English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu, 11 Februari 2007)
Tayang: 21 Mei 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (MInggu Sore, 25 Agustus 2013)
Tayang: 15 September 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 12 Agustus 2007)
Tayang: 28 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 15 September 2013)
Tayang: 24 November 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 20 Mei 2007)
Tayang: 24 Februari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 18 November 2007)
Tayang: 16 Agustus 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 25 November 2007)
Tayang: 06 September 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 25 Maret 2007)
Tayang: 02 Oktober 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 Maret 2014)
Tayang: 19 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 01 Juli 2007)
Tayang: 03 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 Juni 2013)
Tayang: 25 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 06 April 2014)
Tayang: 13 Agustuas 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 02 Desember 2007)
Tayang: 17 Desember 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 30 September 2007)
Tayang: 11 Februari 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 17 Juni 2007)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu, 24 Juni 2007
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 24 Mei 2008

Kita masih akan membaca di dalam srt Yudas yang di dalam susunan tabernakel terkena pada tudung kulit lumba-lumba/tudung penghukuman. Dan untuk sekarang secara rohani maka tudung itu berarti suatu perlindungan dan pemeliharaan TUHAN kepada gereja yang benar/gandum dan sekaligus pemisahan dengan gereja yang palsu/ilalang. Kita harus berhati-hati supaya kita tidak terkecoh/ditipu sebab bpk.pdt In Juwono alm selalu mengatakan bahwa hamba TUHAN itu adalah pemain sandiwara yang ulung. Banyak penipuan-penipuan dihari-hari ini, kelihatan baik dan bagus tetapi di dalamnya suatu tipuan.

Saya membaca tentang Yudas pada waktu di taman Getsemani, semua murid lari meninggalkan YESUS tetapi Yudas justru mencium YESUS >>> kelihatan paling baik dan paling hebat. Kalau mata rohani kita tidak terbuka, maka sudah dapat dipastikan kita akan memilih Yudas sebab murid yang lain melarikan diri dan Yudas mencium YESUS tetapi ternyata Yudaslah yang menyerahkan YESUS. Inilah gambaran bagi kita supaya kita berhati-hati sebab banyak gereja dan hamba-hamba TUHAN yang palsu dihari-hari ini.

Kemudian gereja yang benar dan palsu ini bagaikan gandum dan ilalang. Kelihatan ilalang yang lebih maju, lebih tinggi, lebih cepat pertumbuhannya tetapi satu waktu akan dipisahkan >>> gandum akan masuk ke dalam lumbung sedangkan ilalang akan dibakar habis selama-lamanya.

Lewat pengajaran srt Yudas ini, kita harus semakin berhati-hati dan dimulai dari saya untuk menentukan langkah-langkah kita di dalam mengikut TUHAN sampai TUHAN YESUS datang kembali.

Yudas 1 : 11 >>> gereja daging.
Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.
Jadi gereja palsu yang namanya gereja daging:

  • tampil seperti Bileam yang menyukai/mengejar upah yang jasmani >>> tanpa iman/tidak bergantung pada iman tetapi bergantung pada perkara jasmani.
  • tampil seperti Korah yang durhaka/mendurhaka >>> tanpa pengharapan/tanpa kesucian/mendurhaka kepada TUHAN.
  • tampil seperti Kain yang membunuh Habel/membenci >>> tanpa kasih.

Kita sudah mempelajari ketiga penampilan ini, tetapi sekarang ini kita masih menyelidiki tentang Kain yang membunuh/membenci >>> tanpa kasih.

1 Yohanes 3 : 11, 12, 15,
11. Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi;
12. bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.
15. Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

Inilah gereja daging yang tampil seperti Kain yaitu membunuh/membenci adiknya = tanpa kasih. Kita harus berhati-hati sebagai pelayan TUHAN, sebab Kain ini adalah seorang pelayan TUHAN sebab ia juga mempersembahkan persembahan tetapi tanpa kasih, dengan gejala-gejala membenci, rasa iri, dendam dlsbnya.

Kita bandingkan dengan srt 1 Yohanes 2 : 10, 11,
10. Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan.
11. Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.

Jadi pelayanan tanpa kasih dengan rasa iri, dendam = pelayanan yang buta sehingga tidak mengetahui ke mana arahnya/tidak mencapai tujuan akhir yaitu Yerusalem Baru/kerajaan surga yang kekal.

