English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 04 September 2007)
Tayang: 14 November 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa Sore, 01 April 2008)
Tayang: 04 November 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 15 April 2008)
Tayang: 17 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 27 November 2007)
Tayang: 02 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa Sore, 13 November 2007)
Tayang: 31 Juli 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 29 April 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 18 Desember 2007)
Tayang: 04 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 13 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 08 April 2008)
Tayang: 12 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 04 Maret 2008)
Tayang: 15 Juli 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 31 Juli 2007)
Tayang: 22 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 18 Maret 2008)
Tayang: 12 Agustus 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa
Tanggal: Selasa, 05 Februari 2008
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 29 Maret 2012

Kita masih membahas Matius 24: 15-25 nubuat tentang antikrist.

Terlebih dahulu kita akan membaca Matius 24: 15, "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel --para pembaca hendaklah memperhatikannya—

Ya inilah nubuat yang ke empat yaitu tentang antikrist, yang di dalam ktb Daniel, antikrist ini tampil sebagai pembinasa keji, sedangkan dalam 2 Tesalonika, antikrist tampil dalam kemurtadan, kedurhakaan, dan di ktb Wahyu 13, antikrist tampil sebagai binatang buas yang sekarang ini masih akan kita pelajari.

Wahyu 13: 1, 2
1. Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
2. Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.

Jadi dalam Wahyu 13, antikrist ini tampil sebagai binatang buas yang keluar dari dalam laut; pada beberapa kebaktian yang lalu, kita sudah mendengar, dalam (perj. lama ktb Kejadian), TUHAN menciptakan ikan-ikan di dalam laut yang dikuasai oleh manusia, tetapi dalam ktb Wahyu 13, terjadi perkembangan yang dahsyat, ikan-ikan berkembang menjadi binatang buas yang keluar dari dalam laut, itulah antikrist, yang menguasai manusia.

Bagaimana antikrist menguasai manusia? Wahyu 13: 16, 18
16. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau
pada dahinya,
18. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

Ayat 16= “diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya”= pada dahinya itu menunjuk pada batin/hati/pikiran sedangkan tangan itu menunjuk pada lahir, jadi lahir batin di cap dengan angka 6.6.6/antikrist memberi materai lahir batin = seluruh hidup manusia.

Angka 6 yang pertama itu menunjuk tubuh/daging, tubuhnya adalah daging.

Angka 6 yang kedua jiwanya adalah daging, dicap 6.6.6 yang ketiga rohnya adalah daging, bukan Roh ALLAH, sebenarnya roh manusia itu berasal dari Roh ALLAH, tetapi kalau di cap oleh antikrist dengan angka 6, maka menjadi roh daging, bukan Roh ALLAH = tanpa roh. Tanpa roh = tidak memiliki roh = tidak memiliki pikiran dan perasaan, sehingga ia tampil sebagai binatang buas.

Jadi antikrist memberi cap 6.6.6 kepada manusia supaya manusia tidak menjadi utuh lagi, tetapi tampil sebagai binatang buas seperti antikrist.

Bagaimana penampilan manusia sebagai binatang buas? Yaitu:
  • Perbuatannya merupakan perbuatan dosa semata-mata, binatang buas itu membunuh dan lain-lain. Inilah penampilan dari binatang buas/manusia yang tanpa pikiran dan perasaan seperti antikrist.

  • Kemudian perkataannya/mulutnya menghujat (Wahyu 13: 5) ini adalah mulut antikrist = mulut manusia tanpa pikiran perasaan, dan juga tanpa Roh TUHAN/tanpa roh, dengan praktek perbuatannya hanya dosa semata-mata yaitu dosa kejahatan dan kenajisan.
Wahyu 13: 5, 6
5. Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan
dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh
dua bulan lamanya.
6. Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.

Jadi perkataannya hanya menghujat, dan di mulai dengan menghujat TUHAN/ menghujat ALLAH yaitu:
  • menghujat Nama- Nya = menghujat Nama YESUS,
  • menghujat kemah kediamannya/tabernakel = menghujat pengajaran tabernakel dan pengajaran Mempelai. Kalau pengajaran tabenakel disebut maka itu disebut kuno/Taurat. Padahal, tabernakel ini adalah kerajaan surga/ Rumah-Nya TUHAN/kemah kediaman TUHAN/kerajaan surga. Tetapi kalau neraka/rumahnya setan malahan senang untuk dipelajari. Ini betul-betul menghujat. Itu sebabnya kita harus berhati-hati dengan pengajaran.

