English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 06 April 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 28 Juni 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 12 Januari 2010 (Selasa Sore)
Matius 24:45-51, berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Yesus kedua kali yang tidak terduga waktunya...

Ibadah Doa Surabaya, 13 April 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Oktober 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Oktober 2018 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan di Jayapura I

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Doa Malang, 17 Desember 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:4-8 tentang salam kepada ketujuh jemaat.

Wahyu 1:4-5
1:4 Dari...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 September 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:24-25
26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada...

Ibadah Raya Surabaya, 12 Februari 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Juni 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 17 Juni 2018 (Minggu Siang)
Dari rekaman Ibadah di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman...

Ibadah Doa Surabaya, 17 Februari 2010 (Rabu Sore)
Matius 24: 51b
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kemunafikan.

Matius 6:
= kemunafikan dalam...

Ibadah Doa Surabaya, 25 Maret 2013 (Senin Sore)
Tema Ibadah di Manokwari

1 Yohanes 4 : 8
4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Temanya adalah...

Ibadah Doa Surabaya, 08 Juli 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 32-35 = NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari jaman ke jaman: jaman...

Ibadah Doa Malang, 17 September 2013 (Selasa Sore)
Penataran Imam dan Calon Imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Paskah Persekutuan I di Square Ballroom Surabaya, 31 Mei 2017 (Rabu Malam)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Ucapan syukur kepada TUHAN yang sudah menolong kita semuanya, sehingga oleh anugerah-Nya yang besar ibadah Paskah persekutuan tubuh Kristus bisa dilaksanakan malam ini. Saya hanya melanjutkan apa yang sudah dirintis oleh guru dan gembala saya, Pdt. Pong Dongalemba (Beliau selalu mengadakan kebaktian Paskah Persekutuan di Surabaya). Oleh kemurahan TUHAN, beberapa tahun ini kami mulai bisa melanjutkan. Saya bukan keturunan hamba Tuhan, bukan keturunan orang Kristen. Saya tidak tahu melayani apa. Saya hanya mengikuti dan melanjutkan saja. Ini sekaligus memperingati ulang tahun penggembalaan yang kesepuluh dari GPT Kristus Kasih WR Supratman 4 Surabaya. 

Tema: angka Sepuluh.
Keluaran 12: 3, 6
12:3. Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.
12:6. Kamu harus
mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.

Dalam ibadah pertama ini, angka sepuluh dikaitkan dengan ANAK DOMBA PASKAH YANG DISEMBELIH. Sekarang, menunjuk pada Yesus sebagai Anak Domba Allah yang mati di kayu salib atau kurban Kristus/korban pendamaian. Dulu anak domba yang disembelih, sekarang Yesus Anak Domba Allah yang mati di kayu salib sebagai kurban Kristus/korban pendamaian.

Anak domba Paskah diambil pada tanggal sepuluh, kemudian disembelih pada tanggal empat belas--hari yang keempat belas (ayat 6).
Jadi, anak domba paskah dikurung selama empat hari.

2 Petrus 3: 8
3:8. Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.

Satu hari sama dengan seribu tahun; artinya: dikurung empat hari sama dengan empat ribu tahun. Selama empat ribu tahun kurban Kristus/korban pendamaian masih merupakan bayangan; dalam bentuk korban binatang. Dulu sebelum Yesus datang ke dunia, ada korban-korban pendamaian tetapi dalam bentuk korban binatang.

Perkembangan BAYANGAN KURBAN KRISTUS selama empat ribu tahun--kita belajar dari peta zaman; merupakan peta keselamatan dan kesempurnaan dari Tuhan untuk gereja Tuhan--:



  1. Zaman Allah Bapa; zaman permulaan--dihitung dari Adam sampai Abraham; kurang lebih dua ribu tahun. Di sini sudah ada korban binatang--gambaran dari korban Kristus--:


    • Kejadian 3: 21
      3:21. Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

      Yang pertama: korban pendamaian di Taman Eden. Binatangnya masih samar-samar--tidak dijelaskan; tidak diketahui--, dan hanya berlaku untuk dua orang yaitu Adam dan Hawa. Dua orang ini menunjuk pada nikah; artinya: berlaku untuk nikah yang telanjang.

      Sejak nikah Adam dan Hawa telanjang di Taman Eden dan dibuang ke dunia, sekarang banyak nikah-buah nikah yang telanjang dan harus ditutupi dengan korban pendamaian. Dari istana raja sampai kolong jembatan banyak nikah-buah nikah yang hancur dan telanjang.

