English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Januari 2014)
Tayang: 31 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 29 Juni 2014)
Tayang: 01 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 01 Juli 2007)
Tayang: 03 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 08 Desember 2013)
Tayang: 30 Juni 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 02 Maret 2008)
Tayang: 10 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 Juni 2013)
Tayang: 25 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 05 Agustus 2007)
Tayang: 10 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 15 April 2007)
Tayang: 01 Desember 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 17 Februari 2008)
Tayang: 15 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 21 Oktober 2007)
Tayang: 29 Mei 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 04 November 2007)
Tayang: 05 Juli 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 25 November 2007)
Tayang: 06 September 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 26 Agustus 2007)
Tayang: 21 Desember 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 29 Juni 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 01 Mei 2016

Kita kembali dalam Kitab Wahyu 1: 17-20. Kita membaca terlebih dahulu ayat 17-18

Wahyu 1: 17-18
17. Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
18. dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Rasul Yohanes dibuang ke pulau Patmos bukan karena berbuat dosa, tetapi karena mengalami sengsara daging karena YESUS (kesaksian YESUS dan Firman ALLAH), sehingga dia tersungkur. Rasul Yohanes tersungkur di depan Kaki YESUS = menyembah dengan hancur hati (seperti orang yang mati) = menyembah sampai daging tidak bersuara lagi (penyerahan sepenuhnya kepada TUHAN), maka rasul Yohanes mengalami jamahan Tangan TUHAN dan rasul Yohanes menerima tiga hal. Menyembah dengan hancur hati: mengaku hanya tanah liat, tidak dapat berbuat apa-apa, tidak berdaya apa-apa, tidak berharga apa-apa, banyak kesalahan, hanya diinjak-injak.

Begitu dijamah oleh TUHAN, rasul Yohanes menerima tiga hal:

  1. "Jangan takut!" = melenyapkan ketakutan. Nanti ketakutan atau stres akan menjadi pembunuh utama baik:


    1. secara jasmani: jika takut atau stres, maka hormon dalam tubuh bekerja tidak baik, sehingga penyakit datang semuanya, bisa mati.
    2. terlebih secara rohani (lebih dahsyat lagi secara rohani): jika takut atau stres, maka kering rohani, sampai masuk kematian kedua atau kebinasaan.


    Tetapi kalau mendapatkan jamahan Tangan Kanan TUHAN, maka ketakutan akan lenyap (tidak ada ketakutan lagi).


  2. "Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir"  = menerima kasih ALLAH, yaitu kasih mula-mula sampai puncaknya kasih (kasih Mempelai).
  3. "Aku yang mati dan yang hidup" = menerima kuasa kemenangan atas maut. Ini yang masih kita pelajari hari ini.

YESUS mati dan bangkit untuk mengalahkan maut (YESUS menang atas maut), sehingga Dia berhak memegang kunci kerajaan maut untuk menutup pintu kerajaan maut, supaya kita jangan binasa selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

TUHAN bukan saja memegang kunci kerajaan maut, tetapi TUHAN juga memegang kunci kerajaan surga untuk diberikan kepada kita.
Matius 16: 18,19,
18. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
19. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Ay 18 => 'alam maut tidak akan menguasainya' => menang atas maut.

YESUS memberikan kunci kerajaan surga kepada Petrus (kita) yang menang atas maut, supaya kita dapat masuk kedalam kerajaan surga yang kekal. Jadi, begitu besar nilai penyembahan atau tersungkur dihadapan TUHAN dan TUHAN akan menjamah . Apa itu kunci kerajaan surga? Yang pertama adalah salib. Untuk masuk dalam kerajaan surga, perlu salib (ini sudah diterangkan). Yang kedua, masih diterangkan sampai hari ini didalam 2 Petrus 1: 10-11.

2 Petrus 1: 10, 11,
10. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
11. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Ay 11 => 'hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal' => kunci kerajaan surga.
Ay 10 => Apa itu kunci kerajaan surga? Panggilan dan pilihan TUHAN.

Jadi, kunci kerajaan surga adalah panggilan dan pilihan TUHAN yang mengangkat kita menjadi imam-imam dan raja-raja. Imam dan raja adalah:

  • kehidupan yang dipakai oleh TUHAN,
  • kehidupan yang beribadah dan melayani TUHAN sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan kepada kita.

Setiap kehidupan kita harus memiliki jabatan pelayanan, sebab itulah kunci kerajaan surga. Yang belum melayani berdoa, supaya TUHAN gerakkan lewat Firman (bukan lewat manusia), sehingga kita menjadi imam-imam dan raja-raja (memegang jabatan pelayanan). Semoga kita dapat mengerti.

Begitu Tangan Kanan TUHAN menjamah rasul Yohanes, maka dia menerima kunci kerajaan surga = menerima tugas dari TUHAN atau kepercayaan dari TUHAN ('tuliskan kepada sidang jemaat').

Wahyu 1: 19, Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.

Begitu dijamah oleh Tangan Kanan TUHAN, rasul Yohanes tidak takut lagi sebab Ia menerima kasih TUHAN dan juga menerima kunci kerajaan surga = rasul Yohanes dipakai untuk menuliskan surat-surat kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang berisi teguran-teguran, nasihat-nasihat untuk menyucikan bangsa kafir dari kekurangannya, cacat celanya, sehingga bangsa kafir ditampilkan sebagai tujuh kaki dian emas = gereja yang sempurna (angka tujuh = sempurna). Mulai Kitab Wahyu 2, kita akan pelajari jemaat Efesus, Smirna, sampai tujuh sidang jemaat. Inilah perintah dan kepercayaan TUHAN kepada rasul Yohanes. Dipakai atau diutus oleh TUHAN, itulah kunci kerajaan surga. Semoga kita dapat mengerti.

