English Language | Form Penggembalaan
kebaktian lain
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Lain (Jumat Sore, 14 Maret 2008)
Tayang: 03 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 24 September 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa, 11 Maret 2008)
Tayang: 06 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Penataran Imam IV-Minggu Sore, 11 November 2012)
Tayang: 24 Januari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Pagi, 14 Maret 2008)
Tayang: 03 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 26 Mei 2011)
Tayang: 13 Juli 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Senin Sore, 23 Desember 2013 (Natal))
Tayang: 03 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 13 Maret 2008)
Tayang: 20 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Sore, 22 Juni 2012)
Tayang: 06 Juli 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 31 Juli 2008)
Tayang: 14 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 13 Maret 2008)
Tayang: 20 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Malam, 31 Desember 2013 (Tutup Tahun))
Tayang: 31 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 19 April 2012)
Tayang: 17 Juni 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Agung Surabaya, 18 April 2014)
Tayang: 19 September 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Lain
Tanggal: Rabu Pagi, 30 Juli 2008
Tempat: Kartika Graha
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 07 September 2008

Tadi malam tema kita angka ‘40’ yang ditulis pertama kali di dalam ktb
Kejadian 7 : 4, tentang empat puluh hari empat puluh malam TUHAN menurunkan hujan lebat sehingga merupakan hukuman air bah ke atas bumi ini dan segala daging ditamatkan, tetapi ini adalah penamatan daging yang negatif.

Tetapi masih ada jalan keluar yaitu Nuh menamatkan daging yang positif yaitu lewat bahtera Nuh. Sekarang kita tinggal memilih, jika kita tidak mau menamatkan daging lewat bahtera Nuh, maka kita harus menamatkan daging lewat kebinasaan/lewat penghukuman TUHAN seperti di jaman Nuh.

Bahtera Nuh adalah:

  • baptisan air >>> kita harus bersungguh-sungguh dalam baptisan air/penamatan daging sehingga menjadi hati yang dengar-dengaran, kemudian
  • tabernakel, pengajaran tabernakel dan mempelai >>> Kabar Mempelai. Kalau kita menolak, maka kita akan menghadapi hukuman TUHAN. Tetapi kalau kita mau lewat pengajaran tabernakel dan mempelai/Kabar Mempelai sehingga daging ditamatkan maka kita akan menjadi sempurna.

Lewat bahtera Nuh/lewat baptisan air, daging ditamatkan sampai kita selamat itulah keselamatan Mempelai. Tetapi lewat pengajaran Mempelai/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, daging ditamatkan sampai sempurna itulah kesempurnaan Mempelai untuk menyambut kedatangan YESUS Yang keduakalinya. Semoga kita dapat mengerti.

Saya masih diingatkan oleh TUHAN, supaya kita jangan keluar dari bahtera, artinya:

  • jangan meninggalkan baptisan air yang benar sebab itu berarti kebinasaan
  • jangan keluar dari pengajaran tabernakel dan mempelai, sebab itu berarti suatu bahaya yang besar. Kalau kita sudah berada di dalam pengajaran tabernakel dan mempelai/sudah berada di dalam bahtera Nuh, kita jangan coba-coba untuk keluar, sebab begitu kita keluar, maka kita akan tersambar oleh air bah/penghukuman TUHAN. Kita harus tetap berada di dalam kedua pengajaran ini sampai kita mencapai kesempurnaan mempelai. Semoga kita dapat mengerti.

Sekarang ini kita melanjutkan kebaktian dengan mempelajari angka ‘40’ lewat kehidupan Musa. Musa juga berpuasa selama empat puluh hari dan empat puluh malam di atas gunung. Keluaran 24 : 18, Masuklah Musa ke tengah-tengah awan itu dengan mendaki gunung itu. Lalu tinggallah ia di atas gunung itu empat puluh hari dan empat puluh malam lamanya.
Musa naik ke atas gunung Sinai dan ia berada di atas gunung selama empat puluh hari empat puluh malam.

Ulangan 9 : 9, 17, 18,
9. Setelah aku mendaki gunung untuk menerima loh-loh batu, loh-loh perjanjian yang diikat TUHAN dengan kamu, maka aku tinggal empat puluh hari empat puluh malam lamanya di gunung itu; roti tidak kumakan dan air tidak kuminum.
17. Maka kupeganglah kuat-kuat kedua loh itu, kulemparkan dari kedua tanganku, kupecahkan di depan matamu.
18. Sesudah itu aku sujud di hadapan TUHAN, empat puluh hari empat puluh malam lamanya, seperti yang pertama kali--roti tidak kumakan dan air tidak kuminum--karena segala dosa yang telah kamu perbuat, yakni kamu melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, sehingga kamu menimbulkan sakit hati-Nya.

Jadi Musa berpuasa sebanyak dua kali empat puluh hari empat puluh malam di atas gunung Sinai yaitu:

  1. Yang pertama kali, Musa di atas gunung Sinai mendapatkan dua hal yaitu petunjuk untuk menbuat tabernakel yang untuk sekarang adalah pengajaran tabernakel. Dan juga mendapatkan dua loh batu dan ini hanya diketahui oleh banyak gereja TUHAN. Tetapi waktu Musa membawa dua loh batu dan bangsa Israel menyembah anak lembu emas sehingga dua loh batu yang mula-mula ini harus dipecahkan. Kalau anak lembu emas itu tidak dipecahkan, maka bangsa Israel sudah tamat riwayatnya; sebab salah satu hukum di dalam dua loh batu adalah jangan menyembah berhala, sedangkan bangsa Israel menyembah berhala. Kalau kedua loh batu itu dipertahankan oleh Musa, maka tamatlah riwayat dari bangsa Israel semuanya harus mati. Untuk hal ini, Musa bukan emosi tetapi ini adalah jalan keluar dari TUHAN sehingga bangsa Israel diselamatkan. Semoga kita dapat mengerti.
  2. Yang kedua kalinya, Musa naik ke atas gunung Sinai untuk mendapatkan dua loh batu yang baru. Jadi dari sini kita dapat menyimpulkan, lewat puasa ini Musa mendapatkan dua macam dua loh batu yaitu, yang pertama: saya sebut dua loh batu yang mula-mula yang berasal dari ALLAH Sendiri, di dalam alkitab tidak pernah disebutkan darimana asal batu itu dan Musa tinggal menerima tetapi kemudian dipecahkan oleh Musa di kaki gunung. Dan arti rohaninya untuk sekarang adalah segala sesuatu yang berasal dari ALLAH, menunjuk kasih ALLAH kepada manusia lewat YESUS Kristus/Pribadi YESUS Kristus Yang mati/dipecahkan di atas kayu salib untuk menebus dosa-dosa manusia. Kalau dua loh batu yang mula-mula tidak dipecahkan oleh Musa, maka seluruh bangsa Israel harus binasa; demikian juga kalau YESUS tidak mati di kayu salib, maka seluruh umat manusia binasa. Inilah kasih dan kemurahan TUHAN >>> lebih baik satu orang yang mati di kayu salib tetapi banyak orang diselamatkan/tidak binasa.

Kemudian ada dua loh batu yang baru yang sama dengan dua loh batu yang mula-mula >>> Keluaran 34 : 1, 28,
1. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pahatlah dua loh batu sama dengan yang mula-mula, maka Aku akan menulis pada loh itu segala firman yang ada pada loh yang mula-mula, yang telah kaupecahkan.
28. Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman.

ay 28 >>> dua loh batu yang baru yang sama dengan yang mula-mula >>> tidak boleh menyimpang sedikitpun. Batunya dari Musa/dari G.Sinai yakni batu-batu yang keras dan ini adalah gambaran dari manusia berdosa yang keras hati/ bagaikan batu-batu yang berserakan di G. Sinai, diambil oleh Musa dan dipahat untuk dijadikan dua loh batu yang baru. Jadi arti dari dua loh batu yang kedua/yang baru dan dipahat/dibentuk untuk menjadi sama dengan dua loh batu yang mula-mula/itulah YESUS Yang disalibkan menunjuk pada manusia berdosa yang keras hati yang dibentuk menjadi sama mulia dengan YESUS/Mempelai Wanita TUHAN.

