English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu, 01 Juli 2007)
Tayang: 03 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 30 September 2007)
Tayang: 11 Februari 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 12 Agustus 2007)
Tayang: 28 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 11 Maret 2007)
Tayang: 01 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 04 Mei 2014)
Tayang: 01 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 13 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 19 Januari 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 26 Januari 2014)
Tayang: 14 Desember 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 28 Januari 2007)
Tayang: 14 Mei 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 18 Mei 2014)
Tayang: 29 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 29 Desember 2013)
Tayang: 03 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 13 April 2014)
Tayang: 30 Agustus 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 22 September 2013)
Tayang: 05 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 10 November 2013
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 20 April 2014

Kita masih melanjutkan dalam Kitab Wahyu 1: 4-8, dan judulnya adalah salam kepada ke tujuh jemaat. Kita sekarang berada pada Wahyu 1: 5b-6.

Wahyu 1: 5b-6,
5. dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya--
6. dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

Kita sudah mempelajari mulai ayat 5a, yaitu:
ada 3 nama dari YESUS: (1)saksi yang setia, (2)yang pertama bangkit dari antara orang mati, (3)yang berkuasa atas raja-raja = Raja segala Raja. Pada ayat yang 5 saja, ini tentang penampilan YESUS dalam pakaian Imam Besar: baju efod, gamis baju efod, pakaian putih/pakaian kemuliaan, urim dan tumim, ini juga sudah dipelajari.

Dalam Wahyu 1: 5b-6, ada dua kekuatan didalam Darah YESUS yaitu

  1. Darah YESUS melepaskan kita dari dosa (ayat 5b), artinya


    • Jika kita mengaku dosa kita, maka Darah YESUS mengampuni dosa-dosa kita, sehingga kita tidak dihukum. Upah dosa adalah maut/hukuman.
    • Darah YESUS mencabut akar-akar dosa, sehingga kita tidak berbuat doa lagi dan hidup dalam kebenaran = mengalami kelepasan dari dosa.


    Mungkin banyak orang mengatakan --> enak ya, dosa apa saja (membunuh dll), tetapi jika mengaku dosa, maka akan diampuni, tidak dihukum. Kalau di dunia ini, jika kita bersalah, lalu mengaku, akhirnya dipenjara.

    Buktinya bahwa Darah YESUS mengampuni dosa kita (kita tidak dihukum) adalah setelah kita mengaku dosa, maka kita tidak berbuat dosa lagi (stop berbuat dosa) dan hidup dalam kebenaran. Inilah buktinya kita benar-benar terlepas dari dosa dan tidak ada hukuman.
    Jadi jika kita berbuat dosa itu berarti melayani setan dan harus dilepaskan dari dosa terlebih dulu. Setelah kita dilepaskan oleh darah YESUS, selanjutnya darah YESUS mengangkat kita.


  2. Darah YESUS mengangkat kita menjadi imam-imam dan raja-raja.
    Imam adalah:


    • Seorang yang suci (tidak berbuat dosa) --> bukan seorang yang pandai, bodoh, kaya, miskin, bukan!
    • Seorang yang memangku/memiliki jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus. Contoh jabatan pelayanan: gembala, pengerja, pemusik, penyanyi, pembersih gereja, penerima tamu, bagian kolekte dll.


    1 Timotius 4: 14, Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.

    Jadi karunia Roh Kudus kita terima lewat penumpangan tangan seorang Gembala. Jika ada karunia Roh Kudus, maka pasti ada jabatan. Misalnya:


    • Jika karunianya bisa bermain gitar, jabatannya adalah pemain musik.
    • Jika karunianya bisa menyanyi, jabatannya adalah zangkoor/group koor/ singer dll.
    • Jika karunianya menimbang roh, jabatannya adalah gembala.
    • Jika karunianya tentang pengetahuan, maka jabatannya adalah rasul dll.

      Jadi karunia ini menentukan/menetapkan jabatan seseorang. Supaya kita tidak salah dalam melayani (kita menerima karunia), untuk itu sebelum melayani ada penumpangan tangan dari seorang gembala. Didalam karunia ini ada jabatan. Semoga kita dapat mengerti.
      Sesudah kita memiliki jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, sikap kita adalah jangan lalai / jangan tidak setia dalam jabatan pelayanan dan karunia. Jika kita lalai / tidak setia = terkutuk. Sikap yang benar setelah kita menerima jabatan pelayanan dan karunia adalah kita harus setia dan berkobar-kobar dalam jabatan dan karunia sampai TUHAN YESUS datang ke dua kali, bahkan sampai selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.


    • Seorang yang berdiri diantara manusia berdosa dengan ALLAH untuk ikut pelayanan pendamaian supaya manusia berdosa dapat berdamai dengan ALLAH (tidak terjadi permusuhan lagi). Jika manusia berdosa sudah berdamai dengan TUHAN, ini berarti manusia berdosa diselamatkan oleh ALLAH.

      Banyak kali kita salah --> imam seringkali menggosip, menjadi tukang adu domba, ini salah besar! Sebab imam justru ikut dalam pelayanan pendamaian. Misalnya: jika ada jemaat mendapatkan masalah, karena mendengar suara yang agak miring, maka tugas imam adalah meredam --> jangan begitu, mari coba mendengar yang benar, jangan malah menambah-nambah, nanti menjadi tukang adu domba. Semoga kita mengerti.