Sekarang kita akan mempelajari tentang kebutaan rohani/pelayanan yang buta/pelayanan dari Kain.
Ada tiga macam kebutaan rohani/pelayanan yang buta yaitu:

  1. 1 Yohanes 2 : 11, Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.
    Karena membenci. Membenci = tidak memiliki terang kasih ALLAH Bapa = berada di dalam kegelapan. Sebaliknya, jika kita memiliki terang kasih ALLAH Bapa maka kita dapat saling mengasihi dan kita akan memiliki ‘tujuh saling’/ada interaksi satu dengan yang lain yaitu:
    saling mengasihi >>> Filipi 2 : 4, dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Paling sedikit dari saling mengasihi adalah saling memperhatikan kepentingan orang lain. Di mulai di dalam rumah tangga >>> jangan hanya kepentingan suami, kepentingan isteri tetapi harus saling memperhatikan kepentingan orang lain. Demikian juga di gereja, di pekerjaan, jika ada terang kasih ALLAH Bapa, maka kita akan saling memperhatikan kepentingan orang lain.
    Roma 12 : 10, Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Saling menghormati. Ini adalah bukti kalau ada terang kasih ALLAH Bapa. Suami dan isteri saling menghormati; demikian juga di Lempin-El, saya menghormati siswa/i, demikian juga siswa/i menghormati saya sebagai guru. Di pekerjaan ada atasan dan juga ada bawahan. Saling menghormati ini, bukanlah gila hormat tetapi sebagai bawahan menghormati atasan, maka atasan juga akan menghormati bawahan kalau ada terang kasih ALLAH Bapa.
    Roma 14 : 19, Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun. Saling membangun. Saling membangun, terutama membangun kerohanian lewat perkataan-perkataan yang baik. Kalau kita memiliki terang kasih ALLAH, maka akan ada perkataan yang baik untuk membangun >>> Efesus 4 : 29, Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia >>> Ini adalah perkataan-perkataan yang berdasarkan terang kasih ALLAH Bapa. Perkataan kotor itu adalah perkataan yang hambar dan tidak memiliki terang kasih ALLAH Bapa. Jika perkataan-perkataan yang baik itu diucapkan, maka rohani seseorang akan terbangun/mengalami kasih karunia TUHAN >>> yang lemah menjadi kuat; bukan yang kuat menjadi lemah >>> ini kalau perkataan-perkataan kotor yang diucapkan. Itu sebabnya dihari-hari ini kita membatasi perkataan kita. Banyak kali di dalam rumah tangga suami dan isteri itu saling meruntuhkan >>> sedikit emosi, kemudian minta cerai; baru pulang dari gereja, mengapa terjadi hal ini >>> lebih baik tidak perlu ke gereja. Ini adalah perkataan-perkataan tanpa kasih yang akan melemahkan kerohanian seseorang. Semoga kita dapat mengerti.
    Roma 15 : 14, Saudara-saudaraku, aku sendiri memang yakin tentang kamu, bahwa kamu juga telah penuh dengan kebaikan dan dengan segala pengetahuan dan sanggup untuk saling menasihati. Saling menasihati. Kita jangan begitu saja menasihati tetapi harus sungguh-sungguh seperti yang diatur di dalam 1 Timotius 1 : 5, Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas. Jadi menasihati itu harus dengan hati yang murni/tidak ada pamrih karena menginginkan uang dlsbnya, dan juga menasihati dengan iman yang tulus ikhlas. Iman itu datangnya dari mendengar Firman, jadi menasihati dengan iman yang sesuai dengan Firman pengajaran yang benar >>> jangan sembarangan. Terutama bagi saudara-saudara yang memberikan nasihat tentang nikah; saya teringat akan nasihat dari alm.bpk.pdt Totaijs yang selalu mengatakan untuk berhati-hati kalau memberikan nasihat tentang nikah atau dinasihati tentang nikah >>> harus berdasarkan Firman pengajaran yang benar dan didorong oleh kasih.
    Efesus 4 : 2, Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Saling membantu/saling tolong menolong. Di dalam srt Galatia 6 : 9, Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Jangan jemu untuk berbuat baik, sebab satu waktu kita akan menuai = perbuatan baik itu tidak akan sia-sia. Bahkan jika dibandingkan dengan Wahyu 19 : 8, Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.) Itu sebabnya kita jangan jemu-jemu dan juga jangan lemah untuk berbuat baik sampai satu waktu akan mencapai puncaknya yaitu akan menjadi pakaian lenan halus yang berkilau-kilauan.
    Efesus 4 : 32, Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. Saling mengampuni. Saling mengaku dan saling mengampuni dosa. Selalu saya katakan, kalau kita saling mengaku dosa dengan jujur dan kalau diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Saling mengampuni >>> mengampuni dosa orang lain dan melupakannya/jangan diingat lagi seperti TUHAN.
    Yakobus 5 : 16 – 18,
    16. Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
    17. Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.
    18. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya. Saling mendoakan.

