English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin, 12 Februari 2007)
Tayang: 07 Juni 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 19 Agustus 2013)
Tayang: 27 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 22 Oktober 2007)
Tayang: 08 Juni 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 02 September 2013)
Tayang: 06 Oktober 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 Maret 2014)
Tayang: 03 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 12 Maret 2007)
Tayang: 24 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 04 Februari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 14 Oktober 2013)
Tayang: 02 Februari 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 07 Juli 2014)
Tayang: 12 Juni 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 21 April 2014)
Tayang: 18 Oktober 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 21 Juli 2014)
Tayang: 21 Juli 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 08 Januari 2007)
Tayang: 28 April 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 28 Juli 2014)
Tayang: 27 Agustus 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 November 2013)
Tayang: 11 Mei 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin, 31 Maret 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 19 Juli 2015

Kita masih membahas kitab Wahyu 1: 13-16, ini tentang penampilan Pribadi YESUS dalam empat keadaan yang sebenarnya. Sekarang ini kita masih berada pada penampilan Pribadi YESUS yang ke empat (ay 16), yaitu YESUS tampil dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga.

Wahyu 1: 16, Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

Inilah penampilan Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga, yang ditandai:

  1. ‘di Tangan Kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang’
  2. ‘dari Mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua’
  3. ‘Wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik’

Kita masih mempelajari tanda yang pertama, yaitu ‘Tangan Kanan-Nya memegang tujuh bintang’. Pengertian bintang secara khusus adalah gembala (‘malaikat sidang jemaat’), dan secara umum adalah orang-orang pilihan TUHAN = hamba TUHAN, pelayan TUHAN = imam-imam dan raja-raja.

Imam-imam dan raja-raja adalah

  • orang yang beribadah dan melayani TUHAN,
  • orang-orang yang dipakai TUHAN untuk memuliakan dan mengagungkan Nama TUHAN.

Bintang berada di dalam Tangan Kanan TUHAN artinya:

  • orang-orang pilihan TUHAN (hamba TUHAN, pelayan TUHAN) sebagai Mempelai Wanita TUHAN yang harus berada di dalam Tangan Mempelai Pria Surga. YESUS sebagai Mempelai Pria Surga, sedangkan kita sebagai Mempelai Wanita-Nya. Jangan lepas dari Tangan kanan TUHAN!


  • seluruh hak dari Mempelai Wanita surga berada di dalam Tangan Mempelai Pria Surga.

1 Petrus 1: 18, 19,
18. Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
19. melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Seluruh hidup kita sudah ditebus atau dibeli oleh TUHAN dengan Darah YESUS yang mahal (bukan dengan emas, perak).

Mengapa dibeli dengan Darah yang mahal?

  • Supaya kehidupan kita yang murahan, hina, hancur dalam dosa dapat dibenarkan, disucikan oleh Darah YESUS sehingga menjadi bintang-bintang,
  • bahkan disempurnakan oleh Darah YESUS menjadi Mempelai Wanita Surga yang dipegang atau ditempatkan pada Tangan kanan-Nya, sehingga tidak dapat diganggu gugat oleh apapun juga.

Memang kehidupan manusia ini terlalu kotor, hancur, najis, hina, itu sebabnya dibeli dengan Darah Yang mahal. Jadi, TUHAN menempatkan bintang-bintang (Mempelai Wanita-Nya) pada tangan kanan-Nya dengan cara membeli atau menebus, bukan dengan cara memaksa. Dalam pekerjaan TUHAN atau pelayanan tidak boleh memaksa, terpaksa, dipaksa, misalnya: ‘kamu harus begini’ Dalam nikah rumah tangga juga tidak boleh memaksa. Kalau barang murahan ditebus dengan harga yang mahal (Darah yang mahal), ini rugi! Mana ada manusia yang mau demikian, hanya TUHAN yang mau.

Mari pelayanan kita di dalam Tubuh Kristus (mulai dari dalam nikah, penggembalaan, kunjungan-kunjungan) tidak dengan memaksa, dipaksa, terpaksa, tetapi sungguh-sungguh karena menghargai Kurban Kristus. Mulai saya sebagai gembala tidak boleh terpaksa, dipaksa, memaksa => ‘kamu harus melayani’ Tetapi semuanya hanya karena menghargai Kurban Kristus yang sudah membeli kita semuanya.

1 Korintus 6: 19, 20,
19. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
20. Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Jika kita sudah dibeli oleh TUHAN dengan harga yang mahal, maka kehidupan kita menjadi hak TUHAN sepenuhnya. Ini sama halnya kalau kita sudah membeli sesuatu dan sudah dibayar, maka barang tersebut merupakan milik kita (hak kita sepenuhnya).
Contohnya:

  • saya membeli gelas dan sudah dibayar. Sekarang gelas ini digunakan untuk minum, ambil air, terserah saya. Tugas gelas adalah melayani saya, karena sudah dibeli. Kalau gelas dipakai untuk minum, tidak boleh melawan.


  • mobil yang sudah dibeli, lalu dipakai ke Malang, ke Surabaya, kemana saja.

Karena kita sudah menjadi milik TUHAN atau hak TUHAN sepenuhnya, sekarang kita harus melakukan kewajiban kita kepada TUHAN, yaitu:

  • beribadah melayani TUHAN,
  • menyenangkan hati TUHAN,
  • memuliakan TUHAN (‘muliakanlah Allah dengan tubuhmu’)
  • dan mengagungkan TUHAN. Ini saja yang kita pikirkan! Selain kita bekerja, sekolah, pikirkanlah => ‘bagaimana supaya bisa beribadah melayani TUHAN, menyenangkan hati TUHAN?’ TUHAN tidak pernah menipu kita, kalau kita melakukan kewajiban kita kepada TUHAN, maka hak kita berada di dalam Tangan TUHAN. Sekarang kita sudah menjadi milik TUHAN, semestinya sudah tidak memiliki hak lagi, tetapi TUHAN tidak pernah menipu kita.

