English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 03 Desember 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Selamat sore, salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai...

Ibadah Raya Surabaya, 05 November 2017 (Minggu Siang)
Penyerahan Anak
Matius 19: 1-39
Penyerahan anak bukanlah suatu kebiasaan atau tata cara gereja, tetapi suatu kebutuhan yang mutlak. Mengapa demikian?...

Ibadah Retreat Family III Malang, 05 Maret 2011 (Sabtu Pagi)
Yesaya 6:1
6:1. Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk...

Ibadah Raya Surabaya, 13 September 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 17 Februari 2009 (Selasa Sore)
Kebaktian Penataran Imam-imam Malang II

Matius 24:29-31 adalah...

Ibadah Doa Malang, 27 Juni 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:1-2
6:1 Maka aku melihat Anak...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 02 Juli 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:57-62 tentang "Hal mengikut Yesus".
Lukas 9:57
9:57...

Ibadah Doa Malang, 16 April 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 perintah untuk memberitakan injil, sama dengan penyebaran terang/...

Ibadah Raya Surabaya, 25 Agustus 2019 (Minggu Siang)
Ibadah Raya
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Paskah Persekutuan III di Square Ballroom Surabaya, 08 Juni 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah...

Ibadah Raya Malang, 04 Desember 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8-11
4:8 Dan keempat makhluk itu...

Ibadah Kunjungan di Ngawi, 31 Mei 2013 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat sore, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 27 November 2011 (Minggu Sore)
Matius 26:
ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.
Kita harus menjadi saksi Tuhan. Kalau tidak, kita akan menyangkal Tuhan, bahkan menghujat Tuhan.

Kita sudah...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Mei 2011 (Minggu Sore)
Tema Ibadah di Poso: "Ingatlah akan istri Lot!"
Lukas 17: 32
17:32. Ingatlah akan isteri Lot!

= merupakan peringatan yang tegas/kuat kepada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 September 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 26 Mei 2020 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Wahyu 11:7-10
11:7. Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka.
11:8. Dan mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar, yang secara rohani disebut
Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan.
11:9. Dan orang-orang dari segala bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, melihat mayat mereka tiga setengah hari lamanya dan orang-orang itu tidak memperbolehkan mayat mereka dikuburkan.
11:10. Dan mereka yang diam di atas bumi bergembira dan bersukacita atas mereka itu dan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi.

Perikop: dua saksi dibunuh.
'binatang yang muncul dari jurang maut' = antikris.
'Sodom dan Mesir' = Yerusalem yang sudah dikuasai antikris, sehingga menjadi sama seperti Sodom dan Mesir.

Dua saksi dibunuh, artinya:
  1. Pengalaman salib/ pengalaman kematian bersama dengan Yesus untuk mencapai ukuran dari Tuhan, yaitu daging tidak bersuara lagi, pintu tirai terobek dan kelihatan tabut perjanjian, kesempurnaan.

  2. Suasana kekeringan/ kematian rohani, suasana paling gelap yang melanda manusia secara umum dan gereja Tuhan secara khusus di akhir zaman, karena menolak salib Yesus/ pribadi Yesus.
    Orang benar dibunuh malah bahagia. Ini jelas kematian rohani.

    Orang Kristen semakin banyak yang murtad hari-hari ini, berbuat dosa, sehingga orang benar tinggal sedikit, sampai nanti tinggal hanya dua saksi, lalu dibunuh juga, berarti tidak ada lagi orang benar.
    Sekarang melanda dunia, tetapi juga melanda gereja Tuhan, dan ini sudah dinubuatkan dalam kitab Yehezkiel.

Yehezkiel 37:1-2,11-12

37:1. Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang.
37:2. Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering.
37:11. Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang.
37:12. Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel.

Keadaan Israel yang dinubuatkan oleh nabi Yehezkiel sama dengan keadaan gereja Tuhan secara khusus dan keadaan dunia secara umum di akhir zaman yang menolak salib/ pribadi Yesus (pengalaman kematian bersama Yesus), yaitu bagaikan tulang-tulang kering di dalam kuburan.

