English Language | Form Penggembalaan
kebaktian lain
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Lain (Rabu Sore, 16 November 2011)
Tayang: 09 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 31 Juli 2008)
Tayang: 14 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Malam, 25 September 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 15 November 2011)
Tayang: 19 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Minggu, 03 Agustus 2008)
Tayang: 12 Oktober 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Malam, 24 September 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Sore, 22 Juni 2012)
Tayang: 06 Juli 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Sore, 14 Maret 2008)
Tayang: 03 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Sore, 25 Agustus 2010)
Tayang: 03 Oktober 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Sore, 20 April 2012)
Tayang: 17 Juni 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Penataran Imam VI-Rabu Sore, 14 November 2012)
Tayang: 24 Januari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Ibadah Paskah III, 15 Mei 2014 (Kamis Sore))
Tayang: 08 Juni 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Penataran Imam V-Senin Sore, 12 November 2012)
Tayang: 24 Januari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Lain
Tanggal: Rabu Malam, 24 September 2014
Tempat: Tentena-Poso
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 23 November 2014

Kita kembali didalam tema Markus 13: 29b
Markus 13: 29, Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.

waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintuartinya waktu kedatangan YESUS kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga (Kepala/Suami) di awan-awan yang permai sudah tidak lama lagi/sudah singkat untuk mengangkat sidang jemaat yang sempurna (Tubuh Kristus yang sempurna/Mempelai Wanita) untuk bertemu dengan Dia dan masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba (Wahyu 19: 9). Semoga kita dapat mengerti.

Dalam waktu yang sudah dekat ini kita harus mempersiapkan diri. Maafkan, yang sudah pernah menikah maupun yang sudah pernah melihat pernikahan, persiapan dalam pernikahan merupakan sesuatu yang berat. Perjamuan kawin Anak Domba adalah nikah yang rohani/nikah yang sempurna antara Kristus dengan sidang jemaat.

Wahyu 19: 9, Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Alkitab dibuka dengan kitab Kejadian yang memuat nikah jasmani antara Adam dan Hawa yang sudah hancur sampai hari ini. Sampai dengan hari ini, sudah banyak korban nikah yang hancur. Korban perang dunia I-II dapat dihitung, tetapi korban kehancuran nikah tidak dapat dihitung. Mulai istana raja sampai kolong jembatan terjadi kehancuran nikah.

Tetapi, bersyukur, alkitab ditutup dengan perjamuan kawin Anak Domba. Biarlah kita menjaga nikah-nikah kita dalam kebenaran, kesucian dan kesatuan sampai mencapai nikah sempurna. Itulah pengikutan kita kepada TUHAN. Semoga nikah yang sudah hancur dapat diperbaiki sampai mencapai nikah yang rohani.

Setelah itu (Wahyu 20), kita masuk dalam kerajaan seribu tahun damai = firdaus yang akan datang. Sebenarnya manusia memang diciptakan dan diletakkan di firdaus, bukan di dunia ini. Dunia ini sebagai tempat pembuangan orang yang berdosa. Nanti kita akan kembali ke Firdaus. Sesudah itu (Wahyu 21-22), kita masuk Yerusalem Baru (‘langit baru, bumi baru’) = kerajaan surga selama-lamanya.

TUHAN YESUS segera datang kembali ke dua kali, sebab itu, kita sebagai sidang jemaat harus mempersiapkan diri dalam waktu yang sudah dekat ini agar dapat menyambut kedatangan YESUS kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga di awan permai, supaya kita dapat bersama dengan Dia selama-lamanya.

Apa yang harus dipersiapkan pada waktu yang sangat singkat ini? Kita harus banyak membaca, mendengar dan menuruti Firman nubuat, menjaga perasaan hati supaya tidak ada ketakutan dan kekuatiran, ini semua sudah diterangkan dalam ibadah sebelumnya. Sekarang ini kita belajar satu lagi tentang, apa yang harus dipersiapkan dalam waktu yang singkat ini.

1 Korintus 7: 29-34,
29. Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;
30. dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;
31. pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.
32. Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara TUHAN, bagaimana TUHAN berkenan kepadanya.
33. Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya,
34. dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara TUHAN, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.

Ay 29 ?‘orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri’ => ini bukan berarti diceraikan, diabaikan dan sebagainya, tetapi tidak terikat.
Ay 32 => Yang dipersiapkan adalah kita tidak boleh ada kekuatiran lagi (ini sudah dipelajari dalam ibadah tadi pagi).

Supaya tidak kuatir kita belajar pada:

  • Burung di udara yang tidak dapat menabur menuai tetapi dipelihara oleh Bapa, masa hamba TUHAN kuatir sampai hidupnya menjadi tidak benar.
  • Bunga bakung di ladang yang tidak dapat menenun memintal tetapi pakaiannya lebih indah daripada pakaian Salomo dalam kemegahannya. Kita harus menenun dan memintal yang rohani.


  • Rumput kering di ladang.

