English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum (Minggu, 11 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 09 Desember 2007)
Tayang: 20 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 04 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 16 September 2007)
Tayang: 26 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 25 November 2007)
Tayang: 25 September 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 09 Maret 2008)
Tayang: 05 Agustus 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 18 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 02 September 2007)
Tayang: 21 Desember 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 16 Desember 2007)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 12 Agustus 2007)
Tayang: 14 Juli 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 21 Oktober 2007)
Tayang: 28 Maret 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 29 Juli 2007)
Tayang: 13 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 28 Oktober 2007)
Tayang: 04 April 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 14 Oktober 2007)
Tayang: 10 Maret 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum
Tanggal: Minggu, 29 Juli 2007
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 13 Juli 2008

Kita masih tetap dengan pelajaran dari Ktb Yudas, yang hanya memiliki satu pasal, dan di dalam susunan tabernakel terkena pada tudung kulit lumba-lumba yang menunjuk pada suatu perlindungan dan pemeliharaan TUHAN kepada gereja yang benar/gandum dan sekaligus merupakan pemisahan dengan gereja yang palsu/ilalang.

Ada empat macam gereja yang palsu yaitu:

  • Gereja yang tidak tergembala >>> ay 4.
  • Gereja sistim taurat >>> ay 5.
  • Gereja setan seperti Sodom dan Gomora >>> ay 6 & ay 7.
  • Gereja daging >>> mulai ay 8.

Yudas 1 : 13 >>> gereja daging
Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya.
Kita sudah membahas bagian 13b yaitu tentang bintang-bintang yang gugur. Kita harus berhati-hati, sebab masih akan terjadi lagi yaitu sepertiga bintang di langit akan diseret oleh ekor naga dan dicampakkan ke bumi dan akan binasa untuk selama-lamanya.

Kita akan membahas bagian yang 13a yaitu: mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri;
Jadi gereja daging ini seperti ombak di laut yang ganas, yang pengertian secara rohani yaitu:

  • Yakobus 1 : 5 – 8,
    5. Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya.
    6. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
    7. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
    8. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

    Jadi pengertian dari ombak laut yang ganas ialah hati yang bimbang menghadapi pencobaan-pencobaan maupun menghadapi angin pengajaran-pengajaran sesat/palsu.
    Akibatnya: hidupnya tidak tenang/tidak damai.
    • Ay 7 >>> karena bimbang, maka ia tidak mendapatkan apa-apa/sesuatu dari TUHAN. Itu sebabnya kita harus menjaga supaya hati kita jangan menjadi bimbang.
    • Ay 5 >>> orang bimbang itu kekurangan hikmat = tidak bijaksana. Di dalam Matius 7 dikatakan, ia bagaikan bangunan yang rubuh >>> Matius 7 : 26, 27,
      26.Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
      27. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."
    Tidak bijaksana = mendengarkan Firman, tetapi tidak yakin sehingga tidak mempraktekkan dan bangunan rohaninya akan rubuh.
    Hebat kerusakannya = tidak dapat dibangun kembali.
    Bangunan rohani rubuh = dikalahkan oleh setan tri tunggal yaitu:
    • hujan yang datang dari atas = setan dengan roh najis.
    • angin = di darat = nabi palsu dengan pengajaran palsu.
    • banjir = dari laut = antikrist dengan kekuatan mammon.
    Rubuh = kalah = gugur dari iman = binasa.
    Itu sebabnya dihari-hari ini, kita jangan bimbang di saat menghadapi pencobaan, di saat menghadapi pengajaran-pengajaran palsu tetapi biarlah kita menjadi orang yang bijaksana yaitu orang yang dengar-dengaran.
    Kalau hati tidak bimbang, kita menjadi orang Kristen yang dengar-dengaran dan bijaksana >>> Matius 7 : 24, 25,
    24. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
    25. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

