English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Agustus 2009 (Kamis Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Persekutuan Ambon I, 12 November 2013 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 November 2008 (Kamis Sore)
Matius 24: 29 -> 'Keadaan pada masa kedatangan Yesus ke 2x'
Yaitu terjadi...

Ibadah Ucapan Syukur Surabaya, 26 Desember 2012 (Rabu Sore)
1 Tesalonika 5: 18
5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Kehendak Tuhan adalah kita...

Ibadah Doa Malang, 14 September 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:16-30 menunjuk SIKAP TERHADAP TALENTA.
Setelah kita menerima talenta, kita harus menjaganya...

Ibadah Persekutuan di Kartika Graha III Malang, 23 September 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 25:6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah...

Ibadah Raya Malang, 18 Desember 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:36-46 berjudul DI TAMAN GETSEMANI.

Matius 26:36, 40, 43,...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Februari 2012 (Rabu Sore)
Matius 26: 69-75
JUDULNYA ADALAH PETRUS MENYANGKAL YESUS.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus yaitu
Ayat 69-70 Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea,...

Ibadah Raya Surabaya, 05 Agustus 2012 (Minggu Sore)
Penyerahan Anak
Mazmur 84: 11-12
84:11. Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik...

Ibadah Raya Surabaya, 24 Mei 2015 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan hari Pentakosta

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Doa Malang, 27 November 2018 (Selasa Sore)
Rekaman Ibadah Doa di Palopo.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yohanes 4:21,23-24
4:21...

Ibadah Raya Malang, 25 Oktober 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat di...

Ibadah Raya Surabaya, 04 Oktober 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan di Jayapura II, 18 Oktober 2018 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 22:20
22:20 Ia yang memberi kesaksian...

Ibadah Kunjungan di Manokwari IV, 21 Maret 2013 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

1 Yohanes 4:8
4:8 Barangsiapa tidak mengasihi,...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 08 Februari 2019 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 1-5
9:1. Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.
9:2. Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah
asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.
9:3. Dan dari asap itu berkeluaranlah
belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.
9:4. Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.
9:5. Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk
menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.

Ayat 1-12 merupakan peniupan SANGKAKALA KELIMA; penghukuman yang kelima dari Anak Allah atas dunia dan isinya yang menolak bunyi sangkakala sekarang ini; menolak penyucian; tetap mempertahankan dosa sampai puncaknya dosa--enjoy dalam dosa sampai puncaknya dosa.
Bunyi sangkakala sekarang adalah firman penggembalaan--firman pengajaran yang keras, yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang diulang-ulang untuk menyucikan kita terus menerus sampai sempurna seperti Yesus.

Tanda sangkakala kelima: sebuah bintang jatuh dari langit ke atas bumi, yang menimbulkan belalang dan kalajengking--asap menunjuk pada demon-demon; roh jahat dan najis--yang akan menyiksa manusia selama lima bulan di bumi (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Februari 2019).
Ini sama dengan Lucifer yang jatuh menjadi setan dengan roh jahat dan najis.

Lucifer adalah penghulu malaikat bidang musik dan pujian.
Yesaya 14: 12-14
14:12. "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
14:13. Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu:
Aku hendak naik ke langit(1), aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah(2), dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan(3), jauh di sebelah utara.
14:14.
Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan(4), hendak menyamai Yang Mahatinggi!(5)

(terjemahan inggris)
14:12. "How you are fallen from heaven, O
Lucifer, son of the morning! How you are cut down to the ground, You who weakened the nations!

Ayat 12-14= ada lima kali kata 'Hendak' sama dengan kesombongan; tidak taat dengar-dengaran.
Mengapa Lucifer bisa jatuh dan menjadi setan? Karena kesombongan--lima kali disebutkan 'aku hendak....', sampai hendak menyamai Tuhan.

Kalau sombong, berarti tidak taat dengar-dengaran. Ini berlawanan dengan Yesus yang rendah hati dan taat sampai mati di kayu salib sehingga Ia ditinggikan sampai di takhta Allah.
Filipi 2: 8
2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Ini pelajaran bagi kita, kalau sombong dan tidak taat, pasti jatuh dan hancur. Sebaliknya, kalau rendah hati dan taat kita akan selalu naik sampai di takht sorga.