    Saling mengaku dan mengampuni dosa, berarti dosa diselesaikan dan tidak ada yang menghalangi hubungan kita dengan TUHAN sehingga kita dapat berdoa dan juga dapat saling mendoakan. Doa orang benar >>> orang benar ini adalah orang yang sudah menyelesaikan dosa sehingga ia menjadi orang yang dibenarkan dan hidup di dalam kebenaran. Besar kuasanya = ada kuasa kesembuhan dan lebih dari itu Elia berdoa yang dikaitkan dengan tiga setengah tahun = ada perlindungan dan pemeliharaan TUHAN sampai nanti jaman antikrist. Itu sebabnya kita harus saling mendoakan sebab dunia ini sebentar lagi akan dikuasai oleh antikrist. Orang tua harus mendoakan anaknya >>> jangan puas kalau karir dari anak itu hebat sebab semuanya itu akan dikuasai oleh antikrist. Tetapi harus terus berdoa supaya anak tidak dijamah oleh antikrist; mulai dari sekarang dilindungi dan dipelihara oleh TUHAN sampai pada jaman antikrist.
    Inilah ‘tujuh saling’ kalau kita memiliki terang kasih ALLAH Bapa. Angka tujuh ini mengingatkan pada tujuh lampu yang menyala pada pelita emas sehingga hidup itu benar-benar menjadi terang/rohaninya tidak menjadi buta/mata rohaninya benar-benar terang bagaikan tujuh lampu yang menyala pada pelita emas. Semoga kita dapat mengerti. Inilah arti dari kebutaan rohani yang pertama, kita harus berhati-hati, sebab banyak pelayan/hamba TUHAN yang rohaninya buta karena membenci = tidak ada terang kasih ALLAH Bapa dan ini harus benar-benar dijaga. Harus di mulai di Lempin-El supaya tidak ada saling membenci, iri dan dendam sebab itu seperti Kain sehingga menjadi buta/tidak ada terang dan tidak memiliki arah ke kota Terang/Yerusalem Baru. Semoga kita dapat mengerti.
  2. 2 Petrus 1 : 9, Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. Jadi kebutaan rohani yang kedua ialah lupa pada pengampunan/penghapusan dosa = selalu kembali/mengulang-ulang pada dosa yang sama. Meminta ampun kepada TUHAN dan sesama dan sudah diampuni, tetapi diulangi lagi. Lupa pada pengampunan dosa = selalu mengulang-ulangi dosa = tidak hidup di dalam pengampunan dosa. Ini adalah orang yang buta rohani. jika selalu kembali pada dosa yang sama, maka itu berarti kehidupan itu tidak memiliki terang Roh Kudus.
    Kisah rasul 2 : 38, Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
    Bukti kalau kita mendapatkan pengampunan/penyelesaian dosa adalah kita menerima karunia-karunia Roh Kudus. Tetapi kalau dosa itu diulang-ulang terus, maka pengampunan yang sudah diterima, akan batal dan ini berarti tidak menerima Roh Kudus/tidak ada terang Roh Kudus. Semoga kita dapat mengerti.
    Kalau ada terang dari Roh Kudus, maka akan ada ‘tujuh peningkatan rohani’, karena hal ini berbicara tentang terang. Buta lawan dari terang. Itu sebabnya jika tidak ingin buta roahni, kita harus memiliki terang dari kasih ALLAH Bapa. Tujuh peningkatan rohani itu bagaikan pelita yang menyala/ada terang >>>
    2 Petrus 1 : 5 – 8,
    5. Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,
    6. dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,
    7. dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.
    8. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.

