English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum (Minggu Pagi, 09 Maret 2008)
Tayang: 05 Agustus 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 12 Agustus 2007)
Tayang: 14 Juli 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 29 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 01 Juni 2008)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 08 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 02 September 2007)
Tayang: 07 November 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 07 Oktober 2007)
Tayang: 15 Februari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 02 Maret 2008)
Tayang: 15 Juli 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 21 Oktober 2007)
Tayang: 28 Maret 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 15 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 19 Agustus 2007)
Tayang: 12 Agustus 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 05 Agustus 2007)
Tayang: 18 Mei 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 04 November 2007)
Tayang: 15 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 09 Desember 2007)
Tayang: 20 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum
Tanggal: Minggu Pagi, 02 Desember 2007
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 16 Oktober 2011

Injil Matius 24: 3-44, berbicara tentang tujuh nubuat/tujuh tanda tentang kedatangan YESUS Yang kedua kali atau tanda tentang kiamat. Tujuh nubuat/tujuh tanda yang harus digenapi tentang kedatangan YESUS Yang kedua kali atau tentang kiamat yang akan menimpa bumi ini.

Kita mempelajari injil Matius 24 ini, supaya kita tidak masuk kiamat tetapi kita akan masuk dalam kemuliaan bersama dengan TUHAN.

Ketujuh nubuat itu adalah:
  1. nubuat tentang penyesat-penyesat --> ay 3-ay 5
  2. nubuat tentang bangsa-bangsa --> ay 6-ay 8
  3. nubuat tentang pencobaan atas anak-anak TUHAN --> ay 9-ay 14
  4. nubuat tentang antikrist --> ay 15-ay 25
  5. nubuat tentang kedatangan YESUS Yang kedua kalinya --> ay 26-ay 31
  6. nubuat tentang Israel --> ay 32-ay 35
  7. nubuat tentang penghukuman atas dunia pada saat kedatangan YESUS Yang kedua kalinya --> ay 36-ay 44
Kita masih mempelajari tentang nubuat yang kedua Matius 24: 6-8,
nubuat tentang bangsa-bangsa
Matius 24: 6-8
6. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.
7. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.
8. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

Ini adalah nubuat tentang bangsa-bangsa di dunia dan akan terjadi kegoncangan-kegoncangan yang melanda bangsa-bangsa di dunia yang membuat ketakutan, kegelisahan bahkan sampai mengalami kematian.

Ada tiga macam kegoncangan yaitu:
  • peperangan,
  • kelaparan dan
  • gempa bumi.
Kita masih mempelajari tentang GEMPA BUMI.
Kita membaca kembali Wahyu 6, dan jangan bosan-bosan membaca supaya menjadi peringatan bagi kita, sebab gempa-gempa sekarang ini belumlah sampai pada puncaknya yaitu gempa yang dahsyat yang menggoncang darat, laut dan udara --> Wahyu 16: 17-21,
17. Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: "Sudah terlaksana."
18. Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu.
19. Lalu terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya.
20. Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung.
21. Dan hujan es besar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia, dan manusia menghujat Allah karena malapetaka hujan es itu, sebab malapetaka itu sangat dahsyat.

Saya akan melanjutkan penjelasan tentang gempa ini, yang dahsyat yang mengakibatkan pulau-pulau dan gunung-gunung lenyap, berarti tenggelam dalam laut, ini gempa yang sangat dahsyat yang mengakibatkan gunung-gunung dan pulau-pulau lenyap atau tenggelam dalam laut, itu berarti, banyak orang yang mati/ banyak orang yang meninggal dunia. Itu sebabnya biarlah kita waspada.

Tetapi lebih dahsyat dari itu, adalah gempa secara rohani, sebab kalau gempa jasmani hanya membunuh tubuh manusia, tetapi lebih dahsyat dari itu adalah gempa secara rohani yang dikaitkan dengan Babel yaitu pengaruh dosa Babel yang membuat anak TUHAN atau hamba TUHAN lenyap bersama dunia bahkan tenggelam atau lenyap bersama dunia bahkan tenggelam di dalam lautan api dan belerang, neraka, berarti mengalami kebinasaan tubuh, jiwa dan roh.

Kita melihat pemicu dosa Babel ini, yang terdapat di dalam kitab
Wahyu 18: 2, Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

Jadi pemicu dosa Babel ada dua yaitu:
Roh najis --> roh najis itu selalu tersembunyi tidak mau dibuka, dan lebih celaka lagi roh najis ini disembuyikan dalam kemunafikan --> diluar nampak baik, suci tapi di dalam ada roh najis yang bersembunyi. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, dengan pemicu dosa Babel yaitu roh najis yang mengarah kepada dosa kawin-mengawinkan, dosa makan minum yang di mulai merokok, mabuk, narkoba sampai dosa kawin mengawinkan, dosa seks dengan berbagai ragam.

