English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum (Minggu Pagi, 19 Agustus 2007)
Tayang: 12 Agustus 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 20 Mei 2007)
Tayang: 24 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 02 September 2007)
Tayang: 07 November 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 16 September 2007)
Tayang: 26 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 04 November 2007)
Tayang: 15 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 07 Oktober 2007)
Tayang: 15 Februari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 04 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 29 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 18 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 12 Agustus 2007)
Tayang: 14 Juli 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 28 Oktober 2007)
Tayang: 04 April 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum
Tanggal: Minggu Pagi, 10 Februari 2008
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 15 Februari 2012

Kita masih membahas Matius 24 : 15-25 nubuat tentang antikrist

Terlebih dahulu kita akan membaca Matius 24 : 15, "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel --para pembaca hendaklah memperhatikannya—

Inilah nubuat tentang antikrist, jadi sebelum kedatangan YESUS Yang ke dua kali kedunia = sebelum kiamat, maka didahului dengan kedatangan antikrist/ pembinasa keji yang akan memburu anak-anak TUHAN yang ketinggalan. Saat itu mereka akan sungguh-sungguh di siksa dan dibunuh; antikrist pembinasa keji, dia bagaikan binatang buas.

Kita sudah kita mempelajari penampilan-penampilan antikrist ini:
  • adalah orang yang durhaka yang ingin disembah,
  • binatang buas yang keluar dari laut,
  • yang tidak punya lagi pikiran, perasaan itu antikris, bagaikan binatang buas, sering kali kita ini bagaikan tidak memiliki pikiran perasaan, dengan praktek tidak taat; saya memberi contoh: anak tidak taat kepada orang tua = binatang buas. Binatang dapat makan orang tuanya/dapat makan induknya, kalau kita tidak taat kepada orang tua, sudah bagaikan tidak punya pikiran perasaan, dan wujudnya sudah seperti binatang buas. Itu sebabnya kita mohon kemurahan TUHAN.
Sekarang, kita akan membahas siapa antikrist itu? ini yang penting untuk kita ketahui siapa antikrist itu. Kita sudah mengetahui penampilannya yaitu dia itu pembinasa keji, manusia durhaka yang ingin disembah.

Siapa antikrist?
1 Yohanes 2 : 18, 19
18. Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.
19. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

Jadi jelas siapa antikrist itu ? mereka adalah orang yang berasal atau keluar dari kita, berasal atau keluar dari kita karena tidak sungguh-sungguh. Antikrist keluar dari kita/dari orang Kristen karena tidak sungguh-sungguh.

Contoh:
  • Yudas, ia seorang pelayan TUHAN --> seorang yang memiliki jabatan pelayanan = rasul. Dia adalah imam-imam dan raja-raja. Jadi penting bahwa setiap anak TUHAN harus mempunyai jabatan pelayanan/imam dan raja, entah sebagai rasul, sebagai gembala, sebagai guru sekolah minggu.

    Mengapa begitu saudaraku/mengapa harus memiliki jabatan pelayanan/ mengapa harus jadi imam dan raja = melayani TUHAN?

    Wahyu 20 : 6, Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

    Nanti pada kedatangan YESUS Yang kedua kali, kita akan dimasukkan lagi/di kembalikan lagi ke firdaus yang sudah ditinggalkan oleh Adam Hawa itu.

    Siapa yang boleh masuk ke sana? imam-imam dan raja-raja. Seorang yang beribadah harus mempunyai jabatan pelayanan, mengapa begitu ? sebab kerajaan seribu tahun itu, merupakan kerajaan dari imam dan raja, begitu juga kerajaan surga, hanya ditempati oleh imam dan raja --> Wahyu 22 : 3, 5,
    3.Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
    5. Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

    Awalnya kerajaan seribu tahun, sesudah itu selamanya. Contoh: Yudas, Yudas ini orang yang memiliki jabatan pelayanan --> ia seorang rasul, imam-imam dan raja-raja, tetapi Yudas tidak sungguh-sungguh dalam jabatan pelayanan sehingga dia menjadi antikrist. Jadi, kalau tidak sungguh-sungguh dalam jabatan pelayanan/seenaknya saja melayani akan menjadi antikrist seperti Yudas.

    Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius, di mulai dari saya sebagai seorang gembala, kalau saya melayani seenaknya, ibadah hari Minggu, saya serahkan orang, kemudian saya pergi kemana-mana --> bisa! tetapi saya nanti akan menjadi antikrist. Sudah memiliki jabatan gembala, tetapi tidak mau memberi makan jemaat, mau enak-enak kesana kemari, berbahaya! sebab akan menjadi antikrist. Demikian juga dengan penyanyi, pemain musik, mau seenaknya, kalau bisa melayani, melayani, kalau tidak bisa, ya tidak, seenaknya sehingga bisa menjadi Yudas/antikrist. Semoga kita dapat mengerti.