    Tujuh peningkatan rohani yaitu:
    • dimulai dari iman yang teguh/yang benar karena mendengar Firman TUHAN dan dengar-dengaran.
    • kebajikkan = perbuatan baik
    • pengetahuan
    • penguasaan diri
    • ketekunan
    • kesalehan/ibadah
    • kasih.
      Inilah tujuh peningkatan rohani. Jika kita tetap mempertahankan dosa/selalu mengulang-ulang dosa, maka rohani kita tidak akan bertumbuh, bahkan iman akan menjadi goyah dan dapat ambruk/gugur dari iman, sebab iman itu adalah kebenaran yang merupakan dasar dan ini berarti tidak selamat. Itu sebabnya kita harus bersungguh-sungguh, jangan menjadi Kristen yang buta dengan mengulang-ulang dosa.
    Mari sekarang ini kita bertekad untuk meninggalkan dosa >>> kalau sudah mengaku dan diampuni kita jangan berbuat dosa lagi/jangan mengulang-ulang dosa. Bukti kalau kita menerima pengampunan dosa adalah kita menerima terang Roh Kudus yang akan meningkatkan kerohanian kita yang di mulai dari iman yang kuat/iman yang benar dan teguh dan akan terus meningkat sampai dengan kasih/yang ketujuh. Tujuh peningkatan ini sama dengan tujuh lampu pada pelita emas = terang/pelita yang menyala/mata rohani yang terang/tidak gelap dan tidak buta sehingga ada pertumbuhan. Semoga kita dapat mengerti.
    Ada tiga macam kebutaan rohani yaitu:
    1. membenci seperti Kain sehingga tidak memiliki terang kasih ALLAH Bapa = buta. Tetapi kalau memiliki terang kasih ALLAH Bapa, maka akan ada ‘tujuh saling’ kita benar-benar memiliki terang/tidak gelap.
    2. lupa akan pengampunan dengan selalu mengulang-ulang dosa = buta >>> tidak memiliki terang Roh Kudus/gelap. Tetapi kalau kita mengalami pengampunan dosa karena menyelesaikan dosa, maka kita mendapatkan terang Roh Kudus sehingga kerohanian kita akan meningkat = terang.
    Itu sebabnya kita jangan sekedar melayani seperti Kain yang melayani TUHAN, tetapi ditolak karena tanpa kasih. Tetapi kita juga harus berhati-hati! jangan melupakan pengampunan dengan selalu mengulang-ulang dosa dan ini berarti kita memiliki nilai yang sama dengan Kain/tanpa kasih.
  3. Sekarang kebutaan rohani yang ketiga >>> 2 Korintus 4 : 3, 4,
    3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Pikirannya = mata rohani. jadi kebutaan rohani yang ketiga ini adalah tidak dapat melihat cahaya injil tentang kemuliaan Kristus Yang adalah Wujud ALLAH/tidak dapat melihat Firman pengajaran.
    Saya seringkali mengatakan ada dua bentuk pemberitaan injil yang disampaikan oleh rasul Paulus yaitu yang pertama yaitu injil tentang keselamatan >>>
    Efesus 1 : 13, Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.
    Injil tentang keselamatan itu memberitakan tentang kedatangan YESUS Yang pertama kali Yang mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa dengan proses percaya kepada YESUS kemudian bertobat/dibaptis air dan dibaptis Roh Kudus >>> selamat.
    Kemudian yang kedua adalah cahaya injil tentang kemuliaan Kristus Yang adalah Wujud ALLAH (2 Korintus 4 : 3, 4) = Firman pengajaran yaitu Firman yang memberitakan tentang YESUS Yang akan datang kembali keduakalinya di dalam kemuliaan sebagai Raja di atas segala raja dan juga sebagai Mempelai Pria Surga. Tidak ada kena mengena dengan dosa sebab Firman pengajaran ini menyucikan sampai menyempurnakan hidup kita sehingga kita layak untuk menyambut kedatangan YESUS Yang keduakalinya. Kalau kedatangan YESUS Yang pertama, memang untuk menyelamatkan orang berdosa, tetapi kedatangan kedua tidak lagi kena mengena dengan dosa, sebab itu Firman pengajaran ini lebih tajam dari pedang bermata dua yang menyucikan, mengubahkan hidup kita sampai sempurna seperti Dia sehingga kita layak menyambut kedatanganNYA.
    Sangat disayangkan, di dalam gereja TUHAN hanya mau menerima Firman penginjilan tetapi tidak mau menerima Firman pengajaran sehingga mengalami kebutaan rohani karena tidak melihat cahaya injil tentang kemuliaan Kristus. Ini disebabkan karena ilah jaman ini yaitu kekerasan hati/lembu emas. Tetap bertahan pada kekerasan hati yang di mulai di G.Sinai waktu Musa menerima dua loh batu dan juga tabernakel >>> untuk sekarang inilah Firman pengajaran. Bangsa Israel yang berada di bawah kaki gunung menyembah lembu emas. Mereka keras hati/tegar tengkuk dengan menolak Musa. Kalau menolak Firman pengajaran = tidak memiliki terang Anak ALLAH, sebab Firman adalah pribadi YESUS Sendiri. Sebaliknya jika hati kita mau melembut dengan menerima Firman pengajaran/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, maka kita akan mengalami ‘tujuh keubahan hidup’. Keubahan hidup/pembaharuan ini bagaikan pelita. Itu sebabnya kita harus melembut/jangan keras hati sehingga dapat menerima Firman pengajaran/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