    Kalau kita dengar-dengaran/menjadi orang yang bijaksana, maka hasilnya:
    • kita menjadi kokoh/tahan uji menghadapi pekerjaan/serangan dari setan tri tunggal.
    • menyelesaikan segala masalah, sebab dengar-dengaran itu adalah hikmat dari TUHAN.
    • orang yang bijaksana bagaikan bintang-bintang yang bercahaya/ia dipakai oleh TUHAN.
    Daniel 12 : 3, Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.
    Sekarang ini, TUHAN sedang mencari orang yang dengar-dengaran dan akan diangkat menjadi bintang-bintang yaitu kehidupan yang dipakai oleh TUHAN menjadi berkat bagi banyak orang/menuntun banyak orang kepada kebenaran/sampai kepada kesempurnaan. Orang yang dengar-dengaran akan tetap untuk selama-lamanya/tidak gugur. Inilah gereja daging seperti ombak laut yang ganas dan untuk sekarang berarti hati yang bimbang dan karena bimbang, maka tidak dapat dengar-dengaran. Tetapi gereja yang benar tidak bimbang tetapi bijaksana/dengar-dengaran. Itu sebabnya sekarang ini kita harus sungguh-sungguh:
    • dengar-dengaran/bijaksana.
    • tahan uji.
    • masalah selesai sehingga
    • kita diangkat menjadi bintang untuk selama-lamanya karena tidak gugur.
    Di saat kita menghadapi pencobaan, maka kita harus banyak mendengarkan Firman TUHAN sampai dengar-dengaran, ini yang menyelesaikan masalah dan masalah itu selesai. Saya sangat bersedih jika ada kehidupan yang tidak dapat datang ke gereja karena mengalami pencobaan yang berat >>> ini merupakan hal yang salah. Sebab justru di dalam menghadapi pencobaan/teror dari setan kita harus banyak mendengarkan Firman, dan jangan bimbang tetapi dengar-dengaran /mempraktekkan Firman. Semoga kita mengerti.
  • Yesaya 57 : 20, 21,
    20. Tetapi orang-orang fasik adalah seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tetap tenang, dan arusnya menimbulkan sampah dan lumpur.
    21. Tiada damai bagi orang-orang fasik itu," firman Allahku.

    Jadi arti dari ombak di laut yang ganas selanjutnya adalah orang-orang yang fasik/jahat. Inilah gereja daging yaitu kehidupan yang jahat dan fasik. Mereka mengatakan bahwa mereka adalah anak-anak TUHAN/hamba-hamba TUHAN, tetapi mereka jahat dan fasik.
    Orang-orang yang fasik dan jahat itu menghasilkan dua hal yaitu sampah dan lumpur.
    Pengertian dari sampah menunjuk pada kehidupan yang tidak berguna.
    Kehidupan yang tidak berguna itu:
    • menjadi beban bagi orang lain, tidak menjadi berkat. Dihari-hari ini, kita jangan menjadi beban bagi orang lain, tetapi kita harus menjadi seperti bapak kita Abraham yang diberkati dan menjadi berkat bagi orang lain.
    • di dalam injil Matius 25, tidak berguna itu = tidak setia. Orang yang tidak setia, di hadapan TUHAN, ia tidak berguna sebab seperti sampah.
      Matius 25 : 26, 30,
      26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
      30. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

