English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin, 14 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 18 Februari 2008)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 09 Juli 2007)
Tayang: 15 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 14 Oktober 2013)
Tayang: 02 Februari 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 14 Juli 2014)
Tayang: 12 Juni 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 19 Agustus 2013)
Tayang: 27 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 19 Februari 2007)
Tayang: 24 Juni 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 20 Januari 2014)
Tayang: 14 Desember 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 11 Agustus 2014)
Tayang: 13 Oktober 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 Maret 2014)
Tayang: 03 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 05 Mei 2014)
Tayang: 01 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 17 Juni 2013)
Tayang: 18 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin, 24 November 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 10 Mei 2019

Kita masih berada di dalam kitab Wahyu pasal 2 dan pasal 3 yang berbicara tentang tujuh kali percikan darah di depan tabut perjanjian yang menunjuk pada penyucian terakhir yang TUHAN lakukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang sekarang adalah tujuh sidang akhir jaman supaya tidak bercacat cela = sempurna seperti TUHAN = menjadi Mempelai Wanita TUHAN yang siap untuk menyambut kedatangan TUHAN kedua kalinya. Inilah isi dari kitab Wahyu 2 dan Wahyu 3.

Ketujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami penyucian terakhir dimulai dari yang pertama yaitu:

  1. Sidang jemaat di Efesus => Wahyu 2: 1 - 7
  2. Sidang jemaat yang kedua di Smirna => Wahyu 2 : 8 - 11
  3. Sidang jemaat yang ketiga di Pergamus => Wahyu 2: 12 -17

Wahyu 2 : 12, , "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua;

Jadi, YESUS tampil sebagai Imam Besar/Gembala Agung dengan pedang yang tajam dan bermata dua, ini adalah Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang yang bermata dua untuk menghadapi takhta iblis atau untuk memindahkan takhta iblis kepada Takhta TUHAN/Takhta surga.

Wahyu 2 : 13 - 16,
13. Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam
14. Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah
15. Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.
16. Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

ay 13, sampai terjadi pembunuhan, tetapi jemaat Pergamus ini, tetap memiliki iman yang kuat dan ini merupakan hal yang luar biasa.

ay 14, menghadapi aniaya dan pembunuhan mereka kuat, tetapi ketika menghadapi ajaran-ajaran sesat, mereka tidak kuat.

Jadi, tadi YESUS tampil sebagai Iman Besar dengan pedang/dengan Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua untuk memindahkan suasana takhta iblis kepada suasana Takhta TUHAN/Takhta surga.

Tadi di ay 13 - ay 16, ada dua keadaan dari takhta iblis yaitu:

  1. 13. dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam

    ay 13, takhta kegelapan = kenajisan dan kejahatan. Kejahatan ini = kikir, serakah, aniaya, iri hati, kebencian sampai pembunuhan karena Nama YESUS, dan ini yang dihadapi oleh jemaat Pergamus dan mereka tidak menyangkal iman, tidak menyangkal Nama YESUS, tetap kuat teguh dalam iman.


  2. 14. Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah
    15. Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.
    16. Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

    ay 14 - ay 16, takhta penyesatan/ajaran-ajaran sesat yaitu ajaran Bileam dan Nikolaus.

Jadi, begitulah, iblis menyerang sidang jemaat Pergamus dengan kenajisan, kejahatan, aniaya, pembunuhan, tetapi sidang jemaat Pergamus tetap kuat dan teguh dalam iman, mereka tidak menyangkal iman dan tidak menyangkal Nama YESUS.

Tetapi setan tidak membiarkan dan tinggal diam; kalau iblis menyerang dengan kejahatan dan kenajisan, jemaat Pergamus kuat dan ini merupakan hal yang bagus. Tetapi iblis tidak tinggal diam, ia kembali menyerang sidang jemaat Pergamus dengan ajaran-ajaran sesat dan untuk hal ini, kelihatannya iblis berhasil, sehingga ada beberapa orang disesatkan oleh ajaran-ajaran sesat yaitu ajaran Bileam dan ajaran Nikolaus. Inilah yang merupakan kelemahan dari jemaat Pergamus.

Hal ini seperti yang diperagakan oleh Petrus yang dapat berjalan di atas laut yang bergelora dan bergelombang dan ia kuat serta dapat melakukannya; tetapi begitu ia terkena sedikit angin/terkena ajaran palsu, ia tenggelam sebab ia tidak mampu. Itu sebabnya kita harus waspada sebab setan itu menyerang di dalam kegelapan = dalam hal kejahatan dan kenajisan tetapi jemaat Pergamus masih kuat, maka ia menggunakan cara lain dengan memakai ajaran- ajaran sesat seperti angin yang sepoi-sepoi sehingga membuat kita menjadi tertidur lelap.

Jadi ada dua macam ajaran sesat di dalam jemaat Pergamus yaitu ajaran Bileam dan ajaran Nikolaus yang saling bekerja sama.

Ajaran Bileam adalah beribadah melayani hanya untuk mendapatkan upah yang jasmani => 2 Petrus 2 : 15, 16,
15. Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat
16. Tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya, sebab keledai beban yang bisu berbicara dengan suara manusia dan mencegah kebebalan nabi itu.

Inilah ajaran Bileam adalah beribadah melayani hanya untuk mendapatkan upah yang jasmani atau hanya untuk mencari perkara-perkara yang jasmani.