Roh jahat, akar kejahatan adalah cinta akan uang/ikatan akan uang. Kalau manusia itu terikat akan uang, maka manusia itu dapat berbuat apa saja, misalnya mendapatkan uang dengan cara tidak halal dan juga macam-macam cara kalau sudah ingin akan uang apa saja dapat ditempuh, ini yang bahaya saudaraku.

Praktek dari dosa Babel, yang menyeret dan menenggelamkan manusia termasuk anak TUHAN, hamba TUHAN dan langsung terjun di neraka, langsung tenggelam ke neraka --> Wahyu 21: 8, Tetapi (1)orang-orang penakut, (1)orang-orang yang tidak percaya, (3)orang-orang keji, (4)orang-orang pembunuh, (5)orang-orang sundal, (6)tukang-tukang sihir, (7)penyembah-penyembah berhala dan semua (8)pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Ada delapan dosa yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu:
  1. Kelompok pertama adalah dosa orang-orang penakut dan tidak percaya, atau bimbang = melawan kebenaran TUHAN yang dalam tabernakel menunjuk pada halaman.

  2. Kemudian yang ke dua yaitu keji, orang-orang keji, pembunuh itu benci, orang-orang sundal = melawan kesucian ALLAH yang di dalam tabernakel menunjuk pada ruangan suci.
    Orang keji, pembunuh = membenci,
    Orang-orang sundal = dosa seks,
    Tukang-tukang sihir = ramalan-ramalan, bagi kaum muda, berhati-hati dengan ramalan bintang, sebab itu termasuk sihir. Juga permainan-permainan setan, hati-hati, saudara jangan membaca buku-buku tentang setan-setan, lebih baik kita membaca alkitab dari Kejadian sampai Wahyu, kalau sudah habis baca lagi, dan nanti saudara akan mendapatkan hikmat dari TUHAN. Dari pada membaca tentang setan, nanti saudara akan mendapatkan hikmat dari setan.

    Penyembah-penyembah berhala --> kita harus berhati-hati, sebab ini termasuk penyembahan kepada uang/ penyembahan kepada mammon. Inilah orang yang terikat kepada uang.

    Praktek dari penyembahan kepada uang adalah:
    • kikir dan serakah. kikir tidak bisa memberi, serakah merampas hak orang lain di mulai hak TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus, juga hak orang lain termasuk korupsi itu termasuk penyembahan berhala.
    • juga penyembahan berhala, ini adalah segala sesuatu yang membuat kita tidak mengasihi TUHAN = tidak setia.
      Pada waktu ibadah yang lalu diterangkan bahwa Babel itu digambarkan sebagai pelacur = tidak setia.

    Penyembahan berhala
    :
    • tidak setia dalam ibadah pelayanan,
    • segala sesuatu yang menghalangi kita untuk mengasihi TUHAN = melawan kesucian TUHAN.

  3. dusta. Dusta ini melawan kemaha-sucian TUHAN = kesempurnaan TUHAN yang di dalam tabernakel menunjuk pada ruangan maha suci.
Akibatnya kehidupan itu tenggelam didalam lautan api dan belerang = mengalami kebinasaan tubuh, jiwa dan roh selama-lamanya. Ini sungguh-sungguh merupakan gempa yang sangat dahsyat dan nanti, akan terjadi gempa secara rohani yang melanda anak TUHAN, hamba TUHAN = dosa Babel yang dipicu oleh roh jahat, roh najis. Semoga kita dapat mengerti.

Kita kembali ke Wahyu 17: 1, 2, 15,
1. Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
2. Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya."
15. Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

Sebenarnya di bumi ini hanya ada dua bangsa yaitu bangsa Israel yang merupakan umat pilihan TUHAN dan yang kedua adalah bangsa kafir bagaikan air laut yang bergelombang yang diduduki/dikuasai oleh Babel. Jadi Babel ini menguasai bangsa kafir = duduk diatas air yang banyak, air laut yang bergelombang. Kita bandingkan Yesaya 17 supaya lebih jelas ayatnya.

Yesaya 17: 12,13
12. Wahai! Ributnya banyak bangsa-bangsa, mereka ribut seperti ombak laut menderu! Gaduhnya suku-suku bangsa, mereka gaduh seperti gaduhnya air yang hebat!
13. Suku-suku bangsa gaduh seperti gaduhnya air yang besar; tetapi TUHAN menghardiknya, sehingga mereka lari jauh-jauh, terburu-buru seperti sekam di tempat penumbukan dihembus angin, dan seperti dedak ditiup puting beliung.

Inilah nasib bangsa kafir yang bagaikan ombak lautan, ombak lautan bebas
tetapi diduduki oleh perempuan Babel menduduki lautan yang bebas, lautan yang bebas itu menunjuk kepada bangsa kafir, yang mau dikuasai Babel untuk ditenggelamkan dalam lautan api dan belerang lewat dosa-dosa Babel.