Praktik tulang kering adalah:
  1. Mudah bangga dengan perkara jasmani dan mengandalkan perkara jasmani, sehingga tidak mengandalkan Tuhan lagi, bahkan dalam ibadah tidak mengandalkan Tuhan.
    Akhirnya gampang kecewa dan putus asa karena perkara jasmani, sehingga tidak setia dalam perkara rohani sampai meninggalkan ibadah pelayanan, kebenaran, dan pengajaran yang benar.

  2. Berdukacita karena kebenaran.
    Wahyu 11:10
    11:10. Dan mereka yang diam di atas bumi bergembira dan bersukacita atas mereka itu dan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi.

    Kalau ada orang benar atau sesuatu yang benar, ia akan berdukacita.

  3. Bersukacita karena dosa atau sesuatu yang tidak benar, sehingga menyakiti Yesus, dan menyakiti/ membenci orang benar, sampai nanti membunuh orang benar.
    Banyak kaum muda tertawa dalam dosa, nanti akan menangis dalam neraka. Jangan main-main.

  4. Hanya berbuat dosa sampai puncaknya dosa, bahkan enjoy dalam dosa dan puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.

Akibatnya adalah ketinggalan saat Yesus datang kembali, tidak bangkit dan terangkat ke Sorga, tetapi menuju kematian kedua, binasa selamanya.

Inilah keadaan yang mengerikan di akhir zaman. Keadaan akan semakin gelap sampai tidak ada orang benar, termasuk di dalam gereja Tuhan.

Bagainana jalan keluarnya?
Yehezkiel 37:3-6
37:3. Lalu Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Aku menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!"
37:4. Lalu firman-Nya kepadaku: "
Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN!
37:5. Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.
37:6. Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN."

Satu-satunya jalan menghadapi tulang kering adalah firman nubuat.
Firman nubuat adalah:
  1. Firman pengajaran yang benar, firman yang diungkapkan rahasianya, bukan ditafsirkan oleh manusia.

  2. Firman yang mengungkapkan dosa-dosa yang tersembunyi dalam sidang jemaat, firman penyucian.

  3. Firman yang mengungkapkan segala sesuatu yang belum terjadi tetapi pasti akan terjadi, yaitu tentang:
    1. Kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga untuk menyempurnakan kita menjadi mempelai wanita Sorga. Ini disebut juga Kabar Mempelai atau cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.

      2 Korintus 4:3-4

      4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
      4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat
      cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

      'cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus' = untuk menghadapi kegelapan harus ada cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.

    2. Penghukuman Tuhan atas dunia, yaitu tiga kali tujuh penghukuman sampai kiamat.

Firmannya sudah benar, sikap kita juga harus benar.

2 Petrus 1:19
1:19. Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

Sikap terhadap firman pengajaran yaitu kita harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh, yaitu:
  • Mendengar dengan sungguh-sungguh dan dengan suatu kebutuhan, tidak bosan. Kita mendengar firman seperti memperhatikan pelita di tengah kegelapan.
  • Mengerti firman.
  • Percaya, sehingga firman menjadi iman di dalam hati.
    Kalau ada iman, kita mempunyai rem untuk bertahan dalam terang dan tidak masuk kegelapan, rohani tidak sampai mati.
  • Praktik firman, sehingga kita mengalami pekerjaan dari Kabar Mempelai.

Yehezkiel 37:7-8
37:7. Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain.
37:8. Sedang aku mengamat-amatinya, lihat,
urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas.

Hasil pekerjaan kabar mempelai/ firman nubuat:
  1. 'suara berderak-derak' = suara mengaku dosa, bukan menghakimi orang (diterangkan pada Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 21 Mei 2020).

  2. Tulang bertemu tulang = persekutuan (diterangkan pada Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 21 Mei 2020).

  3. Urat dan sendi.
    Sendi = untuk bergerak.
    Urat = untuk menyatukan (diterangkan pada Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 21 Mei 2020).

  4. 'daging tumbuh padanya'= tumbuh daging baru (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 24 Mei 2020).

  5. 'kulit menutupinya'

ad. 5.
Kalau tidak ada kulit, daging akan kelihatan.
Begitu tumbuh daging yang baru, segera ada kulit yang menutupinya.

Ada tiga pengertian tentang kulit:
  1. Kulit pendamaian.
    Kejadian 3:21
    3:21. Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

    Kejadian 1:26
    1:26. Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

    Sebenarnya, manusia diciptakan satu gambar; sama mulia dengan Allah, dan binatang buas takluk kepada manusia.
    Tetapi sayang, manusia digoda oleh ular dengan ajaran palsu/ roh dusta, sampai manusia berbuat dosa.