Ini semua merupakan penggembalaan (kita semua harus tergembala). Tidak ada kekuatiran kalau kita hidup didalam sistem penggembalaan. Kita yang duduk, TUHAN lah yang bekerja, itulah didalam sistem penggembalaan. Coba kalau kita mempunyai kambing lalu diletakkan di kandang dan dikunci, mana bisa dia makan? Kalau sampai tidak dapat makan, ini salah yang meletakkan di kandang, sebab itu gembala harus bertanggung jawab.

Begitu juga kalau kita berada didalam kandang penggembalaan (duduk dan tidak jalan kesana kemari), maka TUHAN sebagai Gembala Agung yang akan bertanggung jawab. Kita tinggal pilih: kita yang jalan, TUHAN yang duduk atau kita yang duduk, TUHAN yang bekerja?

Sekarang ini, kita lanjutkan dalam ayat 33-34, Yang harus kita persiapkan dalam waktu yang sudah dekat adalah perhatian kita harus dipersiapkan:

  • Kita harus memusatkan perhatian kepada perkara TUHAN.
  • Kita tidak boleh terikat oleh perkara-perkara dunia.

Misalnya:

  • seorang gadis (tidak bersuami), perjaka (tidak beristri), termasuk seorang duda atau janda, memiliki kesempatan besar untuk memusatkan perhatian kepada perkara TUHAN (sebab tidak diganggu suami, istri). Yang masih gadis atau perjaka jangan tergesa-gesa untuk menikah sebab ada kesempatan besar untuk memusatkan perhatian kepada TUHAN.


  • Demikian juga yang sudah bersuami atau beristri, harus berjuang ekstra keras untuk bisa memusatkan perhatiannya kepada TUHAN (tidak boleh terikat satu dengan yang lainnya). Semoga kita dapat mengerti

Apa yang harus diperhatikan supaya kita dapat memusatkan perhatian soal perkara TUHAN? Salah satunya adalah didalam Mazmur 107: 43.

Mazmur 107: 43, Siapa yang mempunyai hikmat? Biarlah ia berpegang pada semuanya ini, dan memperhatikan segala kemurahan TUHAN.

Memusatkan perhatian pada perkara TUHAN artinya memusatkan perhatian pada kemurahan TUHAN. TUHAN memberi kemurahan-Nya kepada kita. Banyak kali, orang Kristen selalu ingat kemurahan TUHAN. Misalnya:

  • Kalau ada apa-apa, kita berkata => ‘ini semua kemurahan TUHAN’.
  • Ada juga nyanyian tentang => ‘kemurahan Mu lebih dari hidup’, tetapi seringkali ini belum menjadi praktik (masih berupa teori saja).

Firman penginjilan (kabar baik/susu) ini membawa orang-orang yang berdosa kepada TUHAN. Setelah itu kita mau kemana? kalau kita bertahun-tahun terus minum susu, maka pertumbuhan kita menjadi abnormal. Jadi Firman penginjilan harus ditingkatkan kepada Firman pengajaran (Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Kabar Mempelai/Firman nubuat). Firman pengajaran merupakan Firman yang praktis artinya Firman yang dapat langsung dipraktikkan.

Praktik sehari-hari memusatkan perhatian kepada kemurahan TUHAN:

  1. Roma 2: 4, 5,
    4. Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?
    5. Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.

    Ay 4 => ‘menganggap sepi’ => kalau menganggap sepi ini berarti tidak memusatkan perhatian kepada kemurahan TUHAN.
    kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya?’ => kalau ada kemurahan, maka ada kesabaran dan kelapangan hati-Nya.

    Praktik yang pertama adalah bertobat. Kalau kita tidak menyanyi tentang ‘kemurahan Mu’, tetapi kita sudah bertobat, itulah praktik memusatkan perhatian pada kemurahan TUHAN. Kemurahan TUHAN itu seharga Korban Kristus, sebab itu kita harus bertobat.

    Bertobat adalah berhenti berbuat dosa dan kembali pada TUHAN = mati terhadap dosa. Berbuat dosa itu seperti berjalan ke arah neraka, kalau bertobat berarti stop berjalan ke neraka dan kembali kepada TUHAN (kembali ke jalan surga).
    Kalau ada perintah TUHAN tentang ‘bertobat’ (kemurahan TUHAN membawa kita kepada pertobatan), maka TUHAN sudah menyediakan sarana bagi kita supaya kita bisa bertobat. Dalam Roma 2: 4,

    TUHAN menyediakan tiga sarana untuk bertobat:


    • Sarana kemurahan TUHAN: TUHAN memberikan kita tubuh jasmani (tubuh darah daging), sehingga kita dapat mengalami penebusan dosa, sebab YESUS mati di kayu salib dalam keadaaan Tubuh Jasmani untuk menebus dosa kita. Karena YESUS mati dalam Tubuh Darah Daging, maka kita yang punya tubuh darah daging juga dapat ditebus oleh Darah YESUS.

      Kalau sekarang ini kita masih mempunyai tubuh darah daging, berarti kita semuanya dapat bertobat. Jadi tidak ada alasan untuk tidak dapat bertobat, sekalipun dosa-dosanya besar dsb.