Bagaimana caranya supaya bangsa kafir yang bagaikan lautan bebas/lautan bergelombang ini tidak diseret oleh dosa Babel = tidak terkena gempa secara rohani/tidak binasa dineraka? caranya adalah air yang bergelombang/air yang banyak/ air yang bebas itu harus dibendung. Memang sifat dari bangsa kafir adalah selalu menuntut kebebasan bahkan dalam ibadah pelayanan tidak mau dibendung, mau bebas seperti lautan bebas.

Yohanes 2: 6,7
6. Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
7. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh.

Inilah saudaraku supaya bangsa kafir tidak diduduki oleh Babel = tidak diseret oleh Babel/tidak ditenggelamkan dalam lautan api belerang, maka kita jangan mau bebas, tetapi kita/bangsa kafir/air harus dimasukkan kedalam tempayan = bangsa kafir harus dimasukkan dalam tempayan penggembalaan.

Kita sering salah dengan mengatakan "jangan tergembala nanti tidak bisa melayani, nanti tidak bisa ini, tidak bisa itu, kita diikat, kita dibatasi", salah!! Sebab di dalam penggembalaan, bukan pelayanannya yang dibatasi, tetapi yang dibatasi adalah dagingnya supaya jangan bebas, jangan liar supaya tidak diduduki oleh perempuan Babel.

Di dalam Yohanes 2 hanya ada enam tempayan, kita dapat membayangkan, air laut yang begitu banyak , hanya disediakan enam tempayan, padahal jumlah bangsa kafir seperti air laut yang bebas.

Apa artinya hanya ada enam tempayan? Artinya, tidak semua bangsa kafir mau tergembala, hanya kehidupan bangsa kafir yang mendapat kemurahan dan dipilih oleh TUHAN, itu yang mau tergembala.

Mari! di hari-hari ini kita sungguh-sungguh dan jangan sampai membiarkan daging bebas, sebab begitu daging itu bebas = tidak tergembala, ia akan diduduki oleh Babel/tenggelam dalam lautan api. Itu sebabnya kita harus tergembala yang mulai dari saya sebagai seorang gembala, harus tergembala, imam-imam, pelayan-pelayan TUHAN, harus tergembala supaya kita tidak diduduki oleh Babel.

Syarat tergembala yang sudah selalu kita bahas secara sederhana yaitu:
  • kandang, orang yang tergembala, harus memiliki kandang penggembalaan.
    kandang secara jasmani itulah:
    • gereja = masing-masing harus memiliki gereja,
    • organisasi gereja. Mulai kami hamba TUHAN harus mempunyai organisasi yang legal di Indonesia, domba-domba/sidang jemaat juga harus mempunyai organisasi gereja. Kita disini GPT Gereja Pantekosta Tabernakel Kristus Kasih. Jemaat Kristus Kasih harus tergembala, paling sedikit saat saudara mau menikah tidak sulit. Banyak orang yang mau menikah, tidak tahu hamba TUHAN itu siapa, yang penting saya dinikahkan. Bahkan waktu mati, banyak orang yang menolak, hamba TUHAN juga banyak di tolak, sebab mereka tidak mengetahui dari organisasi mana almarhum ini. Saya selalu diajar oleh pdt Pong alm --> kalau orang lain tidak mau melayani, kita yang melayani.

    Tetapi lebih penting dari itu adalah kandang secara rohani, kandang secara rohani itulah ruangan suci dengan tiga macam alat di dalamnya yaitu:
    • Pelita Emas, untuk sekarang artinya ketekunan dalam kebaktian umum/ibadah raya.
    • Meja roti sajian, untuk sekarang adalah ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci.
    • Medzbah Dupa sekarang ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.

    Inilah tergembala bagaikan air dimasukkan ke dalam tempayan, sehingga tidak bisa diduduki lagi oleh perempuan Babel. Semoga kita dapat mengerti.

  • harus bisa makan Firman penggembalaan. Firman penggembalan itu Firman yang dobel seperti dulu ketika bangsa Israel makan manna satu hari satu gomer, tetapi hari ke-enam dua gomer = dobel.
    Hari ke-enam itu adalah akhir zaman, jadi di akhir zaman, harus makan Firman penggembalaan yang dobel. Pertama, Firman penginjilan, tetapi juga harus ada Firman pengajaran, sesudah kita menerima penginjilan = sudah percaya kepada YESUS = sudah selamat, harus dilanjutkan dengan Firman pengajaran/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua untuk memutuskan ikatan Babel. Semoga kita bisa mengerti.

