English Language | Form Penggembalaan
kebaktian lain
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Lain (Rabu Pagi, 12 Maret 2008)
Tayang: 06 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Pagi, 14 Maret 2008)
Tayang: 03 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Sore, 16 November 2011)
Tayang: 09 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Senin Sore, 23 Desember 2013 (Natal))
Tayang: 03 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 25 Agustus 2010)
Tayang: 19 September 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Paskah Persekutuan-Senin Sore, 15 April 2013)
Tayang: 05 Mei 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Agung Surabaya, 18 April 2014)
Tayang: 19 September 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Malam, 31 Desember 2013 (Tutup Tahun))
Tayang: 31 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 19 April 2012)
Tayang: 17 Juni 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 24 September 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 29 Juli 2008)
Tayang: 31 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Sore, 20 April 2012)
Tayang: 17 Juni 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Ibadah Paskah II, 15 Mei 2014 (Kamis Pagi))
Tayang: 08 Juni 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 15 November 2011)
Tayang: 19 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Sore, 14 Maret 2008)
Tayang: 03 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Lain
Tanggal: Penataran Imam V-Senin Sore, 12 November 2012
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 24 Januari 2013

Kita masih membahas Firman TUHAN yang terdapat di dalam ktb Keluaran tentang pakaian yang merupakan kelanjutan dari penataran imam-imam dan juga dari calon imam-imam; biar-lah ini menjadi pembaharuan dan tuntunan di dalam pelayanan kita supaya pelayanan ini berkenan kepada TUHAN.

Keluaran 28 : 1, 2,
1. "Engkau harus menyuruh abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya datang kepadamu, dari tengah-tengah orang Israel, untuk memegang jabatan imam bagi-Ku -- Harun dan anak-anak Harun, yakni Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar.
2. Haruslah engkau membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, sebagai perhiasan kemuliaan.

Jadi, dulu Harun dan anak-anaknya dipanggil dan dipilih dari tengah-tengah bangsa Israel untuk memegang jabatan/menjadi imam dan sekarang bagi kita, kita dipanggil dan dipilih oleh TUHAN untuk menjadi imam dan raja-raja.

Imam adalah:

  • Seorang yang suci,
  • Seorang yang memangku jabatan pelayanan dan
  • Seorang yang beribadah dan melayani TUHAN

Tetapi seorang imam juga harus memiliki pakaian kudus (ay 2), artinya tahbisan/pelayanan yang benar tidak dapat dipisahkan dari pakaian kudus. Orang yang telanjang tidak boleh melayani TUHAN sebab ia hanya melayani diri sendiri bahkan melayani setan. Inilah pentingnya pakaian.

Ada tujuh bagian dari pakaian pelayanan/pakaian imam-imam yaitu:

  1. Baju efod
  2. Sabuk
  3. Tutup dada
  4. Gamis baju efod
  5. Kemeja beragi (kemeja yang berlubang-lubang/memiliki mata)
  6. Serban
  7. Patam (seperti topi pramuka yang diberi logo kelapa)

Tujuh pakaian imam-imam ini dibagi menjadi tiga kelompok yaitu: klik untuk lihat gambar

Kemarin kita sudah membahas tentang pakaian putih/kesucian dan kemuliaan yang merupakan hasil dari pekerjaan Firman pengajaran disertai dengan perjamuan suci mempercepat kesucian. Sebab ini bagaikan sabun tukang penatu yang membersihkan noda-noda pada pakaian; kemudian nyala api siksaan = percikan darah= kita diubahkan = pakaian kemuliaan.

Sekarang, kita akan mempelajari tentang patam.
Keluaran 28 : 36 – 38,
36. Juga haruslah engkau membuat patam dari emas murni dan pada patam itu kauukirkanlah, diukirkan seperti meterai: Kudus bagi TUHAN.
37. Haruslah patam itu engkau beri bertali ungu tua, dan haruslah itu dilekatkan pada serban, di sebelah depan serban itu.
38. Patam itu haruslah ada pada dahi Harun, dan Harun harus menanggung akibat kesalahan terhadap segala yang dikuduskan oleh orang Israel, yakni terhadap segala persembahan kudusnya; maka haruslah patam itu tetap ada pada dahinya, sehingga TUHAN berkenan akan mereka.

Jadi, patam ini terbuat dari emas murni, diletakan di dahi dan diukirkan seperti meterai ‘Kudus bagi TUHAN’. Sekarang ini banyak orang yang mengajarkan tentang tabernakel tetapi dalam arti jasmani dengan membuat bendera-bendera/dulu itu ada panji-panji dllnya --> bukan seperti itu. Sebab kalau membuat panji-panji/bendera-bendera, juga harus membuat pelita emas dllnya.

Tetapi sekarang ini dalam arti rohani yaitu pikiran/ingatan dan angan-angan hati harus disucikan, sebab kalau tidak disucikan, maka akan selalu mengarah pada dosa dan penyembahan berhala. Jadi, bukan TUHAN yang dipikir tetapi berhala. Itu sebabnya pada dahi diberi patam.

Sebagai contoh terdapat di ktb Keluaran 32 : 4, Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!"

Jadi, waktu Musa naik ke gunung Sinai dan ia tidak turun-turun, dalam keadaan terjepit maka bangsa Israel membuat anak lembu tuangan dan mereka berkata: "Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!"

Itu sebabnya kita harus waspada sebab mereka membuat anak lembu tuangan (berhala), dan mereka berani mengatakan bahwa mereka beribadah kepada tuhan yang telah menuntun mereka keluar dari Mesir --> tuhan yang palsu, disebut benar, sedangkan TUHAN Yang Benar, disebut palsu.