Ajaran Nikolaus atau Nikolai ini fokus kepada banyaknya orang = mengumpulkan banyak orang dengan menghalalkan segala cara/dengan memakai cara-cara dunia:

  • Tanpa Firman pengajaran yang benar
  • Tanpa penyucian sehingga ada perzinahan atau percabulan
  • Hanya menunjukan kemakmuran dan hiburan secara jasmani; jadi gereja menjadi tempat hiburan/tempat intertainment tetapi tanpa Firman pengajaran yang benar/tanpa pedang/tanpa Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua

Inilah jika tanpa penyucian, sehingga ada roh perzinahan dan persundalan. Jadi, kalau tidak ada pedang, maka pasti takhta iblis. Itu sebabnya YESUS tampil dengan pedang untuk melawan takhta iblis/memindahkan takhta iblis menjadi Takhta TUHAN/Takhta kerajaan surga.

Jadi cocok, yang satu mencari uang/Bileam dan yang satu mengumpulkan banyak orang/Nikolaus dengan memakai cara-cara dunia yaitu menggembar-gemborkan kemakmuran dan hiburan-hiburan secara jasmani, tanpa penyucian sehingga ada roh persundalan, roh perjabulan dan perzinahan.

Jadi, tujuannya => jika banyak orang dikumpulkan, maka akan ada banyak uang yang terkumpul tetapi di dalamnya ada:

  • Penyembahan berhala dan
  • Perzinahan. Semoga kita dapat mengerti.

Itu sebabnya kita berbahagia mendapat ajaran, teladan dari pendahulu-pendahulu kita yaitu setiap kali ibadah kunjungan-kunjungan kita yang sekali-pun dihadiri cukup banyak orang, tetapi persembahan/kolekte ditiadakan. Ini untuk menghindari hal ini yaitu mengumpulkan banyak orang supaya banyak uang yang dikumpulkan; bahkan sekarang tempat duduk untuk beribadah sudah diberi harga. Inilah gejala-gejala kearah ajaran Nikolaus dan Bileam dengan berbagai alasan, itu sebabnya kita harus berhati-hati.

Bileam ini menunggangi keledai => sasarannya adalah keledai/bangsa kafir = kita semua. Jadi, Bileam menunggangi keledai menuju kutukan dan kebinasaan = menuju Babel. Ada dua kekuatan yang memiliki sasaran yang sama yaitu keledai/bangsa kafir.

YESUS, menunggangi keledai menuju Yerusalem dan untuk sekarang adalah kota Yerusalem Baru = kegerakan Roh.Kudus hujan akhir = kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna lewat pedang Firman/lewat Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua = Kabar Mempelai sehingga kita menjadi Mempelai Wanita TUHAN untuk masuk ke Yerusalem Baru/kerajaan surga dan duduk bersanding dengan YESUS di Takhta Yerusalem Baru selama-lamanya.

Sekarang ini, kita sebagai keledai mau kemana? Apakah mau dtunggangi oleh Bileam yang akan mendapatkan banyak upah secara jasmani tetapi menuju kutukan/kebinasaan/Babel. Tetapi kalau ditunggangi oleh YESUS akan menuju ke kota Yerusalem Baru = kegerakkan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna lewat pengajaran, sampai kita menjadi Mempelai Wanita yang sempurna dan duduk bersanding dengan Dia di Takhta Yerusalem Baru.

Kegerakkan Roh. Kudus hujan akhir merupakan kegerakkan iman yaitu kegerakkan berkorban; memberi/berkorban. Berkorban waktu, tenaga, uang dlsbnya sampai dapat memberikan seluruh hidup kita kepada TUHAN.

Inilah bedanya, kalau kegerakkan Bileam =

  • Mendapatkan upah
  • Mengejar upah secara jasmani

Tetapi kegerakkan dari YESUS/kegerakkan Tubuh Kritus justru memberi =>

  • Pakaian-pakaian dilempar di jalan
  • Makanan-makanan keledaipun, dilempar di jalan /kegerakkan iman/kegerakkan berkorban = memberi = mempercayakan seluruh kehidupan kita kepada TUHAN dan TUHAN mau menunggangi = mempercayakan seluruh hidup-Nya kepada kita. Ini merupakan hal yang luar biasa; itu sebabnya kita jangan takut jika kita menyerahkan seluruh hidup kita kepada TUHAN maka TUHAN akan menunggangi kita = TUHAN juga akan menyerahkan seluruh hidup-Nya kepada kita. Semoga kita dapat mengerti.

Semua harus dikorbankan untuk kegerakkan pembangunan Tubuh Kristus kecuali satu yang tidak boleh dikorbankan yaitu pengajaran yang benar jangan dikorbankan. Jika saudara mau menikah, itulah Tubuh Kristus maka semuanya harus dikorbankan, kecuali satu yang jangan dikorbankan itulah pengajaran yang benar. Sebab kalau tanpa pedang/tanpa pengajaran yang benar, pasti akan mengarah ke takhta iblis. Kalau kita hendak mengikuti ibadah persekutuan, maka kita harus melihat supaya kita tidak mengorbankan pengajaran sebab akan menuju ke takhta iblis/kutukan/kebinasaan/Babel = mempelai wanita setan yang diam di takhta iblis. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi, penyucian terakhir bagi sidang jemaat Pergamus yaitu mereka harus kembali kepada Firman pengajaran yang benar/Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Dan untuk mereka tidak ada jalan lain; kalau mereka tetap bertahan pada ajaran-ajaran palsu/ajaran-ajaran sesat, maka mereka akan mengalami pedang penghukuman. Kita tinggal memilih => mau menerima pedang Firman, tetapi kalau kita menolak, maka kita akan mendapatkan pedang penghukuman dari TUHAN.