    Kalau bebas --> secara tidak sadar banyak pelayan-pelayan TUHAN yang tidak tergembala, dan nampaknya dipakai oleh TUHAN, tetapi sesudah itu banyak yang jatuh, sebab diduduki oleh Babel. Ini bahaya besar. Semoga kita dapat mengerti.
Hasil dari penggembalaan adalah:
  1. tidak dapat diduduki oleh Babel/tidak dapat dikuasai oleh Babel, kalau air sudah masuk tempayan.
  2. mengalami mujizat dari TUHAN, kita mengalami mujizat dari TUHAN kalau kita berada di dalam penggembalaan, diluar penggembalaan kita tidak bisa mengalami mujizat. Dari lautan yang luas hanya enam tempayan, banyak bangsa kafir yang tidak mau tergembala seperti pohon ara ditanam di tepi jalan, tidak di tanam di Bait Allah tapi di tanam ditepi jalan sehingga tidak berbuah, daunnya banyak = pelayanannya banyak dan tidak mau dibatasi. Banyak, tetapi tidak pernah berbuah, sehingga dia dikutuk dan binasa.
Yohanes 2: 8-10
8. Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya.
9. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu—dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya --ia memanggil mempelai laki-laki,
10. dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."

Ayat 9 --> "Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur dalam tempayan/penggembalaan terjadi mujizat yaitu air menjadi anggur.

Tetapi belum cukup hanya sampai ditempayan/ sudah tergembala --> ini sudah baik, sebab kita tidak diduduki oleh Babel. Sudah baik, tetapi masih perlu ayat 8 yaitu --> cedok. Dari lautan luas, hanya dipilih enam tempayan; dipilih itu berarti mendapat kemurahan TUHAN untuk bisa tergembala.

Ini merupakan doaku selalu sebagai gembala, jangan puas hari minggu banyak yang datang yang datang, bagaimana waktu bible study/pendalaman alkitab. Waktu ibadah doa penyembahan, berapa yang tergembala? Ini pergumulan saya setiap hari. Sebab banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih.

Baik! sudah masuk penggembalaan, masih di cedok. Mencicipi itu umumnya memakai sendok. Jadi, dari enam tempayan, cuma disendok. Ini sungguh-sungguh ngeri dihari-hari ini, sudah dipilih/mendapat kemurahan, tetapi masih di pilih lagi, untuk apa saudaraku?

Dari kehidupan yang tergembala, tetapi masih terjadi pemisahan/pemilihan/ dicedok. Dari enam tempayan dicedok, dicedok satu-satu = hanya kehidupan yang dipilih/hanya kehidupan yang mendapat kemurahan TUHAN dan dipilih dalam sistem penggembalaan mengalami keubahan hidup bagaikan dari air menjadi anggur. Mengalami mujizat terbesar itulah keubahan hidup yaitu dari air menjadi anggur, jadi jangan sombong kalau sudah masuk dalam kandang penggembalaan. Saya juga sebagai gembala sudah berada di dalam kandang penggembalaan, domba-domba sudah berada di kandang penggembalaan, tekun dalam tiga macam ibadah jangan sombong, sebab tidak semua berubah/tidak semua mengalami mujizat --> hanya satu sendok yang dicedok = hanya kehidupan yang mendapat kemurahan TUHAN dan dipilih oleh TUHAN dalam sistem penggembalaan/dalam kandang penggembalaan yang akan mengalami mujizat terbesar yaitu keubahan hidup dari air menjadi anggur.

Yang lain, banyak yang justru ibadahnya merupakan ibadah kebiasaan. Disebutkan disitu ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi --> kebiasaan. Sekarang ini banyak ibadah-ibadah yang tidak berubah sebab ibadahnya kebiasaan = tidak mengutamakan Firman.

Ibadah kebiasaan, ini hanya menonjolkan yang jasmani sehingga tidak mengutamakan pembukaan Firman TUHAN, tetapi kalau yang dipilih adalah kehidupan yang mengutamakan pembukaan Firman, sehingga kehidupan itu yang bisa mengalami mujizat, dan nanti akan dibedakan.

Jadi, dicedok terlebih dahulu = kehidupan yang mendapat kemurahan TUHAN dan dipilih oleh TUHAN untuk mengalami mujizat terbesar yaitu:
  • kehidupan yang mengutamakan pembukaan Firman,
  • mau makan Firman dengan bebas sehingga dagingnya dibatasi sehingga kehidupan itu dapat berubah dan dagingnya dibatasi sehingga dia bisa mengalami mujizat.
Tetapi banyak kehidupan yang sudah tergembala, tetapi tidak mengalami mujizat, tidak mengalami air jadi anggur, air tetap air, sejak dulu tetap air untuk cuci tangan cuci kaki, sejak dulu adat istiadat, sebab ibadahnya hanya kebiasaan rutinitas, kebiasaan, hanya menonjolkan perkara-perkara jasmani, tidak mengutamakan pembukaan Firman.

