English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin, 19 Mei 2014)
Tayang: 29 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 21 April 2014)
Tayang: 18 Oktober 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 18 November 2013)
Tayang: 20 April 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 Agustus 2011)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 23 September 2013)
Tayang: 05 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 18 Februari 2008)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 Februari 2014)
Tayang: 15 Maret 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 Oktober 2007)
Tayang: 01 Maret 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 07 April 2014)
Tayang: 25 Agustus 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 26 Februari 2007)
Tayang: 11 Juli 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 13 Januari 2014)
Tayang: 21 September 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 12 Februari 2007)
Tayang: 07 Juni 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 10 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin, 05 Maret 2007
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 01 Agustus 2007

Waktu yang lalu, kita sudah membahas srt Yudas 1 : 2, tentang salam. Salam ini di dalam Firman pengajaran bukanlah sesuatu yang basa-basi tetapi mengandung suatu pengertian yang sangat mendalam dan salah satu arti dari salam ini adalah pembuka/pendahuluan dari Firman pengajaran. Sehingga kita harus sungguh-sungguh dalam memberi salam dan jangan ikut-ikutan apalagi kalau kita tidak mengerti, sebab dikuatirkan kalau salam kita itu berubah-ubah, maka isi dari pengajaran itu juga akan berubah. Oleh sebab itu kita belajar untuk memberi salam dengan sungguh-sungguh.

Srt Yudas di dalam susunan tabernakel terkena pada tudung kulit lumba-lumba yaitu tudung yang keempat dan berada paling atas yaitu tudung perlindungan/pemeliharaan TUHAN kepada gereja yang benar dan sekaligus merupakan pemisahan dari gereja yang palsu.

Sekarang ini kita akan mempelajari tanda-tanda dari gereja yang benar dan di dalam srt Yudas ini terdapat di dalam ay 3, ay 9 & ay 20 – 25.

  • Yudas 1 : 3, Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.
    Tanda dari gereja yang benar yang pertama adalah berjuang untuk mempertahankan iman/tidak gugur dari iman sampai TUHAN YESUS datang kembali.
  • Yudas 1 : 9, Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: "Kiranya Tuhan menghardik engkau!"
    Malaikat Mikhael ini adalah malaikat perang/ada kemampuan untuk berperang tetapi begitu menghadapi iblis tentang mayat Musa, ia tidak mengandalkan/berharap pada kekuatannya tetapi berkata ‘kiranya TUHAN menghardik engkau’. Jadi tanda dari gereja yang benar adalah memiliki pengharapan/hanya berharap kepada TUHAN. Gereja yang benar itu tidak mengandalkan kekayaan, kepandaian, jumlah anggauta gereja yang banyak tetapi hanya berharap/mengandalkan TUHAN.
  • Yudas 1 : 20 – 25,
    20. Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.
    21. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.
    22. Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu,

    23. selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi
    tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.
    24. Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya,
    25. Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

Kita fokuskan pada ay 21. Jadi tanda ketiga dari gereja yang benar adalah memelihara kasih ALLAH/memiliki kasih ALLAH.
Ini adalah tanda-tanda dari gereja yang benar yaitu ay 3, ay 9, ay 20 – ay 25, selebihnya adalah tanda dari gereja yang palsu.
Jadi tanda dari gereja yang benar adalah:

  • berjuang mempertahankan iman >>> ay 3
  • berharap/hanya mengandalkan TUHAN >>> ay 9
  • memiliki kasih ALLAH >>> ay 21

Sekarang kita akan mempelajari langkah-langkah untuk mempertahankan iman. Saya akan mengambil ayat-ayat di dalam srt Yakobus sebab srt Yakobus ini berbicara tentang iman.
Langkah-langkah untuk mempertahankan iman ialah:

  1. Yakobus 1 : 19, 20,
    19. Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
    20. sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

    Cepat untuk mendengarkan Firman ALLAH. Kita membandingkan dengan Roma 10 : 17, Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
    Jadi, iman itu timbul dari mendengarkan Firman Kristus. Kristus ini berarti yang diurapi. Iman itu timbul dari mendengarkan Firman Kristus = iman dari mendengarkan Firman yang diurapi oleh Roh.Kudus.
    Sekarang kita kembali kepada ‘cepat mendengar Firman’; apa arti dari cepat mendengarkan Firman?
    Mari kita membaca di dalam ktb Ibrani 5 : 11 – 13,
    11. Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
    12. Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
    13. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.