      Harus ditutupi dengan korban pendamaian artinya harus berdamai--suami isteri, anak-orang tua, kakak-adik harus berdamai, yaitu saling mengaku dan mengampuni; yang salah mengaku, yang benar mengampuni, sehingga darah Yesus menutupi ketelanjangan---menutupi dosa-dosa--, dan kita bisa hidup dalam kebenaran--nikah yang benar.


    • Kejadian 22: 13
      22:13. Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

      'korban bakaran' = korban pendamaian.

      Ini cerita saat Abraham mau mempersembahkan/mengorbankan Ishak, tetapi tidak jadi--Tuhan tidak izinkan--, karena Tuhan hanya mau menguji iman Abraham (ketaatan Abraham), dan Tuhan menyediakan seekor domba jantan.

      Yang kedua: korban binatang di gunung Moria. Binatangnya sudah jelas yaitu seekor domba jantan.

      Di gunung Moria, tempat di mana Abraham mempersembahkan korban pendamaian (seekor domba jantan), di situlah tempat pembangunan Bait Allah Salomo--dikaitkan dengan pembangunan Bait Allah/ibadah pelayanan.

      Jadi, setiap pelayan Tuhan harus mengalami pendamaian; harus dalam damai sejahtera. Kalau tidak damai saat melayani Tuhan, podium ini jadi tempat untuk menembak atau menghantam orang lain. Seorang hamba TUHAN, pelayan TUHAN harus berdamai terlebih dahulu. Dengan hati damai kita bisa melayani Tuhan--baik sebagai pemain musik, zangkoor, group koor, sampai pemberita firman--, dan hadirat Imam Besar ada di tengah kita.

      Kalau hati pahit dan lain-lain, pelayanan itu akan ditolak oleh Tuhan--seperti Kain dan kakak-kakak Yusuf.


    Inilah zaman permulaan, sudah dimulai dengan korban binatang di Taman Eden dan korban binatang di gunung Moria.


  2. Zaman Anak Allah; zaman pertengahan--dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali untuk mati di kayu salib; kurang lebih dua ribu tahun.
    Di sini ada juga korban binatang:


    • Keluaran 12: 21-23
      12:21. Lalu Musa memanggil semua tua-tua Israel serta berkata kepada mereka: "Pergilah, ambillah kambing domba untuk kaummu dan sembelihlah anak domba Paskah.
      12:22. Kemudian kamu harus mengambil seikat hisop dan mencelupkannya dalam darah yang ada dalam sebuah pasu, dan darah itu kamu harus sapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu; seorangpun dari kamu tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi.
      12:23. Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi.

      Yang pertama: korban binatang di Mesir. Binatangnya sudah jelas yaitu anak domba paskah, untuk menyelamatkan bangsa Israel dari kematian anak sulung. Sementara di Mesir, dari istana Firaun sampai anak rakyat jelata mati semua karena tidak ada korban pendamaian/tidak ada tanda darah, sedangkan rumah-rumah bangsa Israel selamat dari kematian anak sulung.

      Korban ini hanya berlaku untuk bangsa Israel; bangsa kafir tidak ada tempat; anak sulung bangsa Mesir mati semuanya--hanya untuk satu bangsa.

      Tadi untuk dua orang, sekarang meningkat untuk satu bangsa.


    • Imamat 16: 3, 16
      16:3. Beginilah caranya Harun masuk ke dalam tempat kudus itu, yakni dengan membawa seekor lembu jantan muda untuk korban penghapus dosa dan seekor domba jantan untuk korban bakaran.
      16:16. Dengan demikian ia mengadakan pendamaian bagi tempat kudus itu karena segala kenajisan orang Israel dan karena segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka. Demikianlah harus diperbuatnya dengan Kemah Pertemuan yang tetap diam di antara mereka di tengah-tengah segala kenajisan mereka.

      Yang kedua: korban binatang pada zaman Taurat. Binatangnya sudah jelas yaitu lembu untuk orang yang kaya, domba dan kambing untuk kelas menengah, dan burung tekukur untuk orang yang miskin. Ini untuk menyelamatkan bangsa Israel dari pelanggaran mereka terhadap hukum Taurat-- mereka melakukan perbuatan dosa sampai puncaknya dosa.

      Di dalam hukum Taurat ada tertulis: Jangan berzinah, tetapi mereka berzinah. Mereka melakukan dosa sampai puncaknya dosa. Puncaknya dosa yaitu dosa makan minum--merokok, mabuk, narkoba--, dan dosa kawin mengawinkan--dosa perzinahan, perselingkuhan, kawin campur, kawin cerai, kawin mengawinkan. Ini semua dihapus oleh korban pendamaian. Tetapi hanya berlaku untuk satu bangsa, yaitu bangsa Israel.