Demikian juga dengan kita. Kalau kita benar-benar dapat tersungkur didepan Kaki TUHAN, sampai dijamah oleh Tangan Kanan TUHAN, maka kita akan menerima kunci kerajaan surga (menerima jabatan pelayanan). Banyak berdoa hari-hari ini, sehingga kita akan dipakai oleh TUHAN. Yang belum memiliki jabatan pelayanan berdoa dengan sungguh-sungguh, sampai dijamah oleh Tangan Kanan TUHAN. Jangan dijamah orang atau disuruh orang => 'kamu sudah waktunya untuk melayani' Jangan mau! Tetapi sampai dijamah oleh Tangan Kanan TUHAN = sampai kita tergerak dan kita menerima jabatan pelayanan dari TUHAN. Mari, banyak medengarkan Firman dan banyak berdoa, sampai di jamah oleh Tangan Kanan TUHAN.

Hati-hati, bagi yang sudah menerima jabatan pelayanan harus mempertahankan (kunci kerajaan surga atau hak penuh masuk kerajaan surga harus dipertahankan)! Kuncinya jangan dipotong, dikikir. Kunci sebagai pembuka kerajaan surga, itulah jabatan pelayanan. Demikian juga pengajaran tabernakel, sebab itu saya tidak mau kalau tabernakel diubah sekalipun hanya sedikit. Ada orang yang datang kepada saya dan berkata "ini hanya berbeda sedikit saja, mengapa tidak mau menerima?' Saya jawab => 'oom datang ke gereja naik mobil, coba saya pinjam kuncinya, mau saya kikir sedikit saja' Dia menjawab => 'jangan! nanti tidak dapat membuka pintu mobil' Seperti itulah! Sebab itu jangan bilang 'hanya berbeda sedikit saja', kalau berbeda sedikit saja dari pengajaran tabernakel, maka pintu kerajaan surga tidak dapat terbuka. Orang tersebut baru mengerti. Kalau yang lain terserah saja, tetapi kalau tabernakel tidak dapat berbeda sedikit saja.

Setelah menerima jabatan pelayanan (kunci kerajaan surga), jangan dikikir-kikir, jangan dipotong, nanti kerajaan surga tidak dapat terbuka. Jadi, harus penuh!

2 Petrus 1: 10, 11,
10. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
11. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Ay 10 => 'Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh' => setelah menerima jabatan pelayanan (panggilan pilihan TUHAN), harus berusaha sungguh-sungguh.

Sikap kita terhadap panggilan dan pilihan TUHAN yaitu kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk setia dalam ibadah pelayanan sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan kepada kita sampai garis akhir. Kita berusaha itu sudah luar biasa, tetapi harus ditambah dengan sungguh-sungguh. Sampai garis akhir yaitu sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN YESUS datang kembali ke dua kali = melayani sepenuhnya, sehingga kita mendapatkan hak penuh untuk masuk kerajaan surga yang kekal (kita mendapatkan kunci kerajaan surga seutuhnya untuk masuk kerajaan surga yang kekal). Kalau melayani dengan sepenuhnya, maka mendapatkan hak penuh juga (kuncinya penuh, tidak dikikir, tidak dipotong).

Kita harus berusaha. Yang belum melayani berdoa, sampai dijamah oleh Tangan Kanan TUHAN. Jangan disuruh oleh manusia, jangan! Tetapi dijamah oleh Tangan Kanan TUHAN; sampai kita ada kesadaran untuk melayani TUHAN (menerima panggilan pilihan TUHAN). Ini tidak dapat dipaksakan! Saya sebagai gembala memberikan kesempatan seluas-luasnya. Kalau saudara pindahan dari gereja lain, dan kalau ada bukti-bukti bahwa saudara melayani, silahkan saja. Saya tidak akan mempersulit semuanya. Yang baru, mari dengarkan Firman. Kalau disini ada formulirnya, supaya semuanya jelas, sama-sama jelas, dan tidak salah dan ikutilah kegiatan-kegiatan ibadah sampai dijamah oleh Tangan Kanan TUHAN; sampai tergerak oleh kekuatan TUHAN untuk melayani. Yang sudah melayani, mari berusaha dengan sungguh-sungguh setia sampai garis akhir = melayani sepenuhnya = mendapatkan hak penuh untuk masuk kerajaan surga = mendapatkan kunci kerajaan surga untuk masuk kerajaan surga yang kekal.

Pada ay 10 ada istilah 'Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung', berarti ada yang tersandung. Inilah kewaspadaan, supaya kita tidak tersandung dalam panggilan dan pilihan TUHAN, supaya kita tidak meninggalkan jabatan pelayanan (jangan sampai kita tidak setia sampai meninggalkan jabatan pelayanan). Jika tidak setia setia sampai meninggalkan jabatan pelayanan, maka kehilangan hak penuh untuk masuk kerajaan surga (kehilangan kunci kerajaan surga). Sandungan-sandungan inilah yang harus diwaspadai.

Ada tiga hal yang menjadi sandungan dalam panggilan dan pilihan TUHAN:

  1. Yehezkiel 18: 30-32,
    30. Oleh karena itu Aku akan menghukum kamu masing-masing menurut tindakannya, hai kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan.
    31. Buangkanlah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku dan perbaharuilah hatimu dan rohmu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?
    32. Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup!"

    Ay 30 => 'Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan' => batu sandungan pertama adalah kedurhakaan = pemberontakan = tidak taat.

    Batu sandungan pertama: durhaka = memberontak = tidak taat dengar-dengaran.

    Ibrani 10: 25-27,
    25. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
    26. Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
    27. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

    Ay25 => 'seperti dibiasakan oleh beberapa orang' => sudah kebiasaan.

    Apa praktik dari kedurhakaan atau memberontak?


    • Dosa kebiasaan = tidak setia dalam ibadah pelayanan, tetapi tidak merasa menyesal (tidak merasa bersalah atau berdosa). Ini sudah bahaya (kedurhakaan)! Kalau masih merasa menyesal, masih dapat ditolong => 'aduh, saya tidak dapat beribadah, saya tidak bisa melayani, saya menyesal. Termasuk saya sebagai seorang gembala. Mari, kita berhati-hati. Kalau tidak menyesal, tidak merasa berdosa, malah tertawa-tawa, ini sudah bahaya (menjadi dosa kebiasaan) dan satu langkah lagi menjadi dosa sengaja.


