English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 30 Mei 2019 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:13-21 tentang hukuman Anak Allah...

Ibadah Raya Malang, 14 Februari 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat Laodikia....

Ibadah Raya Surabaya, 10 Mei 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Agustus 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:66-72, menghadapi penderitaan dan kesulitan di akhir zaman, banyak anak Tuhan menyangkal...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Oktober 2014 (Kamis Sore)
Siaran langsung dari Ibadah Pendalaman Alkitab di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 23 Juli 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:57-62 tentang "Hal mengikut Yesus".

Lukas 9:57
9:57...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 April 2010 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Adrie Tuju

Yohanes 17:17
17:17. Kuduskanlah mereka...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Januari 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 06 Desember 2012 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 10:5-15

Ibadah Raya Surabaya, 03 Desember 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman...

Ibadah Raya Surabaya, 14 Februari 2010 (Minggu Sore)
Matius 24: 51b
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kemunafikan.
Kita harus berjaga-jaga sebab...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 Januari 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 1-5=> dosa dan penderitaan.
13:1. Pada waktu itu...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 06 Februari 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:8-9
Kehidupan yang diurapi Roh Kudus digambarkan sebagai kehidupan yang meminyaki Tubuh Yesus...

Ibadah Persekutuan I Makassar, 04 September 2012 (Selasa Sore)
Disiarkan juga secara langsung untuk Ibadah Doa di Malang Salam sejahtera dalam kasih sayang...

Ibadah Doa Surabaya, 17 November 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia,...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Juni 2020 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:13-14
11:13. Pada saat itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan sepersepuluh bagian dari kota itu rubuh, dan tujuh ribu orang mati oleh gempa bumi itu dan orang-orang lain sangat ketakutan, lalu memuliakan Allah yang di sorga.
11:14. Celaka yang kedua sudah lewat: lihatlah, celaka yang ketiga segera menyusul.

Ini adalah celaka kedua, sama dengan bunyi sangkakala yang keenam, yaitu terjadi gempa bumi yang dahsyat, artinya kegoncangan jasmani dan rohani yang menimpa dunia dan gereja Tuhan, karena menolak suara sangkakala (firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua).

Kegoncangan atau gempa rohani dan jasmani mengakibatkan tiga hal:
  1. Sepersepuluh bagian dari kota suci rubuh (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 14 Juni 2020 sampai Ibadah Doa Malang, 18 Juni 2020).
  2. Tujuh ribu orang mati oleh gempa (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 21 Juni 2020).
  3. Orang-orang lain sangat ketakutan, lalu memuliakan Allah di Sorga.

Ini menunjuk pada kegoncangan milik Tuhan:
  1. Sepersepuluh bagian kota suci rubuh = persepuluhan digoncang karena ada keinginan akan uang.
  2. Tujuh ribu orang mati = rumah Tuhan goncang, sampai gembalanya juga tidak setia.
  3. Orang-orang lain sangat ketakutan, lalu memuliakan Allah di Sorga = mengenai mempelai wanita Tuhan.

ad. 2.

Tujuh ribu orang mati menunjuk pada kegoncangan rumah Tuhan.

1 Korintus 3:16
3:16. Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

1 Korintus 6:19-20
6:19. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
6:20. Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Rumah Tuhan adalah kehidupan kita yang sudah ditebus atau dibeli oleh darah Yesus, tempat kita beribadah melayani Tuhan smapai puncaknya menyembah Dia. Kita sudah dibeli oleh darah-Nya untuk beribadah.

Jadi, ibadah pelayanan dan penyembahan kepada Tuhan merupakan hak sepenuh dari Tuhan dan kewajiban mutlak kita, karena Tuhan sudah menebus/ membeli kita.
Kalau hanya untuk kuliah, kita tidak perlu ditebus dengan darah-Nya. Kita bekerja dan kuliah yang sungguh-sungguh, tetapi harus lebih sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
Seringkali kita tidak bisa kuliah karena biaya, kita hampir putus asa, tetapi kalau tidak bisa beribadah dan menyembah Tuhan tidak pernah menangis, malah tertawa. Ini sama artinya kehidupan kita goncang.

Kalau kita tidak setia dalam ibadah pelayanan, akibatnya:
  1. Kita pasti mengalami kegoncangan di segala bidang.