Yesaya 49: 3, 4,
3. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."
4. Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."

Ay 3 => ‘olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku’ => Yang penting, kita melayani TUHAN, menyenangkan hati TUHAN, memuliakan dan mengagungkan TUHAN. Itulah kewajiban kita setelah dibeli oleh TUHAN!

Ay 4 => ‘Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma’ => seringkali kita berkata ‘habis kuliah, lalu kebaktian, susah, percuma, capek’ ? kita jangan berkata seperti itu
namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku’ = TUHAN tidak pernah menipu kita.

Contohnya: pulang kuliah, lalu beribadah. Mungkin orang lain berkata => ‘sia-sia kamu, besok ujian, lebih baik belajar’ Ini tidak sia-sia, karena TUHAN tidak pernah menipu. Pulang dari kantor, tutup toko, lalu berangkat ke gereja. Ini tidak akan sia-sia. TUHAN bukanlah manusia dan TUHAN tidak penah menipu kita.

Jika kita melakukan kewajiban untuk melayani TUHAN dan memuliakan TUHAN, maka hak dan upah kita ada di dalam Tangan TUHAN yang tidak bisa diganggu gugat oleh apapun juga:

  • baik hak untuk hidup sekarang ini di dunia; termasuk masa depan yang indah,
  • sampai hak untuk hidup kekal selama-lamanya. Nanti saat TUHAN YESUS datang kembali, semua hak itu dikembalikan kepada kita.

Wahyu 22: 12, "Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.

Pada saat YESUS datang kembali ke dua kali, maka kita akan menerima hak atau upah kita sepenuhnya (tidak dikurangi sedikitpun) dari TUHAN. TUHAN tidak pernah menipu kita. Kalau manusia, sekalipun sudah kaya (tidak kekurangan uang) tetapi masih bisa menipu. Satu waktu ada kesaksian dari seorang anak TUHAN, dia dijanjikan => ‘kamu cari barang ini, nanti kalau dapat, kamu diberi sekian’ Dia sudah mendapatkan, lalu ditagih? ‘sudah dibeli pak, mana janjinya atau upah saya’ Dia tidak diberikan uang, malah dimaki-maki. Ini sungguh-sungguh terjadi Yang memberi janji ini orang kaya sekali, tetapi masih bisa merampas hak. Kalau hak kita hanya berada di tangan boss/orang kaya, masih bisa diganggu gugat => ‘tahu-tahu tidak jadi’ Tetapi kalau hak kita berada di dalam Tangan TUHAN, TUHAN tidak akan pernah menipu kita.

Mari, jangan ragu-ragu! ‘Mungkin pulang kerja, harus menutup toko, lalu beribadah melayani, ini percuma, sia-sia’ Tidak! TUHAN tidak pernah menipu kita, TUHAN tetap sediakan hak dan upah kita yang berada di dalam Tangan-Nya. Sebab itu jangan dengarkan suara daging, jangan dengarkan suara manusia. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi, YESUS tampil sebagai Mempelai Pria Surga dengan tujuh bintang di Tangan Kanan-Nya untuk menyatakan hak penuh atas Mempelai Wanita-Nya yang tidak bisa diganggu gugat oleh apapun juga (bahkan setanpun tidak bisa mengganggu gugat). Saat ini kita belajar hak TUHAN. Salah satu hak TUHAN (yang terbesar) adalah Dia memegang tujuh bintang itulah Mempelai Wanita-Nya (angka tujuh itu sempurna).

Terdapat tiga macam hak TUHAN yang tidak dapat diganggu gugat adalah:

  1. Maleakhi 3: 6-12,
    6. Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.
    7. Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?"
    8. Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
    9. Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!
    10. Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
    11. Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.
    12. Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.

    Ay 8 => ‘Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku’ => TUHAN tidak pernah menipu kita, tetapi kita sering menipu TUHAN.
    AY 10 => ‘Aku akan membuka tingkap langit’, jika ada persepuluhan, maka Tangan Kanan Yang kuat (Tangan Kanan Yang memegang kita) membuka tingkap langit untuk mencurahkan berkat-berkat, sampai kita dapat hidup kekal. Itu sebabnya kita jangan ragu-ragu.

    Ay 11 => Yang lainnya dimakan belalang, tetapi usaha kebun anggur dilindungi oleh TUHAN.

    Hak TUHAN yang pertama: persepuluhan dan persembahan khusus (yang terkecil). Persepuluhan dan persembahan khusus merupakan milik TUHAN atau hak TUHAN yang tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun juga (setanpun tidak akan bisa mengganggu gugat). Mengganggu gugat = mencuri, menipu. Jika hamba TUHAN, pelayan TUHAN, anak TUHAN mengganggu gugat persepuluhan dan persembahan khusus yang merupakan milik TUHAN, maka akan mengalami kutukan (letih lesu, beban berat, kesusahan, kesulitan, air mata dan sebagainya). Semoga kita dapat mengerti.

    Persepuluhan:


    • Persepuluhan itu dikaitkan dengan berkat TUHAN, maksudnya bukanlah kita beri sepersepuluh supaya kita diberkati. Kalau demikian ini salah => ‘seperti main lotre, lima ribu dapat berapa?’ Persepuluhan dikaitkan dengan berkat TUHAN artinya persepuluhan adalah pengakuan bahwa kita sudah diberkati oleh TUHAN (bukan supaya kita diberkati)= hidup dari TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

      Dasar dari persepuluhan adalah kebenaran = sepersepuluh dikalikan berkat yang kita terima dari TUHAN. Kita menerima berkat dari TUHAN => ‘toko saya hanya begini tetapi diberkati oleh TUHAN, ijasah saya cuma sekian, tetapi gaji saya dapat sampai sekian, ini berkat dari TUHAN’ Jadi kita mengaku! Misalnya: kalau berkatnya seratus ribu, berarti persepuluhannya sepuluh ribu. Kalau berkatnya seribu => aduh tidak bisa menghitung oom, malu. Jangan malu sebab dasarnya adalah kebenaran! Kalau berkatnya sepuluh milyar => ‘nanti pendetanya kaya’ Ini salah besar! Kalau hasil penipuan (karena menipu orang), korupsi, mencuri, dapat lotre, judi dsb (yang tidak halal atau tidak benar) itu bukan berkat dari TUHAN dan tidak boleh diperpuluhkan. Semoga kita dapat mengerti.