    Di dalam ktb Ibrani ini ada istilah lamban/ada gereja yang lamban mendengarkan Firman padahal TUHAN menghendaki untuk cepat mendengarkan Firman kalau kita mau berjuang untuk mempertahankan iman. Susu = Firman penginjilan, sedangkan makanan keras = Firman pengajaran. Jadi cepat untuk mendengarkan Firman artinya untuk sekarang ini adalah dapat mendengarkan Firman pengajaran/makanan yang keras/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
    Ditinjau dari sudut waktu >>> sudah berapa lama kita mengikuti TUHAN? Jika di dalam gereja TUHAN tanpa ada Firman pengajaran dan hanya ada Firman penginjilan/susu, maka pertumbuhan gereja menjadi lamban sehingga rohaninya tetap menjadi seperti anak kecil. Memang terlihat senang sebab seperti minum susu yang cepat habis/cepat pulang sehingga terasa enak sebab merasa segar. Tetapi kalau terus menerus minum susu akan berbahaya.
    Di dalam Efesus 4, anak kecil ini mudah diombang-ambingkan oleh pengajaran yang sesat sehingga akan gugur dari iman/imannya tidak dapat bertahan sehingga akan tenggelam.
    Efesus 4 : 14, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
    Inilah bahayanya kalau kita tidak mau mendengarkan Firman pengajaran karena terlalu dalam, terlalu lama dan terlalu keras sehingga kita tetap menjadi seperti anak kecil dan akibatnya:
    • akan diombang-ambingkan oleh angin-angin pengajaran palsu.
    • ditipu dayakan oleh hamba-hamba TUHAN palsu, oleh pengerja-pengerja palsu sehingga ia akan gugur dari iman/tenggelam bagaikan kapal yang diombang-ambingkan oleh angin taufan/gelombang.
      Satu-satunya cara agar dapat mempertahankan iman adalah cepat mendengar Firman pengajaran dan ini sudah tidak dapat ditawar-tawar lagi/sudah waktunya sekarang ini karena kedatangan TUHAN sudah tidak lama lagi. Semoga kita mengerti.
    Kalau tadi kita sudah cepat mendengar = dapat mendengarkan Firman pengajaran, maka sekarang ini adalah cara kita mendengar Firman pengajaran sebab ini yang menentukan. Dibagian atas tadi sudah diterangkan tentang Firman tentang Kristus = Firman yang diurapi oleh Roh.Kudus. Jadi cara untuk mendengarkan Firman adalah dalam urapan Roh.Kudus. Cara mendengarkan Firman itu bukan berdasarkan kepandaian kita tetapi harus berada di dalam urapan Roh.Kudus. Oleh sebab itu kita harus berdoa dengan sungguh-sungguh agar pemberitaan Firman berada di dalam urapan Roh.Kudus dan kita juga memiliki kemampuan untuk dapat mendengarkan Firman di dalam urapan Roh.Kudus dengan suatu kebutuhan seperti seorang bayi yang membutuhkan susu/seperti kita yang lapar dan membutuhkan nasi, bukan mendengar Firman karena kebiasaan/kewajiban. Kalau kita mendengarkan Firman dengan suatu kebutuhan, maka kita tidak akan pernah merasa bosan seperti kita makan nasi sebanyak tiga kali sehari tetapi kita tidak pernah merasa bosan. Kita tidak pernah merasa bosan karena kita membutuhkan nasi. Tetapi mengapa di dalam gereja TUHAN banyak yang menuntut agar pembicara/pembawa Firman TUHAN diganti-ganti agar sidang jemaat tidak merasa bosan. Berganti-ganti orang yang membawakan Firman itu berarti sudah menyalahi hukum TUHAN sebab hukum TUHAN itu bukan imamnya yang berganti-ganti tetapi rotinya yang berganti-ganti setiap hari Sabat. Ini juga merupakan koreksi bagi kita sebagai hamba TUHAN harus selalu menyediakan pembukaan Firman yang selalu baru. Mengapa sidang jemaat di dalam mendengarkan Firman TUHAN selalu merasa bosan? Karena sidang jemaat dalam mendengarkan Firman TUHAN itu sudah merupakan suatu kebiasaan/kewajiban, bukan karena suatu kebutuhan.
    Mari saudaraku! sampai disitu dalam mendengarkan Firman di dalam urapan Roh.Kudus sehingga kita dapat:
    • bersungguh-sungguh/dapat berkonsentrasi karena tidak diganggu oleh apapun juga.
    • memiliki kemampuan untuk mendengarkan Firman sekalipun kita tidak memiliki kemampuan karena kita kurang pandai tetapi Roh.Kudus yang memberikan kemampuan.
    • mendengarkan Firman dengan suatu kebutuhan.
      Maka hasilnya kita dapat mengerti Firman pengajaran. Inilah cepat/cara kita mendengarkan Firman dengan baik sampai kita dapat mengerti Firman pengajaran/Firman ditulis/dimeterai di dahi kita, sebab dahi ini diancam oleh antikrist yang juga hendak memeterai angka enam,enam,enam. Tetapi kalau kita mengerti Firman maka dahi kita dicap/dimeterai oleh Firman TUHAN sehingga tidak dapat dicap oleh antikrist. Semoga kita mengerti.
    Ada bukti jika kita sudah mengerti Firman/Firman sudah dicap/dimeterai di dahi kita, dan buktinya adalah >>>
    • Yakobus 1 : 19, 20
      19. Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
      20. sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