    Kejadian 3:6-7
    3:6. Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
    3:7. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka
    telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

    Akibatnya adalah manusia kehilangan kemuliaan Allah dan telanjang.
    Oleh karena itu, Tuhan membuat pakaian dari kulit binatang untuk menutupi ketelanjangan manusia.

    Tingkatan kulit pendamaian:
    • Dalam Perjanjian Lama, kulit pendamaian sama dengan kulit binatang, tetapi binatangnya masih samar-samar. Kulit dibuat untuk menutupi ketelanjangan Adam dan Hawa (dua orang), menunjuk pada nikah.
      Artinya nikah harus diperdamaikan. Jangan telanjang! Kalau minta cerai berarti sama dengan minta telanjang.

      Mulai dari permulaan nikah jangan ada dosa kejahatan (saling menyakiti), dosa kenajisan, dan kepahitan/ kebencian.
      Kemudian perjalanan nikah juga dijaga, sampai akhir nikah, yaitu nikah yang sempurna.

    • Di zaman Israel, kulit pendamaian dalam bentuk bintang korban yang sudah jelas, yaitu lembu, domba, burung tekukur, untuk menutupi ketelanjangan satu bangsa, yaitu Israel, umat pilihan Tuhan.
      Tetapi ini masih merupakan bayangan dari yang akan datang karena tidak bisa memberikan kesempurnaan.

      Ibrani 10:1

      10:1. Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.

    • Di perjanjian baru sampai sekarang, semua korban pendamaian di perjanjian lama sudah digenapkan oleh korban Kristus di kayu salib, untuk menutupi ketelanjangan manusia berdosa di seluruh dunia termasuk kita bangsa kafir.
      Yohanes 1:29
      1:29. Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

    Jadi, untuk menerima kulit pendamaian kita harus berdamai dengan Tuhan dan sesama (tanda salib).
    Kalau tidak mau berdamai dengan sesama, berarti tidak mau berdamai dengan Tuhan.

    Proses berdamai:
    • Oleh dorongan pedang firman yang menunjuk dosa-dosa yang tersembunyi, kita bisa sadar, menyesali dosa, dan mendorong kita untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.

    • Mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.

    Hasilnya adalah darah Yesus menghapus dosa-dosa kita, menutupi ketelanjangan kita, sehingga kita tidak berbuat dosa lagi. Kita tidak menghakimi orang lain, sama dengan bertobat. Daging sudah tidak kelihatan karena sudah ditutup dengan kulit pendamaian.
    Buktinya adalah kita mengalami hati damai sejahtera.

    Damai sejahtera artinya kita tidak merasakan lagi apa-apa yang daging rasakan, yaitu ketakutan, kekuatiran, kenajisan,dll. Tetapi kita merasakan hadirat Tuhan, sehingga semua menjadi enak, ringan, dan bahagia.

  2. Bersalutkan Kristus (mengenakan Kristus)= kulit urapan Roh Kudus.
    Galatia 3:27-29
    3:27. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.
    3:28. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.
    3:29. Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

    Dari mana kita mendapatkan kulit urapan Roh Kudus? Lewat baptisan air dan Roh Kudus.
    Yohanes 3:5
    3:5. Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat, mati terhadap dosa (kulit pendamaian), harus dikuburkan dalam air bersama Yesus. Sehingga bangkit, keluar dari dalam air, bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/ hidup Sorgawi (langit terbuka). Ada pintu terbuka untuk kembali ke Sorga.
    Hidup baru sama dengan hidup dalam urapan Roh Kudus/ hidup dalam kebenaran, hidup dari iman.

    Galatia 3:7,29
    3:7. Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.
    3:29. Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

    Kita menjadi keturunan Abraham, dan berhak menerima janji Allah.
    Kejadian 12:2-3
    12:2. Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
    12:3. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."


    Mazmur 37:25-26

    37:25. Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
    37:26. tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.

    Janji Allah adalah:
    • Diberkati sampai anak cucu, dan menjadi berkat bagi orang lain.