      Malas dan tidak setia = tidak berguna bagaikan sampah.
      Sampah ini adalah kehidupan yang menjadi beban bagi orang lain sampai satu waktu menjadi sampah masyarakat. Itu sebabnya biarlah dihari-hari ini kita dapat menjadi orang yang sungguh-sungguh setia kepada TUHAN, sekalipun masih penuh dengan kekurangan di dalam pelayanan kita, tetapi kalau kita setia maka kesetiaan itu akan menutupi segala kelemahan-kelemahan kita.
      Sebagai contoh:
      • Mungkin sebagai seorang gembala, saya tidak fasih dalam berkhotbah, tetapi kalau setia, maka lama kelamaan kelemahan itu akan tertutup.
      • Demikian juga dengan saudara yang menyanyi, mungkin terdengar sumbang atau juga tidak mengerti notasi, tetapi kalau setia berlatih dan menyanyi, maka lama kelamaan, kelemahan itu akan tertutup. Tetapi sekalipun saudara pandai, tetapi kalau tidak setia, maka tidak akan berguna dan di hadapan TUHAN hanya sebagai sampah.
    lumpur, kalau lumpur, maka kita ingat akan lumpur dosa.
    Lumpur ini menunjuk pada dua hal yaitu:
    • perbuatan-perbuatan dosa/perbuatan-perbuatan daging >>> Galatia 5 : 19 -21,
      19. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
      20. penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
      21. kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

      ay 20 >>> perseteruan/berseteru itu bagaikan menghasilkan lumpur. Di dalam rumah tangga, jika suami dan isteri berseteru >>> suami dan isteri membawa lumpur, maka anak-anak akan terkena percikkan lumpur yang di dalam istilah sehari-hari adalah kena getahnya. Demikian juga di dalam gereja, jika ada yang berseteru, maka suasana akan menjadi tidak enak sebab semuanya bagaikan terkena lumpur.
      ay 21 >>> perbuatan-perbuatan dosa/lumpur tidak dapat masuk ke dalam kerajaan surga.
    • perkataan-perkataan dosa yaitu perkataan-perkataan yang sia-sia dan yang mengeruhkan suasana.
      Misalnya di dalam rumah tangga, jika suami dan isteri sudah menjadi fasik/bagaikan ombak yang membawa lumpur, maka kata-kata yang keluar adalah “ceraikan aku”. Ini benar-benar merupakan kata-kata yang sia-sia dan yang akan mengeruhkan suasana sehingga suasana menjadi tidak ada damai. Dengan perkataan yang sia-sia menjadikan suasana tidak ada damai.
    Mari saudaraku! jangan sampai tidak ada damai/mengeruhkan suasana, baik itu di dalam rumah tangga, maupun di gereja jangan sampai gereja menjadi tempat untuk bergosip. Jika tidak ada damai di dalam rumah tangga maupun di gereja, berarti tidak ada pelayanan pendamaian = tidak ada Imam Besar Yang hadir dan ini sangatlah merugikan. Itu sebabnya kita harus menjaga perkataan-perkataan kita, dan ini bukan berarti kita harus bisu, tetapi berbicara jangan bergosip sebab akan menimbulkan kekeruhan, sehingga tidak ada damai dan juga tidak ada pelayanan Imam Besar sehingga kita rugi datang beribadah. Semoga kita dapat mengerti.
    Jika ada perbuatan/perkataan lumpur, ini juga termasuk mengeruhkan Firman pengajaran yang benar dan jernih dan ini adalah tabiat dari kambing. Sehingga Firman pengajaran ini akan dihina oleh orang dan orang sudah tidak mau datang.
    Yehezkiel 34 : 18, 19,
    18. Apakah belum cukup bagimu bahwa kamu menghabiskan padang rumput yang terbaik? Mesti pulakah kamu injak-injak padang rumput yang lain-lain dengan kakimu? Belum cukup bahwa kamu minum air yang jernih? Mesti pulakah yang tinggal itu kamu keruhkan dengan kakimu?
    19. Apakah domba-domba-Ku seharusnya memakan rumput yang sudah diinjak-injak kakimu dan meminum air yang sudah dikeruhkan kakimu?