    • Dosa sengaja = tidak mau beribadah dan melayani TUHAN atau meninggalkan ibadah pelayanan sekalipun ada kesempatan/tidak ada halangan/semuanya berjalan baik. Semoga kita dapat mengerti.


    Inilah kedurhakaan; dosa kebiasaan dan dosa sengaja. Akibatnya adalah masuk penghukuman api neraka untuk selamanya (ay 27). Ini serius! Banyak orang yang tahu kalau mencuri, berzinah, membunuh itu berdosa, tetapi banyak yang tidak tahu kalau tidak beribadah melayani TUHAN itu juga berdosa (bahkan sudah menjadi dosa kebiasaan, sampai dosa sengaja). Semoga kita dapat mengerti.

    Mari kita berusaha. Bagaimana jalan keluarnya supaya kita tidak menjadi orang durhaka? Orang durhaka mau diapakan juga memang sudah begitu; sudah biasa tidak beribadah, sengaja tidak beribadah.

    Yehezkiel 18: 31, Buangkanlah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku dan perbaharuilah hatimu dan rohmu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?

    Jalan keluarnya adalah kita harus mengalami pembaharuan hati nurani. Lewat apa? Tadi juga disebutkan lewat bertobat dll. Proses pembaharuan hati nurani yaitu:


    • Bertobat = berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN (mati terhadap dosa).
    • Kemudian, kalau sudah mati harus dikuburkan = masuk dalam baptisan air yang benar.


    Roma 6: 4, Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Ay 4 => 'demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru' => kita memperoleh hidup yang baru. Semoga kita dapat mengerti.

    Baptisan air yang benar yaitu kehidupan yang sudah bertobat (mati terhadap dosa) harus dikuburkan di dalam air bersama YESUS, sehingga dia keluar dari air bersama YESUS/bangkit bersama YESUS (seperti YESUS bangkit dari kuburan), untuk mendapatkan hidup baru itulah hidup surgawi. Kita dilahirkan oleh ibu kita masing-masing hanya mendapatkan hidup secara jasmani (tidak cocok untuk di surga). Oleh sebab itu harus dilahirkan baru lewat baptisan air, supaya mendapatkan hidup baru itulah hidup surgawi (cocok untuk hidup di surga). Semoga kita dapat mengerti.

    Waktu YESUS dibaptiskan, Dia juga keluar dari air (keluar dari kuburan air). Sebenarnya YESUS tidak perlu dibaptiskan, sebab Dia bukanlah orang berdosa. Lalu mengapa YESUS dibaptiskan? Untuk mengikuti kehendak TUHAN dan memberikan contoh kepada kita tentang baptisan air yang benar. Dalam Matius 3 'YESUS keluar dari air, Roh turun seperti burung merpati, langit terbuka' Langit terbuka = hidup baru. YESUS keluar dari air, sejauh mana keluar dari air? Roma 6: 4 'dari kuburan air' Apa itu hidup baru? Hati nurani yang baik. Inilah pembaharuan hati nurani!

    1 Petrus 3: 20, 21,
    20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

    Ay 21 => 'Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan' => baptisan air.
    Jadi hidup baru = hidup surgawi yaitu memiliki hati nurani yang baik = taat dengar-dengaran (tidak durhaka). Pada zaman Nuh dahulu, banyak yang tidak taat, sampai anak-anak (anak Sekolah Minggu) juga tidak taat, sehingga binasa semuanya terkena air bah. Yang mempunyai anak kecil berdoa, supaya mendapatkan hati nurani yang baik semuanya, TUHAN tolong supaya mereka dapat dengar-dengaran. Harus selalu didoakan! Kalau sudah taat (mempunyai hati nurani yang baik), maka roh durhaka tidak dapat masuk.

    Dalam baptisan air,selain hati dibaharui, pikiran juga dibaharui => Kolose 3: 1,2
    1. Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
    2. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

    Ay 1 => 'Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus' => dalam baptisan air, kita dikuburkan bersama YESUS (mati bersama YESUS), kemudian keluar dari air bersama YESUS (bangkit bersama YESUS).
    'carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah' => Dia sebagai Imam Besar yang melayani ibadah pelayanan.

    Tadi,


    • hati dibaharui sehingga menjadi hati yang taat, sehingga roh durhaka tidak dapat masuk. Kemudian,
    • pikiran juga baharui menjadi pikiran surgawi = memikirkan perkara diatas lebih dari segala perkara bumi, artinya mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara di bumi (setia dalam ibadah pelayanan). Bukan berarti sekarang semuanya berhenti bekerja, bukan! Kita tetap kuliah, sekolah, bekerja, tetapi lebih mengutamakan perkara diatas (perkara ibadah pelayanan) lebih dari perkara di bumi. Mungkin ada yang berkata => 'orang demikian tidak dapat hidup' Ini sudah dibuktikan, bangsa Israel selama empat puluh tahun di padang gurun, tidak dapat menabur menuai, pekerjaannya hanya beribadah dan TUHAN lah yang memelihara secara langsung. Mari kita bersungguh-sungguh setia dalam ibadah pelayanan. Jika hati sudah baru (taat) dan pikirannya baru (setia), maka: orang semacam ini tidak akan dapat tersandung dalam panggilan pilihan (tidak dapat durhaka). Semoga kita dapat mengerti.


    • Mazmur 139: 23-24
      23. Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;
      24. lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

      Ay 23 => hatinya taat dan pikirannya setia (mengutamakan perkara surga lebih dari perkara di bumi). Taat dan setia! Lalu apa yang harus dilakukan? Bukan malah tersandung, terjatuh, tetapi dituntun oleh TUHAN.

