Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949

Pdt. Jusak Widjaja Hendra - Square Ballroom Surabaya

Berita paskah malam ini dengan tema yang diambil dari dalam kitab Wahyu 19 : 9, Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba = pesta nikah Anak Domba. Puji TUHAN. Alkitab dibuka dengan ktb Kejadian yang memuat berita tentang nikah yang jasmani antara Adam dan Hawa. Nikah ini merupakan pemberian dari TUHAN yang mulia, yang diberikan hanya kepada manusia; malaikat tidak memiliki nikah apalagi hewan. Semoga kita dapat mengerti.

Nikah dari Adam dan Hawa merupakan nikah yang indah dan berbahagia di taman Eden; tetapi sayang, nikah itu dirusak oleh setan/dosa, sehingga menjadi telanjang dan malu/masih ada rasa malu. Mereka menyemat daun ara untuk dibuatkan cawat sebab mereka telanjang dan merasa malu. Setelah mereka di usir ke dunia dan merasakan kutukan, kesusahan, kepedihan, air mata dllnya.

Berlanjut dengan nikah di dunia bukannya bertambah baik sebab kemerosotan dari nikah ini juga terjadi di dunia. Jadi nikah-nikah sekarang yang terjadi di dunia ini termasuk nikah dari para hamba TUHAN/pelayan TUHAN lebih rusak lagi sehingga menjadi telanjang dan tidak tahu malu. Sudah telanjang karena berbuat dosa, tetapi di atas mimbar terlihat hebat = tidak tahu malu (permisi berkata) ini seperti anjing dan babi yang berada di sini mau-pun di pesta --> ok saja sebab sudah tidak merasakan apa-apa. Bahkan merasa bangga dan hebat.

Ini merupakan kenyataan; itu sebabnya kami sebagai hamba TUHAN perlu untuk mengoreksi diri. Inilah nikah yang sudah telanjang tetapi tidak tahu malu seperti anjing dan babi. Di dalam nikah terjadi pertengkaran yang ganas seperti anjing --> terjadi kekerasan di dalam rumah tangga; kemudian terjadi perselingkuhan sampai pada perceraian dllnya. Nikah ini merosot sebab telanjang dan tidak tahu malu seperti anjing dan babi. Istilah anjing dan babi ini ada di dalam alkitab. Semoga kita dapat mengerti.

Korban perang dunia pertama dan juga korban perang dunia yang kedua jumlahnya dapat dihitung sebab ada statistiknya; dulu kita pernah belajar sejarah. Tetapi korban dari nikah yang telanjang dan hancur, tidak dapat dihitung oleh siapa-pun di dunia --> sebab mulai dari istana presiden/istana raja sampai di kolong jembatan --> dari negara maju, negara berkembang mau-pun negara miskin terjadi kerusakan nikah. Dan nikah yang rusak ini sedang menuju kepada kebinasaan kekal di neraka. Dari kutukan sampai kebinasaan kekal di neraka.

Karena di dalam dunia ini, tidak ada kekuatan yang dapat menolong nikah yang rusak/menyelesaikan masalah nikah yang rusak dan najis yang sedang menuju kepada kebinasaan. Kepandaian tidak dapat menolong bahkan banyak orang yang pandai di dunia pendidikan justru terjadi perselingkuhan; demikian juga dengan kekayaan --> banyak orang kaya yang nikahnya rusak. Juga dengan kedudukan tidak dapat menolong nikah yang rusak. Dan juga nikah dari para hamba-hamba TUHAN, banyak yang hancur dihari-hari ini.

Itu sebabnya karena dari dunia tidak ada yang dapat menyelesaikan masalah nikah, oleh sebab itu YESUS di surga harus datang ke dunia untuk mati di kayu salib dan bangkit/paskah untuk memperbaiki/merestorasi nikah yang rusak dan hancur sampai mencapai nikah yang sempurna/nikah yang rohani.

Alkitab ditutup dengan ktb Wahyu yang memuat tentang nikah yang rohani/nikah
yang sempurna/perjamuan kawin Anak Domba. Ini merupakan kemurahan TUHAN, kita memperingati paskah --> nikah yang hancur/yang rusak, diperbaiki oleh TUHAN. Nikah itu tidak diperbaiki hanya sampai menjadi baik saja seperti yang dikatakan oleh orang dunia bahwa kami baik-baik saja --> bukan!! Sebab tidak cukup hanya sampai baik, tetapi harus sampai menjadi sempurna/perjamuan kawin Anak Domba.

Apa yang dimaksud dengan perjamuan kawin Anak Domba? Kalau diberi definisi, di dalam ktb Kejadian menunjuk pada Adam dan Hawa, tetapi di dalam ktb Wahyu merupakan

  • pertemuan antara YESUS/Adam yang terakhir/Kepala ini menunjuk pada Suami/Mempelai Laki-laki Surga. Semua gereja mengakui bahwa YESUS adalah Kepala dan Kepala itu Suami (Ef 5)/Mempelai Laki-laki Surga dengan Hawa/inilah kita sidang jemaat yang sempurna/Tubuh Kristus yang sempurna. Tubuh ini menunjuk pada istri/Mempelai Wanita Surga diawan-awan yang permai. Inilah perjamuan kawin Anak Domba.

    Atau perjamuan kawin Anak Domba juga merupakan


  • nikah yang rohani (bukan nikah yang daging), tetapi nikah yang sempurna antara Kristus/Mempelai Pria Surga dengan sidang jemaat/Mempelai Wanita Surga di awan-awan yang permai --> Wahyu 19 : 9 --> pertemuan di udara diawan-awan yang permai.

Sesudah pertemuan di udara, di dalam Wahyu 20, masuk ke dalam kerajaan seribu tahun damai, inilah firdaus yang akan datang. Tempat bagi nikah bukanlah di dunia, sebab dunia ini merupakan tempat buangan/penjara, tetapi tempat bagi nikah adalah di dalam firdaus/kerajaan seribu tahun.

Sesudah itu di dalam Wahyu 21 dan 22, Yerusalem Baru/kerajaan surga yang kekal dan di sini kita akan bersama-sama dengan TUHAN selama-lamanya. Inilah pengertian dari tema ‘berbahagialah yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba’.

Sekarang ini apa kaitannya tema kita dengan paskah? Salah satu arti dari paskah adalah kelepasan. Di dalam perjanjian lama, paskah adalah kelepasan bangsa Israel dari Mesir menuju ke Kanaan di Timur Tengah. Sedangkan paskah di dalam perjanjian baru adalah kelepasan dari gereja TUHAN yang sempurna/Tubuh Kristus yang sempurna dari dunia ini menuju Yerusalem Baru lewat:

  • perjamuan kawin Anak Domba/pertemuan di awan-awan dengan YESUS, sesudah itu lewat
  • kerajaan seribu tahun damai/firdaus, sesudah itu barulah masuk
  • Yerusalem yang Baru/kerajaan surga untuk selama-lamanya.

Semoga kita mengetahui arah dari kita merayakan paskah, bukan hanya mengatakan bahwa kita bebas, tetapi ke mana arah kita? TUHAN memberi kelepasan tetapi ke mana arahnya? Kalau dulu dari Mesir ke tanah Kanaan, sekarang lewat perjamuan kawin Anak Domba, kemudian kerajaan seribu tahun, baru kemudian ke Yerusalem Baru/kerajaan surga yang kekal.

Kita akan mempelajari --> dulu bangsa Israel dari Mesir tidak langsung menuju ke Kanaan, tetapi perjalanan mereka secara bertahap --> tahap satu, tahap dua, tahap tiga, baru mereka masuk ke tanah Kanaan. Ini merupakan nubuatan bagi kita, jika kita hendak masuk ke dalam Yerusalem baru, juga harus melalui tahap satu, tahap dua dan tahap tiga. Nubuat ini bukan mengatakan bahwa anak yang akan dilahirkan

itu adalah laki-laki atau perempuan --> ini bukan nubuat tetapi ramalan; sebab kalau nubuat memiliki kaitan dengan alkitab/dengan kerajaan surga/dengan hidup kekal.

Jika tidak memiliki kaitan dengan hidup kekal, itu namanya ramalan yang dapat dilakukan oleh dukun-dukun, tetapi mereka tidak mengetahui tentang masuk surga.