      Kita mengoreksi diri kita dan memohon kepada TUHAN supaya setelah kita mengerti Firman maka harus dilanjutkan dengan kita mempraktekkan Firman itu.
      Jadi bukti dari kita mengerti Firman adalah kita lambat untuk berkata-kata. Lambat untuk berkata-kata ini bukan berarti gagap tetapi ‘setiap kita hendak berkata-kata harus ditimbang dengan Firman’. Kata-kata yang kita ucapkan itu sesuai atau tidak dengan Firman.
      Tadi kita sudah mendengar dan dibantu oleh Roh.Kudus/ada urapan dari Roh Kudus, kita menjadi mengerti Firman sehingga kita membutuhkan Firman dan ada buktinya adalah setelah kita mengerti maka kita menjadi lambat untuk berkata-kata sehingga kita tidak mengucapkan kata yang sia-sia. Dan ini yang harus ditekankan di dalam hidup kita masing-masing.
    • Lambat untuk marah.
      Lambat untuk marah ini berarti:
      • kita dapat menahan emosi.
      • tidak berbantah-bantah dan bersungut-sungut.
        Kalau kita tidak lambat untuk berkata-kata sehingga kita mengeluarkan kata yang sia-sia/berkata dusta maka iman kita akan berkurang. Demikian juga kalau kita cepat marah, maka keselamatan kita juga akan berkurang. Semoga kita dapat mengerti.
  2. Percaya/yakin pada Firman. Kalau kita sudah mendengarkan Firman dengan sungguh-sungguh sampai kita dapat mengerti sehingga Firman ditulis di dahi, tetapi tidak cukup dengan ditulis di dahi sebab kalau hanya sampai di dahi saja, maka Firman TUHAN ini akan menjadi pengetahuan sehingga dapat berbantah-bantah. Oleh sebab itu harus dilanjutkan dengan percaya/yakin pada Firman dan ini berarti Firman ditulis di dalam hati.
    Yakobus 1 : 21, Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
    Itu sebabnya Firman itu harus sampai di dalam hati, bukan hanya sampai di dalam pikiran/di dahi.
    Percaya/yakin pada Firman berarti: Firman tertanam/tertulis di dalam hati sehingga menjadi iman.
    Tetapi hati yang bagaimana yang dapat ditulisi/ditanami dengan Firman sehingga dapat berbuah? untuk ini ada syaratnya yaitu: hati harus lemah lembut = bebas dari kotoran. (tadi dikatakan ‘buanglah segala sesuatu yang kotor) = hati yang diurapi oleh Roh.Kudus. Jadi kalau kita mau percaya/yakin kepada Firman, maka syaratnya adalah hati harus lembut = hati yang harus bebas dari kotoran-kotoran. Sebab hati yang kotor itu tidak dapat menerima Firman.
    YESUS Yang sudah Sempurna, UrapanNYA Sempurna, tidak mungkin IA emosi, sehingga ahli taurat yang kotor hatinya karena dengki dlsbnya tidak dapat menerima Firman TUHAN bahkan apa yang dikatakan oleh YESUS selalu dibantah.
    Di dalam cerita tentang penaburan benih, maka hati yang lemah lembut ini = tanah hati yang baik sehingga Firman dapat tertanam di dalam hati dan dapat menjadi iman. Kita harus menjaga dari kotoran-kotoran ini dan sekarang kita pelajari tentang kotoran-kotoran yang ada di dalam hati.
    Di dalam cerita tentang penaburan benih, maka ada empat tempat yang ditabur dengan benih yaitu:
    • tanah yang berbatu-batu >>> ini adalah gambaran dari hati yang keras yang berisi dendam, iri hati, kepahitan, kejahatan sehingga sulit untuk ditanam dan bertumbuh.
    • tanah yang mengandung semak duri >>> ini menunjuk pada hati yang bimbang, kuatir. Sebagai contoh, sebagai seorang siswa, besok ada ujian tetapi Firman TUHAN mengatakan untuk mencari terlebih dahulu kerajaan surga dengan mengutamakan ibadah daripada kepentingan lainnya, tetapi karena kuatir, maka siswa itu tidak pergi kegereja dan lebih memilih belajar di rumah. Kekuatiran ini menyebabkan ia tidak mempercayai Firman tetapi ini bukan berarti bagi siswa tidak perlu belajar sebab nanti TUHAN pasti akan menolong >>> bukan seperti ini sebab ini berarti mencobai TUHAN. Tetapi harus berkorban dengan tidak istirahat di siang hari tetapi belajar agar di sore hari dapat beribadah dan ini adalah hati yang percaya kepada Firman. Juga jangan menjadi bimbang sebab arti dari bimbang ini adalah mendua hati >>> benar atau tidak Firman TUHAN ini? Saya seringkali berkata kepada para hamba-hamba TUHAN yang berpikir kalau menerima berbagai macam pengajaran, maka akan bertambah hebat. Saya katakan kepada mereka bahwa menerima banyak pengajaran itu bukan menjadi semakin hebat, tetapi akan menjadikan saudara bimbang.
    • tanah bagaikan pinggir jalan >>> ini berarti tidak dapat berkonsentrasi pada Firman TUHAN sehingga tidak dapat menjadi iman dan diselamatkan.
    Sekalipun ada mujizat yang besar, maka orang yang tidak percaya dan tidak yakin pada Firman tetap tidak dapat percaya >>> Lukas 16 : 29 – 31,
    29. Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
    30. Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
    31. Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."