      Manusia terdiri dari tubuh (darah daging), jiwa dan roh (paling lengkap), sehingga manusia dapat dan harus bertobat, sebab rohnya harus kembali kepada TUHAN.
      Binatang hanya punya tubuh dan jiwa, tidak punya roh yang kembali pada TUHAN. Jadi, binatang sebenarnya bisa bertobat karena punya tubuh darah daging, tetapi tidak perlu bertobat, karena tidak punya roh yang kembali pada TUHAN.
      Malaikat hanya punya roh, tidak punya tubuh dan jiwa, sehingga tidak dapat bertobat (tidak dapat ditebus). Begitu malaikat jatuh dalam dosa (Lucifer), dia langsung menjadi setan. Semoga kita dapat mengerti.


    • Sarana kesabaran TUHAN:


      1. TUHAN belum datang kembali kedua kali untuk menghukum dunia ini.
      2. Kita masih diberi panjang umur oleh TUHAN (kita belum meninggal dunia), sehingga masih ada kesempatan bagi kita untuk bertobat. Kalau kita sudah meninggal dunia, tidak ada kesempatan bagi kita untuk bertobat.

        2 Petrus 3: 9, TUHAN tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

        Ay 9 => ‘TUHAN tidak lalai menepati janji-Nya’ => kalau YESUS belum datang ke dua kali, jangan diejek dan jangan menganggap TUHAN lalai.
        TUHAN belum datang ke dua kali dan kita diberi panjang umur, maksudnya adalah supaya kita dapat bertobat (kita diberi waktu bertobat). Jadi, kalau TUHAN memberi kita panjang umur sampai sekarang, bukan untuk mencari gelar, uang dan sebagainya, tetapi tujuan utama hidup kita adalah bertobat. Biar kita berhasil dan hebat, tetapi kalau belum bertobat, kita belum sampai pada tujuan hidup. Segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini (termasuk dalam ibadah pelayanan dan sebagainya) mungkin diberi predikat berhasil dan hebat, tetapi tanpa bertobat semuanya hanyalah sia-sia belaka bahkan menuju kebinasaan. Misalnya: ada pelari Maraton 42, 9 Km yang selalu juara satu dan hebat, tetapi tidak sampai tujuannya ( tidak mencapai garis finish), ini percuma saja dan tidak ada gunanya saja. Semoga kita dapat mengerti.


    • Sarana kelapangan hati TUHAN: keluasan hati TUHAN, ini artinya TUHAN selalu mengampuni dan melupakan semua jenis dosa, berapa lamapun dosa yang sudah kita perbuat, katakan, pikirkan. Asalkan kita mau mengaku dosa dan jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Kalau manusia seringkali terbatas untuk mengampuni dosa orang lain (hati manusia sempit). Misalnya suami istri: pak maafkan, uangnya sudah saya habiskan, lalu suaminya berkata => Ya, sudah bu tidak apa-apa. Tetapi kalau istri berkata ? pak maafkan saya sebab saya sudah berselingkuh, suaminya berkata => kalau ini bagaimana ya? Inilah terbatas.


    Tiga sarana pertobatan ini ada di dalam kayu salib (salib Kristus). Sekarang ini, gunakan kesempatan untuk bertobat.
    Wahyu 21: 8, Tetapi (1)orang-orang penakut, (2)orang-orang yang tidak percaya, (3)orang-orang keji, (4)orang-orang pembunuh, (5)orang-orang sundal, (6)tukang-tukang sihir, (7)penyembah-penyembah berhala dan (8)semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

    Permulaan bertobat yaitu dimulai dengan membuang delapan dosa yang membawa kita tenggelam dalam lautan api dan belerang (neraka selama-lamanya):


    • penakut artinya:


      1. Takut untuk memberitakan kebenaran yang sesungguhnya. Misalnya: seumpama Firmannya tentang kawin cerai, lalu disitu ada orang yang menjadi tulang punggung gereja tetapi melakukan kawin cerai. Akhirnya takut memberitakan Firman tentang kawin cerai. Kita harus meneladani Nuh sebagai pemberita kebenaran.


      2. Takut pada sesuatu di dunia sampai tidak takut kepada TUHAN (melawan TUHAN). Misalnya: karena takut dipecat, akhirnya menuruti perintah atasannya untuk melakukan korupsi. Kalau sudah bertobat, penakut diubahkan menjadi takut akan TUHAN.


    • tidak percaya: bimbang,
    • keji: jahat,
    • pembunuh: kebencian,
    • orang-orang sundal:


      1. dosa makan minum = merokok, mabuk, narkoba.
      2. dosa kawin mengawinkan = dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks, nikah yang salah. Itu semuanya harus dibuang dan bertobat.


    • tukang-tukang sihir: dukun-dukun, ramalan-ramalan ini sudah tidak boleh ada lagi,
    • penyembah berhala: jimat-jimat dan sebagainya,
    • pendusta: penutup dosa yang paling dekat dengan api.


    Kalau kita membuang kedelapan dosa, ini bagaikan 8 orang masuk bahtera Nuh dan selamat. Inilah pertobatan yang sungguh-sungguh, yaitu sampai tidak ada dusta.Selama masih ada dusta sekalipun sudah menjadi hamba TUHAN selama berpuluh-puluh tahun, jangankan sempurna menjadi Mempelai, bertobatpun juga masih belum.