Jadi kesimpulannya >>> dua loh batu yang mula-mula yang dipecahkan, maka terbentuklah dua loh batu yang baru yang sama dengan yang mula-mula. Ini di dalam perjanjian lama.

Sekarang penetrapannya di dalam perjanjian baru yaitu di dalam injil

Yohanes 2 : 19 -21,
19. Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."
20. Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"
21. Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

ay 19 >>> ‘Rombak Bait ALLAH ini, Aku akan mendirikannya kembali’ = dua loh batu yang mula-mula dipecahkan, maka terbentuklah dua loh batu yang baru yang sama dengan yang mula-mula.
Jadi tiga hari menunjuk pada kematian >>> YESUS mati dan dikuburkan, dalam tiga hari IA bangkit >>> YESUS mati di kayu salib, maka terjadilah/terbentuklah pembangunan Tubuh Kristus/Mempelai Wanita. Inilah penetrapan di dalam perjanjian baru. Semoga kita dapat mengerti.

Cerita di atas itu tentang YESUS menyucikan bait ALLAH yang dibangun selama empatpuluh enam tahun, pasti memiliki bentuk yang luar biasa tetapi sayang sudah roboh. Pembangunan bait ALLAH selama empatpuluh enam tahun itu bukan karena tidak memiliki dana kemudian menjadi terbengkalai/mangkrak >>> tidaklah demikian, sebab semuanya sudah dipersiapkan dengan baik sehingga bangunan bait ALLAH itu benar-benar agung dan luar biasa.

Tetapi mengapa TUHAN meninggalkan/beralih dari bait ALLAH yang jasmani menuju ke bait ALLAH yang rohani yaitu kepada pembangunan Tubuh Kristus, mengapa? TUHAN memerintahkan Musa untuk membuat tabernakel/bait ALLAH yang jasmani, kemudian ada bait ALLAH yang dibuat oleh Salomo yang juga dalam bentuk jasmani, kemudian ada bait ALLAH di Yerusalem yang juga secara jasmani. Tetapi mendadak TUHAN beralih >>> ‘rombak bait ALLAH yang jasmani ini, Aku akan mendirikan yang rohani/pembangunan Tubuh Kristus’. Ini adalah pelajaran bagi kita sekalian sebelum saya menjawab mengapa TUHAN beralih kepada pembangunan Tubuh Kristus, yaitu supaya kita jangan dibatasi oleh dinding-dinding bait ALLAH yang jasmani/jangan berbangga-bangga dengan bait ALLAH yang jasmani.

Jadi mengapa TUHAN beralih kepada pembangunan Tubuh Kristus?

  1. Karena bait ALLAH yang jasmani tidak dapat menampung kemuliaan TUHAN karena adanya roh jual beli. Waktu itu pedagang-pedagang diusir oleh TUHAN dan TUHAN katakan >>> rombak bait ALLAH ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali/mendirikan yang baru. Mendirikan kembali yang rohani itulah Tubuh Kristus. Di dalam bait ALLAH itu bukan Roh TUHAN yang ada, tetapi yang ada adalah roh jual beli. Waktu yang lalu kita sudah mendengar, kalau Roh.TUHAN ditarik dari kita, maka kita akan menjadi binatang buas. Saya yang nomor satu sebab seringkali masih seperti binatang buas, itu sebabnya kita semua harus sungguh-sungguh serius.
    Bagi rekan-rekan gembala, saudara jangan menjadi binatang buas di dalam sidang jemaat, demikian juga para suami-suami, jangan menjadi binatang buas di dalam nikah dan rumah tangga. Di dalam bait ALLAH tidak ada kemuliaan ALLAH, sebab yang ada hanyalah binatang buas/semuanya binatang buas yang saling mencakar dan saling menggigit satu dengan yang lainnya.
  2. Supaya bangsa kafir dapat masuk ke dalam bait ALLAH yang rohani/pembangunan Tubuh Kristus. Kalau tetap bertahan pada bait ALLAH yang jasmani karena memakai sistim taurat di dalamnya, maka bangsa kafir tidak boleh masuk/pintu tertutup bagi bangsa kafir. Tetapi dengan adanya pembangunan Tubuh Kristus/YESUS mati untuk membangun Tubuh Kristus/dua loh batu yang baru maka bangsa kafir dapat masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna/Mempelai Wanita TUHAN.
  3. Supaya gereja TUHAN yang terdiri dari Israel dan kafir tidak masuk dalam pembangunan tubuh Babel. Bagi sidang jemaat G.P.T Kristus Kasih Malang dan Surabaya, kalau kita diijinkan/dipercaya oleh TUHAN untuk menyelenggarakan kebaktian semacam ini, maka salah satu maksud dari TUHAN adalah supaya kita aktif di dalam pembangunan Tubuh Kristus dan tidak masuk dalam pembangunan tubuh Babel. Dan ini bukannya menyiksa kita sebab kami memang sedang merenovasi gereja dan beberapa bagian sudah selesai, tetapi masih ada yang belum selesai dan kami masih harus mengumpulkan dana tetapi sekarang harus mengumpulkan dana untuk acara ini. Ini bukan berarti menyiksa sebab pembangunan Tubuh Kristus itu lebih penting daripada pembangunan bait ALLAH yang jasmani. Kita tinggal memilih >>> mau aktif di mana? Jika kita aktif di dalam pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, maka kita tidak akan masuk dalam pembangunan tubuh Babel. Kita tidak bisa netral/ditengah- tengah sebab pembangunan tubuh itu hanya dua, jika kita tidak aktif di dalam pembangunan Tubuh Kristus, pasti kita akan masuk dalam pembangunan tubuh Babel. Semoga kita dapat mengerti.

Inilah alasan mengapa TUHAN beralih dari bait ALLAH yang jasmani ke bait ALLAH yang rohani/pembangunan Tubuh Kristus yaitu yang jasmani tidak memiliki kemuliaan sebab ada roh jual beli >>> ada binatang buas sebab binatang-binatang untuk korban/yang jinak-jinak sudah dijual semuanya. Burung merpati dijual, sehingga tinggal ular. Dan ini sangatlah berbahaya. Di dalam persekutuan kalau ada roh jual beli >>> yang jinak-jinak sudah dijual, tinggal yang liar-liar saja.

Jadi, saudaraku! pelayanan/pembangunan Tubuh Kristus haruslah melewati perobekan daging/lewat penamatan daging/lewat angka ‘40’. Dulu Musa naik ke atas gunung untuk mendapatkan dua loh batu yang mula-mula dan juga mendapatkan dua loh batu yang kedua. Dan setelah diperinci dan diungkap di dalam perj. baru, maka itu adalah pembangunan Tubuh Kristus. Jika tanpa salib/tanpa angka ‘40’ kita tidak dapat masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus. Sekali lagi saya tekankan bahwa pembangunan Tubuh Kristus harus melewati perobekan daging/penyaliban daging/penamatan daging/angka ‘40’. Seringkali kita terpengaruh dengan suara-suara logika seperti Saul yang terpengaruh dengan suara jemaat.

