English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Februari 2015 (Kamis Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Doa Surabaya, 02 Desember 2009 (Rabu Sore)
Keluaran 3:
= sebagai pelayan Tuhan, perlu 3 pengalaman utama:
penyucian dengan...

Ibadah Raya Malang, 03 Mei 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 menunjuk 7 kali percikan darah...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 10 Agustus 2010 (Selasa Pagi)
Keluaran 25 dimulai dengan korban bahan-bahan untuk pembangunan Tabernakel.

Keluaran 25:1-9 dibagi menjadi 3...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Maret 2010 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang
Di tengah dosa dunia yang makin memuncak, maka kita harus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Maret 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 adalah tentang penglihatan rasul...

Ibadah Natal Persekutuan di Square Ballroom Surabaya, 23 Desember 2016 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Agustus 2016 (Kamis Sore)
Dari Rekaman Ibadah Pendalaman Alkitab di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan Yesus Kristus.

Kidung Agung 2: 3
2:3. --Seperti...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 24 Oktober 2012 (Rabu Dini Hari)
Keluaran 1:1-4
1:1 Inilah nama para anak Israel yang datang ke Mesir bersama-sama dengan Yakub; mereka...

Ibadah Doa Malang, 08 September 2009 (Selasa Sore)
Digabung dengan ibadah doa puasa session III
Matius 24: 32-35.
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pembaharuan/keubahan hidup ini bagaikan...

Ibadah Raya Surabaya, 23 November 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 19 April 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 -> "Keadaan pada waktu kedatangan Yesus ke 2x"
Ada 3...

Ibadah Raya Malang, 29 November 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat Laodikia.
Jemaat...

Ibadah Raya Malang, 02 Agustus 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 November 2012 (Senin Sore)
Disertai penataran imam dan calon imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 02 Desember 2018 (Minggu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:1-5
8:1 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya.
8:2 Lalu aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Allah, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala.
8:3 Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu.
8:4 Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.
8:5 Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.

Ini adalah tentang pembukaan meterai (penghukuman) yang ketujuh, yang terbagi menjadi dua bagian:
  1. [Wahyu 8:1-4] Suasana ketenangan setengah jam di Sorga.
  2. [Wahyu 8:5] Suasana kegoncangan di bumi yang semakin bertambah, sampai kehancuran dan kebinasaan di neraka selama-lamanya.

ad. 2. Suasana kegoncangan.
Kegoncangan-kegoncangan sudah dituliskan oleh nabi Hagai.

Hagai 2:7-8,22-23
2:7 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat;
2:8 Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam.
2:22 "Katakanlah kepada Zerubabel, bupati Yehuda, begini: Aku akan menggoncangkan langit dan bumi
2:23 dan akan menunggangbalikkan takhta raja-raja; Aku akan memunahkan kekuasaan kerajaan bangsa-bangsa dan akan menjungkirbalikkan kereta dan pengendaranya; kuda dan pengendaranya akan mati rebah, masing-masing oleh pedang temannya.

Nabi Hagai menuliskan dua kali tentang kegoncangan-kegoncangan yang akan terjadi di bumi artinya:
  • Kegoncangan di bumi di segala bidang pasti terjadi.
  • Kegoncangan-kegoncangan di segala bidang yang melanda bumi sangat dahsyat.

Mengapa Tuhan ijinkan terjadi kegoncangan-kegoncangan?
  • Supaya terjadi pemisahan antara kehidupan yang tidak tergoncangkan (tahan uji, mewarisi Kerajaan Sorga yang tidak tergoncangkan) dan kehidupan yang tergoncang (binasa di neraka).
  • Supaya kita masuk dalam pembangunan rumah Allah rohani/ pelayanan pembangunan tubuh Kristus.
  • Untuk menetapkan kehidupan Kristen (hamba Tuhan, pelayan Tuhan) yang seperti perak dan emas, yang menjadi milik Tuhan selama-lamanya.
    Hagai 2:9
    2:9 Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.


1 Petrus 1 :18-19
1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Pengertian emas dan perak secara rohani adalah:
  1. Hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang mengalami penebusan/ kelepasan dari dosa-dosa oleh darah Yesus, darah yang mahal.
    Sehebat apa pun manusia di dunia (pandai, kaya, kedudukan tinggi), tetapi jika berbuat dosa apalagi enjoy dalam dosa, maka sangat tidak berharga di hadapan Tuhan, sangat murah di hadapan Tuhan, hanya seharga anjing dan babi yang busuk dan akan dibinasakan selamanya.

    Satu-satunya cara untuk melepaskan kita dari dosa-dosa sampai puncaknya dosa adalah penebusan oleh darah Yesus.

    Prosesnya adalah kita harus mengaku dosa sejujur-jujurnya kepada Tuhan (vertikal) dan sesama (horizontal), maka darah Yesus akan mengampuni segala dosa kita, menutupi dosa-dosa kita seperti kita tidak pernah berbuat dosa, sehingga setan tidak bisa menuduh, hati nurani tidak bisa menuduh. Setelah diampuni, jangan berbuat dosa lagi, tetapi kita harus hidup dalam kebenaran, sama dengan selamat. Kebenaran dan keselamatan sangat berharga di hadapan Tuhan, sangat mahal di hadapan Tuhan, seharga darah Yesus yang mahal, lebih dari segala harta di dunia.