      Ay 24 => 'lihatlah, apakah jalanku serong' => jangankan jatuh, serong pun tidak.
      'tuntunlah aku di jalan yang kekal!' => dituntun oleh TUHAN.


    Jika hatinya taat dan pikirannya setia (mengutamakan TUHAN), orang semacam ini akan dituntun oleh TUHAN ke jalan yang kekal. Saya percaya, kalau TUHAN sudah menuntun ke jalan yang kekal, apalagi kalau hanya perkara dunia. Tidak akan sulit! TUHAN juga pasti menuntun ke jalan masa depan yang berhasil dan indah.

    TUHAN menuntun ke jalan yang kekal berarti:


    • masuk kerajaan surga, tidak akan tersandung = TUHAN memberikan kunci kerajaan surga untuk masuk kerajaan surga.
    • TUHAN juga menuntun ke jalan masa depan yang berhasil dan indah. Kalau pintu kerajaan surga terbuka, maka pintu-pintu di dunia pasti terbuka. Tidak mungkin tidak, TUHAN tidak pernah salah, TUHAN tidak pernah menipu kita. Semoga kita dapat mengerti.


    Kalau pintu-pintu tertutup, perhatikanlah hati. Dasarnya hanya itu saja! Kalau pesawat mau datang, landasannya ini yang harus dikuatkan. Hati dan pikiran itulah landasan. Kalau landasannya tidak kuat, lalu kita memaksakan TUHAN => 'TUHAN turunkan pesawat' Maka dua-duanya akan hancur; berkatnya hancur (mubazir) dan hidupnya juga hancur (tidak tahan menerima berkat). Oleh sebab itu Lempin-El Kristus Ajaib yang mendengarkan baik di Malang maupun yang ikut kesini, perhatikan! Mengapa kita dibuat seperti ini, harus menderita (mengepel, dll)? Untuk membuat landasan. Saya dulu disuruh untuk berkhotbah tetapi tidak diberi ongkos, tidak boleh menerima kolekte, kalau segi dunia => 'apa-apaan, mau diapain saya ini' Ternyata untuk menguatkan landasannya, itulah taat dan setia. Kalau sudah punya landasan yang kuat, setelah itu pesawat darimana saja dapat turun (berkat darimana saja dapat turun). Ini bukan menyombongkan (minta ampun kalau dianggap sombong). Semuanya dapat turun asalkan landasannya kuat. Semoga kita dapat mengerti.

    Kita semuanya juga dapat mengalami ini. Mari, kaum muda bersungguh-sungguh hari-hari ini untuk taat dan setia. Pada ibadah waktu yang lalu, berjuang, berlomba dengan sungguh-sungguh. Landasan harus kuat. Semoga kita dapat mengerti.

    Hati-hati, sandungan yang pertama adalah dosa kebiasaan. Tidak beribadah sudah biasa, tidak menyesal, malah tertawa-tawa. Misalnya: ibadah hari Minggu semacam ini tidak datang beribadah, lalu bertemu dengan seseorang di jalan atau dimana saja => 'tadi kamu tidak datang ibadah' Lalu tertawa-tawa, inilah berbahaya! Kalau dia sungguh serius => 'aduh saya tadi terhalang, sampai sudah terlalu terlambat' Ini masih dapat ditolong. Kalau sudah menjadi dosa kebiasaan, selangkah lagi menjadi dosa sengaja. Ini berarti landasannya sudah rusak. Semoga kita dapat mengerti.

    Hati-hati rasul Petrus menuliskan => 'supaya kamu tidak pernah tersandung' Dia yang menerima kunci kerajaan surga dari TUHAN, lalu dia memberikan pengertian tentang kunci kerajaan surga kepada kita lewat surat Petrus => 'berusahalah ... ini kunci kerajaan surga' Kita juga bersyukur kalau mempunyai pengajaran tabernakel, sebab itulah kunci kerajaan surga. Kalau sudah mempunyai kunci kerajaan surga, kita hidup di dunia, tidak perlu bingung lagi. Kita hidup di dunia yang penuh dengan kutukan, tetapi bersuasana surga. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Yehezkiel 7: 19, 20,
    19. Perak mereka akan dicampakkan ke luar dan emas mereka akan dianggap cemar. Emas dan peraknya tidak akan dapat menyelamatkan mereka pada hari kemurkaan TUHAN. Mereka tidak akan kenyang karenanya dan perut mereka tidak akan terisi dengannya. Sebab hal itu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan mereka ke dalam kesalahan.
    20. Mereka menghiasi dirinya dengan emas dan peraknya dan kepermaian perhiasan ini membawa mereka dalam kecongkakan. Dari emas dan perak itu mereka membuat patung-patungnya yang keji dan dewa-dewanya yang menjijikkan; oleh sebab itu Aku akan menjadikan emas dan peraknya cemar bagi mereka.

    Ay 20 => 'Dari emas dan perak itu mereka membuat patung-patungnya yang keji' => ada penyembahan berhala dari emas dan perak (kekayaan jasmani).

    Inilah yang disembah (penyembahan berhala) dan tidak menyembah TUHAN lagi.

    Sandungan kedua: emas dan perak jasmani = kekayaan jasmani. Hati-hati, sebab ini dapat menjadi batu sandungan. Tadi sandungan yang pertama adalah kedurhakaan (tidak taat). Jaga hati dan pikiran (harus dibaharui).

    Mengapa kekayaan jasmani menjadi sandungan dalam panggilan pilihan (dalam pelayanan), bahkan membuat kita kehilangan kunci kerajaan surga?