    Yeremia 9: 5, Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorangpun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.

    Ay 5 => ‘malas untuk bertobat’ => tidak mau bertobat.
    Dalam Yeremia 9: 5 tanda bertobat adalah tidak ada dusta. Orang berdusta (selama masih berdusta) = malas bertobat = tidak mau bertobat karena keras hati. Inilah yang menimbun murka Allah atas dirinya (Roma 2: 5).
    Perhatikan! Kalau terus tidak mau bertobat (tetap berdusta), sekalipun Firman sudah disampaikan (diberi nasehat), di satu titik, ia tidak akan dapat bertobat lagi dan menjadi sama dengan setan yang akan dibinasakan dalam lautan api belerang. Sebaliknya, jika kita terus bertobat (dosa A, B, C stop sampai dosa Z stop), satu waktu, kita tidak bisa berbuat dosa seperti YESUS. Semoga kita dapat mengerti.

    Jangan salahkan TUHAN kalau kita tidak mau bertobat, sebab TUHAN sudah memberikan sarana untuk bertobat. Kita tinggal, mau bertobat atau tidak mau bertobat = kita keras atau melembut! Semoga kita dapat mengerti.


  2. Titus 3: 4, 5,
    4. Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,
    5. pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

    Ay 4 => ‘karena rahmat-Nya’ => kemurahan-Nya.
    'pemandian kelahiran kembali' => baptisan air.

    Praktik yang kedua adalah kita masuk/mengalami pemandian kelahiran kembali oleh air dan Roh = pembaharuan oleh air dan Roh = baptisan air dan Roh Kudus.

    Yohanes 3: 3-5,
    3. Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."
    4. Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"
    5. Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

    Ay 3 => ‘jika seorang tidak dilahirkan kembali’ => tidak mengalami pemandian kelahiran kembali.
    ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah’ => jangankan masuk kerajaan ALLAH, melihat kerajaan ALLAH saja ia tidak bisa.
    Ay 4 => Nikodemus ahli agama (guru agama), tetapi tidak mengerti tentang kelahiran baru.

    Disini jelas (maafkan para ibu), jika kita hanya dilahirkan oleh ibu kita (sekalipun ibu kita hebat, gelarnya tinggi, kedudukannya tinggi, kaya dsb), maka kita hanya menjadi manusia darah daging yang tidak dapat melihat surga, apalagi untuk masuk kerajaan surga.

    Melihat surga artinya bisa mengutamakan perkara rohani lebih dari perkara jasmani. Misalnya: kita lebih mengutamakan beribadah dulu daripada bekerja. Kalau manusia darah daging, tidak dapat meninggalkan sesuatu untuk perkara rohani. Jadi manusia darah daging tidak dapat melihat surga artinya tidak bisa mengutamakan perkara rohani, bahkan mengabaikan perkara rohani untuk mencari perkara-perkara dunia, sehingga benar-benar binasa.

    Oleh sebab itu, kita harus dilahirkan kembali oleh TUHAN lewat air dan Roh (baptisan air dan baptisan Roh Kudus), supaya kita memiliki hidup baru (hidup surgawi). Inilah kehidupan yang bisa melihat surga. Sikap hidup kita mulai berubah dan mengutamakan perkara rohani lebih dari yang jasmani sampai nanti benar-benar masuk kerajaan surga yang kekal. Seperti ibadah persekutuan kita sekarang ini, kita sudah melihat kerajaan surga dan kita bahagia. Semoga kita dapat mengerti.

    Tadi dalam Yohanes 3: 4, Nikodemus tidak mengerti dan terus memikirkan yang jasmani padahal ia seorang guru agama, tetapi ia tidak mengerti tentang baptisan air dan baptisan Roh Kudus. Apa maksudnya ini? Jadi, baptisan air dan Roh Kudus tidak dapat diterima dengan kepandaian manusia, tetapi hanya dapat diterima oleh iman. Sekalipun kita bodoh, tetapi kalau punya iman, kita bisa menerima surga. Iman lebih tinggi dari pengetahuan/logika/kepandaian. Kalau iman dapat menerima baptisan air dan Roh Kudus, maka kepandaian juga dapat menerima baptisan air dan Roh Kudus.
    Seringkali, kalau kita memakai kepandaian, kita justru tidak masuk surga, karena kepandaian menutupi iman. Kalau iman ditambah kepandaian, itu sesuatu yang luar biasa. Yang tidak pandai jangan pesimis, sekalipun tidak pandai, tetapi memiliki iman itu juga luar biasa. Jadi, yang menentukan bukanlah pandai atau tidak pandainya, S1 nya atau tanpa S, melainkan yang menentukan adalah imannya. Semoga kita dapat mengerti.