Di Medan dan di mana saja saya selalu serukan sebab logikanya itu benar >>> hidup kami mencari nafkah di dunia itu sudah susah, masuk ke gereja kami diajarkan tentang salib, ajarkan yang senang-senang saja >>> ini memang logis. Tetapi arahnya kemana? Seringkali kita yang berpegang pada Firman pengajaran juga dapat terpengaruh. Mau kemana arah kita jika tanpa salib/tanpa perobekan daging? Pasti akan mengarah ke Babel.

Jika sidang jemaat datang beribadah ke gereja dan merasa dagingnya disalib >>> misalnya: baru mengalami kesusahan, Firman TUHAN berbicara “anjing” seperti kepada perempuan Kanaan, belum lagi ibadahnya memakan waktu yang lama sekali sampai punggung terasa sakit. Saya katakan bahwa hal yang di atas itu sudahlah benar/sudah melewati jalur yang benar. Demikian juga saudara datang untuk berfellow-ship ke tempat ini dengan perjuangan, saya katakan bahwa hal itu sudahlah benar. Kita jangan mencari yang enak bagi daging sebab arahnya berbeda. Bagi yang menamatkan daging, itu akan mengarah kepada pembangunan Tubuh Kristus, sebab lebih baik menamatkan daging sekarang untuk pembangunan Tubuh Kristus daripada ditamatkan oleh air bah dan juga ditamatkan oleh api yang dari langit. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi proses dari penamatan daging adalah lewat penyucian dan perombakan/pembaharuan >>> Yohanes 2.
YESUS mengusir pedagang-pedagang = penyucian.
Kemudian YESUS katakan >>> ‘rombak bait ALLAH ini, dalam tiga hari Aku akan membangunnya kembali = TubuhNYA.

Bagaimana/dengan apa kehidupan kita dapat disucikan dan dirombak/dibaharui?
Yohanes 15 : 3, Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Dengan Firman yang telah Kukatakan kepadamu >>> jadi, bukan sembarangan Firman yang dapat menyucikan/merombakan kehidupan kita tetapi Firman yang Kukatakan >>> Firman yang YESUS katakan kepada kita, bukan yang lain katakan.
Firman yang Kukatakan = Firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain.
Saya selalu mengatakan, kalau ada ayat yang adalah perkataan YESUS, kemudian diterangkan oleh ayat yang lain >>> juga merupakan perkataan YESUS, kemudian diterangkan lagi oleh ayat yang lain >>> juga merupakan perkataan YESUS dan sampai pada ayat yang terakhir, juga merupakan perkataan YESUS dan ini berarti seluruh Firman itu adalah perkataan YESUS.

Jika ayat-ayat Firman diterangkan dengan ilmu pengetahuan apalagi diterangkan dengan lawakan, atau diterangkan dengan ilustrasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, maka ini bukanlah perkataan TUHAN. Sekalipun dapat membuat orang menjadi senang atau membuat orang menjadi terharu sampai menangis tetapi tidak dapat membawa manusia/anak TUHAN kepada pembangunan Tubuh Kristus, sebab hanya emosinya yang disentuh dan tidak sampai ke hati. Hanya Firman yang dibukakan rahasianya/istilah dari alm.bpk.pdt In Juwono adalah Firman yang diilhamkan/Firman yang diwahyukan kepada kita/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua (Ibrani 4 : 12, 13) yang dapat mengubahkan dan membawa kepada pembangunan Tubuh Kristus.

Saya akan menunjuk di dalam ktb perj.lama yang menunjuk bahwa arah dari Firman yang diilhamkan adalah ke arah pembangunan Tubuh Kristus. Jadi Firman bukan di ilmiahkan/bukan pengetahuan tetapi diilhamkan dengan membaca di dalam 1Tawarikh 28 : 19, Semuanya itu terdapat dalam tulisan yang diilhamkan kepadaku oleh TUHAN, yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu.
Membangun rumah ALLAH Salomo, raja Daud tidak berani berkata, tetapi ia katakan ‘semua itu terdapat di dalam tulisan yang diilhamkan oleh TUHAN. Jadi jelas pembangunan rumah ALLAH oleh Salomo, sekarang ini mengarah ke pembangunan Tubuh Kristus, bukan ilmiah tetapi ilham dan ilham tidak dapat dicampur dengan ilmiah.

Kemarin, kawin campur itu merupakan kejijikan bagi TUHAN dan juga sesuatu yang dicampur-campurkan di dalam rumah TUHAN, juga merupakan suatu kejijikan bagi TUHAN. Kita harus bersungguh-sungguh dengan Firman yang diilhamkan. Inilah Firman yang kita terima yaitu Firman yang dapat menyucikan dan membaharui/merombak hidup kita yaitu Kabar Mempelai.

Di dalam ktb perj.baru juga dituliskan dengan apa kita ini disucikan dan dirombak >>> 2 Timotius 3 : 16, Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Jadi Firman pengajaran/Kabar Mempelai/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua mengandung ketajaman di dalam hal pengajaran dan juga ketajaman di dalam hal pendidikan. Kesalahan kita hanya pada pengajaran tetapi tidak sampai pada pendidikan dan ini dulu juga merupakan kesalahan saya tetapi saya baru mengerti dari alm.bpk.pdt Pong. Sebab waktu yang lalu saya mengajar di Lempin-El, asal/pokoknya saya mengajar >>> datang untuk mengajar, kemudian pulang. Tetapi bpk.pdt Pong menumpangkan tangan ke atas saya dan beliau berkata >>> kalau masih ada Lempin-El/kemurahan TUHAN, maka kamu harus bersungguh-sungguh mendidik/mengerami. Inilah yang dimaksud dengan mendidik. Seringkali kita hanya menjadi guru dan merasa hebat, tetapi kita belum mendidik/mengerami, sebab Firman Mempelai/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua itu tajam dalam mengajar dan juga tajam dalam mendidik dan ini adalah Firman yang diilhamkan oleh TUHAN.

Tajam dalam mengajar = menyucikan.
Tajam dalam mendidik = membentuk karakter/ sifat/tabiat/membaharui hidup kita.
Inilah Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua >>> tajam pertama untuk mengajar dan menyucikan/memotong dosa-dosa sedangkan tajam yang kedua untuk mendidik >>> mengubahkan dan membentuk karakter/sifat dan untuk mengerami. Semoga kita dapat mengerti.

Tadi, kalau kita membaca di dalam injil Yohanes 2 dan juga di dalam injil Markus >>> YESUS mengusir >>> Yohanes 2 : 14, 15,
14. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.
15. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.

Mengusir >>> ini yang tidak disukai oleh orang. Jadi penyucian oleh Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Kabar Mempelai ini bagaikan mengusir. Kita dapat membayangkan, ada orang di dalam bait ALLAH tetapi diusir. Jadi kita jangan heran, dengan pengajaran ini banyak jemaat yang keluar, tetapi kejadian ini jangan sampai disebabkan oleh karena kita ini emosi. Kalau banyak sidang jemaat yang keluar, asal kita sudah bersungguh-sungguh menggumuli Firman dari TUHAN, maka itu adalah hal yang sudah benar. Kita jangan berpikir bahwa YESUS marah dengan emosi >>> tidak! Sebab emosi itu mengakibatkan hal yang tidak baik. TUHAN YESUS mengusir saja, sudah banyak yang lari, apalagi kita. Kita jangan berkata untuk beralih kepada pengajaran yang lain supaya banyak yang datang >>> kita jangan lakukan hal itu karena itu adalah tindakan yang salah.