Ada tiga tahap kelepasan dari bangsa Israel dari Mesir menuju ke tanah Kanaan yang menubuatkan tiga tahap dari gereja TUHAN yang sempurna/kelepasan dari dunia menuju ke Yerusalem baru yaitu:

  1. kelepasan bangsa Israel dari Mesir oleh kekuatan darah anak domba paskah. Dulu anak domba berupa binatang yang disembelih.

    Keluaran 12 : 21 – 23, 29,
    21. Lalu Musa memanggil semua tua-tua Israel serta berkata kepada mereka: "Pergilah, ambillah kambing domba untuk kaummu dan sembelihlah anak domba Paskah.
    22. Kemudian kamu harus mengambil seikat hisop dan mencelupkannya dalam darah yang ada dalam sebuah pasu, dan darah itu kamu harus sapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu; seorang pun dari kamu tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi.
    29. Maka pada tengah malam TUHAN membunuh tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir, dari anak sulung Firaun yang duduk di takhtanya sampai kepada anak sulung orang tawanan, yang ada dalam liang tutupan, beserta segala anak sulung hewan.

    Jadi pada tengah malam, terjadi teriakan karena kematian dari anak sulung. Mengapa terjadi seperti itu? Sebab rumah dari orang Mesir tanpa/tidak ada tanda darah sehingga terjadi kematian anak sulung mereka. Tetapi rumah dari orang Israel memiliki tanda darah dari anak domba paskah sehingga selamat/tidak terjadi kematian dan bangsa Israel diusir/terlepas dari Mesir. Waktu itu pada tengah malam, mereka diusir untuk keluar dari Mesir sebab kalau bangsa Israel tidak keluar, maka bangsa Mesir akan mati semuanya. Inilah kekuatan darah dari binatang anak domba paskah yang melepaskan Israel dari Mesir.

    Sekarang apa nubuatnya? kita akan kita mempelajarinya, sebab perjanjian lama ini menubuatkan gereja TUHAN untuk sekarang ini --> 1 Korintus 5 : 7, 8, 11,
    7. Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
    8. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
    11. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul(1), kikir(2), penyembah berhala(3), pemfitnah(4), pemabuk(5) atau penipu(6); dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

    Dulu rumah orang Israel diberi darah binatang anak domba paskah sehingga mereka selamat/keluar dari Mesir; tetapi sekarang (ay 7) Darah Anak Domba Paskah ini menubuatkan tentang Darah YESUS/Anak Domba ALLAH/Anak Domba Paskah. Semoga kita dapat mengerti.
    Di ay 11, gereja TUHAN harus mengalami kelepasan dari dosa/maut. Dulu, bangsa Israel terlepas dari kematian anak sulung, sekarang kita harus mengalami kelepasan dari dosa/maut oleh Darah YESUS/Darah Anak Domba ALLAH. Kita harus mengalami kelepasan, sebab kalau tidak, maka nasib kita menjadi seperti Mesir/mengalami kematian dari anak sulung, sekarang harus, sebab ada sarana dari Darah YESUS.

    Kita hitung ada enam dosa --> Darah YESUS sanggup melepaskan kita dari enam dosa yang mendarah daging (angka enam ini menunjuk pada daging --> manusia diciptakan pada hari keenam/manusia daging) atau enam dosa yang menguasai tubuh, jiwa dan roh.

    Malam ini, mari, merayakan paskah bukan hanya kumpul-kumpul dllnya, tetapi harus ada kelepasan seperti yang dialami oleh bangsa Israel pada tahap pertama yaitu Israel terlepas dari Mesir oleh darah binatang anak domba paskah. Dan sekarang kita terlepas dari enam dosa yang mendarah daging/enam dosa yang menguasai tubuh, jiwa dan roh yaitu:


    • Dosa yang mengikat tubuh yaitu mabuk dan cabul (1 Kor 5 : 11).


      1. Mabuk ini dosa makan minum, merokok dan narkoba --> ini harus terlepas oleh kekuatan Darah, sebab dengan kekuatan dari manusia tidak dapat melepaskan dosa ini. Kemudian


      2. cabul adalah dosa kawin mengawinkan --> dosa sex dengan berbagai ragam seperti pandangan, pikiran dan juga lewat perbuatan. Bagi kaum muda harus berhati-hati saat berpacaran, harus ditandai dengan Darah, sebab kalau ada Darah, maka kita akan terlepas dari dosa dan tidak ditelan oleh maut. Kemudian terjadinya penyimpangan sex seperti terjadinya homo-sexsual, lesbian dan juga sex pada diri sendiri yang sekarang ini meraja-lela dan juga termasuk nikah yang salah seperti kawin campur seperti pada jaman Nuh, TUHAN sangat murka sebab anak-anak TUHAN mengambil anak-anak manusia sehingga menghasilkan raksasa-raksasa dan dihukum oleh TUHAN. Juga kawin cerai --> sudah kawin kemudian bercerai, kemudian kawin lagi dengan yang lain dengan alasan apa-pun. Alasan ini merupakan alasan dari manusia/dari hamba TUHAN --> kita jangan lakukan, tetapi kita harus kembali kepada alkitab.


    • Dosa yang mengikat jiwa ini menjadi tabiat itulah


      1. kikir = tidak dapat memberi. Jika kita tidak dapat memberi, maka kita tidak dapat masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus. Saudara melihat tubuh, semua tubuh ini tidak ada yang tidak berkorban/seenaknya sendiri. Seperti jantung yang berkorban dengan terus menerus berdenyut, seandainya jantung mengatakan bahwa ia capai dan tidak mau berdenyut, maka matilah orang itu. Waktu dulu, Musa membangun tabernakel, maka pembangunan itu ditandai dengan pengorbanan-pengorbanan. Semoga kita dapat mengerti. Kalau dosa cabul, orang masih banyak yang tahu seperti seorang pendeta yang berbuat cabul, maka ia harus diturunkan; tetapi kalau seorang hamba TUHAN itu kikir, maka tidak ada yang tahu, mungkin ada banyak. Kikir ini hanya terus menerus meminta dan berharap kepada orang lain, kehidupan itu tidak pernah memberi. Inilah dosa yang harus dilepaskan di hari-hari ini. Kemudian


      2. pemfitnah, memfitnah ini yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar. Hanya mendengar dari sepihak --> betapa sayangnya kita sebagai seorang hamba TUHAN yang hanya mendengar dari sepihak, langsung memvonis orang --> ini merupakan kesalahan yang besar. Ada satu lagi yaitu ?tipu atau dusta, dusta ini sudah menjadi dosa otomatis; kami para hamba TUHAN juga berdusta, di mimbar ia berkata yang sebenarnya ia berbahasa Jawa, tetapi ia berkata bahwa ini adalah bahasa Perancis sehingga jemaat tertawa padahal ia berdusta. Jemaat yang mendengar tidak disucikan, melainkan diberikan dosa = pulang dengan membawa dosa. Ini tidak lucu tetapi dusta. Itu sebabnya dosa tipu/dusta ini harus terlepas.


    • Dosa yang mengikat roh itulah penyembahan berhala seperti jimat-jimat, dukun-dukun, ramalan-ramalan binatang. Kalau ada yang bertanya kepada saya tentang ramalan bintang, maka saya akan berkata untuk mengatakan kepada yang meramal bahwa ia sendiri tidak mengetahui kapan ia akan mati, mengapa kita harus percaya? Sebab hanya TUHAN Yang mengetahui semuanya. Ini juga termasuk berhala modern yaitu


      1. sesuatu yang menghalangi kita untuk mengasihi dan beribadah kepada TUHAN. Waktu untuk berdoa, tetapi kita gunakan untuk menonton televisi dlsbnya. Juga termasuk