    • Seorang yang beribadah dan melayani TUHAN (tidak lagi melayani setan). Jadi imam ini dwifungsi. Mari bagi yang sudah beribadah harus ditingkatkan dan berdoa kepada TUHAN supaya melayani. Yang sudah melayani harus beribadah.
      Sebab ini ada yang salah, ada suatu kesaksian yang betul terjadi --> melayani sebagai paduan suara, dia pikir yang penting adalah latihan paduan suara dan menyanyi dengan bagus, tetapi saat-saat nyanyian/pujian dia tidak masuk gereja, saat paduan suara dia masuk, pada saat pemberitaan Firman TUHAN dia keluar lagi dari gereja. Jadi ini pelayanan yang hanya setengah saja.


    Menjadi imam ini tidak sembarangan, seperti saat kita melamar pekerjaan di dunia ini tidak sembarangan. Ada prosedur-prosedur untuk menjadi imam, paling tidak untuk menjadi imam kita sudah mengalami penumpangan tangan, baru sesudah itu kita bisa menjadi imam.

    Tugas imam adalah:


    • 1 Petrus 2: 9, Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

      Ayat 9 --> “Imamat yang rajani” --> imam-imam dan raja-raja.
      Tugas pertama adalah bersaksi tentang bagaimana TUHAN sudah memindahkan kita dari gelap kepada terangnya yang ajaib = bersaksi tentang keubahan hidup (ini bukan berarti semuanya harus bersaksi didepan). Artinya setiap pelayanan seorang imam harus disertai dengan keubahan hidup = memancarkan terang yang ajaib kepada orang-orang yang dalam kegelapan. Misalnya:


      1. Saat kita menyanyi tentang keubahan hidup, ini kita sedang memancarkan terang yang ajaib. Seperti nyanyian koor kaum muda --> “mari mengaku, TUHAN masih memberi kesempatan”, jika saat itu ada jemaat yang mendengarkan tetapi berada dalam kegelapan/dosa, maka lama-lama jemaat yang berada dalam kegelapan bisa menjadi terang.


      2. Saat berkhotbah disertai dengan keubahan hidup, ini sedang memancarkan terang. Kalau ada jemaat yang berada dalam kegelapan mendengarkan khotbah, sedikit demi sedikit terang dipancarkan terus, akhirnya jemaat menjadi terang --> lama-lama jemaat bisa sungguh-sungguh beribadah, ikut baptisan air, ikut penataran imam-imam dan bisa melayani TUHAN.


      Jika kita menyanyi, berkhotbah, main musik tanpa keubahan hidup, ini tidak ada gunanya (tetap gelap) = yang berada diluar ibadah. Semoga kita dapat mengerti.


    • 1 Petrus 2: 5, Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

      Kalau tadi tugas imam yang pertama: bersaksi = setiap pelayanan kita harus ditandai dengan keubahan hidup --> mungkin dulu kita pendusta dan berubah menjadi jujur, ini harus disinarkan baik lewat nyanyian, khotbah. Siapa tahu saat itu ada orang pendusta yang terkena sinar, maka nanti dia akan menjadi jujur.

      Tugas kedua adalah mempersembahkan persembahan rohani yang berkenan kepada TUHAN (ini seringkali kita masih kurang). Artinya setiap pelayanan kita harus mempunyai nilai rohani, supaya dapat berkenan kepada TUHAN. Kalau pelayanan kita hanya yang jasmani, ini tidak akan berkenan kepada TUHAN.

      Misalnya: saat berkorban. Orang dunia ini juga bisa berkorban. Saya sudah pernah bersaksi di daerah Kediri pegawainya yang mula-mula diberikan rumah seharga ratusan juta --> kalau soal berkorban/uang kita yang didalam gereja masih kalah dengan orang yang diluar TUHAN. Bedanya adalah mereka yang diluar TUHAN bernilai jasmani, sedangkan kita harus ada nilai rohani. Jadi kita melayani dalam bentuk berkorban, berkhotbah harus dalam nilai yang rohani, sehingga dapat berkenan kepada TUHAN.

      Jangan memasukkan cara-cara dunia didalam pelayanan yang rohani = pelayanan yang rohani jangan dicampur dengan cara-cara duniawi, sebab itu tidak berkenan kepada TUHAN. Misalnya: supaya kaum muda senang/menarik, desain gereja / tata caranya dibuat seperti di diskotik --> dari pada ke diskotik, lebih baik ke gereja, tetapi gerejanya seperti di diskotik, ini tidak berkenan kepada TUHAN! Jadi nilai yang rohani harus tetap dipertahankan. Biarpun orang bilang --> kuno sekali gereja itu, biarkan saja, asalkan cara-cara duniawi jangan masuk kedalam gereja. Jangan justru --> kalau menyanyi seperti itu banyak orang yang senang, mari kita pimpin pujian seperti yang di televisi itu, jangan! Ini saya gambarkan seperti keranjang Musa di sungai Nil (dunia itu gambarannya seperti Sungai Nil). Kalau cara menyanyi di dunia sekalipun nampak bagus/hebat kita masukkan kedalam gereja, itu seperti memasukkan air kedalam keranjang Musa, akibatnya gereja itu tidak maju, melainkan sedang tenggelam. Sebaliknya, mungkin dipandang kuno tetapi kalau mempertahankan nilai yang rohani, maka gereja itu sedang maju. Semoga kita dapat mengerti.