      Persepuluhan itu bukan tentang uangnya, melainkan pengakuannya bahwa kita sudah diberkati oleh TUHAN. Hidup kita ini darimana? Berkat TUHAN atau berkat setan, hanya dua ini saja. Kalau kita tidak memberikan persepuluhan (tidak ada pengakuan kepada TUHAN), berarti itu berkat dari setan dan hidup dari setan. Kalau berkat dari TUHAN, berarti hidup kita dari TUHAN. Hidup dari setan = kebinasaan, kalau hidup dari TUHAN akan menuju hidup kekal. Semoga kita dapat mengerti.


    • Dalam Maleakhi 3: 10 ‘Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku’, persepuluhan dikaitkan dengan makanan di rumah TUHAN. Makanan di rumah TUHAN adalah Firman TUHAN. Inilah makanan yang sesungguhnya = makanan yang sejati. Kalau ada persepuluhan, maka ada makanan dan kita dapat hidup. Jadi hidup kita dari persepuluhan yang dikembalikan kepada TUHAN, bukan dari persepuluhan yang kita terima dari TUHAN. Kalau kita hidup dari persepuluhan yang kita terima dari TUHAN, maka TUHAN tidak adil. Hidup dari persepuluhan yang dikembalikan kepada TUHAN = hidup dari Firman ALLAH seperti Israel dipelihara oleh TUHAN di padang gurun dengan manna satu hari, satu hari satu gomer.

      1 gomer = 1/10 efa. Manna itu Firman ALLAH/sepersepuluh efa = persepuluhan. Israel tidak menabur dan tidak menuai tetapi dipelihara oleh TUHAN dengan satu gomer manna dari surga. Sekalipun di padang gurun tidak dapat menabur dan menuai (keadaan yang sulit dan mustahil), TUHAN masih dapat memelihara kita lewat persepuluhan yang dikembalikan = lewat Firman ALLAH.

      Ada siklus dari persepuluhan: ada persepuluhan, lalu ada makanan Firman TUHAN => kita makan Firman (mendengarkan Firman, mengerti, sampai melakukan atau mentaati Firman) => TUHAN membuka tingkap-tingkap langit (‘ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit’) untuk:


      1. mencurahkan berkat dari surga kepada kita yang tidak dipengaruhi oleh situasi kondisi apapun di dunia. Mari, dalam setiap kesulitan atau dalam keadaan apapun juga, siklus ini tidak pernah berubah. Yang namanya siklus tidak boleh terputus, kalau terputus bisa mati. Contohnya siklus air: air terkena panas, lalu menguap ke atas, dari atas lalu menjadi hujan dan turun ke bawah lagi, begitu seterusnya. Kalau siklusnya diputus, manusia dapat mati. Biarpun kaya dsb, kalau tidak ada air akan mati. Kalau siklus persepuluhan terputus, bisa mati rohani, mati pelayanan, mati jasmani (perusahaan mati). Berkat dari surga tidak dipengaruhi oleh apapun di dunia, biarpun di padang gurun bangsa Israel masih bisa makan. Tidak bisa menabur menuai tetap bisa makan, mungkin toko kecil, ijasah kecil, tetap bisa makan, itulah berkat dari surga yang tidak bisa dipengaruhi oleh situasi kondisi apapun di dunia.


      2. selain berkat dari surga, juga ada perlindungan dari TUHAN terhadap belalang-belalang. Ladang yang lain dilahap oleh belalang, tetapi kita mendapatkan perlindungan dari TUHAN (keluarga dilindungi, perusahaan dilindungi, pekerjaan dilindungi, semuanya lancar dan baik).


      3. kita juga menerima kebahagiaan dari TUHAN.
        Setelah kita menerima berkat, perlindungan, kebahagiaan dari TUHAN, kita mengaku lagi kepada TUHAN => ‘ini semuanya dari TUHAN’ Inilah pengakuan kepada TUHAN dengan mengembalikan persepuluhan, lalu ada makanan Firman TUHAN, lalu tingkap-tingkap langit dibukakan oleh TUHAN dan berkat-berkat dicurahkan, begitulah siklus ini seterusnya. TUHAN membukakan tingkap langit untuk mencurahkan berkat dari atas (dari surga) ke bawah, TUHAN membuka tingkap langit juga berarti kita yang dari bawah dapat naik ke atas (ke surga) dan hidup kekal. Jadi dalam persepuluhan (dalam Firman TUHAN), ada hidup untuk sekarang dan hidup kekal untuk selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.


    Persembahan khusus:
    Persembahan khusus adalah ucapan syukur (terima kasih) kepada TUHAN bahwa kita sudah diberkati oleh TUHAN. Tadi kalau persepuluhan itu pengakuan => ‘kalau kemampuan saya dalam bekerja, tidak akan dapat sekian, ini semuanya dari TUHAN’ Setelah mengaku, kita mengucap syukur kepada TUHAN => ‘terima kasih TUHAN, Engkau baik’ Inilah persembahan khusus.