    Inilah tabiat dari kambing yaitu egois. Orang fasik/orang jahat adalah ombak yang ganas >>> kehidupan Kristen/hamba TUHAN/anak TUHAN yang fasik dan jahat = kambing >>> memiliki sifat egois sampai mengeruhkan Firman pengajaran yang benar sehingga orang lain tidak mau menerima/makan Firman pengajaran karena rumput sudah diinjak-injak dan air sudah menjadi seperti lumpur bahkan mereka menghina/mencela Firman pengajaran yang benar. Ini yang harus menjadi koreksi bagi kita semua terutama bagi saya.
    Kalau orang fasik/gereja palsu bagaikan ombak yang ganas/kambing yang membuat pengajaran menjadi keruh, tetapi sekarang ini kita mohon supaya kita jangan mengeruhkan Firman pengajaran tetapi menghiasi Firman pengajaran yang di mulai dari kehidupan nikah, juga di dalam ibadah pelayanan di saat kita mengunjungi tempat-tempat lain dengan menjaga perkataan dan perbuatan kita.
    Titus 2 : 6 - 10,
    6. Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal
    7. dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,
    8. sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita.
    9. Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah,
    10. jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.
    • Bagi kaum muda juga harus menguasai diri >>> jika teman-teman kalian memakai pakaian yang menonjolkan daging, jangan kalian ikuti. Sebab kita memang sudah dipercayakan Firman pengajaran oleh TUHAN dan jika saudara mau menerima, maka saudara harus konsekuen. Sekalipun pakaian itu lagi musim modelnya, kita boleh meniru asal sesuai dengan Firman pengajaran. Semoga kita dapat mengerti.
    • Bagi hamba-hamba TUHAN, jika memberitakan Firman harus sehat/tidak bercela/tidak bisa difitnah/tidak bisa ditunjuk kesalahannya.
    • Bagi yang bekerja sebagai bawahan harus taat kepada tuannya/pimpinan sebab ini berarti menghiasi pengajaran. Kalau terus bertentangan, berarti tidak menghiasi pengajaran tetapi mengeruhkan >>> katanya orang Kristen, katanya berpegang pada Firman pengajaran tetapi perbuatannya seperti itu.
    Dihari-hari ini, kita harus menghiasi Firman pengajaran, kita jangan menjadi seperti ombak yang ganas/orang fasik/jahat/kambing yang mengeruhkan, membawa lumpur dan sampah sehingga Firman pengajaran menjadi keruh. Inilah pengertian yang kedua dari gereja daging bagaikan ombak laut. Jika kita menghiasi Firman pengajaran, itu berarti kita menghiasi diri sendiri. Memuliakan Firman pengajaran = diri sendiri akan menjadi mulia sedikit demi sedikit sampai menjadi sama mulia dengan TUHAN YESUS.
    Pengajaran kita adalah pengajaran Mempelai, jika kita menghiasi pengajaran Mempelai, berarti kita menghiasi Mempelai >>> kita dihiasi dan dimuliakan sampai dapat menjadi Mempelai Wanita Surga. Orang akan melihat bahwa kita ini cocok/sejalan dengan pengajaran Mempelai karena cara kita berjalan, berkata-kata, berpakaian, di kantor, di dalam pelayanan semuanya cocok dengan pengajaran dan ini berarti seluruh kehidupan kita dihiasi sampai kita menjadi Mempelai Wanita Surga. Semoga kita dapat mengerti.
  • Wahyu 17 : 1,15,
    1. Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
    15.Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

    Perempuan Babel duduk di tempat yang banyak airnya >>> menunjuk pada bangsa-bangsa = air laut yang ganas.
    Kita akan mencocokkan dengan ktb Yesaya 17 : 12, 13,
    12.Wahai! Ributnya banyak bangsa-bangsa, mereka ribut seperti ombak laut menderu! Gaduhnya suku-suku bangsa, mereka gaduh seperti gaduhnya air yang hebat!
    13. Suku-suku bangsa gaduh seperti gaduhnya air yang besar; tetapi TUHAN menghardiknya, sehingga mereka lari jauh-jauh, terburu-buru seperti sekam di tempat penumbukan dihembus angin, dan seperti dedak ditiup puting beliung.