    • 1 Petrus 2: 5a,Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani,

      Tugas yang ketiga adalah aktif dalam pelayanan pembangunan rumah rohani = aktif dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus = aktif dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

      Markus 11: 7-11,
      7. Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya.
      8. Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang.
      9. Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan,
      10. diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang maha tinggi!"
      11. Sesampainya di Yerusalem Ia masuk ke Bait Allah. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya.

      Perjalanan terakhir YESUS ke Yerusalem, sekarang ini gambaran kegerakan Roh Kudus hujan akhir / kegerakan pembangunan Tubuh Kristus, Mempelai Wanita TUHAN.

Sasaran dari perjalanan YESUS yang terakhir /sasaran kegerakan Roh Kudus hujan akhir adalah
keledai muda yang tertambat (bukan keledai liar). Keledai itu menujuk bangsa kafir, inilah kemurahan TUHAN! Keledai muda yang tertambat artinya bangsa kafir yang tergembala pada Pokok Anggur Yang Benar (Firman pengajaran yang benar). Jadi kalau kita tergembala harus melihat Firman pengajaran yang benar. Firman pengajaran itu bagaikan makanan. Coba bayangkan, jika kita tergembala/ dipelihara, tetapi terus menerus diberikan racun, akibatnya semakin hari kita akan semakin merosot, sampai mati rohani.

Doakan kami sebagai gembala-gembala, supaya bertanggung jawab. Tadi di ibadah di Malang tentang empat lapis tudung (dalam penggembalaan/ruangan suci terdapat empat lapis tudung). Tiga itu menujuk pada ALLAH Tritunggal = ALLAH Bapa, Anak, Roh Kudus (dari atas). Lalu yang satunya lagi siapa? yang kelihatan/yang paling bawah itulah gembala. Jika yang berkhotbah adalah gembala, maka jemaat sudah paling enak. Kalau gembala berkhotbah tentang berkorban, jemaat pasti sudah tahu kalau gembalanya juga berkorban atau tidak. Coba kalau orang lain yang berkhotbah gembar-gembor tentang berkorban, tahu-tahu itu pesan sponsor, dia sendiri tidak pernah berkorban, hanya disponsori gembalanya --> nanti tentang berkorban ya, sebab kami membutuhkan ini, sering kali ada titipan seperti ini.

Saya mengetahui ini sebab saya sendiri mengalami. Saya pernah berkhotbah di sebuah perusahaan di Surabaya dan yang pimpin pujiannya seorang penyanyi yang terkenal. Kalau saya berkhotbah tentang penyucian, dia malah membaca majalah (setelah pimpin pujian dia membaca majalah), begitu satu waktu saya khotbah yang ke beberapa kali bicara tentang persepuluhan, lalu dia mengundang saya --> Pak kapan bisa datang ke tempat persekutuan saya. Sudah kurang satu hari saya ditelepon --> pak, khotbah yang dulu itu hebat (khotbah tentang persepuluhan maksudnya). Jadi inilah pesan sponsor dan yang sering terjadi.

Jadi paling mantap adalah gembala sendiri. Jika berkhotbah tentang persepuluhan dan nikah yang suci, maka jemaat sudah mengetahuinya. Jadi ini sama-sama dimonitor, TUHAN memonitor jemaat dan gembala, jemaat memonitor gembala, gembala juga mengawasi sidang jemaat. Mari kita semua saling mengawasi dan saling mendoakan.

Jadi sasaran dari TUHAN adalah keledai yang tertambat (tergembala pada pengajaran yang benar), bukan keledai liar. Dalam Markus 11: 2, ini disebutkan dalam istilah “keledai muda”.

Keledai muda artinya

  • Bangsa kafir yang usianya masih muda. Kaum muda harus siap! sebab dalam kegerakan hujan akhir banyak kaum muda yang akan dipakai.
  • Bangsa kafir yang baru menerima Kabar Mempelai dan sungguh-sungguh didalamnya. Yang terdahulu bisa menjadi yang terkemudian, yang sudah tua/lama menerima Kabar Mempelai, malah menghujat --> ini salah, ini kurang ini dll. Yang baru menerima Kabar Mempelai satu kali saja, dapat berkata --> ini luar biasa. Ini sudah banyak kesaksian-kesaksian. Ada orang yang sungguh-sungguh menerima Firman, sekalipun jarak jauh dari luar negeri (dari Serawak), padahal hanya satu kali saja mendengar langsung berkata --> saya harus bersaksi pada gembala saya, pada tua-tua, kalau mereka tidak mau, saya akan keluar, saya harus menerima Firman pengajaran yang benar. Inilah bangsa kafir yang baru menerima Kabar Mempelai/pengajaran yang benar (Pokok Anggur). Anggur ini ada kaitannya dengan Mempelai. Hati-hati pada yang sudah lama menerima Kabar Mempelai, sebab bisa demam (tidak sungguh-sungguh lagi). Contohnya seperti ibu mertua Petrus yang demam = sudah suam-suam terhadap pengajaran yang benar.