    Dasar dari persembahan khusus adalah kerelaan hati. Contohnya: berkat kita 100% (1 bagian), lalu diambil 1/10 untuk TUHAN (persepuluhan), sisanya tinggal 9/10. Dari 9/10, diambil lagi persembahan khusus untuk TUHAN. Persembahan khusus itu terserah, mau 9/10 boleh, 8/10 boleh, sebab dasarnya adalah kerelaan hati. Persembahan khusus ini terutama untuk pekerjaan TUHAN (pembangunan Tubuh Kristus), supaya kita tidak masuk pembangunan babel.

    Dari berkat TUHAN yang kita terima:


    • Ada hak-Nya TUHAN yaitu persepuluhan (pengakuan) dan persembahan khusus untuk pekerjaan TUHAN.
    • Ada haknya orang lain (sesama yang membutuhkan) yaitu lewat bersedekah
    • (memberi), terutama untuk pembangunan Tubuh Kristus. Ini lain kalau kita memberi kepada sesama bukanlah bersifat sosial, melainkan untuk ibadah (pembangunan Tubuh Kristus). Semoga kita dapat mengerti.


    Jadi milik TUHAN (persepuluhan dan persembahan khusus) jangan diganggu gugat, supaya siklusnya tidak terputus dan kita hidup di dalam siklusnya TUHAN. Kalau milik TUHAN diganggu gugat, siklusnya akan terputus dan kita hidup dalam suasana kutukan yaitu letih lesu, beban berat, kering, bagaikan menabur benih tetapi menuai duri (seperti Adam dan Hawa menuai semak duri). Semoga kita dapat mengerti.

    Tadi, hak TUHAN yang tertinggi adalah Mempelai Wanita, tetapi dimulai dari persepuluhan dan persembahan khusus. Hak TUHAN yang berada di dalam Tangan Kanan TUHAN jangan diganggu gugat. Kita semuanya sama, saya sebagai gembala juga hidup dari persepuluhan yang dikembalikan, bukan dari yang saya terima. Kalau dari yang saya terima, TUHAN tidak adil. Ada yang tinggal di desa, persepuluhannya sedikit (persepuluhan lewat sayur-sayuran dll), sedangkan yang di kota, perpuluhannya lewat uang dollar. Jadi semuanya sama, kita hidup dari persepuluhan yang dikembalikan kepada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Rumah ALLAH = ibadah pelayanan dan penyembahan. Inilah milik TUHAN yang juga tidak dapat diganggu gugat.
    Orang tua kita terutama sewaktu masih hidup harus dihormati, bukanlah disembah (hanya TUHAN saja yang disembah). Banyak kali kita salah, sewaktu orang tua masih hidup kita melawan, tetapi setelah mati kita hormati dengan memberi sesuatu. Ini sia-sia saja, sebab sudah tidak ada tubuh dagingnya (sudah tidak ada lagi hubungannya).

    1 Korintus 3: 16-18,
    16. Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
    17. Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.
    18. Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat.

    1 Korintus 6: 19, 20,
    19. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
    20. Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

    Ay 19 => ‘Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu’ => ini juga disebutkan pada 1 Korintus 3: 16. Jadi dua kali disebutkan.
    bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?’ => tetapi milik ALLAH.

    Ini semuanya menunjukkan bahwa tubuh kita adalah milik ALLAH (rumah ALLAH). Jadi tubuh atau kehidupan kita yang sudah ditebus oleh Darah YESUS Yang mahal adalah rumah ALLAH = tempat Roh Kudus, yang menjadi milik ALLAH Yang tidak bisa diganggu gugat. Rumah ALLAH secara fisik adalah gereja, tetapi rumah ALLAH juga berarti setiap pribadi kita atau kehidupan kita yang sudah dibeli dengan Darah yang mahal (tempatnya Roh Kudus, bukan tempatnya dosa).

    Markus 11: 17, Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!"

    Apa fungsi dari rumah ALLAH (kehidupan kita)? Perhatikan! Tubuh atau kehidupan kita sebagai rumah ALLAH harus digunakan sebagai tempat beribadah melayani TUHAN dan menyembah TUHAN. Jadi ibadah pelayanan dan penyembahan merupakan hak-Nya TUHAN atas kita dan kewajiban kita kepada TUHAN. Kalau kita sudah dibeli oleh TUHAN, maksudnya bukan untuk bekerja atau kuliah terlebih dahulu, bukan! Melainkan supaya kita menjadi rumah ALLAH yaitu tempat beribadah pelayanan dan penyembahan. Kalau hanya untuk bekerja, kuliah, menjadi orang sukses,maka TUHAN tidak perlu mati di kayu salib, sebab orang diluar TUHAN kuliahnya lebih pintar dari kita, bekerjanya juga lebih jago, bahkan lebih kaya dari kita.

    Utamakanlah ibadah pelayanan dan penyembahan kepada TUHAN. Seringkali kita salah, kita mendahulukan yang lain, sehingga tidak bisa beribadah melayani, tidak bisa menyembah TUHAN. Jika demikian, berarti kita berhutang kepada Darah YESUS. Silahkan bekerja dan sekolah yang keras, tetapi harus mengutamakan ibadah pelayanan, penyembahan kepada TUHAN. Itulah kewajiban kita kepada TUHAN! Kita harus memperjuangkan ibadah pelayanan dan penyembahan kepada TUHAN lebih dari perkara apapun juga. Semoga kita dapat mengerti.

    Jika kita lalai (tidak setia), bahkan tidak mau beribadah melayani dan tidak menyembah TUHAN, berarti:


    • Kita berhutang darah kepada TUHAN yang tidak bisa dibayar atau diganti dengan apa-pun/berapa-pun di dunia ini.
    • Kita menjadikan rumah ALLAH menjadi sarang penyamun. Maaf, kalau kita hanya berbangga-bangga dengan berkat jasmani => ‘kita ditebus oleh Darah YESUS, diberkati secara jasmani’ Tetapi lalai dalam ibadah pelayanan dan penyembahan, maka kita menjadikan rumah ALLAH menjadi sarang penyamun.