      2. tidak taat/tidak dengar-dengaran seperti Hawa. Kita dapat membayangkan begitu mudahnya perintah TUHAN, tetapi karena sudah diikat dengan roh tidak taat. Inilah berhala. Yang melanggar itu bukan ia berzinah, tetapi untuk hal yang remeh yaitu ‘semua buah dari pohon-pohon itu boleh kau makan, kecuali satu yang tidak boleh’. Hanya satu yang tidak boleh dan ini merupakan satu hal yang remeh, kecuali kalau Adam dan Hawa hanya boleh makan satu, yang lain tidak boleh dimakan sehingga membuat mereka menjadi ingin makan. Inilah berhala yang mengakibatkan menjadi tidak taat. Juga dengan istri Lot yang diperintahkan untuk lari dan jangan menoleh kebelakang --> ini betul dan remeh. Kecuali kalau diperintahkan untuk lari ke gunung dan menoleh ke belakang --> ini susah untuk dilaksanakan. Saya seringkali mengajar untuk memakai helm, tetapi ada yang mengatakan bahwa memakai helm itu merupakan urusan dari polisi bukan merupakan urusan TUHAN. Ini merupakan urusan dari TUHAN sebab menyangkut kebenaran. Kita seringkali meremeh-remehkan Firman, tetapi di situlah terjadi ketidak taatan dan juga terjadi banyak kehancuran. Inilah ikatan-ikatan yang harus dilepaskan. Jika kita dikuasai oleh enam dosa/belum terlepas dari enam dosa yang mendarah daging/yang mengikat tubuh, jiwa dan roh, maka kerohanian kita akan menjadi kering sampai mati rohani. Kita beribadah tetapi tidak merasakan apa-apa? kalau kita berada di dalam pesta di dunia, biar berapa jam-pun kita tidak berkeberatan, tetapi kalau di gereja, baru dua/tiga jam kita sudah merasa keberatan. Inilah mati rohani; kalau rohani itu hidup, maka kita akan merasa senang jika kita berada di dalam gereja. Jika sudah mati rohani, maka akan menjadi busuk dan berulat di neraka. Inilah kekuatan dari virus-virus dosa, dari ulat-ulat dosa yang mendarah daging di dalam hidup kita. Tetapi biarlah kita merayakan paskah dan kuasa paskah/kuasa Darah YESUS malam ini melepaskan kita dari enam dosa yang mendarah daging sehingga kita dapat hidup di dalam kebenaran dan kemurnian (ay 8). Sebab jika tidak ada Darah, maka manusia tidak dapat hidup benar --> jangankan soal keuangan, mau berkata benar, mau bekerja yang benar, berlalu lintas yang benar, sulit untuk benar dan murni/tulus. Kadang-kadang kita benar kalau ada pendeta-nya demikian juga dengan pendeta benar kalau ada sidang jemaat-nya --> ini benar, tetapi tidak murni/tidak tulus. Benar dan murni/tulus sekali-pun tidak ada pendeta, tidak ada jemaat, tidak ada boss, tetap benar dan murni/tulus sebab ada TUHAN di atas Yang selalu melihat. Kebenaran dan kemurnian itu merupakan pagar bagi kita.


    Hasilnya:
    Mazmur 5 : 13, Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

    Kalau kita hidup benar, maka kita akan mengalami:


    • Pagar berkat dan anugerah TUHAN sampai ke anak cucu dan menjadi berkat bagi orang lain. Seperti yang ditulis oleh raja Daud di dalam ktb Mazmur 37 --> ‘Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; inilah warisan yang benar yang harus kita wariskan kepada anak cucu kita itulah kebenaran dan kemurnian, sebab di situ kita dipagari dengan berkat dan anugerah TUHAN sampai ke anak cucu. Istilah dipagari, berarti kutukan tidak dapat masuk = orang benar tidak dapat terkena kutuk. Sekarang ini bingung dengan santet dllnya, tetapi kalau kita hidup benar, maka kita tidak akan terkena santet, kutukan dllnya. Yang ada hanyalah berkat dan anugerah TUHAN serta


    • perisai/perlindungan dan anugerah TUHAN sampai ke anak cucu. Perlindungan dari apa? dari celaka mara bahaya sampai pada hukuman di neraka. Inilah kelepasan pertama dari Mesir oleh kekuatan Darah yang untuk sekarang adalah kita terlepas dari dosa-dosa. Hidup benar serta murni merupakan pagar kita --> di mana-pun kita berada, kapan-pun, situasi apa-pun, kita tetap hidup benar dan murni sehingga berkat TUHAN akan menjamah kita sampai ke anak cucu. Kutukan tidak dapat menjamah kita sebab ada perlindungan dari TUHAN sampai ke anak cucu. Semoga kita dapat mengerti.


  2. jadi, sesudah keluar dari Mesir, bukan enak-enakan sebab masih harus menghadapi laut Kolsom/laut Merah. Setelah keluar dari Mesir, maka keadaan dari bangsa Israel terjepit di padang gurun sebab ke depan ada laut, ke belakang ada firaun dengan tentaranya, sedangkan sebelah kiri dan kanan ada padang gurun, pasti bangsa Israel akan kalah. Bagi bangsa Israel jika diberi satu kata yang tepat adalah mati. Inilah yang seringkali harus kita hadapi --> seringkali kita berkata “mati aku”. Setelah kita percaya YESUS/kita ditebus oleh Darah YESUS, kita keluar dari dosa-dosa, kita diberkati, tetapi kita masih harus menghadapi laut Kolsom.

    Keluaran 14 : 15, Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.

    Berseru-seru ini berbeda dengan berseru. Jadi, menghadapi laut Kolsom, Israel berseru-seru/ribut; kita seringkali ketika harus menghadapi sesuatu, maka kita ribut, mengomel, saling menyalahkan --> suami menyalahkan istri, istri menyalahkan suami, anak-anak menyalahkan orang tua sehingga terjadi keributan dan ini tidak dapat menyelesaikan masalah. Bahkan sampai mengadu kepada yang lain --> mau membangun gereja sudah menelepon bahwa aku mau membangun gereja, coba ditolong. TUHAN belum di telepon, temannya terlebih dahulu ditelepon --> ini suatu kesalahan sebab membangun gereja = membangun rumah TUHAN, bukan rumah orang. Seringkali kita mengadu kepada teman, kepada orang tua/mertua, tidak pernah mengadu kepada TUHAN.

    Tetapi TUHAN berkata kepada Musa untuk berangkat; coba kita berpikir, seandainya waktu berangkat itu bukan laut yang di hadapi, maka perintah TUHAN itu sudah benar, tetapi yang dihadapi itu laut.

    Arti dari berangkat, tetapi yang dihadapi laut = menyerah dan taat dengar-dengaran sebab ini yang dikehendaki oleh TUHAN. Jadi, ketika kita menghadapi pencobaan apa-pun juga, kita hanya menyerah dan taat dengar-dengaran. Kita jangan melawan, sebab melawan akan membuat perpecahan. Seringkali ketika kita menghadapi masalah, maka kita melanggar Firman --> apa yang TUHAN katakan tidak boleh, menjadi boleh sehingga tidak ada jalan keluar, yang ada hanyalah jalan buntu dan kebinasaan. Itu sebabnya kita jangan coba-coba berada di luar Firman.

    Seandainya TUHAN memerintahkan untuk berangkat, tetapi yang mereka lakukan adalah mundur, maka mereka akan habis binasa. Mari! kita menyerah dan taat dengar-dengaran.

    Kalau kita menyerah dan taat dengar-dengaran, pasti TUHAN akan menolong --> Keluaran 14 : 16, 21,
    16. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
    21. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

    Seringkali jika kita menghadapi sesuatu yang mustahil, maka kita berpikir untuk mencari jalan sendiri sehingga kita dapat mati. Kita jangan berpikir-pikir sebab TUHAN lebih bijaksana daripada kita = Firman TUHAN itu Hikmat di atas segala hikmat. Itu sebabnya kita jangan memakai hikmat manusia. Semoga kita dapat mengerti.

    Setelah kita menyerah dan taat = masuk laut, maka TUHAN pasti akan menolong. Bagaimana cara TUHAN menolong? Yaitu: TUHAN memerintahkan Musa untuk mengangkat tongkat/kayu dan mengulurkan tangan-nya ke laut, maka angin timur yang keras bertiup, sehingga air laut terbelah dan Israel berjalan di tempat yang kering. Perintah TUHAN itu mudah seperti:


    • jangan menoleh ke belakang,
    • jangan makan,
    • mengangkat tongkat dan ulurkan tangan.


    Itu sebabnya, jika saudara menghadapi pencobaan, maka saudara harus lari pada Firman, jangan lari pada yang lain.; saudara jangan takut pada Firman dengan berkata: nanti TUHAN perintahkan untuk masuk ke dalam laut --> tidak mengapa! Masuk saja, sebab TUHAN Yang akan bertanggung jawab. Jika kita taat, maka yang bertanggung jawab adalah yang menyuruh, tetapi jika kita melawan, maka kita sendiri yang harus bertanggung jawab. Semoga kita mengerti.