    Kisah rasul 20 : 28-30
    28. Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
    29. Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.
    30. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.

  • keluar dari antara kita. Banyak murid-murid, ini menunjuk banyak pelayan-pelayan TUHAN sebab tidak sungguh-sungguh, akan menjadi antikrist = keluar dari tubuh Kristus menjadi antikrist sebab tidak sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan. Sekarang ini TUHAN tekankan soal kesungguhan, antikrist itu pelayan TUHAN, tetapi tidak sungguh-sungguh, contohnya Yudas ( jaman TUHAN YESUS masih ada didunia). Selanjutnya jaman gereja hujan awal/jaman rasul-rasul, juga banyak murid-murid yang keluar dari kita karena tidak sungguh-sungguh sehingga menjadi antikrist.

    Kisah rasul 20 : 31, Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.

    Ayat 28 ini tentang penggembalaan, tetapi nanti akan banyak murid-murid/ banyak pelayan TUHAN yang keluar dari penggembalaan, atau keluar dari sistim penggembalaan, sehingga beredar-edar menjadi antikrist, karena tidak sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan/dalam penggembalaan.
Istilah tidak sungguh-sungguh disini berarti:
  • tidak berjaga-jaga,
  • lalai,
Lalai terhadap apa?
Yeremia 48 : 10, Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!

Ada dua macam kelalaian yaitu:
  1. lalai untuk melaksanakan pekerjaan TUHAN, lalai dalam pelayanan/lalai dalam ibadah pelayanan. Istilah lalai dalam pelayanan Matius 25, itulah orang yang memiliki satu talenta/lalai dalam pekerjaan yang kecil.

    Matius 25 : 25, 26, 30
    25. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!
    26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
    30. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

    Ay 26, “Hai kamu, hamba yang jahat dan malas” --> Hamba yang jahat dan malas = lalai dalam ibadah pelayanan, sama dengan hamba yang malas dan jahat, kalau sudah malas, tidak setia pasti jahat = tidak berguna (ay 30).

    Saya/Firman TUHAN seringkali mengatakan: sekalipun hamba TUHAN itu khotbahnya hebat, hebat main musiknya, hebat menyanyinya, hebat segalanya, tetapi kalau lalai, tidak setia dan jahat = tidak berguna. Bukan hanya tidak berguna dalam Tubuh Kristus, bahkan akan merusak Tubuh Kristus.

    Amsal 18 : 9, Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.

    Jadi, si perusak itulah setan yang merusak segala sesuatu; kalau sudah malas, tidak setia dalam ibadah pelayanan, itu bukan hanya tidak berguna bagi tubuh Kristus, bahkan merusak tubuh Kristus/menghancurkan tubuh Kristus dan akibatnya Matius 25 : 30 “campakkanlah, buanglah hamba yang tidak berguna, dalam kegelapan yang paling gelap, disanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi”= dia masuk ke dalam kegelapan paling gelap/kutukan = terkutuklah orang yang lalai, sampai kebinasaan di neraka.

    Itu sebabnya saya sangat tegas saudaraku, untuk para tua-tua, suami istri, untuk koordinator-koordinator,kita harus bersungguh-sungguh, sebab di belakang kita ada banyak orang yang harus kita pimpin. Kalau kita sendiri tidak setia/lalai, bagaimana dengan mereka? mulai dari saya sebagai gembala, sungguh-sungguh bertanggung jawab, kalau tidak, maka betul-betul berada dalam kutukan sampai kepada kebinasaan. Semoga kita dapat mengerti ini.

    TUHAN tidak mencari orang yang hebat, orang yang super, kalau berkhotbah, khotbah yang super, kalau main musik yang hebat --> bukan!! Tetapi TUHAN mencari orang yang setia.

    Amsal 20 : 6 , 7
    6. Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?
    7. Orang benar yang bersih kelakuannya --berbahagialah keturunannya.

    Banyak gembala yang baik hati karena ia suka memberi ini, memberi itu --> ini baik! tetapi apakah gembala itu setia? setia ini yang dicari oleh TUHAN.

    Ya setia dan benar ini tidak dapat dipisah dan yang dicari oleh TUHAN dihari-hari terakhir ini. Menghadapi datangnya antikrist ke bumi ini, TUHAN mencari orang yang setia dan benar dan lawannya adalah malas dan jahat.
    Setia dan benar, ini yang akan dipakai oleh TUHAN dalam kegerakan kuda putih/kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna/Mempelai Wanita TUHAN supaya tidak dijamah oleh antikrist.