    Rumah doa itu ukurannya bukanlah berkat jasmani. Kalau ukurannya hanya berkat jasmani, TUHAN tidak adil. Contohnya: kalau ada anak TUHAN yang kaya, disebut rumah doa. Sedangkan yang miskin menjadi sarang penyamun. Gereja besar atau gereja kecil. Bukanlah itu ukurannya rumah doa! Ukurannya adalah sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan dan penyembahan kepada TUHAN. Mulai dari saya sebagai gembala. Kalau gembala tidak bersungguh-sungguh, gembala sering lalai, tidak tahu kemana? dan orang lain yang menggantinya, maka dia menjadikan rumah TUHAN menjadi sarang penyamun. Jadi mulai dari kami sebagai gembala yang hadir, kami terlebih dahulu yang bertanggung jawab untuk menjadikan sebagai rumah TUHAN atau sarang penyamun. Bukan dilihat dari berapa ratus, berapa ribu jemaat yang datang, bukan! Melainkan dilihat dari kesetiaan dalam ibadah pelayanan dan penyembahan kepada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

    Ini masih tentang milik TUHAN yang kedua, yang berada dalam Tangan Kanan-Nya dan tidak boleh diganggu gugat. Tadi yang pertama, persepuluhan dan persembahan khusus, supaya ada siklus dari surga. Hidup kita jangan mengikuti siklus dunia, mungkin kelihatan bagus, tetapi akhirnya hancur. Kalau mengikuti siklus surga, mau ada krisis (ada tsunami) atau apapun juga, tidak akan dapat memutuskan siklus dari surga. Siklus persepuluhan itu tidak dapat diputuskan oleh apapun juga, sebab dari surga. Semoga kita dapat mengerti.

    Dalam hal ibadah pelayanan dan penyembahan, TUHAN tampil dengan Nama ‘ALLAH Yang cemburu’, ini mengerikan. Memang mempelai laki-laki bisa cemburu terhadap mempelai wanita, contohnya: kalau isterinya macam-macam, maka suaminya bisa cemburu => ‘kemana isteriku, semestinya bertemu, kok tidak ada?’ Kalau isterinya ke laki-laki yang lain, Dia menjadi ALLAH Yang cemburu.

    Keluaran 20: 4, 5,
    4. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
    5. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku,TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

    Jadi, dalam ibadah pelayanan dan penyembahan, ALLAH menyatakan diri-Nya sebagai ALLAH Yang cemburu. Soal ibadah pelayanan dan penyembahan kepada Dia, tidak mau sedikitpun diganggu gugat. Ini benar-benar mengerikan! Semoga kita dapat mengerti.

    Hamba TUHAN termasuk saya, pelayan TUHAN, anak TUHAN yang tidak setia, bahkan tidak mau beribadah melayani dan menyembah TUHAN, maka berhadapan dengan ‘ALLAH Yang cemburu’. Mungkin alasannya capek, hari libur, dsbnya. Kita harus benar-benar menjaga hubungan dengan TUHAN, jangan sampai kepada yang lain, sebab Dia ‘ALLAH Yang cemburu’.

    Siapa itu ALLAH Yang cemburu? Sampai sejauh mana cemburunya TUHAN?
    Kidung Agung 8: 6,Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN

    Terj.lama: ‘Taruhlah akan daku dalam hatimu bagaikan meterai, bagaikan meterai pada lenganmu; karena kuat kasih itu seperti kuat maut, dan cemburuan itu hebat seperti alam barzakh, nyalanya seperti nyala api, seperti halilintar TUHAN.

    karena kuat kasih itu seperti kuat maut’ => Jadi, cinta-Nya TUHAN atau cinta-Nya Mempelai Pria terhadap mempelai wanita sekuat maut. Dia rela mati di kayu salib untuk mencintai kita, mengasihi kita sebagai mempelai wanita-Nya. Bukan hanya sekedar berkurban sesuatu, tetapi sampai mati di kayu salib.

    dan cemburuan itu hebat seperti alam barzakh’ => Jadi cemburunya TUHAN sekuat nyala api neraka. Alam barzakh= neraka.

    Hamba TUHAN, pelayan TUHAN, anak TUHAN yang tidak setia, bahkan tidak mau beribadah melayani dan menyembah TUHAN = memasukkan diri kedalam nyala api neraka. Ini serius, sebab kecemburuan ALLAH seperti nyala api neraka. Ini yang tidak pernah diterangkan. Di gereja sering diterangkan bahwa mencuri itu dosa, tetapi kalau tidak beribadah, semuanya tertawa, jangan-jangan pendetanya juga ikut terawa => Jangan main-main dengan hal ini, kalau ayat diungkapkan, maka akan berhadapan dengan ALLAH Yang cemburu (memasukkan diri kedalam nyala api neraka).

    Jadi mulai sekarang, kalau mau ijin tidak beribadah hitung-hitung dulu => ‘saya ini mau kemana?’ Kalau waktunya beribadah tetapi tidak beribadah = memasukkan diri dalam nyala api neraka. Mari kita berdoa, supaya ibadah pelayanan dan penyembahan tidak terhalang. TUHAN akan menolong kita semuanya. Semoga kita dapat mengerti.

    Sebaliknya, cinta atau kasih TUHAN kepada kita sekuat maut. Dia rela mati di kayu salib untuk mengasihi kita semuanya. Jika kita setia dan benar dalam beribadah melayani, menyembah TUHAN, maka kita akan mengalami kasih TUHAN Yang sekuat maut, artinya:


    • maut tidak bisa mengganggu gugat kita. Inilah imbangannya! Kita tinggal pilih, ALLAH Yang cemburu atau ALLAH Yang mengasihi sekuat maut.
    • ada meterai dari TUHAN (Kidung Agung 8: 6) = ada perjanjian yang kekal/menandatangani kontrak antara kita dengan TUHAN. Meterai artinya tanda janji.