    Semuanya ini tergantung hati, kalau hati itu kotor karena ada batu, duri dan yang ada di pinggir jalan, sekalipun ada orang mati yang bangkit, maka ia tidak dapat diyakinkan oleh Firman.
    Jadi kita harus bersungguh-sungguh untuk menjaga langkah iman kita dengan: 1. memperhatikan cara kita mendengarkan Firman di dalam urapan Roh.Kudus
    sebagai suatu kebutuhan sampai kita dapat mengerti. Sesudah kita dapat mengerti, maka selanjutnya 2. kita dapat percaya dan yakin kepada Firman dengan syarat memiliki hati yang lemah lembut, bebas dari kotoran dan diurapi oleh Roh.Kudus.
    Bagi siswa/i Lempin-El, saudara harus menjaga dua hal yang utama yaitu:
    • jangan seperti Ruben yang najis, ini berarti saudara tidak boleh berpacaran di Lempin-El, sebab kalau saudara berpacaran, maka saudara tidak dapat mendengarkan Firman dengan baik sehingga saudara tidak yakin pada Firman.
    • jangan seperti Simeon dan Lewi yang bertengkar memakai pedang dan membunuh orang, ini berarti ada dendam, sakit hati, sehingga saudara tidak dapat yakin pada pengajaran tabernakel dan Mempelai. Sehingga saudara akan diombang-ambingkan.
    Tetapi yang positif adalah ‘Firman yang tertanam di dalam hati yang lemah lembut akan menjadi iman, maka akan menghasilkan buah yaitu:
    • buah keselamatan jiwa >>> Yakobus 1 : 21 >>> ini ditentukan bagaimana kita mendengarkan Firman.
      Arti dari buah keselamatan jiwa untuk sekarang yang jasmani adalah:
      • kita selamat dari ancaman teroris, dari bencana dll asal ada iman.
      • tidak dibinasakan.
    • buah ketekunan >>> Lukas 8 : 15, Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."
      Buah keselamatan dan buah ketekunan ini tidak dapat terpisah, sebab kalau ada buah keselamatan jiwa, maka dipastikan ada ketekunan (buah ketekunan) >>> orang Kristen yang selamat, pasti tekun. Kalau tidak tekun, maka harus berhati-hati, sebab keselamatannya juga diragukan. Inilah tanah hati yang baik/hati yang lemah lembut, dapat menerima Firman pengajaran yang baik sekalipun keras tetapi ia terima dan ia yakini sehingga menjadi iman dan berbuahkan buah keselamatan dan dipastikan akan ada juga buah ketekunan.
    Apa yang dimaksud dengan ketekunan? Dulu di jaman rasul-rasul
    Kisah rasul 2 : 41, 42,
    41.Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
    42. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