Oleh sebab itu kita harus memiliki hati nurani yang baik--rendah hati dan taat dengar-dengaran--supaya tidak menjadi sama seperti setan yang hancur dan binasa.

Dari mana mendapatkan hati nurnai yang baik? Lewat baptisan air.
1 Petrus 3: 20-21
3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu
baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

Ayat 20 = pada zaman Nuh, banyak manusia yang tidak taat--hanya delapan orang yang taat.
'kiasannya'= nubuatannya.

Pada zaman Nuh hati semua manusia termasuk hamba Tuhan cenderung jahat--sombong dan tidak taat sehingga berbuat dosa sampai puncaknya dosa; seperti setan--sehingga mengalami penghukuman dari Tuhan--binasa di dalam air bah.
Puncaknya dosa= dosa makan minum--merokok, mabuk, narkoba--dan kawin mengawinkan--nikah yang salah.

Hanya Nuh sekeluarga--delapan orang; empat pasang mempelai--yang memiliki hati nurani yang baik--rendah hati dan taat--sehingga masuk bahtera Nuh sesuai perintah Tuhan, dan selamat dari penghukuman Allah.

Pada akhir zaman (Lukas 17), manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan kembali pada zaman Nuh yaitu hatinya cenderung jahat--sombong, tidak taat, dan berbuat dosa sampai puncaknya dosa; seperti setan--sehingga harus mengalami penghukuman sangkakala kelima sampai di neraka selamanya.
Nuh sekeluarga masuk bahtera seperti yang diperintahkan Tuhan sekalipun tidak masuk akal. Tidak ada hujan, tetapi taat untuk membuat bahtera dan masuk bahtera bersama binatang--masuk bahtera dulu sesudah itu hujan turun. Inilah kehidupan yang rendah hati dan taat.

Kalau orang mengikuti alkitab--taat--, ia justru lembut. Kalau menentang alkitab itulah yang keras.

"Salah satu jemaat di Jakarta terbentur dengan ibadah--divmana ada wanita yang mengajar--, dan ia harus dikeluarkan dari universitas yang besar. Dia dapat beasiswa tetapi harus keluar. Yang disalahkan kita: Gembalanya terlalu ini itu. Heran saya. Inilah zaman Nuh, yaitu sombong, mau lebih dari Tuhan. Yang benar dianggap terlalu keras. Saya bilang: 'Kamu siap?' Dia menjawab: 'Siap, dari pada saya masuk neraka.'"

Di akhir zaman juga kembali seperti pada zaman Nuh. Berbuat dosa (merokok, kawin campur, kawin cerai) boleh melayani, yang penting orang datang, penyanyi-penyanyi didatangkan, tidak peduli bagaimana nikahnya. Itulah kesombongan, sampai nanti dihukum oleh sangkakala kelima, hujan api belerang dari langit, kiamat, dan neraka.

Untuk mendapatkan hati nurani yang baik (rendah hati dan taat) kita harus masuk baptisan air yang benar--bahtera Nuh secara rohani.
Baptisan air yang benar hanya satu, yaitu orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu mengalami kelahiran baru/pembaharuan dari hati nurani yang cenderung jahat menjadi hati nurani yang baik--rendah hati dan taat seperti Nuh dan keluarganya, empat pasang mempelai. Ini pelajaran bagi kita, suami isteri harus satu baptisan, anak satu baptisan--satu bahtera--, kalau ada cucu juga satu bahtera. Ini yang kita perjuangkan.

Orang yang rendah hati dan taat akan ditinggikan pada waktunya. Air bah semakin naik, tetapi kita yang rendah hati dan taat akan semakin ditinggikan sampai di takhta.