Mengusir ini adalah suatu penyucian yang tegas/kasar tetapi untuk mengembalikan kehidupan kita ke firdaus/menjadi Mempelai Wanita TUHAN, sebab Firdaus ini adalah tempat bagi Mempelai dan di firdaus ini manusia sudah pernah diusir oleh TUHAN. Sekarang di dalam bait ALLAH, harus ada Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua yang tajam untuk menyucikan dan juga yang tajam untuk mengubahkan dan ini bagaikan mengusir yang menjurus pada kekasaran. Sidang jemaat harus memperhatikan! Kalau Firman TUHAN itu tajam dan keras bagaikan mengusir, itu sebenarnya kita sedang diusir dari yang jahat/yang jelek untuk dikembalikan ke firdaus.

Juga di dalam fellow-ship/persekutuan semacam ini, mungkin Firman TUHAN juga bekerja ditengah-tengah para hamba-hamba TUHAN bagaikan mengusir dengan tegas, keras, kasar, dan yang sakit bagi daging >>> ini semua untuk mengembalikan kita ke firdaus/pembangunan Tubuh Kristus menjadi Mempelai Wanita TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Kemudian di dalam injil Yohanes 2 : 15, Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.
YESUS membuat cambuk dari tali, jadi ada tali terlebih dahulu, baru kemudian ada cambuk >>> tidak akan pernah ada cambuk kalau tidak ada tali di dalam bait ALLAH. Saya bertanya: apakah kira-kira YESUS membawa tali dari rumah, mungkin tali sabuk/tali sepatu >>> tidak! Tali yang diambil oleh YESUS adalah tali yang sudah tidak dipakai lagi karena domba-domba itu yang sudah dijual.

Apa yang dimaksud dengan tali yang mengikat domba-domba itu? itu adalah Firman penggembalaan. YESUS menyucikan kehidupan kita dengan Firman penggembalaan/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Firman yang diilhamkan harus ada di dalam penggembalaan. Sebagai seorang hamba TUHAN, kita jangan takut kalau domba-domba akan lari sebab Firman penggembalaan itu harus ada di dalam penggembalaan apapun risikonya. Bagi domba-domba, saudara harus berdoa, supaya di dalam penggembalaan bukan hanya susu/penginjilan yang diberitakan tetapi sesudah kita masuk dalam keselamatan/bahtera Nuh >>> ini masih belum cukup. Kita harus masuk ke dalam kesempurnaan/menjadi Mempelai lewat tali cambuk/Firman penggembalaan yaitu Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Semoga kita dapat mengerti.

Kalau tali/Firman penggembalaan/Firman pengajaran adalah kasih TUHAN yang diulurkan kepada kita dan kalau itu ditolak, maka tali itu akan dipintal menjadi cambuk/hajaran. Kalau Firman ditolak, maka akan menjadi hajaran untuk membawa kita tetap di dalam kesucian. Semoga kita dapat mengerti.

Inilah Firman yang menyucikan bagaikan mengusir >>> pedagang-pedagang itu benar-benar diusir/penyucian yang tegas/yang keras tetapi untuk mengembalikan kita ke firdaus/mengembalikan kita ke dalam pembangunan Tubuh Kristus/Mempelai Wanita TUHAN. Jangan sampai terjadi pengusiran yang kedua, sebab dulu sudah cukup tragis, Adam dan Hawa diusir dan untuk sekarang jangan sampai >>> ‘enyahlah engkau’ >>> hamba-hamba TUHAN berkata: kami sudah bernubuat, kami sudah mengadakan mujizat, tetapi TUHAN berkata ‘enyahlah engkau’ inilah pengusiran yang kedua. Tragis >>> karena merasa dipakai oleh TUHAN tetapi diusir karena tidak sesuai dengan Firman TUHAN. Itu sebabnya mulai sekarang ini kita menerima penyucian yang tegas dan keras tetapi untuk mengembalikan kita ke firdaus.

Kemudian tajam dalam mendidik >>> inilah yang dulu saya belum mengerti artinya. Mendidik ini berarti membentuk karakter/mengubahkan/membaharui kehidupan kita dari manusia daging dengan karakter daging menjadi manusia yang rohani dengan karakter rohani seperti YESUS.
Jadi tajam yang pertama, kita disucikan >>> dosa-dosa dipotong dan tajam kedua, membaharui/mendidik/membentuk karakter menjadi karakter yang rohani.

Di sini saya melihat hikmat dari alm.bpk.pdt In Juwono yang luar biasa dalam menerapkan didikan di Lempin-El. Mengapa pengajar-pengajar alkitab semuanya adalah para gembala-gembala/orang yang menggembalakan/orang yang tergembala. Inilah Firman penggembalaan yang dapat menyucikan/mengajar tetapi juga dapat mendidik/memberi teladan. Selain diubahkan lewat Firman yang diajarkan, maka didikan itu juga lewat teladan dari guru-guru. Sebab guru = pelita emas/terang/teladan.

Waktu yang lalu saya agak dimarahi oleh guru saya yang meminta saya untuk mengajar, sebab waktu itu saya agak tidak dapat meninggalkan sidang jemaat sehingga saya hanya datang untuk mengajar, kemudian saya pulang kembali ke Malang sekalipun saya melakukannya dengan setia. Tetapi alm.bpk.pdt Pong merasa tidak puas, sebab sesungguhnya saya harus mengerami/mendidik dengan salah satunya adalah saya harus menjadi teladan. Sebab pembentukan karakter itu bukan hanya dari Firman TUHAN, tetapi juga dari teladan. Kalau kita sebagai gembala, kemudian mau membentuk karakter dari sidang jemaat agar memiliki keubahan hidup, maka gembala terlebih dahulu yang harus berubah. Guru terlebih dahulu yang menjadi teladan/ia berubah, barulah murid-murid akan mengalami didikan/dapat berubah.

Maafkan bagi sidang jemaat G.P.T Kristus Kasih Malang dan Surabaya, sebab sesungguhnya saya ini masih banyak memiliki kekurangan dalam hal menjadi teladan, tetapi saya juga berusaha dengan angka ‘40’ ini pada hari pertama sudah terlewati, kemudian pada hari kedua dan selanjutnya, semoga menjadi lebih baik lagi dan daging ini semakin hari semakin ditamatkan agar dapat menjadi teladan. Sebagai contoh:

  • kalau gembala menghimbau sidang jemaat untuk berkorban, maka gembala harus memberi contoh dengan terlebih dahulu berkorban sehingga sidang jemaat dapat melihat untuk kemudian mereka mencontohi gembalanya.
  • saya juga tidak pernah menyuruh siswa/i Lempin-El untuk berpuasa, tetapi mereka melihat meja makan saya kosong sehingga mereka pun menjadi tergairah untuk ikut berpuasa. Untuk acara di hotel Kartika ini, mereka bergantian berpuasa sehingga saya mendapatkan kekuatan.

Demikianlah seharusnya gembala dan guru itu menjadi teladan. Itu sebabnya menjadi seorang gembala dan guru itu dapat dijabat oleh satu orang dan benar-benar harus waspada, sebab kita ini sangat menjadi teladan di dalam sidang jemaat dan juga oleh murid-murid.

Termasuk juga guru-guru di Lempin-El ini yang mengajar bahasa Indonesia dlsbnya, harus menjadi teladan. Saya meneladani alm.bpk.pdt Pong, tetapi sekarang ini saya tidak mampu yaitu >>> saya melihat pdt Pong, pakaian dari beliau ini tidak pernah dicuci oleh pengerja sekalipun memiliki banyak pengerja. Ternyata pdt Pong bersama isteri, berdua mereka menyuci. Kalau saya tidak melakukan demikian, isteri saya yang menyuci sebab saya sudah tidak kuat dikarenakan saya membuka sidang jemaat di Surabaya dan juga setiap hari saya mengajar di Lempin-El.