    Ay 41 >>> ini adalah buah keselamatan yaitu baptisan air, kita diselamatkan dari murka ALLAH sehingga kita tidak binasa.
    Ay 42 >>> ini adalah buah ketekunan.
    Ketekunan di jaman rasul-rasul ini adalah tekun di dalam persekutuan, di dalam pengajaran, di dalam pemecahan roti dan tekun dalam berdoa. Untuk sekarang ini adalah ketekunan di dalam tiga macam ibadah yaitu:
    • tekun dalam persekutuan = ibadah raya/Minggu (gbr: http://gptkk.org/pelita.php)
    • tekun dalam pengajaran dan pemecahan roti = ibadah pendalaman alkitab dan Perjamuan suci (gbr: http://gptkk.org/mrs.php)
    • tekun di dalam berdoa = ibadah doa penyembahan (gbr: http://gptkk.org/dupa.php)
      Kalau kita melihat di dalam tabernakel, maka ketiga ketekunan itu berada di dalam ruangan suci dan di ruangan suci ini sudah ada tudung, sebab tudung ini sudah dipasang di atas ruangan suci dan di atas ruangan maha suci. Kalau kita tekun, maka akan selamat sebab sudah ada perlindungan dari TUHAN. Semoga kita mengerti.
    Tetapi tidak cukup hanya sampai di sini sebab ketekunan = tergembala ini akan berbuah lagi yaitu sampai ke ruangan maha suci = buah yang matang/sempurna.
    Kalau kita mendengarkan Firman dengan baik, tidak mungkin kita tidak berbuah sebab kalau kita tidak berbuah, maka itu berarti cara kita mendengar Firman itu tidak baik dan juga hatinya kotor sebab banyak batu, duri dan berada di pinggir jalan. Di saat mendengarkan Firman, ia menulis surat pada teman yang duduk di sebelahnya >>> ini yang menyebabkan ia tidak dapat berbuah/tidak dapat yakin pada Firman sekalipun ada orang mati yang bangkit sehingga ia tidak dapat selamat.
    Tetapi kalau mendengar Firman dengan sungguh-sungguh, maka kehidupan itu dapat berbuahkan buah keselamatan sehingga dilindungi, kemudian akan berbuahkan buah ketekunan sampai dapat berbuahkan buah yang matang dan ini jelas akan menyenangkan hati TUHAN.
    Yakobus 1 : 4, Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.
    Buah ketekunan akan berbuah lagi yaitu buah yang matang, dan disebutkan juga tidak kekurangan suatu apapun, ini berarti kita dipelihara dan dilindungi/sudah ada tudung secara berkelimpahan sehingga kita dapat mengucap syukur kepada TUHAN. Berkelimpahan itu bukan berarti dengan jumlah yang banyak (dalam angka berjuta-juta/bermiliar-miliar/triliunan) tetapi sampai dapat mengucap syukur kepada TUHAN. Inilah buah yang matang.
    Buah yang matang yang lain adalah sampai kita menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti YESUS dan ini berarti kita sudah masuk kedalam ruangan maha suci.
  3. Praktek Firman
    Yakobus 1 : 22, Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
    Praktek Firman ini adalah:
    • cepat mendengarkan Firman pengajaran sekalipun keras,dalam dan berlangsung lama.
    • percaya dan yakin pada Firman.
    • mempraktekkan Firman.
    Inilah berjuang untuk mempertahankan iman dihari-hari ini. Jika seperti saya yang berkhotbah/memberitakan Firman dan juga saudara yang mendengarkan pemberitaan Firman tetapi kalau kita tidak dengar-dengaran/tidak mempraktekkan Firman, maka itu berarti kita menipu diri sendiri. Sebab kita mendengarkan Firman A tetapi kita melakukan B, kita memberitakan Firman A tetapi kelakuan kita B. Orang yang menipu diri sendiri di dalam srt 1 Yohanes adalah orang yang tidak mau mengaku dosa karena merasa benar sendiri/tidak ada kebenaran.
    1 Yohanes 1 : 8, Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.
    Iman, kebenaran/Firman tidak ada, yang ada hanyalah kebenaran diri sendiri. Dan untuk hal ini TUHAN tunjukan pada saya yang harus mulai mempraktekkan Firman sebab saya yang berkhotbah. Saya menganjurkan sidang jemaat untuk berkorban, tetapi saya sendiri tidak berkorban, dan ini berarti saya menipu diri sendiri. Oleh sebab itu kita harus menjaga tentang kebenaran diri sendiri sebab ini juga berarti seperti orang yang sakit kusta/hidupnya terasing dan menderita. Semoga kita dapat mengerti.
    Orang yang mempraktekkan Firman, maka ia dapat dengan mudah menyadari kesalahannya/menyadari dosanya sehingga ia dapat mengakui dosa-dosanya. Sehingga ia diampuni dan dibenarkan oleh TUHAN. Kebenaran diri sendiri itu selalu menganggap dirinya yang benar sekalipun ia berbuat dosa tetapi ia menyalahkan orang lain.
    Orang yang mempraktekkan Firman itu akan menghasilkan perbuatan iman.
    Inilah berjuang mempertahankan iman yaitu:
    • cepat mendengarkan Firman terutama Firman pengajaran.
    • menjadi percaya, yakin sampai dapat mempraktekkan Firman sehingga menghasilkan perbuatan iman dan jika terus menerus meningkat, maka akan menjadi sempurna/permanen.
    Iman yang sudah sempurna ini sudah tidak dapat diganggu gugat lagi dan di dalam tabernakel terkena pada buli-buli emas yang berisi manna.
    Yakobus 2 : 21, 22,
    21. Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?
    22. Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

    Kalau kita tidak mempraktekkan Firman, maka kita akan gugur dari iman, tetapi iman yang sudah menjadi permanen/sempurna tidak dapat diganggu gugat lagi. Inilah gereja yang benar yang berjuang untuk mempertahankan iman sampai menjadi iman yang permanen/sempurna.

Contoh dari perbuatan iman adalah Abraham yang mewakili bangsa Israel dan kemudian contoh yang lain adalah Rahab yang mewakili bangsa kafir/Yerikho.

Kita mulai membahas perbuatan iman oleh Abraham yang mempersembahkan Ishak yang TUHAN minta dan ini berarti untuk sekarang ini adalah memberikan apa yang TUHAN minta sekalipun harus menderita.
Kita dapat membayangkan bagaimana Abraham ini yang dijanjikan untuk mendapatkan anak dari rahim Sarah dan ia menunggu selama duapuluhlima tahun. Sesudah mendapatkan anak dan ia sudah bersukacita, tetapi TUHAN meminta kembali, bagaimana perasaan Abraham ini tentu ia akan sangat menderita. Secara tubuh mengajak anaknya untuk naik ke atas gunung dan si anak bertanya >>> ada api, ada kayu tetapi di mana dombanya? Tentu Abraham akan merasa sangat menderita, dari segi apapun, ia akan menderita, tetapi Abraham harus mengalaminya. Inilah Ishak yang merupakan hal yang positif yang TUHAN minta, tetapi sekarang ini kalau TUHAN meminta dosa-dosa kita, maka kita harus menyerahkannya kepada TUHAN. Sebab Ishak yang berharga bagi Abraham saja, diserahkan kepada TUHAN, apalagi kalau hanya dosa yang TUHAN minta, mengapa tidak kita serahkan? Apa yang kita serahkan di dalam penderitaan daging, maka ada arah yang jelas yaitu kepada pembangunan Tubuh Kristus.