Seperti yang ditulis di dalam injil Matius 27 --> YESUS disebut sebagai penyesat ketika imam kepala berkata kepada Pilatus, bahwa YESUS dulu mengajar bahwa Ia akan bangkit --> pengajaran yang benar disebut sesat, sedangkan yang sesat disebut benar. TUHAN Yang Benar disebut palsu dan ini nanti akan terjadi.

Itu sebabnya kita harus memakai patam = pikiran/ingatan dan angan-angan hati harus disucikan.

Mengapa bangsa Israel membuat anak lembu emas, dan tidak membuat yang lainnya? Jawabannya di dalam Yeremia 46 : 14, 15,
14. "Beritahukanlah di Mesir, dan kabarkanlah di Migdol! Kabarkanlah di Memfis dan di Tahpanhes! Katakanlah: Ambillah tempat dan bersiaplah, sebab sekitarmu habis dimakan pedang!
15. Mengapa Apis melarikan diri, tidakkah sanggup sapi jantanmu bertahan? Sungguh, TUHAN telah menundukkan dia!

Jadi, berhala orang Mesir adalah sapi jantan dan disembah, dan ini setiap hari dilihat oleh orang Israel dan mereka mengingatnya. Waktu bangsa Israel terdesak dan Musa tidak turun-turun dari gunung Sinai --> kita harus berhati-hati sebab seringkali kita berkata bahwa tidaklah mengapa, tetapi satu waktu dalam keadaan terdesak dan pikiran/ingatan dan angan-angan hati tidak disucikan, maka semuanya akan keluar.

Sebab pikiran/angan-angan hati bangsa Israel belum disucikan sehingga selalu teringat pada berhala Mesir yaitu lembu = dahinya belum memiliki patam. Semoga kita dapat mengerti dengan sungguh-sungguh.

Sementara TUHAN berbicara tentang patam/kesucian, ternyata bangsa Israel sudah dicap oleh setan sebab mereka teringat akan lembu emas dan bukannya ingat akan TUHAN. Selain TUHAN Yang ingin memeterai dahi kita, setan juga ingin memeterai dahi kita ( Keluaran 32 : 4 dan juga Yeremia 46 ).

Kita melihat yang negatif terlebih dahulu yaitu setan yang mau memeterai pikiran/ingatan dari hamba TUHAN/pelayan TUHAN; itu sebabnya kita harus suci, jangan berkata “oh, tidak mengapa”, sebab satu waktu akan keluar.

Setan hendak memeterai pikiran/ingatan dari hamba TUHAN/pelayan TUHAN dengan tiga hal yaitu dengan:

  1. pikiran duniawi --> Filipi 3 : 18, 19,
    18. Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
    19. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

    Seteru salib Kristus = dahi dicap oleh setan.

    Jadi pikiran duniawi adalah pikiran yang menolak salib TUHAN = tidak mau sengsara daging. Ini merupakan pribadi dari pelayan TUHAN/hamba TUHAN dan banyak yang menolak salib = memiliki pikiran duniawi = beribadah dan melayani TUHAN tetapi hanya untuk memburu perkara-perkara jasmani/perkara-perkara duniawi yaitu kemakmuran dan hiburan.

    Inilah dahi yang dicap oleh setan tetapi sekarang ini banyak yang terus dicari dan sangat laris --> kalau di dalam gereja ditampilkan kemakmuran jasmani dan juga hiburan-hiburan jasmani, banyak yang datang. Sementara mereka tidak mengetahui bahwa dahi mereka itu dicap/dimeterai dengan pikiran-pikiran dunia. Ini berlawanan dengan patam. Semoga kita dapat mengerti.


  2. pikiran daging --> Roma 8 : 5, 7,
    5. Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
    7. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

    Tidak takluk = tidak taat.
    Jadi, hamba TUHAN/anak TUHAN yang dicap dengan pikiran daging adalah kehidupan yang hanya mengikuti dan memuaskan keinginan daging, sehingga menjadi tidak taat/tidak dengar-dengaran pada Firman TUHAN/pada Firman pengajaran yang benar.

    Kehidupan itu mengetahui bahwa Firman itu benar, tetapi tidak dapat taat --> hal ini memang tidak mungkin baginya. Kalau masih ada pikiran daging, maka kehidupan itu menjadi tidak taat dan kehidupan itu selalu memiliki banyak alasan. Semoga kita dapat mengerti.

    Salah satu contoh adalah Petrus --> Yohanes 21 : 3, 7,
    3. Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.
    7. Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

    “ aku pergi menangkap ikan” --> ini jelas salah, sebab TUHAN mengatakan kepada Petrus, bahwa ia menjadi penjala manusia dan ini adalah Firman pengajaran yang benar. Petrus hendak pergi menangkap ikan = tidak taat pada Firman pengajaran yang benar, pasti akan berbuat salah. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab kalau pengajaran yang tidak benar, pasti akan banyak pengikutnya (ay 3b). Mengapa kita berbuat kesalahan sekali-pun kita tahu bahwa itu merupakan hal yang salah? Sebab ada keinginan.

    Petrus yang hanya mengikuti pikiran dan keinginan daging sehingga ia kembali menjadi penjala ikan dan ia menjadi tidak taat pada Firman ALLAH/Firman pengajaran yang benar, maka akibatnya Petrus tidak mengenal TUHAN sekali-pun ia sudah pernah berjalan di atas air, sudah pernah mengalami mujizat, tetapi ia tidak mengenal TUHAN.