    Mari! kita bersungguh-sungguh sebab Firman bukan bahan tertawaan/guyonan, tetapi ayat yang menerangkan ayat. Seperti dulu jika kita belajar rumus, baru ada hasilnya, bukan sulapan. Jika kita mau menghitung gedung ini dengan tertawa-tawa --> tidak bisa seperti itu, harus ada rumus. Ayat dengan ayat itulah Firman TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

    Tongkat itu kayu dan ini berbicara tentang salib Kristus/kayu salib. Angkat tongkat dan ulurkan ke laut dan angin timur bertiup --> air laut terbelah, bangsa Israel berjalan di tempat yang kering.

    Yohanes 16 : 7, Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

    Jika Aku pergi = YESUS harus mati disalib. Di bagian atas diterangkan, bangsa Israel memberi darah anak domba di pintu dan ini menubuatkan Darah YESUS Yang melepaskan kita dari dosa-dosa sehingga kita dapat hidup benar dan murni --> kita dipagari dan diberkati oleh TUHAN.

    Sekarang, Musa mengangkat tongkat dan mengulurkannya ke laut, ini menubuatkan YESUS mati di kayu salib dan bangkit/paskah, naik ke surga untuk mencurahkan Roh Kudus/Roh Penolong Yang tidak terbatas. Tidak dapat dibatasi oleh laut. Jadi, cerita-cerita/nubuat ini bukanlah sejarah sebab kalau dipelajari dengan pengetahuan, maka akan ada yang berkata bahwa ini merupakan fenomena alam.

    Itu sebabnya, alkitab ini jangan diseminarkan atau di diskusikan --> jangan! Tinggal dipercaya atau tidak/diterima atau tidak. Kalau diseminarkan atau didiskusikan, maka nanti akan menghasilkan bahwa ini adalah fenomena alam. Demikian juga dengan manna --> ini bukan dari surga tetapi dari tumbuhan yang tumbuh di padang gurun. Kita jangan melakukan itu sebab ada macam-macam pendapat orang, tetapi ayat menerangkan ayat/pembukaan Firman, tinggal diterima. Ini menubuatkan YESUS Yang mati/pergi, bangkit dan naik kesurga untuk mencurahkan Roh Kudus.

    Jadi, setiap kali kita menghadapi pencobaan dan kesulitan seperti kita menghadapi laut Kolsom, biarlah kita selalu meninggikan salib/angkat tongkat/Korban Kristus supaya Roh Kudus/kuasa paskah sanggup melepaskan kita dari pencobaan-pencobaan sampai pada yang mustahil. Kita mengangkat tongkat/meninggikan salib/menghargai Korban Kristus supaya Roh Kudus dicurahkan.

    Apa yang dimaksud dengan praktek dari meninggikan salib? Ini bukan dengan membawa salib kemudian ditinggi-tinggikan di rumah --> ini boleh saja! Tetapi bukan ini tetapi harus dipraktekan. Banyak orang mengatakan bahwa meninggikan salib itu harus mengadakan perjamuan suci dllnya --> ini merupakan salah satu bentuknya. Perjamuan suci itu berapa kali kita lakukan dalam setiap minggu/dalam setiap bulan? Tetapi kalau meninggikan salib itu harus setiap hari/duapuluh empat jam.

    Jadi, praktek dari meninggikan salib -->


    • 1 Petrus 4 : 1, 2,
      1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, -- karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa --,
      2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

      Jadi, meninggikan salib seperti Musa yang mengangkat tongkat dan ini sulit; saya berkata kepada jemaa’t, kalau saya, maka saya pada waktu itu akan memprotes kepada TUHAN --> darimana rumusnya TUHAN, mau menyeberangi lautan, hanya mengangkat tongkat? Perintah ini terlihat remeh, tetapi seringkali kita tidak taat.

      Sebagai contoh sehari-hari --> ada sesuatu yang dicat dan ada tulisan ‘jangan disentuh, masih basah’. Mengapa ada orang yang sambil berjalan, pasti akan menyentuh? Inilah kita yang memiliki tabiat dosa yaitu tabiat yang tidak taat, sebab masih ada satu jari yang menyentuh, kemudian di bagian bawah ada lima jari yang menyentuh bahkan sampai ada tinju sebab masih tidak percaya. Inilah tabiat yang tidak taat dan harus dilepaskan oleh Darah YESUS.

      Mari, malam ini, setiap kesulitan yang kita hadapi --> angkat tongkat dengan praktek rela sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan hidup benar/pertahankan kebenaran.

      Mempertahankan kebenaran:


      1. secara pribadi,
      2. di dalam nikah rumah tangga
      3. di dalam pekerjaan
      4. di sekolah, sekali-pun semua mencontek dan juga ada kesempatan sebab guru pengawas membaca koran.


      Jika kita meninggikan salib, maka Roh Kudus akan turun, tetapi jika kita merendahkan salib/berbuat dosa, maka kita akan ditinggikan di kayu salib/menggantung diri seperti Yudas.


    • 1 Petrus 4 : 2, supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

      Rela sengsara daging untuk melakukan kehendak Bapa = untuk taat dengar-dengaran pada Firman. Sekali-pun hal itu tidak cocok dengan pikiran. Apa-pun risiko yang harus kita tanggung, kita harus tetap mengikuti Firman, seperti yang dilakukan oleh Abraham ketika TUHAN memerintahkan untuk menyerahkan anak-nya. Kita mengikuti Firman dan TUHAN Yang bertanggung jawab --> jika kita mengikuti Firman, maka Yang menyuruh Yang akan bertanggung jawab. Semoga kita dapat mengerti.


    • 1 Petrus 4 : 12 – 14,
      12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
      13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
      14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

      Sengsara daging tanpa dosa. Di bagian atas diterangkan tentang sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa --> mungkin dari sekolah dasar sudah suka mencontek tetapi sekarang harus berhenti dan ini berat sebab nilai-nya menjadi merosot, tetapi harus benar. Kemudian sengsara daging untuk taat; sekarang, sengsara daging tanpa dosa seperti pulang dari kantor, harus beribadah --> inilah meninggikan salib. Atau besok harus ujian tetapi tetap beribadah --> ini meninggikan salib. Seharusnya kita tidur, tetapi kita mendahulukan ibadah. Saya selalu mengatakan kepada kaum muda untuk belajar pada siang hari, nanti pulang dari gereja, saudara belajar lagi = berkorban waktu tidur dan TUHAN akan menolong. Rela sengsara daging tanpa dosa. Mungkin kita tidak berbuat kesalahan, tetapi kita disalahkan, atau kita difitnah --> kita diam saja sebab di saat itu Roh Kudus turun.


    Hasilnya: Roh Kudus/kuasa paskah sanggup membuat jalan di tengah laut, bagi kita berarti:


    • Roh Kudus sanggup memberi jalan keluar dari segala masalah sampai pada yang mustahil.
    • Roh Kudus sanggup menyelesaikan semua masalah sampai yang mustahil --> laut terbelah. Kita harus yakin, kalau kita meninggikan salib dengan rela sengsara untuk hidup benar dengan contoh --> saudara berdagang dengan menjual barang yang asli sedangkan orang lain menjual barang palsu tetapi mereka berkata bahwa itu adalah barang asli dan harganya miring. Sedangkan jika saya menjual barang asli, pasti tidak akan laku sebab harganya tinggi --> ini kata daging/kata manusia yang tidak berhikmat memang benar. Tetapi kalau ada Roh Kudus, maka Roh Kudus mampu membuka jalan asal kita hidup benar dan taat = meninggikan salib. Dan, seandainya laut tidak terbelah, maka Israel akan tamat riwayatnya sebab semuanya akan mati = tidak memiliki masa depan. Karena Roh Kudus membuka jalan di laut, maka Israel memiliki masa depan yang indah dan bahagia. Di tepi laut, mereka bersukacita memuji TUHAN.


    Mari! inilah yang kita hadapi dan kita harus terlepas -->
    Dulu:


    • lepas dari Mesir lewat darah, sekarang berarti kita terlepas dari dosa, kita hidup benar dan murni sehingga TUHAN akan memberkati, melindungi sampai ke anak cucu.


