English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum (Minggu Pagi, 13 Mei 2007)
Tayang: 22 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 28 Oktober 2007)
Tayang: 04 April 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 12 Agustus 2007)
Tayang: 14 Juli 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 04 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 04 November 2007)
Tayang: 15 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 24 Februari 2008)
Tayang: 06 Juli 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 07 Oktober 2007)
Tayang: 15 Februari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 18 November 2007)
Tayang: 03 September 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 13 April 2008)
Tayang: 17 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 09 Desember 2007)
Tayang: 20 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 16 Desember 2007)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 22 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 11 November 2007)
Tayang: 30 Mei 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 16 September 2007)
Tayang: 26 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum
Tanggal: Minggu, 22 Juni 2008
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 06 Juli 2008

Matius 24 berisi 7 tanda kedatangan Yesus kedua kali. Tanda yang ke-4 yaitu tentang antikris.
Antikris akan datang lebih dahulu di dunia ini dan berkuasa 3,5 tahun untuk memburu, membunuh dan membinasakan gereja Tuhan yang tertinggal saat kedatangan Yesus kedua kali.

Matius 24:19-20
24:19 Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu.
24:20 Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.

Ayat 19-20 adalah kehidupan kristen yang masuk dalam aniaya antikris, yaitu:

  1. Celakalah ibu yang sedang hamil: kehidupan yang mengandung dosa-dosa.
  2. Celakalah ibu yang menyusui: hamba Tuhan yang hanya memberikan firman penginjilan (susu), bukan firman pengajaran (makanan keras) sehingga kualitas rohani dari jemaat hanya seperti bayi/ anak kecil, tidak dewasa rohani.
  3. Melarikan diri pada musim dingin yaitu kehidupan kristen yang mengalami musim dingin/ krisis rohani.
  4. Melarikan diri pada hari sabat.

Hari sabat merupakan hari perhentian, tidak boleh ada yang bekerja. Seperti Tuhan menciptakan langit dan bumi selama 6 hari dan hari ke-7 Tuhan berhenti berkerja.
Jadi, melarikan diri pada hari sabat artinya kehidupan kristen yang tidak mengalami pekerjaan Tuhan terutama dalam firman dan Roh Kudus.

Ibrani 4:12-13
4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
4:13 Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Firman dalam urapan roh kudus adalah firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Istilah dalam tabernakel adalah urim dan tumim.
Mulai sekarang, kita harus mengalami pekerjaan Tuhan dalam firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, mengalami pekerjaan Tuhan dalam penyucian. Jangan sampai terlambat, jangan saat antikris datang baru mau mengalami penyucian, itu sudah terlambat.
Dulu di tapal dada imam besar Harun ada urim dan tumim, menunjuk firman dalam urapan Roh Kudus. Orang yang mengalami penyucian urim dan tumim posisinya berada di dada Tuhan. Mungkin firman sangat keras menusuk hati kita, tapi itu cara Tuhan untuk meletakkan kita di dada Tuhan.
Yang harus disucikan oleh urim dan tumim/ firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua:

  1. Penyucian dari perbuatan dosa
    1 Samuel 14:40-45

    14:40 Kemudian berkatalah ia kepada seluruh orang Israel: "Kamu berdiri di sebelah yang satu dan aku serta anakku Yonatan akan berdiri di sebelah yang lain." Lalu jawab rakyat kepada Saul: "Perbuatlah apa yang kaupandang baik."
    14:41 Lalu berkatalah Saul: "Ya, TUHAN, Allah Israel, mengapa Engkau tidak menjawab hamba-Mu pada hari ini? Jika kesalahan itu ada padaku atau pada anakku Yonatan, ya TUHAN, Allah Israel, tunjukkanlah kiranya Urim; tetapi jika kesalahan itu ada pada umat-Mu Israel, tunjukkanlah Tumim." Lalu didapati Yonatan dan Saul, tetapi rakyat itu terluput.
    14:42 Kata Saul: "Buanglah undi antara aku dan anakku Yonatan." Lalu didapati Yonatan.
    14:43 Kata Saul kepada Yonatan: "Beritahukanlah kepadaku apa yang telah kauperbuat." Lalu Yonatan memberitahukan kepadanya, katanya: "Memang, aku telah merasai sedikit madu dengan ujung tongkat yang ada di tanganku. Aku bersedia untuk mati."
    14:44 Kata Saul: "Beginilah kiranya Allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu. Sesungguhnya, Yonatan, engkau harus mati."
    14:45 Tetapi rakyat berkata kepada Saul: "Masakan Yonatan harus mati, dia yang telah mendapat kemenangan yang besar ini di Israel? Jauhlah yang demikian! Demi TUHAN yang hidup, sehelai rambutpun dari kepalanya takkan jatuh ke bumi!