    Jadi kita lihat dari zaman Allah Bapa--kitab Kejadian--, dan Allah Anak--kitab Keluaran, Imamat--, korban binatang semakin jelas, tetapi tetap merupakan bayangan.

    Mengapa  kita tidak perlu membawa korban binatang dalam ibadah? 
    Ibrani 10: 1
    10:1. Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.

    Korban binatang sudah semakin jelas, tetapi masih merupakan bayangan dari korban pendamaian yang akan datang; keselamatan bahkan kesempurnaan yang akan datang--korban yang sesungguhnya. Harus ada kenyataannya.


  3. Zaman Allah Roh Kudus; zaman akhir--dari kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali; kurang lebih dua ribu tahun.
    Ini sama dengan perjanjian baru, tepat pada empat ribu tahun--tadi domba Paskah dikurung empat hari baru disembelih. Empat hari berarti empat ribu tahun. Empat ribu tahun Yesus belum datang, dan tepat pada empat ribu tahun Yesus datang untuk pertama kali.

    Tepat pada empat ribu tahun, maka semua bayangan korban binatang itu sudah digenapkan oleh kurban Yesus di atas kayu salib; Anak Domba Allah yang disembelih di atas kayu salib.

    Yohanes 1: 29
    1:29. Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

    Yesus adalah Anak Domba Allah yang mati di kayu salib untuk menghapus dosa dunia (bukan untuk dua orang atau bangsa Israel saja, tetapi termasuk kita bangsa kafir); untuk menyelamatkan manusia di dunia dari dosa-dosa dan puncaknya dosa.
    Jadi, berlaku untuk semua bangsa di dunia yang percaya kepada Yesus.

Inilah perkembangan dari korban pendamaian (angka sepuluh dikaitkan dengan anak domba paskah). Dulu korban binatang yang dipersembahkan untuk pendamaian atau pengampunan dosa, mulai dari zaman permulaan--Taman Eden, gunung Moria--, zaman pertengahan--saat Israel mau keluar dari Mesir terjadi kematian anak sulung, sampai di kitab imamat atau zaman Taurat. Dan tepat pada empat ribu tahun, korban binatang sudah tidak berlaku lagi, karena semua bayangan dari korban binatang sudah digenapkan oleh korban Kristus di atas kayu salib untuk menghapus dosa dunia; menyelamatkan manusia berdosa sampai puncaknya dosa; menyelamatkan semua bangsa di dunia yang percaya pada Yesus.

Lalu kita bandingkan dengan perkembangan MANUSIA selama empat ribu tahun--nanti akan cocok, tepat dititik empat ribu tahun terjadi penyelamatan yang luar biasa--:



  1. Zaman Allah Bapa. Terjadi di Taman Eden.
    Tuhan memberikan perintah yang sederhana--bukan hukum--: Semua buah pohon di taman boleh kau makan buahnya dengan bebas.
    Larangannya; Kecuali satu, buah pohon pengetahuan baik dan jahat yang di tengah taman tidak boleh dimakan, sebab saat kamu memakannya kamu akan mati.

    Tetapi Adam dan Hawa justru melanggar larangan Tuhan dan tidak melakukan perintah Tuhan. Akibatnya: mati rohani.
    Di Taman Eden manusia mati rohani karena melanggar perintah dan larangan Tuhan--tanpa hukum Allah.

    Lalu manusia diusir ke dunia.


  2. Zaman Anak Allah. Di dalam dunia bagaimana keadaan manusia? Seharusnya Adam dan Hawa bersaksi bagaimana enaknya di Taman Eden--saat tidak berbuat dosa--, tetapi kenyataannya manusia tetap berbuat dosa. Di dalam dunia Tuhan memberikan hukum Taurat kepada manusia--kepada bangsa Israel.

    Manusia yang sudah mati rohaninya seharusnya kembali pada hukum Allah, tetapi tidak, manusia justru melanggar hukum Allah; sudah mati rohani--karena melanggar perintah dan larangan TUHAN--, masih melanggar hukum Taurat--berbuat dosa sampai puncaknya dosa. Akibatnya busuk. Sudah mati masih dilanjutkan, akhirnya menjadi busuk.

    Contoh: kawin cerai. Kalau orang sudah dinikahkan di hadapan Tuhan, lalu bercerai, itu sudah mati--suami/kepala dan isteri/tubuh.
    Kalau kawin dengan yang lain, busuk. Kita harus hati-hati hari-hari ini. Sudah mati dalam dosa, masih berbuat dosa lagi; sungguh-sungguh busuk.

    Jadi, kalau dihitung dari Adam sampai kedatangan Yesus pertama kali--empat ribu tahun--manusia sudah MATI DAN BUSUK--seperti Lazarus yang mati empat hari. Itulah keadaan manusia.