Inilah teladan dan saya merekam semuanya gaya dari bpk.pdt In Juwono alm dan juga dari bpk.pdt Pong alm >>> cara kedua beliau ini berfellow-ship dan saya tinggal mengikuti/meneladai saja. Jangan karena beliau ini sudah meninggal dunia, maka kita sudah menjadi lain/sudah menjadi berubah >>> jangan! Sebab dari pengajaran, maka kita harus mengingat orang yang mengajar. Kalau saudara melihat ada potret dari bpk.pdt In Juwono di depan sana, ini bukan untuk hal yang lain tetapi kita mengingat bahwa ada bpk.pdt. In Juwono alm, sebab jika bpk.pdt In Juwono tidak ada, maka saya juga tidak akan ada. Itu sebabnya alm.bpk.pdt In Juwono harus dikenang. Demikian juga dengan alm.bpk.pdt van Gessel, juga harus dikenang. Saya salut kepada bpk.pdt In Juwono alm, yang mengajar tabernakel, tetapi beliau selalu mengatakan pengajaran tabernakel ini oleh bpk.pdt van Gessel alm dan sekarang saya baru mengerti bahwa bpk.pdt In Juwono alm hanyalah melanjutkan seperti yang selalu beliau katakan >>> ‘saya hanya melanjutkan’.

Juga di Malang ini, saya hanya melanjutkan, sebab saya tidak merintis di Malang. Kita harus selalu mengingat, jangan mencela tetapi harus selalu mengingat. Semoga kita dapat mengerti.

Juga di dalam rumah tangga, mari para orang tua! Sebab terlalu banyak mengajar sehingga lupa mendidik/menjadi teladan; padahal yang banyak terekam oleh anak adalah teladan sebab ini langsung dipraktekkan/terekam di dalam akal budi dan di dalam hati dari anak-anak.

Tadi diterangkan dengan apa kita disucikan/dirombak? Yaitu dengan Firman yang diilhamkan/Firman yang dibukakan rahasianya/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua >>> tajam dalam mengajar/menyucikan dan juga tajam dalam mendidik/diubahkan dan juga lewat teladan.

Sekarang apa yang harus disucikan? Yohanes 2 : 14, Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.
Bait ALLAH harus disucikan dari roh jual beli dan apa yang menjadi praktek rohani dari roh jual beli ini? sebab roh jual beli ini adalah roh dari antikrist, bukan Roh Kudus. Dan apa yang menjadi praktek adanya roh jual beli di dalam gereja/di dalam ibadah?
Prakteknya:

  1. menjadikan bait ALLAH sebagai tempat untuk berjualan, di dalam injil Matius dan Markus mengatakan bait ALLAH menjadi sarang penyamun tetapi di dalam injil Yohanes dikatakan menjadi tempat berjualan.
    Yohanes 2 : 16, Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan."
    Tempat berjualan = pasar >>> menjadikan gereja/ibadah seperti pasar. Kita ini beribadah untuk ke surga atau untuk ke pasar? Jika kita ke pasar tentunya kita mencari barang yang murah >>> gereja dijadikan murahan/tempat yang murah. Ada orang yang baru masuk beribadah, sudah diberi kesempatan untuk berkhotbah >>> apalagi datang dengan mobil sedan yang bagus >>> segera ditawarkan untuk melayani >>> pelayanan dijadikan sesuatu yang murahan. Segalanya dijadikan murah dan bebas. Sekalipun mereka berkata, bahwa kami tidak memiliki roh jual beli di gereja, tetapi pdt Wijaya yang berjualan gambar tabernakel, v.c.d di gereja >>> kami tidak berjualan, hanya mengganti ongkos cetak saja. Bahkan seringkali kami menanggung biaya pengirimannya yang ternyata lebih besar daripada harga v.c.d itu.
    Kemudian ramai >>> gereja dibuat ramai dengan kesukaan-kesukaan daging/hiburan-hiburan daging ada di dalam gereja >>> sukacita tetapi tanpa Roh Kudus.
    Apa buktinya ibadah tanpa Roh Kudus? kalau kita bersukacita di dalam menyanyi, bersukacita dalam berkorban, tetapi di saat mendengarkan Firman >>> mengantuk, merasa ibadah terlalu lama >>> inilah tanpa Roh Kudus, hanya ramai-ramai saja. Inilah pasar >>> murah, bebas dan ramai. Kalau disimpulkan = tanpa tahbisan yang benar.Asal suka saja, yang penting suka datang >>> mari! wanita mau mengajar >>> silahkan! yang penting suka datang sekalipun tidak sesuai dengan Firman yaitu murah dan bebas.
  2. memperjual belikan binatang korban = menghina dan tidak menghargai Korban Kristus sehingga lupa akan pengampunan dosa. Dulu, binatang korban dan untuk sekarang sudah digenapi di dalam Korban Kristus.
    2 Petrus 1 : 9, Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.
    Karena lupa dosa-dosanya sudah diampuni, maka diperbuat lagi dan arti dari lupa akan pengampunan adalah jatuh bangun dalam dosa. Yang jatuh bangun dalam dosa/mengulang-ulang dosa itu seperti anjing dan babi; jika di pasar ada anjing dan babi pasti laris karena banyak dicari.
    Kalau anjing yang menjilat muntah = mengeluarkan perkataan-perkataan dosa/perkataan dosa yang dibicarakan dan juga perkataan-perkataan dusta yang sudah menjadi makanan sehari-hari. Sekalipun rajin ke gereja, tetapi untuk mencari untung Rp. 50,- sudah berdusta. Ibadah semacam ini tidak memiliki kekuatan untuk menghentikan dosa sebab tanpa Roh Kudus.
    Kalau babi = perbuatan-perbuatan dosa >>> sudah dimandikan, masuk kembali kekubangan.Inilah jatuh bangun dalam dosa.
    Inilah gereja yang bagaikan pasar/tanpa tahbisan yang benar, sebentar lagi akan muncul anjing dan babi >>> lupa akan pengampunan. Tanggung jawab kami/saya sebagai gembala. Kalau saya mendengar ada kejatuhan, maka saya segera jatuh tersungkur sebab saya bersalah lagi.
    Saya mau bersaksi >>> dulu waktu bpk.pdt In Juwono meninggal dunia, saya berada di balik pintu waktu peti dikeluarkan. Selama hidup baru satu kali itu saya menangis yang terlalu sangat karena salah satu penyebab dari kematian beliau adalah saya sebab sebagai guru sekolah Minggu saya belum setia. Saya pernah dicari oleh bpk. pdt In Juwono karena ada murid sekolah Minggu yang tertabrak dan terseret oleh mobil. Pdt In Juwono mencari guru sekolah Minggu yang pria, sebab yang pria hanya dua orang yaitu saya dan alm bpk. pdt Maskamin dan ada yang menjawab bahwa saya sedang berlibur. Saya menangis sebab saya yang menjadi salah satu penyebab dari meninggalnya bpk.pdt In Juwono. Sekarang setelah saya menjadi gembala, saya menangis lagi sebab menjadi penyebab dari kejatuhan jemaat. Saya belum bersungguh-sungguh dalam berdoa/masih terlalu banyak kesalahan.
    Inilah saudaraku! mari bersungguh-sungguh jangan sampai gereja itu menjadi pasar yang ada anjing dan babi dan ini sangatlah ngeri. Itu sebabnya tahbisan harus benar sekalipun mahal, sebab tahbisan yang benar itu mahal sehingga orang yang mau masuk itu menjadi ragu-ragu. Untuk mengepel gereja saja, syaratnya harus mengikuti tiga macam ibadah, sehingga banyak yang tidak mau, tetapi kalau sekali masuk, maka ia akan disempurnakan karena dibawa kepada pembangunan Tubuh Kristus. Sedangkan di gereja lain, tidak perlu masuk gereja, tetapi diijinkan untuk berkhotbah >>> murah. Itu sebabnya kita harus mempertahankan tahbisan yang benar supaya jangan ada anjing dan babi.
  3. hati terikat oleh roh jual beli, hati terikat akan keinginan pada uang/hati terikat akan keinginan jahat >>> 1 Timotius 6 : 10, Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
    Inilah hati yang terikat akan keinginan jahat/keinginan akan uang dengan praktek menjadi kikir/tidak dapat memberi terutama untuk pembangunan Tubuh Kristus dan juga tidak dapat memberi kepada sesama yang membutuhkan. Kikir ini selain tidak dapat memberi bahkan meminta-minta seperti Bartomius, sehingga tahbisannya menjadi buta dan tanpa arah ke pembangunan Tubuh Kristus, tidak ada perobekan daging. Sekalipun ia dapat membangun gedung gereja yang besar tetapi jika ada roh jual beli, maka arahnya akan ke Babel. Kita jangan memandang gedung gereja maupun jumlah sidang jemaatnya tetapi harus melihat pada tahbisannya, roh apa yang ada di sana.