    Biar-pun kita mengatakan bahwa kita melayani TUHAN dan juga berjuang untuk TUHAN, tetapi kalau tidak taat pada pengajaran yang benar, maka kehidupan itu tidak akan mengenal TUHAN dan juga tidak di kenal oleh TUHAN sehingga kehidupan itu secara jasmani dan rohani gagal total/tidak menangkap apa-apa bahkan sampai menjadi telanjang/dipermalukan = tidak dapat masuk dalam kemuliaan bersama dengan TUHAN.

    Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius. Ukuran keberhasilan itu bukanlah kalau memiliki gereja yang besar/kecil atau kalau mendapatkan gaji yang besar, tetapi ukuran dari keberhasilan itu adalah kalau kita taat dengar-dengaran. Kalau kita tidak taat --> enyahlah engkau!!! Kita tidak mengenal TUHAN dan TUHAN juga tidak mengenal kita = gagal total sampai menjadi telanjang/dipermalukan dan juga tidak boleh melayani TUHAN sebab telanjang/tidak memiliki pakaian sehingga tidak dapat dipermuliakan/di sempurnakan seperti TUHAN. Ini betul-betul fatal sebab masuk ke dalam kebinasaan.

    Sementara TUHAN ingin memberikan patam di dahi kepada hamba TUHAN/pelayan TUHAN, tetapi setan mendahului; itu sebabnya kita harus berhati-hati dengan pikiran dunia, dengan pikiran daging sebab akan dimeteraikan juga oleh setan di dahi para hamba TUHAN/pelayan TUHAN.

    Jadi, kita harus berhati-hati, masalah rohani ini jangan disepelekan dengan mengatakan bahwa tidaklah mengapa --> seperti yang selalu dilihat oleh bangsa Israel ketika mereka masih berada di Mesir, setiap hari mereka melihat bangsa Mesir menyembah lembu, satu waktu bangsa Israel terdesak, maka apa yang dilihat dulu itu akan muncul dan sudah mendapatkan cap. Semoga kita dapat mengerti.


  3. pikiran jahat dan najis --> Yeremia 3 : 3, Sebab itu dirus hujan tertahan dan hujan pada akhir musim tidak datang. Tetapi dahimu adalah dahi perempuan sundal, engkau tidak mengenal malu.

    Pikiran jahat dan najis = pikiran dari perempuan sundal/Babel yang hanya memikirkan perkara-perkara najis dan juga tidak setia/perkara jahat. Jadi hamba TUHAN dan pelayan-pelayan TUHAN yang hanya memikirkan perkara-perkara jahat dan najis = tidak setia di dalam ibadah pelayanan bahkan meninggalkan ibadah pelayanan = dahinya sudah dicap dengan pikiran najis/perkara-perkara kotor dan juga dengan pikiran-pikiran jahat/tidak setia bahkan meninggalkan ibadah pelayanan.

    Kalau kita membaca di dalam ktb Keluaran 29 tentang tahbisan, kita ditahbiskan untuk selama-lamanya. Saya selalu mendengar ajaran dari guru-guru kami, seorang hamba TUHAN dan pelayan TUHAN itu tidak mengenal istilah pensiun = tidak ada pensiun. Semoga kita dapat mengerti.

    Akibatnya: dirus hujan tertahan = kering dan jika kehidupan itu seorang hamba TUHAN, maka itu berarti tidak ada pembukaan Firman sebab kehidupan itu tidak setia. Jika kehidupan itu merupakan anggauta sidang jemaat, maka kehidupan itu tidak dapat mengerti pembukaan Firman itu.

    Orang di luar sedang kering dan haus, mereka ingin menikmati hujan. Saya banyak bersaksi tentang beberapa orang yang mengirim e-mail kepada saya sekali-pun saya tidak mengenal mereka, tetapi mereka mengatakan bahwa mereka ini tergembala jarak jauh. Ada orang yang tinggal di Bandung berkata, apakah tidak dipertimbangkan untuk membuka cabang di kota Bandung? Dan juga dari banyak tempat meminta untuk mempertimbangkan untuk membuka cabang di tempat mereka. Ini bukannya saya ini hebat --> tidak!! tetapi Firman pengajarannya yang hebat yang diwahyukan oleh TUHAN kepada alm.bpk.pdt v Gessel dan kita hanya melanjutkan --> ini yang hebat. Kita tidak perlu ragu sehingga mau diperbandingkan, di seminarkan --> tidak perlu!! Tinggal kita mau menerima atau tidak pengajaran ini. Semoga kita dapat mengerti.

Alm. bpk pdt. Pong selalu mengajarkan kepada kita bahwa beliau tidak setuju kalau pengajaran ini di seminarkan sebab pengajaran ini ‘benar’ dan saya memegang perkataan dari guru-guru saya. Kalau sekarang ada yang begini dan begitu --> terserah mereka! Tetapi kita harus menjaga supaya pikiran kita jangan sampai dicap dengan dahi dari perempuan sundal yaitu najis dan jahat =

  • tidak setia,
  • dirus hujan tertahan = tidak ada pembukaan Firman,
  • kering rohani = tidak mengerti pembukaan Firman sampai binasa.

Kita harus berhati-hati kalau kerohanian sudah menjadi kering dan ini dapat diditeksi/diketahui dari kekeringan rohani adalah mulutnya kering/perkataannya kering (srt Yakobus) bagaikan api yang menyambar sehingga terbakar.

Perkataan-perkataan kering adalah:

  • perkataan-perkataan yang tidak membawa berkat,
  • perkataan-perkataan yang melemahkan iman.