    Jadi kenyataannya sama yaitu selama empat ribu tahun berupa korban binatang; selama empat ribu tahun manusia mati dan busuk.
    Sebelum kurban Kristus dinyatakan, korban binatang tidak mampu, karena itu tepat pada empat hari anak domba harus disembelih--tepat pada empat ribu tahun ada zaman yang ketiga.


  3. Zaman Allah Roh Kudus; zaman akhir; dihitung dari kedatangan Yesus pertama--tepat pada empat ribu tahun--sampai kedatangan Yesus yang kedua kali. Ini adalah penentuan.
    Kalau dibiarkan, manusia yang busuk dan terus berbuat dosa, akan berulat, binasa selamanya.

    Jadi, pada zaman permulaan, manusia mati. Lalu berbuat dosa lagi pada zaman pertengahan--melanggar hukum Taurat--, jadi busuk. Sudah busuk, di zaman akhir masih berbuat dosa lagi, sehingga berulat--binasa selamanya.

    Yesaya 66: 24
    66:24. Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup.

    Ulat tidak mati, api tidak padam, itulah neraka. Jadi manusia berulat hanya masuk neraka di mana apinya tidak padam selama-lamanya. Mari sungguh-sungguh hari-hari ini!

Inilah perkembangan korban pendamaian dan manusia selama empat ribu tahun. Manusia sudah mati dan busuk, tetapi korban binatang tidak sanggup. Kalau dibiarkan, akan berulat dan binasa.
Manusia ini di titik kritis. Sudah ada binatang ini itu, tetapi manusia tetap berkembang dalam dosa, sampai mati, busuk bahkan berulat.

Dari pihak kita: di titik kritis--empat ribu tahun--, jangan main-main dalam dosa! Kaum muda, perhatikan! Jangan pernah berkata: hanya satu kali ini saja aku berbuat dosa (berbuat jahat, menipu, berdusta, berzinah). Kalau bilang: Satu kali ini saja berbuat dosa, bahayanya adalah tidak bisa kembali lagi--mati, busuk dan berulat selamanya. Jangan pernah berkata: satu kali ini saja. Jangan!

Mari, sungguh-sungguh hari-hari ini. Ini dari pihak kita.

Dari pihak Tuhan: Dia tidak rela jika manusia yang diciptakan-Nya hanya mati, busuk dan berulat. Oleh sebab itu tepat pada empat ribu tahun--empat hari domba dikurung lalu disembelih--, Yesus datang pertama kali ke dunia untuk mati di kayu salib--sebagai Anak Domba yang tersembelih--, untuk melakukan tiga hal--ini usaha dari Tuhan; Yesus harus datang untuk menghentikan pergerakan dosa--:



  1. Yang pertama: Yesus mati untuk menebus dosa-dosa dari manusia yang sudah mati dan busuk dalam dosa, supaya tidak berulat; tidak terus berbuat dosa. Yesus yang tanggung semua di kayu salib. Cukup sampai mati dan busuk--empat ribu tahun--, jangan sampai berulat!

    Sebab itu, Yesus datang pada empat ribu tahun, supaya manusia tidak berbuat dosa--tidak berulat dan binasa-- tetapi hidup benar. Sampai malam ini--setiap kita mendengarkan firman--dosa apapun juga, serahkan malam ini, berhenti malam ini--minta ampun. Ini tepat empat ribu tahun bagi kita.


  2. Tadi Abraham mempersembahkan korban untuk pembangunan Bait Allah Salomo. Sekarang, Yesus menjadi korban untuk pembangunan tubuh Kristus. Manusia yang sudah dihentikan dosanya supaya tidak berulat dan binasa, sudah hidup benar, masih belum cukup. Harus dibawa kepada pembangunan tubuh Kristus.

    Yohanes 2: 19-21

    2:19. Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."
    2:20. Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"
    2:21. Tetapi
    yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

    'tiga hari'= kematian dan kebangkitan Yesus; kurban Kristus di kayu salib; dulu domba jantan dipersembahkan di gunung Moria dan ada pembangunan Bait Allah Salomo.

    Yang kedua: Yesus mati untuk menjadi dasar pembangunan tubuh Kristus--sesudah hidup benar, kita masuk dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

    Mulai dari dalam nikah-- kembali kepada nikah yang benar, layani nikah dengan baik sebagai suami, isteri, anak, orang tua, kakak, adik--, penggembalaan--sebagai gembala, pemain musik, zangkoor, mari layani; mobil rusak sudah dibenarkan dan bisa dipakai--, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna. Kalau tidak dipakai Tuhan, akan dipakai lagi oleh setan. Lebih baik dipakai Tuhan dalam pembangunan tubuh Kristus.