Mari! ini adalah penyegaran kembali bagi Lempin-El yang menurut saya tentunya pengajarannya itu sama mulai dari angkatan pertama. Kalau istilah dari bpk.pdt Pong alm yang saya setir adalah ‘haram bagi Lempin-El untuk meminta’ baik untuk pembangunan gereja atau untuk apa saja. Memberi atau meminta itu bukan tergantung dari kaya/miskin tetapi tergantung pada hati itu terikat atau tidak. Itu sebabnya kita harus berhati-hati dengan roh jual beli, sebab kalau seorang hamba TUHAN memiliki hati roh jual beli, bagaimana dengan keadaan dari sidang jemaat, sebab jemaat sungguh-sungguh merupakan tanggung jawab kita sebagai gembala. Inilah yang namanya mengusir. TUHAN tidak mengusir secara perlahan-lahan >>> supaya sidang jemaat tidak lari dan juga bagi hamba-hamba TUHAN tidak mau datang lagi untuk berfellow-ship sebab Firman TUHAN sangat keras. TUHAN mengusir, sebab di taman Eden, manusia sudah pernah diusir dan sekarang kita perlu diusir dalam arti penyucian dengan tegas, keras, kasar dan yang sakit bagi daging/percikan darah (Markus 11)/sengsara bagi daging/penamatan daging, untuk ini, terserah apakah kita mau/tidak.

Kemudian, kalau sudah kikir pasti serakah dan ini berurutan >>> tidak dapat memberi, pasti mengambil/merampas. Jadi serakah itu berarti merampas hak dari orang lain terutama hak dari TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Sebagai contoh adalah Yudas. Dulu Yudas merampas uang persepuluhan/uang milik TUHAN >>> dalam bentuk uang, sehingga Yudas binasa seorang diri. Tetapi sekarang ini lebih kejam lagi sebab kikir, meminta-minta dan serakah ini berkembang dimana-mana dan ini sangatlah berbahaya, sebab yang diambil adalah kepercayaan TUHAN kepada seorang gembala untuk menerima persepuluhan. Itu sebabnya para gembala-gembala harus berhati-hati.

Saya seringkali berkata berulang-ulang >>> yang kita pertahankan bukan uangnya tetapi yang kita pertahankan adalah kepercayaan TUHAN sebab ini menyangkut makanan rohani. Ini adalah hal yang sangat serius, sebab jika seorang gembala sudah tidak dipercaya untuk menerima persepuluhan yang menjadi milik TUHAN, maka gembala tidak akan dipercaya makanan rohani yang adalah pembukaan Firman.

Mari! ini adalah cakar dari antikrist dalam bentuk roh jual beli yang sekarang ini sudah merajalela. Gereja dijadikan pasar >>> mau memakai baju apa saja, boleh melayani. Jika laki-laki dengan memakai rambut yang gondrong/panjang, juga boleh melayani/diijinkan melayani TUHAN. Saya ingat waktu bpk.pdt.In Juwono alm bercerita >>> ada seorang laki-laki yang datang kepada beliau dan ia ingin bermain musik tetapi dengan memakai rambut gondrong/panjang, katanya seperti TUHAN YESUS, tetapi beliau hanya menjawab dan ini adalah hikmat dari beliau >>> jangan meniru rambutNYA, tetapi tiru terlebih dahulu puasaNYA selama empatpuluh hari. Itu sebabnya saya katakan, sampai hari ini tidak ada seorang hamba TUHAN yang sekaliber/setara dengan beliau yang benar-benar luar biasa. Sebab kalau saya, tentunya saya sudah mengamuk.

Jika gereja sudah menjadi seperti pasar, maka terjadilah anjing dan babi dan juga terjadinya Yudas-Yudas >>> dari luar terlihat baik, tetapi yang ada hanyalah keserakahan dan kekikiran >>> tidak ada makanan Firman sehingga benar-benar tidak menuju kepada pembangunan Tubuh melainkan menuju kepada kebinasaan.

Ini yang menjadi koreksi bagi kita, apa yang harus disucikan yaitu roh jual beli yang harus disucikan.

Dan sekarang apa yang harus dirombak? Yohanes 2 : 19, 20,
19. Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."
20. Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"

Yang harus dirombak adalah bait ALLAH yang sudah dibangun selama empatpuluh enam tahun/angka 46.
Jadi bait ALLAH ini dibangun selama empatpuluh enam tahun >>> tidak ditambah dan juga tidak dikurang, sebab ini memiliki arti yang rohani yaitu:
4 = empat hukum di dalam loh batu yang pertama. Kita jangan salah, sebab tadi saya istilahkan dua loh batu yang mula-mula dan juga dua loh batu yang baru. Sekarang, empat hukum pada loh batu yang pertama ini yang mengatur hubungan manusia dengan TUHAN dan saudara dapat membacanya di dalam ktb Keluaran 20.
6 = enam hukum di dalam loh batu yang kedua ini yang mengatur hubungan kita dengan sesama. Empat hukum dan enam hukum dan ini yang benar.
46 = hukum taurat. Jadi yang harus dibongkar adalah *ibadah sistim taurat.
Ibadah sistim taurat itu adalah:

  • ibadah karena kebiasaan
  • ibadah karena peraturan sehingga
  • menjadikan hamba TUHAN dan sidang jemaat menjadi suam-suam/tidak panas dan tidak dingin sehingga dimuntahkan oleh TUHAN. Terutama sekarang ini, suam-suam itu terhadap Firman penggembalaan >>> seperti dahulu bangsa Israel suam dan muak terhadap manna yang setiap hari dicurahkan oleh TUHAN.

Suam-suam secara rohani ini berarti:

  • tidak setia di dalam ibadah pelayanan.
  • tidak berkobar-kobar lagi di dalam ibadah pelayanan bahkan.
  • muak terhadap Firman penggembalaan.

Sekarang ini ada banyak yang memakai istilah sebagai Kristen tamu. Dulu saya masih melayani di Bondowoso, ada salah satu menantu dari alm. bpk gembala saya di Bondowoso itu berkata Kristen tamu. Dan saya tidak mengerti dengan istilah Kristen tamu, ternyata itu berarti kalau tamu yang berkhotbah, maka banyak yang datang, tetapi kalau gembala yang berkhotbah maka sedikit yang datang >>> muak terhadap Firman penggembalaan. Sebagai anggauta sidang jemaat kita harus berhati-hati, tetapi juga sebagai gembala kita harus mengoreksi dan berusaha untuk memberikan Firman penggembalaan. Sidang jemaat yang datang sekarang ini >>> mari! mendukung dan mendoakan gembala saudara supaya kita benar-benar dapat menikmati Firman penggembalaan dihari-hari ini. Jadi yang harus dirombak adalah ibadah sistim taurat. Semoga kita dapat mengerti.