Itu sebabnya kita jangan melayani TUHAN tanpa pelita sebab angka tujuh adalah angka pelita/terang dan kita akan menjadi buta sehingga kita tidak mengetahui arah ke Yerusalem Baru, apa yang dimaksud dengan ini? yaitu:

  • ada kebencian >>> mari diselesaikan, sebab jika ada kebencian dan prasangka buruk maka pelayanan kita akan menjadi sia-sia dan menjadi buta/mengetahui arah.
  • mengulang-ulang dosa >>> tidak memiliki terang Roh Kudus sehingga menjadi buta. Itu sebabnya harus berhenti berbuat dosa/jangan mengulang-ulang dosa.
  • tanpa Firman pengajaran/menolak Firman pengajaran. Sementara kita melayani TUHAN tetapi tanpa Firman pengajaran = buta sehingga tidak mengetahui arah.

Kolose 3 : 10 - 14,
10. dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
11. dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.
12. Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
13. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

Belas kasihan = tidak menghakimi.
Kemurahan = suka memberi.
Angka tujuh ini yang harus ada pada kita, baik itu di dalam nikah, di dalam pelayanan >>> harus terang, jangan hidup di dalam kegelapan/buta seperti Kain yang melayani TUHAN tetapi buta. Ada tiga macam kebutaan sehingga kita harus berhati-hati. Kalau kita hidup di dalam terang, baik itu saling mengasihi, saling menolong dlsbnya >>> ini ada terang, sehingga kerohanian kita akan meningkat. Dan juga ada keubahan hidup/terang yang ada gunanya.

Kegunaan dari terang adalah:

  • berguna di dalam rumah tangga/nikah untuk menghadapi kegelapan yang namanya gantang dan tempat tidur. Ini adalah kegelapan yang sangat dahsyat.
    Matius 5 : 14 – 16,
    14. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
    15. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
    16. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