  • Bangsa kafir yang selalu mengalami pembaharuan. Biar usianya sudah tua, tapi kalau selalu dibaharui, itu akan menjadi muda (keledai muda).

Jadi usia yang muda dapat dipakai oleh TUHAN, yang baru dalam pengajaran juga dapat dipakai oleh TUHAN, orang tua yang senior tetapi jika hidupnya dibaharui, maka kehidupan itu juga dapat dipakai oleh TUHAN. Inilah yang termasuk dalam keledai muda. Semoga kita dapat mengerti.

Keledai/bangsa kafir harus ditunggangi oleh YESUS, untuk dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir/kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna menuju Yerusalem Baru. Jika keledai tidak ditunggangi oleh YESUS, maka keledai akan ditunggangi oleh Bileam (nabi-nabi palsu yang suka upah) yang mengarah kepada kutukan dan kebinasaan. Jadi kita tinggal memilih antara dua, ditunggangi oleh YESUS atau Bileam? jika tidak mau ditunggangi YESUS --> saya kuliah sudah padat, pekerjaan saya berat, sehingga saya tidak dapat melayani. Jika seperti ini, maka tidak ada jalan lain, sebab pada akhirnya akan ditunggangi oleh Bileam.

Mari kita sungguh-sungguh dihari-hari ini, biar kita ditunggangi oleh YESUS dan supaya dapat ditunggangi oleh YESUS, maka keledai harus menyerahkan diri kepada TUHAN. Jika tidak menyerah, ini akan seperti keledai liar yang tidak tertambat, sebab penggembalaan dan penyerahan ini satu. Kalau keledai bisa diikat/digembalakan, pasti bisa ditunggangi dan baru bisa menyerah. Inilah rumusnya. Semoga kita bisa mengerti.

Kaum muda perhatikan ini! Jika kita dipakai oleh TUHAN dalam menyanyi, main musik, tetapi pergi kemana-mana/tidak dapat diikat, maka nanti akan ditunggangi Bileam --> kesana cari uang, kesana cari uang. Ini seperti pemain musik dunia dan penyanyi dunia yang hanya mencari upah. Demikian juga seorang gembala, jika gembala tidak diikat terlebih dahulu, maka akan ditunggangi oleh Bileam --> khotbah kemana-mana, jemaat ditinggal, tetapi untuk mencari uang. Sekali lagi, saya selalu menghormati bpk. pdt In.Juwono alm yang mendapatkan hikmat dari TUHAN, beliau memberitakan Firman dengan cuma-cuma, semuanya membayar sendiri, ini supaya tidak dapat ditunggangi oleh Bileam. Jadi maksudnya hanya satu yaitu Firman ini untuk membangun Tubuh Kristus dan bukan untuk mencari uang dll.

Ada tiga macam penyerahan diri. Sudah menyerah, tetapi masih dibagi lagi tiga --> ini sulit saudara dan jangan dibuat gampang. Seringkali pendeta berkata yang penting sudah selamat, jangan! saya selalu mengatakan --> untuk masuk pintu kedutaan suatu negara saja susah (setengah mati), terlebih lagi untuk masuk pintu surga, untuk itu jangan dibuat gampang! Yang sudah menyerah saja, ini masih dibagi tiga lagi, sehingga yang masuk pintu hanya sepertiga.

Lempin-El perhatikan --> saya sudah menyerahkan diri sepenuh kepada TUHAN, masuk Lembaga Pendidikan El-Kitab, mau menjadi hamba TUHAN sepenuh, tetapi ini masih dibagi tiga (yang berhasil hanya sepertiga, sedangkan yang tidak berhasil duapertiga).

Jadi kita melayani juga harus sungguh-sungguh. Jika harga pelayanan/imamat itu gampang-gampangan seperti kata kita, maka TUHAN tidak mengangkat dengan darah-Nya, cukup dengan emas satu gunung saja --> tetapi ini semuanya tidak mampu dan hanya darah YESUS yang mampu (harganya terlalu mahal).

Tiga macam penyerahan diri yaitu:

  1. Markus 11: 8, Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang.

    Penyerahan diri pertama adalah penyerahan pakaian di jalan, tetapi begitu keledai sudah lewat pakaiannya diambil lagi artinya


    • penyerahan yang tidak sungguh-sungguh (setengah-setengah). Untuk Lempin-El --> jika penyerahan hanya setengah-setengah, maka nanti menjadi hamba TUHAN setengah mati. Jadi semuanya, jika tidak sungguh-sungguh, maka akan setengah mati --> toko setengah mati, mencari uang setengah mati, mengikut TUHAN juga setengah mati.


    • kita menyerahkan diri, tetapi hanya untuk mendapatkan perkara-perkara dijalan (perkara di bumi). Jalan ini menunjuk dunia ini. Contohnya adalah untuk mendapatkan uang, kedudukan, jodoh (maafkan kaum muda). Semoga kita dapat mengerti.


    Contohnya adalah Yudas Iskariot. Yudas menyerahkan diri untuk melayani TUHAN (Yudas memiliki jabatan yaitu menjadi rasul, bendahara), tetapi hanya untuk mencari perkara dunia/perkara daging (uang). Yudas ini mencuri milik TUHAN. Akibatnya, Yudas menjadi pengkhianat, menjual dan membunuh YESUS = menjadi antikrist sehingga binasa selamanya.