    • lepas dari laut Kolsom/dari pencobaan. Kita jangan memakai jalan sendiri dan membuat keributan, tetapi kita maju saja bersama TUHAN = angkat tongkat = tinggikan salib, biar Roh Kudus/Tangan TUHAN/kuasa paskah melepaskan kita dari laut/dari masalah --> masalah nikah dan buah nikah yang sudah hancur, masalah ekonomi dlsbnya. Kita tetap hidup benar, taat dan rela sengsara tanpa dosa,maka Roh Kudus akan menolong.


  3. kelepasan dari sungai Yordan menuju ke Kanaan --> Yosua 3 : 14 - 17,
    14. Ketika bangsa itu berangkat dari tempat perkemahan mereka untuk menyeberangi sungai Yordan, para imam pengangkat tabut perjanjian itu berjalan di depan bangsa itu.
    15. Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu -- sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai
    16. maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho.
    17. Tetapi para imam pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu tetap berdiri di tanah yang kering, di tengah-tengah sungai Yordan, sedang seluruh bangsa Israel menyeberang di tanah yang kering, sampai seluruh bangsa itu selesai menyeberangi sungai Yordan.

    Kelepasan dari sungai Yordan = kelepasan terakhir untuk masuk ke Kanaan/tapal batas. Musa hanya sampai di sini, sesudah itu ia diganti oleh Yosua dengan tabut perjanjian. Musa mengeluarkan Israel dari Mesir dengan tanda darah dan juga dengan tongkat/salib melepaskan Israel dari laut Kolsom, sesudah itu tugas Musa selesai dan ia digantikan oleh Yosua yang melepaskan Israel dari sungai Yordan untuk masuk ke Kanaan. Sampai menggempur Yerikho dengan temboknya yang hebat hanya dengan tabut perjanjian.

    Kelepasan terakhir untuk masuk ke Kanaan, menubuatkan kegerakan Roh Kudus hujan akhir/kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna/Mempelai Wanita Surga terlepas dari dunia untuk masuk:


    • ke dalam perjamuan kawin Anak Domba,
    • ke dalam kerajaan seribu tahun damai (Wahyu 20), kemudian masuk
    • ke dalam Yerusalem Baru (Wahyu 21 dan 22). Inilah nubuat, semoga kita dapat mengerti dan mengikuti.


    Di bagian pertama sudah diterangkan bahwa darah binatang anak domba/Darah YESUS melepaskan kita dari dosa-dosa --> mari kita hidup benar dan murni dan ini sudah cukup sebab kita sudah diberkati dan dilindungi sampai ke anak cucu. Warisan ini sudah cukup.

    Bagi orang tua yang memiliki harta benda, saudara jangan sombong dengan mewariskan perusahaan sebab dapat bangkrut. Demikian juga hamba TUHAN yang memiliki gereja yang besar, saudara juga jangan sombong sebab ada sebuah gereja yang besar yang terletak dipinggir jalan, dijual oleh anak cucu-nya yang kemudian beralih fungsi menjadi show-room mobil dan ini terjadi di tahun 1995, waktu itu saya baru ditempatkan di Malang. Tetapi kalau mewariskan kebenaran dan kemurnian, akan sampai di surga; sekali-pun kita tidak memiliki deposito, TUHAN Yang akan memelihara dan memberkati.

    Kemudian yang kedua kelepasan dari laut Kolsom dengan tongkat/salib --> Roh Kudus turun untuk menolong kita dan yang ketiga adalah kelepasan dari sungai Yordan/kelepasan yang terakhir/kegerakan Roh Kudus hujan akhir/Mempelai Wanita Surga untuk masuk ke Kanaan yang dipimpin oleh tabut perjanjian.

    Apa itu tabut perjanjian yang memimpin kegerakan hujan akhir? Saudara dapat membaca di ktb Keluaran 25 mulai ayat 10, tentang tabut perjanjian ini yang terdiri dari dua bagian yaitu tutup dan peti/peti perjanjian --> ada tutupnya dan juga ada petinya. Perbedaan dari tutup dan peti itu yaitu:


    • tutupnya terbuat dari emas murni yang ada kerub satu dan juga kerub dua, kemudian dipercik dengan darah sebanyak tujuh kali --> Keluaran 25 : 15 – 18/
    • tetapi petinya terbuat dari kayu tetapi dilapis/disalut dengan emas bagian luar dan dalam sampai kayu itu tidak kelihatan lagi.


    Kita pelajari tentang tutup terlebih dahulu yang terbuat dari emas murni. Emas murni ini menunjuk pada zat Ilahi. Kerub satu menunjuk pada ALLAH Bapa/TUHAN, Darah = Anak ALLAH/YESUS dan kerub dua menunjuk pada ALLAH Roh. Kudus/Kristus. Jadi, tutup dari peti perjanjian adalah ALLAH Bapa, Anak dan Roh Kudus di dalam Pribadi TUHAN YESUS Kristus di dalam kemuliaan sebagai Kepala/Mempelai Pria Surga.

    Sedangkan peti-nya terbuat dari kayu penaga yang berwarna hitam itulah manusia berdosa/kita semua/gereja TUHAN yang harus disalut dengan emas murni sampai tidak terlihat kayu-nya lagi. Yang terlihat hanya emasnya dan itu adalah gereja sempurna. Awalnya manusia berdosa tetapi disalut dengan zat Ilahi/disalut dengan Roh Kudus/disalut dengan Firman/disalut dengan kasih ALLAH sampai menjadi sempurna/gereja yang sempurna itulah Mempelai Wanita Surga.

    Jadi, tabut perjanjian ini berbicara tentang Mempelai Pria dan Mempelai Wanita yang sekarang dikenal dengan Kabar Mempelai.

    Sebenarnya pemberitaan Firman itu ada dua macam seperti rsl Paulus yang mengajarkan bahwa YESUS meneladankan dua macam yaitu:


    • injil keselamatan = Firman penginjilan = susu = kabar baik --> Ef 1 : 13 yaitu injil yang memberitakan kedatangan YESUS Yang pertama kali sebagai bayi, kemudian mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa termasuk saya. Dimana-mana saya selalu bersaksi bahwa dulu, keluarga saya mencari keselamatan di kuburan dan setiap malam Jum’at Legi kami berebutan minum air kembang supaya selamat. Tetapi setelah mendengarkan injil bahwa keselamatan itu hanya ada di dalam YESUS, maka kami tinggalkan semuanya dan percaya kepada YESUS dan diselamatkan. Inilah Firman penginjilan/susu bagi bayi-bayi yang baru lahir. Kalau terus diberi susu, maka pertumbuhan anak itu akan menjadi abnormal, sebab sudah sekian tahun mengikut TUHAN tetapi terus diberi susu. Itu sebabnya ada teladan yang kedua


    • 2 Korintus 4 : 3, 4 --> cahaya tentang injil kemuliaan Kristus = Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua = makanan keras/Kabar Mempelai. Dari Kabar baik, ditingkatkan menjadi Kabar Mempelai yaitu injil yang memberitakan tentang kedatangan YESUS Yang kedua kali (bukan seperti bayi lagi) tetapi dalam kemuliaan sebagai Raja/Mempelai Pria Surga untuk menyucikan, mengubahkan manusia yang sudah selamat menjadi sempurna seperti Dia.


    Orang yang sudah selamat akan masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna = menjadi Mempelai Wanita. Itu sebabnya disebut Kabar Mempelai yang menampilkan YESUS sebagai Mempelai Pria Surga dan kita sebagai Mempelai Wanita. YESUS memang Tutup dari emas dan memang tidak perlu diapa-apakan karena Ia adalah Mempelai Pria Yang mulia, sedangkan kita adalah kayu yang perlu disalut/disucikan, diubahkan dengan pedang bermata dua yang tajam. Tajam pertama memotong/menyucikan sedangkan tajam kedua mengubahkan dan membaharui sampai tidak terlihat lagi kayunya. Inilah Kabar Mempelai.

    Di Mesir pada tengah malam terjadi kematian dari anak-anak sulung, tetapi di dalam injil Matius 25 : 6, pada tengah malam terdengar suara ‘Mempelai datang, songsonglah Dia’. Satu-satunya kabar yang dibutuhkan pada tengah malam/akhir jaman supaya manusia/hamba TUHAN/pelayan TUHAN tidak mati/tidak binasa seperti orang Mesir. Itu sebabnya perlu untuk mendengarkan Kabar Mempelai.