    Darah Yesus = darah Anak Domba = penggembalaan.

    Setelah kita ditebus oleh darah Yesus, hidup benar dan menjadi senjata kebenaran, maka kita harus tergembala dengan benar dan baik, selalu berada di kandang penggembalaan/ ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
    • Ketekunan dalam Ibadah Raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus dengan karunia-karunia Roh Kudus.
    • Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab, persekutuan dengan Anak Allah dalam firman pengajaran dan korban Kristus.
    • Ketekunan dalam Ibadah Doa penyembahan, persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.

    Dalam kandang penggembalaan, maka tubuh, jiwa, roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal. Kita tidak bisa dijatuhkan dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa, tidak bisa disesatkan oleh ajaran-ajaran sesat.

    Jadi, penggembalaan adalah tempat memantapkan kebenaran, keselamatan, sekaligus tempat memantapkan berkat Tuhan. Sampai suatu waktu menjadi benar seperti Yesus benar, sudah tidak bisa diganggu-gugat lagi.

  2. Hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang mengalami penyucian yang terus-menerus sampai suci seperti Yesus suci.
    2 Timotius 2:20-21
    2:20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.
    2:21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

    Dengan apa kita disucikan?
    Maleakhi 3:1-3
    3:1 Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.
    3:2 Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.
    3:3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.

    • Dengan sabun tukang penatu.
      Sabun mencuci noda-noda dari pakaian pelayanan/ noda di luar (lahir).
      Mencuci pakaian dengan sabun harus dikucak = diulang-ulang, untuk menghilangkan noda-noda pada pakaian pelayanan.

    • Dengan api tukang pemurni logam, untuk penyucian karat dosa di dalam (batin).

    Ini menunjuk pada firman pengajaran yang benar, yang keras, yang diulang-ulang, yang sanggup menyucikan hamba Tuhan/ pelayan Tuhan secara lahir dan batin, terus-menerus, sampai suci seperti Yesus suci.

    Kalau menolak api firman yang diulang-ulang, maka cara terakhir Tuhan menyucikan dengan api hajaran, ujian habis-habisan.

    Apa yang disucikan?
    • Penyucian hati dan pikiran (batin).
      2 Timotius 2:22
      2:22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

      Yaitu penyucian dari nafsu orang muda = singa muda yang ada di kebun anggur:
      • Penyucian dari keinginan jahat (keinginan akan uang).
        Contoh: orang muda yang kaya tetapi terikat akan uang, sehingga kecewa dan meninggalkan Yesus selamanya.

        Praktek keinginan akan uang adalah mencari uang dengan cara tidak halal. Juga tidak setia, tinggalkan ibadah pelayanan hanya karena mencari uang, atau beribadah melayani hanya untuk mencari perkara-perkara jasmani (uang, jodoh, kedudukan). Sampai kikir (tidak bisa memberi) dan serakah (mencuri milik Tuhan dan sesama).

      • Penyucian dari keinginan najis yang mengarah pada dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin-mengawinkan (percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri yang sah, laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, dengan binatang, nikah yang salah, kawin campur, kawin cerai, kawin mengawinkan/ seks bebas).

      Kalau hati dan pikiran sudah disucikan dari singa muda, hasilnya adalah ada keadilan (benar/ tidak memihak), kesetiaan, kasih dan damai sejahtera, semua enak dan ringan.

    • Singa menggigit dua tulang betis dan telinga.
      Amos 3:12
      3:12 Beginilah firman TUHAN: "Seperti seorang gembala melepaskan dari mulut singa dua tulang betis atau potongan telinga, demikianlah orang Israel yang diam di Samaria akan dilepaskan seperti sebagian dari katil dan seperti sepenggal dari kaki balai-balai."

      Singa menggigit telinga (pendengaran) artinya mendengar ajaran-ajaran palsu yang tidak sesuai dengan Alkitab, mendengar gosip-gosip yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya sehingga iman menjadi lemah, menjadi bimbang. Orang bimbang tidak tenang, tidak mendapat apa-apa/ kosong, hidupnya habis-habisan sampai tenggelam.

      Singa menggigit dua tulang betis (pendirian terhadap pengajaran benar) artinya goyah dan meninggalkan ajaran benar, mengikuti ajaran setan-setan/ ajaran-ajaran palsu yang bertentangan dengan Alkitab. Sehingga perjalanan hidupnya kacau, jatuh dalam perbuatan-perbuatan dosa sampai puncaknya dosa, tidak setia dalam ibadah pelayanan sampai tinggalkan ibadah pelayanan.