    Inilah pembangunan tubuh Kristus. Kembali pada nikah yang benar. Kaum muda, kalau belum menikah, tanggung jawab pada Tuhan dan orang tua sungguh-sungguh! Layani sungguh-sungguh! Jangan menyakiti orang tua! Kalau menyakiti orang tua, akan berulat dan binasa. Pada zaman Nuh, manusia memilukan hati Tuhan, memedihkan hati orang tua dan membuat gembala berkeluh kesah. Inilah berulat dan binasa. Berhenti!


  3. Yohanes 16: 7
    16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

    'pergi'= mati, bangkit dan naik ke sorga.
    'Penghibur'= Roh Kudus.

    Yang ketiga: Yesus harus mati supaya Ia bangkit dan naik ke sorga untuk mencurahkan Roh Kudus kepada kita semua, manusia darah daging; buli-buli tanah liat. Kita perlu Roh Kudus.

    Sudah hidup benar dan dipakai oleh Tuhan, masih perlu kekuatan Roh Kudus karena kita adalah manusia darah daging; buli-buli tanah liat. Kita tidak mampu apa-apa. Kalau buli-buli tanah liat diisi Roh Kudus, kita akan mengalami pembaharuan hidup (keubahan hidup) dari manusia tanah liat (manusia daging) menjadi manusia rohani sampai sempurna seperti Yesus--buli-buli emas berisi manna. Jika diisi Roh Kudus dan firman pengajaran, kita akan menjadi buli-buli emas berisi manna--sempurna seperti Yesus.

Inilah, Yesus mati di kayu salib, supaya kita berhenti berbuat dosa--jangan berulat dan binasa, tetapi hidup benar--, dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus dan menerima Roh Kudus. Sehebat apapun manusia di dunia, tanpa Roh Kudus, ia hanya buli-buli tanah liat. Kalau diisi kepandaian, kekayaan, kehebatan paling jauh jadi buli-buli pualam. Tetapi buli-buli pualam juga gampang retak, artinya mudah kecewa, putus asa dan bangga. Misalnya: di sekolah hebat, ranking, tetapi tidak bisa mendapatkan pekerjaan, akhirnya loyo. Kalau dilanjutkan, akan hancur--berbuat dosa. Orang kecewa paling gampang berbuat dosa sampai puncaknya dosa; busuk dan berulat, binasa selamanya; hancur lebur semuanya. Kalau buli-buli emas, tidak begitu. Sungguh-sungguh!

"Mari, kaum muda, perhatikan! Saya selalu mendoakan supaya pandai, hebat, tetapi maksimal hanya menjadi buli-buli pualam; sama dangan tanah liat kekuatannya. Jangan sombong! Dunia ini tempat buangan. Kalau berhasil jangan sombong. Kalau belum berhasil, jangan kecewa dan putus asa. Sama-sama selalu mengucap syukur pada Tuhan."

Oleh sebab itu, kita harus diurapi dan dipenuhi Roh Kudus, supaya tidak retak dan hancur, tetapi sampai sempurna seperti Yesus.

Contoh: perempuan berdosa. Banyak uang, naik tingkatnya, tetapi hanya buli-buli pualam. Tanpa Roh Kudus, tidak ada artinya. Sehebat apapun manusia, ia hanya buli-buli tanah liat, kalau hebat menjadi buli-buli pualam, tetapi sifatnya sama saja yaitu retak, hancur dan binasa. Harus diurapi dan dipenuhi Roh Kudus.

Lukas 7: 36-38
7:36. Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
7:37. Di kota itu ada seorang
perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
7:38. Sambil
menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

'makan'= bukan minum susu; ada firman penginjilan dan ada firman pengajaran; ada susu dan ada makanan keras; ada kabar baik dan ada kabar mempelai.

"Mari malam ini kita makan, bukan minum susu. Dari hari pertama saya sudah berdoa: Tuhan semestinya firman penginjilan, tetapi Tuhan bilang: hari ini makan. Mari kita makan saja."

'terkenal sebagai orang berdosa'= istilah 'terkenal' berarti banyak yang datang kepada dia, mulai dari pembesar sampai kelas bawah.
'membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi'= di depan manusia, hebat, banyak uangnya. Tetapi dia tetap menangis. Buli-buli pualam dan tanah liat juga menangis, artinya susah payah, duri-duri.
'mencium'= sampai berlutut.