    Di sini hanya disebut gantang, tetapi di dalam injil Markus 4, ada disebutkan tempat tidur. Pelita jangan diletakkan di bawah gantang/jangan diletakkan dibawah tempat tidur. Itu sebabnya diperlukan Firman pengajaran supaya ada tujuh saling, sebab kalau di dalam rumah tangga ada tujuh saling, maka rumah tangga itu akan menjadi terang sebab rumah tangga itu ada peningkatan, baik di dalam ibadah, kita bertekun sehingga akan ada terang. Ada keubahan hidup sehingga ada terang dan dapat menghadapi gantang/tempat makanan = ekonomi. Sekarang ini sudah banyak terjadi kegelapan ekonomi/keluh kesah tentang ekonomi yang banyak menghancurkan rumah tangga. Kegelapan ini tidak dapat dilawan dengan uang, bukan berarti uang itu tidak diperlukan tetapi uang itu tidak dapat melawan kegelapan, bukan berarti kita tidak memerlukan uang, tetapi uang tidak dapat melawan kegelapan.Yang hanya dapat melawan kegelapan adalah terang kasih dari ALLAH Bapa >>> tujuh saling. Kemudian terang dari Roh Kudus >>> bertekun dengan sungguh-sungguh sehingga rohani akan meningkat dan terang dari Firman pengajaran/terang dari Anak ALLAH >>> berubah/keubahan hidup. Ada yang mengatakan masalah ekonomi dapat diatasi dengan modal >>> tidak benar! Sebab yang namanya kegelapan hanya dapat dilawan dengan terang.
    Gantang ini juga berbicara tentang dosa makan minum yang dimulai dari merokok, mabuk, narkoba yang mau menghancurkan nikah/buah nikah >>> berapa banyak yang sudah terseret. Mari! bersungguh-sungguh dihari-hari ini; kita sudah menjadi pelayan TUHAN/sudah menjadi hamba TUHAN tetapi buta seperti Kain sehingga tidak berguna. Itu sebabnya harus ada terang dari kasih ALLAH Bapa, terang Roh Kudus dan terang dari Firman pengajaran/terang dari Anak ALLAH.
    Kemudian kegelapan yang kedua adalah persoalan tempat tidur dan ini menunjuk pada dosa sex dengan berbagai macam ragamnya dan bertambah tahun bertambah najis. Ini juga hanya dapat dilawan dengan terang. Jika kita menginginkan supaya rumah tangga kita selamat, mari! masuk dalam terang supaya kita jangan menjadi buta. Puji TUHAN.
  • Matius 5 : 16, Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
    Terang di depan semua orang untuk memuliakan TUHAN, terang ini bukan hanya diperlukan di dalam rumah tangga, tetapi juga diperlukan di depan semua orang >>> di gereja, di kantor, dalam pergaulan dlsbnya >>> kegunaan dari terang ini sudah lebih membesar. Bagi kaum muda, bukan berarti saudara tidak boleh bergaul tetapi harus ada terang di depan semua orang. Ini adalah terang kesaksian untuk memuliakan Nama TUHAN, mungkin tidak dalam bentuk perkataan tetapi lewat perbuatan kita sudah memuliakan Nama TUHAN sehingga orang yang berada di dalam kegelapan akan tertarik datang kepada terang.
    Efesus 5 : 8, 9,
    8. Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
    9. karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,
    • Terang berbuahkan kebaikan = perbuatan baik. Jangan perbuatan kita merugikan orang lain sebab ini adalah perbuatan yang jahat. Bahkan dapat membalas kejahatan dengan kebaikan >>> ini adalah terang yang benar-benar memancar. Kita berbuat kebaikan kepada orang lain sudah merupakan terang, apalagi perbuatan jahat dapat kita balas dengan perbuatan yang baik >>> ini adalah terang yang sangat memancar.
    • Terang berbuahkan keadilan = adil/jujur, tidak memihak. Seringkali di dunia ini kita memihak/tidak berlaku adil >>> di kantor karena ia seorang pimpinan, sekalipun bersalah, tetap dibela dan di benarkan >>> hal ini tidak boleh kita lakukan. Harus yang adil, jika benar, kita harus katakan benar, jika salah, harus kita katakan salah.
    • Terang kebenaran >>> jangan ada dosa/jangan ada perbuatan dosa tetapi semua perbuatan harus benar dan juga perkataan yang baik, jangan ada perkataan dosa.
    Inilah! Kita dapat memuliakan TUHAN dan menjadi kesaksian. Banyak orang yang berada di dalam kegelapan, mereka datang kepada TUHAN. Jika orang yang berada di dalam kegelapan terus menerus mendapatkan sinar dari perbuatan yang baik, perbuatan keadilan dan kebenaran maka lama kelamaan, ia tidak akan tahan dan satu waktu ia akan mendapatkan kemurahan TUHAN untuk beralih dari gelap kepada TerangNYA Yang ajaib. Semoga kita dapat mengerti.
  • Sampai kepada terang yang ketiga yaitu terang masa depan/terang dunia. Itu sebabnya masa depan kita tergantung pada terang, sebab dunia akhir jaman adalah dunia yang gelap >>> Matius 5 : 14, Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
    Kota di atas gunung = kota Yerusalem Baru/kota terang. Mari! kita tingkatkan terang kita dihari-hari ini di mulai di rumah tangga sampai di dalam pergaulan, di depan semua orang sampai pada terang masa depan yaitu terang dunia. ‘Kamulah terang dunia’ tetapi di dalam injil Yohanes 8 yang di dalam susunan tabernakel menunjuk pada pelita emas (gbr: http://www.gptkk.org/pelita.php), YESUS katakan ‘Akulah Terang Dunia’ >>> Yohanes 8 : 12, Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."
    Dalam Matius 5 >>> ‘kamulah terang dunia dan di dalam Yohanes 8 >>> ‘Akulah Terang Dunia’ >>> sama. Untuk masa depan di dunia sampai pada masa depan yang kekal >>> sama dengan YESUS. Dan juga menjadi sempurna seperti YESUS. Hal ini juga sama diterangkan di dalam ktb Wahyu 12 : 1, Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ini sudah menjadi Mempelai Wanita/kamulah terang dunia yang setara dengan YESUS sebagai Mempelai Pria Surga/Akulah Terang Dunia. Jelas sudah tidak ada kegelapan lagi. Perempuan = gereja yang memiliki bintang, bulan dan matahari >>> inilah terang dunia.