Inilah kehidupan yang tidak mengutamakan pembukaan Firman, tidak makan Firman dengan bebas tetapi penuh dengan ikatan = diikat waktu sehingga ibadahnya hanya kebiasaan. Ada kesegaran/ada air, tetapi kesegaran dunia. Kalau tidak ada Firman TUHAN, maka kesegaran apa-pun didunia ini, atau kesegaran apapun yang kita alami tetapi tanpa pembukaan Firman, maka itu adalah kesegaran dunia, kesegaran daging.

Kalau ada pembukaan Firman, kita merasa segar dan itu adalah kesegaran surga. Bukan hanya segar, tetapi manis = keubahan hidup.

Mari jangan tertipu ibadah-ibadah kebiasaan/segar, kelihatan ada air tetapi air dari dunia, kesegaran dunia itu merupakan kesegaran tanpa pembukaan Firman. Semoga kita bisa mengerti.

Saudaraku, kalau kesegaran dari dunia hanya berupa air --> segar! tetapi tidak masuk pesta nikah = air tidak bisa masuk pesta nikah, hanya air anggur yang bisa masuk pesta nikah = keubahan dan kesegaran itu yang masuk pesta nikah.

Apa yang harus diubahkan dari bangsa kafir ini?
  1. Yohanes 2: 3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."

    Kekurangan, tetapi sudah disebut kehabisan --> kekurangan menjadi kehabisan.
    Inilah tabiat yang harus diubahkan terutama dari bangsa kafir adalah tabiat yang bernama kuatir. Kuatir ini sama dengan penakut dan bimbang yang akan menenggelamkan manusia ke dalam lautan api dan belerang.

    Tabiat yang harus diubah adalah air menjadi air anggur, mulai dari tabiat kuatir yaitu:
    • hidup sehari-hari,
    • kuatir masa depan,
    • takut dan bimbang sehingga dia tidak bebas melayani TUHAN, beribadah tetapi terus merasa kuatir sehingga tidak bebas dalam melayani TUHAN, ini nerupakan kesalahan yang fatal.

    Tetapi kalau kita mau tergembala, disitulah kita menyerahkan kekuatiran kepada TUHAN --> 1 Petrus 5: 7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

    Mari, saya juga termasuk bangsa kafir, tetapi kalau kita sudah tergembala, mari berusaha dengan memohon kepada TUHAN ?
    • TUHAN, cedoklah saya, kalau tadinya kita berada di lautan bebas, tetapi sudah dimasukkan dalam tempayan. Puji TUHAN, terima kasih TUHAN untuk kemurahan pilihan-Mu sehingga saya dapat tergembala dengan baik,
    • Tetapi sesudah tergembala, mari TUHAN, cedoklah saya, ubahkanlah saya/ dari air menjadi air anggur mulai dari tabiat kuatir, penakut, bimbang itu kita serahkan kepada TUHAN sehingga kita dapat menyerah sepenuh kepada TUHAN, dan TUHAN Gembala Agung yang memelihara kita dan ini sudah dibuktikan, bukan teori.

    Waktu bangsa Israel berada di padang gurun sehingga mereka tidak dapat menabur dan juga tidak dapat menuai, tetapi TUHAN sebagai Gembala memelihara secara langsung dan ini sudah dibuktikan, bukan teori tetapi sudah dibuktikan --> Israel tidak menabur dan juga tidak menuai, mereka hanya beribadah, dan TUHAN sebagai Gembala mampu untuk memelihara kebutuhan mereka sehari-hari dan juga masa depan dan untuk sekarang berarti, TUHAN mampu memelihara hidup kita sehari-hari, masa depan sampai jaman antikrist, dimana dunia ini sungguh-sungguh dikuasai oleh antikrist,

    Tiga setengah tahun kita dipelihara oleh Gembala Agung/ kita dipelihara oleh TUHAN. Mungkin banyak yang belum percaya, dengan mengatakan bahwa saya hidup dari gaji, tetapi saya berdoa. Semoga saudara bisa percaya, sebab kalau saudara berpendapat bahwa sekarang saudara hidup dari gaji, dari ijasah, nanti di jaman antikrist, dia akan betul -betul menderita, betul-betul dia akan dicakar oleh antikrist. Itu sebabnya biarlah mulai sekarang, kita menyerahkan hidup kepada TUHAN, dan juga menyerahkan segala kekuatiran.

    Mari, saudaraku, sungguh-sungguh:
    • jangan takut,
    • jangan bimbang,
    • jangan kuatir yang menghalangi kita untuk beribadah kepada TUHAN tetapi mari, kita utamakan ibadah pelayanan = orang yang menyerahkan kekuatiran, dan juga orang yang menyerahkan hidup kepada TUHAN, sehingga dia mengalami pemeliharaan TUHAN. Semoga kita bisa mengerti.