    Hari ini kita juga diperiksa, demikian juga saya sebagai gembala diperiksa. Jika penyerahan hanya setengah-setengah, hanya untuk perkara di bumi, akibatnya adalah tinggal tunggu waktu/cepat atau lambat, akan menjadi pengkhianat. Kita harus sungguh-sungguh! sebab ini sudah diberikan contoh oleh TUHAN yaitu Yudas Iskariot.

    Penyerahan yang pertama ini termasuk penyerahan yang gagal, pakaiannya diambil lagi, sehingga tidak ikut gerakan keledai menuju Yerusalem (dulu) = tidak masuk Yerusalem Baru (sekarang).


  2. Markus 11: 8, Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang.

    Penyerahan diri kedua adalah penyerahan ranting. Ranting = kayu = daging yang ditandai dengan keinginan, hawa nafsu, emosi dll.
    Contohnya adalah Petrus yang masih mempertahankan dagingnya. Petrus dan Yudas ini rasul (semuanya orang-orang hebat) sebab rasul Yudas Iskariot sebagai bendahara (orang kepercayaan TUHAN), ternyata penyerahannya hanyalah penyerahan pakaian di jalan yang diambil lagi(1). Rasul Petrus ini hebat juga, senior, ternyata penyerahannya hanyalah penyerahan ranting/masih ditandai daging(2).

    Matius 16: 21-23,
    21. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
    22. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
    23. Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

    Ayat 21 --> TUHAN berbicara tentang perjalanan terakhir untuk disalibkan (dibunuh dan hari ketiga dibangkitkan) = salib.
    Ayat 22 --> inilah penyerahan ranting = pikiran daging.
    Ayat 23 --> “sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." --> pikiran daging.

    Petrus dipanggil, dipilih dari sekian banyak orang/dari ribuan orang menjadi duabelas rasul (Petrus termasuk salah satu dari duabelas rasul) --> ini pemilihan yang ketat. Petrus menyerahkan diri kepada TUHAN, tetapi pikirannya tetap mempertahankan pikiran daging yaitu menolak salib.

    Mungkin pikiran daging ini logis apalagi pada untuk jaman sekarang --> oom, di dunia ini kami bekerja mencari uang sudah sengsara dari pagi sampai malam membanting tulang, kuliah sengara, sekolah sma, saja pulang sore, lalu di gereja kami sengsara lagi, kapan kita enaknya? Jika pendetanya memiliki pikiran daging juga --> akhirnya dibuat taktik, untuk di gereja yang enak-enak saja/senang-senang (tidak ada salib) sehingga banyak orang yang masuk. Jika gereja tanpa salib, ini sudah terpuruk sebab sudah jauh dari TUHAN. Kita jangan memakai logika/pikiran daging.

    Menolak salib artinya


    • Tidak mau sengsara daging untuk TUHAN.
    • Tidak mau berkorban untuk TUHAN. Seringkali ini dianggap wajar oleh pikiran daging --> di dunia kita sudah susah, masa di gereja masih susah-susah. Jika kita tidak mau berkorban untuk TUHAN, maka kita pasti akan mengorbankan TUHAN (seperti Yudas dan Petrus).


    Mari kita berkorban waktu, tenaga, pikiran, semuanya harus dikorbankan untuk pekerjaan TUHAN /pembangunan Tubuh Kristus. Kecuali satu yang tidak boleh dikorbankan yaitu pengajaran yang benar tidak boleh dikorbankan. Pengajaran yang benar = pribadi YESUS (Kepala) tidak boleh dikorbankan dan cukup satu kali dikorbankan di kayu salib. Jika pengajaran yang benar dikorbankan, ini bagaikan menyalibkan YESUS untuk kedua kali. Semoga kita dapat mengerti.

    Akibatnya jika menolak salib adalah


    • Menjadi sandungan (“Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku”) dan gampang tersandung (tersinggung). Kalau kita sudah biasa berkorban, maka kita akan terbiasa dengan perasaan yang mau disinggung.


    • Menyangkal YESUS saat harus menghadapi sengsara (mengorbankan YESUS). Sekarang mungkin enak-enak --> YESUS hebat, luar biasa. Jika tidak ada salib, maka senang. Satu waktu jika diperhadapkan dengan sengsara --> ini seperti cerita Petrus yang sudah menyangkal YESUS. Sekarang kita diajarkan untuk memikul salib, sebab kita pasti akan menghadapi salib. Semuanya akan menghadapi Getsemani. Istilah kita “tujuh tahun” ini masih dibagi dua --> 3 ˝ tahun aniaya antikrist dan 3 ˝ tahun Getsemani (masa pra aniaya antikrist). Kalau saat ini, waktu saja kita tidak mau berkorban untuk TUHAN, nanti saat diancam untuk ke gereja, maka kita sudah menyerah (tidak jadi ke gereja). Kita harus latihan untuk memikul salib. Seperti kisah Kain dan Habel. Persembahan Habel diterima dan persembahan Kain tidak. Bedanya terletak pada ada tanda darah pada persembahan Habel. Tanda darah = tanda pengorbanan, seperti Korban Kristus yang memiliki tanda darah (sengsara daging karena YESUS).