Ini sangat berbahaya, sebab kalau kita menerima --> kering kering --> hanya untuk dibakar selama-lamanya/binasa untuk selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi, dari pelajaran tentang ‘patam’, sebenarnya TUHAN hendak memberikan patam kepada hamba-hamba TUHAN dan pelayan-pelayan TUHAN, tetapi dari pelajaran bangsa Israel di gunung Sinai, waktu itu di gunung Sinai, Musa akan menerima tabernakel dan dua loh batu dan di dalam pengajaran tabernakel ini ada patam --> jadi TUHAN hendak memberi patam lewat Musa. Sementara Musa di atas gunung bergumul hendak menerima patam untuk dicapkan ke bangsa Israel, di bawah gunung, setan sudah bergeriliya terlebih dahulu. Itu sebabnya kita jangan berkata “tidak mengapa” sebab itu merupakan kekuatan dari setan dengan tiga cap. Semoga kita dapat mengerti.

Setan hendak memeteraikan dahi dari hamba TUHAN dan pelayan TUHAN dengan:

  • pikiran dunia,
  • pikiran daging,
  • pikiran jahat dan najis.

Kalau pikiran sudah dicap dengan ketiga pikiran itu, maka itu berarti = dicap angka 6.6.6 --> Wahyu 13 : 15 – 18,
15. Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.
16. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya
atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
17. dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
18. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

Ay 16, kecil atau besar --> bagi guru-guru sekolah Mingga harus memperhatikan, sebab mulai dari anak-anak kecil hendak diberi cap oleh antikrist.

Jadi, hamba TUHAN dan pelayan TUHAN yang dimeterai dengan pikiran dunia, pikiran daging dan juga pikiran jahat dan najis = dicap dengan angka 6.6.6 di dahi dan di tangan kanan-nya dan ini adalah pengganti patam; supaya tidak ada tempat bagi patam, maka pikiran dicap terlebih dulu dengan angka 6.6.6. Itu sebabnya kita harus hati-hati dan harus waspada dengan sungguh-sungguh.

Kita jangan seperti Salomo yang menganggap remeh isteri-isterinya sehingga ia jatuh sebab ini merupakan cara setan yang sungguh-sungguh bergeriliya. Di akhir jaman ini, nanti akan ada banyak orang yang beribadah melayani TUHAN/hamba TUHAN, pelayan TUHAN yang melayani TUHAN justru mereka yang dicap oleh antikrist.

Ayat-ayat di dalam Timotius ini sudah sering kita membacanya, tetapi ini harus menjadi awasan di jaman yang sukar ini yaitu kesukaran jasmani di dunia ini, tetapi secara rohani, di gereja justru hal yang jasmani digembar-gemborkan sehingga orang sudah tidak dapat berubah lagi karena sudah dicap dengan angka 6.6.6. Sudah melayani, sudah beribadah dan juga sudah ditahbiskan untuk melayani TUHAN, tetapi tidak berubah, kehidupan itu tetap menjadi manusia daging --> 6 (pertama) = tubuhnya, 6 (kedua) = jiwanya dan 6 (ketiga) = rohnya --> tampil sebagai binatang buas.

2 Timotius 3 : 1 – 5,
1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
2. Manusia akan (1)mencintai dirinya sendiri dan menjadi (2)hamba uang. Mereka akan (3)membual dan (4)menyombongkan diri, mereka akan menjadi (5)pemfitnah, mereka akan (6)berontak terhadap orang tua dan (7)tidak tahu berterima kasih, (8)tidak mempedulikan agama,
3. (9)tidak tahu mengasihi, (10)tidak mau berdamai, (11)suka menjelekkan orang, (12)tidak dapat mengekang diri, (13)garang, (14)tidak suka yang baik,
4. (15)suka mengkhianat, (16)tidak berpikir panjang, (17)berlagak tahu, (18)lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Mencintai diri sendiri = egois
Pemfitnah = benar dikatakan salah, salah menjadi benar
Memberontak kepada orang tua = masih meminta spp kepada orang tua, tetapi melawan kepada orang tua
Tidak tahu berterima kasih = kaum muda tidak tahu berterima kasih kepada orang tua --> masih selalu menyalahkan orang tua. Seharusnya kalau kita teringat waktu ibu kita melahirkan kita, kita sudah berterima kasih sekali-pun kita tidak makan, tetapi kita berterima kasih sebab waktu melahirkan, merupakan mati hidup bagi seorang ibu.
Tidak memperdulikan agama --> ini bukannya seorang atheis, kalau atheis, mereka itu tidak beribadah, tetapi mencampur adukan agama, mempelajari agama-agama lain dan ini sudah terjadi. Itu sebabnya kita jangan ikut-ikutan, jangan mendukung dan juga jangan menyetujui, sebab tidak memperdulikan agama sudah merupakan suatu penyimpangan. Sekali-pun kita tidak mempelajari agama-agama lain, tetapi kita mendukung, itu berarti sama saja dengan orang yang mempelajari agama-agama lain itu.
Lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti ALLAH = tidak taat.

Jadi, menjelang akhir jaman/menjelang kedatangan YESUS Yang kedua kali akan terjadi kesukaran-kesukaran di dalam gereja/di dalam rumah TUHAN yaitu hamba TUHAN dan anak-anak TUHAN sudah dicap dengan angka 6.6.6 sehingga hidupnya tidak dapat berubah = tetap manusia daging yang mempertahankan delapan belas tabiat daging seperti binatang buas karena menolak Firman pengajaran yang benar/Firman ALLAH. Semoga kita dapat mengerti.