Praktik sehari-hari kehidupan yang rendah hati dan taat--memiliki hati nurani yang baik--:
Kejadian 6: 9
6:9. Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

  1. Praktik pertama: hidup dalam kebenaran dalam segala aspek hidup kita (mulai dari yang kecil-kecil). Tidak boleh ada yang tidak benar.
  2. Praktik kedua: tidak bercela= tidak bersalah= hidup suci--hati, pikiran, perbuatan, dan perkataan suci.
  3. Praktik ketiga: bergaul dengan Tuhan= pergaulan mempelai--yang masuk bahtera adalah empat pasang mempelai--; ibadah pelayanan yang dibina oleh kabar mempelai (firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua/bunyi sangkakala).
    Pergaulan mempelai dimulai dari nikah jasmani sampai nikah rohani, yaitu pergaulan antara suami isteri, anak orang tua, sampai meningkat pergaulan antara kita--mempelai wanita--dengan Yesus--Mempelai Pria.

Pengertian pergaulan mempelai
:

  1. Efesus 5: 25-27
    5:25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
    5:26. untuk
    menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
    5:27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

    'Hai suami, kasihilah isterimu'= pergaulan mempelai di dunia.
    'sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat' = pergaulan mempelai rohani.

    Yang pertama: pergaulan mempelai adalah pergulan dalam kesucian--Yesus Mempelai Pria sorga menyerahkan nyawa-Nya untuk memandikan kita secara dobel (menyucikan dengan air dan firman, artinya menyucikan lewat baptisan air dan air hujan firman pengajaran). Kita mendalam dalam firman pengajaran yang benar terutama lewat ibadah pendalaman alkitab.

    Apa yang disucikan? Sampai pada penyucian ginjal--perasaan trerdalam. Artinya:


    1. Penyucian dari penyakit kusta; penyucian dari kebenaran sendiri.
      Imamat 14: 8-9
      14:8. Orang yang akan ditahirkan itu haruslah mencuci pakaiannya, mencukur seluruh rambutnya dan membasuh tubuhnya dengan air, maka ia menjadi tahir. Sesudah itu ia boleh masuk ke dalam perkemahan, tetapi harus tinggal di luar kemahnya sendiri tujuh hari lamanya.
      14:9. Maka pada hari yang ketujuh ia harus mencukur seluruh rambutnya: rambut kepala, janggut, alis, bahkan segala bulunya harus dicukur, pakaiannya dicuci, dan tubuhnya
      dibasuh dengan air; maka ia menjadi tahir.

      'Orang yang akan ditahirkan itu' = orang sakit kusta.

      Orang kusta dimandikan satu kali--baptisan air--, sudah baik, tetapi belum boleh masuk kemahnya sendiri selama tujuh hari, berarti hubungan nikahnya belum bagus. Yang sering membuat hubungan nikah kurang bagus adalah kebenaran sendiri.

      Oleh sebab itu harus dimandikan lagi--penyucian ginjal/perasaan terdalam.
      Kusta= putih tetapi kusta, artinya kebenaran sendiri. Ini yang memecah belah nikah, penggembalaan, dan tubuh Kristus.
      Kebenaran sendiri= kebenaran di luar alkitab, atau tidak mau mengaku dosa tetapi menyalahkan orang lain bahkan Tuhan/pengajaran yang benar.

      Kebenaran sendiri disucikan sehingga kembali pada kebenaran Tuhan; kembali pada alkitab.


    2. Penyucian dari ajaran palsu.
      Jemaat Tiatira maju, diakui oleh Tuhan, tetapi Tuhan mencela.

      Wahyu 2: 20, 23-24

      2:20. Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.
      2:23. Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa
      Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.
      2:24. Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan
      yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu.

      'batin dan hati'= ginjal (dalam bahasa aslinya)--perasaan terdalam.

      Di sini, ajaran palsu adalah ajaran yang memperbolehkan wanita mengajar dan memerintah laki-laki. Kalau ada ajaran ini--wanita menjadi kepala dari laki-laki--, pasti ada ajaran tentang neraka (seluk beluk iblis).

      Sebaliknya, kalau ada pengajaran yang benar, yaitu tidak mengizinkan wanita mengajar dan memerintah laki-laki--menempatkan laki-laki sebagai kepala dari wanita--, maka yang dipelajari adalah Tabernakel/sorga.