    Waktu kami ke Makasar. Ada orang yang bingung, karena gunung meletus di Jawa, sehingga pesawatnya harus lewat Bali. Kalau taken kontrak dengan manusia mungkin 1 Milyar. Orang ini bingung karena harus segera taken kontrak, sampai marah-marah di bandara => ‘bagaimana ini, jadi berangkat atau tidak, saya harus menandatangni kontrak’. Ini bagus dan saya hargai, bekerja keras memang harus. Tetapi pertanyaannya, apakah seimbang kalau kita mau menandatangni kontrak dengan TUHAN?

    Kapan kita menandatangani kontrak dengan TUHAN? Sekarang ini/saat ini, saat kita beribadah itulah kita menandatangani kontrak dengan TUHAN. Adakah kita gelisah kalau tidak dapat datang beribadah? Atau kita hanya tertawa-tawa saja dan berkata ? ’lain kali saja’

    Demikian juga dengan saya, karena waktu itu saya harus melayani pernikahan, kami bingung juga => ‘apa bisa, apa ada pesawat malam hari, tidak apa-apa saya lewat Bali, lalu kembali ke Malang’ Padahal sudah capek, baru naik bus dari Toraja sekitar sepuluh jam, sampai mau mengejar pesawat yang malam hari, tetapi akhirnya tidak bisa juga. Kalau mau ke Bali sekitar sepuluh jam lagi, dan bagi saya, tidaklah mengapa, karena saya mau melayani, tetapi tetap tidak bisa, TUHAN tidak menghendaki.

    Mari kita sungguh-sungguh sebab ada kasih Allah sekuat maut yang mendorong kita untuk beribadah melayani TUHAN. Kasih mendorong kita untuk setia dan benar, tidak membuat Dia cemburu, tetapi kita selalu mau mengadakan perjanjian atau menandatangani kontrak dengan TUHAN (ada meterai kasih sekuat maut itulah Darah YESUS). Kalau kita mengadakan kontrak, biasanya menggunakan meterai enam ribu saja sudah cukup, tetapi kalau kita menandatangani kontrak dengan TUHAN menggunakan meterai kasih sekuat maut (Darah YESUS). Hasilnya tentu luar biasa! Mari kita bersungguh-sungguh sekarang ini.

    Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu’ = dimeteraikan di dada dan di lengan, ini seperti bayi yang digendong. Jika kita setia, benar dalam ibadah pelayanan dan penyembahan, maka posisi kita bersandar di -Dada TUHAN, dalam pelukan Tangan kasih TUHAN yang sekuat maut dan Dia akan memperjuangkan kehidupan kita, untuk masa sekarang, sampai hidup kekal selama-lamanya.


  3. Yohanes 3: 29, Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.

    Hak TUHAN yang ketiga: Mempelai Wanita TUHAN.

    Jadi hak TUHAN:


    • mulai dari yang terkecil sampai dengan yang terbesar mau dipegang oleh Tangan Kanan TUHAN, supaya aman, tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun, bahkan setanpun tidak boleh mengganggu gugat hak TUHAN. Mulai dari persepuluhan, supaya tetap ada siklus dari surga.


    • Hak TUHAN yang kedua, ibadah pelayanan, supaya kita dipeluk oleh Tangan Kanan TUHAN Yang kuat. Dalam 1 Timotius 4: 8, dalam ibadah ada janji (meterai) untuk hidup sekarang, masa depan kita, sampai hidup kekal. TUHAN tidak pernah menipu kita.


    Ay 29 => ‘Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki’ => mempelai wanita merupakan hak-Nya Mempelai Laki-laki.

    1 Korintus 7: 4, Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.

    Ay 4 => ‘Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri’ => isteri tidak berhak atas tubuhnya sendiri.
    tetapi suaminya’ => hak suami. Jadi isteri merupakan hak dari suami.
    demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri’ => suami tidak berhak atas dirinya sendiri.
    tetapi isterinya’ => tetapi haknya isteri.

    Jadi Mempelai Wanita TUHAN itu merupakan hak sepenuhnya dari TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

    Proses untuk menjadi Mempelai Wanita Surga yaitu lewat penyucian. Tidak ada cara yang lain lagi! Mari kita belajar dari Ester. Ini merupakan cerita nubuat. Nanti Ester akan menjadi ratu dari raja Ahasyweros. Inilah gambaran menjadi Mempelai Wanita TUHAN/dari Raja segala raja, itulah YESUS. Ester ini tidak memiliki ayah-ibu dan tidak berdaya, tidak ada masa depan (ikut orang) dll, tetapi dapat menjadi ratu, inilah yang harus kita pelajari.

Ester 2: 7, 3
7. Mordekhai itu pengasuh Hadasa, yakni Ester, anak saudara ayahnya, sebab anak itu tidak beribu bapa lagi; gadis itu elok perawakannya dan cantik parasnya. Ketika ibu bapanya mati, ia diangkat sebagai anak oleh Mordekhai.
3. hendaklah raja menempatkan kuasa-kuasa di segenap daerah kerajaannya, supaya mereka mengumpulkan semua gadis, anak-anak dara yang elok rupanya, di dalam benteng Susan, di balai perempuan, di bawah pengawasan Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan; hendaklah diberikan wangi-wangian kepada mereka.

Ester ini seorang gadis tidak punya bapa dan ibu (secara jasmani) =

  • tidak berdaya,
  • tidak mampu,
  • tidak ada harapan,
  • tidak punya potensi di dunia ini. Tetapi Ester mempunyai wajah yang elok (secara rohani), artinya Ester hidup benar dan suci. Inilah yang penting! Sekalipun kita tidak punya potensi, tetapi harus elok (harus hidup benar dan suci). Jangan seperti Absalom yang punya potensi, tetapi tidak taat dan tidak suci, akhirnya mati tergantung (terkatung-katung). Jika kita memiliki potensi atau tidak memiliki potensi, tidak menjadi masalah! Usaha sudah dilakukan semuanya, hasilnya memang seperti itu, sekarang tinggal tampil elok.

