susah untuk mencari simpulnya. Hampir 1 jam masih tidak bisa ketemu simpulnya dan saya sudah serasa ingin pingsan, karena sudah tidak kuat dengan sakitnya dan tenaga saya sudah habis untuk menahan rasa sakitnya. Sampai-sampai suntik bius yang diberikan mencapai 3 kali untuk sebelah kanan saja.

Saya sempat minta supaya dibius total, tapi tidak bisa, karena harus puasa 6 jam. Saya saat itu hanya ingat pesan bapak gembala, bahwa kalau sakit, sebut nama Yesus. Saya hanya bisa menyebut nama Yesus dan berdoa dalam hati, karena sudah tidak kuat lagi. Dan mujizat Tuhan, saat saya sudah tidak kuat lagi, tiba-tiba simpulnya ketemu dan kawat tersebut bisa dilepaskan.
Sedikit lega, tapi masih ada bagian kiri. Saya sudah takut kalau terjadi hal yang sama. Setelah disuntik bius dengan dosis yang sudah ditambah, simpul kawatnya mulai dicari. Dan puji Tuhan, saya tidak merasa terlalu sakit dan simpul itu cepat ditemukan dan kedua kawat di kiri kanan wajah saya bisa dilepas dengan baik.

Kesakisan saya yang kedua adalah soal pekerjaan sampingan saya. Selama ini saya jualan software lewat internet mulai awal 2008 dan tidak pernah tembus target yang saya tetapkan. Tapi awal tahun 2010 ini, saya mendapatkan informasi bahwa target saya sudah tembus dan malah lebih 30%. Tuhan mampu memberikan berkat lewat jalan yang saya pikir sudah tidak akan pernah tembus.
Benar-benar Tuhanlah yang memelihara hidup saya.

Kesaksian saya yang ketiga adalah soal pekerjaa saya selama ini. Karena kondisi mata saya yang belum normal, maka saya tidak bisa kerja 100% seperti biasa. Dan tiap ada yang butuh jasa saya, saya hanya bisa sampaikan keadaan saya yang sebenarnya. Selanjutnya, saya serahkan mereka sendiri apakah tetap di saya atau tidak. Dan puji Tuhan, mereka tetap mau pakai jasa saya. Padahal secara manusia, banyak yang bisa mengerjakan dan dengan kondisi yang lebih baik. Juga lebih cepat dalam pengerjaannya. Tapi mereka tetap mau pakai jasa saya meskipun lebih lama waktunya. Ini juga berkat Tuhan yang menurut pikiran saya, mustahil orang-orang itu mau pakai jasa saya.

Bahkan salah satu pelanggan yang sebenarnya sudah ada kontrak mulai tahun 2009, juga tetap mau lanjutkan pekerjaan itu dengan saya. Padahal dia ada alasan untuk pakai orang lain. Tapi dia tetap pakai jasa saya. Apalagi pekerjaan ini untuk kontrak selama 6 tahun. Dan Tuhan benar-benar tolong pekerjaan ini. Saya pikir akan butuh waktu hampir 2 bulan untuk menyelesaikannya. Tapi Tuhan seperti tuntun saya dalam pengerjaannya. Dan dalam 3 hari, sudah selesai 75% dari pekerjaan itu. Suatu hal yang mustahil buat saya, apalagi dalam kondisi yang belum pulih. Puji Tuhan. Semuanya hanya kemurahan Tuhan saja, bukan kemampuan saya, karena dalam kelemahan saya, saya bisa merasakan bahwa tidak mungkin ini bisa saya lakukan.

Dalam hal hidup benar, saya selama ini memang menggunakan software bajakan untuk beberapa item. Dan ini sudah 2 tahun lalu saya laporkan ke BSA Indonesia (badan yang menaungi peredaran software asli di Indonesia). Dan saya komitmen untuk mulai mencicil software yang asli yang bisa saya beli.
Dan beberapa software asli sudah saya beli. Tinggal yang penting-penting, harganya mahal sekali. Saya coba-coba cari yang bekas tidak bisa ketemu.
Akhirnya Tuhan beri hikmat pada saya. Saya coba cari diluar negeri. Dan puji Tuhan, saya bisa mendapatkannya sesuai kebutuhan saya dengan harga yang bisa saya jangkau.

Dan ketika ini saya laporkan ke BSA Indonesia, mereka mengatakan bahwa mereka memberikan apresiasi tertinggi pada saya walaupun beli softwarenya secara bertahap dan mereka minta data-data saya serta bukti pembeliaannya untuk dimasukan dalam database mereka. Dan mereka akan melindungi saya dari oknum-oknum yang mencari-cari masalah dengan merazia kantor saya.
Suatu mujizat bagi saya, karena saya hanya kantor kecil dan tidak ada pegawai, tapi BSA Indonesia bisa memberikan balasan yang sama sekali tidak saya duga. Memang masih ada software asli yang saya cari. Tapi saya yakin Tuhan juga yang akan menuntun saya untuk bisa menemukan dengan tepat dan benar.