    Jadi, dari ketiga ayat ini yaitu :
    Wahyu 17 : 1 >>> Babel duduk di tempat yang banyak airnya.
    Wahyu 17 : 15 >>> banyak air/air yang banyak, banyak bangsa-bangsa.
    Yesaya 17 : 12 >>> bangsa-bangsa itu bagaikan ombak laut yang menderu.
    Jadi pengertian yang ketiga dari gereja daging yang bagaikan ombak laut adalah kehidupan yang diduduki/dikuasai oleh perempuan Babel. Ini merupakan sesuatu yang sangat dahsyat. Inilah gereja palsu >>> mengakui diri sebagai gereja TUHAN/anak TUHAN/hamba TUHAN, tetapi seperti ombak laut yang ganas sebab:
    • Hatinya selalu bimbang sehingga tidak percaya kepada Firman TUHAN.
    • Menjadi orang yang fasik/jahat/kambing/egois.
    • Kehidupan yang diduduki/dikuasai oleh perempuan Babel.
    Kehidupan yang dikuasai oleh Babel sungguh-sungguh mengerikan sebab Babel ini menunjuk pada roh jahat dan roh najis >>> Wahyu 18 : 2, Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,
    Roh jahat dan roh najis adalah serigala dan burung sampai TUHAN mengeluh >>> ‘serigala sudah memiliki liang, burung sudah punya sarang, tetapi Anak Manusia belum memiliki tempat untuk meletakkan KepalaNYA.’ Inilah gereja palsu sebab kepalanya bukanlah YESUS, bukan Firman pengajaran yang benar tetapi serigala dan burung. Puncak dari roh jahat adalah keinginan/ikatan akan uang sedangkan puncak dari roh najis adalah dosa makan minum dan kawin mengawinkan/dosa sex. Ini yang berkuasa pada gereja yang palsu, bukan lagi mengutamakan Firman pengajaran yang benar yaitu YESUS sebagai Kepala tetapi serigala dan burung yang ada di sana >>> yang hanya digembar-gemborkan dan yang dipermasalahkan hanyalah uang saja. Padahal TUHAN katakan bahwa uang itu adalah masalah kecil, yang harus diutamakan adalah Firman pengajaran itulah YESUS sebagai Kepala.
    Jika sudah ada uang yang diutamakan/serigala yang adalah roh jahat, pasti ada roh najis >>> kedua ini merupakan duet/pasangan. Maafkan saudaraku! bukan berarti tidak boleh memiliki uang >>> silahkan! Gereja memiliki banyak uang >>> silahkan! Tetapi bukan itu yang diutamakan dan digembar-gemborkan sebab nanti akan menjurus kepada keinginan akan uang/ikatan akan uang seperti Yudas. Semoga kita dapat mengerti. Inilah kehidupan yang diduduki/dikuasai oleh Babel yang adalah roh jahat dan roh najis.
    Akibatnya, kehidupan itu tidak berubah/tidak mengalami keubahan hidup. Kalau di dalam gereja TUHAN bukan Firman pengajaran yang benar/bukan YESUS sebagai Kepala yang diutamakan, maka tidak akan terjadi keubahan hidup >>> beribadah tetapi tidak mengalami keubahan hidup.
    2 Timotius 3 : 1 - 5,
    1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
    2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan
    membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
    3. tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
    4. suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
    5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
    • Masa yang sukar ini termasuk di dalam gereja TUHAN, sukar apa? Sukar berubah.
    • Hamba uang >>> uang menjadi kebanggaannya/yang diutamakan hanyalah hal yang jasmani dan ini sangatlah berbahaya sebab sudah menggeser YESUS sebagai Kepala.
    • tidak memperdulikan agama >>> ini bukannya atheis/tidak berTuhan, tetapi menyamakan semua agama, mempelajari dan membandingkan agama yang satu dengan agama yang lain bahkan mempelajari ajaran-ajaran setan. Inilah kalau bukan YESUS/Firman pengajaran Yang diutamakan tetapi lebih mengutamakan keuangan yaitu serigala dan burung, pasti larinya kearah ini yaitu tidak memperdulikan agama. Itu sebabnya kita harus berhati-hati sebab terlihat berhasil karena memiliki uang yang banyak tetapi YESUS sudah tergeser dari tempat itu/tidak ada lagi Firman pengajaran yang benar.
    • menjalankan ibadah/beribadah >>> melayani, tetapi ini adalah gereja palsu sebab mereka memungkiri kekuatan ibadah. Kekuatan ibadah = Firman pengajaran yang benar >>> ini sudah tidak diutamakan lagi, jarang diperbincangkan lagi. Jika kita menolak kekuatan ibadah, maka kita tidak akan berubah sebab Babel/serigala dan burung yang akan menduduki/menjadi kepala/uang yang menjadi kepala. Kalau uang sudah menjadi kepala, sebentar lagi roh najis juga akan menjadi kepala. Tinggal menunggu waktu sebab duet ini tidak pernah gagal. Ini benar-benar berbahaya. Tidak berubah sebab sudah dicap oleh antikrist dengan angka delapanbelas yaitu 6.6.6. Babel ini adalah mempelai dari antikrist. Dan ini yang akan dibinasakan oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.
    Kita tidak dapat bermain-main dengan ombak laut yang ganas sebab sasaran dari ombak laut yang ganas itu >>> Matius 14 : 24, 25, 29 - 31,
    24.Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
    25. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.
    29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.