  2. Kita berhutang darah Yesus yang tidak bisa dibayar. Hidup itu tidak pernah enak tetapi berbeban berat.

  3. Kita menyembah berhala, sehingga membuat Tuhan cemburu.
    Keluaran 20:4-5
    20:4. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
    20:5. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

    Kidung Agung 8:6
    8:6. --Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!

    Kidung Agung 8:6 [terjemahan lama]
    8:6. Taruhlah akan daku dalam hatimu bagaikan meterai, bagaikan meterai pada lenganmu; karena kuat kasih itu seperti kuat maut, dan cemburuan itu hebat seperti alam barzakh, nyalanya seperti nyala api, seperti halilintar Tuhan.

    Tuhan mengasihi kita sampai rela mati di kayu salib. Tetapi kalau Dia cemburu, hukumannya sampai api neraka, seperti tujuh ribu orang karena gempa.

1 Raja-raja 19:18
19:18. Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia."

Pada saat Elia berkeluh kesah karena Israel menyembah Baal, Tuhan menyediakan tujuh ribu orang yang tidak menyembah Baal, sama dengan tetap beribadah menyembah Tuhan, mempertahankan rumah Tuhan. Saat gembala tidak setia dalam ibadah pelayanan, itu adalah goncangan besar dalam rumah Tuhan. Saat imam-imam tidak setia, rumah Tuhan juga goncang. Tetapi masih ada orang yang mempertahankan rumah Tuhan.

Jadi, tujuh ribu orang yang mati adalah orang yang menolak suara sangkakala (firman pengajaran yang benar), ibadah pelayanan yang benar. Ini sama dengan merubuhkan mezbah Tuhan dan menyembah Baal terutama Baal-Zebub.

2 Raja-raja 1:5-6
1:5. Sesudah utusan-utusan itu kembali kepada raja, berkatalah ia kepada mereka: "Mengapa kamu kembali?"
1:6. Jawab mereka kepadanya: "Ada seorang datang menemui kami dan berkata kepada kami: Pergilah, kembalilah kepada raja yang telah menyuruh kamu, dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman TUHAN: Apakah tidak ada Allah di Israel, sehingga engkau menyuruh meminta petunjuk kepada Baal-Zebub, allah di Ekron? Sebab itu engkau tidak akan bangun lagi dari tempat tidur di mana engkau berbaring, sebab engkau pasti akan mati."

Baal-Zebub artinya tuan/ raja lalat/ suami.
Kalau kita sudah menolak pengajaran dan ibadah pelayanan yang benar, itu sama dengan menyembah Baal-Zebub (raja yang lain). Ini melawan penyembahan mempelai, yaitu penyembahan kepada Yesus dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, Tuan segala tuan, dan Mempelai Pria Sorga dengan suara "Haleluya".

Akibatnya adalah tidak ada urapan Roh Kudus.
Pengkhotbah 10:1
10:1. Lalat yang mati menyebabkan urapan dari pembuat urapan berbau busuk; demikian juga sedikit kebodohan lebih berpengaruh dari pada hikmat dan kehormatan.

'Lalat yang mati' = raja lalat/ setan.
Sebenarnya, setan sudah dikalahkan oleh Yesus di kayu salib, tetapi ia tidak merasa kalah untuk mengganggu anak-anak Tuhan.
Yesus sudah meremukkan kepala ular, tetapi ekornya masih bergerak.

Kejadian 3:15
3:15. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Tidak mau mengaku kalah, tidak mau mengaku salah, sama dengan Baal-Zebub.
Raja lalat/ lalat yang mati merusak minyak urapan Roh Kudus, artinya membuat anak Tuhan kehilangan urapan Roh Kudus, sehingga kering rohani dan menjadi manusia darah daging (kayu penaga yang tidak disalut).
Akibatnya ibadah pelayanan, penyembahan, nikahnya, sampai seluruh hidup rusak dan binasa.

Kalau minyak urapan rusak, akan mengakibatkan kebodohan, artinya mau dibodohi oleh setan.
Pengkhotbah 10:1
10:1. Lalat yang mati menyebabkan urapan dari pembuat urapan berbau busuk; demikian juga sedikit kebodohan lebih berpengaruh dari pada hikmat dan kehormatan.