Inilah hal yang negatif yaitu dahi dari hamba TUHAN dan anak-anak TUHAN yang menjadi sasaran dari setan/hendak dicap dengan angka 6.6.6/angka dari antikrist sehingga kehidupan itu tidak berubah dan tetap menjadi manusia darah daging yang mempertahankan delapan belas tabiat daging sehingga ia tampil sebagai binatang buas dan tidak dapat mewarisi kerajaan surga dan akan binasa untuk selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

Sekarang kita akan membahas hal yang positif yaitu TUHAN mau memeteraikan Nama-Nya Yang kudus pada dahi dan tangan dari hamba-hamba TUHAN/pelayan-pelayan TUHAN lewat tiga hal yaitu:

  1. lewat Darah YESUS/lewat Nama YESUS. --> Roma 5 : 9, Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.

    Kisah rasul 4 : 12, Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

    Darah dan Nama Yang menyelamatkan, hendak dicap di dahi hamba TUHAN dan pelayan TUHAN.

    Keluaran 13 : 13,
    13. Tetapi setiap anak keledai yang lahir terdahulu kautebuslah dengan seekor domba; atau, jika engkau tidak menebusnya, engkau harus mematahkan batang lehernya. Tetapi mengenai manusia, setiap anak sulung di antara anak-anakmu lelaki, haruslah kautebus.

    Keledai = bangsa kafir. Kalau ada keledai yang lahir, maka harus memilih salah satu --> keledainya hidup, tetapi anak domba harus mati/harus disembelih. Jika tidak mau menyembelih anak domba, maka keledainya yang harus mati. Sebenarnya bangsa kafir ini lahir hanya untuk mati/untuk dipatahkan lehernya, tetapi kalau anak domba disembelih/ditebus, maka keledai dapat hidup, artinya karena ada Darah YESUS/Darah Anak Domba ALLAH/Darah penebusan, maka keledai/bangsa kafir dapat diselamatkan.

    Dicap di mana? Keluaran 13 : 16, Hal itu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi lambang di dahimu, sebab dengan kekuatan tangan-Nya TUHAN membawa kita keluar dari Mesir."

    Jadi, Darah ini dicap di dahi dan dicap di tangan. Antikrist memberi cap 6.6.6 di dahi dan juga di tangan. Kita harus memilih, mau dicap dengan angka 6.6.6 atau dicap dengan Darah? Sekarang ini hendaklah kita dicap dengan Darah. Jadi, dahi dan tangan dari hamba TUHAN atau pelayan TUHAN dimeterai oleh Darah YESUS terutama untuk bangsa kafir; jangan dimeterai dengan angka 6.6.6 sebab itu berarti hanya berbuat dosa sampai binasa.

    Jadi, dahi dan tangan dari hamba TUHAN dan pelayan TUHAN dicap dengan Darah YESUS, artinya kita mengalami kelepasan dari dosa sehingga kita tidak binasa, tetapi kita selamat/diselamatkan.

    Itu sebabnya kita jangan mempertahankan yang dosa/yang salah, harus dilepaskan terutama dari delapan dosa-dosa yang menenggelamkan kita ke dalam neraka. Kita sering membaca dan diulang-ulang tetapi kita harus meneliti, kalau masih ada delapan dosa ini, maka harus dibuang --> Wahyu 21 : 8,
    Tetapi (1)orang-orang penakut, (2)orang-orang yang tidak percaya, (3)orang-orang keji, (4)orang-orang pembunuh, (5)orang-orang sundal, (6)tukang-tukang sihir, (7)penyembah-penyembah berhala dan semua (8)pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

    Penakut
    = takut kepada sesuatu, sehingga tidak takut kepada TUHAN. Misalnya karena takut lapar, maka ia mencuri = tidak takut kepada TUHAN. Inilah seringkali dihadapi oleh kami hamba-hamba TUHAN yang takut kalau sidang jemaat akan keluar, sekali-pun sidang jemaat itu bersalah, hamba TUHAN itu menuruti apa yang menjadi keinginan dari sidang jemaat, sekali-pun tidak sesuai dengan perintah TUHAN = hamba TUHAN itu tidak takut kepada TUHAN. Dan hal ini seringkali terjadi. Demikian juga dengan kita sekalian, di dalam dunia perdagangan, karena banyak saingan, maka kita menjual barang palsu, tetapi kita mengatakan bahwa itu adalah barang yang asli = tidak takut kepada TUHAN. Ini yang akan langsung masuk ke dalam neraka.

    Tidak percaya = termasuk bimbang;
    Keji = jahat.
    Pembunuh = membenci sampai pada membenci tanpa alasan = setan, tidak dapat diperbaiki lagi/tidak dapat bertobat.
    Tukang-tukang sihir = kita harus berhati-hati dengan ramalan-ramalan. Sekali-pun hanya berupa ramalan, tetapi kita harus berhati-hati sebab itu berbahaya.
    Kematian kedua = neraka.

    Jadi, TUHAN mempersiapkan patam --> dahi dan tangan kita hendak dimeterai oleh TUHAN dengan patam/Nama YESUS/Darah YESUS supaya tidak ada tempat bagi setan untuk memberikan cap 6.6.6.

    Bukti kita dimeterai dengan Nama YESUS/Darah YESUS adalah terjadi kelepasan dari dosa-dosa supaya kita selamat dan tidak dihukum/tidak binasa. Kalau kita mengetahui bahwa ada hal yang salah/dosa, jangan dipertahankan; banyak kali kita mempertahankan dosa dengan cara menyalahkan orang lain = mempermanenkan dosa = menerima cap 6.6.6. Lebih baik dosa-dosa itu kita akui, sehingga selesailah dosa-dosa itu = kita dicap dengan patam dan menjadi selamat/tidak binasa. Kita jangan main-main, sebab waktu kedatangan TUHAN sudah tidak lama lagi Semoga kita dapat mengerti.