Ini contoh buli-buli tanah liat yang naik sampai jadi buli-buli pualam (karena berbuat dosa ia mendapatkan banyak uang). Misalnya: menjadi buli-buli pualam karena korupsi. Hati-hati! Perempuan ini berbuat dosa sampai puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan), sehingga kering rohaninya, busuk, dan kalau dibiarkan akan berulat sampai binasa, sekalipun tingkatannya naik di hadapan manusia.

Orang yang mengundang Yesus protes: Yesus ini tahu tidak, kalau dia perempuan tidak baik, tetapi boleh mengurapi dan memegang kaki-Nya. Ini kemurahan Tuhan.
Malam ini, apapun keadaan kita, perempuan berdosa boleh mengurapi Yesus, artinya: sehancur, sebusuk, sekering apapun kehidupan, pelayanan, nikah, kesehatan, ekonomi, studi dan masa depan kita, masih diberi kesempatan untuk menerima urapan Roh Kudus, bahkan dipenuhi Roh Kudus supaya menjadi berharga dan berhasil di hadapan Tuhan, bahkan sempurna seperti Dia. Tidak ada alasan, tinggal mau atau tidak.

"Sebagai hamba Tuhan, saya paling takut dengan istilah: kering. Kalau lapar, pernah mengalami atau saat-saat berpuasa. Bpk Pdt. Pong selalu menasihati: 'Pak Wi puasa?': 'Iya.': 'Papa juga puasa, ini rahasia ya' (setiap kebaktian doa penyembahan di hari Selasa). Kalau puasa harus sampai lapar, kalau belum, terus puasa. Begitulah ajaran beliau kepada saya. Soal apapun (soal persepuluhan, Lempin-El, GPT) beliau bicara dengan saya di meja makan; berpesan kepada saya."

Mari, sungguh-sungguh, sehancur, sebusuk, sekering apapun kita, masih diberi kesempatan untuk diurapi dan dipenuhi Roh Kudus supaya menjadi harum--berhasil dan berharga sampai sempurna.

Syaratnya:

  1. Syarat pertama: 'duduk makan dengan Yesus'= merendahkan diri untuk mendengarkan firman Allah yang merupakan makanan keras/firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua/kabar mempelai, yang menunjukkan dosa-dosa kita yang tersembunyi.
    Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua sama dengan koreksi yang tajam, dan kita bisa merasakan bahwa kita tidak layak apa-apa, dan banyak dosa-dosa. Bukan merasa hebat.

    Kalau merasa hebat, sudah jatuh. Tetapi kalau kita datang ibadah--termasuk yang berkhotbah--kita merasa tidak layak, ada harapan yang kering jadi baik; yang busuk jadi harum. Roh Kudus yang bekerja.
    Tetapi kalau merasa hebat, akan tambah kering dan busuk.

    Mari, sampai merasa tidak layak: Saya orang berdosa, banyak salah--merasa tidak layak karena banyak dosa dan kesalahan kita--, sehingga kita tidak akan pernah bersungut-sungut, tetapi mengucap syukur: Melayani begini saja, sudah bersyukur.

    "Saya ingat, Pdt. Pong panggil saya, karena orang dari Malang meminta supaya saya di Malang. Saya bilang: 'Tidak, saya melayani di Gending dan di Johor sudah cukup (melayani komputer dan terima telepon di Johor)'. Lalu dididik: 'Tidak boleh begitu, semua harus sesuai kehendak Tuhan.' Karena saya merasa di Gending sudah senang, saya bukan keturunan orang Kristen, bukan keturunan hamba Tuhan (saya dulu nakal, najis), jadi saya tidak menuntut apa-apa; hanya mengucap syukur. Saksinya ada Ibu saya. Beliau berkata kepada Ibu saya: Bu, doakan, tidak boleh begitu, tidak boleh menolak dan meminta. Harus berdoa. Saya minta ampun dan berdoa saja. Akhirnya saya di Malang."

    Jangan menuntut dan bersungut! Kita juga tidak menghakimi orang lain karena merasa tidak layak.


  2. Syarat kedua: 'membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya'= oleh tusukan pedang firman kita bisa menyadari dan menyesali dosa-dosa.
  3. Syarat ketiga: 'ia mencium kaki-Ny'= berdamai; saling mengaku dan mengampuni. Dosa-dosa diselesaikan oleh darah Yesus dan kita berharga di hadapan Tuhan.
    Jadi, manusia berharga atau tidak di mata Tuhan bukan kaya atau lainnya, tetapi yang Tuhan lihat adalah selama manusia masih menyimpan dosa, berbuat dosa, enjoy dalam dosa, ia masih hina dihadapan Tuhan, sekalipun hamba Tuhan punya gereja besar-jemaatnya ribuan.