  • menghujat orang-orang kudusnya, menghujat semua orang kudus disurga. Menghujat TUHAN sampai menghujat semua orang kudusnya/ menghujat anak-anak TUHAN disurga, dan juga dibumi. Istilah menghujat itu mulai dengan: memfitnah, menjelek-jelekkan padahal kita tidak tahu apa-apa, kita tidak kenal, tetapi sudah bisa berbicara yang salah tentang kita. Sering kali, kita tidak mengenal orang itu, tetapi kita berani menghakimi, berani menghina, berani menjelek-jelekkan= ini menghujat.
2 Tesalonika 2: 7, 8
7. Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan,
8. pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan
Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.

Akibatnya, antikrist bersama orang-orang yang menjadi sama dengannya, akan dibinasakan pada saat kedatangan TUHAN YESUS Yang kedua kali, dan ini betul-betul ngeri. Itu sebabnya mari, kita jaga jangan sampai kita dicap oleh antikrist 6.6.6 = tanpa pikiran dan perasaan, tanpa roh, perbuatannya hanya semata-mata dosa, perkataannya hanya menghujat ALLAH dan juga menghujat orang-orang kudusnya. Semoga kita dapat mengerti ini.

Tetapi TUHAN tidak menghendaki manusia yang diciptakan itu menjadi sama dengan antikrist yang akan dibinasakan. Oleh sebab itu jalan keluarnya adalah TUHAN YESUS harus mati di kayu salib = menyatakan kasih- Nya kepada manusia lewat dua hal yaitu:

Lukas 23: 33, 34
33. Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.
34. Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.

TUHAN YESUS mati di kayu salib untuk menyatakan kasih- Nya kepada manusia lewat dua hal yaitu:
  • lewat pengampunan dosa oleh Darah- Nya, inilah kasih-Nya kepada manusia berdosa, jangan sampai manusia berdosa tetap tinggal di dalam dosa dan dicap oleh antikrist. Dosa apapun diampuni oleh Darah YESUS, tinggal sikap kita nanti bagaimana? seperti dua penjahat ini, sudah jelas manusia ini memang berdosa seperti penjahat, dan harusnya dicap oleh antikrist dan harus binasa, tetapi YESUS tidak rela, sehingga Dia harus mati di kayu salib menyatakan kasih-Nya lewat pengampunan dosa oleh Darah YESUS.

  • Filipi 2: 5, 8, 11
    5. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
    8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    11. dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

    untuk memberikan pikiran dan perasaan-Nya kepada kita/kepada manusia supaya kita dapat taat dengar-dengaran. Memberikan pikiran perasaan, supaya pikiran dan perasaan kita jangan sampai kosong, kalau kosong itu sama dengan antikrist/seperti binatang buas. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab kalau kita sudah mulai tidak taat, permisi saudara-saudaraku, maka manusia sudah bergeser menjadi binatang buas.
Jikalau manusia/kita sudah menerima pengampunan dosa dan menerima Pikiran Perasaan YESUS dari kayu salib, maka kita dapat menyembah dan mengagungkan TUHAN, bukan menghujat= dan lidah ini mengaku YESUS TUHAN (ay 11).

Kalau orang tidak dapat menyembah, tidak bergairah untuk menyembah, kering untuk menyembah, sulit untuk menyembah= harus berhati-hati! periksa dosa-dosa, apa tetap seperti binatang buas yang perbuatannya hanya berbuat dosa kejahatan= anaknya sendiri dapat dimakan. Dan juga najis, tetapi kalau manusia mau menerima pengampunan dosa, maka dia kembali menjadi manusia seutuhnya, tidak seperti binatang = mau menerima Pikiran dan Perasaan YESUS yaitu taat dengar-dengaran dari atas kayu salib, dia kembali kepada manusia seutuh, mulutnya/lidahnya dapat menyembah TUHAN.

Kalau sulit untuk menyembah, hati-hati! mungkin masih ada dosa yang dipertahankan, mungkin ada ketidaktaatan sehingga menjadi sombong, sudah tidak taat, dari kecil dibesarkan, sudah besar mulai sombong terhadap orang tua.