Hati-hati soal pekerjaan atau jodoh, jangan dibodohi setan karena mengikuti keinginan daging.

Ada tiga macam praktik kebodohan:
  1. Tidak mau tergembala dengan benar dan baik.
    Pengkhotbah 10:2
    10:2. Hati orang berhikmat menuju ke kanan, tetapi hati orang bodoh ke kiri.

    'kiri' = tempatnya kambing yang egois, hanya mencari yang enak bagi daging (Matius 25).

    Tidak tergembala artinya:
    • Tidak mau masuk kandang penggembalaan padahal Tuhan sudah menyediakan kandang.
      Yohanes 10:1-2
      10:1. "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
      10:2. tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.

      Kandang penggembalaan sama dengan ruangan suci, ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:
      1. Pelita emas = ketekunan dalam ibadah raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia Roh Kudus. Kita diberi minum, sehingga ada kepuasan dari Sorga. Kita tidak perlu lagi mencari kepuasan di dunia.
      2. Meja roti sajian = ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan korban Kristus. Kita diberi makan, sehingga ada kekuatan supaya tidak jatuh dalam dosa, kuat dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir, dan bertumbuh sampai pada kedewasaan (kesempurnaan seperti Yesus).
      3. Mezbah dupa emas = ketekunan dalam ibadah doa, persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya. Kita bernafas dengan kasih Allah sampai hidup kekal.
      Orang bodoh tidak mau masuk kandang penggembalaan (tidak mau masuk pintu sempit), termasuk gembala-gembala.
      Tidak mau masuk pintu sempit = tidak mau sengsara daging karena Yesus.

      Biar malam ini kita mau masuk pintu sempit untuk bisa tergembala dengan benar.

      Kejadian 47:6
      47:6. Tanah Mesir ini terbuka untukmu. Tunjukkanlah kepada ayahmu dan kepada saudara-saudaramu tempat menetap di tempat yang terbaik dari negeri ini, biarlah mereka diam di tanah Gosyen. Dan jika engkau tahu di antara mereka orang-orang yang tangkas, tempatkanlah mereka menjadi pengawas ternakku."

      Firaun, gambaran dari setan, mengakui bahwa kandang penggembalaan adalah tempat terbaik dan kekal. Ini sama dengan kita berada di bawah kaki Tuhan, seperti Maria.

      Lukas 10:42
      10:42. tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

      Di bawah kaki Tuhan adalah tempat yang menjanjikan dan paling aman. Itulah sebabnya kita harus tergembala dengan benar dan baik.

      1 Petrus 5:8
      5:8. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

      'ditelannya' = menjadi sama seperti setan.
      Kehidupan yang bodoh, artinya tidak mau tergembala, beredar-edar, akibatnya bertemu dengan singa/ setan yang akan menghancurkan dan membinasakan.
      Di luar kandang penggembalaan tidak ada jaminan sama sekali. Ia akan tergoncang, hancur, sampai binasa selamanya.
    • Tidak mau mendengar dan dengar-dengaran pada suara gembala atau tidak mau makan firman penggembalaan. Ini adalah kebodohan.
      Yohanes 10:3-4
      10:3. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
      10:4. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

      Akibatnya ibadah pelayanan, pengorbanan, dan penyembahan kepada Tuhan hanya untuk menyembah Baal-Zebub.
      Contoh: raja Saul. Dia mau berkorban, beribadah dan menyembah, tetapi karena tidak taat, ia hanya menyembah berhala.

      1 Samuel 15:22-23
      15:22. Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.
      15:23. Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."

      Saul tidak taat pada perintah Tuhan karena mendengar suara asing, yaitu ajaran palsu, nasihat palsu, dan suara daging.
      Suara asing kelihatan lebih masuk akal. Saat itu Saul sudah terdesak, rakyat sudah mendesak, lalu ia membakar korban untuk Tuhan. Kelihatan masuk akal, tetapi tidak sesuai dengan perintah Tuhan.
      Kemudian saat diberkati, Saul menang, lembu yang gemuk dikumpulkan dengan alasan untuk Tuhan. Kelihatan lebih masuk akal, ekonomis, dan menguntungkan, tetapi tidak sesuai perintah Tuhan, sehingga ia sedang menyembah berhala.