    Sebaliknya, kalau dosa sudah dihapuskan oleh darah Yesus--saling mengaku dan mengampuni--, biar kita kecil dan hina di hadapan manusia, kita berharga di hadapan Tuhan.

    Biarlah pekerjaan pedang firman mengoreksi semuanya.


  4. Syarat keempat: 'menyekanya dengan rambutnya'= menanggalkan segala kebanggaan sehingga merasa tidak mampu apa-apa, tidak berdaya apa-apa, tidak bisa berbuat apa-apa, dan kita hanya bergantung pada anugerah Tuhan yang besar. Kita merasa kecil, hanya bayi dan tanah liat yang tidak bisa apa-apa. Kita hanya bergantung pada tangan anugerah Tuhan yang besar.

Mari, kita dikoreksi firman sampai kita merasa tidak layak. Itu tempat paling rendah. Tempat di mana kita merasa tidak layak dan tidak mampu--berpikir saja tidak bisa--, itu adalah tempat terendah di kaki Yesus, itulah tempat utama mengalirnya aliran Roh Kudus.

Aliran Roh Kudus adalah aliran air kehidupan dari tempat tinggi ke tempat paling rendah. Malam ini kita bukan tinggi-tinggian, tetapi meraih tempat yang paling rendah--di bawah kaki Tuhan kita merasa tidak layak, tidak bisa berpikir apa-apa, tetapi hanya menyerah kepada Tuhan. Di situlah tempat utama untuk kita mengalami aliran air kehidupan Roh Kudus di tengah-tengah kita sekalian, supaya kita bukan lagi buli-buli tanah liat dan pualam, tetapi nanti bisa jadi buli-buli emas.

"Malam ini saya rindu, jangan kering. Kalau kering, jemaat akan kering. Seperti carang kering, pasti jatuh; jemaat akan berjatuhan. Itu yang paling saya takutkan. Saya belajar dari guru saya, beliau sampai tahu tempatnya jemaat duduk (padahal jemaatnya banyak). Saya juga begitu. Kalau saya tidak sempat besuk, pengerja yang besuk. Kalau saya lihat jemaat sudah tidak datang dua minggu, saya takut kering (berguguran), gawat betul. Mari, sungguh-sungguh. Kalau dulu jadi guru, saya paling takut kalau murid tidak naik kelas. Kalau ada murid tidak naik kelas, saya yang sembunyi di kamar mandi, saya sungkan. Kalau orang tuanya datang, saya minta maaf karena anaknya tidak naik kelas--padahal anaknya sendiri yang nakal. Itu jiwa saya sebagai guru. Sekarang sebagai gembala, kalau ada yang tidak masuk ibadah, saya berdoa: Tuhan tolong, supaya jangan kering. Tetapi sekering apapun kita dan sehancur apapun, kalau Roh Kudus dicurahkan, semua bisa dipulihkan."

Raihlah Roh Kudus ditempat paling rendah! Jangan lagi menyalahkan suami atau isteri, jangan lagi menyalahkan jemaat, tetapi kitalah yang bersalah: Sebagai gembala saya bersalah, kurang puasa, kurang doa, kurang baca firman, kurang Roh Kudus.

Kegunaan Roh Kudus:

  1. Yohanes 6: 63
    6:63. Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

    Kegunaan yang pertama: Roh Kudus memberikan hidup secara jasmani dan rohani--Roh Kudus mematikan virus dosa, bakteri dosa, ulat dosa, sehingga kita bisa hidup benar dan suci.

    Kalau sudah sulit dalam sekolah, sudah les, mohon Roh Kudus untuk memberi hikmat. Dalam pekerjaan, juga bisa. Roh Kudus bisa membangkitkan Yesus yang sudah mati. Secara jasmani Roh Kudus bisa memberi hidup.  

    Jadi dobel; apa yang sudah mati malam ini (dalam pekerjaan sudah menambah modal dan sebagainya), nomor satu adalah biar tangan Roh Kudus yang menolong kita untuk memberi hidup secara jasmani. Nilai yang sudah merosot (sudah belajar dan sebagainya), serahkan, biar Roh Kudus yang mengangkat dan menolong.


  2. Efesus 4: 7
    4:7. Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

    Kegunaan yang kedua: Roh Kudus memberikan karunia-karunia Roh Kudus; kemampuan ajaib---lebih dari ijazah, kekayaan, kedudukan--, sehingga kita bisa dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita.

    Karunia dan jabatan pelayanan itu satu.
    Jabatan gembala, kalau tidak ada karunia, akan pensiun, tidak kuat, tidak bisa memberi makan jemaat. Biarpun sudah belajar dari buku-buku, tidak akan bisa. Semua butuh karunia. Itu bedanya.