    • Kita dibela oleh Allah (Kejadian 12:3).
      Kalau menyakiti orang benar apalagi sesama imam, maka akan dihina oleh Tuhan. Jangan menyakiti apalagi orang itu diam.

    • Mewarisi tanah Kanaan Samawi, bebas dari kutukan/ hukuman dosa dan neraka.

    Inilah kulit urapan Roh Kudus.

  3. Bersalut Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang = kulit kemuliaan.
    Roma 13:11-12,14
    13:11. Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya.
    13:12. Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
    13:14. Tetapi
    kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

    • Bersalut Tuhan= Allah Bapa= matahari.
    • Bersalut Yesus= Anak Allah= bulan.
    • Bersalut Kristus= Allah Roh Kudus= bintang.

    Matahari, bulan, dan bintang, itulah perlengkapan sejata terang.

    Dari mana kita mendapatkan matahari, bulan, dan bintang?
    Kisah Rasul 2:41-42
    2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
    2:42. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

    Sesudah baptisan air dan Roh Kudus kita harus masuk ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok (ruangan suci) dalam kandang penggembalaan:
    • Pelita emas = ketekunan dalam ibadah raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
      Kalau kita tekun, suatu waktu urapan dan karunia akan menjadi terang mahkota dua belas bintang.

    • Meja roti sajian = ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan korban Kristus.
      Kalau kita tekun, kita akan mengalami penebusan dari dosa-dosa sampai menjadi terang bulan di bawah kaki.

    • Mezbah dupa emas = ketekunan dalam ibadah doa, persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.
      Kalau kita tekun, suatu waktu kasih Allah akan menjadi terang selubung matahari.

    Mengapa tiga macam ibadah?
    • Supaya tidak monoton.

    • Karena matahari berbeda dengan bintang dan bulan.
      1 Korintus 15:41

      15:41. Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain.

    Di dalam penggembalaan kita mengalami:
    • Terang penyucian dan pembaharuan.
      Roma 13:13
      13:13. Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.

      Ini semua harus disucikan. Kalau disucikan, kita akan dipakai Tuhan.

      Efesus 4:11-12

      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Kita diberi jubah indah untuk dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai tubuh Kristus yang sempurna.
      Kalau suci, pasti ada jabatan dan karunia.
      Kalau ada yang tidak cocok di dalam nikah atau penggembalaan, kita berdamai.

    • Memancarkan terang kesaksian, mulai dalam nikah kita menjadi saksi, kemudian menjadi terang di depan semua orang, sampai menjadi terang dunia.
      Wahyu 12:1-2
      12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
      12:2. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.

      Terang dunia = mempelai wanita Sorga dengan terang matahari, bulan, dan bintang. Kita kembali pada gambar Allah Tritunggal, yaitu taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara. Ini bukti ada urapan, penebusan, dan kasih Allah.

      Kita hanya mengulurkan tangan saat menghadapi kegoncangan terakhir, kegoncangan yang semakin meningkat sampai kita tidak berdaya lagi, seperti perempuan hendak melahirkan. Jangan menyerah kalah saat masalah semakin bertambah, tetapi tetap taat. Tinggal sesaat lagi, pilih untuk tetap taat.

      Yesaya 52:13-14
      52:13. Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
      52:14. Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia--begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi--

      Yesus taat sampai mati di kayu salib, sehingga wajah-Nya yang mulia menjadi buruk, sampai bukan seperti manusia. Untuk apa?
      1. Menyinari kita dengan sinar kemuliaan, mengubahkan kita yang buruk dan hancur seperti anjing dan babi menjadi sama mulia dengan Dia, Keubahan hidup dimulai dari tidak ada dusta. Kita bisa jujur.
        Kalau berdusta, tidak akan bisa ditolong lagi.

      2. Mengulurkan tangan kemurahan-Nya untuk membuka jalan baru bagi kita, di mana tidak ada setan.
        Ibrani 10:19-20
        10:19. Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,
        10:20. karena
        Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

        Yang hancur menjadi baik, yang mustahil menjadi tidak mustahil, yang gagal menjadi berhasil dan indah.
        Saat Tuhan datang kembali, kita diubahkan menjadi sempurna, untuk layak menyambut kedatangan-Nya. Kita kembali ke Firdaus sampai kerajaan Sorga yang kekal.


Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top