    Wahyu 19 : 11 Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

    Ay 11 --> “dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar" --> Yang setia dan benar itulah YESUS Yang menunggang kuda putih.
    Inilah saudaraku, yang TUHAN cari diakhir zaman menjelang kedatangan antikrist ke dunia ini, secepatnya TUHAN mencari orang yang setia dan benar untuk dipakai dalam kegerakan kuda putih/kegerakan pembangunan Tubuh Kristus sempurna/Mempelai Wanita, untuk di singkirkan dari antikrist.

    Tidaklah salah kalau kita pandai, kaya, silakan!! tetapi yang dicari dan yang sangat dibutuhkan adalah yang setia dan benar. Sebab kita tahu saudaraku, kalau orang semakin pandai, tapi tidak setia dan jahat kepada bangsa dan negara yaitu melakukan korupsi --> semakin banyak yang pandai, semakin cepat “ambruknya” negara ini. Kalau bodoh, masih tidak tahu di bagian mana mau dikorupsi.

    Mari, boleh pandai, boleh semua, tetapi yang terpenting ditambah dengan setia dan benar --> jika di dalam tahbisan kita setia dan benar, maka di dalam pekerjaan, di dalam nikah, kita akan setia benar, didalam pekerjaan, kita juga akan setia dan benar, demikian juga di sekolah, kita juga setia dan benar --> di mana-mana kita setia dan benar.

    Tetapi kalau dalam tahbisan kepada TUHAN saja, kita tidak setia dan juga tidak benar, bagaimana kepada manusia? tidak mungkin!! Sebab kepada TUHAN Yang tahu --> kita berani, bagaimana dengan istri/suami yang kadang-kadang tidak tahu?

    Setia dan benar yang dicari oleh TUHAN untuk menunggangi kuda putih/ dipakai kegerakan hujan akhir/kegerakan Tubuh Mempelai, untuk segera disingkirkan; begitu antikrist datang, Mempelai sudah disingkirkan, sehingga tidak dapat dijamah oleh antikrist. Jangankan dijamah, di dalam ktb Wahyu --> dipandangpun tidak bisa = jauh dari mata ular.

    Tetapi kalau sekarang ini mungkin ada yang merasa sudah tidak setia, TUHAN masih memberi kesempatan lewat Firman ini.

    2 Timotius 2 : 12, 13
    12. jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita;
    13. jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."

    Jadi ayat ini jangan di artikan tidak apa-apa kalau kita tidak setia, sebab TUHAN tetap setia. TUHAN tetap setia sekalipun kita tidak setia, berarti TUHAN masih memberikan kesempatan kepada kita agar kita menjadi setia dan benar; bukan berarti biarpun kita tidak setia, Dia setia, sehingga tidak mengapa kalau tidak setia, sebab ini sangat berbahaya. Bukan begitu maksud dari ayat ini, itu sebabnya yang paling tepat, kita gunakan kesempatan dan kemurahan TUHAN agar kita dapat tetap setia. Kalau kita tidak setia, sekarang ini TUHAN datang dengan kesetiaan lewat pemberitaan Firman, supaya kita berubah menjadi setia dan benar, sehingga kita tidak dibuang.

    Sebagai contoh Onesimus, salah satu contoh lagi selain Yudas, Onesimus ini seorang pelayan TUHAN yang tidak setia dan jahat, sebab dia meninggalkan Tuannya/dia seorang budak belian/pelayan budak belian, dan mencuri.
    Kesalahan dari Onesimus adalah dia seorang pencuri, tetapi satu waktu rsl Paulus mengatakan untuk menerimanya kembali sebab ia sudah berubah menjadi setia dan benar --> Filemon 1 : 10 -12,
    10. mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus
    11. --dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku.
    12. Dia kusuruh kembali kepadamu --dia, yaitu buah hatiku--

    Awalnya, Onesimus malas, tidak setia = meninggalkan Tuannya, lari dari Tuannya, pencuri, jahat, tidak berguna, merusak, harusnya dia dibuang, dicampakkan kedalam kegelapan/kutukan, tetapi oleh kemurahan TUHAN, ia masih bisa mendapat kesempatan untuk berubah.