  2. lewat baptisan air. Matius 28 : 19, Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

    Jadi, lewat baptisan air, kita sedang dimeterai dengan Nama Bapa, Anak dan Roh.Kudus yaitu TUHAN YESUS Kristus.

    Di dalam baptisan air apa yang dimeterai dengan Nama TUHAN YESUS Kristus?


    • 1 Petrus 3 : 20, 21,
      20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
      21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan -- maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah -- oleh kebangkitan Yesus Kristus,

      Kita menerima hati nurani yang baik/taat dengar-dengaran = hati yang dicap dengan Nama TUHAN YESUS Kristus. Hati yang dicap dengan angka 6.6.6, akan menjadi tidak taat seperti yang tertulis di dalam srt 2 Timotius 3. Tetapi lewat baptisan di dalam Nama Bapa, Anak Laki-laki dan Roh.Kudus yaitu TUHAN YESUS Kristus, kita keluar dari air, kita memiliki hati nurani yang baik yaitu taat dengar-dengaran. Pada jaman Nuh hanya delapan orang yang taat, sekarang juga hanya sedikit yang taat.

      Taat dengar-dengaran = hati yang dimeterai dengan Nama TUHAN YESUS Kristus.
      Bagi orang yang tidak taat, akan menerima hukuman air bah selama seratus lima puluh hari, sedangkan bagi yang taat, berada di dalam bahtera/selamat = tidak dihukum/tidak masuk ke dalam kebinasaan.

      Kejadian 7 : 23, 24,
      23. Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang di muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung di udara, sehingga semuanya itu dihapuskan dari atas bumi; hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu.
      24. Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya.

      Seratus lima puluh hari, ini kira-kira lima bulan lamanya; tsunami saja hanya satu/dua jam, kita sudah kewalahan, tetapi ini selama seratus lima puluh hari --> sampai gunung-pun tidak kelihatan, ini betul-betul tidak ada yang dapat hidup.

      Orang yang tidak taat:


      • kehidupan yang dicap oleh setan dengan angka 6.6.6,
      • mengalami hukuman air bah selama seratus lima puluh hari sampai binasa.


      Hanya sedikit saja yang hati nuraninya mau dicap dengan Nama YESUS; hamba-hamba TUHAN dan pelayan-pelayan TUHAN dari seluruh dunia, hanya delapan orang saja yang taat dan kalau dibanding dengan Sodom dan Gomora, jumlah yang taat lebih sedikit lagi yaitu hanya tiga orang. Ini sungguh-sungguh ketat, itu sebabnya kita jangan berkata “oh tidak mengapa” --> jangan! Sebab kita akan sungguh-sungguh rugi.

      Memang untuk perkara yang rohani ini, kita harus menunggu sampai kedatangan TUHAN, jadi, seringkali kita banyak mengejek seperti pada jaman Nuh dulu, dengan sabar TUHAN menunggu agar manusia mau masuk ke dalam bahtera, tetapi pada akhirnya sudah terlambat.


    • Yehezkiel 9 : 4, 6,
      4. Firman TUHAN kepadanya: "Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana."
      6. Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkan! Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T itu, jangan singgung! Dan mulailah dari tempat kudus-Ku!" Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada di hadapan Bait Suci.

      Jadi, hasil dari baptisan air =


      • dahi kita dicap dengan huruf ‘T
      • berkeluh kesah melihat dosa = membenci dosa, bukan membenci orang. Kalau bertobat = berhenti berbuat dosa.


      Tua-tua dan gembala harus bertanggung jawab. Kita semua harus berdoa dengan sungguh-sungguh untuk saya sebagai gembala, sebab ini menentukan. Tadi ayat diatas, imam besar Harun menanggung kesalahan jemaat, bagaimana kalau Harun sendiri yang bersalah/mempertahankan apa yang salah? Kasihan sidang jemaat, sebab mereka akan hancur. Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius. Demikian juga dengan pelayan-pelayan/imam-imam, juga menanggung kesalahan dari sidang jemaat. Kalau pelayan-pelayan/imam-imam berbuat kesalahan, maka sidang jemaat yang menanggung kesalahannya. Kita dapat membayangkan --> seharusnya jemaat merasa ringan, tetapi mereka menanggung dosa kita sehingga sangatlah berat hidup dari sidang jemaat.

      Praktek kalau ada huruf ‘T’/Nama YESUS adalah:


      • berkeluh kesah,
      • jijik dan
      • benci terhadap dosa dan ini juga termasuk
      • pada ajaran-ajaran palsu --> tidak mau lagi mengingat-ingat dan melihat pada lembu emas.


      Sekali-pun kita tidak berbuat dosa, tetapi kalau disesatkan, maka akan jatuh ke dalam dosa. Semoga kita dapat mengerti.

      Kalau kita tidak dicap/dimeterai dengan Nama YESUS di dahi --> dulu manusia dihukum dengan air bah selama seratus lima puluh hari, nanti akan dihukum dengan sengat dari kalajengking juga selama seratus lima puluh hari --> Wahyu 9 : 2 – 5,
      2. Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.
      3. Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.
      4. Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.
      5. Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.

      Ay 2, demon-demon keluar dari jurang maut.
      Di akhir jaman, kalau hati tidak baik, dahi tidak dicap dengan Nama TUHAN, akan masuk dalam siksaan kalajengking selama lima bulan. Semoga kita dapat mengerti.