    Ini penyucian dari perbuatan dosa, sampai yang dianggap kecil-kecil (seperti sedikit madu), dianggap remeh, dianggap biasa/ lumrah.
    Inilah keuntungan kita mendengar urim dan tumim, firman pengajaran bisa menyucikan kita sampai pada dosa yang sekecil-kecilnya.
    Saat firman menunjuk dosa sampai sekecil-kecilnya maka kita harus berani mengaku dosa, apapun resikonya. Yonathan berani mengaku dosa sekalipun menanggung resiko harus mati. Demikian saat urim dan tumim menunjuk dosa kita maka kita harus berani mengaku dosa dan berani menanggung resiko apapun. Hasilnya, ada pembelaan Tuhan, sehelai rambutpun dari kepala tidak akan jatuh ke bumi [ay 45].
    Saat kita mengaku dosa maka kita diampuni, disayangi dan dibela oleh Tuhan.
    Saul dan Yonathan menunjuk hubungan nikah. Seringkali dalam nikah menyembunyikan dosa kecil-kecil, ini berbahaya dan harus diselesaikan, jangan ada dosa yang dianggap remeh, sebab upah dosa adalah maut. Supaya jangan mati, jangan masuk dalam aniaya antikris.
  2. Penyucian dalam ibadah pelayanan.
    Nehemia 7:64-65

    7:64 Mereka itu menyelidiki apakah nama mereka tercatat dalam silsilah, tetapi karena itu tidak didapati, maka mereka dinyatakan tidak tahir untuk jabatan imam.
    7:65 Dan tentang mereka diputuskan oleh kepala daerah, bahwa mereka tidak boleh makan dari persembahan maha kudus, sampai ada seorang imam bertindak dengan memegang Urim dan Tumim.

    Dalam ibadah pelayanan juga harus mengalami penyucian oleh urim dan tumim, pedang bermata dua, firman dalam urapan Roh Kudus. Ini penyucian imam-imam. Jika ada dosa maka ibadah pelayanan kita tidak berkenan kepada Tuhan, ditolak oleh Tuhan.
    Apa yang harus disucikan? Tahir merupakan istilah untuk kusta. Jadi penyucian dalam ibadah pelayanan adalah penyucian dari kusta, dosa kebenaran diri sendiri yaitu menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain, menutupi dosa dengan pura-pura berbuat baik.
    Kemudian penyucian dari kepentingan diri sendiri. Ibadah pelayanan harus mengarah pada kepentingan tubuh Kristus, bukan kepentingan diri sendiri atau kepentingan kelompok tertentu.
    Penyucian dari kehendak diri sendiri. Kita melayani harus sesuai dengan kehendak Tuhan, taat dengar-dengaran, bukan dengan kehendak sendiri sekalipun hebat.
    Contohnya: Petrus. Tuhan sudah menjadikan Petrus penjala manusia. Tapi waktu Yesus mati, Petrus kembali menangkap ikan. Akibatnya: tidak mendapat apa-apa, bahkan telanjang.
    Pelayanan yang tidak disertai ketaatan akan gagal dan telanjang (dipermalukan).
  3. Penyucian hati dari keinginan jahat dan najis
    Yosua 7:11, 16-21