    Tidak jadi dibuang, bukan berarti ya sudahlah, tidak perlu dibuang --> harus ada yang dibuang, harus ada gantinya apa yang dibuang = mesti ada yang ganti untuk dihukum. TUHAN YESUS rela dibuang terlebih dahulu --> inilah harga kesetiaan. YESUS adalah Batu Penjuru Yang dibuang, sebenarnya Dia Batu yang mahal, Batu Penjuru Yang mahal, Yang indah, Yang Setia, tetapi Dia rela dibuang, dicampakkan ke alam maut, supaya kita/batu-batu yang keras, yang seharusnya dibuang seperti Onesimus, kita yang datang dalam ketidak setiaan, diterima kembali menjadi kehidupan setia dan benar.

    Kalau kita mau setia dan benar, kita harus rela mengorbankan segala sesuatu seperti waktu, tenaga, pikiran, perasaan, seperti Abraham, TUHAN meminta agar Abraham mempersembahkan/menyembelih anaknya, bagaimana perasaannya? Saya tidak dapat membayangkan, tetapi harus dikorbankan, perasaan pikiran keluarga, semua harus dikorbankan agar dapat menjadi setia dan benar. Kalau tidak mau berkorban, tidak bisa setia dan benar, yang bisa hanya menjadi malas dan jahat.

  2. Yeremia 48 : 10 Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!

    Yang kedua ini yang sering terjadi dalam penggembalaan, saya dikoreksi sebagai seorang gembala, kita kehidupan yang tergembala, Yudas tergembala, murid-murid tergembala, tetapi dapat keluar karena lalai dalam ibadah pelayanan. Yang kedua adalah lalai dalam penyucian. Sudah setia, sudah datang terus, tetapi lalai dalam penyucian. Penyucian disini dikaitkan dengan pedang/oleh pekerjaan Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/ Firman pengajaran.

    Berkali -kali diulangi, pemberitaan Firman itu ada dua yaitu:

    • Firman penginjilan, yang enak-enak, yang senang-senang --> ini untuk orang-orang yang berdosa/ orang-orang yang baru percaya YESUS, tetapi bagi kita yang sudah melayani TUHAN, tidak dapat lagi minum ini, makan itu, harus ditingkatkan, tidak boleh terus disitu.

    • Harus ditingkatkan kepada Firman pengajaran/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua untuk menyucikan kehidupan kita.

      Ibrani 4 : 12, 13
      12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
      13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

      Penyucian oleh Firman pengajaran/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua sampai menyucikan hal-hal yang tersembunyi didalam hati, pikiran kita, ini yang harus dikeluarkan, mulai dari saya seorang gembala, tidak boleh ada hal tersembunyi, saudara juga, sebab kalau ada yang tersembunyi didalam hati, orang tidak tahu, kita baik diluar, tetapi didalam sudah merasa jengkel --> ini tersembunyi. Kalau ada hal yang tersembunyi,maka hadirat TUHAN juga akan tesembunyi = tidak pernah mengalami hadirat TUHAN = kuasa TUHAN tersembunyi sehingga tidak pernah ditolong oleh TUHAN = tidak pernah mengalami kuasa keubahan hidup.

      Inilah penyucian oleh Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/ Firman pengajaran sampai menyucikan sesuatu yang tersembunyi didalam hati pikiran, supaya hadirat TUHAN menjadi nyata di dalam hidup kita/kuasa TUHAN menjadi nyata di dalam hidup kita, terutama kuasa keubahan hidup, mengubahkan hidup kita dari manusia berdosa/najis, menjadi manusia suci/ hidup dalam kesucian. Semoga kita dapat mengerti.

    Lebih lanjut, di dalam penggembalaan kita mengalami penyucian secara intensif lewat Firman penggembalaan. Firman penggembalaan ini adalah Firman pengajaran yang dipercayakan oleh TUHAN kepada seorang gembala untuk disampaikan dengan setia dan berulang-ulang untuk menumbuhkan kerohanian sidang jemaat. Untuk menyucikan itu = menumbuhkan kerohanian sidang jemaat.

    Dengan apa kita disucikan? Dengan Firman pengajaran/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua dan ini harus kita terima. Ada Firman penginjilan, ini untuk orang-orang baru --> silahkan, tetapi bagi kita yang sudah lama ikut TUHAN, harus menerima Firman pengajaran yang menyucikan kita dari segala yang tersembunyi. Sebab didalam penggembalaan, kita mengalami penyucian secara intensif/secara terus menerus; seperti orang kalau mandi itu harus terus menerus mandi, tidak hanya satu kali mandi, kemudian semua menjadi bersih, tetapi selama tiga bulan tidak mandi --> tidak bisa!! Penyucian secara intensif/terus menerus lewat Firman penggembalaan.

    Apa yang dimaksud dengan Firman penggembalaan? Itulah Firman pengajaran/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang dipercayakan oleh TUHAN kepada seorang gembala untuk disampaikan dengan setia dan berulang-ulang untuk menumbuhkan dan menyucikan kerohanian sidang jemaat/rohani bisa bertumbuh.