    Kerajaan surga itu soal iman. Itu sebabnya, Firman tidak dapat didiskusikan. Firman ini hanya untuk diterima dengan iman. Jika kita mengerti dan mengalami baptisan air dan baptisan Roh Kudus, semua itu hanya karena iman dan kemurahan TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

    Dalam Efesus 4 ini judulnya adalah ‘kesatuan jemaat yang berbeda-beda’. Semuanya bisa berbeda (suku, organisasi, model gereja, bahasanya bisa berbeda-beda dan sebagainya), tetapi ada tujuh hal yang tidak boleh berbeda, supaya kita menjadi satu kesatuan. Berbeda-beda tetapi menjadi satu, sebab ada yang menyatukan.

    Efesus 4: 4-6,
    4. (1)satu tubuh, dan (2)satu Roh, (3)sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,
    5. (4)satu TUHAN, (5)satu iman, (6)satu baptisan,
    6. (7)satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

    Tujuh hal yang tidak boleh berbeda yaitu:


    • satu tubuh,
    • satu Roh,
    • satu pengharapan,
    • satu TUHAN,
    • satu iman,
    • satu baptisan,
    • satu ALLAH dan Bapa.


    Perbedaan di dalam rumah TUHAN adalah karunia TUHAN. Boleh berbeda-beda, tetapi harus ada tujuh kesatuan dalam jemaat yang berbeda. Inilah yang akan menyatukan kita menjadi satu Tubuh Kristus yang sempurna. Salah satunya adalah kesatuan baptisan. Satu Tubuh Kristus harus satu baptisan air. Seperti dulu, hanya satu bahtera Nuh yang menyelamatkan, sebab kapal lain dibuat dengan kepandaian manusia (sekalipun lebh canggih dsb), tetapi bahtera Nuh dibuat menurut kehendak TUHAN (ukurannya persis sekian hasta menurut kehendak TUHAN).

Kita membahas tentang baptisan air dan baptisan Roh Kudus:
BAPTISAN AIR.
Baptisan yang benar bukan menurut gereja A, B, C dst, tetapi baptisan air yang benar adalah baptisan menurut kehendak TUHAN (Firman TUHAN) dan seperti YESUS dibaptis, kita dibaptis, sebab YESUS adalah Kepala dan kita tubuhNya. Kepala dengan tubuh harus satu baptisan.
Kita berasal dari gereja apa saja, alkitabnya pasti sama, oleh sebab itu kita membaca alkitab saja dan jangan menganut ajaran atau teori-teori lainnya. Semoga kita dapat mengerti.

Matius 3: 15, 16,
15. Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
16. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

Ay 15 => ‘Dan Yohanespun menuruti-Nya’ => Yohanes tahu diri. Waktu YESUS datang untuk dibaptiskan, dia berkata => ‘jangan TUHAN, TUHAN lebih tinggi dari saya’. Lalu YESUS berkata => ‘baptisan ini bukan menurut kehendak-Ku, tetapi menurut kehendak ALLAH’

Sebenarnya, YESUS tidak berdosa, sehingga tidak perlu bertobat dan tidak perlu dibaptis. Mengapa YESUS dibaptis?

  • Untuk menuruti kehendak Bapa.
  • Supaya menjadi teladan baptisan air yang benar (supaya kita tidak bertengkar).

Ay 16 => ‘langit terbuka’ => ada hidup baru (hidup surgawi). Baptisan air menentukan surga terbuka atau tidak (menentukan selamat atau tidak)! Baptisan air bukanlah sekedar peraturan gereja dan sebagainya. Jangan main-main dalam baptisan air dan hamba TUHAN yang melayani baptisan air juga jangan main-main. Seperti Yohanes tidak main-main saat membaptiskan YESUS.

Waktu YESUS keluar dari air, bersamaan dengan itu langit terbuka. Ini juga diterangkan dalam Roma 6 (ayat diterangkan dengan ayat itulah Firman pengajaran yang benar).

Roma 6: 2, 4
2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru

Ay 2 => Syarat masuk baptisan air yang benar yaitu bertobat (‘mati bagi dosa’), terutama mati terhadap delapan dosa (supaya kita menjadi delapan orang yang masuk dalam bahtera Nuh). Syarat baptisan air bukanlah kaya, miskin, pandai, bodoh. Hamba TUHAN membaptis anak TUHAN, bukan untuk menjadi anggota gereja, tetapi untuk menjadi anggota Tubuh Kristus. Jika membaptiskan untuk menjadi anggota gereja itu egois.

Ay 4 => pelaksanaan baptisan air yang benar yaitu orang yang sudah mati terhadap dosa (bertobat), harus dikuburkan bersama YESUS dalam air di dalam nama Bapa, Anak Laki-laki dan Roh Kudus, yaitu TUHAN YESUS Kristus. Setelah itu keluar dari air (bangkit dari air) bersama YESUS, lalu langit terbuka (Matius 3: 16), sehingga mendapatkan hidup baru (hidup surgawi).

Kalau dulu, Abraham disunat untuk mendapatkan nama ALLAH. Jadi sunat itu sekarang menunjuk baptisan air. Pada jaman Nuh, bahtera Nuh itu sekarang menunjuk pada baptisan air.

1 Petrus 3: 20, 21,
20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

Kolose 2: 11, 12,
11. Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,
12. karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

Ay 11 => ‘penanggalan akan tubuh yang berdosa’ => bertobat.
'disunat' => dikuburkan dalam baptisan air.