Jika kita memiliki terang, maka masa depan kita bukan dari ijazah dllnya, sebab kalau dari hal-hal ini, maka tidak adil, ada orang Kristen yang memiliki ijazah, tetapi juga ada yang tidak mempunyainya. Kalau masa depan kita tergantung pada ijazah, maka kita tidak memerlukan TUHAN, kita bersekolah yang tinggi sehingga mendapatkan ijazah. Demikian juga jika masa depan tergantung pada uang, maka ini juga tidak adil sebab ada yang memiliki banyak uang dan juga ada yang tidak. Kita tidak perlu mencari TUHAN dan memang sekarang ini banyk orang yang belomba-lomba mencari uang. Tetapi masa depan dari gereja TUHAN yang hidup di dalam terang adalah sepasang sayap burung nazar dan ini adil sebab semua mendapatkannya. Biar ia adalah seorang yang bodoh, yang pandai, orang tua, orang muda, orang kaya maupun orang miskin, asal hidup di dalam terang, maka mulailah ia diberi dua sayap burung nazar, semakin terang, sayap akan semakin besar sampai satu waktu sudah menjadi sama terang dengan YESUS sehingga sayap akan menjadi sangat besar untuk menerbangkan kita ke padang gurun/dipelihara oleh TUHAN.

Wahyu 12 : 14, Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Kalau kita hidup di dalam terang, maka kita di beri dua sayap burung nazar yang besar untuk menerbangkan kita ke padang gurun dan kita dilindungi dan dipelihara oleh TUHAN selama antikrist berkuasa di bumi tiga setengah tahun. Karena kita hidup di dalam terang, maka ada sayap dan jika kita menghadapi pencobaan, kita sudah dapat mengatasinya sampai satu waktu pencobaan yang terbesar yaitu antikristpun, dapat kita atasi dengan dua sayap burung nazar.

Mari! kita bersungguh-sungguh dengan mengejar terang sebab tujuan hidup kita adalah mengejar terang. Bagi kaum muda mungkin memiliki banyak cita-cita seperti ingin menjadi dokter >>> silahkan! Tetapi canangkan! Bahwa tujuan hidup saya adalah menjadi terang. YESUS rela mati di bukit tengkorak sebagai Kepala Yang bertanggung jawab supaya kita dapat hidup di dalam terang. IA mengalahkan alam maut yang adalah raja kegelapan supaya kita dapat hidup di dalam terang. Itu sebabnya untuk menjadi terang, kita harus berkorban apa saja seperti lampu, jika sumbunya tidak mau berkorban, maka lampu tidak dapat menyala. Kita harus berkorban waktu, tenaga, uang >>> apa saja, kecuali satu yang tidak boleh dikorbankan yaitu Firman pengajaran yang benar sebab ini adalah Pribadi YESUS.

Dengan dua sayap burung nazar kita diterbangkan dan dipelihara selama tiga setengah tahun. Sesudah itu YESUS datang yang keduakalinya, kita benar-benar ditampilkan di Yerusalem Baru/kota terang/kota di atas gunung. Inilah tujuan akhir kita yaitu ke kota Yerusalem Baru. Semoga kita dapat mengerti.