    Kepada seorang gembala --> tidak ada dua atau tiga orang gembala; waktu jaman Israel, Musa menjadi gembala, setelah Musa meninggal, diganti oleh Yosua --> Yosua menjadi gembala dan seterusnya. Seorang gembala, bukan dua, tiga, atau ada gembala cadangan --> tidak ada!

    Tetapi waktu penyucian dalam penggembalaan itu ada batasnya.
    Kisah rasul 20 : 31, 32
    31. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.
    32. Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.

    Menumbuhkan rohani = membangun rohani, menyucikan itu = menumbuhkan rohani = membangun rohani kita kearah kesempurnaan.
    Disebutkan disini, “sekarang aku menyerahkan kamu kepada TUHAN/kepada Fiman kasih karunia”. Firman penggembalaan itu adalah Firman kasih karunia yang merupakan pemberian TUHAN kepada orang yang tidak layak. Kasih karunia ini tidak dapat dipelajari dimana-pun, hanya dapat dipelajari dibawah Kaki TUHAN.

    Bagi siswa siswi Lempin- El, jika sudah lulus dari Lempin- El, saudara sudah mempunyai dasar-dasar tabenakel, sehingga saudara tidak perlu lagi mencari dimana-mana lagi, cukup mencari dibawah Kaki TUHAN.
    Firman kasih karunia/ Firman penggembalaan, tidak dapat dipelajari, sebab itu merupakan pemberian TUHAN kepada orang yang tidak mampu dan tidak layak. Itu sebabnya, saudara menerima Firman penggembalaan, juga dengan kasih karunia. sehingga ada sikap positif.

    Kisah rasul 2 : 36, 37
    36. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."
    37. Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"

    Inilah saudaraku, kalau sidang jemaat menerima Firman penggembalaan dengan kasih karunia dari TUHAN sehingga ada sikap yang positif yaitu tahu dengan pasti, itu berarti:

    • Pikiran dijamah, akal budi dijamah oleh Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua; tahu dengan pasti = mengerti betul, pikiran dijamah oleh Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Firman bukan hanya sampai di pikiran, tetapi

    • Sampai di hati --> hati terharu, hati ditusuk pedang. Terharu = bisa menyadari dosa-dosa, bisa menyesali dan mengaku dosa-dosa sehingga diampuni oleh TUHAN dan jangan berbuat dosa lagi.

    Itu sebabnya setiap kali kita mendengarkan Firman, mari!! mohon kasih karunia TUHAN, tetapi kasih karunia TUHAN itu jangan di diterima dengan sikap apatis. Jangan seperti Yudas, Yudas perut hatinya kotor sebab tidak pernah dijamah oleh Firman, sekali-pun yang menyampaikan firman bukan Wijaya, tetapi TUHAN YESUS Kristus = Firman yang sempurna.

    Jangankan Wijaya, TUHAN YESUS Yang menyampaikan Firman pengajaran yang sempurna kepada Yudas, tapi dasar Yudas, ia bukannya menerima dengan kasih karunia, tetapi menerima dengan mengelak --> ‘bukan aku’ sehingga pikiran dan hatinya tidak dapat disentuh, perut hatinya kotor dan satu waktu akan meledak = binasa untuk selama-lamanyanya.

    Itu sebabnya kita harus berhati-hati, tetapi kalau kita bersikap positif, maka dosa akan menjadi semakin kecil sebab kita mengaku dosa sehingga diampuni, dan jangan berbuat dosa lagi. Tadinya dosa itu gemuk, akan menjadi semakin berkurang, semakin berkurang, semakin berkurang sampai tidak ada dosa lagi/sampai menjadi sempurna.

    Kisah Rasul 20, tiga tahun jangan dianggap tiga tahun biasa saudaraku, tetapi ini menunjuk batas waktu secara rohani.

    Kisah rasul 20 : 31 a, Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya,

    Tiga tahun lamanya, ini menunjuk batas waktu penyucian/pekerjaan Firman, penyucian dalam sistim penggembalaan yang membuat kita bertumbuh dalam kerohanian dan berbuah-buah yang lebat, buah pertobatan, buah kesucian sampai buah kesempurnaan. Saya ulangi, tiga tahun batas waktu dari pekerjaan Firman penyucian dalam sistim penggembalaan; Firman penggembalaan untuk menyucikan, menumbuhkan, membangun rohani kita, sampai bisa menghasilkan buah pertobatan, buah kesucian, buah kesempurnaan itulah Mempelai Wanita, tetapi ada batas waktunya, tidak seterusnya begini.