Di bagian atas diterangkan bahwa YESUS sudah menyediakan/menyatakan kasih- nya di kayu salib untuk mengampuni dosa sekalipun kita sudah berbuat jahat dan najis, mari kembali menerima kasih- Nya lewat pengampunan dosa dan juga menerima Pikiran dan Perasaan TUHAN supaya mulut/lidah dapat menyembah dan selalu mengagungkan TUHAN, bukan menghujat TUHAN seperti antikrist. Semoga kita dapat mengerti ini.

Supaya dapat menyembah TUHAN, ada dua sikap manusia, sebab ada dua orang yang disalib disebelah kiri kanan YESUS, mereka ini yang mewakili dua sikap/tanggapan manusia, terhadap kasih- Nya di kayu salib yaitu:
  • Lukas 23: 39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"

    Ay 39= “Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia”= tinggal berapa detik lagi mati, masih menghujat, inilah kalau betul-betul sudah dicap oleh antikrist, maka hati menjadi keras, pikiran menjadi keras seperti batu.

    Dalam penderitaan, baik dalam penderitaan karena dosa = seperti penjahat maupun penderitaan tanpa dosa, harus berhati-hati, sebab ternyata dapat menolak. Inilah tanggapan yang pertama, yaitu menolak kasih TUHAN dari kayu salib sehingga dia menghujat TUHAN berarti dia sama dengan antikrist/ dicap antikrist untuk binasa selama-lamanya.

    Saat kedatangan YESUS Yang kedua kali penjahat ini mati, ia memang sudah mati duaribu tahun yang lalu, tetapi nanti kedatangan YESUS, dia akan dibangkitkan tetapi untuk dibinasakan bersama antikrist.

    Banyak kali dalam penderitaan karena salah kita sendiri, tetapi dalam penderitaan itu, justru kita menyalahkan TUHAN dengan mengatakan bahwa TUHAN tidak adil= ini betul- betul puncak dari penghujatan = antikrist.

    Tetapi hati-hati juga bagi kita sekalian yang menderita tanpa dosa/menderita karena YESUS, bisa juga menghujat dengan menolak kasih ALLAH. Menolak berarti menghujat TUHAN dan juga bersungut-sungut itu seperti antikrist sehingga dibinasakan bersama dengan antikrist.

  • Lukas 23: 40- 43
    40. Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
    41. Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
    42. Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
    43. Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

    Jadi yang kedua ini tanggapan manusia yang kedua, dalam penderitaan baik karena dosa, maupun penderitaan karena YESUS/penderitaan tanpa dosa, dia menerima kasih TUHAN/menerima pengampunan dosa, menerima Pikiran Perasaan YESUS; dia tahu YESUS tidak berdosa, tetapi biarlah dia mati disalib = taat.

    Tidak seperti yang penjahat disebelah-nya yang menuntut= ‘turunkan aku’ = betul-betul memberontak/menghujat. Tetapi yang ini tetap, biarpun dia tetap mati disalib, dia tetap taat kepada YESUS, tidak memberontak = menerima kasih ALLAH sehingga ia dapat menyembah TUHAN = mulutnya hanya menyembah TUHAN.
Inilah dua tanggapan dan dimana kita berada? Sama – sama! mungkin saya ada penderitaan, ada beban, saudara juga ada penderitaan, beban, semua setuju sebab semua memiliki penderitaan/ada beban, mungkin karena dosa dllnya, mari! jangan putus asa sebab masih ada aliran kasih dari kayu salib.

Ada yang menderita beban tanpa dosa, karena pekerjaan TUHAN/karena YESUS, tetapi masih ada aliran kasih. Tinggal bagaimana sikap kita, tetapi yang benar adalah menerima kasih TUHAN sehingga mulutnya bisa menyembah/mengagungkan TUHAN.
  1. Menyembah YESUS sebagai Imam Besar= Lukas 23: 41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."

    YESUS adalah Imam Besar yang tiada bercacat cela (Ibrani) tiada salah; kalau Imam Besar Harun memiliki kesalahan, tapi Imam Besar YESUS menurut peraturan Melkisedekh, tidak ada cacat cela, tidak ada salah, ini yang diakui = ini menyembah YESUS sebagai Imam Besar, dia tahu YESUS Imam Besar, dengan praktek dia mengaku dosa= ‘kita selayaknya dihukum’.

  2. Lukas 23: 42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."

    Menyembah YESUS sebagai Raja, prakteknya: raja itu menang atas dosa= jangan ulangi dosa lagi = hidup kebenaran, itu menyembah YESUS sebagai Raja.