Wahyu 2 : 16, . Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.
Jika tidak bertobat/tetap mempertahankan ajaran-ajaran palsu, maka TUHAN akan datang dengan pedang penghukuman yaitu kebinasaan untuk selama-lamanya. Kita tinggal memilih apakah kita mau menerima pedang Firman itulah Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua atau kalau kita menolak maka kita akan menerima pedang penghukuman/kebinasaan untuk selamanya. Semoga kita dapat mengerti.

 Sekarang pertanyaannya: mengapa sidang jemaat Pergamus dapat tersesat? Ketika menghadapi aniaya, pembunuhan, kejahatan, kenajisan dan kegelapan, mereka dapat mengatasinya; tetapi ketika menghadapi ajaran-ajaran palsu, mereka tidak dapat menghadapinya.  

Jadi, mengapa sidang jemaat Pergamus dapat tersesat?

  1. 2 Korintus 11 : 2 - 4,
    2. Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu Ilahi.Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
    3. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
    4. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan kepada kamu Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

    ay 2, masa pertunangan merupakan masa yang paling dekat dengan pernikahan. Pertunangan ini untuk kita sekarang menunjuk pada akhir jaman.

    ay 3, mengapa tersesat? Sebab pikiran yang disesatkan dari kesetiaan yang sejati kepada Kristus. Dimulai dari kitab Kejadian, sudah terjadi penyesatan dan diakhir jaman/masa pertunangan/sidang jemaat Pergamus yang mewakili sidang jemaat akhir jaman/bangsa kafir, terjadi lagi.

    ay 4, kalau ada orang memberikan ajaran yang lain, maka kita katakan tidaklah mengapa sebab hanya beda sedikit, padahal sedikit itu berarti sudah tidak pernah bertemu lagi seperti rel kereta api, kalau sedikit menyimpang, maka sampai kapan-pun tidak akan pernah ketemu. Inilah yang namanya sabar. Sabar itu bukannya memiliki sifat yang sabar => bukan! Tetapi sabar di sini = tidak tegas.

    Arti dari pikiran yang disesatkan dari kesetiaan yang sejati kepada Kristus artinya: tidak setia pada Firman pengajaran yang benar, yang sudah menjadi pengalaman hidupnya. Dulu sangat luar biasa mengikuti pengajaran yang benar, tetapi sekarang sudah tidak setia pada Firman pengajaran yang benar yang sudah menjadi pengalaman hidupnya.

    Contohnya seperti Hawa di taman Eden => perintah dari TUHAN, semua buah dari pohon-pohon itu, boleh kamu makan buahnya dengan bebas, kecuali satu yang tidak boleh. Kalau perintah itu dipegang, maka sudah menjadi pengalaman kebahagiaan dan tidak ada air mata bersama dengan Adam = semuanya lancar. Mendadak sontak, ular datang dan mengapa Hawa sampai dapat terkecoh oleh ular?

    Tadi di ay 4 dari 2 Korintus 11, sebab ia sabar saja =


    • tidak tegas
    • tidak memiliki kekuatan atau rasa malu untuk menolak ajaran lain


    Galatia 1 : 6 - 8,
    6. Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
    7. yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
    8. tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.

    Kalau berbeda dengan yang benar = terkutuk. Seperti Beliam yang menuju kutukan. Ajaran lain ini memutar balikan Injil, yang boleh dijadikan tidak boleh dan yang tidak boleh dijadikan boleh.

    Kejadian 3 : 1, Ada-pun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya bukan?"

    ay 1, padahal TUHAN berfirman, semua buah di taman ini boleh kamu makan buahnya. Semua pohon di taman ini tidak boleh kamu makan, berarti boleh makan buah yang dilarang oleh TUHAN.

    Jadi, diputar balik => yang boleh menjadi tidak boleh dan yang tidak boleh, menjadi boleh terutama ajaran Isebel tentang wanita yang tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki, tetapi dijadikan boleh. Semua pohon di taman ini boleh kamu makan dengan bebas, kecuali satu yang tidak boleh = wanita boleh melayani apa saja, tetapi hanya satu yaitu tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki. Sekarang sudah diperbolehkan.

    Kawin cerai => ajaran Parisi. Tidak boleh kawin cerai tetapi sekarang boleh kawin cerai. Inilah memutar balikkan Injil/ajaran. Apa yang pernah kita dengar dulu, sekarang ini sudah berbeda. Semoga kita dapat mengerti.

    Mari! Kita bersungguh-sungguh dihari-hari ini sebab kita berperang melawan pemutar balikkan Injil. Itu sebabnya, kita jangan terlalu sabar. Kalau kita memberi kesempatan untuk mendengar seperti Hawa yang hanya satu kali mendengar. Banyak hamba TUHAN yang mengecam saya tentang perkataan 'satu kali', saya membaca di dalam alkitab bahwa Hawa hanya mendengar satu kali saja dan ia jatuh. Kalau kita memberi kesempatan satu kali, maka kita akan menjadi kacau karena ikut-ikutan dengan menambah dan mengurangi Firman pengajaran yang benar.

    Kejadian 2 : 16, Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

    Kejadian 3 : 2, Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan.

    Kata bebasnya sudah dikurangi oleh Hawa =


    • Hawa mengurangi kata bebas =
    • Hawa mengurangi Firman pengajaran yang benar. Arti dari mengurangi kata bebas adalah tidak ada lagi kebebasan Roh.Kudus. Semuanya sudah dibatasi seperti:


      1. waktu dibatasi = waktu pemberitaan Firman jangan terlalu lama
      2. isi dari pemberitaan Firman dibatasi = jangan berbicara terlalu keras => jangan berbicara ini dan itu.