    Kabar Mempelai ini alkitabiah dan bukan menjadi milik dari gereja G.P.T --> tidak!! tetapi milik semua gereja, asal kita mau menerima atau tidak? Ayat-ayatnya sudah jelas yaitu di dalam injil Matius 25 : 6 dan juga di dalam Wahyu 19 : 9, inilah Mempelai, bukan porno tetapi yang rohani/yang sempurna seperti Dia.

    Kita sudah selamat sebab sudah menerima injil, tetapi masih dapat berbuat dosa dan kalau YESUS datang, kita akan ketinggalan sebab YESUS datang dalam kemuliaan --> tidak boleh ada dosa. Itu sebabnya dihari-hari ini diperlukan pedang/Kabar Mempelai untuk menyucikan. Jangan Firman yang hanya tertawa-tawa.

    Jadi tabut perjanjian/Kabar Mempelai =


    • Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
    • Ayat menerangkan ayat yang terdapat di dalam alkitab = pembukaan Firman ALLAH. Semoga kita dapat mengerti.


    Sikap terhadap tabut adalah kita harus mengangkatnya dengan cara dipikul; pernah tabut perjanjian ini dinaikan di atas pedati = mau enak-enak saja. Tetapi akhirnya pedati itu tergelincir dan Usha mati karena ia mencoba untuk memegang tabut perjanjian itu. Itu sebabnya tabut perjanjian ini jangan dicampur dengan ilmu pengetahuan dari manusia/tangan manusia sebab kerohaniannya akan mati. Kita harus membiarkan sebab tabut perjanjian ini milik TUHAN, kita hanya tinggal menerima = percaya atau tidak.

Mari malam ini! Kita semua harus memikul tabut, baru kita dapat menyeberangi sungai Yordan dan menggempur Yerikho. Banyak orang menerangkan salah, sebab yang diterangkan hanyalah sorakannya --> saya katakan, sekali-pun bersorak sampai lehernya putus, tetapi kalau tidak ada tabut perjanjian, maka tembok itu tidak dapat runtuh. Lebih keras bunyi sorakan dari band yang ada di lapangan dan terdengar sampai beberapa kilo meter, tetapi tidak ada yang roboh. Yang membuat roboh itu tabut-nya/pengajaran-nya dan disertai dengan sukacita sebab kita disucikan.

Mari, mengangkat tabut = kita bertanggung jawab untuk:

  • mempraktekan Kabar Mempelai = diangkat dibahu.
  • bersaksi sebab masih banyak gereja yang belum menerima Kabar Mempelai ini bahkan ada yang mengatakan bahwa pengajaran ini pengajaran porno dllnya --> tidak benar! sebab pengajaran ini justru menyucikan dan menyempurnakan.

Mempraktekan itu bukan mendapatkan Firman untuk diberitakan --> salah!! Tetapi kita mendapatkan Firman, kemudian kita mempraktekannya terlebih dahulu, baru diberitakan. Semoga kita dapat mengerti.

Jika kita mempraktekan Kabar Mempelai ini, maka kita akan terus berjalan sekali-pun harus melewati sungai Yordan = mempraktekan Kabar Mempelai di dalam perjalanan hidup kita, maka hasilnya air sungai Yordan tersebak, artinya kita mengalami penyucian secara dobel.

Apa yang disucikan?

  • Air yang di depan/air yang dihilir yang sudah mengalir akan masuk ke laut sehingga daratan menjadi kering = dosa-dosa yang sudah dilakukan/sudah ada di depan, disucikan oleh pedang Firman/Kabar Mempelai = penyucian dosa-dosa masa lalu. Jika kita sudah melakukan dosa-dosa itu beberapa tahun yang lalu dan kita teringat lagi (pedang ini menusuk) maka kita harus mengaku agar diampuni/dibebaskan. Dosa yang sudah kita perbuat itu harus kita pertanggung jawabkan; mungkin kita datang ke ahli jiwa dan menceritakan dosa yang sudah kita perbuat duapuluh tahun yang lalu, ahli jiwa itu akan memberi nasihat untuk melupakannya dan menjadi tenang. Tetapi, di hadapan TUHAN --> dosa itu tetap ada sekali-pun sudah terjadi puluhan tahun yang lalu, tetapi harus tetap dipertanggung jawabkan dengan mengakui dan jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Sedangkan


  • Air yang di hulu, dibendung (Yosua 3 : 14 – 17) = penyucian dari dosa yang akan datang atau dari jerat dosa = dosa di depan yang merintangi kita. Jadi, yang dibelakang, disucikan sebab ini merupakan beban --> jika kita berlari dengan membawa beban, maka pasti kita akan kalah. Tetapi kita harus berhati-hati, dengan dosa yang ada di depan sebab akan merintangi. Setan memasang jerat di tempat yang biasa kita layani. Maaf, mungkin direktur yang biasa melewati meja dari sekretaris --> maka setan memasang jerat di tempat itu. Demikian juga bagi hamba TUHAN akan dijerat di pelayanan --> melayani, melayani dan pada akhirnya dijerat dengan kesombongan, kenajisan dlsbnya. Itu sebabnya diperlukan pedang, sebab tidak ada yang dapat melepaskan selain pedang; inilah penyucian secara dobel yaitu penyucian dari dosa masa lalu dan juga penyucian dari dosa yang ada di depan. Setiap kita datang ke gereja dan mendengarkan Firman, kita terus menerus disucikan sampai satu waktu, tidak ada dosa lagi = tidak bercacat cela = sempurna seperti TUHAN.

Sekarang kita sudah selamat, tetapi sekarang saya mau bertanya --> apakah saudara selamat? Selamat! Tetapi apakah saudara masih dapat berbuat dosa? masih dapat berbuat dosa, itu sebabnya diperlukan pedang supaya nanti tidak ada dosa lagi = sempurna.

Apa yang menjadi tanda dari orang yang sempurna? Yakobus 3 : 2, Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

Kesempurnaan ini diukur dengan lidah yang tidak berdusta sampai lidah yang tidak salah dalam perkataan. Nanti, lidah dari Mempelai Wanita ini tidak salah dalam perkataan sebab hanya mengucapkan satu kata yaitu ‘haleluyah’ --> Wahyu 19 : 6,7,
6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Inilah orang sempurna --> dari empat penjuru bumi sudah sempurna, mulutnya hanya mengucapkan satu kata ‘haleluyah’. Tidak ada lagi yang bertanya --> kau, berasal dari gereja mana? Dan juga tidak ada lagi dusta, tetapi hanya ada satu bahasa, satu tubuh dan satu suara. Kalau kata YESUS, masih ada yang mengucapkannya berbeda-beda sebab ada yang menyebut YESU dllnya, tetapi kata haleluyah --> semuanya sama. Satu tubuh dan satu bahasa.

Dulu, manusia diciptakan dengan satu bahasa. Tetapi karena membuat menara Babel, maka bahasa menjadi kacau, nanti oleh pengajaran yang benar/oleh pedang, akan dikembalikan menjadi satu bahasa/satu suara diawan-awan = sempurna. Semoga kita dapat mengerti.

Ibrani 12 : 1, 2,
1. Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
2. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Jadi, saudaraku. Perhatikan dengan baik-baik. Kalau kita sudah mengalami penyucian oleh Kabar Mempelai/pengajaran yang benar (pengajaran yang benar itu bukan si A/si B, tetapi alkitab ini) beban/belakang dan depan disucikan, maka mata kita hanya memandang YESUS/Imam Besar Yang duduk di sebelah Kanan Bapa.

Kalau kita suci, maka kita tidak akan memandang orang, tetapi memandang YESUS/Imam Besar Yang duduk di sebelah Kanan ALLAH Bapa dengan Wajah kemuliaan/Wajah Yang bersinar bagaikan matahari yang pernah Ia demonstrasikan/Ia perlihatkan di atas gunung.

Matahari ini gambaran dari kemurahan, belas kasihan dan anugerah TUHAN dan manusia tidak perlu membayar --> tidak pernah ada rapat untuk menaikan biaya terkena matahari. Itu sebabnya, mari! malam ini, jika kita disucikan sebab ini merupakan perjalanan terakhir bagi kita semuanya --> tinggal sedikit waktu lagi dan YESUS akan datang kembali. Inilah etape terakhir.