    30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
    31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"

    Ay 30 >>> angin itu selain menghantam perahu, juga menghantam pribadi.
    Ay 31 >>> bimbang, ini berbahaya. Kalau sudah bimbang/hati mendua, maka pasti dapat menjadi fasik dan kemudian menjadi Babel. Petrus sudah dihantam oleh gelombang sekalipun ia adalah seorang hamba TUHAN yang hebat karena dapat berjalan di atas air.
    Jadi gelombang laut yang dahsyat menghantam perahu dan perahu ini menunjuk pada gereja TUHAN, nikah, perusahaan >>> yang terdiri dari banyak orang dan juga menghantam kehidupan secara pribadi itulah Petrus/kehidupan yang dipakai oleh TUHAN. Itu sebabnya dihari-hari ini kita harus berhati-hati.

Di mana tempat yang aman saat Petrus mau tenggelam karena bimbang? YESUS mengulurkan Tangan kepadanya. Jadi tempat yang paling aman di saat gelombang laut yang ganas menghantam adalah di dalam uluran Tangan TUHAN. Mari saudaraku! biarlah dihari-hari ini kita hidup bukan di luar TUHAN tetapi di dalam uluran Tangan TUHAN.

Di mana kita mendapatkan uluran Tangan TUHAN?

  1. di dalam pemberitaan Firman Kristus/Firman di dalam urapan Roh.Kudus >>>
    Roma 10 : 17, 19, 21,

    17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
    19. Tetapi aku bertanya: Adakah Israel menanggapnya? Pertama-tama Musa berkata: "Aku menjadikan kamu cemburu terhadap orang-orang yang bukan umat dan membangkitkan amarahmu terhadap bangsa yang bebal."
    21. Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah."