Karena disunat, ABRAM diganti menjadi ABRAHAM. Ini mendapat nama ALLAH (Jehuvah atau Yahwe diperjanjian lama). Sekarang, disunat sama dengan dikuburkan bersama YESUS dalam air (dibaptis dalam air) dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus (TUHAN YESUS Kristus). Ini mendapatkan nama juga.
Semoga kita mengerti.

Begitu keluar dari air bersama YESUS, langit terbuka, maka kita mendapatkan hidup baru itulah hidup surgawi = hidup dalam kebenaran. Kalau surga dihitung dari besarnya kekayaan atau besarnya gedung gereja, berarti kecil sekali surganya orang Kristen, sebab orang di luar YESUS jauh lebih kaya dan gedungnya lebih besar lagi. Semoga kita dapat mengerti.


Mau kaya atau miskin, tidak ada masalah, YESUS juga miskin bahkan kuburanpun tidak punya, tetapi YESUS adalah Manusia Surgawi. Jadi ukuran surga adalah benar atau tidak (hidup dalam kebenaran). Semua aspek kehidupan kita harus benar. Pribadi (KTP), berlalu lintas (SIM, helm), di kantor benar (tidak korupsi), di Sekolah benar (tidak menyontek), pelayanan benar, nikah benar dan dimana-mana kita harus benar. Semoga kita dapat mengerti.

Kalau kita hidup dalam kebenaran, maka langit akan terbuka ('carilah dulu kerajaan Surga dan kebenarannya'). Tidak benar sedikit saja, langit akan tertutup. Contohnya: TUHAN perintahkan Musa membuat tabernakel dengan ukuran yang sama persis dengan kehendak TUHAN (tidak boleh berbeda sedikitpun). Kalau sudah hidup benar, kita bisa menjadi senjata kebenaran.

Roma 6: 18, 13
18. Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.
13. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

Ayat 18 => hamba kebenaran.
Setelah kita hidup benar, barulah kita dapat dipakai oleh TUHAN. Kalau masih belum benar (rusak), kita tidak akan dapat dipakai. Banyak pelayanan kita hanya seperti bayangan (ilusi). Sepertinya melayani dan seperti di awan-awan, padahal tidak bergerak karena tidak benar. Maaf, saya juga dikoreksi, kalau saya ada kesalahan tetapi tidak diperbaiki, lalu saya berkotbah, mau kemana jemaat akan dibawa?

Hidup benar itu bagaikan peluru. Senjata kebenaran itu bagaikan senjata (‘pelor’). Kalau pembicaranya hidup benar (senjata kebenaran), jemaat yang datang dengan tidak benar tetapi ditembaki kebenaran, satu waktu jemaat akan hidup benar juga. Kalau pembicaranya dalam fellowship tidak benar (ajarannya, tahbisan, nikah, keuangan tidak benar), jemaat yang datang hidup benar, ditembaki dengan yang tidak benar, justru pulang menjadi tidak benar.

Panitia dan pembicara bertanggung jawab dihadapan TUHAN, mau dibawa kemana sidang jemaat? Kalau melayani TUHAN, dengan tujuan untuk bertobat ini salah besar. Jadi hidup benar harus bertobat terlebih dahulu, setelah itu melayani TUHAN (menjadi pemain musik dan sebagainya). Kalau hidup kita tidak benar, tetapi kita melayani, ini berarti kita menipu. Kalau kita menipu jemaat, maka menjadi hutang darah yang tidak dapat dibayar sekalipun sampai masuk dalam neraka. Kalau neraka itu bayaran hukuman dosa, itu masih enak. Setelah tiga tahun di neraka, lalu diangkat lagi. Tetapi ini selama-lamanya di neraka, ini berarti tidak dapat dilunaskan (neraka tidak dapat melunaskan hutang darah kita). Ini keras tetapi untuk kemuliaan TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Senjata kebenaran = imam-imam dan raja-raja adalah:

  • seorang yang benar dan suci,
  • seorang yang memangku jabatan pelayanan,
  • seorang yang beribadah dan melayani TUHAN.

Sebenarnya, iman dan raja hanya untuk orang Israel. Kalau bangsa kafir dapat menjadi imam dan raja, itu adalah kemurahan TUHAN.

Keluaran 19: 6, Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."

Yang layak untuk menjadi imam dan raja adalah orang Israel asli dan keturunannya.

1 Petrus 2: 9, 10,
9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
10. kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Ay 9 ?‘imamat yang rajani’? imam dan raja (senjata kebenaran).
Ay 10 => ‘bukan umat Allah’ => bangsa kafir.

Secara jalur keturunan, bangsa kafir tidak dapat menjadi imam dan raja. Tetapi, TUHAN membuka lewat jalur kemurahan (belas kasihan) seharga kurban Kristus di kayu salib. Jadi, harga ibadah pelayanan bangsa kafir adalah seharga Darah YESUS (Kurban Kristus). Kalau bangsa Israel, harga ibadah pelayanan mereka seharga hukuman TUHAN atas bangsa Mesir. Bangsa Mesir dihukum sebanyak sepuluh kali, sehingga bangsa Israel dapat keluar dari Mesir dan beribadah kepada TUHAN. Itu sebabnya hargai sungguh-sungguh jabatan dari TUHAN!