Pertanyaannya, bagaimana kehidupan kita sekarang? Apakah kita sudah hidup di dalam terang ataukah kita sudah bagaikan sumbu yang berasap atau bagaikan buluh yang sudah terkulai? Matius 12 : 20, Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.
Sementara TUHAN berfirman tentang terang, tetapi keadaan kita seperti sumbu yang sudah berasap/sama sekali tidak memiliki terang >>> sedikit saja angin lewat, maka akan benar-benar habis = benar-benar tidak memiliki harapan. Kita harus ingat bahwa YESUS sudah mati mengalahkan raja kegelapan/maut untuk menjadikan kita terang kalau sekarang ini ada kehidupan yang seperti sumbu yang sudah berasap atau buluh yang terkulai tidak ada harapan dan putus asa bahkan mungkin sudah padam/gelap tetapi TUHAN datang dengan KorbanNYA dan menjadikan kita terang.

Seperti yang sudah saya katakan di dalam Yohanes 8, dalam susunan tabernakel terkena pada pelita emas >>> TUHAN tampil ‘Akulah terang dunia’ sementara ada perempuan yang berzinah yang akan dilempar dengan batu >>> ini sudah benar-benar seperti sumbu yang sudah berasap bahkan sudah padam tetapi masih dapat ditolong kalau dibawa ke bait ALLAH. Kalau dibawa ke pos siskamling/pos penjagaan maka dia akan mati tetapi karena dibawa ke bait ALLAH, maka masih ada harapan untuk ditolong oleh TUHAN.

Tidak kebetulan saudara dan saya berada di dalam bait ALLAH sekalipun sudah dalam keadaan gelap/masa depan gelap/semuanya gelap >>> masih ada TUHAN Yang menolong kita/masih ada secerca terang dari TUHAN.

Yohanes 8 : 2 – 5,
2. Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
3. Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
4. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
5. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"

Ay 2 >>> dibawa ke bait ALLAH yang memiliki Firman pengajaran/cahaya injil tentang kemuliaan >>> masih dapat ditolong.
Inilah keadaan dari sumbu yang sudah berasap/perempuan yang tertangkap basah berbuat zinah yang tinggal menunggu untuk dilempar dengan batu dan habislah dia. Mungkin keadaan kerohanian kita sudah seperti itu, tetapi kalau dibawa ke dalam bait ALLAH di mana YESUS mengajar/ada Firman pengajaran, maka apa yang sudah padam, TUHAN lewat Firman pengajaran mampu menjadikan terang sehingga ada harapan kembali. Itu sebabnya amatlah penting Firman pengajaran.

Caranya: perempuan berzinah diletakkan ditengah-tengah, tidak boleh disembunyikan karena nanti ia akan menjadi malu.
Diletakkan ditengah-tengah berarti mengaku dosa/harus terang. Inilah cara untuk ditolong oleh TUHAN kalau kita sudah seperti sumbu yang berasap. Mengaku dosa kepada TUHAN dan juga kepada sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi >>> kehidupan ini akan tertolong.

Yohanes 8 : 10, 11,
10. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
11.Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Mengaku dosa kepada TUHAN dan kepada sesama, jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi mulai sekarang, sampai satu waktu tidak dapat berbuat dosa seperti YESUS >>> inilah terang dunia. Sumbu yang sudah berasap, kalau mengaku dosa dan tidak berbuat dosa lagi, maka itu berarti sudah tertolong dan kembali menjadi terang >>> ekonomi kembali menjadi terang, semuanya juga kembali menjadi terang. Tetapi bukan hanya sampai di sini yaitu tidak berbuat dosa lagi sampai satu waktu tidak dapat berbuat dosa lagi. Misalnya: kita berbuat dosa ‘a’, kita mengaku, dan tidak berbuat dosa ‘a’ lagi, maka hilanglah dosa ‘a’ itu; demikian seterusnya sampai dosa ‘z’ kita mengaku dan tidak berbuat dosa ‘z’ lagi, hilanglah dosa ‘z’ itu >>> kita tidak dapat berbuat dosa lagi dan menjadi sama terang dengan TUHAN YESUS sehingga kita menjadi terang dunia/Mempelai Wanita yang siap untuk menyambut kedatangan YESUS Yang keduakalinya dan masuk ke dalam kota terang Yerusalem Baru.

Apapun keadaan kita, seperti perempuan yang berzinah tetap masih ada harapan bahkan harapan menjadi Mempelai Wanita TUHAN. TUHAN memberkati kita sekalian.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top