Kalau sudah hidup benar dan hidup suci, sehingga bisa masuk ‘balai perempuan’ (kalau wajahnya tidak elok, tidak akan bisa masuk balai perempuan). Masuk balai perempuan, sekarang artinya masuk dalam kandang penggembalaan. Hanya orang yang benar dan suci, yang bisa masuk kandang penggembalaan. Kalau tidak benar sekalipun pendeta, akan sulit masuk kandang penggembalaan (sulit digembalakan dan tidak bisa menjadi gembala). Dalam tabernakel, ruangan suci ini menunjuk kandang penggembalaan. Dulu terdapat tiga macam alat dalam ruangan suci, sekarang menunjuk ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:

  • pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya,
  • meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci,
  • mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa penyembahan

Inilah ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok = masuk balai perempuan = masuk kandang penggembalaan. Di balai perempuan, disitu diberi lulur, diberi wangi-wangian. Jadi sudah benar dan sudah suci, terus disucikan lebih lagi secara intensif didalam kandang penggembalaan.

Ester 2: 15, Ketika Ester--anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak--mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apapun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia.

Ay 15 => ‘mendapat giliran untuk masuk menghadap raja’ => ini kesempatan untuk boleh minta apa saja. Tetapi apa yang dilakukan Ester?

maka ia tidak menghendaki sesuatu apapun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan’ => ini taat kepada gembalanya => ‘nanti kalau maju menghadap raja tidak perlu minta apa-apa’ Akhirnya Ester mentaatinya. Kalau orang lain mungkin akan mengatakan 'ikut campur saja’ Hati-hati kaum muda remaja, terutama saat gembala menasehati soal jodoh => ‘ikut-ikut saja gembala itu, bahkan orang tua saja disemprot’.

Inilah nilai tambahnya Ester, sekalipun ia tidak memiliki potensi seperti yang lain, tetapi Ester ini hidup benar, suci dan mau digembalakan. Yang lain juga banyak yang elok-elok, tetapi saat menghadap raja, mereka akan meminta ini dan meminta itu, tetapi Ester menolak semuanya dan memilih taat dengar-dengaran.

Dalam kandang penggembalaan Ester (kita) mengalami penyucian secara intensif terhadap keinginan daging atau kehendak diri sendiri, sehingga kita dapat hidup dalam kehendak TUHAN = taat dengar-dengaran. Inilah nilai tambahnya Ester, dan nanti Ester lah yang terpilih.

Kita taat dengar-dengaran kepada:

  • orang tua jasmani,
  • orang tua rohani itulah gembala. Seperti Ester taat kepada Hegai.
  • orang tua surgawi itulah TUHAN yang tidak kelihatan (Firman ALLAH). Ketaatan itu kepada yang kelihatan dahulu, baru setelah itu dapat taat kepada orang tua surgawi.

Ketaatan itulah nilai tambah dari Ester dan ia nanti terpilih menjadi ratu. Semuanya elok, cantik-cantik dibalai perempuan (semuanya hidup benar), tetapi nilai tambah dari Ester adalah tidak punya keinginan daging (mau disucikan dari kehendak diri sendiri).

Contohnya lagi seperti TUHAN YESUS. YESUS berkata => ‘Ya Abba Ya Bapa, kalau bisa lalukan cawan ini, tetapi bukan kehendakku, melainkan kehendak Mu yang jadi’ Saya ingat, dulu kalau diutus bpk pdt Pong untuk menggantikan beliau berkhotbah atau diundang dimana saja, saya tidak diberikan ongkos, tetapi diberikan pesan (seperti Hegai memberi pesan kepada Ester) => ‘nanti kalau diberikan kolekte kembalikan ya, jangan menerima kolekte’ Bayangkan saja! Ini sakit bagi daging, tetapi saya tidak pernah minta, tidak pernah berhutang dan TUHAN yang mencukupkan. Demikian juga dengan Ester.

Ester mengalami penyucian intensif dalam penggembalaan oleh Firman penggembalaan (Firman pengajaran yang benar), tetapi masih belum cukup. Lalu ditambah lagi dengan berpuasa.

Ester 4: 14-16,
14. Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu."
15. Maka Ester menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Mordekhai:
16. "Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati."

Tadinya bangsa Yahudi mendapatkan ancaman untuk dibunuh semuanya, lalu Mordekhai memberi tahu kepada Ester agar menghadap raja untuk orang Yahudi, Ester berkata => ‘jika tidak dipanggil, kemudian saya menghadap raja, maka saya dapat mati kalau tidak diulur tongkat’ Tetapi Mordekhai tenang saja dan tidak memaksa Ester => ‘kalau kamu tidak mau dipakai, maka orang lain dipakai, jangan pikir kamu di istana bisa hidup, kamu orang Yahudi, kamu juga dapat mati. Tetapi kalau kamu mau berkorban, siapa tahu kamu menjadi ratu’ Mau pilih mati atau menajadi ratu. Sekali lagi dalam pelayanan (dalam nikah, penggembalaan, kunjungan) tidak boleh memaksa, dipaksa dan terpaksa => ‘ayo kamu harus ikut’ Jangan! Tetapi semuanya sesuai dorongan kasih TUHAN yang sekuat maut. Inilah pelajaran bagi kita.

Ester berpuasa ‘tiga hari tiga malam’ ini menunjuk penyucian oleh kurban Kristus terhadap kepentingan diri sendiri atau egois. YESUS dikuburkan tiga hari. Tadi dalam penggembalaan ada pengajaran, untuk menyucikan keinginan atau kehendak diri sendiri. Saya tidak akan pernah memaksa dan jangan menjadi egois. Jika TUHAN menggerakkan dengan kasih sekuat maut, jangan dihalangi oleh sesuatu, mautpun tidak akan bisa menghalangi kita. Inilah yang harus kita pegang!