    • Jika kita beribadah dan melayani hanya (dengan tujuan utama) untuk mencari kekayaan jasmani (berkat jasmani). Sekarang, inilah yang banyak digembar-gemborkan.
      Yehezkiel 7: 22, Aku akan memalingkan wajah-Ku dari pada mereka dan perampok-perampok akan menajiskan rumah-Ku yang berharga; mereka akan masuk ke dalamnya dan menajiskannya,

      Inilah rumah doa yang sudah menjadi sarang penyamun. Sekarang ini sudah banyak ajaran-ajaran, datang kepada TUHAN untuk mencari kekayaan jasmani. Jika demikian, maaf rumah TUHAN menjadi sarang penyamun (TUHAN berkeluh kesah). Rumah TUHAN menjadi sama dengan gua-gua, gunung-gunung tempat bertapa (tempat berhala) => 'mari datang kesana, dapat kekayaan' Inilah ajaran-ajaran palsu yang justru menjadi sandungan dalam pelayanan (karena mencari kekayaan yang jasmani).


    • Jika kita salah menggunakan berkat TUHAN. Sebenarnya ini berkat dari TUHAN untuk kita, tetapi salah menggunakannya.


    Dimana kesalahannya?


    • Kita menerima berkat TUHAN, tetapi untuk kepentingan diri sendiri (egois), sehingga kita menjadi kikir.

      Kikir adalah:


      1. tidak dapat memberi untuk pekerjaan TUHAN,
      2. tidak dapat memberi untuk sesama yang membutuhkan. Untuk membangun tabernakel, nomor satu adalah persembahan khusus. TUHAN perintahkan Musa => 'pungutlah dari orang-orang yang rela hatinya' Inilah persembahan khusus. Seandainya waktu itu bangsa Israel tidak mau memberikan emasnya, bagaimana? Kalau tidak ada persembahan khusus, masa tabernakel dibuat dari pasir. Persembahan khusus adalah persembahan untuk pekerjaan TUHAN dan untuk sesama yang membutuhkan (terutama sesama anggota Tubuh Kristus yang membutuhkan).


    • Membuat patung-patung untuk penyembahan berhala = serakah. Tadi, emas dan perak untuk dibuat patung-patung berhala = salah dalam menggunakan berkat TUHAN! Semestinya emas dan perak dibuat untuk membangun tabernakel (kerajaan surga). Serakah artinya merampas hak orang lain, terutama hak-Nya TUHAN itulah persepuluhan dan persembahan khusus.


    Hati-hati, jangan menjadi sarang penyamun (karena keserakahan). Kalau menjadi sarang penyamun, maka hidupnya kacau. Kalau menjadi rumah doa, saat semuanya sudah tidak dapat kita lakukan (kemana-mana sudah tidak bisa), kita hanya berdoa kepada TUHAN. Betapa bahagianya. Merampas milik orang lain atau sesama, contohnya: hutang tidak mau membayar, menipu, korupsi (hati-hati dalam berdagang). Inilah penyembahan berhala; menjadikan rumah TUHAN menjadi sarang penyamun, sehingga hidupnya kacau (jahat dan najis). Semoga kita dapat mengerti.

    Kalau kikir dan serakah, maka akan kehilangan hak (kehilangan kunci kerajaan surga) dan menjadi sandungan dalam pelayanan. Melayani TUHAN tetapi kikir, serakah, inilah sandungan. Kikir dan serakah itu adalah roh dari antikris (roh jual beli). Semoga kita dapat mengerti.

    Jalan keluarnya? Supaya kita tidak tersandung dalam panggilan pilihan, maka kita harus mengejar emas dan perak rohani (bukan mengejar emas dan perak jasmani). Dalam ibadah pelayanan, kita harus mengejar emas dan perak rohani. TUHAN tidak pernah menipu kita. Kalau emas dan perak rohani bisa kita dapatkan, masa yang jasmani tidak bisa. Pasti bisa (pasti TUHAN berikan)!

    Maleakhi 3: 1-3,
    1. Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.
    2. Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu
    3. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.

    Ay 3 => 'Ia mentahirkan orang Lewi' => imam dan raja, pelayan TUHAN.
    Siapa yang bisa mendapatkan emas dan perak rohani? Orang Lewi = imam-imam dan raja-raja = kehidupan yang beribadah melayani TUHAN sesuai dengan jabatan pelayanan yang dipercayakan TUHAN (sebagai gembala, pemain musik, zangkoor dll). Tidak semuanya mendapatkan emas dan perak rohani, hanya imam-imam dan raja-raja.

    Bagaimana proses untuk mendapatkan emas dan perak rohani? Dua kali (lewat penyucian dan pemurnian):


    • Penyucian. Penyucian dengan sabun tukang penatu untuk menyucikan pakaian pelayanan/pakaian kudus/pakaian imam-imam. Pakaian pelayanan kita jangan sampai kotor. Apa itu sabun tukang penatu? Kalau baju disabun, akan dikucak maju mundur (kalau maju-maju terus bisa robek). Ini seperti Firman yang diulang-ulang (maju-mundur). Jadi, penyucian dengan sabun tukang penatu adalah penyucian lewat Firman pengajaran yang diulang-ulang dalam sistem penggembalaan untuk menyucikan pakaian pelayanan dari noda-noda. Inilah perlunya Firman diulang-ulang. Hanya seorang gembala yang dapat mengulang-ulang Firman. Kalau bapak, ibu, saudara sebagai domba sudah cocok. Domba itu keahliannya memamah biak (makan, masuk lambung, dikeluarkan lagi, lalu dimasukkan lagi).

      Gembalanya mengulang-ulang Firman dan kita memamah biak. Itu sudah cocok. Tetapi kalau tidak mau Firman yang diulang-ulang = binatang buas. Misalnya: buaya memakan kambing, langsung habis, tidak dapat dikeluarkan lagi. Hanya domba yang dapat memamah biak. Firman pengajaran dalam penggembalaan itu teratur, berkesinambungan dan diulang-ulang. Inilah cirinya penggembalaan. Saya pernah mendengar cerita dari guru dan gembala saya (bpk pdt Pong Dongalemba). Beliau sudah menjadi gembala selama delapan/sembilan belas tahun dan hampir-hampir pindah, lalu bpk pdt In Juwono (gurunya bpk pdt Pong) berkata => 'kamu belajar menggembala' Ternyata soal Firman harus disampaikan dengan teratur, berkesinambungan, dan diulang-ulang. Inilah mengucak pakaian.