Kalau kita mempersembahkan apa yang TUHAN minta/yang dikehendaki oleh TUHAN maka kita tidak akan rugi. 1 Tawarikh 3 : 1, Salomo mulai mendirikan rumah TUHAN di Yerusalem di gunung Moria, di mana TUHAN menampakkan diri kepada Daud, ayahnya, di tempat yang ditetapkan Daud, yakni di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus itu.
Dulu, gunung Moria ini adalah tempat di mana Abraham hendak mempersembahkan Ishak dan ini sebagai pembangunan bait ALLAH yang dibangun oleh Salomo. Sekarang ini arti rohani adalah pembangunan bait ALLAH yaitu Tubuh Kristus. Jadi kalau kita mau mempersembahkan apa yang TUHAN kehendaki lewat FirmanNYA, (bukan lewat suara manusia yang meminta saudara untuk berkorban sesuatu untuk pembangunan tubuh Kristus), maka arah kita itu menjadi jelas yaitu kepada pembangunan Tubuh Kristus dan di situ kita akan bertemu Yehova Yirre/ALLAH menyediakan apa yang tidak ada menjadi ada. Ishak tidak jadi dikorbankan kepada TUHAN sebab TUHAN sudah menyediakan seekor domba untuk dikorbankan.

Kejadian 22 : 10 – 14,
10. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.
11. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."
12. Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
13. Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
14. Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai
sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."

Kalau dorongan Firman, maka apa yang TUHAN minta, kita harus serahkan sebab TUHAN akan bertanggung jawab. Apa yang kita banggakan seperti Ishak yang merupakan anak sulung dan anak satu-satunya akan diserahkan oleh Abraham, tetapi anak itu tidak hilang sebab Yehova Yirre/TUHAN menyediakan apa yang tidak ada menjadi ada. Semoga kita mengerti.

Selanjutnya tentang Rahab/bangsa kafir yang juga memiliki perbuatan iman.

Yakobus 2 : 25,
Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?

Rahab ini disebut sebagai seorang pelacur dan memang ia adalah seorang pelacur artinya secara rohani, maka bangsa kafir ini hanya dipersiapkan untuk pembangunan tubuh Babel/pelacur besar. Kenajisan yang sempurna untuk dibinasakan. Oleh sebab itu bangsa kafir perlu mendengarkan Firman/Rahab mendengar Firman (ktb Yozua) inilah iman yang ditambah dengan perbuatan iman.

Apa perbuatan iman dari Rahab ini? yaitu menyembunyikan dua pengintai yang seharusnya membuat Rahab merasa kuatir. Sifat/ciri khas dari bangsa kafir ini adalah selalu merasa kuatir (Mat 6). Tetapi Rahab segera menyembunyikan kedua pengintai itu dan ini berarti Rahab tidak merasa kuatir sekalipun ia harus berkorban nyawa. Sebab jika raja/penduduk Yerikho mengetahui bahwa Rahab ini menyembunyikan kedua orang pengintai, maka sudah dapat dipastikan ia akan dihukum mati.

Abraham sekalipun ia harus menderita secara tubuh dan secara batin karena TUHAN menghendaki anaknya, tetapi ia menyerahkan anaknya. Demikian juga dengan Rahab yang menyembunyikan kedua orang pengintai tetapi ia tidak kuatir sekalipun ia harus berkorban nyawa untuk pekerjaan TUHAN.

Apa pekerjaan TUHAN itu? Bangsa Israel ini hendak menuju ke Kanaan dan mereka harus melewati Yerikho.
Kanaan ini adalah gambaran dari kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir; tidak kuatir sekalipun harus berkorban nyawa demi kegerakan hujan akhir/penyempurnaan Tubuh Kristus/kesatuan Tubuh Kristus. Ini adalah perbuatan iman dari bangsa kafir. Mari saudaraku! Semoga kita dapat mengerti dengan rela mengorbankan nyawa untuk kegerakkan hujan akhir.

Hasilnya, Rahab menerima seutas tali kermizi >>> Yozua 2 : 18, 19,
18. sesungguhnya, apabila kami memasuki negeri ini, haruslah tali dari benang kirmizi ini kauikatkan pada jendela tempat engkau menurunkan kami, dan ayahmu serta ibumu, saudara-saudaramu serta seluruh kaum keluargamu kaukumpulkan dirumahmu.
19. Setiap orang yang keluar nanti dari pintu rumahmu, harus sendiri menanggung akibatnya, kalau darahnya tertumpah, dan kami tidak bersalah; tetapi siapapun juga yang ada di dalam rumahmu, jika ada orang yang menciderainya, kamilah yang menanggung akibat pertumpahan darahnya.