Kemudian angka 46 itu juga berarti **pada kebanggaan. Waktu YESUS mengatakan untuk merombak dan akan IA bangun kembali dalam tiga hari, maka orang-orang Yahudi itu berkata >>> dibangun selama empatpuluh enam tahun dan Engkau akan membangunnya dalam tiga hari >>> kebanggaan secara jasmani yang juga harus dirombak. Sekarang ini banyak sekali yang menjadi bangga dengan hal yang jasmani, itu sebabnya fellow-ship ini jangan sampai menampilkan hal yang jasmani sebab tidak ada gunanya sebab akan dirombak oleh TUHAN.
Kebanggaan secara jasmani:

  • mengutamakan hal yang jasmani lebih dari yang rohani.
  • sehingga mengabaikan hal yang rohani terutama mengabaikan pembukaan Firman, ini adalah penyebab adanya roh jual beli.
    Jika sidang jemaat keluar dari gereja, kemudian satu dengan yang lainnya bertanya >>> berkat apa yang kamu terima? Tidak ada lagi yang bersaksi tentang Firman, ini merupakan kewaspadaan bagi saya sebab ini merupakan gejala sudah membanggakan hal yang jasmani. Demikian juga di dalam fellow-ship, apa yang dibicarakan? Apa yang kamu dapatkan? Ini benar-benar berbahaya sebab antikrist dan roh jual beli sudah menjadi cakar karena sudah tidak mengutamakan lagi pembukaan Firman.

Satu lagi, angka 46 ini juga berbicara tentang ***sepuluh pengintai >>> ada duabelas orang pengintai, tetapi hanya dua pengintai yang membawa berita baik, sedangkan yang sepuluh lainnya membawa berita yang buruk >>>
Bilangan 13 : 27, 28, 31, 32,
27. Mereka menceritakan kepadanya: "Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya.
28. Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.
31. Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: "Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita."
32. Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: "Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.

Berita busuk ini membuat bangsa Israel menjadi tawar hati. Jadi angka 46/10 yang harus dirombak adalah membesar-besarkan pencobaan lebih daripada Firman. Banyak anak-anak TUHAN yang membesar-besarkan pencobaan sampai tidak mau ke gereja lagi; mungkin tidak secara terang-terangan seperti bangsa Israel, tetapi dalam praktek sehari-hari, seperti kesepuluh pengintai. Menghadapi pencobaan sudah lupa kepada Firman sehingga meminta bantuan dari orang lain dlsbnya. membesarkan pencobaan daripada Firman sehingga mengakibatkan tawar hati, kecewa, putus asa >>> tanpa iman, tanpa pengharapan dan tanpa kasih.

Mari sekarang ini yang harus disucikan dengan tajam pertama dan tajam yang kedua yaitu mendidik/mengubahkan yang akan memberikan karakter yang rohani. Lepaskan semuanya yang mengakibatkan kita menjadi suam-suam sehingga kita dapat tetap setia dan berkobar-kobar lagi di dalam pelayanan dan di dalam Firman penggembalaan.

Kemudian sistim taurat yang harus dibongkar yaitu:

  • kebanggaan-kebanggaan kepada hal yang jasmani dengan mengutamakan hal yang rohani/pembukaan Firman. Kita beribadah di mana saja >>> mari! utamakan yang rohani/pembukaan Firman. Demikian juga jika kita mau berfellow-ship, kita harus mengutamakan yang rohani/pembukaan Firman, jangan mengutamakan hal yang jasmani.
  • membesarkan pencobaan sehingga menyebabkan tawar hati. Kita harus membesarkan Firman lebih dari apapun juga. Sebab Firman berkuasa untuk menyelesaikan segala masalah/segala kemustahilan, sebab kemustahilan yang tertinggi adalah mengubahkan manusia menjadi sama dengan TUHAN >>> ini merupakan kemustahilan yang tertinggi, tetapi bisa terjadi, apalagi kalau hanya apa yang ada di bumi ini, pasti TUHAN tolong lewat Firman pengajaran Mempelai/Kabar Mempelai. Semoga kita dapat mengerti.

Kita jangan melepaskan dengan keluar dari pengajaran ini dan itu berarti seperti keluar dari bahtera Nuh. Dan jika hal ini yang terjadi, jangankan kesempurnaan, keselamatanpun belum tentu terjamin dan tidak terjamin. Itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh merombak dengan disucikan yang adalah pekerjaan dari pedang bermata dua dan berpegang pada Firman pengajaran. Semoga kita dapat mengerti.
2 Korintus 5 >>> ini adalah buli-buli emas yaitu perombakan dari manusia daging menjadi manusia yang rohani.

2 Korintus 5 : 1, 2, 6 – 8,
1. Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.
2. Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini,
6. Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan,
7. --sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat—
8. tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.

Kemah tanah liat/manusia daging harus dirombak menjadi manusia rohani seperti TUHAN YESUS dan awal dari keubahan/awal dari perombakan akan menghasilkan seorang hamba TUHAN/anak TUHAN yang tabah/tahan banting menghadapi apa saja. Bukan berarti saya ini tabah, sebab dulu saya juga hampir gagal yaitu waktu saya masih mengikuti pendidikan di Lempin-El dan TUHAN ijinkan saya tidak dapat makan dan juga tidak dapat minum. Sekarang ini mungkin banyak lulusan Lempin-El yang sudah tidak melayani TUHAN lagi, tetapi yang paling gagal adalah saya sebab mereka sudah tamat dari Lempin-El, sedangkan saya belum lulus tetapi sudah mau meninggalkan TUHAN karena saya marah kepada TUHAN. Tetapi saya masih beruntung, sebab TUHAN menolong saya dengan membawa saya ke kamar untuk berdoa sampai saya menjadi tabah dan berteriak seperti orang gila >>> ‘kalau besok, ada yang mau membayar seratus kali lipat dari gaji yang pernah saya terima, saya tetap memilih TUHAN sekalipun TUHAN tidak memberikan saya air minum dan juga tidak memberikan saya beras’. Dan pernyataan itu tetap saya pegang sampai hari ini.

Mari saudaraku! kita tabah/kuat hati, jangan menjadi rapuh di saat menghadapi pencobaan, tetapi hanya tetap berharap kepada kemurahan TUHAN dan jangan berharap kepada yang lain. Sekalipun mata kita ini melihat bahwa pencobaan itu semakin hebat, tetapi kita terus tabah/kuat hati. Dan juga di dalam membangun gereja dlsbnya, mari! tetap berharap kepada kemurahan TUHAN. Dan juga di dalam menghadapi pengajaran-pengajaran yang lain, tetap berpegang pada pengajaran yang benar yang sudah kita terima di Lempin-El.

Doa saya bersama sidang jemaat, angka ‘40’/penamatan daging, terutama untuk lulusan Lempin-El, setiap pagi kami berdoa untuk semua lulusan Lempin-El supaya angka ‘40’ >>> semuanya mengalami penamatan daging yang merupakan kerinduan saya di hadapan TUHAN dan juga kerinduan dari alm.bpk.pdt In Juwono dan juga alm.bpk.pdt Pong agar lulusan Lempin-El kembali kepada pengajaran yang sudah kita terima di bangku Lempin-El. Ini yang kami doakan sampai terselenggaranya ibadah persekutuan ini dengan tidak dibelokkan, tetapi kembali kepada apa yang sudah diilhamkan TUHAN kepada alm.bpk.pdt van Gessel. Jika ini benar-benar terjadi yaitu semua lulusan Lempin-El yang berada di mana saja, kembali kepada pengajaran yang benar yang sudah kita terima, maka akan terjadi ledakkan yang luar biasa di akhir jaman/akan mendekati kegerakkan hujan akhir. Semoga kita dapat mengerti.