    7:11 Orang Israel telah berbuat dosa, mereka melanggar perjanjian-Ku yang Kuperintahkan kepada mereka, mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu, mereka mencurinya, mereka menyembunyikannya dan mereka menaruhnya di antara barang-barangnya.
    7:16 Keesokan harinya bangunlah Yosua pagi-pagi, lalu menyuruh orang Israel tampil ke muka suku demi suku, maka didapatilah suku Yehuda.
    7:17 Ketika disuruhnya tampil ke muka kaum-kaum Yehuda, maka didapatinya kaum Zerah. Ketika disuruhnya tampil ke muka kaum Zerah, seorang demi seorang, maka didapatilah Zabdi.
    7:18 Ketika disuruhnya keluarga orang itu tampil ke muka, seorang demi seorang, maka didapatilah Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda.
    7:19 Berkatalah Yosua kepada Akhan: "Anakku, hormatilah TUHAN, Allah Israel, dan mengakulah di hadapan-Nya; katakanlah kepadaku apa yang kauperbuat, jangan sembunyikan kepadaku."
    7:20 Lalu Akhan menjawab Yosua, katanya: "Benar, akulah yang berbuat dosa terhadap TUHAN, Allah Israel, sebab beginilah perbuatanku:
    7:21 aku melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali."

    Penyucian hati dari keinginan jahat dan keinginan najis. Akhan mencuri milik Tuhan karena hatinya ada keinginan jahat dan najis.
    Yosua 6:24
    6:24 Tetapi kota itu dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dibakar mereka dengan api; hanya emas dan perak, barang-barang tembaga dan besi ditaruh mereka di dalam perbendaharaan rumah TUHAN.
    Kanaan menunjuk kegerakan hujan akhir. Hati-hati, saat kegerakan hujan akhir justru banyak anak Tuhan, hamba Tuhan yang mencuri milik Tuhan yaitu perpuluhan dan persembahan khusus karena hatinya penuh keinginan jahat dan najis, hatinya terikat oleh uang. Istilah ‘akhir’ menunjuk tidak ada kesempatan lagi untuk memperbaiki diri, binasa seperti Yudas.
    Saat perjamuan suci terakhir, Yesus memberi kesempatan terakhir kepada Yudas, Tuhan katakan: siapa yang mencelupkan roti bersama Aku. Yudas tahu bahwa dirinya yang dimaksud oleh Yesus tapi menolak penyucian sehingga binasa selamanya.

Biarlah kita mau disucikan sampai sempurna, saat itulah kita mengalami naungan sayap burung nazar. Kita diterbangkan ke padang gurun untuk menyingkir dari antikris.

Wahyu 12:14
12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nazar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Proses sayap burung nazar menjadi besar:

  1. Mengalami penyucian urim dan tumim yang bertambah-tambah.
    Makin disucikan sampai penyucian keinginan dalam hati, berarti tidak ada lagi dosa, tidak ada lagi keinginan jahat dan najis. Prakteknya:
    1. Lebih berbahagia memberi daripada menerima.
      Kisah Rasul 20:33, 35
      20:33 Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.
      20:35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

      Rasul Paulus tidak ada keinginan lagi sehingga bisa merasa lebih berbahagia memberi daripada menerima. Ini orang yang sudah mengalami penyucian urim dan tumim, sudah mengalami naungan sayap burung nazar yang semakin membesar, mengalami pelukan tangan kasih Tuhan, tangan anugerah Tuhan.
      Kita pikirkan sejenak bagaimana dengan hidup kita, apa sudah bisa merasa lebih bahagia memberi daripada menerima? Atau masih sebaliknya.
    2. Lebih baik satu hari di rumah Tuhan daripada 1000 hari di tempat lain.
      Mazmur 84:11
      84:11 Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.
      Artinya mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari perkara apapun di bumi.
      Jika kita masih merasa berat untuk ke gereja, berarti masih ada dosa yang belum disucikan. Itu yang harus disucikan.
  2. Lewat ujian.
    Ulangan 32:11-12

    32:11 Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya,
    32:12 demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.