    Minta malam ini supaya kita bisa dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus.

    Roh Kudus membuat kita setia dan berkobar-kobar--menyala-nyala--dalam ibadah pelayanan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan, sampai garis akhir--sampai meninggal atau sampai Tuhan datang kembali. Satu-satunya yang tidak ada kata pensiun adalah tahbisan kepada Tuhan. Di dunia ini managemen apa saja ada pensiun, tetapi tahbisan kepada Tuhan tidak ada pensiun.

    Jabatan pelayanan dan karunia sama dengan jubah yang indah.
    Jadi, semakin dipakai oleh Tuhan, akan semakin indah; mulai dari nikah--nikah dipakai menjadi indah--, dipakai dalam penggembalaan, semakin indah, dipakai antar penggembalaan, lebih indah lagi, sampai yang terindah, jika tubuh Kristus yang sempurna terbentuk--bangsa Israel dan bangsa kafir menjadi satu tubuh--untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali. Bukan disiksa, tetapi semakin dipakai semakin indah. 

    Biar usia semakin tua, kalau semakin dipakai, akan semakin indah.


  3. Titus 3: 5
    3:5. pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

    'permandian kelahiran kembali' = baptisan air.

    Kegunaan yang ketiga: Roh Kudus membaharui kita dari manusia daging--buli-buli tanah liat--menjadi buli-buli emas--manusia rohani--, yaitu jujur dan taat--Roh Kudus mulai dari mulut (berbahasa Roh), tetapi dilanjutkan dengan berkata: ya Abba, ya Bapa.
    Roh Kudus menolong kita untuk berseru: ya Abba, ya Bapa.

    Jujur= ya katakan: ya, tidak katakan: tidak. Jujur mulai dari soal Tuhan/pengajaran. Kalau soal pengajaran tidak jujur, mana bisa jujur dalam segala hal? Murid-murid saja, saat Tuhan datang dikira hantu, sehingga mereka tenggelam. Pengajaran yang benar ditolak, yang salah didukung. Itulah Petrus, Tuhan jadi hantu, hantu jadi Tuhan. Ini tidak jujur. Kalau tidak jujur soal Tuhan, tidak mungkin jujur soal nikah dan keuangan dan segala hal. Tetapi kalau jujur soal Tuhan, pasti jujur soal nikah dan keuangan, dan dalam segala hal.

    Kita juga taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.

    Jujur dan taat, itulah buli-buli emas (bukan buli-buli tanah liat lagi). Dibantingpun tidak apa-apa; tahan uji.
    Yohanes 11: 39-40
    11:39. Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
    11:40. Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu:
    Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

    'Jikalau engkau percaya' = taat.
    Ini tentang Lazarus yang mati empat hari; manusia busuk, hampir berulat--empat ribu tahun.

    Kalau mujizat rohani terjadi yaitu jujur dan taat, maka mujizat yang jasmani juga terjadi.
    Lazarus mati empat hari--busuk. Kuncinya adalah jujur dan taat, maka tidak ada pembusukan lagi, tidak ada kekeringan lagi, tidak ada kehancuran lagi, semuanya dipulihkan oleh Tuhan.

    Marta mau tutup-tutupi hati yang busuk. Jangan! Tuhan bilang: Buka dan angkat! Jujur malam ini apa yang busuk, kering dan hancur, dan taat! Roh kemuliaan akan mengadakan mujizat jasmani: yang hancur jadi baik, yang mustahil jadi tidak mustahil; yang busuk jadi harum; yang gagal jadi berhasil dan indah.

    Sampai kalau Tuhan datang kembali, terjadi mujizat terakhir yaitu kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali. Kita tidak salah lagi dalam perkataan; menjadi sempurna; hanya berseru Haleluya untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai.

Mari, kita butuh Roh Kudus. Raih tempat paling rendah! Kehidupan yang sudah busuk dan kering membutuhkan Roh Kudus. Yang sudah berhasil jangan sombong! Daud hebat, lalu naik di sotoh rumah, langsung jatuh. Semuanya membutuhkan Roh Kudus. TUHAN tolong kita.

Mari buka hati, jujur dan taat; jujur dan percaya, TUHAN akan tolong kita semuanya.
Dengan adanya Anak Domba disembelih, Roh Kudus dicurahkan di tengah-tengah kita. Malam ini tempat yang paling rendah dituju oleh Tuhan; kehidupan yang merasa tidak layak, tidak mampu. Perempuan berdosa diberi kesempatan, apalagi hamba/pelayan Tuhan, pasti Dia tolong. Jangan bimbang! Jangan takut! Mujizat dan pemulihan terjadi malam ini.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top