      2 Timotius 2:23-25
      2:23 Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,
      2:24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar
      2:25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,

      Singa muda juga menunjuk pertengkaran. Sumbernya adalah dari iri hati, yang terjadi karena menghina berkat, pemakaian, dan kemurahan Tuhan atas hidup kita.
      Pertengkaran juga terjadi karena kebenaran diri sendiri, yaitu salah tetapi tidak mau mengaku dosa malah menyalahkan orang lain, menyalahkan Tuhan, sampai menyalahkan firman pengajaran yang benar.
      Hamba Tuhan tidak boleh bertengkar. Orang yang suka bertengkar tidak boleh jadi hamba Tuhan.

      Dalam penggembalaan, kita disucikan secara intensif (lahir dan batin). Sehingga dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus, sampai suci seperti Yesus suci.

  3. Cincin meterai.
    Hagai 2:24
    2:24 Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, Aku akan mengambil engkau, hai Zerubabel bin Sealtiel, hamba-Ku -- demikianlah firman TUHAN -- dan akan menjadikan engkau seperti cincin meterai; sebab engkaulah yang Kupilih, demikianlah firman TUHAN semesta alam."

    Cincin tidak ada ujung dan pangkal = gambaran kasih Allah.
    Meterai = cap.

    Kidung Agung 8:5-6
    8:5 Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? -- Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau.
    8:6 -- Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!

    Cincin meterai dari pihak Tuhan adalah kasih sekuat maut, kasih Yesus di atas kayu salib, sama dengan kasih setia yang tidak bisa bergeser sedikitpun.

    Dari pihak kita, cincin meterai adalah mengasihi Tuhan lebih dari semua, mengutamakan Tuhan lebih dari semua, berkorban apa pun untuk Tuhan. Kita menjadi hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang bergantung sepenuh pada kasih setia Tuhan, bersandar di dada Yesus, seperti bayi dalam pelukan tangan Tuhan.

    Posisi kita dan hasilnya:
    • Kita seperti bayi dalam gendongan tangan Tuhan, hanya menangis kepada Tuhan, hanya ingat Tuhan, maka Tuhan juga ingat kita, memperhatikan, memperdulikan, bergumul untuk kita bayi-bayi yang tidak berdaya.
      Yesaya 49:14-15
      49:14 Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
      49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

      Mazmur 136:1,4
      136:1 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
      136:4 Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

      Seorang diri Tuhan mengulurkan tangan kasihNya kepada kita untuk memeluk kita, untuk melakukan keajaiban besar, yaitu melindungi, memelihara kita di tengah kesulitan dunia, di tengah celaka mara bahaya, sampai zaman antikris berkuasa di bumi, sampai hidup kekal selamanya. Dan seorang diri Dia mengulurkan tangan kasih setiaNya untuk melakukan keajaiban besar bagi kita, yaitu melakukan perkara-perkara yang tidak bisa kita lakukan, tidak bisa kita pikirkan.

    • Kejadian 30:14-15,22
      30:14 Ketika Ruben pada musim menuai gandum pergi berjalan-jalan, didapatinyalah di padang buah dudaim, lalu dibawanya kepada Lea, ibunya. Kata Rahel kepada Lea: "Berilah aku beberapa buah dudaim yang didapat oleh anakmu itu."
      30:15 Jawab Lea kepadanya: "Apakah belum cukup bagimu mengambil suamiku? Sekarang pula mau mengambil lagi buah dudaim anakku?" Kata Rahel: "Kalau begitu biarlah ia tidur dengan engkau pada malam ini sebagai ganti buah dudaim anakmu itu."
      30:22 Lalu ingatlah Allah akan Rahel; Allah mendengarkan permohonannya serta membuka kandungannya.

      Rahel tertutup kandungannya, menunjuk pintu tertutup di dunia. Tetapi ada buah dudaim, yaitu kasih.
      Posisi kita adalah seperti Rahel yang diingat oleh Tuhan karena memiliki buah dudaim (kasih). Rahel adalah hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang mengalami penyucian hawa nafsu daging (rela tidak tidur sengan suaminya), demi kasihnya kepada Tuhan/ demi buah dudaim. Rahel mengasihi Tuhan lebih dari semua sehingga Rahel selalu mengingat Tuhan. Maka Tuhan mengingat Rahel sehingga membuka pintu kandungan Rahel. Pintu-pintu di dunia terbuka bagi kita. Tuhan sanggup menghapus kemustahilan, menghapus aib dan diganti kemuliaan, diganti kebahagiaan Sorga.

      Lukas 23:41-43
      23:41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
      23:42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
      23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

      Sampai pintu Firdaus/ pintu Sorga terbuka.

      Biar kita jujur untuk mengaku dosa-dosa kepada Tuhan dan sesama. Kita menyerah kepada Tuhan, sehingga Tuhan mengulurkan tangan seorang diri untuk membuka pintu Sorga bagi kita. Sampai jika Tuhan datang kedua kali, kita menjadi sempurna seperti Dia, layak menyambut kedatanganNya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia dalam kerajaan Sorga kekal selamanya.


Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 22-24 Januari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Manokwari)

  • Maret 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Serui)

  • 02-04 April 2019
    (Ibadah Persekutuan di Surabaya)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Malaka, Malaysia)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top