Secara manusia, saya ada alasan untuk tidak beli software-software tersebut, karena memang saya butuh biaya banyak untuk pengobatan dan operasi yang harus saya jalani. Tapi dari berkat-berkat yang saya terima dengan tidak saya duga, saya yakin bahwa Tuhanlah yang memelihara saya dengan kasih karuniaNya, yang penting saya mau hidup benar. Dan tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Segala pujian dan hormat, hanya bagi Tuhan.
Tuhan memberkati.

Tags

Versi Cetak

Kesaksian
  • Hubungan Pribadi dengan Tuhan (Wenny)
    ... terjadi dalam kehidupan saya sepanjang tahun ini tetapi justru di situ saya merasakan bahwa kasih Tuhan itu sangat besar dalam kehidupan saya. Banyak yang saya alami tetapi terutama ada hal yang ingin saya saksikan malam ini. Tentang dosa kesombongan. Saya bersyukur kalau Tuhan kirimkan saya ke tempat ini salah satunya ...
  • Ketidaktaatan Itu Sangat Mahal Harganya (Sdri Eveline Lee, Malang)
    ... seringkali mengingatkan saya untuk tidak mandi terlalu malam supaya tidak perlu mandi menggunakan air hangat. Tetapi saya sering tidak menurut karena beralasan saya masih mau istirahat dulu ada les atau bahkan sampai ketiduran hingga agak malam karena kelelahan. Kalau sudah begitu mama yang memasakkan air panas untuk saya mandi. Saat ...
  • Tuhan Membela kalau Kita Hidup Benar (Sdri. Fenda)
    ... mata kuliah yaitu Akuntansi Manajemen. Sebelum saya menerima kelas ini saya mendengar banyak kabar yang tidak enak kalau diajar dosen yang bersangkutan. Tetapi saya berusaha agar tidak bermasalah dengan dosen tugas ataupun presentasi saya dan berusaha melakukan dengan baik. Ujian tengah semester maupun akhir semester saya berusaha lakukan sebaik mungkin. ...
  • Jamahan Tuhan untuk nikah dan buah nikahku (Ibu Christine (Krian))
    ... satu anak yang jatuh dan pada saat ditanya saya langsung spontan berkata jujur apa adanya. Tetapi pada saat itu saya malah diolok-olok begitu rupa. Jadi saya hanya bisa berkata Tuhan tolong saya saya harus bersikap jujur tetapi yang saya terima justru bentakan yang begitu luar biasa dan pada saat itu ...
  • Buluh yang terkulai takkan dipatahkanNya (Ibu Denny Wiliatno (Mimi))
    ... berjanji hari Sabtu saya akan bersaksi tapi saya takut dan mengeraskan hati. Firman Tuhan dalam Kebaktian Umum menempeleng saya kalau tidak mau bersaksi maka akan menyangkal Tuhan. Saya mohon ampun kepada Tuhan. Saya tidak mau menyangkal Tuhan. Kalau saya melihat dan mendengar saudara-saudara bersaksi begitu indah dan lancar. Seandainya saya ...
  • Tuhan membuat jalan yang mudah (Sdri. Fenda)
    ... kenyataannya saya harus mundur semester. Jujur merasa kecewa malu merasa gagal putus asa bahkan menyalahkan Tuhan karena saya sudah berusaha dan yakin bisa menyelesaikan semua di semester . Memikirkan bagaimana papa mama tahu dan merasa kecewa karena anak tinggal satu-satunya tidak bisa membanggakan tetapi menjadi beban. saya memikirkan bagaimana biaya kuliah ...
  • Utamakan Tuhan dan Dia yang akan bekerja bagi kita (Sdri. Gracia Krisnanda)
    ... ujian kenaikan kelas yang biasanya berupa tes tulis secara individu diganti menjadi tugas video project dan tugas makalah secara berkelompok untuk mata pelajaran. Wali kelas memilih saya menjadi ketua kelompok yang anggotanya susah dihubungi sehingga saya harus menuliskan semua prosedur secara detail dan terus menghubungi agar mereka bisa segera mengirim ...
  • Tuhan Membuat Lebih dari Pemenang (Meriza )
    ... sudah terjadi dalam hidup saya sejak saya diciptakan hingga sekarang ini. Saya adalah anak kedua dari bersaudara namun saya tidak pernah bertemu dengan kakak saya yang selalu saya inginkan. Mama saya mengalami keguguran saat mengandung kakak saya karena kandungannya yang lemah. Bahkan saat mengandung saya mama juga hampir keguguran tapi ...
  • Kebaktian Kunjungan di Bandung (Yohan)
    ... Bandung. Awal berangkat karena naik bis rombongan Malang mengatakan akan bertemu dengan rombongan Surabaya di tempat istirahat jam pagi. Tepat jam pagi saya sudah sampai di tempat istirahat di Tol Sidoarjo. Ternyata baru dapat kabar jam bis baru berangkat dari Malang. Jadi harus tunggu sekitar jam lebih di tempat istirahat ...
  • Ibadah Kunjungan di Papua (Yohan)
    ... berat dengan jauhnya perjalanan tersebut. Dan selama di pesawat memang saya rasakan kaki kanan saya sakit dari atas sampai bawah. Tapi puji Tuhan akhirnya Tuhan tolong saya bisa sampai ke Papua dengan selamat. Di Papua karena saya membantu untuk cctv dan siaran langsung maka begitu sampai saya langsung ke gedung ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.