    • Menjadi sama dengan iblis (“Enyahlah Iblis”). Tanpa salib = iblis, sebab iblis ini takut/tidak mau salib. Jika menjadi sama dengan iblis --> hidupnya tidak mau berubah = tetap manusia darah daging yang hanya hidup dalam dosa sampai binasa.


    Untunglah Petrus ini masih ditolong oleh kokok ayam. Bagitu Petrus menyangkal YESUS --> terdengar suara ayam berkokok. Kokok ayam ini menunjuk Firman penggembalaan, mungkin sederhana, diulang-ulang, tetapi setia diberitakan oleh gembala. Ini seperti suara kokok ayam setiap pagi --> setia, diulang-ulang lagi setiap pagi. Inilah Firman penggembalaan, yang bisa memonitor, menyadarkan kita, mengangkat kehidupan kita yang sudah jatuh dan memulihkan kita. Akhirnya Petrus dipulihkan oleh suara kokok ayam. Semoga kita dapat mengerti.


  3. Markus 11: 1, 7
    1. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya
    7. Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya

    Penyerahan diri ketiga adalah penyerahan diri sepenuh. Inilah penyerahan diri yang berhasil masuk menuju Yerusalem Baru. Penyerahan ranting dan penyerahan pakaian di jalan tidak berhasil untuk masuk Yerusalem Baru.

    Contoh penyerahan diri sepenuh adalah dua murid mengalasi keledai dengan pakaian mereka, untuk ditunggangi YESUS sampai masuk ke Yerusalem. Dua murid sekarang ini gambaran Firman ALLAH dan Roh Kudus. Jadi penyerahan diri sepenuh harus didorong oleh pekerjaan Firman ALLAH dan urapan Roh Kudus = didorong oleh pekerjaan penyucian Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Firman dalam urapan Roh Kudus/Urim dan Tumim.

    Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua menyucikan terutama hati ini.

    Hati disucikan dari:


    • Keinginan jahat = keinginan akan uang (ikatan akan uang). Bukan uangnya yang salah, keinginannya akan uang, itulah yang salah. Jika terikat akan uang, menjadi kikir dan serakah. Jika menjadi kikir dan serakah, maka tidak dapat dipakai oleh TUHAN.


      1. Kikir = tidak bisa memberi.
      2. Serakah = merampas miliknya orang lain. Seringkali merampas milik-Nya TUHAN (persepuluhan dan persembahan khusus).


    • Keinginan najis (keinginan jahat dan najis ini menjadi satu) = mengarah kepada dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Ini semuanya harus disucikan.


    Jadi penting bagi imam-imam untuk mendengarkan Firman pengajaran. Firman penginjilan juga penting dan harus untuk orang-orang berdosa supaya percaya YESUS dan diselamatkan. Sesudah selamat dan menjadi imam (sudah melayani TUHAN), harus ada pedang, supaya bisa menyerah sepenuh kepada TUHAN. Jangan penyerahan separuh/setengah dan jangan penyerahan daging, melainkan penyerahan sepenuh kepada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

    Penyerahan sepenuh bukan didorong oleh manusia --> mari melayani, jangan!! tetapi harus didorong oleh pekerjaan penyucian Firman ALLAH dalam urapan Roh Kudus, sehingga mengalami penyucian hati. Pusat kehidupan rohani/pelayanan rohani itulah hati. Kalau pelayanan yang jasmani itulah otak --> mau bekerja dll.

    Lempin-El perhatikan! mengapa S3, S2, S1, SMU, SMP, SD diterima, tanpa “S” juga diterima, sebab pelayanan pembangunan Tubuh Kristus/pelayanan sepenuh dasarnya adalah hati. Contohnya seperti Musa hebat dan sekolah di Mesir selama empat puluh tahun, tetapi karena hatinya belum dijamah/belum disucikan, untuk melayani dua orang, Musa tidak bisa.

    Hati disucikan dari kekuatiran. Ciri dari bangsa kafir adalah banyak kekuatiran = tanda tanya terus --> bagaimana nanti? apa jadinya? Mungkinkah? dll. Jika kekuatiran disucikan maka akan menjadi damai sejahtera. Semoga kita dapat mengerti.

    Setelah hati disucikan dari keinginan jahat, najis dan kekuatiran, sampai hati menjadi damai sejahtera, baru setelah itu kita bisa menyerahkan diri kepada TUHAN.

Praktek penyerahan diri sepenuh adalah
1 Petrus 5 ini merupakan pasal penggembalaan, judulnya adalah “gembalakanlah kawanan domba Allah”

  1. 1 Petrus 5: 7, Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

    Praktek pertama adalah menyerahkan segala kekuatiran kepada TUHAN/Gembala Agung. Hati-hati! kuatir merupakan gejala tidak tergembala Contoh kekuatiran:


    • Saya sering berkunjung di suatu kota besar, disana ada hamba TUHAN yang tidak tergembala, lalu saya berbicara --> hamba TUHAN jangan beredar-edar tetapi harus tergembala? jawabannya --> nanti kalau aku sakit siapa yang membiayai. Akhirnya, TUHAN mendengar doanya, dia dan istrinya mengalami sakit. Dari situlah TUHAN berbicara.