Dengan Darah YESUS kita terlepas dari dosa, kita diberkati, dipagari dan dilindungi --> puji TUHAN!! tetapi jangan tetap berada di situ. Kita harus bergerak lagi dan menghadapi laut Kolsom/mengangkat salib. Mari sekarang ini, kita berani mengangkat salib --> jangan enak-enakan mengikut TUHAN, tetapi angkat salib dan Roh Kudus akan menolong.

Etape terakhir, kita harus mengangkat tabut/mengangkat Kabar Mempelai/pengajaran yang benar harus kita saksikan kepada orang/hamba TUHAN yang sudah selamat, kita taati dan beritakan supaya kita disucikan dan mata hanya memandang kepada YESUS. Bukan kepada organisasi, bukan kepada manusia dan juga bukan kepada uang, tetapi hanya memandang kepada YESUS/Imam Besar dengan Wajah bagaikan matahari yang merupakan belas kasih, anugerah/kemurahan untuk mengadakan mujizat bagi kita.

Mujizat secara jasmani terlebih dahulu --> sungai Yordan tersebak dan tanah menjadi kering = Israel berjalan di tanah kering seperti tunas yang keluar dari tanah kering.

Yesaya 53 : 1 – 3a, --> ini tentang YESUS.
1. Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?
2. Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya.
3. Ia dihina dan dihindari orang,

Inilah YESUS di kayu salib = tunas tumbuh menembusi tanah kering dan berbatu = Israel berjalan di tanah kering. Bagaimana bisa, tunas/taruk yang kecil dapat menembusi tanah yang kering, bahkan seringkali berbatu-batu?

Kita hanya menabur benih, tahu-tahu sudah tumbuh yang:

  • Tidak diketahui.
  • Tidak dapat dihalangi dan bagaimana bisa? bagaimana bisa?
  • Tidak dapat ditiru.

Inilah jika kita mengangkat Kabar Mempelai, ada mujizat jasmani. Kita tidak berdaya sebab hanya tunas, tetapi dapat menembusi batu dan orang yang melihat --> bagaimana bisa? ini adalah mujizat dari TUHAN --> sungai menjadi kering, tunas menembusi batu --> bagaimana bisa? ini merupakan kuasa dari paskah malam ini. Kuasa pengajaran yang benar membuat tunas yang kecil dapat tumbuh.

Mari, para hamba-hamba TUHAN, mungkin pelayanan saudara di desa atau di mana saja --> bagaimana bisa? inilah kalau kita mau mengangkat Kabar Mempelai = taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran.

Saya bersaksi, saya dulu bekerja menjadi guru di s.m.a Petra tahun 1986, setelah itu tahun 1991 saya menyerah dan waktu pertama kali saya sekolah di Lempin-El angkatan ke 18, saya masih tinggal di rumah sendirian, tidak ada uang, tidak ada beras dan juga tidak ada minum. Di Lempin-El saya diajarkan bahwa seorang hamba TUHAN itu tidak boleh berhutang, tidak boleh meminta dan juga tidak boleh mencuri. Pertama kali saya juga mengomel dan marah dengan mengatakan bahwa besok saya bekerja lagi. Tetapi TUHAN menolong saya dan menekan saya --> ‘kamu menderita’? jelas!! Saya berteriak seperti orang gila. Tetapi TUHAN berkata --> ‘apa-kah engkau lebih menderita daripada Aku’? saya menangis dan berkata --> ‘TUHAN, sekali-pun besok saya digaji seratus kali lipat, saya akan memilih Engkau, sekali-pun Engkau tidak memberi apa-apa’.

Dan sungguh-sungguh seperti tunas yang tidak berarti apa-apa --> salah satu murid saya yang dulu saya memberi dia pelajaran tambahan dan ia sudah lulus datang pada malam hari. Saya malu sebab saya tidak memiliki apa-apa untuk disajikan, air saja saya tidak punya sehingga di dalam hati saya berkata agar ia cepat pulang saja. Kemudian ketika ia hendak pulang ia berkata ‘pak, saya mau minta ampun sebab dulu waktu saya mendapatkan pelajaran tambahan, saya tidak pernah membayar dan sekarang ini saya akan membayar bapak.’ Ia membayar dengan uang sebanyak satu gebok. Padahal saya hanya meminta uang dari TUHAN seribu rupiah supaya saya dapat membeli soto, tetapi TUHAN memberi lebih dari itu. Inilah pengalaman pertama. Kemudian waktu saya ke Malang dan melanjutkan pembangunan gereja, ada yang berkata untuk mengambil barang dengan berhutang, tetapi saya tidak mau berhutang. Kalau ditotal dari pemasukan dan yang harus dikeluarkan sebanyak seratus jutaan untuk menyelesaikan bangunan gereja itu, maka memakan waktu selama sepuluh tahun. Saya tetap teguh dengan tidak mau berhutang dan TUHAN tolong dan sekarang kalau disuruh cerita, maka yang keluar hanyalah perkataan ‘bagaimana bisa’?

Setelah itu, orang-orang dari Surabaya pada tahun 2005, mereka datang ke Malang untuk beribadah; saya harus membuka gereja dengan jumlah jemaat sebanyak tiga keluarga. Saya mencari tempat yang kecil --> tahu-tahu saya mendapatkan tempat di tempat dari bapak Robby yang lengkap dengan pendingin udara. Pertama kali saya tidak pernah bertemu dengan beliau, tetapi dalam lima menit semuanya selesai, saya boleh memakai tempat itu yang terletak di jalan W.R.Supratman 4 Surabaya dan merupakan tempat yang strategis. Lewat orang yang menjaga di tempat itu yang berkata ‘terserah bapak mau dipakai mulai kapan memakai tempat ini’ dan sudah dipakai sampai hari ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak Robby yang dipakai oleh TUHAN; sebagai tunas yang kecil saya tidak dapat berbuat apa-apa. Yang dapat saya katakan hanyalah ‘bagaimana bisa’? Ini semua dapat terjadi kalau kita mengangkat tangan.

Kebangkitan YESUS/kuasa paskah mampu menolong tunas yang kecil menembusi batu-batu sehingga oarang akan berkata --> ‘bagaimana bisa’? karena TUHAN Yang bisa.

Mari!! malam ini, jika:

  • ada penyakit, nanti dokter akan berkata --> ‘bagaimana bisa’?
  • juga bagi hamba-hamba TUHAN yang gerejanya harus ditutup, seperti pengalaman saya waktu itu di Gending dan gereja itu harus ditutup. Saya dipanggil oleh komandan koramil dan beliau mengatakan bahwa gereja itu sudah ditutup dan bubar. Saya hanya menjawab dengan perlahan-lahan dan tiba-tiba komandan koramil itu berkata bahwa ‘saya akan melindungi gereja saudara’. Tidak ada yang mustahil jika ada kuasa paskah/kuasa kebangkitan = tunas kecil menembus batu-batu. Inilah pengalaman-pengalaman saya sebab malam ini ada banyak hamba-hamba TUHAN yang datang, supaya saudara jangan berputus asa.

Inilah mujizat-mujizat secara jasmani, tetapi yang lebih besar dari itu adalah mujizat secara rohani yaitu di saat kita memandang YESUS, kita akan mengalami keubahan hidup dan ini tidak dapat ditiru oleh siapa-pun juga yaitu dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS dan ini dimulai dari Wajah YESUS Yang bersinar bagaikan matahari.

Mari, apa wajah kita malam ini? apakah wajah kita buruk seperti anjing dan babi yang jatuh bangun di dalam dosa dan juga seperti setan. Petrus sebagai seorang hamba TUHAN yang hebat, tetapi ia sempat menjadi seperti setan --> ‘enyahlah iblis,’ siapa kita?

Inilah wajah yang buruk --> Yesaya 52 : 13, 14,
13. Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
14. Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia -- begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi --

YESUS di atas kayu salib karena Wajah-Nya hancur sehingga Ia terlihat bukan seperti Manusia lagi --> jika bukan seperti Manusia, Ia seperti apa? maafkan!! YESUS seperti anjing dan babi untuk menolong wajah buruk yang najis dan jahat seperti anjing yang menjilat muntahnya kembali dan juga seperti babi yang sekali-pun sudah dimandikan, kembali lagi ke kubangan = jatuh bangun dalam dosa tetapi semuanya itu ditanggung oleh YESUS. Yang sudah seperti setan seperti Petrus, malam ini ditanggung oleh YESUS supaya jika kita pulang, maka wajah kita berseri --> wajah buruk menjadi wajah yang berseri.