    Akibatnya, sidang jemaat menjadi tuli/pendengarannya menjadi kurang baik = cacat secara rohani sehingga tetap terikat kepada dosa-dosa. Waktu saja sudah terikat, mau datang untuk beribadah satu minggu satu kali saja sudah merasa hebat; gambaran sudah terikat = ingin ibadah cepat selesai. Semoga kita dapat mengerti.

    Kemudian Hawa menambah Firman ALLAH dengan menambah kata 'raba' => Kejadian 2 : 17, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

    Kejadian 3 : 3, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

    Jadi, Hawa menambah Firman pengajaran yang benar dengan kata 'raba' akibatnya menjadi bisu. Firman itu ditambah dengan lawakan seperti Simson yang kasihan sebab ia dipaksa untuk melawak di kuil Dagon, bukan di rumah TUHAN. Kalau melawak itu bukan di rumah TUHAN tetapi di kuil Dagon. Simson merupakan gambaran dari Roh.Kudus yang dipaksa untuk melawak di kuil Dagon, akibatnya tiga ribu orang mati binasa karena mereka tidak mempunyai kesempatan untuk bertobat. Tiga ribu itu = kesempurnaan. Ukuran dari ruangan suci dua ribu dan ukuran dari ruangan maha suci seribu. Jadi, tiga ribu itu = tidak dapat menjadi suci dan sempurna.

    Jika Firman TUHAN ditambah dengan:


    • lawakan dan pengetahuan, maka jemaat tidak dapat menjadi suci dan sempurna.
    • ilustrasi-ilustrasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Mungkin secara logika dapat diterima sehingga jemaat menjadi senang, tetapi Firman TUHAN itu tidak dapat menyucikan. Semoga kita dapat mengerti.


    Akibatnya sidang jemaat menjadi bisu/perkataannya tidak dapat dimengerti = menjadi bisu secara rohani/cacat secara rohani, sehingga kehidupan itu:


    • tidak pernah diraba/dijamah/tidak pernah merasakan jamahan Tangan TUHAN.
    • tidak pernah disucikan dan
    • tidak pernah diubahkan hidupnya. Semoga kita dapat mengerti.


    Inilah akibatnya. Tidak setia pada pengajaran yang benar:


    • yang notabene sudah menjadi pengalaman hidup
    • sudah diakui
    • sudah dikhotbahkan dan juga
    • sudah disaksikan bahwa semuanya yang terjadi itu karena pengajaran. Semoga kita dapat mengerti.


    Jadi, kalau cacat rohani yaitu bisu dan tuli, maka akan menjadi penyakit ayan/penyakit gila babi secara rohani seperti seorang anak yang sakit ayan sehingga tidak dapat menjadi sempurna => Markus 9 : 22, 25,
    22. Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam ait untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami."
    25. Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kataNya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"

    Kalau bisu tuli, akan menderita sakit ayan/gila babi = betul-betul hidup di dalam


    • kenajisan
    • kerusakkan moral
    • dosa makan minum dan kawin mengawinkan
    • sudah tidak memiliki masa depan lagi sebab hidupnya gelap
    • dan tidak dapat menjadi sempurna karena cacat sehingga
    • tidak dapat menjadi Mempelai Wanita TUHAN = tidak dapat menyambut kedatangan YESUS kedua kali di awan-awan yang permai, berarti kehidupan itu akan masuk ke dalam pesta pembataian di bumi ini oleh pedang yang keluar dari Mulut Penunggang kuda/Mulut TUHAN.


    Inilah bisu tuli, itu sebabnya kita harus berhati-hati sebab akan menghancurkan nikah dan buah nikah.

    Wahyu 19, kalau ay 9, di awan-awan/pesta nikah Anak Domba => berbahagialah mereka yang diundang => ini yang sempurna. Tetapi yang cacat/yang tidak sempurna/bisu tuli akan ketinggalan dan akan ada pedang pembantaian

    Wahyu 19 : 17, 21,
    17. Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, kata-nya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar,
    21. Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka.

    Inilah pesta pembantaian. Kalau tidak sampai diawan-awan/berbahagia yang diundang ke perjamuan kawin, maka akan ada perjamuan yang lain yaitu pesta pembantaian karena menolak pedang. Inilah, mengapa sidang jemaat Pergamus disesatkan yaitu: pikirannya disesatkan dari kesetiaan yang sejati kepada Kristus, artinya:


    • tidak setia kepada Firman pengajaran yang benar dan yang sudah menjadi pengalaman hidupnya, dia tinggalkan sebab kehidupan itu mendengarkan suara yang lain = pikiran disesatkan dari kesetiaan yang sejati kepada Krsitus/kesetiaan yang sejati kepada pengajaran


    • tidak setia sampai meninggalkan ibadah dan pelayanan kepada TUHAN.


    Ibrani 10 : 25 - 29,
    25. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
    26. Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
    27. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.
    28. Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi.
    29. Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?

    ay 25, kita harus berhati-hati, sebab menjelang kedatangan TUHAN Yang kedua kali/masa pertunangan/akhir jaman, banyak yang meninggalkan pengajaran yang benar dan juga banyak yang meninggalkan ibadah pelayanan dan merupakan satu pasangan.

    ay 26, dari biasa menjadi sengaja. Tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu = tidak terampunkan.

    Inilah, tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan.

    Kalau tidak setia = dosa kebiasaan, artinya, tidak merasa menyesal lagi, di saat tidak beribadah, bahkan tertawa-tawa
    Kalau meninggalkan ibadah pelayanan = dosa sengaja, artinya sengaja tidak mau beribadah = menginjak-injak Darah YESUS/menghina Darah YESUS dan ini berarti hukuman di dalam api yang menghanguskan. Ini sungguh-sungguh serius, itu sebabnya kita memohon supaya pikiran/logika kita tidak disesatkan sehingga menjadi tidak setia pada alkitab/pada pengajaran yang benar dan juga tidak setia pada ibadah yang benar. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Ibrani 3 : 10, 11,
    10. Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku,
    11. sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."