    • Ada juga yang seperti ini --> mari tergembala dan jangan beredar kesana-sana. Jawabannya --> kalau saya mati siapa yang akan mengubur? ini kekuatiran luar biasa dan gejala tidak tergembala. Lalu saya katakan --> kalau kamu mati yang kubur ya manusia, jangan takut, sebab kalau dibiarkan, nanti juga akan ada yang mengubur. Kita tidak perlu takut sampai sejauh itu, serahkan kekuatiran kepada TUHAN Gembala Agung.


    • Petrus kuatir di lautan yang bergelora (ditimbus angin badai dan gelombang). Petrus berkata --> “kalau Engkau TUHAN ijinkan saya berjalan kesana”. Jawab TUHAN --> “datanglah kesini”. Begitu Petrus sudah berjalan, kemudian ada angin dan gelombang, Petrus merasa bimbang, takut, kuatir, akhirnya Petrus tenggelam. Padahal Petrus adalah seorang rasul yang hebat, tetapi masih ada kekuatiran, belum bisa menyerah sepenuh kepada TUHAN. Petrus kuatir akan angin pencobaan (masalah-masalah), kuatir akan angin pengajaran palsu.


    • Petrus juga mengalami kekuatiran di lautan yang tenang (Yohanes 21). Petrus kuatir tentang makanan (hidup sehari-hari). Dulu Petrus adalah penjala ikan. Tentunya kalau menjala ikan bukan di lautan yang bergelombang, melainkan di lautan yang tenang. Setelah Petrus bertemu YESUS, Petrus menjadi penjala manusia. Dulu waktu YESUS hidup --> lima roti, dua ikan, untuk lima ribu orang. Setelah YESUS mati --> siapa yang memberi makan? sebab itu di lautan yang tenang Petrus berkata --> “aku hendak menangkap ikan” dan diikuti oleh murid-murid YESUS lainnya --> “kami juga”.


    Hati-hati!! hamba TUHAN yang senior/sudah lama dalam pengajaran ini masih menjadi panutan, bahkan sudah salah pun masih menjadi panutan. Jika hamba TUHAN yang tidak tegas maka akan diombang-ambingkan dan ikut yang salah --> nanti kalau tidak ikut bagaimana ya, saya ditinggal sendiri. Jika hamba TUHAN itu tegas, dia tidak akan mau ikut yang salah. Waktu Bapak Pendeta Pong Dongalemba meninggal dunia --> saya merasa ditinggal sendiri, rasanya seperti mau mati, tidak ada yang menyapa, semuanya mencaci maki.

    Petrus ini kuatir tentang makanan, hidup sehar-hari, masa depan, sehingga penjala manusia kembali menjadi penjala ikan. Akibatnya adalah gagal total dan telanjang. Semoga kita dapat mengerti.
    Petrus yang hebat mengalami kekuatiran baik di lautan yang bergelombang/menakutkan dan di lautan yang tenang. Jadi kekuatiran ini memang berasal dari hati, untuk itu hati harus disucikan dan kekuatiran harus diserahkan kepada Gembala Agung.

    Yohanes 21: 18, 19,
    18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
    19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

    Kalau sudah bisa menyerahkan kekuatiran, setelah itu baru bisa menyerahkan diri sepenuh kepada TUHAN.
    Ayat 18 --> “engkau akan mengulurkan tanganmu” --> menyerah sepenuh kepada TUHAN --> “terserah Engkau TUHAN”.

    Sebelumnya, Yohanes 21: 15 --> tiga kali YESUS bertanya kepada Petrus “Simon, adakah engkau mengasihi Aku” “Gembalakanlah domba-domba Ku”. Setelah Petrus tergembala, maka Petrus bisa mengangkat dua tangan (ayat 18). Tiga kali pertanyaan YESUS ini menunjuk ketekunan dalam kandang penggembalaan (sitem penggembalaan) = ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


    • Pelita emas = ketekunan dalam kebaktian umum,
    • Meja roti sajian = ketekunan dalam kebaktian pendalaman Alkitab dan perjamuan suci,
    • Medzbah dupa emas = ketekunan dalam kebaktian doa penyembahan.


  2. Praktek kedua adalah mengulurkan/mengangkat tangan kepada TUHAN (menyerah sepenuh kepada TUHAN). Artinya jika kita dapat tekun tergembala dengan sungguh-sungguh pada pengajaran yang benar, maka kita (Petrus) dapat mengulurkan tangan kepada TUHAN = rela menderita, bahkan mati untuk TUHAN (seperti Petrus rela menyerahkan nyawanya untuk TUHAN) = rela mengalami percikan darah --> hanya berseru “terserah Engkau TUHAN”.

    Mengapa kita diijinkan mengalami percikan darah? kita diijinkan menderita bersama TUHAN, supaya mengalami pembaharuan = mujizat rohani = mujizat terbesar.

Yehezkiel 11: 19
, 20,
19. Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat,
20. supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-K dengan setia; maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.

Ayat 19 --> “Aku akan memberikan mereka hati yang lain “ --> pembaharuan hati (bukan lagi hati yang kuatir, hati yang jahat, hati yang najis). Lewat pekerjaan Firman dan percikan darah, hati dibaharui menjadi hati yang taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.