Demikian juga dengan wajah yang pucat sebab mungkin kita berada di dalam ketakutan, kekuatiran, dapat menjadi wajah yang berseri/damai sejahtera karena memandang Wajah YESUS. Dia Yang sudah menjadi begitu buruk, lewat perjamuan suci, kita memandang Dia.

Kemudian wajah muram karena putus asa sehingga rasanya tidak ada harapan lagi, dapat berseri jika memandang Wajah YESUS lewat perjamuan suci malam ini.

Salah satu contoh dari semua wajah itu adalah perempuan yang kedapatan berzinah/yang tertangkap basah, tetapi ia diseret ke bait ALLAH, bukan ke pos kamling. Kalau dibawa ke pos kamling, ia sudah binasa sebab akan dihakimi oleh massa; beruntung ia dibawa ke bait ALLAH.

Perempuan yang berzinah itu pasti:

  • wajahnya menjadi buruk karena najis,
  • pucat karena takut akan dirajam dengan batu,
  • muram/sedih sebab sudah tidak ada harapan lagi

Tetapi ia bertemu dengan YESUS ?’Aku-lah Terang Dunia’ (Yoh 8), Wajah bagaikan matahari sanggup menyinari kita malam ini sampai wajah kita menjadi berseri. Satu waktu jika TUHAN datang, kita diubahkan menjadi seperti Wajah YESUS Yang bagaikan matahari. Ini mujizat yang terbesar.

Dan mulut yang berseru haleluyah = sudah tidak ada salah lagi dalam perkataan. Kita akan terlepas dengan paskah yang sesungguhnya dan juga dengan wajah yang bersinar memandang YESUS di awan-awan dan mulut hanya berseru haleluyah, haleluyah, tidak ada lagi yang lain dan kita akan bersama-sama dengan Dia selama-lamanya --> Wahyu 19 : 6, 7, 9,
6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Sekali-pun kita lemah dan bagi hamba-hamba TUHAN yang lemah karena hanya seperti tunas dan juga bagi saudara yang memiliki modal yang lemah, juga bagi saudara yang tidak memiliki ijazah dan harus hidup di dunia = tunas yang lemah, tetapi dengan kuasa paskah/kuasa pengajaran yang benar malam ini, sanggup menembusi batu-batu sebab TUHAN Yang menolong kita.

Wajah apa-pun malam ini, pulang dengan wajah berseri sebab hati damai dan berbahagia, jangan mengulang lagi. Seperti perempuan yang berzinah ini --> apa kelebihan kita dari perempuan yang berzinah ini? kita dapat ditolong oleh TUHAN. Kita dapat membayangkan, jika perempuan yang berzinah dibawa ke poskamling, maka ia akan binasa, tetapi karena ia dibawa ke bait ALLAH, maka ia selamat. Demikian juga dengan kita, kalau kita dibawa kemana-mana, maka kita akan mati, tetapi malam ini kita dibawa ke bait ALLAH, TUHAN menolong kita. Dia seratus persen menjadi buruk dan seratus persen Wajah matahari/kemuliaan-Nya disinarkan supaya kita seratus persen menjadi seperti Dia waktu YESUS datang kembali.

Banyak usaha kita, tetapi usaha terakhir hanyalah anugerah TUHAN. Esther berpuasa dllnya, tetapi jika tidak diulurkan tongkat anugerah, maka semuanya tidak akan ada artinya. Malam ini, usaha apa saja, sudah gagal, tinggal satu yaitu anugerah-Mu TUHAN. Kita hanya memandang Wajah YESUS, maka anugerah-Nya akan dilimpahkan kepada kita.

TUHAN memberkati.1



Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 10 September 2009 (Kamis Malam)
    ... tidak mampu menghadapi tekanan pencobaan dan lari hingga telanjang. kelompok murid. Ini doa dalam ruangan suci doa yang aktif doa ucapan syukur kepada Tuhan. Disini ada doa berjaga-jaga jam. Kegunaan berdoa jam ini adalah ay. supaya jangan jatuh dalam pencobaan atau saat pencobaan datang kita tidak jatuh dalam pencobaan. supaya kita dapat ...
  • Ibadah Doa Malang, 11 Januari 2018 (Kamis Sore)
    ... mengakibatkan Kegelapan Wahyu - . Kegoncangan Wahyu . Ketakutan Wahyu - . ad. . Kegoncangan. Gempa bumi yang dahsyat secara rohani yaitu pengaruh dunia yang mengakibatkan kegoncangan-kegoncangan. Yohanes - Sebab semua yang ada di dalam dunia yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup bukanlah berasal dari Bapa melainkan dari dunia. ...
  • Ibadah Natal di Mojoagung, 13 Desember 2017 (Rabu Sore)
    ... Aku adalah Alfa dan Omega Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. terjemahan lama . Maka firman-Nya kepadaku Sudahlah genap Aku inilah Alif dan Ya yaitu Yang awal dan Yang akhir. Kepada orang yang dahaga kelak Aku akan memberi minum ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 26 November 2012 (Senin Sore)
    ... bukan dari kandang ini domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. Yang kedua domba-domba lain bangsa kafir . Roma . Sebab saudara-saudara supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini Sebagian dari Israel telah ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Februari 2016 (Senin Sore)
    ... kepadanya Sebelum Filipus memanggil engkau Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara. . Kata Natanael kepada-Nya Rabi Engkau Anak Allah Engkau Raja orang Israel . Yesus menjawab kata-Nya Karena Aku berkata kepadamu Aku melihat engkau di bawah pohon ara maka engkau percaya Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar ...
  • Ibadah Raya Malang, 15 Agustus 2010 (Minggu Pagi)
    ... seorang yang buta sejak lahirnya. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya Rabi siapakah yang berbuat dosa orang ini sendiri atau orang tuanya sehingga ia dilahirkan buta Jawab Yesus Bukan dia dan bukan juga orang tuanya tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku selama ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 15 Maret 2009 (Minggu Sore)
    ... adalah Firman penggembalaan atau Firman pengajaran yang kuat yang dipercayakan Tuhan pada masing-masing gembala malaikat gembala memegang sangkakala untuk disampaikan pada sidang jemaat secara terus menerus dan diulang-ulang untuk jadi makanan bagi sidang jemaat dan sekaligus untuk menyucikan dan menyempurnakan mempelai wanita. Karena itu supaya tidak tertinggal kita harus memperhatikan Firman ...
  • Ibadah Raya Malang, 21 Desember 2008 (Minggu Pagi)
    ... mengalami hujan Roh Kudus. Berarti ia kering rohani mati rohani sampai binasa untuk selama-lamanya. Kekeringan rohani ini melanda Bait Allah ini yang harus kita waspadai Lukas - ada macam Kekeringan ahli Taurat dan orang Farisi menunjuk pada ibadah yang munafik tandanya Mengamat-amati Yesus untuk menyalahkan yaitu mengkritik firman menyalahkan dan menolak ...
  • Ibadah Pembukaan Lempinel Angkatan XXXII, 16 Oktober 2009 (Jumat Sore)
    ... pelayanan seperti Korah akibatnya juga adalah kebinasaan. Di manapun kapanpun situasi apapun kita harus beribadah melayani Tuhan dengan setia dan mengucap syukur selalu. Kalau setia dan baik mengucap syukur selalu maka kita akan menerima kebahagiaan Sorga Matius yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun juga di dunia. Pengkhianatan dalam nikah Maleakhi - praktiknya ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 29 Oktober 2014 (Rabu Sore)
    ... kita alami dan Tuhan mengijinkan itu sebab Tuhan sendiri sudah mengalami malah penderitaan-Nya lebih besar. Ini keadilan Tuhan. Di ayat lain dikatakan 'penderitaan ringan yang kau alami sekarang ini'. Artinya kalau kita diijinkan mengalami sengsara itu masih sangat ringan jika dibandingkan dengan penderitaan Yesus di kayu salib. saat diijinkan sengsara bersama ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.