    Inilah penyucian ginjal yaitu penyucian dari kebenaran sendiri dan ajaran palsu.
    Kalau suci, pasti bahagia.


  2. Yang kedua: pergaulan mempelai adalah pergaulan kasih, yaitu saling mengaku dan mengampuni--hubungan suami isteri adalah hubungan kasih; 1+1=1; di antara suami dan isteri hanya ada salib. Praktinya yaitu yang salah, mengaku, jika diampuni jangan berbuat lagi Yang benar, mengampuni dan melupakan.

    Hasilnya: darah Yesus membasuh segala dosa sehingga kita mengalami damai sejahtera dan kebahagiaan--'Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!' (Mazmur 32). Ketika raja Daud berbuat dosa (jatuh dengan Batsyeba), ia susah seperti mau mati. Tetapi ketika diampuni, bahagia.

    Tadi 'Berbahagialah orang yang suci hatinya'--pergaulan dalam kesucian. Yang dicari dalam nikah adalah kebahagiaan. Kalau suci, pasti bahagia. Kalau kaya belum tentu bahagia.

Jadi, dasar untuk masuk nikah adalah kesucian dan kasih.

Kalau sudah masuk dalam pergaulan mempelai--ada kesucian dan damai sejahtera (kasih) dalam hidup sehari-hari, nikah, dan pelayanan--, maka kita bisa melihat wajah Yesus yang bersinar bagaikan matahari, dan hanya melihat wajah Yesus--menyembah Dia--, dan Dia yang bekerja bagi kita.

Ibrani 12: 14
12:14. Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

Menyembah Tuhan= mata bertemu mata, mulut bertemu mulut, tangan bertemu tangan (berserah kepada Tuhan).
Ini kuncinya dari pergaulan mempelai.

Hasilnya--matahari menunjuk pada sinar kemuliaan--:

  1. Sinar kemuliaan mengubahkan hidup kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari kuat teguh hati, artinya:


    1. Tidak kecewa, tidak putus asa, dan meninggalkan Tuhan apapun yang dihadapi.
    2. Berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran sehingga kita tidak disesatkan, dan tidak berbuat dosa (hidup benar dan hidup suci).
    3. Tetap percaya dan berharap Tuhan.


    Saat melihat wajah Yesus, apapun yang kita hadapi sudah diambil alih di kayu salib--Dia menyinarkan sinar matahari, Dia menjadi buruk di kayu salib karena Ia mengambil alih segala yang buruk dari kita.
    Tuhan mengambil alih segala sesuatu yang buruk dalam hidup kita (yang gagal, hancur, susah payah, air mata), sehingga kita mengalami damai sejahtera (hati tenang), semua enak dan ringan, wajah berseri, dan kita akan setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir.

    Yang membuat kita tidak setia adalah kita memandang masalah kita, tidak memandang Tuhan, sehingga tidak bisa memikul pelayanan, bahkan lari dari dalam nikah.

    Kalau enak, ringan, wajah berseri, kita akan setia berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan; dalam pembangunan tubuh Kristus sampai garis akhir--melayani nikah, penggembalaan, dan fellowship.


  2. Bilangan 6: 25
    6:25. TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

    Hasil kedua: kasih karunia Tuhan menolong kita tepat pada waktunya.

    Yang penting hati damai, enak ringan, wajah berseri, melayani dengan setia berkobar-kobar, itu urusan kita--masalah sudah diambil alih Tuhan--, dan tinggal tunggu waktunya Dia selesaikan semua pada waktunya. Sampai kalau Dia datang kembali kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia, wajah kita bersinar seperti matahari. Kita naik di awan-awan memandang Dia muka dengan muka, sampai duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga selamanya.
    Kalau sombong, akan turun dan hancur.

Mari, masuk bahtera Nuh (masuk baptisan), rendah hati dan taat dengar-dengaran, supaya ada pergaulan mempelai--pergaulan dalam kesucian dan kasih--sampai melihat wajah-Nya.
Apa yang kita hadapi sampai hari ini, pandang wajah Yesus! Kita akan mengalami ketenangan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top