    Tetapi sayang saudaraku, pohon ara yang ada di di kebun anggur --> di tanam dikebun anggur = tergembala/kehidupan yang tergembala, sudah tiga tahun ditunggu, tetapi tidak ada buahnya, dan ini berbahaya.

    Lukas 13 : 6-9a
    6. Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.
    7. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
    8. Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,
    9a. mungkin tahun depan ia berbuah

    Ayat 7 --> “Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun” --> tiga tahun sudah batasnya, tergembala sekian lama, buah pertobatan saja tidak ada = tidak bertobat, berbahaya. Pohon ara itu memiliki tiga macam buah yaitu : buah permulaan, pertengahan sampai buah paling manis; yang pemulaan saja yaitu bertobat saja tidak ada. Korupsi tetap korupsi, menyontek tetap menyontek --> sekian lama tergembala/sudah sekian tahun mendengar Firman --> berbahaya, sebab ada batas waktunya.

    “Tebanglah pohon ini!” --> Tebang, di tebang = di hukum. Kaum muda/ pelayan TUHAN/ saya sebagai gembala sudah sekian tahun/sudah mendengarkan Firman, kalau tidak ada buah, dapat ditebang.

    Ayat 8 “Jawab orang itu biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi” --> masih ada perpanjangan sabar TUHAN.
Inilah saudaraku kalau kita belum berbuah sampai hari ini dan belum ditebang, belum dihukum, karena doa penyahutan dari seorang gembala. Inilah pentingnya penggembalaan. Kalau pohon ara yang ada ditepi jalan, begitu YESUS melihat tidak ada buahnya, langsung dikutuk dan pohon ara itu menjadi kering/mati. Ini bedanya pohon ara di pinggir jalan, dengan pohon ara di kebun anggur/tergembala, beda sekali, kalau dipinggir jalan tidak ada yang membela.

Inilah tugas dari gembala --> berat!! sebab selain menyampaikan Firman, juga ada doa penyahutan. Kalau saudara merasa tidak berbuah sampai hari ini --> jahat tetap jahat, tidak setia tetap tidak setia, tetapi belum ditebang, ini karena doa penyahutan seorang gembala, sehingga masih diberi kesempatan.

Ibrani 13 : 17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

Doa penyahutan dari seorang gembala itu menarik perpanjangan sabar TUHAN untuk tidak menghukum sidang jemaat, sekalipun belum berbuah tetapi masih diberi kesempatan dan kemurahan untuk bisa berbuah sampai buah sempurna.Mulai dari buah pertobatan, buah kesucian sampai buah kesempurnaan/ Mempelai Wanita yang tidak bercacat cela.

Mari doakan saya supaya saya tidak malas untuk menaikkan doa penyahutan dengan tanggung jawab dan pengorbanan apapun harus saya alami, supaya jemaat memiliki perlindungan/panjang sabar TUHAN = tidak menghukum bahkan memberkati kita semua.

Tetapi sikap jemaat juga harus ada timbal balik yaitu jemaat harus tunduk, jangan membuat gembala berkeluh kesah. Kalau jemaat tidak tunduk sehingga membuat gembala berkeluh kesah = tidak membawa keuntungan, sebab tudungnya terbuka dan berbahaya. hidupnya mulai goncang dan mulai menjadi gelisah. Entah ekonominya yang goncang, tetapi kalau jemaat tidak sungguh-sungguh dan kembali, maka saudara dapat ditebang. Itu sebabnya, mari saling menjaga sikap supaya perpanjangan sabar TUHAN dan perlindungan TUHAN tetap kita nikmati sampai TUHAN datang.

Penjaga ini berkata, TUHAN, biar saya cangkul, dan saya beri pupuk, ini berarti ini melibatkan akar. Jadi, mengapa tidak berbuah? Sebab akar yang tersembunyi itu seringkali belum disucikan.

Kalau saudara merasa mengapa saya tidak berbuah, rumah tangga kami tidak berbuah bahkan cenderung kering, demikian juga dengan pelayanan kami, mengapa tidak berbuah? akarnya harus disucikan.

Penyucian bagi akar yang tersembunyi:
  1. akar kejahatan --> 1 Timotius 6 : 10, Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

    Akar segala kejahatan cinta akan uang, itu sebabnya kita harus berhati-hati jangan sampai kita terikat. Kita boleh memiliki banyak uang, tetapi jangan sampai terikat pada uang; kalau sudah ada akar jahat itulah cinta akan uang maka prakteknya adalah kikir dan serakah:

    • Kikir tidak bisa memberi.
    • Serakah = merampas hak orang lain, hak TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Hak orang lain/hak sesama/milik orang lain jangan dirampas, kalau hutang harus membayar, jangan korupsi dan lain-lain.