    Ay 10, kalau hati sesat, maka jalannya juga akan sesat. Jadi yang kedua adalah hati disesatkan.

    Hati disesatkan = menolak jalan TUHAN (dan mereka tidak mengenal jalan-Ku). Jalan TUHAN itu hanya satu yaitu jalan yang rata = jalan salib. Tidak ada jalan lain; itu sebabnya nabi Yohanes Pembaptis mengatakan gunung-gunung diratakan dan lembah-lembah ditimbun, yang berkelok-kelok diluruskan supaya menjadi lurus/rata => inilah jalan dari TUHAN; kalau lembah gunung berkelok-kelok = jalan dari ular.

    Jadi hati disesatkan = menolak jalan TUHAN/menolak jalan salib, akibatnya tidak dapat masuk perhentian/Sabat.

    Ada tiga macam perhentian/Sabat yaitu:


    • Sabat kecil; Sabat kecil ini merupakan perhentian di dalam Roh.Kudus; kalau waktu yang lalu, Sabat ini merupakan hari yang ketujuh, tetapi sekarang, Sabat itu tiap hari/perhentian di dalam Roh.Kudus. Setiap hari = duapuluh empat jam, kita harus mengalami Sabat/perhentian di dalam Roh.Kudus. Kalau kita dapat mengalami Sabat kecil, maka akan ada


    • Sabat besar; Sabat besar ini merupakan perhentian di dalam kerajaan seribu tahun damai/Firdaus yang akan datang => Wahyu 20. Jika sekarang ini, kita tidak merasa damai, bagaimana kita dapat berada di Firdaus/kerajaan seribu tahun damai? Kemudian


    • Sabat kekal; Sabat ini merupakan perhentian di dalam Yerusalem Baru/kerajaan surga yang kekal untuk selama-lamanya.


    Inilah jalan salib/Sabat; jika kita berada di luar jalan salib, maka kita tidak akan pernah mengalami perhentian = tidak akan pernah masuk ke Yerusalem Baru dan ini berarti kebinasaan untuk selama-lamanya.

    Matius 7 : 13, 14,
    13. Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
    14. karena sesaklah pintu dan sempit jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.

    ay 13, Jalan menuju kebinasaan itu luas sekali dan enak bagi daging sehingga orang yang hatinya sesat akan memilih jalan yang lebar/yang enak bagi daging tetapi menuju kepada kebinasaan.

    Itu sebabnya kita harus berhati-hati dihari-hari ini sebab ada banyak hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang hatinya sesat sehingga menolak salib = tidak mau masuk pintu yang sempit, tetapi memilih pintu yang lebar/jalan yang lebar yang enak bagi daging yaitu:


    • tetap berbuat dosa, dan
    • ibadah pelayanan sistim pasar => ibadah seperti di pasar yang enak dan bebas. Jalan menuju pasar itu lebar => mobil, truk dapat masuk semuanya.


    Ibadah seperti pasar:


    • hanya mencari keuntungan secara jasmani
    • ramai-ramai secara duniawi
    • murahan => kalau ke pasar, selalu mencari barang yang murah. Murahan = semuanya diijinkan; orang yang baru datang, sudah diijinkan untuk berkhotbah, siapa saja diijinkan untuk berkhotbah => murahan/murah dan yang seringkali hamba TUHAN/pelayan TUHAN mencarinya.Apalagi gembala yang jika disuruh untuk berkhotbah hari Minggu, Senin dan Rabu untuk sekarang ini sudah jarang karena memilih yang enak yaitu yang sistim pasar, yang penting mendapatkan untung => menyuruh orang lain untuk berkhotbah, sedangkan gembala tidak perlu berkhotbah dan hanya menghitung => berapa yang saya dapat dan kamu berapa? Inilah sistim pasar, itu sebabnya kita harus berhati-hati. YESUS mencambuk semuanya dan berfirman => Rumah Bapa-Ku adalah rumah doa, tetapi kamu menjadikannya menjadi sarang penyamun => inilah pasar sebab mereka melakukan jual beli. Mari!! Kita memohon kepada TUHAN, supaya jangan memilih jalan yang lebar sebab akan menuju kepada kebinasaan. Tetapi hanya sedikit yang mau masuk ke dalam pintu/jalan yang sempit yang akan menuju kepada kehidupan yang kekal kemuliaan bersama dengan TUHAN.


    Apa yang menjadi praktek dari jalan yang sempit/jalan salib? 1 Petrus 2 : 21 - 23,
    21. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
    22. Dia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
    23. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

    ay 21, mengikuti jejak-Nya = mengikuti jalan-Nya = jalan salib/jalan yang penuh dengan darah.

    Jadi, praktek dari jalan yang sempit/jalan salib adalah jalan kematian yaitu mati terhadap dosa- dosa = bertobat, artinya:


    • tidak berbuat dosa (ay 22), IA/YESUS tidak berbuat dosa, dan jalan yang kita ikuti, kita juga tidak berbuat dosa
    • tipu tidak ada dalam Mulut-Nya = tidak berdusta,
    • tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi membalas kejahatan dengan kebaikan. Inilah jalan salib/jalan kematian.


    jalan kebangkitan/mati terhadap dosa = hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya, kamu telah sembuh (ay 24), hidup untuk kebenaran = hidup dalam kebenaran => semuanya harus benar dan ini memang jalan yang sempit. Mau hidup benar itu memang betul-betul sangat sempit. Oleh bilur-bilur-Nya, kamu akan sembuh kalau kita hidup di dalam kebenaran, maka akan ada kuasa bilur yang akan meyembuhkan dan menyehatkan kita. Sehat secara jasmani/sehat rumah tangga/sehat secara ekonomi,dan sehat rohani => kita tetap hidup benar.