2 Korintus 4: 1, Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.

Kalau jabatan pelayanan yang kita terima (sebagai gembala, pemain musik, penerima tamu dsb) adalah kemurahan TUHAN yang seharga Darah YESUS, kita tidak akan pernah tawar hati, tidak akan pernah mundur sampai garis akhir. Mundur dengan alasan apapun, itu sebenarnya ia sudah keluar dari kemurahan TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Pertahankanlah jabatan pelayanan sampai dengan garis akhir. Rasul Paulus untuk mencapai garis akhir, dia sampai tidak menghiraukan nyawanya, apalagi kalau cuma waktu, tenaga, umur, kesehatan dll. Dalam ibadah tadi pagi kita sudah mendengar, karena Roh Kudus, sekali-pun semakin tua, tetapi kita semakin setia dan berkobar-kobar.

Kisah Para Rasul 20: 24, Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh TUHAN Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

Garis akhir adalah sampai meninggal dunia atau sampai kedatangan TUHAN yang ke dua kali. Hidup benar ditambah senjata kebenaran = orang benar. Inilah cita-cita hidup kita. Tadi sudah dijelaskan, tujuan hidup kita dalah bertobat. Cita-cita kita mungkin banyak, tetapi cita-cita tertinggi adalah menjadi orang benar.

Mazmur 37: 25, 26,
25. Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
26. tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.

Ay 25 => inilah pengakuan raja Daud.
Jadi orang benar itu diberkati sampai ke anak cucu dan menjadi berkat bagi orang lain. Maaf, kita jangan berlomba-lomba mau mewariskan yang lain-lain buat anak kita (gereja dll). Kebenaran inilah yang harus diwariskan kepada anak cucu. Sebab dengan kebenaran, mereka akan diberkati TUHAN dan menjadi berkat sampai hidup kekal.
Kalau gereja yang diwariskan, nanti gereja itu dapat dijual. Tentunya mewariskan gereja itu tidaklah mengapa, kalau ini memang kehendak dari TUHAN. Kalau semuanya sudah tidak ada, maka anaknya lah yang melanjutkan.

Semoga kita dapat mengerti.

BAPTISAN ROH KUDUS
Kisah Para Rasul 2: 1- 4,
1. Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
3. dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
4. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Pencurahan Roh Kudus dimulai dari loteng Yerusalem sampai dengan hari ini. Memang dulu, dalam perjanjan lama (hukum taurat), ada minyak urapan yang kudus, yang terbuat dari minyak zaitun dan rempah-rempah untuk mengurapi (minyak dituang di kepala) raja, nabi, imam. Tetapi sekarang ini sudah digenapkan. Sejak di loteng Yerusalem sampai dengan sekarang ini pencurahan Roh Kudus itu berasal dari surga. Jadi YESUS mati, bangkit dan naik ke surga untuk mencurahkan Roh Kudus ‘lebih baik Aku pergi, sebab jika Aku tidak pergi, Roh itu tidak akan dicurahkan’ (Yohanes 16: 7). YESUS pergi = YESUS mati, bangkit dan naik ke surga.

Jadi sekarang tidak lagi memakai minyak untuk mengurapi. Kalau memakai minyak, daripada kita berpuasa dll, lebih baik kita ke Israel dan membeli minyak urapan, tetapi sekarang bukan itu lagi. Minyak urapan dari surga ini bisa diterima di dalam kesucian.

Urapan dengan kesucian satu level. Semakin kita disucikan, kita semakin diurapi. Urapan dengan percikan darah juga satu level. Semakin hebat percikkan darah yang kita alami (ujian karena YESUS/sengsara daging karena YESUS), semakin hebat urapan Roh Kudus yang kita terima. Jadi kalau kita mau menerima minyak urapan, harus dalam kesucian dan dalam percikkan darah.

Kalau kita belajar tentang loteng Yerusalem, Yerusalem itu berarti hati damai sejahtera. Urapan Roh Kudus juga dikaitkan dengan hati damai. Kalau suci, damai dan ditambah dengan percikkan darah, maka disitu benar-benar ada Roh Kemuliaan (Roh Kudus) dicurahkan. Dulu, imam besar Harun masuk ke ruangan maha suci satu tahun sekali membawa dupa dan darah, lalu dipercikkan dan terjadi sinar kemuliaan (Shekinah Glory). Ini ada didalam Keluaran 25 tentang tabernakel. Sekarang ini menunjuk Roh Kemuliaan (Roh Kudus).

Di loteng Yerusalem, Roh Kudus dicurahkan dalam bentuk lidah-lidah api. Murid-murid sangat membutuhkan lidah-lidah api. Tanpa Roh Kudus, murid-murid (rasul-rasul) tidak dapat berbuat apa-apa. Petrus menyangkal TUHAN, Tomas tidak percaya TUHAN dan murid-murid lainnya meninggalkan TUHAN saat diperhadapkan pada sengsara. Tanpa Roh Kudus, mereka yang orang Israel asli saja tetap tidak mampu, apalagi kita bangsa kafir? Tanpa Roh Kudus, kita hanya seperti anjing dan babi (binatang haram).

