English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa Surabaya (Senin, 26 Mei 2014)
Tayang: 03 Januari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 Maret 2014)
Tayang: 26 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 21 Agustus 2013)
Tayang: 04 September 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 Oktober 2011)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 06 Juni 2007)
Tayang: 22 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 14 Mei 2014)
Tayang: 29 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 02 Oktober 2013)
Tayang: 17 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (RAbu, 26 Februari 2014)
Tayang: 15 Maret 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 06 November 2013)
Tayang: 13 April 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 06 Agustus 2014)
Tayang: 20 September 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 02 Juli 2014)
Tayang: 07 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 18 September 2013)
Tayang: 05 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 04 September 2013)
Tayang: 06 Oktober 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 18 Juli 2007)
Tayang: 06 Mei 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa Surabaya
Tanggal: Rabu Sore, 02 Oktober 2013
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 17 Desember 2013

Kita masih membahas kitab Wahyu 1 : 1 3 yang merupakan judul/kata pengantar dari kitab Wahyu. Kita berada pada Wahyu 1 : 2, Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya.

Jadi, rasul Yohanes melihat kerajaan surga dan kemuliaan TUHAN dan ia menyaksikan segala sesuatu yang dilihatnya. Dan kesaksian ini merupakan amanat agung dari TUHAN sehingga kita juga harus bersaksi= Kisah rasul 1 : 8, Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Amanat agung TUHAN kepada gereja TUHAN adalah supaya gereja TUHAN menjadi saksi TUHAN.

Apa yang harus disaksikan?

  1. Efesus 1 : 13, Di dalam Dia kamu juga -- karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu -- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    Yang harus disaksikan adalah injil tentang injil keselamatan/Firman penginjilan/Kabar Baik = bersaksi tentang YESUS sebagai Juruselamat. Ini merupakan tugas kita. Injil keselamatan adalah injil yang memberitakan tentang kedatangan YESUS Yang pertama kali ke dunia, mengalami sengsara dan mati di kayu salib untuk menebus/menyelamatkan manusia berdosa. Inilah kesaksian pertama.

    Arahnya dimulai dari Yerusalem dan sebenarnya keselamatan ini hanya untuk bangsa Israel, tetapi karena ditolak, maka ke Yudea, Samaria/negara-negara barat sampai ke ujung bumi kepada bangsa kafir. Saya sudah mengatakan, ujung bumi ini yang disebut Papua karena di sana masih terdapat banyak suku primitif. Inilah injil keselamatan yang bersaksi tentang YESUS sebagai Juruselamat.

    Proses keselamatan adalah:


    • Percaya kepada YESUS,
    • Bertobat,
    • Lahir baru dari air dan Roh = baptisan air dan baptisan Roh Kudus yang menghasilkan hidup yang baru = hidup di dalam kebenaran = keselamatan.


    Bagaimana praktek untuk bersaksi tentang injil keselamatan/tentang YESUS sebagai Juruselamat? Adalah kita harus memancarkan terang kebenaran. Di mana-mana kita harus hidup benar; di sekolah, di kantor, dalam nikah harus hidup benar = kita bersaksi bahwa YESUS itu Juruselamat/bersaksi tentang injil keselamatan. Mungkin mulut kita tidak dapat berkata-kata atau takut dlsbnya, tetapi lewat terang kebenaran, kita sudah bersaksi tentang YESUS Juruselamat/bersaksi tentang injil keselamatan. Semoga kita dapat mengerti.


  2. 2 Korintus 4 : 3, 4,
    3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Jadi, yang kedua adalah bersaksi tentang cahaya injil tentang kemuliaan Kristus/Firman pengajaran yang benar/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Kabar Mempelai = bersaksi tentang YESUS sebagai Raja/Mempelai Pria Surga. Banyak orang yang tidak mengenal ini= kalau YESUS sebagai Tabib, sebagai Juruselamat, orang-orang Kristen mengenal, tetapi YESUS sebagai Mempelai Pria Surga, banyak yang tidak mengenal, itu sebabnya hal ini yang harus kita saksikan. Semoga kita dapat mengerti.