Tadi Abraham rela mengorbankan apa yang TUHAN minta, sekalipun ia menderita dan hasilnya adalah Yehova Yirre/TUHAN menyediakan apa yang tidak ada menjadi ada. TUHAN memberkati Abraham. Sekarang Rahab, begitu ia tidak kuatir dan rela mengorbankan nyawanya untuk kegerakkan Tubuh Kristus maka ia mendapatkan tali kermizi.
Keluar dari pintu rumahmu = keluar dari tali kermizi.
Kermizi ini berwarna merah dan ini berbicara tentang Darah YESUS; Rahab mendapatkan Darah YESUS untuk menyelamatkannya dan seisi rumahnya.

Mari saudaraku! apa yang kita korbankan, tidaklah sebanding dengan keselamatan yang kita terima. Oleh sebab itu sebagai bangsa kafir kita jangan menjadi ragu-ragu dan kuatir. Kalau ada kegerakkan, jangan berdiam diri bahkan menjauh karena takut ini dan itu. Apa yang ada di dunia ini yang dapat dibandingkan dengan kermizi/dengan Darah YESUS?
Rahab mendapatkan tali kermizi/Darah YESUS berarti:

  • ia dan seisi rumahnya mendapatkan keselamatan
  • Darah YESUS ini yang menyatukan bangsa kafir yang jauh menjadi satu dengan bangsa Israel sehingga menjadi satu tubuh yang sempurna.

Efesus 2 : 13 – 16,
13. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
14. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
15. sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
16. dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

Pada ayat 11 itu adalah tentang bangsa kafir yang tidak bersunat dan hanyalah seorang pelacur tetapi TUHAN mau menyelamatkan/menyempurnakan lewat Darah YESUS dan juga ada perbuatan iman dengan mendengarkan Firman, kita mengerti, percaya dan mempraktekkan Firman itu, maka tali kermizi/keselamatan sudah berada di dalam tangan kita.
Luar biasa! Kalau kita masuk dalam kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir, tidak ada kekuatiran sekalipun harus mengorbankan nyawa maka benar-benar akan ada tali kermizi yang akan menyelamatkan kita bahkan keluarga kita.
Mari! kalau di dalam rumah tangga kita masih ada yang jauh, seperti Rahab yang tadinya adalah orang berdosa/pelacur tetapi karena ia mau menerima tali kermizi,
maka ada harapan untuk satu keluarga diselamatkan oleh TUHAN. Bagi siswa/i Lempin-El perhatikan! Kalau di dalam rumah tangga hanya saudara yang sudah diselamatkan, kemudian saudara mau bermain-main di Lempin-El ini, ingat akan keluarganya yang masih jauh itu sebab saudara harus dapat memegang tali kermizi seperti Rahab dan membawa ke pintu rumah keluarga, sehingga satu keluarga dapat diselamatkan.

Kita bukan hanya diselamatkan tetapi disatukan dengan bangsa Israel dan menjadi satu tubuh yang sempurna/menjadi Mempelai Wanita TUHAN >>> dari seorang pelacur diangkat menjadi isteri/menjadi Mempelai Wanita TUHAN hanya karena tali kermizi/Darah YESUS.

Sekarang ini apapun keadaan kita >>> mungkin kita seorang pelacur/najis, gagal, kotor tetapi kalau ada iman dan perbuatan iman sehingga kita dapat memegang tali kermizi maka TUHAN mampu mengubahkan kita dari seorang pelacur menjadi Mempelai Wanita TUHAN.

Maafkan kalau istilah saya ini terdengar kasar, tetapi saya tidak bermaksud untuk mengatakan hal yang tidak baik. Tetapi saya ingin menunjukkan betapa besar dan dalamnya arti dari tali kermizi/Darah YESUS/perjamuan suci Yang mengangkat pelacur menjadi Mempelai Wanita TUHAN.

Apa buktinya kalau kita sekarang ini menjadi Mempelai Wanita TUHAN dan bukan pelacur lagi? Kita sebagai bangsa kafir hanyalah seorang pelacur seperti Rahab yang hanya disediakan untuk Babel, tetapi sekarang oleh Darah YESUS/ada perbuatan iman kita sudah diangkat menjadi calon Mempelai Wanita TUHAN, apa buktinya? Buktinya adalah kita hanya memiliki hubungan dengan Satu Suami saja. Maafkan perkataan saya ini, tetapi kalau seorang pelacur itu berharap kepada banyak laki-laki, makin banyak laki-laki itu, maka ia semakin senang sebab uangnya semakin banyak.