      Matius 7:21-23
      7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
      7:22. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
      7:23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

      Tadi, domba-domba mengenal suara gembala, artinya kalau kita taat, kita mengenal Tuhan dan Dia mengenal kita. Tetapi kalau tidak taat, Dia tidak mengenal kita, dan pintu Sorga ditutup.

  1. Hati yang jahat, termasuk najis. Mulai dari tidak enak hati, sakit hati, sampai membenci/ membunuh.
    Amsal 12:16
    12:16. Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh.

    Penyebab tidak enak hati dan sakit hati sampai akhirnya membenci/ membunuh:
    • Dari dalam: prasangka buruk.
    • Dari luar: perkataan dan perbuatan orang lain yang merugikan kita.
    • Tidak mau menerima firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua dan menusuk hati untuk menyucikan.

    Kita harus menjaga:
    • Mulai dari gembala jangan sampai menyampaikan firman Tuhan dengan tidak enak hati, sakit hati, atau kebencian. Firmannya sudah benar tetapi sikapnya tidak benar. Ini yang menyebabkan lalat mati/ minyak urapan hilang, sehingga rohaninya kering sampai mati. Firman Allah kehilangan kuasanya untuk menolong diri sendiri dan sidang jemaat, bahkan bisa menjadi ajaran palsu.
    • Sidang jemaat jangan sampai mendengar firman dengan tidak enak hati apalagi kebencian.
      Kalau mendengar dengan tidak enak hati, firman tidak akan pernah menjadi iman dan kasih, tetapi malah membenci sampai kebencian tanpa alasan.

      Ini sudah pernah terjadi pada gereja hujan awal, dan pasti terjadi pada gereja hujan akhir, zaman kita sekarang, apalagi saat pekerjaan Tuhan maju.
      Kisah Rasul 5:29-33
      5:29. Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.
      5:30. Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh.
      5:31. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.
      5:32. Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."
      5:33. Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka dan mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu.

      Kisah Rasul 6:1
      6:1. Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari.

      'jumlah murid makin bertambah' = pekerjaan Tuhan maju.
      Orang Yahudi gambaran dari hamba Tuhan tetapi bahasanya Yunani (bahasanya kafir).

      Pada saat sidang jemaat maju dan diberkati Tuhan, hati yang jahat akan muncul yaitu:
      1. Bersungut-sungut karena firman yang menyucikan.
      2. Mulai bersungut-sungut karena perkara jasmani.

      3. Menghasut.
        Kisah Rasul 6:2
        6:11. Lalu mereka menghasut beberapa orang untuk mengatakan: "Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah."

      4. Menangkap hamba-hamba Tuhan = menghambat pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, berarti ada di pembangunan Babel yang dikepalai oleh Baal-Zebub.
        Kisah Rasul 6:12
        6:12. Dengan jalan demikian mereka mengadakan suatu gerakan di antara orang banyak serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat; mereka menyergap Stefanus, menyeretnya dan membawanya ke hadapan Mahkamah Agama.

    1 Korintus 1:10
    1:10. Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.

    Kita harus berada dalam urapan Roh Kudus, itulah penyucian oleh firman pengajaran yang benar, supaya kita bisa sehati dan sepikir (satu firman pengajaran yang benar) mulai dari dalam nikah dan penggembalaan.
    Kalau sudah sehati dan sepikir, kita bisa satu tindakan, yaitu satu pelayanan dan satu penyembahan.

    Yeremia 32:39
    32:39. Aku akan memberi mereka satu hati dan satu tingkah langkah, sehingga mereka takut kepada-Ku sepanjang masa untuk kebaikan mereka dan anak-anak mereka yang datang kemudian.

    'satu tingkah langkah' = perkataan dan perbuatan yang benar dan baik (tidak memilukan hati Tuhan, tidak memedihkan orang tua, dan tidak membuat gembala berkeluh kesah), sampai membalas kejahatan dengan kebaikan.
    Hasilnya adalah Tuhan mendatangkan kebaikan sampai ke anak cucu.