Kita tetap tabah apapun risikonya, apapun yang dikatakan oleh orang, kita tetap berpegang pada pengajaran yang benar yang sudah menjadi pengalaman hidup kita. Ada yang merasa rugi karena menjadi lulusan Lempin-El? Tentu banyak yang berterima kasih kepada TUHAN untuk pengajaran ini dan semoga sampai hari ini, tetap berterima kasih kepada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Menghadapi dosa-dosa, kita tetap tabah hati sehingga kita tidak mudah tercemar dan ini adalah awal dari manusia rohani yang sudah mengalami tajamnya pedang penyucian, tajamnya keubahan hidup dan juga tabah dalam menghadapi pencobaan. Tetapi sesungguhnya di dalam menghadapi pencobaan, sayalah orang yang paling rapuh; tadi malam saya berkhotbah tentang nabi Nuh, dan juga tentang anak. Pulang dari kebaktian, saya berkata sesuatu kepada anak saya dan ia menangis, sehingga membuat saya tidak tahan. Saya berkhotbah tentang ketabahan tetapi sesungguhnya saya ini rapuh, sehingga saya berteriak kepada TUHAN >>> ‘tadi aku sudah menipu berapa ribu orang, aku menipu mereka’. Itu sebabnya sekarang ini saya meminta ampun kepada saudara sekalian. Sayalah orang yang rapuh, tetapi mari! dengan sabda ini kita semua jangan berputus asa, jangan tawar hati tetapi kita kembali menjadi orang yang tabah dan kuat hati.
Tabah hati, kalau disimpulkan >>> menghadapi apa saja, kita tetap mengandalkan kemurahan Hati TUHAN, kasih karunia TUHAN dan juga anugerah TUHAN. Kita tidak berharap kepada yang lain.

Jika kita tabah hati dan tetap berharap hanya kepada TUHAN saja, maka hasilnya:

  1. Kisah rasul 27 : 33, 34, 25,
    33. Ketika hari menjelang siang, Paulus mengajak semua orang untuk makan, katanya: "Sudah empat belas hari lamanya kamu menanti-nanti saja, menahan lapar dan tidak makan apa-apa.
    34. Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorangpun di antara kamu akan kehilangan sehelaipun dari rambut kepalanya."
    25. Sebab itu tabahkanlah hatimu, saudara-saudara! Karena aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan kepadaku.

    Hanya oleh kasih karunia (ay 24), mari! apapun yang terjadi, hanya kasih karunia TUHAN, kita menjadi tabah, sekalipun kita hanya seperti sehelai rambut di tengah gelombang yang dahsyat. Sehelai rambut, jangankan di tengah gelombang, di gedung ini saja, mari, cari sehelai rambut, tentunya sulit >>> semua harus merangkak untuk mencari sehelai rambut. Apalagi ditengah guguran bunga ini, tentunya sangat sulit untuk menemukan sehelai rambut.
    Mungkin ada seorang hamba TUHAN yang merasa bahwa saya hanyalah sehelai rambut sehingga tidak memiliki daya apa-apa, juga tidak ada orang yang memperhatikan/tidak dipandang, justru diremehkan dan berada di tengah gelombang yang dahsyat dan juga selama empat belas hari tidak makan. Saya baru sehari tidak makan, saya sudah mengamuk, tetapi ini ditengah laut dan selama empat belas hari tidak makan. Kalau selama empat belas hari tidak makan, tetapi berbaring di kasur, masih terasa nyaman, tetapi kalau di tengah laut yang bergelombang, tidaklah mungkin kita dapat tidur, kecuali YESUS dan Yunus yang dapat tidur. Mari saudaraku, mungkin TUHAN ijinkan berhari-hari kita tidak dapat makan dan juga semuanya serba sulit, tetapi kalau kita kuat dan teguh hati, maka TUHAN berkuasa, kasih karunia, anugerah TUHAN Yang akan melindungi dan memelihara kita secara ajaib di tengah-tengah gelombang yang dahsyat. Semoga kita dapat mengerti.
    Tadi tema kita tentang pembangunan Tubuh; angka ‘40’ ini untuk pembangunan Tubuh Kristus/dua loh batu yang baru. Dua loh batu yang mula-mula dipecahkan, sehingga terjadilah dua loh batu yang baru dan itu adalah pembangunan Mempelai yang harus mengalami perobekkan daging. Tetap bertahan pada anugerah TUHAN, jangan berharap kepada yang lain. Sehelai rambut di tengah lautan >>> jangan berharap kepada yang lain, tetapi kuat dan teguh hati dan hanya berharap kepada anugerah dan kasih karunia TUHAN.
  2. 1 Tawarikh 28 : 20, Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.
    Sudah ada ilham (ay 19) >>> sudah baik. Bagi lulusan Lempin-El sudah memiliki ilham >>> baik! Tetapi masih memerlukan satu hal lagi untuk penyelesaian pembangunan Tubuh Kristus yaitu kuat dan teguh hati. Dulu, sampai bait ALLAH yang dibangun oleh Salomo selesai dan untuk sekarang adalah pembangunan Tubuh Kristus selesai/Mempelai Wanita terbentuk.

Kuat dan teguh hati ini, bukan hanya sampai dilindungi oleh TUHAN. Memang keadaan kita sekarang ini, siapa yang merasa kuat di dunia ini? Pedagang? Merasa kuat? Semuanya hanyalah seperti sehelai rambut di tengah lautan dan ini berarti semuanya sulit. Tetapi yang satu-satunya menjadi harapan kita adalah kuat dan teguh hati dan hanya berharap kepada kemurahan dan belas kasihan TUHAN/tetesan Darah YESUS. Ini adalah hasil yang pertama.

Dan hasil yang kedua adalah sampai pembangunan Bait ALLAH selesai dibangun oleh Salomo yaitu pembangunan Tubuh Kristus selesai/Mempelai Wanita terbentuk dan TUHAN tetap menyertai kita dengan kasih karunia dan anugerahNYA, IA tidak akan membiarkan kita sampai kita dapat menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kalinya, kita akan bersama-sama dengan Dia.

Saya ulangi:

  • ilham sudah ada (ay 19)
  • kita sudah menerima pengajaran di Lempin-El,

Sekarang penetrapannya bukan pada otak >>> kesalahan kita adalah >>> lulusan Lempin-El ini hanya dalam mendapatkan sertifikat sehingga otak ini juga perlu diisi >>> tidak! Sesudah ilham (ay 20), bukan otak, tetapi ‘hati’ yang kuat dan teguh. Bagi yang sudah ragu dengan ilham >>> sudah ’40 thn’ >>> kembali! TUHAN tidak melihat otak, sebab kalau TUHAN memperhatikan otak, maka itu berarti TUHAN tidaklah adil sebab ada juga hamba TUHAN yang bukan seorang yang pandai, ada yang pandai. TUHAN tidak memandang pada kepandaian, tetapi TUHAN melihat hati.

Bagi kaum muda! Jika menginginkan masa depan selesai/berhasil, TUHAN hanya melihat kepada hati yang kuat dan teguh sehingga TUHAN akan menyelesaikan semuanya sampai terbentuknya Mempelai dan kita akan bersama-sama dengan Dia. TUHAN memberkati.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top