      Kalau kita dicap dengan huruf ‘T’/Nama TUHAN, jangankan dihukum, disinggung-pun/dijamah-pun tidak boleh sehingga kita benar-benar aman. Mari! sekarang ini, kita tinggal memilih, kita mau memilih setan atau memilih TUHAN? sebab hati dan dahi/pikiran manusia menjadi sasaran dari TUHAN mau-pun sasaran dari setan dengan memakai cap 6.6.6 yaitu:


      • pikiran dunia,
      • pikiran daging dan
      • pikiran jahat dan najis. Sehingga akan masuk dalam kebinasaan.


      Sedangkan TUHAN juga akan memberikan cap Nama TUHAN dan dimulai dengan:


      • Darah YESUS --> kita terlepas dari dosa-dosa,
      • Lewat baptisan air sehingga kita menjadi taat dengar-dengaran, membenci dosa = hidup di dalam kebenaran, memegang teguh pada pengajaran yang benar = membenci ajaran palsu sehingga kita betul - betul diselamatkan/tidak masuk dalam siksaan/hukuman TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.


    • lewat pemberitaan Firman pengajaran yang benar --> Mazmur 138 : 2,
      Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.

      Firman pengajaran yang benar = Nama TUHAN yang mau dicap di dalam kehidupan kita terutama di dahi dan di tangan kita.

      Di dahi = di hati.
      Di tangan = taat dengar-dengaran = perbuatan.

      Ulangan 11 : 18,
      18. Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu.

      Prosesnya adalah:


      • mendengarkan Firman pengajaran yang benar dengan sungguh-sungguh,
      • mengerti, percaya, yakin dan mempraktekan Firman pengajaran yang benar, maka Firman/Nama YESUS akan dicap di dahi dan di tangan kita.


      Untuk proses pemeteraian ini, kita harus berjuang:


      • agar terlepas dari dosa-dosa,
      • masuk dalam baptisan air dengan hidup benar dan juga berpegang pada pengajaran yang benar supaya dahi dan tangan kita dicap,
      • untuk pemberitaan Firman, kita harus berjuang supaya kita dapat mendengarkan Firman dengan sungguh-sungguh, sampai kita dengar-dengaran dan dahi serta tangan kita dicap dengan Nama TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.


      Bukti kalau dahi dan tangan kita dicap dengan pengajaran yang benar adalah:
      Ulangan 11 : 19, Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun;

      Membicarakan = mulut harus banyak membicarakan Firman TUHAN, bukan untuk mengejek dllnya.

      Kita harus berhati-hati sebab menyangkut anak-anak --> kamu membicarakan apabila engkau duduk di rumahmu. Seringkali kita makan bersama dan ini bagus dan pdt Pong selalu mengajarkan, paling sedikit satu kali dalam sehari makan bersama dengan anak-anak. Tetapi di saat makan itu, seringkali kita berbuat kesalahan dengan membicarakan gembala tentang hal yang tidak baik atau juga tentang kesalahan orang; ini sangat berbahaya, sebab kita akan dicap dan juga anak-anak yang tidak mengerti apa-apa juga ikut mendapatkan cap di dahi dan tangannya. Satu waktu, entah itu satu tahun, orang tua itu akan menyesal sebab tiba-tiba anaknya menjadi begini --> orang tua itu lupa, kalau waktu yang lalu ia berbicara hal yang tidak baik/kata-kata yang tidak baik. Jadi, lebih bagus untuk membicarakan tentang pengajaran yang benar. Ini betul-betul menentukan nasib kita. Semoga kita dapat mengerti.

      Kalau hati, dahi dan tangan dicap/dimeterai oleh TUHAN, maka kita juga akan dimeteraikan di dalam TUHAN --> Kidung agung 8 : 6, Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!

      Kita mengalami cinta yang kuat/kasih sekuat maut. Saya ulangi, kalau dahi, hati dan tangan kita dicap/dimeterai oleh TUHAN, lewat Darah YESUS/Nama YESUS dan juga dicap dengan Firman pengajaran yang benar, maka hidup kita juga akan dimeteraikan di Hati TUHAN dan di Tangan TUHAN Yang penuh kasih sekuat maut.

      Seperti bayi di dalam gendongan --> ada di hati dan juga ada di tangan = digendong oleh TUHAN/digendong dalam Tangan kasih TUHAN Yang sekuat maut untuk menjadi milik TUHAN selama-lamanya --> tidak dapat disinggung, tidak dapat diganggu gugat. Semoga kita dapat mengerti.

      Sekarang ini, di dalam ibadah pendalaman alkitab dan di sertai dengan perjamuan suci, kita mau dicap, sebab di dalam perjamuan suci akan terjadi perpisahan yaitu:


      • jika kita mau dicap oleh setan = Yudas,
      • sedangkan yang mau dicap oleh TUHAN = Yohanes yang bersandar di Dada YESUS.


      Ini merupakan hal yang serius, tetapi bukan berarti tidak mau menggunakan perjamuan suci, sebab menolak perjamuan suci = menolak TUHAN. Yang bagus, adalah saya mau dicap oleh TUHAN.

      Yohanes 13 : 23 – 27,
      23. Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.
      24. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!"
      25. Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?"
      26. Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
      27. Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."

      Murid-murid yang lain tidak mengetahui siapa yang akan menyerahkan YESUS, hanya Yohanes yang tahu sebab ia bersandar di Dada YESUS. Jadi, orang yang bersandar di YESUS mengetahui tentang antikrist dan ia juga tidak akan dijamah oleh antikrist. Yudas ini merupakan gambaran dari antikrist yang keluar dari dalam.

      Kita harus berhati-hati --> beribadah, rasul tetapi dicap/dimeterai oleh setan, bukan dimeterai oleh TUHAN.