    Cahaya injil kemuliaan Kristus adalah injil yang memberitakan tentang kedatangan YESUS Yang kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja/Mempelai Pria Surga untuk:


    • Menyucikan sidang jemaat sampai tidak bercacat cela/sampai sempurna seperti YESUS = sama mulia seperti YESUS dan akan menjadi Mempelai Wanita TUHAN atau


    • Membawa orang-orang yang sudah selamat/percaya kepada YESUS dan sudah dibaptis dengan air dan Roh Kudus/sidang jemaat masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna/Mempelai Wanita. Semoga kita dapat mengerti.


    Arahnya (terbalik)= dari ujung bumi/Papua, tempat dari alm.bpk.pdt v Gessel di makamkan, sebelum meninggal, beliau menyelesaikan pengajaran tabernakel ini, mulai dari Papua ini kemudian dipancarkan ke negara-negara barat, kemudian ke Samaria, ke Yudea sampai kembali ke Yerusalem (Israel). Kalau bangsa Israel menerima YESUS sebagai Mempelai Pria Surga, maka terbentuklah satu Tubuh Kristus= Israel dan bangsa kafir menjadi Satu Tubuh yang sempurna/Mempelai Wanita TUHAN yang siap untuk masuk Yerusalem Baru. Jadi tidak berhenti sampai di Yerusalem, tetapi terus sampai ke Yerusalem Baru. Inilah kesaksian yang kedua yang arahnya berlawanan dan ini yang ditunggu sekarang ini. Semoga kita dapat mengerti.

    Di bagian atas, cahaya injil (di dlm injil Matius secepat kilat) = kedatangan YESUS kedua kali bagaikan kilat yang dipancarkan. Kilat = cahaya injil tentang kemuliaan Kristus. Orang-orang Israel asli yang ortodoks itu mengakui bahwa kilat itu dari timur ke barat tetapi hanya dalam arti yang jasmani dan sekarang adalah cahaya injil kemuliaan/Kabar Mempelai yang harus dibawa dan di dalam ibadah kunjungan-kunjungan itu, kita membawa kabar ini. Di mulai dari bangsa kafir yang percaya, akan sampai ke bangsa Israel/sampai ke Yerusalem.

    Inilah kesaksian yaitu:


    • Yang pertama, YESUS sebagai Juruselamat bagi orang-orang berdosa supaya menjadi percaya dan diselamatkan = mengalami penebusan. Tetapi dilanjutkan dengan kesaksian kedua itulah


    • Cahaya injil kemuliaan/Kabar Mempelai yang membawa sidang jemaat untuk disucikan sampai menjadi sempurna seperti YESUS = masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna/Mempelai Wanita TUHAN yang siap menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kali. Inilah kegerakan dari Kabar Mempelai yang arahnya terbalik yaitu dari ujung bumi sampai ke Yerusalem dan sampai Yerusalem Baru. Semoga kita dapat mengerti.


    Kalau kita bersaksi tentang injil keselamatan, maka kita harus hidup benar = memancarkan terang kebenaran= kemana-pun kita pergi, kita harus benar, jangan menjadi sandungan. Kalau bersaksi tentang injil kemuliaan/YESUS sebagai Mempelai Pria Surga, mungkin kita tidak memiliki kemampuan untuk berbicara bahwa YESUS sebagai Mempelai, tetapi ada prakteknya= Roma 13 : 12 14,
    12. Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
    13. Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.
    14. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

    Jadi, praktek bersaksi tentang Kabar Mempelai/tentang YESUS sebagai Mempelai Pria Surga adalah ?kita harus memancarkan terang kesucian, artinya kita disucikan dari dosa-dosa sampai pada puncaknya dosa yaitu dosa makan minum= mabuk, pesta pora dan juga dari dosa kawin mengawinkan seperti dosa sex dengan berbagai ragamnya dan juga nikah yang salah, harus disucikan supaya dapat menampilkan YESUS sebagai Mempelai Pria Surga.

    Mempelai itu berarti nikah, itu sebabnya kita harus menjaga nikah kita dengan sungguh-sungguh sebab harus berada di dalam kesucian. Semoga kita dapat mengerti.

    Kemudian disucikan dari iri hati dan perselisihan= ini bersaksi tentang YESUS sebagai Mempelai Pria Surga/Kabar Mempelai/Raja segala raja. Kabar Mempelai ini, kita harus berhati-hati, sebab justru di dalam kebun anggur itu banyak terjadi iri hati. Di dalam injil Matius 20, TUHAN sudah berjanji upah sebanyak satu dinar= dari yang bekerja mulai dari pagi hari sampai sore hari, masing-masing mendapatkan upah sebanyak satu dinar. Tetapi yang bekerja mulai dari pagi hari menjadi marah; ini yang banyak terjadi yaitu iri hati di kebun anggur, itu sebabnya kita harus berhati-hati.