  1. Terikat akan uang, cinta akan uang. Ini sama dengan menyembah berhala, merasa hidupnya dari uang.
    Lukas 12:15,18-21
    12:15. Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
    12:18. Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
    12:19. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
    12:20. Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
    12:21. Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."

    Bukti terikat akan uang sama dengan penyembahan berhala:
    • Beribadah melayani hanya untuk mencari uang atau tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan hanya untuk mencari uang.
    • Meninggalkan iman atau kebenaran hanya untuk mencari uang.
      Contoh: menipu, hutang tidak bayar.
    • Salah menggunakan berkat, yaitu menggunakan uang hanya untuk kepentingan dunia, tidak ada kepentingan Sorga.
    • Kikir dan serakah = mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan, yaitu persepuluhan dan persembahan khusus penyembahan berhala.
      Kikir = tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
      Serakah = mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan, yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

    Akibatnya adalah kehilangan urapan Roh Kudus seperti Yudas Iskariot, sehingga hidupnya sengsara sampai kebinasaan.

    Biarlah kita menjadi orang berhikmat, yaitu lebih bahagia memberi dari pada menerima, sampai memberikan seluruh hidup kepada Tuhan.

Cara melawan kebodohan dari setan adalah Yesus harus taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib. Ia menjadi bodoh, supaya kita jangan dibodohi setan, tetapi kita mempunyai hikmat dan kuasa dari Tuhan. Ini satu-satunya jalan.

1 Korintus 1:18,22-24
1:18. Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
1:22. Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,
1:23. tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
1:24. tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi,
Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

Salah satu bentuk salib malam ini adalah perjamuan suci.
1 Korintus 10:14-17
10:14. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala!
10:15. Aku berbicara kepadamu sebagai orang-orang yang bijaksana. Pertimbangkanlah sendiri apa yang aku katakan!
10:16. Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?
10:17. Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.

Di dalam perjamuan suci, segala kebodohan dan penyembahan berhala dihapuskan, dan menyatukan kita dalam satu tubuh Kristus yang sempurna. Mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita sorga yang bisa menyembah Yesus sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga.
Yang penting adalah kita menguji diri oleh pedang firman, supaya kita benar-benar menerima hikmat dan kuasa Tuhan.

Satu tubuh berarti satu suara.
Wahyu 19:6-7
19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Kita bukan menyembah raja lalat, tetapi Yesus sebagai Raja segala raja, Tuan segala tuan, dan Mempelai Pria Sorga dengan kata "Haleluya". Ini adalah hikmat, dan kita pasti menerima kuasa.
Hasilnya:
  1. Kuasa kemenangan.
    Mazmur 44:5
    44:5. Engkaulah Rajaku dan Allahku yang memerintahkan kemenangan bagi Yakub.

    Yakub bergumul seumur hidupnya. Pergumulan apa yang kita hadapi, Tuhan akan memberikan kemenangan:
    1. Kemenangan atas dosa, supaya kita hidup benar dan suci mulai dari pikiran.
      Tuhan memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita supaya kita menang.
    2. Kemenangan atas masalah dan pencobaan. Semua masalah selesai tepat pada waktuNya.

  2. Kuasa untuk melindungi dan memelihara, mengasuh dan merawat kita di tengah kesulitan dunia.
    Efesus 5:28-29
    5:28. Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.
    5:29. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,

    Raja lalat membuat dunia sulit, tetapi Tuhan yang memelihara kita di tengah kesulitan sampai berkelimpahan. Kita hanya mengucap syukur.
    Jangan takut tetapi tetap waspada. Di atas semuanya, Tuhan yang melindungi.

    Tuhan menghangatkan dan membahagiakan kita, sekaligus membuat kita tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir.

  3. Kuasa penyucian dan pembaharuan.
    Efesus 5:26-27
    5:26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
    5:27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

    Saat kita menyembah, Dia lagnsung turun untuk memperhatikan dan mempedulikan kita.

    Kita mengalami penyucian oleh baptisan air dan firman pengajaran, sampai mulut tidak mencium Baal, artinya jujur.
    1 Raja-raja 19:18
    19:18. Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia."

    Jika Tuhan datang, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia. Kita tidak salah dalam perkataan. Kita hanya bersorak "Haleluya" untuk menyambut kedatangan-Nya di awan-awan yang permai.


Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top