      Jadi, penyucian lewat Firman pengajaran dalam sistem penggembalaan (Firman pengajaran yang disampaikan secara teratur dan diulang-ulang) untuk menyucikan pakaian pelayanan dari noda-noda, terutama noda jahat dan malas. Malas artinya tidak setia. Ini yang tidak dapat dipakai oleh TUHAN. Orang yang malas, pasti jahat (iri hati, menggosip, memfitnah, menjelekkan, bahkan menuduh TUHAN atau pengajaran yang benar, menyalahkan TUHAN atau pengajaran yang benar dll). Semoga kita dapat mengerti.

      Matius 25: 26, 30, 21
      26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
      30. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
      21. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

      Ay 26, 30 => hamba yang malas dan jahat = hamba yang tidak berguna. Mulai dari malas (tidak setia), pasti jahat (iri hati, bergosip, memfitnah, menjelekkan orang lain sampai menyalahkan TUHAN atau pengajaran yang benar) dan orang semacam ini (malas-jahat) tidak berguna. Inilah tersandung! Mari, biarlah kita sungguh-sungguh disucikan sekarang ini. Kalau jahat dan malas, maka tidak berguna dan akan dicampakkan kedalam kegelapan yang paling gelap (binasa selamanya).

      Ay 21 => tetapi jika mau disucikan, maka akan melayani dengan pakaian putih/ pakaian kesucian (melayani dengan setia dan baik) dan dipakai dalam perkara besar sampai bahagia bersama dengan TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

      Kita hidup di dunia tetapi bahagia bersama TUHAN (merasakan suasana surga). Mari, melayani TUHAN dengan pakaian putih (kesucian), jangan ada noda-noda malas, jahat (jika jahat, nanti juga menjadi najis). Semuanya harus disucikan (dikucak berulang-ulang), sampai kita berpakaian putih.


    • Sesudah penyucian, pemurnian. Baru setelah itu mendapatkan emas dan perak. Pelayan TUHAN dimurnikan dengan api tukang pemurni logam. Untuk menyucikan apa? Karat-karat dosa disebelah dalam yang seringkali tidak kelihatan (logam yang berkarat). Kalau mobil berkarat di las akan tampak sampai kedalam. Mungkin diluar kelihatan catnya hanya menggelembung, tetapi kalau di las akan tampak keroposnya sampai kedalam. Kalau noda kelihatan dari luar. Misalnya: pakaian putih, lalu ada noda hitamnya, ini kelihatan. Kalau karat seringkali tidak terlihat dari luar.

      Api tukang pemurni logam = nyala api siksaan = sengsara daging tanpa dosa = sengsara daging bersama YESUS (sengsara daging karena YESUS)= percikan darah untuk memurnikan kita. Tadi, sabun tukang penatu = Firman pengajaran yang diulang-ulang. Setelah disucikan dengan Firman masih belum cukup, sebab itu ditambah dengan nyala api siksaan.

      Nyala api siksaan, istilah pada Yusuf adalah jubah dicelup dalam darah. Melayani harus sengsara! Pemurnian oleh api pemurni logam ini supaya kita tampil sebagai:


      1. Emas yang murni = takut akan TUHAN. Emas = sifat illahi. Jadi, pelayan TUHAN harus takut kepada TUHAN, bukan yang lainnya. Kalau kita memiliki pegawai di rumah, maka ia akan takut kepada bossnya. Tidak mungkin ia takut kepada orang lain (sebab orang lain tidak menggaji dia). Inilah yang benar. Banyak kali kita salah termasuk kami sebagai hamba TUHAN, karena takut kepada jemaat, takut kepada sesuatu, sehingga melawan TUHAN. Contohnya: TUHAN mengatakan tidak boleh, akhirnya dibilang boleh karena takut kepada jemaat. Jangan!


      2. Emas murni = pelayan TUHAN yang takut akan TUHAN dan membenci kejahatan (membenci dosa sampai dusta).
        Amsal 8: 13, Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

        Ay 13 => sampai membenci dusta. Inilah takut akan TUHAN.
        Apapun yang harus kita hadapi, yang penting adalah takut kepada TUHAN => 'aku tidak mau berdusta, tidak mau berbuat dosa' Semoga kita dapat mengerti.


      3. Perak murni => Amsal 10: 20a Lidah orang benar seperti perak pilihan,

        Jadi perak murni adalah lidah yang benar = jujur. Inilah kehidupan yang sudah ditebus. Jujur yaitu kalau ya katakan ya, kalau tidak katakan tidak. Ini murni! Kalau ya ... tetapi ... Ini tidak murni atau berkarat. Terutama jujur soal pengajaran (TUHAN) terlebih dahulu. Saya selalu katakan => 'jujur dalam Titus 2: 7 (surat tahbisan), jujur soal pengajaran' Kalau soal pengajaran => 'bagaimana pengajaran? Memang salah, tetapi ... atau benar ... tetapi ... ' Ini berkarat dan jangan diikuti. Tetapi kalau berani berkata jujur apapun resikonya => 'ini salah, saya tidak mau' Inilah perak murni. Harus jujur soal TUHAN (pengajaran), soal pelayanan, soal nikah, soal keuangan, sampai segala hal. Semoga kita dapat mengerti.


      Jika kita sudah hidup suci (pakaian disucikan), takut akan TUHAN, jujur, mau tidak mau TUHAN harus memberkati kita. TUHAN tidak boleh, tidak memberkati kita. Hanya ini saja yang kita siapkan; emas dan perak; kesucian, takut akan TUHAN, kejujuran.

      Ayub 1: 1-3,
      1. Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
      2. Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan.
      3. Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.

      Ay 1 => disini tidak dituliskan kalau Ayub itu pintar, banyak modalnya, tetapi dituliskan bahwa Ayub itu saleh (suci), jujur dan takut akan TUHAN.