    Kebun anggur ini menunjuk Kabar Mempelai karena anggur itu diperuntukkan bagi pesta nikah, jadi justru Kabar Mempelai ini merupakan sarang dari rasa iri hati yang di mulai dari ktb Kejadian itulah Yusuf yang juga merupakan gambaran dari Mempelai dan kakak-kakak Yusuf yang iri hati kepadanya ketika Yusuf mendapatkan jubah.

    Di dalam perj. baru juga ada iri hati= yang bekerja terakhir mendapatkan satu dinar, yang bekerja dari awal menjadi iri hati. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab jubah ini dapat menimbulkan rasa iri hati.

    Persoalan jubah:


    • Persoalan pemakaian TUHAN,
    • Karunia-karunia.


    Semuanya terserah TUHAN. Kita berusaha, tetapi TUHAN Yang menentukan.
    Tetapi kita harus yakin, bahwa kita semua dipakai oleh TUHAN; memang pemakaian TUHAN itu berbeda-beda, tetapi semuanya itu merupakan ketentuan dan kemurahan TUHAN. Itu sebabnya kita jangan sampai menjadi iri karena masalah jubah pelayanan/pemakaian TUHAN, tetapi kita harus bersyukur bahwa kita semua dipakai sekali-pun berbeda-beda tetapi sesuai dengan kehendak TUHAN. Kalau kita iri, maka itu berarti kita tidak dipakai oleh TUHAN. Kita semua dipakai oleh TUHAN, mulai dari yang kelihatan kecil. Semoga kita dapat mengerti.

    Kesalahan kita hamba-hamba TUHAN ini, jika dipakai itu berarti berkhotbah= kalau berkhotbah itu berarti kita dipakai, kalau tidak berkhotbah berarti kita tidak dipakai= bukan seperti ini, sebab semuanya itu terserah TUHAN. Kemudian kita jangan menjadi iri persoalan berkat/dinar(dinar jangan dijadikan dollar). Bekerja di kebun anggur itu satu dinar = kemurahan TUHAN. Kami sebagai seorang hamba TUHAN yang memiliki jemaat seribu orang dengan hamba TUHAN yang hanya memiliki sepuluh orang jiwa= semuanya sama, sebab upah tetap satu dinar/kemurahan TUHAN.

    Bagi saudara yang melayani TUHAN tetapi masih bekerja di dunia, sekali-pun saudara mendapatkan gaji berapa-pun banyaknya= sama, sebab di dalamnya ada kemurahan TUHAN/mengandung satu dinar. Sebab nanti di dalam kitab Wahyu 6, ada kelaparan yang melanda bumi dan yang dapat memelihara kita bukanlah deposito yang berjuta-juta dollar itu, tetapi satu dinar, yang lain tidak berlaku= secupak gandum, sedinar= hanya orang yang melayani TUHAN mendapatkan upah satu dinar/kemurahan TUHAN yang dapat hidup.

    Itu sebabnya, jangan di dollarkan, sekali-pun bisa! berkhotbah, berapa dollar yang diterima? Bermain musik, berapa dollar= tetapi akan kehilangan satu dinar. Di saat Wahyu 6, kehidupan itu tidak mendapatkan apa-apa sehingga tidak dapat bertahan. Di sinilah, banyak yang salah sehingga menjadi iri kepada yang diberkati oleh TUHAN. Iri hati dan perselisihan satu level dengan dosa makan minum dan juga dengan kawin mengawinkan.

    Kalau mau dipakai di dalam kegerakan Kabar Mempelai, tidak boleh ada:


    • Kenajisan= dosa sex dengan berbagai ragamnya,
    • Makan minum, tetapi juga
    • Iri hati dan perselisihan. Kalau ada salah paham, dosa-dosa harus segera diselesaikan/berdamai dengan siapa saja. Ada yang bertanya kepada saya= saya sudah berdamai, tetapi ditolak= biarkan saja, yang penting kita sudah mau berdamai= kita bersalah, kita mengaku, tetapi ditolak, maka itu merupakan urusan pribadi itu dengan TUHAN. Tetapi kalau perselisihan soal


    • Pengajaran= ada yang mengatakan diperbolehkan, ada yang mengatakan tidak boleh= harus kembali ke alkitab/membaca alkitab dan kalau alkitab mengatakan boleh, maka yang berkata tidak boleh, harus percaya dan kalau alkitab bilang tidak boleh, yang berkata boleh, harus percaya kalau sudah membaca alkitab. Jadi, perselisihan tentang pengajaran, selalu ada jalan keluarnya yaitu kembali ke alkitab. Semoga kita dapat mengerti.