Ayat 20 --> “maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka” --> ini di Yerusalem Baru.
Mengulurkan tangan kepada TUHAN (menyerah sepenuh) = taat dengar-dengaran sampai daging tak bersuara lagi. Contohnya adalah Abraham yang taat kepada TUHAN sekalipun harus menyembelih anaknya sendiri.

Begitu kita taat dengar-dengaran sampai daging tak bersuara lagi, maka kita diakui oleh TUHAN (ayat 20) --> “TUHAN menjadi ALLAH kita dan kita menjadi umat-Nya TUHAN”. Orang yang taat ini tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Seperti YESUS yang taat sampai mati di kayu salib, ini tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun --> YESUS memang mati, dikuburkan, tetapi maut tidak bisa mengganggu gugat, sehingga YESUS bangkit dan naik ke surga.

maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka” = menjadi milik TUHAN yang tidak dapat diganggu gugat.
Saat kita mengulurkan tangan kepada TUHAN (taat), mujizat rohani terjadi dan mujizat jasmani juga terjadi. Contohnya: waktu Musa menghadapi laut Kolsom di depan, firaun ada di belakang, ke kiri dan kanan sudah tidak bisa lagi. Bangsa Israel saat itu sudah berputus asa dan berseru-seru, tetapi TUHAN berkata --> Musa ulurkan tangan-mu, maka mujizat jasmani terjadi yaitu laut Kolsom terbelah menjadi dua.

Keluaran 14: 15, 16, 21
15. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.
16. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
21. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

Saat laut Kolsom terbelah, maka ada jalan ditengah laut. Saya sudah berulang kali menerangkan, jika saya menjadi pemimpinnya belum tentu saya dapat seperti Musa --> ditengah kepanikan, Musa sendirian menghadapi ratusan ribu bangsa Israel dan TUHAN hanya memerintahkan kepada Musa untuk mengulurkan tangan. Inilah ujian, seringkali jika TUHAN berikan jalan yang sederhana/gampang, kita sering berkata --> tidak mungkin, malah mencari yang susah-susah dll. Mari kita taat, sederhana saja, sebab hanya mengulurkan tangan, sehingga laut terbelah menjadi dua (mujizat jasmani terjadi).

Laut terbelah artinya

  • Ada jalan keluar dari segala masalah. Masalah mustahil bisa diselesaikan oleh TUHAN.
  • Ada masa depan yang berhasil, indah dan bahagia. Jika laut tertutup (tidak terbelah), maka bangsa Israel akan mati semuanya.
  • Bangsa Israel dapat menuju Kanaan (perjanjian lama) = YESUS menuju Yerusalem (perjanjian baru) = kita dipakai TUHAN dalam kegerakan hujan akhir menuju Yerusalem Baru (bagi kita sekarang).

Jadi hanya orang yang taat yang dipakai oleh TUHAN, bukan orang pandai, bodoh, kaya, miskin dll. Kalau orang taat maka selalu ada pembukaan jalan. Itu sebabnya, kita jangan melawan orang yang taat, sebab orang yang taat sampai daging tak bersuara itu benar-benar bersama dengan YESUS Yang taat sampai mati. Jika melawan orang yang taat sampai daging tak bersuara, maka akan berhadapan dengan YESUS.

Sampai yang terakhir, jika YESUS datang kembali ke dua kali, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia, kita menjadi sempurna seperti Dia dan diakui di Yerusalem Baru --> “Aku menjadi Allah mereka, mereka menjadi umat-Ku”.
Wahyu 21: 3, Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.

Ayat 3 --> “Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.” --> ini sampai di Yerusalem Baru.

Jadi mulai dari ketaatan, maka TUHAN sudah mengakui --> “kamu umat saya, saya ALLAH mereka” ini tidak bisa diganggu gugat lagi. Kita akan terus menerus dibaharui (terjadi mujizat rohani) dan mujizat jasmani juga akan terjadi (kita ditolong, kita bahagia, kita dipakai), sampai TUHAN YESUS datang ke dua kali kita akan diubahkan menjadi sempurna:

  • Kita naik ke awan-awan.
  • Kita naik ke firdaus (kerajaan seribu tahun).
  • Terakhir kita masuk Yerusalem Baru, disitu ditegaskan lagi --> “mereka adalah umat-Ku, Aku adalah Allah mereka” ini tidak bisa diganggu gugat untuk selama-lamanya dan TUHAN bersama dengan kita.

Mari, apapun keadaan kita, kita serahkan kepada TUHAN. Ingat! ada tiga penyerahan contohnya adalah orang-orang yang hebat, tetapi hanya satu yang berhasil masuk Yerusalem baru yaitu penyerahan sepenuh (hanya mengangkat tangan kepada TUHAN). Mungkin ada kesulitan, kesusahan, jalan buntu, kemustahilan, TUHAN hanya memerintahkan untuk mengangkat tangan saja.

Sehebat apapun rasul-rasul, ternyata mereka lemah semuanya, apalagi kita! Mari kita mengulurkan tangan kepada TUHAN apapun keadaan kita.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-27 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 18-19 Maret 2020
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • 31 Maret 2020 - 02 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top