    Ini yang tabiat pertama yang harus diubah.

  2. Yohanes 2: 5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"

    Taat dengar-dengaran, tabiat dari bangsa kafir tidak taat, selalu memberontak dan juga durhaka dan ini yang harus diubah. Bangsa kafir, yang tidak taat dan suka memberontak harus diubah menjadi taat dengar-dengaran = air menjadi air anggur.

    Pemimpin pesta ini sudah bingung sebab kekurangan air anggur, kemudian pelayan-pelayannya datang dengan membawa air, dan diperintahkan untuk mencedok --> cedok! bawalah kepada pemimpin pesta.
    Kita dapat membayangkan, yang dibutuhkan air anggur, tetapi diperintahkan untuk mencedok dan membawa air kepada pemimpin pesta, ini sungguh-sungguh beresiko besar sebab dapat kehilangan pekerjaan (di phk).

    Mari, suadaraku, kita taat dengar-dengaran sekali-pun mungkin ada ancaman akan di phk --> jangan takut! Asal kita taat dengar-dengaran, maka TUHAN Yang akan membela kita.
    YESUS taat sampai mati di kayu salib, mungkin secara manusia kita mengatakan --> Juru Selamat, tetapi mati, namun ALLAH membangkitkan, dengan ketaatan, ALLAH membangkitkan, meninggikan = mengalahkan musuh-musuh.

    Taat dengar-dengaran dengan resiko apapun yang harus kita alami dan ini di mulai dalam nikah. Sebagai seorang suami harus taat dengan mengasihi istri, sekali-pun istrinya itu cerewet luar biasa. Sebaliknya sebagai seorang istri yang mau taat kepada Firman dengan tunduk kepada suami sekali-pun suaminya itu bengis, sedikit-sedikit memukul, bagaimana saya dapat tunduk? Harus! Tunduk dengan resiko apapun.

    Kalau kita taat dengar-dengaran, maka akan ada kuasa kemenangan dari TUHAN untuk mengalahkan musuh-musuh (Filipi 2: 8- 10) ada kuasa kemenangan dari Tuhan atas musuh-musuh.

    Sekali-pun suami itu bengis, tetapi sebagai istri, kita tunduk, maka nanti suami itu akan dimenangkan; kalau istri begitu cerewet dan suka melawan, tetapi sebagai suami, kita mengasihi dia, maka nanti istri itu akan dimenangkan. Jangan suami yang berusaha untuk memenangkan istri dengan menghajarnya biar kapok --> jangan! biar kuasa TUHAN Yang bekerja. Sebab kalau suami berusaha untuk memenangkan istri dengan menghajarnya, maka ia tetap akan memberontak.

    Kemudian di dalam ibadah pelayanan, sekali-pun ada halangan untuk masuk dalam tiga macam ibadah, tetapi kalau itu merupakan perintah TUHAN, maka kita harus melakukannya = taat dengar-dengaran sampai kita mendapatkan kuasa kemenangan dari TUHAN. Semoga kita bisa mengerti.
    Mari, sebagai bangsa kafir yang mungkin masih berada di lautan bebas, harus berhati-hati, sebab gempa bisa datang, sehingga dapat diduduki oleh Babel. itu sebabnya, mohon kepada TUHAN, agar TUHAN memilih aku, tolonglah aku dengan kemurahan-Mu agar dapat masuk ke dalam tempayan/ke dalam penggembalaan, itu sudah cukup bagiku.

  3. Yohanes 2: 9, Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu -- dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki,

    Ayat 9 --> "Setelah pemimpin pesta itu mengecap air" --> mengecap = menjilat.

    Mencicipi itu dengan lidah/bibir. Jadi, lidah harus diubahkan. Lidahnya dari bangsa kafir hanya menjilat muntah; maafkan, bangsa kafir hanya seperti anjing. Kalau tidak taat, akan masuk dosa-dosa Babel dan itu seperti anjing yang hidupnya keji, dan juga seperti sundal. Semoga kita dapat mengerti.

    Lidah yang menjilat muntah = kata-kata dusta, sebab keahlian dari bangsa kafiradalah dusta yang merupakan dosa yang otomatis, lebih otomatis dari senjata api apapun didunia. Sekali-pun senjata api itu otomatis, tetapi masih harus dikokang dan diisi dengan peluru, baru otomatis.

    Selain berdusta, juga suka memfitnah dan lain-lain, inilah lidah menjilat muntah harus diubah menjadi lidah yang menjilat roti, menjilat air anggur, roti itu Firman, air anggur itu pesta Mempelai = Firman Mempelai.