    Dan satu lagi bersaksi bahwa YESUS adalah Mempelai Pria Surga adalah ??kita harus aktif di dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Kita harus memperhatikan kunjungan-kunjungan sesuai dengan kegerakan dari TUHAN= jika digerakan untuk ikut pergi, ikut dalam pendanaan dlsbnya, semuanya itu harus sesuai dengan gerakan dari TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.


  3. Markus 5 : 18 20,
    18. Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia.
    19. Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!"
    20. Orang itu pun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.

    Orang yang kerasukan setan dan ini terjadi di daerah Gerasa yang merupakan daerah dari bangsa kafir. Jadi yang ketiga adalah bersaksi tentang apa yang sudah TUHAN perbuat atas kehidupan kita lewat pekerjaan Firman penginjilan, Firman pengajaran dan juga lewat belas kasihan TUHAN. Kita boleh bersaksi secara jasmani, yaitu:


    • Orang yang kerasukan setan/gila, disembuhkan.
    • Mendapatkan pertolongan dari TUHAN dlsbnya.


    Kita harus menyaksikan, siapa tahu ada orang di antara kita yang mengalami masalah seperti yang kita hadapi, ia sudah putus asa dan kecewa, tetapi begitu mendengar kesaksian, kehidupan itu dapat dikuatkan kembali. Inilah bersaksi secara jasmani.
    Kesaksian secara rohani= lihat saudaraku! Manusia kafir dan berdosa = kerasukan setan yang pada akhirnya setan yang seperti kita baca itulah legion yang setelah diusir, masuk ke dalam babi= jadi sebelum setan itu diusir, manusia menyerupai babi. Manusia yang dikuasai oleh setan itu seperti babi; itu sebabnya waktu TUHAN mengusir setan untuk pergi, maka setan meminta untuk masuk ke dalam babi.

    Kemudian, bersaksi secara rohani= manusia kafir yang berdosa = kerasukan setan = anjing dan babi, mengalami pekerjaan Firman dan belas kasihan TUHAN yaitu:


    • Dibenarkan/diselamatkan, maka kita harus memancarkan terang kebenaran. Bangsa kafir yang seperti anjing dan babi, dipermainkan dan dikuasai oleh setan, sudah dibenarkan dan diselamatkan= harus bersaksi di manapun juga. Sebab masih banyak bangsa kafir yang semacam kita dulu yang kerasukan setan sehingga hidupnya seperti anjing dan babi; setelah kita mengerti, percaya YESUS dan selamat= mari, sinarkan terang kebenaran untuk menerangi mereka yang masih berada di dalam kegelapan supaya dapat diselamatkan.


    • Disucikan dan dipakai untuk menerangkan terang kesucian. Ini di mulai di dalam rumah tangga ada terang kebenaran, ada terang kesucian= mari disinarkan. Kemudian di depan semua orang, termasuk di gereja, antar gereja, di masyarakat sampai menjadi terang dunia= Wahyu 12 : 1, perempuan dengan matahari, bulan dan bintang. Inilah kesaksian seperti Yohanes bersaksi, maka TUHAN juga menghendaki gereja TUHAN termasuk kita bangsa kafir untuk bersaksi. Ini luar biasa, sebab berbicara tentang bangsa kafir itu sudah seperti anjing dan babi, tetapi ini sudah kerasukan setan= keadaannya betul-betul gawat, tetapi masih dapat dipakai. Jadi, siapa-pun dapat dipakai oleh TUHAN untuk menjadi saksi-Nya. Semoga kita dapat mengerti.