      Ayub adalah orang yang suci, jujur, takut akan TUHAN (punya emas dan perak rohani), maka Ayub diberkati TUHAN. Jika kita mempunyai emas dan perak rohani, maka kita pasti akan diberkati oleh TUHAN; berkat rohani, berkat jasmani, berkat anak cucu, berkat rumah tangga, semuanya diberkati oleh TUHAN. Kalau ada emas dan perak rohani, tidak ada alasan bagi TUHAN untuk tidak memberkati kita. Inilah yang kita kejar. Kalau kita mengejar berkat jasmani (beribadah melayani untuk mencari berkat jasmani), justru kita akan tersandung. Tetapi kalau kita mengejar kesucian, kejujuran, takut akan TUHAN (emas dan perak rohani), maka semua berkat didatangkan oleh TUHAN. Cepat atau lambat TUHAN pasti memberkati kita.


    Tadi, landasan harus kuat, ada masa depan. Hati dan pikiran tertuju kepada siapa? Harus taat dan setia kepada TUHAN. Kalau tidak, kita akan tersandung, kehilangan surga dan semuanya hilang. Tetapi kalau taat setia, akan mendapatkan surga dan masa depan. Sekarang, kalau punya emas dan perak rohani, maka jasmani kita dapat dan surga juga akan kita dapatkan.

    Hagai 2: 9, Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.

    Emas dan perak adalah milik TUHAN selama-lamanya. Kita adalah milik TUHAN selama-lamanya. TUHAN berada di surga, berarti kita juga masuk ke surga dan menjadi milik TUHAN selamanya, artinya kita dapat menyambut kedatangan TUHAN YESUS ke dua kali dan masuk kerajaan surga yang kekal. Semoga kita dapat mengerti.

    Mari, kita bersungguh-sungguh sekarang ini. Jika kita sudah melayani jangan tersandung. Landasannya siapkan, itulah hati nurani yang baik, pikiran yang baik (taat setia). Kita akan dituntun ke jalan yang kekal/ke surga, sehingga bertambah hari, hidup bertambah enak dan masa depan bertambah jelas. Contohnya: kalau saya naik mobil dari Malang ke Surabaya, bertambah dekat dengan Surabaya, maka bertambah merasakan suasana Surabaya. Kalau tambah dekat surga, maka bertambah jelas atau sudah merasakan surga. Di dunia ini hidup sulit, tetapi kalau kita tahu jalannya (dekat dengan TUHAN), maka TUHAN yang akan menolong kita.


  3. Matius 18: 6, "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

    Ay 6 => 'menyesatkan' => menyandung (dalam bahasa aslinya).

    Kalau orang menjadi sandungan, maka lehernya diikat dengan batu kilangan dan dibuang ke laut. Apa artinya itu?

    Wahyu 18: 21, Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.

    Ay 21 => 'batu kilangan' (keras) => Babel = dosa Babel.

    Sandungan ketiga: dosa Babel = dosa makan minum dan kawin mengawinkan:


    • Dosa makan minum (maafkan ini selalu diulang-ulang): merokok, mabuk, narkoba. Ini sudah harus terlepas. Tadi pagi di Malang ada seorang ibu bersaksi (ada suaminya juga saat bersaksi), dia berterima kasih. Suaminya, seorang perokok berat sampai badannya kurus (lebih kurus dari saya mungkin). Sebelumnya kalau dinasehati oleh isterinya dan anaknya, malah mengamuk dan bertengkar. Tetapi untunglah diajak beribadah, mendengarkan Firman, tahu-tahu sudah lepas. Inilah babel, dosa makan minum.


    • Dosa kawin mengawinkan: dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks (homoseks, lesbian, seks terhadap diri sendiri), nikah yang salah, perselingkuhan. Hati-hati, sebab ini benar-benar sandungan.


    Dosa Babel ini kalau di ibaratkan dalam Wahyu 12, bagaikan ekor naga. Ekor naga ini menyeret sepertiga bintang di langit dan hancur. Maafkan, di ekor naga itu terdapat alat reproduksi, itulah dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan (salah satu arti dari ekor naga). Hati-hati! Saya juga harus didoakan. Semoga kita dapat mengerti.

    Orang yang tersandung dalam dosa Babel = lehernya diikat dengan batu kilangan dan ditenggelamkan kedalam laut. Kalau kita berkecimpung, terjerat dalam dosa Babel sampai tersandung bagaikan leher diikat dengan batu kilangan, dibuang ke laut, tenggelam dan tidak muncul lagi (binasa selamanya). Kalau leher diikat kalung, bagus sekali, bahkan jalannya lebih tegak lagi. Tetapi kalau leher diikat batu kilangan (berat), tidak akan dapat bernafas, ini berarti hubungan dengan kepala terputus.

    Kalau kita terserempet, tersandung dosa Babel (leher diikatkan batu kilangan), berarti putus hubungan dengan TUHAN = tidak dapat menyembah TUHAN. Leher menunjuk penyembahan (hubungan paling erat antara tubuh dengan kepala itulah leher). Jika tidak dapat menyembah TUHAN, maka akan menjadi kering rohani, mati rohani, tenggelam di lautan api dan belerang. Semoga kita dapat mengerti.

Bagaimana jalan keluarnya, supaya tidak tersandung atau terserempet oleh dosa Babel? Hati-hati, jangan nyerempet-nyerempet dosa Babel. Biasanya ini lewat dunia maya (lewat dunia nyata tidak berani, akhirnya lewat dunia maya).

Contohnya: bertanya kepada isteri orang => 'sudah makan? Kamu sedang apa?' untuk apa bertanya kepada isteri orang seperti itu, sedangkan isterinya sendiri tidak pernah ditanya. Seringkali, seperti itu lewat sms, facebook. Kalau tidak ada tujuan rohani, tidak perlu!! Kalau ada tujuan pekerjaan atau tujuan yang jelas, silahkan saja. Sudah mengetahui kalau ada batu disitu, semestinya lewat sana (menghindar), tetapi ini malah sengaja, inilah namanya nyerempet Babel! Jangan seperti itu!