    Jadi di dalam pemberitaan Firman, TUHAN sedang mengulurkan TanganNYA dan bagaimana prosesnya?
    Prosesnya adalah:
    • mendengarkan Firman dengan sungguh-sungguh sampai menanggapi Firman/memberi respon yang positif terhadap Firman. Seperti di dalam ay 17 >>> pendengaran.
    • kemudian di dalam ay 19 >>> adakah Israel menanggapnya? menanggapi Firman secara positif >>> akal budi menanggapi Firman sampai kita mengerti, kemudian hati menanggapi Firman sampai kita percaya dan yakin pada Firman.
    • ay 21 >>> taat dengar-dengaran = mengulurkan tangan kepada TUHAN dan TUHAN mengulurkan Tangan kepada kita/kita dipegang oleh Tangan TUHAN.
    Mari saudaraku! di mana tempat yang aman menghadapi ombak ganas yang menghantam perahu nikah kita, menghantam gereja TUHAN dan juga menghantam pribadi kita? tempat yang aman adalah di dalam uluran Tangan TUHAN.
  2. lewat doa penyembahan. Doa penyembahan ini bagaikan kita mengulurkan tangan kita kepada TUHAN, tetapi seperti yang sudah sering saya katakan, bahwa mengulurkan tangan itu seperti orang yang akan tenggelam, sebab orang yang akan tenggelam itu tidak perlu di ajar, sebab secara otomatis tangannya akan ia angkat ke atas. Banyak kali jika kita sedang dalam keadaan diberkati, semuanya lancar, kita jarang sekali mengangkat tangan kepada TUHAN, itu sebabnya TUHAN mengijinkan kita tenggelam supaya melatih kita untuk kita mengangkat tangan kepada TUHAN/menyembah TUHAN.

Kita jangan berputus asa sekalipun gelombang sudah menghantam kita seperti Petrus yang hatinya sudah menjadi bimbang sehingga ia tenggelam >>> mari! meyembah TUHAN/kita mengulurkan tangan kepada TUHAN dan mulut mengaku >>> ‘TUHAN tolonglah aku’ seperti Petrus berseru kepada TUHAN. Padahal di dekat Petrus ada sebelas orang teman-temannya dengan perahu, dibanding dengan TUHAN Yang hanya Seorang Diri >>> siapa yang kita pilih? Kalau Petrus memilih dan memanggil kesebelas temannya itu, maka ia akan binasa, tetapi ia hanya menyebut Satu Nama >>> ‘TUHAN tolonglah aku’ dan TUHAN mengulurkan TanganNYA. Inilah sikap penyembahan. Kita mengulurkan tangan kepada TUHAN = kita menyerah sepenuhnya kepada TUHAN dan mulut hanya mengaku YESUS. Tidak berharap kepada yang lain >>> kepada orang tua, kepada teman yang diprediksi teman ini memiliki banyak uang >>> tidak! Hanya Satu Nama ialah YESUS Yang sanggup menolong/kita mempercayakan diri sepenuhnya kepada TUHAN dan TUHAN menolong kita tepat pada waktunya saat kita menghadapi ombak yang ganas dihari-hari ini. Kalau TUHAN tidak menolong orang yang hampir tenggelam itu tepat pada waktunya, selisih satu detik saja, habislah orang itu.

Mari! malam ini, apapun ketenggelaman kita yang memang kita menghadapi ombak yang ganas baik secara rohani maupun secara jasmani yang sedang menghantam kita, saya tidak dapat mengatakan bahwa mengikuti TUHAN itu enak >>> tidak! Sebab kita menghadapi ombak yang ganas, secara jasmani ombak yang ganas di segala bidang dan juga secara rohani ombak yang ganas adalah gereja-gereja palsu menghantam kita.

Di mana tempat yang aman? Di dalam pemberitaan Firman yang benar, kita taat dan dengar-dengaran dan juga yang ke dua di dalam penyembahan kepada TUHAN, kita berseru kepada TUHAN >>> TUHAN mengulurkan Tangan dan mengangkat kita dari segala ketenggelaman bahkan satu waktu mengangkat gereja yang benar di awan-awan bertemu dengan TUHAN.

Mari dihari-hari ini, kita menggunakan kedua tempat ini yaitu:

  • kita jangan sampai absen jika ada pemberitaan Firman pengajaran yang benar sehingga kita sungguh-sungguh dapat menjadi taat.
  • kita banyak menyembah TUHAN.
  • dan juga banyak menyerah kepada TUHAN sehingga TUHAN mengulurkan TanganNYA memegang dan mengangkat kita dari ketenggelaman bahkan mengangkat kita diawan-awan yang permai.

TUHAN memberkati kita sekalian.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top