Kerasukan setan = menjadi sama dengan setan = menjadi milik setan.
Murid-murid lain yang tidak bersandar di YESUS, mengira Yudas seorang yang baik sehingga ia disuruh oleh YESUS. Ini yang menyebabkan banyak orang yang terkecoh; Yudas yang akan menyerahkan YESUS masih dipuji-puji karena dipakai oleh TUHAN, tetapi Yohanes tahu bahwa Yudas-lah yang akan menyerahkan YESUS.

Mari! kita jangan tanggung-tanggung mengikuti TUHAN, sebab kalau kita tanggung-tanggung akan banyak yang terkecoh, tetapi mengikut TUHAN harus sampai kita bersandar di Dada YESUS.

Dalam perjamuan suci, terjadi perpisahan yaitu:

  • Yudas yang dicap oleh setan/kerasukan setan/digendong oleh setan = digendong dengan tangan maut (bukan tangan kasih sekuat maut) untuk membinasakan dia untuk selama-lamanya = menjadi milik setan untuk selama-lamanya. Inilah Yudas yang mau dicap oleh setan, sekali-pun ia sudah ditunjuk oleh Firman bahwa ia bersalah, tetapi ia tetap bertahan bahkan menyalahkan orang lain --> ‘bukan aku’ dan ini berarti ia sudah menunjuk pada orang lain. Keras tetap keras --> berbahaya! terpisah sebab dimeterai oleh setan.


  • Yohanes yang bersandar di Dada YESUS = digendong dengan Tangan kasih sekuat maut/Tangan TUHAN Yang penuh kasih sekuat maut. Semoga kita dapat mengerti.

Arti dari kasih sekuat maut adalah maut-pun tidak dapat mengalahkan; jangankan pencobaan, maut-pun tidak dapat mengalahkan sebab digendong/begitu aman bersandar di Dada YESUS = mengasihi TUHAN lebih dari segala-galanya = taat dengar-dengaran pada TUHAN apa-pun risikonya.

Hasilnya:

  • tidak dicap dengan angka 6.6.6, artinya dilindungi di padang belantara --> Tangan kasih sekuat maut mampu melindungi kita dari:


    • aniaya antikrist selama tiga setengah tahun,
    • celaka dan marabahaya di dunia ini; sekarang ini banyak terjadi kecelakaan dan marabahaya, biarlah kita berada di dalam Tangan kasih sekuat maut.


  • Yohanes 21 : 20 – 23,
    20. Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"
    21. Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
    22. Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."
    23. Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu."

    Hidup mati kita adalah urusan TUHAN, artinya:


    • Tangan kasih sekuat maut, mampu memelihara kehidupan kita di tengah-tengah kesulitan dan kemustahilan dunia. Pemberitaan Firman TUHAN di Malang mengatakan bahwa setiap hamba-hamba TUHAN dan pelayan-pelayan TUHAN harus menghadapi kemustahilan/diijinkan oleh TUHAN untuk menghadapi kemustahilan. Kalau tidak bersandar di Dada TUHAN, tidak mampu menghadapi kesulitan dan kemustahilan di dunia ini. Semoga kita dapat mengerti.


    • Tangan yang penuh kasih sekuat maut mampu menyelesaikan segala masalah --> kita digendong seperti bayi yang tidak dapat makan sendiri, merasa gatal saja tidak dapat menggaruk sendiri/masalah kecil saja tidak dapat di atasi sendiri dan yang dapat dilakukan hanyalah menangis. Tetapi ada Tangan kasih yang sekuat maut/Tangan yang berlubang paku dapat memberikan masa depan yang indah kepada kita.


    Mari:


    • Serahkan untuk berada di dalam gendongan TUHAN/bersandar di Dada TUHAN.
    • Mengasihi TUHAN lebih dari semuanya.
    • Taati TUHAN sekali-pun orang mengkritik sampai kita dapat merasakan
    • Tangan kasih sekuat maut yang melindungi, memelihara, menyelesaikan segala masalah sampai pada hal yang mustahil dan memberikan masa depan yang indah bagi kita. Hidup kita menjadi semakin hari semakin indah/ditata; jika kita digendong oleh TUHAN, maka hidup kita semakin ditata dan menjadi semakin indah.


  • sampai di tahta TUHAN --> Wahyu 22 : 3, 4,
    3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
    4. dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.

    Tangan kasih sekuat maut sanggup mengangkat kita sampai di tahta TUHAN artinya:


    • melepaskan kita dari kutukan-kutukan, letih lesu, beban berat menjadi damai sejahtera dan semuanya menjadi enak dan ringan. Digendong ini enak dan ringan sekali-pun harus menaiki gunung; kalau tidak digendong, jangankan harus menaiki gunung, berjalan ke Wonokromo saja, kita sudah terseok-seok. Tetapi kalau digendong, sekali-pun harus naik gunung Himalaya --> terserah!! Sebab kita merasa enak dan ringan = berbahagia sebab air mata dihapuskan. Semoga kita dapat mengerti.


    • kita diangkat dari kegagalan-kegagalan dan menjadi berhasil.
    • disucikan dan diubahkan sampai menjadi sempurna seperti Dia dan betul-betul kita terangkat di tahta TUHAN, hanya memandang Dia siang dan malam. Nama-Nya ditulis di dahi kita.


    Di dalam gendongan, kita belajar memandang TUHAN. Kalau bayi digendong, pasti bayi itu memandang ibunya; itu sebabnya mari memandang TUHAN apa-pun yang terjadi di dalam hidup kita:


    • kita hanya memandang Dia
    • dan hanya berharap kepada Dia.

TUHAN memberkati kita semua.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-27 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 18-19 Maret 2020
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • 31 Maret 2020 - 02 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top