Kekuatan untuk bersaksi adalah Roh Kudus= Kisah rasul 1 : 8, Tetapi kamu
akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Jadi, siapa saja dapat bersaksi kalau ada Roh Kudus dan tanpa Roh Kudus, maka bangsa kafir sekali-pun kaya, hebat, pandai dan bodoh, hanya:

  • seperti seorang pria di Gadara yang kerasukan setan dan juga seperti anjing dan babi. Tidak menjadi saksi, bahkan memilukan dan memalukan TUHAN dan juga memalukan keluarga.
  • seperti perempuan Samaria yang haus/tidak pernah merasa puas di dalam nikah dan juga di dalam segala hal, sehingga mencari kepuasan di dunia dan akibatnya jatuh puncaknya dosa= perempuan Samaria yang lima kali kawin cerai. Nikahnya hancur sehingga tidak menjadi saksi bahkan memilukan dan memalukan TUHAN. Semuanya sama (wanita dan pria), bangsa kafir tanpa Roh Kudus, nasibnya sama sebab tidak dapat menjadi saksi, bahkan memilukan dan memalukan TUHAN= yang laki-laki seperti orang yang kerasukan setan dan yang wanita seperti wanita yang tidak baik yang selalu haus/tidak pernah puas dalam nikah dan juga di dalam segala hal.

Jadi, kesimpulannya, bangsa kafir mutlak membutuhkan Roh Kudus untuk menjadi saksi bagi TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Bagaimana kita mendapatkan urapan Roh Kudus? lewat doa penyembahan yang merupakan:

  • proses perobekan/pemerasan daging seperti di Getsemani, YESUS diperas,
  • penyaliban daging dengan segala keinginan, hawa nafsu dllnya, sehingga minyak urapan Roh Kudus dicurahkan. Minyak urapan itu buah zaitun yang diperas dan keluar minyak = Getsemani= YESUS berdoa seperti buah zaitun yang diperas sehingga keluar minyak. Kita berdoa = daging dengan segala keinginannya, hawa nafsu, emosi, apa saja yang ada di dalam daging seperti kepahitan, iri hati dllnya= diperas/disalibkan semuanya, maka Roh Kudus dicurahkan di tengah-tengah/di dalam kehidupan kita. Semoga kita dapat mengerti.

Kegunaan Roh Kudus adalah:

  1. Yehezkiel 47 : 8, 9,
    8.Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
    9. sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.

    Inilah Air Hidup yang dibutuhkan oleh perempuan Samaria. Laut Asin tidak ada kehidupan di sana sebab kadar garamnya terlalu banyak, sampai bakteri-pun tidak dapat hidup. Tetapi kalau ada air dari bait ALLAH itulah Air Hidup/Roh Kudus, maka Roh Kudus mengalir ke laut Asin, sehingga menjadikan apa yang mati, menjadi hidup = yang tidak ada kehidupan menjadi ada kehidupan. Inilah kegunaan dari Roh Kudus yang pertama.

    Sebagai bangsa kafir, kita membutuhkan Roh Kudus sebab tanpa Roh Kudus, bangsa kafir akan:


    • kerasukan setan,
    • tidak akan merasa puas sehingga hanya mengomel, kepahitan seperti perempuan Samaria yang di dalam nikah, ia tidak merasa puas dan juga di dalam segala hal sampai jatuh di dalam puncaknya dosa seperti anjing dan babi.


    Kalau ada Roh Kudus, maka akan ada kehidupan dan itu berarti terpelihara = Roh Kudus mampu memelihara kehidupan kita di tengah kemustahilan. Tadinya laut Asin, sehingga tidaklah mungkin ada kehidupan di situ, tetapi begitu Air dari bait ALLAH masuk, maka ada kehidupan sebab ada ikan.

    Kami sebagai hamba TUHAN juga percaya kalau ada Roh Kudus, maka akan ada ikan/jiwa-jiwa yang datang. Demikian juga dengan saudara, jika kehidupan kita diurapi dengan Roh Kudus= tidak ada kehidupan menjadi ada kehidupan. Roh Kudus mampu memelihara kehidupan kita di dalam kemustahilan. Itu sebabnya kita jangan takut kalau berada di dalam kemustahilan sebab Roh Kudus mampu memelihara kita. Demikian juga dengan kami para hamba-hamba TUHAN, jika ada Roh Kudus, maka jiwa-jiwa akan datang; kalau tidak ada Roh Kudus, sekali-pun diupayakan apa saja, jiwa-jiwa tidak akan datang. Bagi saudara-saudara, ikan ditangkap untuk dimakan = pemeliharaan TUHAN.