    Di mana ada kebenaran, maka di situ *ada kesehatan dan iblis tidak dapat menjamah, apalagi jika suami dan istri hidup dalam kebenaran, mau sampai kapan-pun setan tidak dapat menjamah. Jika pekerjaan kita benar, sampai kapan-pun persaingan itu ada, setan tidak dapat menghancurkan => sehat secara ekonomi. Semoga kita dapat mengerti.

    Di mana ada kebenaran , maka akan ada Sabat/ada perhentian/ada ketenangan => Yesaya 32 : 17, Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

    Kalau kita hidup benar, maka kita akan mengalami Sabat kecil/perhentian dalam Roh.Kudus, jika kita hendak berdoa, beribadah, di dalam rumah tangga, kita juga merasa nyaman => istri/suami lewat, kita merasa nyaman sebab ada perhentian. Jangan, istri lewat ke kiri, suami pergi kearah kanan => ini tidak ada perhentian/tidak ada Sabat.

    untuk selama-lamanya. = dimulai dari Sabat kecil/perhentian di dalam Roh.Kudus kita alami setiap hari, kemudian nanti kita akan mengalami Sabat besar/kerajaan seribu tahun damai sampai Sabat kekal selama-lamanya/Yerusalem Baru. Hanya satu jalannya itulah jalan salib, tidak ada yang lain. Kalau hati disesatkan, maka kehidupan itu akan menolak jalan salib sebab sekarang ini jaman modern sehingga tidak ada salib. Sekarang ini salib mau ditiadakan di dalam gereja TUHAN dan itu berarti:


    • Salib mau ditiadakan di dalam gereja TUHAN, berarti damai sejahtera diambil
    • Sabat diambil = Yerusalam Baru diambil dari gereja TUHAN. Inilah ajaran-ajaran sesat.Tadi, pikiran disesatkan dengan memutar balikkan ajaran-ajaran yang benar
    • Hati disesatkan = melawan jalan salib/melawan ajaran yang benar.


    Sekali lagi kita harus berhati-hati; jemaat Pergamus menghadapi tahkta iblis/kegelapan, kenajisan dan kejahatan, sekali-pun ada orang yang dibunuh di hadapan mereka, mereka kuat/tetap tidak menyangkal iman/tidak menyangkal YESUS. Tetapi begitu ditiupkan angin pengajaran palsu, mereka kalah sebab ada beberapa orang yang terseret. Inilah, satu kali-pun kita jangan merasa kuat, sebab Hawa juga hanya satu kali mendengarkan suara ular. Salomo yang hebat saja juga tidak kuat ketika menghadapi istrinya, apalagi saya/siapa saya?


  3. tidak tergembala, 1 Petrus 2 : 25, Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

    Kalau kita tidak tergembala, kita pasti akan tersesat. Mengapa sidang jemaat Pergamus dapat disesatkan? Karena:


    • Pikiran mereka disesatkan seperti Hawa sehingga kerohanian mereka menjadi cacat/tidak sempurna dan tidak dapat menjadi Mempelai.
    • Karena hatinya sesat/tidak mau mengikuti jalan salib/jalan TUHAN = tidak mengalami perhentian/tidak ada kebenaran = Sabatnya diambil.
    • Tidak tergembala. Itu sebabnya kita harus berhati-hati.


    Apalagi bagi bangsa kafir, sebab ini merupakan penyucian bagi jemaat Pergamus; kalau bangsa kafir tidak tergembala (permisi) maka akibatnya:


    • Hanya tampil seperti anjing dan babi => perkataan-perkataannya najis, perkataan sia-sia, dusta, gossip, fitnah, menjelekan orang sampai menghujat TUHAN = pengajaran yang benar disalahkan sedang pengajaran yang tidak benar/yang salah didukung. Padahal, pengajaran yang benar = Pribadi YESUS. Perbuatannya seperti babi/najis/dosa sampai pada puncak dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan


    • Disesatkan, sehebat apa-pun domba dan kalau tidak tergembala, pasti tersesat. Matius 9 : 36, melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak tergembala.


    • Lelah dan terlantar. Lelah = letih lesu beban berat. Kalau tidak tergembala, kita menjadi letih lesu sebab semuanya ditanggung sendiri, sedangkan kalau kita tergembala, maka semua beban berat/letih lesu ditanggung oleh Gembala.


    • Terlantar = tidak ada yang bertanggung jawab terutama atas keselamatan jiwanya. Ini yang harus kita pikirkan baik-baik.
    • Zakharia 10 : 2, Sebab apa yang dikatakan oleh terafim adalah jahat, dan yang dilihat oleh juru-juru tenung adalah dusta, dan mimpi-mimpi yang disebutkan mereka adalah hampa, serta hiburan yang diberikan mereka adalah kesia-siaan. Oleh sebab itu bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala.

      Sekarang ini memakai mimpi-mimpi dan hiburan karena tidak tergembala sehingga kerohanian mereka menjadi kosong sehingga melarikan diri kepada terafim/ajaran-ajaran sesat/ajaran setan dengan mempelajari tentang setan dengan rumahnya. Sedangkan tabernakel/Rumah TUHAN dan juga Kabar Mempelai dikatakan porno. Ini terjadi karena kerohaniannya kosong bagaikan sekam dan yang digembar-gemborkan hanyalah hiburan-hiburan dan kemakmuran-kemakmuran jasmani. Kosong itu = tidak memiliki kasih ALLAH sehingga kehidupan itu menyangkal TUHAN/menyangkal YESUS.