    Lewat ujian, pencobaan, kesulitan-kesulitan, sayap kita sedang bertumbuh, kita bisa merasakan pelukan tangan Tuhan.
    Seperti anak burung rajawali yang menetas keluar dari telurnya, sayap tidak langsung besar tetapi masih kecil. Kemudian diberi makan oleh induknya sehingga sayap bisa bertumbuh besar (sebab itu penting makan firman dan perjamuan suci). Setelah besar maka induknya akan menggoyangkan sarangnya (yang terletak di gunung/ bukit batu yang tinggi) sehingga anak rajawali itu jatuh ke bawah untuk melatih sayapnya supaya bisa terbang. Jika belum bisa dan jatuh maka sayap induknya akan langsung menopangnya dan membawa kembali ke sarangnya untuk diberi makan kembali. Demikian berulang-ulang sampai sayap menjadi besar.
    Seringkali dalam pencobaan kita merasa tidak kuat. Harus tekun makan firman dan perjamuan suci. Kita bisa berharap sepenuh kepada Tuhan, berharap sepenuh pada pelukan tangan kasih setia Tuhan, pelukan tangan kasih anugerah Tuhan. Berarti sayap sudah membesar. Semoga kita bisa mengerti.
    Jika banyak berharap orang lain berarti sayapnya masih kecil. Apalagi kalau mau ibadah masih harus didorong-dorong, jangan-jangan masih belum punya sayap.
    Semakin kita diuji, semakin kita dapat merasakan pelukan tangan kasih Tuhan. Karena itu Tuhan ijinkan terjadi ujian supaya kita berharap sepenuh pada Tuhan sebab ada pelukan tangan Tuhan.
  3. Lewat makan perjamuan suci.
    Matius 24:28

    24:28 Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun."
    Inilah makanan burung nazar yaitu bangkai/ perjamuan suci, firman yang menjadi daging. Jika kita makan perjamuan suci maka ada kekuatan baru bagi kita, yaitu mulai kuat dan teguh hati, tidak putus asa/ kecewa, tetap berdoa dan menyembah Tuhan. Contohnya:
    1. Rasul Paulus saat menghadapi gelombang di tengah laut.
      Kisah Rasul 27:22, 34-36
      27:22 Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorangpun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.
      27:34 Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorangpun di antara kamu akan kehilangan sehelaipun dari rambut kepalanya."
      27:35 Sesudah berkata demikian, ia mengambil roti, mengucap syukur kepada Allah di hadapan semua mereka, memecah-mecahkannya, lalu mulai makan.
      27:36 Maka kuatlah hati semua orang itu, dan merekapun makan juga.

      Menghadapi lautan yang bergelombang, Rasul Paulus menasihatkan supaya makan, ini menunjuk perjamuan suci, menunjuk firman yang dipecahkan/ dibukakan rahasianya, sehingga bisa kuat dan teguh hati, tidak kecewa/ putus asa, hanya berharap naungan kasih setia Tuhan.
      Hasilnya: tidak seorang pun kehilangan sehelai rambut dari kepalanya.
      Mungkin hidup kita hanya seperti sehelai rambut, tidak berguna, tidak punya modal, ijazah kecil tapi dalam naungan Tuhan, kita bisa kuat dan teguh hati, ada naungan Tuhan.
    2. Sadrakh, Mesakh, Abednego menghadapi api yang dipanaskan 7 kali (=pencobaan yang sempurna).
      Daniel 3:16-17, 24-25
      3:16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
      3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
      3:24 Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!"
      3:25 Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"

      Angka 7 menunjuk kesempurnaan. Artinya menghadapi pencobaan yang meningkat sampai sempurna saat jaman antikris. Sikap kita: jangan bergantung yang lain tapi hanya berharap pada naungan sayap burung nazar, hanya berharap pada tangan kasih setia Tuhan.
      Seringkali kita saat ditolong baru mau menyembah Tuhan, tapi saat tidak ditolong, kita kecewa sampai tidak mau beribadah lagi, tidak mau berpuasa lagi. Ini salah. Kita harus berharap sepenuh pada Tuhan, sekalipun Tuhan belum menolong kita, kita tetap menyembah Tuhan, tetap mengasihi Tuhan.

Orang keempat berwajah malaikat/ dewa [ay 25] menunjuk Yesus dalam kemuliaan, Yesus sebagai Mempelai Pria Surga sedang memeluk kita, menaungi kita dengan sayap burung nazar.
Tuhan tidak pernah menipu kita. Tuhan sanggup untuk menolong kita dari pencobaan, melepaskan kita dari antikris sampai mengubahkan kita menjadi sama dengan Tuhan, mengangkat kita ke awan-awan, kita memandang Yesus muka dengan muka. Tuhan menolong kita sekalian.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top