    Tidak ada kepuasan, menjadi ada kepuasan/ada kebahagiaan surga sehingga kita tidak ditipu oleh kepuasan dari dunia. Yang mustahil menjadi tidak mustahil = semua masalah dapat ditolong oleh Roh Kudus = Roh Kudus dapat menyelesaikan semua masalah sampai yang mustahil.

    Itu sebabnya, yang penting kita menjaga Roh Kudus, dengan menjadi saksi TUHAN dihari-hari ini, kita memiliki terang kebenaran dan terang kesucian. Kita harus menyaksikan apa yang TUHAN sudah perbuat di dalam hidup kita sehingga kita dikuasai oleh Roh Kudus dan ini yang penting, sebab Roh Kudus yang akan menjadikan apa yang sudah mati, menjadi hidup.

    Roh Kudus = Roh ALLAH dan kalau Roh ALLAH ada di dalam kehidupan kita, masakan kita dibiarkan mati kelaparan? Tidaklah mungkin, kita akan dibela oleh TUHAN sehingga selesailah segala masalah sampai pada masalah yang mustahil.

    Jika semua usaha tidak dapat lagi menolong, maka kita:


    • harus menjaga urapan Roh Kudus,
    • menjaga kesaksian sehingga tidak memalukan dan memilukan TUHAN, dan TUHAN lewat Roh Kudus akan bekerja.


    Saya terus teringat, waktu sekolah alkitab, saya diijinkan tidak makan dan tidak minum sekali-pun saya dapat berhutang untuk itu, sebab waktu saya masih bekerja, kami berlangganan di warung itu dan jika ada tamu, kami selalu mengambil makanan di warung itu. Bisa saja saya berhutang, tetapi hal itu sudah memalukan dan mungkin sampai saat ini saya sudah tidak tertolong lagi. Tetapi karena saya bergantung pada kesaksian= saya bersaksi, tidak mau meminta dan juga tidak mau berhutang, maka Roh Kudus yang menolong dan saya hidup sampai sekarang. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Titus 3 : 5, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

    Di bagian atas secara jasmani, Roh Kudus dapat memelihara kehidupan kita sekali-pun mustahil, tidak ada kepuasan menjadi ada kepuasan dan ini dapat kita saksikan. Dan yang kedua ini, Roh Kudus membaharui/mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS.

    Keubahan itu dimulai dengan tidak berdusta/tidak boleh berdusta lagi. Dan ini merupakan tanda kalau kita memiliki Roh Kudus di dalam hati kita. Sehingga kita menjadi:


    • saksi kebenaran. Injil keselamatan, kalau orang tidak berdusta, akan dipakai menjadi saksi dari injil keselamatan/kebenaran, tetapi juga dipakai menjadi saksi dari
    • injil kemuliaan = menyinarkan kesucian.


    Jika tidak ada dusta, maka kita dapat dipakai oleh TUHAN menjadi saksi bagi Kabar Baik dan juga menjadi saksi TUHAN untuk Kabar Mempelai dan jika YESUS datang kembali Yang kedua kali, kita akan diubahkan sampai menjadi sempurna = sama mulia seperti Dia dan kita dapat menyambut kedatangan-Nya Yang kedua kali diawan-awan yang permai.

Inilah, rasul Yohanes melihat surga dan ia saksikan dan sekarang kita juga harus bersaksi tentang:

  • injil keselamatan/kebenaran,
  • injil kemuliaan/kesucian dan juga tentang
  • apa yang TUHAN sudah perbuat di dalam hidup kita, kita saksikan.

Dan kekuatan untuk bersaksi berasal dari Roh Kudus; kalau tidak ada Roh Kudus, kita tidak menjadi saksi tetapi menjadi anjing dan babi yang memalukan dan memilukan TUHAN.

Lewat doa sekarang ini/pemerasan daging= mungkin:

  • lagi pahit, sebab kalau pahit, tidak ada Roh Kudus atau ada
  • kenajisan, tidak akan ada Roh Kudus, itu sebabnya harus diperas, atau ada
  • keinginan yang juga harus diperas, sampai
  • minyak urapan Roh Kudus/Air Kehidupan dicurahkan dan sungguh-sungguh secara jasmani, apa yang sudah mati menjadi hidup dan semua menjadi kesaksian. Secara rohani, kita tidak berdusta lagi sehingga kita dipakai oleh TUHAN sampai TUHAN datang.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top