  • Anjing = perkataan-perkataannya menjilat muntah = kata-kata sia-sia, kotor, dusta, fitnah, perkataan hanya untuk lawakan-lawakan. Bahkan di mimbar saja berani dusta, dia berkata dalam bahasa Jawa, tahu-tahu bilang bahasa Perancisnya.


  • Babi = mandi dan kembali lagi ke kubangan = dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Seperti perempuan Samaria tanpa air hidup (tanpa Roh Kudus), sehingga lima kali kawin cerai ditambah hidup bersama.

Sebab itu, sekarang ini kita mohon curahan Roh Kudus!
Kisah Rasul 10: 45, Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,

Roh Kudus juga merupakan kemurahan TUHAN (kasih karunia TUHAN). Kita terima minyak urapan Roh Kudus dengan hati damai, suci dan yang sangat menderita karena YESUS. Kalau kita menderita karena dosa, kita harus mengaku dosa. Kalau kita menderita karena pelayanan, karena Firman, kita harus bersabar. Hari ini juga Roh Kudus akan menolong kita.

Kegunaan Roh Kudus bagi bangsa kafir:

  1. Roma 15: 16, yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

    Anjing dan babi (bangsa kafir) tidak boleh dipersembahkan kepada ALLAH tetapi jika sudah disucikan oleh Roh Kudus, maka boleh dipersembahkan kepada TUHAN.

    Kegunaan yang pertama: Roh Kudus bagaikan nyala api untuk menyucikan bangsa kafir dari tabiat anjing dan babi (perkataan dan perbuatan jahat dan najis).

    Kalau babi dimandikan, nanti akan kembali lagi kekubangan, tetapi kalau sudah dibakar oleh Roh Kudus, maka tidak akan kembali lagi berbuat dosa (perkataan dan perbuatan najis distop) dan kita menjadi persembahan yang harum di hadapan TUHAN. Sekarang ini ada nyala api Roh Kudus yang membakar kita (menyucikan kita). Ini hanya karena Roh Kudus saja, bukan karena kekuatan dan kepandaian kita.


  2. Roma 12: 11, Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah TUHAN.

    Kegunaan yang kedua: Roh Kudus bagaikan nyala api mendorong kita untuk setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir (kita tidak akan berhenti di tengah jalan).

    Kalau dari daging akan berhenti ditengah jalan (pensiun), tetapi kalau dari Roh Kudus tidak akan berhenti di tengah jalan. Semoga kita dapat mengerti.


  3. 2 Raja-raja 6: 16, 17,
    16. Jawabnya: "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka."
    17. Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.

    Ay 16 => Ajudan Elisa takut karena sudah dikelilingi oleh tentara-tentara dengan kuda, tetapi Elisa berkata 'jangan takut'.
    kuda dan kereta berapi’ => Roh Kudus bagaikan nyala api.

    Kegunaan yang ketiga: Api Roh Kudus menjadi pagar batas kehidupan kita (memagari kehidupan kita), artinya


    • Kita dilindungi dari segala celaka marabahaya, dosa-dosa, puncaknya dosa, sampai melindungi kita dari antikrist.
    • Dibalik tembok pagar Api Roh Kudus, tidak ada ketakutan lagi, tetapi yang ada hanyalah aman dan sejahtera = Roh Kudus memberi keamanan dan kesejahteraan.


    • Roh Kudus juga memberi kemenangan atas musuh yang hebat = Roh Kudus menyelesaikan segala masalah, sampai masalah yang mustahil juga diselesaikan.


    Saat kemampuan kita semuanya sudah tidak bisa, maka tinggal satu yaitu Roh Kuduslah yang akan berperang.


  4. 2 Raja-raja 2: 11, Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.

    Ini dulu sudah pernah terjadi, Elia (termasuk juga Henokh, Musa, TUHAN YESUS) terangkat naik ke awan-awan. Nanti giliran kita (gereja TUHAN yang sempurna) yang terangkat naik ke awan-awan dengan kuasa Roh Kudus (kereta dan kuda berapi).

    Kegunaan yang keempat: kereta berapi dan kuda berapi bukan hanya mengelilingi, tetapi juga mengangkat kita ke awan-awan untuk bertemu dengan YESUS. Artinya Roh Kudus menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti YESUS. Kita menjadi Mempelai Wanita siap diangkat ke awan-awan yang permai dengan sorak sorai 'Haleluya'. Satu tubuh dan satu suara ‘Haleluya’.

    Tanpa Roh Kudus, rasul-rasul yang hebat tidak akan mampu, apalagi anjing dan babi (bangsa kafir)? Kita mutlak membutuhkan Roh Kudus sekarang ini dan sekarang ini, Roh Kudus akan dicurahkan di tengah-tengah kita. Mujizat akan terjadi, selesai semua masalah, kita mengalami kemenangan, sampai kita sempurna seperti Dia (mujizat yang terakhir).

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top