    Praktek dari menang atas dosa itu bukan hanya berkata Haleluyah, Engkau Raja kami, Engkau Imam Besar kami= ini boleh, tetapi harus diikuti dengan praktek ?’ Engkau Imam Besar kami’ = mengaku dosa supaya dosa-dosa kita diampuni. Engkau Raja kami = menang atas dosa/jangan ulangi dosa.

  3. Lukas 23: 43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

    Ingat taman Eden dulu dihuni oleh Adam dan Hawa, Adam mempelai pria, Hawa mempelai wanita, engkau bersama Aku di firdaus, YESUS tampil sebagai Mempelai Pria, penjahat ini diangkat menjadi mempelai wanita, menyembah YESUS sebagai Mempelai Pria Surga. Menyembah Mempelai = menyembah YESUS sebagai Mempelai Pria = kasih.

    Praktek dari mengasihi TUHAN itu adalah taat dengar-dengaran. Inilah penyembahan kita sekarang ini. Mari! kalau kita menerima kasih TUHAN dari kayu salib, apapun keadaan kita seperti penjahat ini yang sudah berbuat dosa, sudah menderita= mari! terima kasih TUHAN = pengampunan dosa.

    Salah satu praktek dari menyembah TUHAN adalah lewat perkataan yaitu menyerukan Haleluyah = ini penyembahan kepada YESUS:

    • sebagai Imam Besar,
    • sebagai Raja,
    • sebagai Mempelai Pria Surga.

    Wahyu 19: 6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

    Ayat 6= “Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah”= hal ini nanti saat kedatangan YESUS, tetapi mulai sekarang kita sudah menyembah YESUS mulai di dunia ini, seperti penjahat yang hidupnya tinggal berapa detik di dunia, tetapi dia sempat menyembah TUHAN. Kita masih memiliki banyak waktu, itu sebabnya kita banyak menyembah TUHAN di hari-hari ini, jangan menunggu seperti orang ini. Jangan berkata tidak perlu menyembah sekarang, kita tunggu kalau sudah mau mati atau kalau TUHAN datang. Ada dua orang, yang satu mau mati saja, masih dapat menghujat TUHAN, itu sebabnya lebih baik mulai sekarang kita menyembah TUHAN. Kalau diijinkan TUHAN mau meninggal, pasti bisa menyembah; kalau diijinkan TUHAN hidup sampai TUHAN datang, mulai sekarang kita banyak menyembah, pasti nanti kita akan menyembah TUHAN.
Itu sebabnya mulai sekarang penentuannya, bukan nanti. Demikian kalau mau naik kelas, mulai sekarang harus belajar, kalau sekarang sudah belajar dan mendapatkan nilai sembilan, delapan, tujuh, pasti naik kelas, tidak perlu menunggu pengumuman, sudah pasti naik kelas.

Wahyu 19: 7, Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Kita selalu mendengar, menyembah TUHAN itu bagaikan menaikkan asap dupa yang harum = semua asap untuk TUHAN, tetapi abunya untuk kita, sebab abunya tidak terbang. Itu sebabnya kita jangan ragu-ragu. Sebab kalau kita dapat menyembah/ kita dapat mengucapkan Haleluyah = menyembah YESUS sebagai Imam Besar, menyembah YESUS sebagai Raja, dan menyembah YESUS sebagai Mempelai Pria Surga, ada hasil yang kita terima yaitu:
  1. Ibrani 4: 14-16
    14. Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
    15. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
    16. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

    Hasil pertama adalah YESUS Imam Besar merasakan, menanggung segala beban penderitaan kita sehingga kita mengalami perhentian/kedamaian. Mari! sekarang ini YESUS turut merasakan, menanggung, menyedot segala penderitaan beban kita dan kita mendapatkan kelegaan, perhentian dan sekaligus Imam Besar menolong/menyelesaikan segala masalah tepat pada waktunya.

    Itu sebabnya kita menunggu waktu TUHAN dengan sabar, sekali-pun sudah satu tahun, dua tahun, tiga tahun, TUHAN belum menjawab doa kita, kita tetap menunggu dengan sabar. Abraham menunggu janji TUHAN selama 25 tahun, dari umur tujuh puluh lima sampai umur seratus tahun. Sebab kalau kita sabar menunggu waktu TUHAN, maka kita akan mendapat jawaban diluar yang kita minta/diluar kemampuan kita. Contohnya rumah tangga Betania, Lazarus, Marta dan Maria, waktu Lazarus sakit mereka sudah berdoa/mengirim berita kepada YESUS tetapi YESUS tidak menjawab bahkan tidak mau datang bahkan YESUS sengaja tinggal dua hari. Sengaja tinggal = tidak dijawab = pelajaran sabar menunggu waktu TUHAN.