    Mari! ini yang membuat kita tidak dapat berbuah; kita tidak berzinah dllnya, ini sudah benar, tetapi kalau soal duit, kita tidak benar = tidak berbuah.
    Tetapi, biasanya akar kejahatan ini menjadi satu dengan akar kenajisan, itu sebabnya kita harus berhati-hati. Sebab uang ini akan mengarah kepada kenajisan --> inilah akar yang membuat kita menjadi tidak berbuah sebab kering. Kaum muda perhatikan! Hidupmu akan kering, masa depanmu akan kering kalau ada akar kenajisan dan juga akar kejahatan. Itu sebabnya akar-akar ini harus dicabut supaya dapat berbuah di hadapan TUHAN dan juga berbuah di hadapan orang tua. Semoga kita dapat mengerti ini.

  2. Yesaya 5 : 24, Sebab itu seperti lidah api memakan jerami, dan seperti rumput kering habis lenyap dalam nyala api, demikian akar-akar mereka akan menjadi busuk, dan kuntumnya akan beterbangan seperti abu, oleh karena mereka telah menolak pengajaran TUHAN semesta alam dan menista firman Yang Mahakudus, Allah Israel.

    Akar busuk, sebab menolak Firman --> bermain-main di saat mendengarkan Firman. Mengapa anak saya ke gereja/sudah tergembala, sudah tiga kali ibadah tambah kaum muda, tetapi tidak berubah/tidak berbuah-buah bahkan jahat dan najis? Sebab waktu pemberitaan Firman bermain-main dan mengantuk = menolak Firman pengajaran yang benar = tidak ada perhatian = tidak berbuah. Perhatikan cara mendengar Firman dihari-hari ini, mendengarnya tidak baik, menolak Firman = tidak berbuah. Jangan menyalahkan Firmannya.

  3. Ulangan 29 : 18, Sebab itu janganlah di antaramu ada laki-laki atau perempuan, kaum keluarga atau suku yang hatinya pada hari ini berpaling meninggalkan TUHAN, Allah kita, untuk pergi berbakti kepada allah bangsa-bangsa itu; janganlah di antaramu ada akar yang menghasilkan racun atau ipuh.

    akar beracun, sering meninggalkan TUHAN. Sebagai contoh: misalnya ada orang yang ke gereja tetapi masih terus berdusta? sebab ke gereja tidak terus menerus/sering meninggalkan TUHAN. Waktu pemberitaan Firman tentang dusta, dia tidak datang, sehingga kehidupan itu tidak dapat disucikan = tidak berubah sehingga tidak dapat berbuah.
Inilah penyucian akar yang tersembunyi di dalam hati sehingga kita dapat berbuah pertobatan, buah kesucian sampai buah kesempurnaan/menjadi Mempelai Wanita TUHAN waktu YESUS datang kembali.

Itu sebabnya kita harus berhati-hati dengan dua hal ini yaitu jangan:
  • lalai dalam ibadah pelayanan = tidak setia, akan dikutuk dan dibuang.
  • lalai dalam penyucian = tidak berbuah, akan ditebang, habis = binasa.
Kesimpulannya : TUHAN tidak melihat kehebatan kita, kekurangan kita dalam pelayanan, TUHAN tidak melihat beban-beban/masalah-masalah kita yang sedang kita hadapi, TUHAN tidak melihat/tidak memperhatikan itu, yang TUHAN sedang memperhatikan adalah ‘kesungguhan kita’, dalam beribadah melayani TUHAN/dalam tahbisan, jangan main-main.

Maafkan untuk bagian komputer sudah sering saya kumpulkan, sebab saya sering merasa agak jengkel, sebab sidang jemaat sudah datang, tetapi sound system masih belum siap. Langsung saya merasa turun urapan saya karena sudah merasa jengkel; sudah bertahun-tahun begini terus.

Maafkan, saya juga memiliki banyak kekurangan, tetapi mari sekarang kesungguhan hati itu yang dilihat oleh TUHAN. Sebab kalau ada kesungguhan hati, maka TUHAN sudah memberikan kekuatan kepada kita semua --> 2 Tawarikh 16 : 9a Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.

Ayat 9a “Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi” --> menjelajah seluruh bumi, seluruh bumi saja dapat dilihat oleh TUHAN, apalagi kita yang dalam gedung gereja, pasti tidak luput dari perhatian TUHAN.