Kalau kita digerakkan berkurban, digerakkan untuk ikut serta, tetapi tidak mau, akhirnya orang lain yang akan dipakai. Tetapi jika kita tidak dipakai, dan merasa seperti berkurban, tetapi mati (karena egois). Kalau dipakai, mungkin rasanya berkurban, tetapi dapat menjadi ratu.

Kita tinggal pilih! Contohnya seperti janda Sarfat => ‘aku akan membuat kue, untuk ku dan untuk anakku, lalu sesudah itu kami mati’ Tetapi Elia mengatakan buatlah untuk ku (untuk TUHAN) terlebih dahulu, akhirnya janda Sarfat dan anaknya tidak mati. Inilah yang sering kita takuti => ‘nanti begini, nanti bagaimana?’ Tetapi sekarang ini ada kasih sekuat maut. TUHAN akan menolong kita semuanya. Semoga kita dapat mengerti.

Ester 5: 1, 2,
1. Pada hari yang ketiga Ester mengenakan pakaian ratu, lalu berdirilah ia di pelataran dalam istana raja, tepat di depan istana raja. Raja bersemayam di atas takhta kerajaan di dalam istana, berhadapan dengan pintu istana itu.
2. Ketika raja melihat Ester, sang ratu, berdiri di pelataran, berkenanlah raja kepadanya, sehingga raja mengulurkan tongkat emas yang di tangannya ke arah Ester, lalu mendekatlah Ester dan menyentuh ujung tongkat itu.

Ester dapat menjadi ratu. Kalau menghadap raja mungkin kelihatannya mati, tetapi Ester menjadi ratu. Sebaliknya, kalau tidak mau dipakai mungkin kelihatannya dapat hidup, tenang, tetapi akhirnya mati. Jangan menjadi egois, tetapi karena dorongan Firman. Semua keegoisan harus disucikan! Kita disucikan lewat Firman penggembalaan (keinginan dan kehendak diri sendiri disucikan, sehingga kita menjadi taat) dan masih ditambah dengan berpuasa (Kurban Kristus menyucikan kita dari keegoisan). Jadi Mempelai Wanita TUHAN harus mengalami penyucian dari keinginan daging atau kehendak diri sendiri, termasuk juga kenajisan (dosa makan minum dan kawin mengawinkan) dan dari egois atau kepentingan diri sendiri, sehingga mendapatkan uluran tongkat emas dari Raja segala raja, YESUS Mempelai Pria Surga. Itulah uluran Tangan Kanan TUHAN Yang kuat, yang penuh dengan belas kasihan, kemurahan, anugerah TUHAN.

Setelah raja mengulurkan tongkat emas, Ester juga mengulurkan tangan untuk memegang tongkat emas = kita dapat mengulurkan tangan kepada TUHAN dan kita hidup di dalam Tangan Kanan TUHAN. Kita dipegang oleh Tangan Kanan TUHAN yang penuh dengan anugerah.

Hasilnya adalah

  1. Ester bisa hidup, artinya


    1. Tangan Kanan TUHAN mampu memelihara kehidupan kita ditengah kemustahilan,
    2. Tangan Kanan TUHAN mampu menolong kita (menyelesaikan) dari masalah yang mustahil (masalah mati-hidup). Ester menghadapi masalah yang hebat, masalah mati-hidup. Mungkin sekarang ini kita menghadapi masalah penyakit (mati-hidup), masalah ekonomi, tetapi TUHAN mampu menghidupkan apa yang sudah mati. Dia lah yang menentukan semuanya!


  2. Ester yang tidak memiliki bapa dan ibu (anak yang ikut orang lain) tetapi diangkat menjadi ratu artinya:


    1. Tangan Kanan TUHAN Yang kuat, Yang penuh anugerah mengangkat Ester (kita) = membuat berhasil dan indah pada waktu-Nya,
    2. Ester (kita) dipakai oleh TUHAN untuk kemuliaan Nama TUHAN. Akhirnya seluruh bangsa Yahudi tidak jadi mati. Berapa banyak jiwa-jiwa yang belum percaya YESUS? atau yang sudah percaya YESUS dan diselamatkan tetapi mati dalam dosa dll, berapa banyak? Ini merupakan tugas kita. Berapa uang yang dikeluarkan untuk ibadah persekutuan tidak sebanding dengan Darah Yang mahal (dengan tongkat emas). Mari kita semuanya mau dipakai TUHAN.


    3. Ester (kita) disucikan dan diubahkan sampai menjadi ratu = sampai sempurna seperti YESUS, kita menjadi mempelai wanita yang sempurna, yang siap menyambut kedatangan YESUS yang ke dua kali. Kita kembali ke Firdaus (kerajaan 1000 tahun damai), sesudah itu kita masuk Yerusalem baru.


    Di Yerusalem Baru ada tongkat emas (uluran tangan yang kuat, yang penuh dengan anugerah).

    Wahyu 21: 15, Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya.

    Ay 15 => ‘untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya’ => tongkat emas mengukur Yerusalem Baru, artinya membawa kita masuk dalam Yerusalem Baru (kerajaan surga yang kekal selama-lamanya).

Saya merasa berbahagia menerangkan Firman pada hari ini, sekalipun sudah malam. Saya mohon maaf sebesar-besarnya, tadi sudah berusaha tetapi tidak bisa. Masih ada uluran Tangan Kanan TUHAN Yang kuat (tongkat emas). Ini jangan diragukan lagi! Uluran Tangan Kanan TUHAN Yang kuat dapat membuka tingkap langit, untuk memeluk kita, memegang dan mengangkat kita sampai menjadi ratu.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 11-13 September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 16-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 30-31 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top