Tetapi mari saudaraku! sesudah kita dibasuh oleh Darah YESUS, kita hanya berharap kepada Seorang Laki-Laki itulah YESUS Mempelai Pria Surga. Inilah bukti kalau kita ini sudah diubahkan oleh TUHAN dan dipersiapkan untuk menjadi Mempelai Wanita TUHAN/ada bukti Kepala dengan tubuh/ada bukti hubungan isteri dengan Satu Suami itulah YESUS. Jangan dengan laki-laki lain = jangan berharap perkara yang lain dari dunia ini.

Bukti kita memiliki hubungan satu tubuh dengan Satu Kepala/isteri dengan Mempelai Pria Surga itulah YESUS. Hubungan yang bagaimana? Hubungan di dalam penyembahan. Banyak menyembah TUHAN dihari-hari ini, sebab itu adalah bukti kita memiliki hubungan/kita dipersiapkan menjadi Mempelai Wanita yang hanya berhubungan dengan Satu Laki-Laki.
Penyembahan ini adalah hubungan satu tubuh dengan Satu Kepala/satu isteri dengan Satu Suami; kita hanya berharap kepada Sang Suami itulah Mempelai Laki-Laki kita.
Bagi ibu-ibu yang sudah menjadi janda, maka kesempatan ini sudah semakin jelas sekali yaitu Suami kita/harapan kita hanyalah YESUS Mempelai Laki-Laki Surga.
Semoga kita dapat mengerti.

Apa tugasnya kalau kita dapat menyembah TUHAN/YESUS Mempelai Laki-Laki Surga? Efesus 5 : 28 – 30,
28. Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.
29. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,
30. karena kita adalah anggota tubuh-Nya.

Kalau ada penyembahan, kita hanya berharap kepada Satu Pria/Suami itulah YESUS, sebab:

  • saya bukan seorang pelacur lagi TUHAN.
  • saya tidak berharap kepala laki-laki di dunia
  • gaji dllnya bisa saya terima, tetapi bukan itu yang menjadi harapan saya, sebab harapan saya hanyalah Engkau. Dan YESUS sebagai Kepala bertanggung jawab dengan mengasuh dan merawat kita.

Di dalam pengertian yang lebih mendetail, maka arti dari mengasuh dan merawat ini adalah:

  • memberi makan >>> dulu bangsa Israel di padang gurun, TUHAN Yang memberi makan manna.
  • melindungi dengan hati-hati >>> di padang gurun itu banyak binatang buas tetapi TUHAN melindungi dengan hati-hati.
  • memelihara dengan kehangatan kasih.

Ini adalah pelajaran bagi suami-suami yang memberi makan dan melindungi dengan hati-hati dan memelihara dengan kehangatan kasih kepada isteri-isteri mereka sendiri. YESUS sudah membuktikan sampai IA harus mati di gunung Golgota. Golgota ini berarti tengkorak dan tengkorak ini adalah kepala yang sudah mati. Mengapa YESUS mati di Golgota/tengkorak? Sebab IA membuktikan sebagai seorang Suami/Kepala bertanggung jawab sampai mati di kayu salib untuk merawat dan mengasuh kita.

Di dalam alkitab TUHAN mengatakan (hal ini adalah Firman yang diajarkan di Malang): ‘berkali-kali AKU merindu mengumpulkan anak-anak ayam di bawah kepak sayap dari induknya’. Inilah posisi kita sebagai anak-anak ayam yang tidak dapat mencari makan sendiri dan anak ayam ini memerlukan kehangatan serta perlindungan dari induknya. Sebab ada banyak burung dan ular yang mengincar dan mau memakan mereka.
Lukas 13 : 34, Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.
Mari saudaraku! posisi kita ini seperti anak ayam yang:

  • tidak dapat mencari makan sendiri
  • memerlukan perlindungan
  • memerlukan kehangatan seperti isteri yang memerlukan suaminya/seperti anak ayam yang memerlukan induknya.

Mari! dihari-hari ini kita bersungguh-sungguh dengan memegang tali kermizi dan hanya berharap kepada TUHAN, kita menunjukkan ketidak berdayaan kita, maka TUHAN akan mengulurkan TanganNYA untuk menolong kita.

Matius 1 : 1, 5, 16
1. Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
5. Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,
16. Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Arti dari Abraham dan Rahab yang masuk dalam silsilah dari TUHAN YESUS adalah dengan iman dan perbuatan iman maka Abraham dan Rahab dapat menerima kedatangan YESUS Yang pertama kali. Sedangkan arti untuk sekarang kalau kita/bangsa kafir/Rahab/gereja TUHAN memiliki iman dan perbuatan iman, maka kita dapat menerima kedatangan YESUS Yang keduakalinya.

Mulai sekarang ini kita dapat menerima pemeliharaan dan perlindunganNYA sampai nanti kita dapat menerima kedatanganNYA Yang keduakali.
Lukas 18 :8, Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"
Mari! kita hidup dari iman dan perbuatan iman sebab kita tidak berdaya seperti anak ayam dan seperti seorang pelacur yang juga tidak berdaya, tetapi TUHAN mau menolong kita. TUHAN memberkati kita sekalian.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Palopo)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • 05 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Sore))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • 26 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

  • 30 April 2019 - 02 Mei 2019
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top