Memang untuk bersungguh-sungguh harus berkorban, sekali lagi harus berkorban, dan disitu TUHAN sudah melimpahkan kekuatan- Nya dan kuasa- Nya kepada kita.

Apa hasilnya kalau TUHAN sudah melihat kesungguhan hati, sehingga TUHAN melimpahkan kuasa- Nya dan kekuatan-Nya, untuk apa?
  • Ulangan 4 : 37, 38,
    37. Karena Ia mengasihi nenek moyangmu dan memilih keturunan mereka, maka Ia sendiri telah membawa engkau keluar dari Mesir dengan kekuatan-Nya yang besar,
    38. untuk menghalau dari hadapanmu bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari padamu

    Ayat 37 “maka Ia sendiri telah membawa engkau keluar dari Mesir dengan kekuatan-Nya yang besar” --> kekuatan-Nya yang besar mau diberikan kepada orang yang sungguh hati melayani TUHAN. Mungkin sekarang ini keadaan kita lemah, tetapi kalau kita mau bersungguh-sungguh, maka TUHAN akan melimpahkan kekuatan-Nya, dan juga kuasa-Nya, seperti dulu TUHAN sudah melepaskan Israel dari Mesir.

    Luar biasa kekuatan dan kuasa TUHAN untuk melepaskan kita dari ikatan dosa apapun bentuknya, ikatan duniawi yang sulit kita lepaskan, ikatan hawa nafsu daging yang sulit kita lepaskan. Ditambah untuk memberi kemenangan atas musuh-musuh/atas masalah-masalah yang mustahilpun, tidak mustahil bagi TUHAN, asal ada kesungguhan hati.

    Bagi kaum muda, mungkin sudah najis/saya sudah melayani tetapi masih najis, TUHAN tidak melihat najisnya --> tidak!!! TUHAN melihat kesungguhan hatimu, sebab kalau saudara mau bersungguh-sungguh lagi, TUHAN akan menerima dan mau melepaskan saudara dari ikatan kenajisan, dan memberi kemenangan atas segala masalah, atas musuh-musuh, pencobaan, yang mustahil-pun, TUHAN akan memberikan kemenangan = TUHAN menyelesaikan, sebab kekuatan- Nya lebih besar dari masalah apapun.

  • Ulangan 8 : 18, Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

    Ya ini yang TUHAN pesankan kepada Israel, kalau kamu sudah memiliki banyak kambing, domba, emas, perak, dan menjadi semakin bertambah --> jangan sombong!! ingat yang membuat kamu menjadi kaya adalah kekuatan TUHAN dan juga ada kuasa Tuhan untuk memberikan harta/berkat kepada kita, untuk memelihara hidup kita sehari-hari sampai masa depan kita.

    Inilah kekuatan dari TUHAN, bukan dari ijasah, sebab ijazah itu terbatas. Contoh: dulu mengajar SMP boleh lulusan SMA/D1, sekarang tidak boleh, harus sekolah lagi. Bukan berarti ijasah dibuang, tidak!! tetapi jangan bergantung pada ijazah sebab kekuatan yang memberikan harta, berkat bagi kita untuk memelihara hidup kita sehari-hari, masa depan, adalah kuasa TUHAN, ijasah dan lain-lain hanya sarana.

  • 1 Tesalonika 3 : 13 Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.

    Ayat 13 “Kiranya Dia menguatkan hatimu” --> menguatkan hatimu ini kekuatan dari TUHAN.

    Memberi kekuatan hati bagi kita sehingga kita tidak goyah, tidak bimbang, tidak putus asa, tetapi kita tetap melayani dan mengikut TUHAN sampai kedatangan YESUS kedua kali = sampai kita sempurna seperti Dia.

    Jangan letakkan pelayanan kapanpun, tetapi kuatkan hati, TUHAN akan memberi kekuatan kepada hati kita sehingga tidak goyah, tidak bimbang, tidak putus asa, tidak kecewa, tidak tersandung, tetap mengikut dan melayani TUHAN sampai menjadi sempurna seperti Dia; waktu kedatangan YESUS kedua kalinya, kita tidak masuk dalam kiamat, tetapi kita bersama Dia selama-lamanya. Tiga kekuatan dan kuasa dari TUHAN kalau kita mau sungguh-sungguh dan berkorban apapun --> aku mau sungguh-sungguh = sudah ada
Tangan Yang kuat itulah kekuatan dan kuasa TUHAN Yang melakukan apa saja di dalam hidup kita yaitu:
  • melepaskan kita, menolong kita,
  • memberkati kita, sampai
  • menyempurnakan kita semua.
TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-27 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 18-19 Maret 2020
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • 31 Maret 2020 - 02 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top