    Markus 7: 27-30
    27. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
    28. Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
    29. Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."
    30. Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

    Inilah perempuan kafir yang datang kepada TUHAN karena anaknya dirasuk setan dan tidak dapat disembuhkan oleh siapapun = sudah mustahil.
    Dia datang kepada TUHAN, dan memohon belas kasihan --> 'kasihanilah aku, tolonglah aku' = mohon belas kasihan kepada TUHAN supaya ditolong, tetapi Tuhan menjawab: 'tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan memberikan kepada anjing'.
    Bangsa kafir seperti anjing yang lidahnya hanya menjilat muntah, tetapi perempuan ini berkata 'benar TUHAN' = memang kami najis, tetapi sekarang kami rindu menjilat roti.

    Mari, saudaraku! lidah yang menjilat muntah dibaharui menjadi lidah yang menjilat roti/Firman, menjilat air anggur untuk pesta Mempelai. Jadi menjilat roti = menjilat air anggur = kita dapat menikmati Firman Mempelai/Firman pengajaran Mempelai dalam terang tabernakel.

    Inilah nasib dari bangsa kafir yang membutuhkan Firman Mempelai, sebab jelas nikah dan buah nikahnya hancur, tidak tahu suaminya ada dimana, dan anaknya dirasuk setan sehingga istrinya yang mengantar/ ibunya yang mengantar/ibunya yang berjuang. Bangsa kafir sangat membutuhkan Firman Mempelai --> 'benar TUHAN'. Ini yang disebut kata-kata iman.
    Kalau kita bisa menikmati Firman mempelai, Firman menjadi iman akan menghasilkan kata-kata iman --> 'benar TUHAN' inilah kata-kata iman. Sebab disebutkan oleh TUHAN --> 'karena kata-katamu, pergilah sekarang' sebab setan itu sudah keluar dari" kata-kata iman.
Kata-kata iman ini apa, kata-kata iman ini adalah:
  • orang yang bisa menikmati Firman Mempelai,
  • bisa menjilat menikmati Firman Mempelai, menjilat roti menjilat air anggur, menikmati Firman Mempelai sekarang ini sehingga dia memiliki kata-kata iman, lidahnya berubah dari kata sia-sia menjadi kata-kata iman.

    Jadi, kata-kata iman itu adalah membenarkan Firman dan menyalahkan diri sendiri/mengaku dosa kepada TUHAN, bukan mengkritik sebab kalau kita mengkritik, maka tidak akan ada kata-kata iman tetapi kata sia-sia, seperti: mana bisa, tidak bisa itu, tidak mungkin sebab tidak logis, itu bukan kata-kata iman, tetapi kata sia-sia = tetap anjing, tetap tidak berubah.

    Ibu tadi sekalipun anaknya yang sakit tetapi dia berkata: ' tolonglah aku, aku = mengaku. Mari bagi para orang tua, saya termasuk orang tua juga, saya punya anak, kalau anak dalam masalah, dalam kesulitan, jangan langsung dipukul, tetapi periksa diri seperti ibu tadi, tolonglah aku, aku yang salah. Semoga kita dapat mengerti.

    Kemudian kata-kata iman yang kedua, adalah kata-kata yang sesuai Firman, tidak ada dusta lagi. itu kata-kata iman. Ini adalah orang berubah dari air menjadi air anggur = tabiat berubah, tidak ada kekuatiran, tidak ada pemberontakan, durhaka menjadi taat dan lidah juga harus berubah ada kata-kata iman, apapun masalah kita, ini sudah mustahil, anak dirasuk setan, siapa yang dapat melawan setan?mustahil! itu sebabnya dibutuhkan kata-kata iman.

    Satu lagi kata-kata iman adalah iman/percaya dan mempercayakan diri kepada TUHAN = tidak berharap lain, hanya berserah, hanya berharap kepada TUHAN tidak kepada yang lain.

    Mungkin dia sudah bawa ke orang lain, tetapi tidak bisa sembuh, dia bawa kepada TUHAN, yang merupakan harapan terakhir, sebab sudah tidak ada yang lain.

    Sekarang ini mungkin kita mengalami banyak masalah, sudah lewat ini lewat itu tetapi mengapa jalan masih buntu? TUHAN menunggu kata-kata iman yaitu 'tolonglah aku', TUHAN sebab hanya TUHAN yang dapat menolong --> kata-kata iman, percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada TUHAN.
    Kalau dari pihak kita ada kata-kata iman, maka dari pihak TUHAN akan ada belas kasihan TUHAN. Jadi, kata-kata iman ditambah belas kasihan TUHAN, akan menghasilkan mujizat dari yang tidak mungkin menjadi mungkin. Anaknya sudah dirasuk setan, siapa yang dapat menyembuhkan orang yang dirasuk setan? tidak mungkin ada, kecuali TUHAN.