    Contohnya adalah Petrus yang menyangkal TUHAN karena kosong dan juga tidak tergembala/ sekali-pun Petrus memiliki seorang Gembala yaitu YESUS tetapi Petrus tidak tergembala dan juga Yudas tidak tergembala dengan benar. Contoh Petrus yang menyangkal YESUS => Yohanes 21 : 15 - 18,
    15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu , bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    16. Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu , bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    17. Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."

    Bukti dari mengasihi adalah gembalakan domba-domba. Begitu YESUS bertanya untuk ketiga kalinya, maka sedih hati Petrus karena ia tahu, ia pernah menyangkal TUHAN = Petrus tidak memiliki kasih sehingga ia disesatkan. Inilah buktinya, sebanyak tiga kali YESUS bertanya, dan seringkali saya katakan => pertanyaan pertama YESUS memakai kasih Agape =>'apakah engkau mengasihi Aku dengan kasih Agape/kasih ALLAH'? Petrus menjawab dengan mengasihi sesama/kasih Filio. Ok! TUHAN bertanya lagi => 'apakah engkau mengasihi Aku dengan kasih Agape'? Petrus menjawab lagi dengan kasih Filio/kasih kepada sesama sebagai sahabat. Ok! TUHAN menurunkan pertanyaan-Nya dengan kasih Filio => 'apakah engkau mengasihi Aku dengan kasih Filio/kasih sesama'? sedih hati Petrus, mengapa? Karena Petrus menyangkal YESUS sebagai Gurunya, sebagai Sahabatnya. Petrus tidak memiliki kasih ALLAH/kasih Agape dan juga Petrus tidak memiliki kasih kepada sesama = Petrus kosong dari kasih ALLAH sehingga ia menyangkal YESUS/Petrus disesatkan. Petrus yang hebat saja tanpa kasih, siapa kita? Kita harus lebih sungguh-sungguh dan berhati-hati. Jadi kesimpulannya semua harus tergembala dengan benar dan baik. Di mulai dari gembala, rasul, nabi, guru, penginjil, pemain musik, apa saja jabatannya harus tergembala dengan benar dan baik supaya kita dapat menerima kasih TUHAN. Hidup kita ini tidak kosong. Semoga kita dapat mengerti.

    Salah satu ciri dari tergembala dengan benar dan baik kalau kita berada di dalam kandang penggembalaan secara rohani adalah di dalam ruangan suci yang terdapat tiga macam alat yang untuk sekarang => dulu tiga kali pertanyaan TUHAN kepada Petrus dan sekarang adalah ketekunan di dalam tiga macam ibadah pokok yaitu:


    • Pelita emas = ketekunan di dalam ibadah raya = persekutuan dengan ALLAH Roh Kudus disertai karunia-karunia-Nya. Ada karunia menyanyi kesaksian dsbnya.
    • Meja roti sajian = ketekunan di dalam ibadah pendalaman alkitab di sertai dengan perjamuan suci = persekutuan dengan Anak ALLAH di dalam Firman pengajaran dan Korban Kristus


    • Mezbah dupa = ketekunan di dalam ibadah doa penyembahan = persekutuan dengan ALLAH Bapa di dalam kasih-Nya. Semoga kita dapat mengerti.


    Inilah tergembala dengan benar dan baik = berada di dalam ruangan suci. Ini juga berarti masuk kandang penggembalaan = masuk lewat pintu yang sempit/jalan salib. Ini yang tidak disuka oleh seorang gembala. Sebab setan itu membunuh gembala terlebih dahulu, bukan domba yang terlebih dahulu. Sebab kalau gembala yang dibunuh, maka domba akan tercerai berai dan tidak perlu dikejar, domba akan mati dengan sendirinya. Bagi seorang gembala, tiga macam ibadah = ia harus memberi makan, jarang ada yang mau. Inilah namanya gembala dibunuh terlebih dahulu sehingga domba-domba akan tercerai berai. Semoga kita dapat mengerti.

    adi, lewat kandang penggembalaan, betul-betul tubuh, jiwa dan roh kita melekat kepada ALLAH Tri Tunggal/bergaul erat dengan ALLAH Tri Tunggal seperti carang yang melekat pada Pokok Anggur Yang Benar sehingga setan tidak dapat menjamah kita dan cepat atau lambat, kita akan berbuah manis. Itu sebabnya kita harus yakin dan terus menekuni (mungkin sekarang ini kita mengalami yang tidak enak), tetapi kita harus terus tekun dan satu waktu kita akan berbuah manis dan kita akan menerima kasih dari TUHAN = kita tidak kosong. Di dalam penggembalaan, kita tidak menjadi kosong sebab kita menerima kasih TUHAN Yang ajaib sehingga kita dapat mengasihi Dia lebih dari semua dan juga kita dapat mengulurkan tangan kepada Dia.

    Begitu Petrus menerima tiga kali pertanyaan dari TUHAN sehingga ia sudah menerima kasih ALLAH = ia dapat mengasihi TUHAN lebih dari semuanya dan ia hanya mengangkat tangan kepada TUHAN.

    Yohanes 21 : 18, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."