Kita harus tegas hari-hari ini. Maaf, sms internet, semuanya lewat udara. Sedangkan udara sudah dikuasai oleh setan. Kalau kita sms => 'kamu sudah makan' Setannya sudah ada disana, sehingga yang baca sms, pikirannya sudah lain-lain. Padahal itu suami atau isteri orang. Ini sudah banyak terjadi, oleh sebab itu saya sarankan pada kaum muda, saya tidak pernah melarang facebook, internet, tetapi pertama untuk menyiarkan Firman dan saudara akan selamat dari dosa Babel. Tetapi kalau untuk yang lain, gawat! Kalau antikris sudah berkuasa, maka ada dua saksi dibunuh dan dalam tiga, lima hari seluruh dunia dapat mengetahui, apa itu? Kalau zaman bpk pdt In Juwono (saya tahun 1986 digembalakan), beliau mengatakan itu adalah televisi (karena dulu belum ada internet).

Sekarang, sudah tahu pasti lewat internet. Sebab itu sekarang Firman harus diberitakan dengan internet, supaya secepat kilat. Sebelum internet dipakai antikris, kita pakai duluan untuk pembangunan Tubuh Kristus. Pesan terakhir bpk pdt Pong => 'ini cara TUHAN nanti, lewat internet' Mari, kita pakai semuanya untuk kemuliaan TUHAN, jangan menyerempet Babel, stop. Sebab ini merupakan bahaya besar!

Supaya tidak masuk dalam dosa Babel, solusi atau jalan keluarnya adalah banyak menyembah TUHAN. Kita harus banyak menyembah TUHAN. Kalau sandungan, leher diberi batu kilangan. Tetapi kalau menyembah, leher diberi kasih setia.

Amsal 3: 3, Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,

Kalau kita menyembah TUHAN, leher kita akan dikalungi dengan kasih setia TUHAN. Namanya kasih setia, berarti tidak pernah berubah. Leher kita dikalungi kasih setia TUHAN yang tidak pernah berubah dan tidak pernah menipu kita. Sekarang ini tinggal memilih, mau dikalungi batu kilangan atau kasih setia TUHAN. Kalau sudah terserempet dosa Babel, hidupnya akan susah. Batu kilangan itu untuk menggilang gandum. Gandum artinya Firman, makanan sehari-hari. Hidupnya mulai susah, tidak indah lagi. Kalau dikalungi dengan kasih setia TUHAN, betapa indahnya.

Jika sudah ada kasih setia TUHAN, hasilnya:

  1. Mazmur 17: 7, 8,
    7. Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
    8. Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

    Mazmur 17:7, 8 => Daud merasakan kasih setia TUHAN yang ajaib.

    Hasil pertama: kasih setia TUHAN yang ajaib sanggup untuk melindungi dan memelihara kita bagaikan Biji Mata-Nya sendiri, artinya


    • Kasih setia TUHAN sanggup melindungi dan memelihara kita yang tidak berdaya di tengah kesulitan dunia, sampai sebutir pasirpun tidak boleh mengganggu kita. Dunia sudah sulit, tapi kita dapat dipelihara oleh TUHAN.


    • Kasih setia TUHAN sanggup melindungi dan memelihara kita sampai jaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.


    Hari-hari ini jangan bergantung yang lain, tetapi:


    • bergantung kepada kasih setia TUHAN yang ajaib.
    • sediakan landasan = hati yang taat, pikiran yang setia kepada TUHAN, kita akan dituntun ke jalan yang kekal.
    • sediakan emas dan perak rohani, TUHAN akan memberkati kita. Kita banyak menyembah TUHAN, agar supaya kasih setia-Nya dikalungkan di leher kita.


  2. Kejadian 37: 21-23,
    21. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.
    22. Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya.
    23. Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

    Ayat 21-23 => Kasih setia TUHAN yang dialami oleh Yusuf.

    Hasil kedua: kasih setia TUHAN membuat Yusuf:


    • berhasil dan indah pada waktu-Nya, sekalipun dalam suasana penjara (terbatas). Apalagi dalam 'liang tutupan' (Yusuf dimasukkan dalam liang tutupan), berarti terbatas; ijasahnya terbatas, modal terbatas, pengalamannya terbatas, semuanya terbatas, tetapi kalau kasih setia TUHAN yang bekerja tidak akan dapat dibatasi oleh apapun.


    • semuanya selesai. Yusuf dikeluarkan dari penjara, sampai dipermuliakan. Ini berarti kasih setia TUHAN sanggup menyelesaikan semua masalah sampai masalah yang mustahil tepat pada waktu-Nya. Jangan berharap yang lain, sebab ada kasih setia TUHAN yang sudah dialami Yusuf. Kasih setia TUHAN yang sudah dialami Daud, ada pemeliharaan sampai nanti antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun, kita tetap dipelihara oleh kasih setia TUHAN yang ajaib.


  3. Mazmur 103: 4, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,

    Hasil ketiga: kasih setia menjadi Mahkota Mempelai, artinya kita disucikan dan diubahkan sampai menjadi sempurna seperti YESUS dan mendapatkan Mahkota Mempelai untuk layak menyambut kedatangan YESUS yang ke dua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama dengan Dia untuk selamanya.

Sekarang ini biarlah kita bersungguh-sungguh. Jangan sampai tersandung! Yang belum melayani (belum mendapatkan kunci kerajaan surga) berdoa dengan sungguh-sungguh. Yang sudah melayani harus berjuang dengan keras, supaya jangan tersandung terutama dalam tiga hal (oleh kedurhakaan, emas-perak jasmani, dosa Babel). Biarkan kita hidup dari kasih setia TUHAN. Serahkan hidup kepada kasih setia TUHAN.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top