    Sekarang ini mungkin ada yang tidak mungkin di dalam hidup, sekian tahun kita mungkin berada di lautan bebas/daging ingin bebas, marilah datanglah dan masuk di tempayan/penggembalaan dengan sungguh-sungguh.

    Sesudah berada di dalam tempayan sekian tahun, mengapa tidak mengalami mujizat/tidak ada pertolongan TUHAN, semuanya terasa hambar sebab hanya air = tidak ada rasa manis.

    Mari, periksa:
    • adakah keubahan hidup,
    • adakah kita sudah dicedok,
    • adakah tabiat kuatir sehingga tidak mengutamakan TUHAN.
    • adakah tabiat yang tidak taat sehingga masih suka memberontak sehingga kita kalah terus dan juga tidak ada kuasa kemenangan
    • dan satu lagi sebagai penentu yang terakhir, adakah kata-kata iman, atau masih kata sia-sia, berubahlah sekarang ini.

    Sebagai bangsa kafir, saya mengaku inilah kelemahan dengan lidah ini yang banyak berkata sia-sia dan bukannya kata-kata iman, tetapi kalau sekarang ini ada kata-kata iman, maka TUHAN akan datang dengan belas kasih, iman ditambah belas kasih menghasilkan mujizat dari yang mustahil menjadi tidak mustahil.

    Satu lagi, selain kata-kata iman juga ada perbuatan iman --> 1 Raja-Raja 17: 12,13, 15,16,
    12. Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
    13. Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
    15. Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
    16. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

    Ayat 12 --> inilah janda Sarfat /bangsa kafir yang kuatir dengan mengatakan bahwa kami akan mati.

    Ayat 13 --> "Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut," --> jangan takut, jangan bimbang, jangan kuatir.
    "
    tetapi buatlah lebih dahulu bagiku" --> untuk TUHAN terlebih dahulu, jangan untuk kita terlebih dahulu.

    Ayat 15 --> ini perbuatan iman, mempercayakan diri sepenuh kepada TUHAN, lewat perbuatan.

    O puji TUHAN, selain kata-kata iman, ada keubahan lidah, tetapi juga ada perbuatan iman.

    Perbuatan iman adalah:
    • perbuatan dalam kebenaran sesuai dengan Firman,
    • mengutamakan TUHAN lebih dari segala sesuatu, lebih dari hidupnya sendiri. Janda ini mempunyai segenggam tepung sedikit ini, dan dia berkata: kalau aku membuat roti untuk-ku, untuk anak-ku, kemudian mati. Tetapi sekarang Firman TUHAN datang, kamu boleh membuat itu, tetapi untuk TUHAN terlebih dahulu. Untuk nabi terlebih dahulu, sebab ia merupakan utusan TUHAN. Banyak kali kita memakai logika sehingga berkata bahwa Firman ini keterlaluan, dan seringkali terjadi seperti itu.

    Mari, dua hal ini yang ditunggu dari bangsa kafir yang bagaikan lautan bebas, daging ini jangan mau bebas, tetapi masuk tempayan/tergembala dan bertekun dengan sungguh-sungguh mengutamakan Firman, sehingga perbuatan kita diubahkan, lidah diubahkan dengan hanya berkata kata-kata iman, juga ada perbuatan iman, sehingga kita mengalami mujizat demi mujizat dari TUHAN yaitu dari yang mustahil menjadi tidak mustahil, dari yang tidak ada menjadi ada. Terus menerus mengalami mujizat sampai kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia.
Mari, saudaraku, jika ada iman, pasti akan ada belas kasihan, ada kasih karunia dan anugerah TUHAN.

Wahyu 22: 20,21
20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
21. Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

Ayat 20 --> "Ya, Aku datang segera!" --> ini merupakan kesiapan dari TUHAN YESUS, bagaimana dengan gereja TUHAN?

"Amin," --> kata-kata iman dan perbuatan iman.

"datanglah, TUHAN YESUS!" --> Datanglah, apa yang datang? Kalau ada iman maka belas kasihan TUHAN Yang datang untuk mengangkat kita nanti di awan-awan yang permai, ini mujizat terakhir dan yang terbesar sebab kita akan diubahkan menjadi sama mulia dengan TUHAN YESUS/menjadi Mempelai Wanita.

Kita tidak salah lagi dalam perkataan dan hanya menyembah TUHAN --> Wahyu 19: 6,7,
6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak terus, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
7.Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Itulah hanya suara Haleluyah, sudah tidak salah dalam perkataan, dan kita menjadi sempurna seperti TUHAN.

Mari dimana ada kata-kata iman, perbuatan iman, disitu ada belas kasihan TUHAN untuk mengadakan mujizat baik secara jasmani, mau-pun mujizat secara rohani sampai kita menjadi sama dengan YESUS dan siap menyambut kedatangan-Nya Yang kedua kali.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 11-12 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top