    Engkau akan mengulurkan tangan ke tempat yang tidak engkau kehendaki = daging tidak bersuara.
    Petrus sesudah ia menerima kasih ALLAH, ia dapat mengulurkan tangan, ia mau dibawa ketempat-tempat di mana ia tidak menghendakinya artinya:


    • 1 Petrus 5 : 5, 6,
      5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
      6.Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

      Tunduk taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara => mau dibawa ketempat mana saja, selalu berkata 'ya TUHAN'. Seperti Abraham yang diperintahkan oleh TUHAN untuk menyembelih anaknya => 'ya TUHAN'.


    • 1 Petrus 5 : 7, Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

      Menyerahkan segala kekuatiran, ketakutan kepada TUHAN sampai dapat menyerahkan segenap hidup kepada TUHAN = mengasihi TUHAN lebih dari semuanya/dari segala sesuatu = mengangkat tangan kepada TUHAN.


    • rela berkorban apa saja untuk TUHAN. Inilah mengangkat/mengulurkan dua tangan kepada TUHAN dan TUHAN juga mengulurkan Tangan yang kuat kepada kita (di bawah Tangan TUHAN Yang kuat/Tangan Kanan = Tangan Yang Kuat diulurkan, kita dipegang oleh Tangan Kanan TUHAN sehingga kita tidak dapat disesatkan.


    Untuk apa Tangan Kanan TUHAN diulurkan? Kalau surat Petrus, meninggikan pada waktunya. Tetapi kalau di dalam surat Mazmur 118 : 15,16
    15.Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"
    16. tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"

    Tangan Kanan TUHAN sanggup:


    • untuk memelihara kehidupan kita ditengah kesulitan (1 Petrus 5 : 7 ), Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
    • untuk memelihara kehidupan kita ditengah kemustahilan. Tangan Kanan TUHAN yang kuat lebih kuat dari apa-pun di dunia, sanggup memelihara kehidupan kita di tengah kesulitan dan kemustahilan. TUHAN tidak pernah menipu, hidup kita bukan dari dunia ini tetapi dari Tangan TUHAN/Tangan Yang menentukan. Apa yang berasal dari dunia seperti gaji dllnya hanyalah sarana tetapi sebenarnya kita hidup oleh Tangan Kanan TUHAN Yang kuat. Kita jangan putus asa dllnya sebab itu berarti mengecilkan kekuatan TUHAN


    • memberikan kemenangan atas setan
    • menyelesaikan segala masalah kita sampai pada masalah yang mustahil. Mari! Kita tergembala dengan baik, sebab itu merupakan tempat di mana kita tidak dapat disesatkan sebab di dalam kandang penggembalaan, kita dipegang oleh Tangan Kanan TUHAN. Kita tidak dapat disesatkan dan kita akan mengalami kemenangan atas setan = Tangan Kanan TUHAN sanggup menyelesaikan semua masalah sampai yang mustahil, TUHAN menolong kita semuanya


    • meninggikan tepat pada waktu-Nya. Meninggikan itu berarti:


      1. yang gagal menjadi berhasil/memberi keberhasilan
      2. dari rendah menjadi tinggi
      3. memberikan masa depan dan keberhasilan yang indah pada waktu-Nya. Kita hanya tinggal menunggu waktu TUHAN. Menunggu bagaimana? Di dalam penggembalaan yang benar,


      4. kita hanya mengulurkan tangan = selalu taat kepada TUHAN,menyerah sepenuhnya kepada TUHAN, rela berkorban apa saja untuk TUHAN Inilah menunggu sampai TUHAN mengulurkan Tangan-Nya dan kita diangkat dan sungguh-sungguh kita akan berhasil dan indah pada waktu-Nya dan kita juga akan dipakai oleh TUHAN = Tangan Kanan TUHAN dapat memakai kehidupan kita yang mungkin keadaan kita sederhana, kita di pakai di dalam kegerakan Roh.Kudus hujan akhir.


      5. dapat menyucikan dan mengubahkan kehidupan kita sampai kita menjadi sempurna seperti TUHAN dan kita akan menjadi Mempelai Wanita dan jika YESUS datang kembali kita akan terangkat diawan-awan yang permai dan kita akan masuk ke- Takhta, duduk bersanding dengan DIA di Takhta Surga/Takhta TUHAN selama-lamanya.

Mari!! Memang ada penyesatan sehingga di hari-hari terakhir ada banyak yang gugur. Alm pdt Totaijs mengatakan ada empat ratus pengajaran palsu, tetapi saya hanya membaca yang ada di dalam alkitab saja. Ada banyak sekali ragi-ragi yang tertulis di dalam alkitab seperti ragi Herodes, ragi Farisi, ragi Saduki; itu sebabnya kita harus berhati-hati dengan menjaga pikiran, tetap setia pada satu Laki-laki/satu pengajaran yang sudah menjadi pengalaman dan yang dahulu sudah kita saksikan. Apalagi kami sebagai hamba TUHAN lulusan Lempin-El sudah dikhotbahkan.

Mari!!

  1. Tetap berpegang dan setia pada pengajaran yang benar, kita jangan mengikuti pasar dllnya sebab kita akan rugi sebab kita akan disesatkan
  2. Hati dijaga => tetap pada jalan salib, mari! Pilih pintu yang sempit dan ini tidak salah, kalau sauadara datang beribadah dan merasa semuanya sakit => ini sudah benar sebab itu merupakan pintu yang sempit


  3. Tergembala dengan baik sampai kita mengalami kasih ALLAH, kita tinggal menunggu waktu TUHAN dan Dia tidak menipu sebab IA memegang dengan Tangan Yang kuat/Tangan Kanan TUHAN memberikan kemenangan, memberikan pemeliharaan dan juga meninggikan kita pada waktu-Nya.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top