    Sampai Lazarus mati/sudah menjadi bangkai, tetapi beruntung, waktu itu mereka tidak menghujat, Maria masih tersungkur/masih mau menyembah, masih percaya ‘TUHAN sekiranya Engkau ada disini, aku percaya, hal ini tidak akan terjadi’. Mengharapkan sakit menjadi sembuh seperti yang dapat dilakukan oleh manusia, tetapi yang mereka dapatkan adalah Lazarus bangkit = diluar jangkauan dari pikiran manusia.

    Itu sebabnya bagi kaum muda jangan tergesa-gesa/terburu-buru untuk mendapatkan pekerjaan yang hebat, untuk menikah, jangan tergesa-gesa, tetapi tunggu waktu TUHAN. Kalau kita dapat menunggu waktu TUHAN, maka kita akan mendapatkan jawaban lebih dari apa yang kita minta, lebih dari apa yang kita pikirkan, yang terindah TUHAN berikan kepada kita.

  2. Yesaya 43: 15 Akulah TUHAN, Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakan Israel."

    Menyembah Raja = mengalami kuasa penciptaan dari yang tidak ada menjadi ada untuk memelihara hidup kita mulai di dunia ini sampai jaman antikrist tiga setengah tahun sampai selama-lamanya. Mari! ada kuasa penciptaan dari tidak ada menjadi ada untuk memelihara kita.

    Dalam Matius 25= YESUS tampil sebagai Raja Yang memperhatikan enam kebutuhan pokok kita yaitu:

    • Makan “ketika aku lapar kamu memberi aku makan”, makanan di perhatikan.

    • “Ketika aku haus kamu memberi aku minum” minuman diperhatikan.

    • “Ketika aku telanjang engkau memberi pakaian” pakaian juga diperhatikan.

    • Kemudian “ketika aku orang asing engkau memberi aku tumpangan” tumpangan itu rumah= sandang, pangan, papan, ada semuanya. “ketika aku asing engkau memberi aku tumpangan”, di dunia ini kita asing, tetapi TUHAN memberikan tumpangan/memberikan rumah, sekali-pun masih mengontrak rumah, tidak mengapa. Yang penting ada rumah, dari pada tinggal di bawah jembatan, kita bersyukur kepada TUHAN.

    • Kemudian ketika aku sakit= kesembuhan/kesehatan diperhatikan.
    • Satu lagi “ketika aku dipenjara kamu mengunjungi”= lawatan/kunjungan TUHAN. Inilah enam kebutuhan yaitu dari tidak ada menjadi ada. Raja sangat memperhatikan kehidupan imam-imam dan raja-raja/kita sekalian.

  3. Efesus 5: 25-27
    25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
    26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
    27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

    Menyembah YESUS sebagai Mempelai Pria Surga = YESUS sedang menyucikan, mengubahkan, memandikan kehidupan kita sampai tidak bercacat cela = kelahiran baru. Kehidupan kita sampai tiada bercacat cela = sama mulia dengan Dia = Mempelai Wanita, untuk menyambut kedatangan TUHAN ke dua kali.

    Di dalam Wahyu 19 ada suara Haleluyah dari empat penjuru bumi, kita bertemu TUHAN dan masuk dalam Pesta nikah Anak Domba = masuk firdaus/kerajaan seribu tahun sampai masuk surga, juga tetap Haleluyah.

    Wahyu 19: 1 Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "Haleluya

    Haleluyah sampai disurga; jadi Haleluyah ini merupakan bahasa surga. Semoga kita dapat mengerti.

    Mari! apapun penderitaan kita sekarang ini, kita jangan menghujat, jangan bersungut, tetapi menyembah Dia. Katakan Haleluyah YESUS, biar beban-beban ditanggung dan ditolong, tetapi bukan hanya itu, Dia menciptakan yang tidak ada menjadi ada = dipelihara dan Dia menyucikan serta mengubahkan kita sampai kita tiada bercacat cela.
TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top